Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 2940

SMAN Pilangkenceng Kabupaten Madiun, Sekolah yang Berhasil Aktifkan Gelombang Alfa Para Siswa

0

Aktivasi gelombang alfa dilakukan dengan menggunakan teori gelombang otak manusia. Berawal dari upaya guru yang menjadi instruktur untuk mencari cara agar sang anak yang mengalami autis bisa lebih tenang.

MARIA Septia Ningrum, siswa kelas 12 SMAN Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, berdiri bersama tujuh rekannya yang lain di depan kelas. Semuanya sudah dalam kondisi mata tertutup oleh dua lembar kertas dan sehelai kain abu-abu yang melingkar di kepala.
Jangkung Suprianta, sang guru, lantas membagi satu-satu bola kecil dengan warna beda-beda. Sejenak meraba, masing-masing dari mereka mengangkat tangan untuk menebak warna bola yang mereka pegang. ”Orange,” ucap Chantika Claudia. ’’Pink,’’ sahut Maria.

’’Merah,’’ ucap Ocha yang menjadi siswa terakhir, mengutarakan tebakannya pada siang akhir Juli (29/7) lalu itu.

Jawa Pos (grup Batam Pos) yang berada di ruang kelas tersebut melihat langsung tebakan mereka semua benar. Di peragaan kedua, Kepala SMAN Pilangkenceng, Setyo Utomo, mengeluarkan selembar uang Rp100 ribu dari dompetnya. Utomo lantas meminta Jawa Pos ikut melihat dan mengingat-ingat nomor serinya.

Jawa Pos (grup Batam Pos) memilih memfotonya. Setelah itu, uang diberikan kepada Rahmah Nur Hasanah, salah satu siswi yang berdiri. Sejenak dia membolak-balikkan uang itu dan merabanya. Sekitar 13 detik kemudian, Jangkung menyodorkan mikrofon ke Rahmah. ”THL 188386,” ucapnya. Jawaban itu benar. Tanpa satu pun angka dan huruf yang terlewat.
Masih terheran-heran, Jawa Pos lantas diberi satu peragaan tambahan. Jangkung meminta koran ini menuliskan kalimat apa pun di selembar kertas.

”Apa pun. Kata atau kalimat. Panjang, pendek, terserah. Bahasa apa saja boleh,” ucapnya.
Setelah ditulis, Jangkung menyerahkan kertas itu kepada Maria yang masih berdiri di depan kelas dengan mata tertutup bersama rekan-rekannya. Sejenak siswi 17 tahun itu meraba dan membolak-balik kertas tersebut.

Sejumlah murid SMAN Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, saat praktik aktivasi gelombang alfa di sekolah, Senin (29/7).

Sekitar 10 detik kemudian, ”Kaifa Haaluka,” ucap Maria perlahan. Jawaban Maria yang berarti ’apa kabar’ dalam bahasa Arab itu benar-benar tepat. Sesuai dengan yang ditulis koran ini sebelumnya.

Saat ditanya bagaimana bisa melakukannya, Maria menyebut ada bagian-bagian kasar yang membentuk huruf saat meraba kertas itu. Hal yang sama diungkapkan Rahmah ketika memegang uang Rp100 ribu di bagian nomor seri.

”Rasanya seperti ada yang kasar dan membentuk huruf,” ucapnya.

Jangkung menjelaskan, kasar yang dikatakan anak didiknya itu sebenarnya penjabaran dari imajinasi pikiran mereka. ”Kertasnya ya tetap rata dan halus,” ujarnya. Jawa Pos yang memegang sendiri kertas dan uang itu mengamininya.

Pria yang biasa dipanggil Pak Jay oleh murid-muridnya itu melanjutkan, kemampuan yang diperagakan delapan siswa tersebut bukan ilmu magis atau klenik. Mereka melakukannya murni berdasar ilmu fisika.

Jangkung menyebutnya sebagai aktivasi gelombang alfa. Metode yang digunakan adalah teori frekuensi gelombang otak manusia atau brainwave yang dicetuskan ilmuwan Amerika Serikat Dr Jeffrey D. Thompson.

Guru seni yang juga instruktur aktivasi gelombang alfa itu menjelaskan, sistem kerja otak manusia dibagi dalam lima gelombang. Masing-masing adalah gamma, beta, alfa, teta, dan delta. Gelombang alfa muncul di frekuensi 8-12 Hz atau ketika manusia berada dalam kondisi tenang dan rileks.

Beberapa pakar menyebut alfa adalah penghubung pikiran sadar dan bawah sadar manusia. Saat melakukan meditasi, otak manusia berada di posisi itu. Bagi praktisi hipnotis, mereka memasukkan sugesti yang mereka mau saat otak pasien ada di posisi tersebut.

”Jadi, ini kekuatan imajinasi. Resonansi. Ketajaman rasa dan kepekaan. Setiap manusia punya gelombang alfa. Hanya besar kecilnya yang berbeda. Bukan magis, ndak pakai mantra,” jelas Pak Jay.

Dia mempelajari ilmu itu secara otodidak. Semua berawal saat dia mencari cara untuk membuat anaknya yang mengalami gejala autis bisa lebih tenang.

Di sekolah, dia memperkenalkannya kepada siswa yang ikut Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS setiap tahun. Tujuannya, memotivasi belajar para siswa. Juga agar lebih bisa berkonsentrasi saat belajar. Selain itu, diharapkan kepercayaan diri mereka meningkat.

”Karena kebanyakan mereka itu awalnya tidak mau sekolah di sini, karena ini sekolah pinggiran,” ucapnya.

Pilangkenceng memang berada di wilayah paling utara Kabupaten Madiun. Berbatasan dengan Bojonegoro dan Ngawi, dua kabupaten di Jawa Timur yang berbatasan dengan Jawa Tengah.
Dalam pelatihan itu, Jangkung membuat para siswa rileks dengan mengajak bermain game dan melupakan semua yang ada di pikiran. Dia juga memasukkan kalimat-kalimat motivasi. Para siswa lantas diminta istirahat dan tidur sekitar dua jam sambil diperdengarkan musik maupun suara gelombang alfa dengan volume 60–80 desibel (dB). Suara yang diperdengarkan seperti gemericik air, angin, dan aliran sungai.

Wakil Kepala SMAN Pilangkenceng Suwandi yang selalu mendampingi Jangkung dalam pelatihan LDK menceritakan, beberapa tahun lalu, dalam pelatihan itu dia sempat terkejut. Ketika Jangkung memberikan motivasi di depan siswa, dia berkeliling di belakang mereka.
Saat Jangkung mengajak peserta memejamkan mata dan melontarkan kata-kata motivasi tentang bermimpi setinggi-tingginya, ada satu siswa yang kedua kakinya benar-benar sedikit terangkat. Terbang. ”Sampean boleh percaya atau tidak. Tapi, itu nyata,” ucapnya.

Dua tahun lalu, ada seorang siswa yang kehilangan handphone di sekolah tersebut. Jangkung lantas masuk ke kelas itu dan memfoto ruangan dengan semua siswanya. Jangkung lantas menyerahkan foto itu kepada empat siswa yang dianggap memiliki gelombang alfa paling kuat.

Keempatnya menunjuk satu orang. Saat orang itu didekati, dia mengakui sebagai pelakunya. Peristiwa tersebut sempat terjadi dua kali.

Kemampuan para siswa SMAN Pilangkenceng itu sudah diperagakan di kantor Bupati Madiun beberapa kali. Juga di Gedung Grahadi Surabaya, di depan Gubernur Jatim saat itu, Khofifah Indar Parawansa, dua tahun lalu. Saat itu Khofifah yang didampingi Kapolda Jatim juga tak kalah terkejut.

Jangkung lantas diajak berbincang empat mata dengan Kapolda. Sang jenderal memintanya untuk mengaktivasi gelombang alfa para anggota kepolisian di satuannya.

Tapi, permintaan tersebut ditolak Jangkung. Sebab, setahu dia, aktivasi itu tidak bisa dilakukan pada orang dewasa. ”Hanya untuk remaja-remaja awal, anak-anak lebih baik. Pokoknya buat yang belum punya pikiran aneh-aneh. Dan satu lagi, belum punya utang,” ucap Pak Jay, lantas terkekeh.

Pak Ut, panggilan akrab Setyo Utomo, menyebut pelatihan yang digagas Jangkung didukung penuh oleh pihak sekolah. Itu karena terbukti bisa meningkatkan konsentrasi belajar dan kepercayaan diri murid-murid. Sekaligus menambah keunikan sekolahnya.

Meski berada di kawasan pinggiran, Utomo menyebut SMAN Pilangkenceng terus berusaha bersaing dengan sekolah-sekolah lain. Berbagai kegiatan ekstrakurikuler sudah tersedia. Seperti program seni mural, membuat wayang, dan kafe sekolah yang jadi wadah belajar berwirausaha bagi siswa.

Beberapa prestasi tingkat kabupaten sampai provinsi juga sudah mereka raih. ”Kami juga tergabung di program Double Track Dinas Pendidikan Jatim untuk penguatan vokasi. Penting bagi kami karena kebanyakan murid di sini tidak melanjutkan kuliah setelah lulus,” ucap Utomo.

Dari SMAN Pilangkenceng manusia kembali diingatkan, kekuatan otak dan imajinasi manusia tak ada batasnya. Tidak mengenal ruang. Tak peduli mereka berada di kecamatan paling ujung utara Madiun sekalipun. (*)

 

Reporter: I’ied Rahmat Rifadin

33 Ribu Lebih e-KTP Telah Beraih ke Identitas Kependudukan Digital

0

IKDbatampos – Sebanyak 33 ribu lebih warga di Batam sudah menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) digital atau dikenal Identitas Kependudukan Digital (IKD). Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan oleh petugas menyesuaikan kebijakan pemerintah pusat terkait peralihan KTP dari manual ke digital.

Sosialisasi IKD pun terus dilakukan dengan menyasar lingkungan sekolah, perbankan hingga ke perusahaan swasta.

Kepala Disdukcapil Kota Batam Heryanto mengatakan, hingga saat ini, aktivasi IKD di Kota Batam mencapai sekitar 33.067 orang. Sementara itu sebanyak 903.104 orang lainnya masih progres rekam IKD dan sekitar 1.400 orang lain belum aktivasi.

“Hingga pertengahan tahun ini, yang sudah aktif IKD sebanyak 33.067 orang,” ujarnya Kamis (8/8).

Menurutnya, IKD adalah informasi elektronik berisi dokumen kependudukan dan data dalam aplikasi digital. Adapun kegunaan KTP digital, sama halnya dengan kartu e-KTP. Yang membedakan hanya tampilannya, jika KTP digital hanya bisa diakses secara online, sedangkan itu e-KTP berbentuk fisik.

“Manfaat dan fungsinya sama. Masing-masing kita yang punya android bisa mengaksesnya,” kata Kadisdukcapil Batam

Ditambah Heryanto sejak diluncurkannya KTP digital ini sudah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Hadirnya KTP digital ini untuk mengakomodir persediaan blanko E-KTP yang terbatas. “Ke depan nantinya semua identitas kependudukan akan beralih ke digital ini. Untuk saat ini sudah ada sebanyak 33 ribu masyarakat Batam yang memiliki KTP digital,” tuturnya.

Kabid Pelayanan pendaftaran Penduduk, Disdukcapil Batam, Suharto menambahkan, penyaluran blanko dari pusat melihat situasi Identitas kependudukan digital (IKD) di suatu daerah. Makin banyak masyarakat yang sudah mendaftarkan IKD-nya maka semakin banyak pula daerah tersebut mendapat blanko.

“Jadi IKD ini menjadi salah satu pertanyaan di pusat untuk mendapatkan blanko. Target kita 25 persen masyarakat Batam sudah memiliki KTP Digital hingga akhir tahun ini, ” katanya.

Berbagai sosialisasi mengenai IKD ini juga terus dilakukan Disdukcapil Kota Batam semisal ke kampus-kampus, sekolah, rumah sakit serta masyarakat umum lainnya, sehingga mereka yang melakukan perekaman juga sekaligus mendaftar IKDnya.

“Untuk aktivasi IKD ini sudah bisa di kantor kecamatan, mall pelayanan publik ataupun bisa langsung ke kantor Disdukcapil Batam di Sekupang. Saat ini pemerintah pusat juga sudah melakukan sosialisasi ke perbankan dan OJK bahwasanya KTP digital sama peruntukannya dengan e-KTP, ” tuturnya.

Penggunaan KTP digital ini hadir sebagai terobosan sehingga data kependudukan bisa diakses mudah dalam genggaman. Program ini merupakan inovasi Dirjen Kemendagri berupa aplikasi yang menyimpan dokumen kependudukan digital.

“Di dalamnya sudah mencakup Nomor Induk Kependudukan, data NPWP, BPJS Kesehatan, BPJS ketenagakerjaan hingga pajak dan data pemilih.Nantinya semua layanan yang terkait dengan NIK terangkum dalam KTP digital,” terangnya. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Puskesmas Jadi Ujung Tombak Kesehatan Reproduksi

0

batampos – Rencana untuk menyediakan alat kontrasepsi seperti yang diatur oleh Pasal 103 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, masih harus ditunjang aturan teknis. Namun, Kementerian Kesehatan telah sedikit membocorkan rencananya.

Pasal 103 ini merupakan salah satu upaya untuk menunjang kesehatan reproduksi pada remaja. Sebab dalam upaya kesehatan reproduksi remaja, ada beberapa tahap yang diatur (lihat grafis, red). Sehingga tidak langsung menyediakan alat kontrasepsi.

Plt Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, Rabu (7/ 8) menyatakan nantinya ada peran tenaga kesehatan. “Kalau penyediaan alat kontrasepsi itu Puskesmas. Sementara konseling dan edukasi melalui UKS,” bebernya saat dihubungi.
Memang secara teknis belum pasti. Sebab menunggu peraturan teknis seperti peraturan menteri kesehatan. “Jadi puskesmas bisa ke sekolah atau bisa melatih guru-guru,” kata Nadia.

Sementara itu, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, juga menunggu aturan dari Kemenkes. BKKBN merupakan salah satu lembaga yang menyosialisasikan program keluarga berencana yang salah satunya terkait alat kontrasepsi. “Saya kira kalau Kemenkes bilang untuk yang sudah menikah ya juta ikuti begitu,” ujarnya. Dia menceritakan jika selama ini BKKBN menyediakan alat kontrasepsi untuk pasutri maupun pasangan usia subur.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin merespons polemik alat kontrasepsi untuk remaja. Dia mengamati belakangan kerap sebuah kebijakan baru, menimbulkan kontroversi.

”Saya sarankan supaya mendengar,” katanya.

Soal polemik alat kontrasepsi untuk remaja atau pelajar itu, Ma’ruf mengatakan instansi terkait untuk berkonsultasi dengan pihak terkait. Seperti dari unsur lembaga keagamaan.

”Jangan dilihat dari aspek kesehatannya saja. Tapi juga aspek keagamaannya,” kata dia.
Menurut Ma’ruf jika sebuah kebijakan memunculkan perbedaan persepsi, konflik atau silang pendapat, malah menjadi kontraproduktif. Khususnya dalam tataran implementasinya.

”Jadi saya minta itu nanti didalami, dirundingkan dan didengarkan (masukan lembaga keagamaan),” kata mantan Ketua Umum MUI itu. Sehingga nanti pada saat pelaksanaan, tidak terjadi benturan atau polemik.

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) meminta semua pihak membaca secara utuh PP Kesehatan. Sebab, dalam aturan tersebut telah dijelaskan bahwa penye-diaan alat kontrasepsi bagi remaja adalah salah satu bagian dari pelayanan kesehatan reproduksi dalam kerangka upaya kesehatan sistem reproduksi usia sekolah dan remaja.

Hal ini diterangkan misalnya mulai dari pasal 49 yang mengatakan, bahwa upaya kesehatan remaja ditujukan untuk mempersiapkan remaja menjadi orang dewasa yang sehat, cerdas, berkualitas, dan produktif. Kemudian, di pasal 50 (1) disebutkan jika upaya kesehatan remaja dilakukan melalui upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan atau paliatif. Pada pasal 103 pun dipertegas bahwa bahwa upaya kesehatan sistem reproduksi usia sekolah dan remaja paling sedikit dilakukan berupa pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi, serta pelayanan kesehatan reproduksi.

”Jadi harus dibaca secara utuh. Di mana pemberian komunikasi, informasi dan edukasi adalah ujung tombak utama dalam upaya penguatan kesehatan sistem reproduski usia sekolah dan remaja. Sehingga penyediaan alat kontrasepsi itu bersifat sangat selektif,” tuturnya saat dihubungi, Rabu (7/8).

Ami, sapaannya, menegaskan bahwa kesehatan reproduksi untuk usia sekolah dan remaja ini sangat penting. Mengingat, saat ini anak usia sekolah dan remaja sudah terpapar pada aktivitas seksual. Merujuk pada Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 mengungkapkan, sekitar 2 persen remaja wanita usia 15-24 tahun dan 8 persen remaja pria di usia yang sama, mengaku telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Di mana, 11 persen diantaranya mengalami kehamilan yang tidak diinginkan.

Kemudian, disebutkan pula, di antara wanita dan pria yang telah melakukan hubungan seksual pra nikah, 59 persen wanita dan 74 persen pria melaporkan mulai berhubungan seksual pertama kali pada umur 15-19 tahun.

Lalu, jika menggunakan data Badan Peradilan Agama (Badilag), pada tahun 2023 terdapat sekurangnya 41.852 dispensasi perkawinan bagi pasangan, yang mana salah satu atau keduanya berusia di bawah 19 tahun. ”Ini hanya dari perkawinan tercatatkan. Dikenali bahwa mayoritas hingga 95 persen perkawinan anak adalah dihadapi anak perempuan,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, dia menilai, akses pada layanan alat kontrasepsi perlu diberikan untuk menghindari kehamilan dalam usia anak dan usia dini. Termasuk, alat kontrasepsi (kontrasepsi darurat) juga perlu dipastikan dapat diakses oleh perempuan korban kekerasan seksual untuk mencegah kemungkinan kehamilan tidak dikehendaki akibat tindak kekerasan seksual yang dialami.

Kendati demikian, Ami pun berhadap, polemik yang terjadi saat ini akan menjadi bagian dari pertimbangan Kemenkes dalam menyusun Permenkes sebagai petunjuk teknis untuk tata laksana penyediaan alat kontrasepsi tersebut. Pihaknya optimis pemerintah pun tidak akan menyediaan alat kontrasepsi secara bebas bagi remaja seperti outlet minuman, yang bisa dimana saja dan diakses oleh siapa saja. Atau, seperti program makan siang gratis yang akan diberikan secara masif.

”Arah regulasi tampaknya masih akan selektif, namun perlu dipastikan tersedia dan dapat diakses untuk menyikapi kondisi faktual di atas dalam kerangka mencegah kawin anak dan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual,” jelasnya.

Selain itu, ia pun meminta agar pengintegrasian pemberian informasi dan edukasi terkait kesehatan reproduksi ini harus didiskusikan bersama antara Kemenkes, Kemendikbudriset, juga Kementerian PPPA. Jadi dapat dipenuhi materi yang sesuai di setiap tingkat pendidikan, termasuk soal pengintegrasian yang diharapkan tidak hanya di mata pelajaran penjakes, dapat juga di science (biologi), agama, IT terkait dengan kekerasan siber dan pornografi. (*)

Rudapaksa Anak Yatim, Ketua Yayasan Ditangkap Warga

0

wanitabatampos – Kemarahan warga Galang yang berdomisili di dekat sebuah Yayasan Panti Asuhan yang membina puluhan anak yatim akhirnya tak terbendung. Mereka menangkap pimpinan Yayasan berinisial Sy alias Uj karena diduga melakukan pencabulan (rudapaksa) anak yatim binaanya yang masih berusia 11 tahun.

Warga sebenarnya sudah berusaha menahan diri, namun tak kuat juga. Rabu (7/8/2024) malam mereka mendatangi pelaku lalu menyeretnya ke Polsek Galang. Pelaku sempat dihakimi ibu-ibu yang kesal pada kelakuan Uj sebelum diserahkan ke Polsek Galang.

”Ini dia Pak Uj, tukang rogol, bawa dia ke Polsek,” teriak warga yang marah.
Sementara itu, korban anak yatim yang berusia 11 tahun ini ditemani warga lainnya dan didampingi aktivis anak dan dinas terkait, akhirnya membuat laporan ke Polresta Barelang, Rabu (7/8).

Selain trauma, korban juga mengeluhkan sakit pada area intimnya karena sudah beberapa kali dirudapaksa pelaku.

Korban juga sempat menemui donatur yayasan asal Singapura, Ridza, mengadukan perlakukan yang ia terima dari pimpinan yayasan tersebut. Ridza yang kebetulan berada di Batam tak kuasa menahan tangis melihat korban. Ia berharap kepada kepolisian bisa menangkap pelaku dan meng­hukumnya seberat-beratnya.

”Dia (korban) anak yatim, ibunya sudah tak ada, ayahnya entah dimana, tega-teganya dia merogol anak yatim binaanya. Saya benar-benar kecewa sama pelaku, saya berharap kepolisian bisa menangkap pelaku dan menghukum seberat-beratnya. Dunia akhirat saya tak Ridza dia memperlakukan anak yatim seperti itu,” ujar Riza kepada Batam Pos.

Ia juga berharap kepada kepolisian dan instansi terkait bisa membantu menanyakan ke anak panti lainnya, sebab bisa jadi ada korban lain, namun belum berani bicara.

”Saudara-saudara saya dan teman-teman saya dari Singapura hampir 100 orang mau tegok anak-anak yatim di Yayasan ini pekan depan, namun begini kondisinya. Pimpinan Yayasan rupanya tak amanah dan paling saya tak terima anak yatim dia rogol (rudapaksa),” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Ridza mengatakan, ia mulai menggelontorkan dana untuk membantu Yayasan ini sejak Maret 2023 lalu. Ia prihatin melihat kondisi anak-anak yatim di sana. Lalu ia bangunkan Masjid dan fasilitas lainnya. Tujuannya, agar puluhan anak-anak yatim binaan yayasan ini bisa mendapatkan pengajaran (pendidikan) yang layak.

Namun mendengar kabar pimpinan Yayasan tak amanah dan puncaknya mendapat kabar langsung ada anak yatim usia 11 tahun dirudapaksa, Ridza geram.

”Mohon pak polisi tegakkan hukum pada pelaku, korbannya anak yatim, tega sekali dia. Dimana hati nuraninya,” pinta Ridza.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Giadi Nugraha, akan menindaklanju­ti kasus ini. ”Kami cek dulu ya,” ujarnya.
Kapolsek Galang, Iptu Alex Yasral, yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

”Iya, ada laporan itu,” ujarnya, malam tadi. (*)

WNA Antusias Investasi Properti di Batam

0
Properti ff Iman Wachyudi
Properti di Batam mulai menggeliat. F.Iman Wachyudi/Batampos

batampos – Tren pembelian properti oleh warga negara asing (WNA) di Batam mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun 2024 ini. Menurut data Real Estate Indonesia (REI) Batam, hingga pertengahan tahun 2024, sudah tercatat ratusan transaksi pembelian properti seperti ruko, apartemen, hingga villa oleh warga negara asing.

Ketua DPD REI Batam, Robinson Tan, mengungkapkan bahwa minat WNA terus meningkat sejak penerapan regulasi yang lebih fleksibel tahun lalu. ”Ada peningkatan yang signifikan dalam jumlah pembelian properti oleh WNA di Batam. Mayoritas dari mereka berasal dari Singapura,” ujarnya, Rabu (7/8).

Lokasi yang paling diminati oleh para investor asing ini, antara lain Nongsa, Sekupang, dan Bengkong. ”Kawasan seperti Nuvasa Bay, Opus Bay, dan Pantai Indah Mutiara Golden Prawn menjadi pilihan utama para pembeli WNA,” tambah Robinson.

Batam yang terletak strategis dekat dengan Singapura dan Malaysia, menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor asing untuk memiliki properti sebagai ’rumah kedua’. Aturan yang mengatur kepemilikan properti untuk WNA di Batam memastikan nilai properti minimal Rp1,5 miliar, sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja.

Robinson Tan
Ketua DPD REI Khusus Batam, Robinson Tan

Dengan dukungan dari regulasi yang jelas, kata Robinson, REI Batam berkomitmen untuk memaksimalkan potensi pasar ini. ”Responsnya sangat bagus dan ini merupakan peluang besar untuk pasar properti Batam,” kata Robinson.

Dia mengatakan, peningkatan minat WNA dalam berinvestasi di Batam tidak hanya memberikan dorongan ekonomi lokal. Tetapi juga mendukung pertumbuhan sektor properti. Diharapkan, tren positif ini dapat berlanjut dan memberikan dampak yang baik bagi pembangunan dan ekonomi daerah.

Di lain pihak, Kepala DPMPTSP Kota Batam, Reza Khadafi, mengatakan berdasarkan data sektor terbesar PMDM seperti perumahan (properti), kawasan industri, menunjukkan geliat yang tumbuh dari tahun sebelumnya.

“Jelas sekarang bisa dilihat sektor industri kita sudah menggeliat kembali. Kemudian dari segi perumahan properti yang berkorelasi pada BPHTB yang tumbuh pada pendapatan daerah,” ujarnya.

Menurut Reza, kemudahan investasi yang diberikan dengan sistem online dan terkoneksi, membuat investor menjadikan Batam sebagai tujuan investasi. ”Promosi terus dilakukan. Makanya kami juga menawarkan kemudahan investasi, dan investor memiliki banyak pilihan untuk menanamkan modal mereka di Batam,” tutupnya. (*)

Reporter : AZIS MAULANA

Jumlah Penduduk RI Naik 3,3 Juta

0
ILUSTRASI. KTP (Dok. JawaPos.com)

batampos – Jumlah penduduk Indonesia terus terkerek naik. Berdasar data terbaru yang dirilis Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, pada semester I 2024 jumlahnya mencapai 282.477.584 jiwa. Jumlah tersebut naik sekitar 3,3 juta dibanding data semester I tahun lalu.

Dari aspek gender, jumlah penduduk laki-laki sedikit lebih banyak, yakni 142.569.663 jiwa. Sementara perempuan mencapai 139.907.921 jiwa.

Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, menilai updating data kependudukan secara berkala sangat krusial. Sebab, validnya data menjadi basis perumusan dalam berbagai kebijakan. Termasuk agenda politik. ”Pilpres, pileg, basisnya dokumen kependudukan,” ujarnya di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (7/8).

Update data terbaru juga membantu KPU dalam mengakurasikan data. Terutama untuk Pilkada 2024. ”Kita terus update itu sampai hari pelaksanaan dengan berbagai dinamikanya,” imbuh Teguh.

Dukungan dukcapil dalam pelaksanaan pilkada juga akan menyasar data perekaman e-KTP. Sebab, dari data sementara, ada 2,8 persen masyarakat yang belum melakukan perekaman.
Upaya percepatan, lanjut Teguh, akan dilakukan dengan aktif jemput bola ke lapangan.

”Apakah itu ke kampus, sekolah, dan berbagai pelayanan publik. Termasuk kelompok rentan,” terangnya. Kemendagri menargetkan akhir tahun ini bisa mencapai 99,4 persen.

Sementara itu, data pemilih pilkada kini dalam proses pemutakhiran. KPU telah menyelesaikan tahap pencocokan dan penelitian (coklit). Tahapan selanjutnya adalah penyiapan daftar pemilih sementara (DPS).

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, menerangkan sejumlah kerawanan jelang penetapan DPS. Salah satunya keterbukaan data karena KPU tidak memberikan salinannya ke Bawaslu.

”KPU sesuai tingkatan tidak memberikan salinan kepada pengawas,” ujarnya.

Lolly juga menyoroti potensi minimnya informasi terkait pemutakhiran data pemilih pilkada. Dia berharap hasil penyusunan bisa dipublikasikan di laman resmi maupun media sosial KPU. (*)

Yamaha R15 Connected Tampilkan Warna dan Grafis Baru

0

batampos – Untuk yang suka motor sport Yamaha namun belum bisa kebeli yang kelas 600 cc atau 1.000 cc-nya, alternatifnya bisa coba sport fairing yang lebih kecil. Dia adalah Yamaha R15, motor sport fairing andalan Yamaha di kelas 150 cc.

Yamaha memberikan penyegaran pada produk sport, seperti di bulan Agustus 2024 ini dirilis R15 Connected Series dengan warna dan grafis baru. Yamaha merilis R15 Connected Series warna dan grafis tera­nyar yaitu R15M Connected-ABS Icon Performance dan R15 Connected Tech Black.

Penampilan fresh ini terlihat pada sejumlah bagian pada body motor yang memperkuat karakter racy untuk mendukung aktivitas biker kala berkendara di jalanan. Antonius Widiantoro, Asst. General Manager Marketing – Public Relations PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyebut, segmen sport selalu memiliki penggemar yang ingin berkendara mengguna­kan motor kebanggaan, dan yang jadi salah satu pilihan favorit adalah R15 Connected Series.

”Untuk itu, Yamaha kerap melakukan penyegaran dengan meluncurkan warna dan grafis baru pada R15 Connected Series. Hadir di bulan Agustus ini pada dua tipe yaitu R15M Connected-ABS dan R15 Connected standard yang tampil fresh dan semakin menarik,” ungkap Antonius.
R15M Connected-ABS Icon Performance mendapatkan perubahan grafis tulisan R15M yang terdapat pada fairing depan motor. Grafis yang terlihat makin atraktif mempertegas ciri khas sporty modern R15M Connected-ABS ini. Tak hanya itu, front face dan front fender motor kini berwarna hitam.

Sedangkan grafis tulisan R15 pada R15 Connected Tech Black turut berubah, juga pada bagian fairing, front fender dan under cowl yang sebelumnya berwarna glossy black sekarang jadi matte black.

Selain warna dan grafis baru, tak ada ubahan lainnya. Yamaha R15 Connected masih Series terdiri dari dua varian yaitu Yamaha R15M Connected-ABS dan Yamaha R15 Connected.
Yamaha R15 Connected memiliki desain generasi terbaru R-Series dengan R-DNA, tampilan terbarunya terlihat dari M-Shaped Intake Duct yang merupakan saluran udara berbentuk M diadopsi dari gaya YZR-M1. Fitur-fitur canggih Yamaha All New R15 Connected diantaranya Traction Control System (TCS) yang berfungsi mencegah ban belakang kehilangan traksi (selip) saat motor sedang berakselerasi di segala kondisi permukaan jalan.

Lalu terdapat Dual Channel Anti-lock Braking System (ABS) yang membuat kontrol pengereman semakin optimal. Makin lengkap dengan teknologi Y-Connect yang dapat menghubungkan sepeda motor dengan smartphone pengendara melalui koneksi bluetooth, sehingga berkendara semakin mudah dan praktis.

Performa R15 Connected masih ditopang mesin berkapasitas 155cc SOHC, 4 katup dan berpendingin cairan. Mesin ini mempunyai daya maksimum 14,2 kW/10000 rpm dan torsi maksimum 14,7 Nm/8500 rpm, serta dilengkapi dengan Variable Valve Actuation (VVA) yang membuat torsi merata. (*)

Tingkatkan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Roby Lakukan Studi Referensi di Kota Malang

0
Bupati Bintan, Roby Kurniawan saat melakukan studi referensi yang disambut langsung oleh Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di kantornya pada Selasa (6/8/2024) siang. F.Diskominfo Bintan untuk Batam Pos.

batampos– Bupati Bintan Roby Kurniawan melakukan studi referensi ke Kota Malang pada Selasa (6/8/2024) siang.

Studi ini terkait implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja penerima insentif yang telah diterapkan Pemerintah Kota Malang.

Rombongan Bupati Bintan, Roby Kurniawan disambut langsung oleh Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di kantornya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bupati Roby Kurniawan dan rombongan mengamati dengan seksama inovasi yang telah berhasil diimplementasikan di Malang, terutama terkait jaminan sosial untuk sekitar 26.400 pekerja penerima insentif yang terkover oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Para pekerja penerima insentif yang dimaksud diantaranya adalah Ketua RT/RW, anggota Satlinmas, Modin Kematian, Marbot/Takmir, Guru Ngaji, Guru Sekolah Minggu, Penjaga Makam serta Kader Posyandu.

Bupati Roby menekankan kesamaan program-program kerakyatan yang telah dilaksanakan di Bintan dengan program-program di Kota Malang.

Dia menyatakan komitmen untuk mengadopsi inovasi-inovasi tersebut guna meningkatkan kesejahteraan dan jaminan sosial bagi masyarakat di Bintan.

“Banyak terobosan-terobosan luar biasa dari paparan yang kami lihat tadi. Tentu sangat sesuai kami ingin menggali sebanyak-banyaknya inovasi yang dapat kami bawa pulang untuk kami implementasikan di Bintan,” ungkap Roby.

BACA JUGA: Bupati Natuna Sambut Kunjungan Kerja Kepala Kantor Regional XII BKN Pekanbaru ke Kabupaten Natuna

Kunjungan studi referensi ini memberikan masukan berharga bagi Roby khususnya berkenaan dengan jaminan bagi masyarakat secara luas. Bagi Roby, sharing inovasi seperti ini menjadi salah satu kunci untuk mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang berazaskan pada kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam paparannya, Roby juga menjelaskan beberapa hal yang telah terlaksana di Bintan terkait BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah Kabupaten Bintan telah mengkover BPJS Ketenagakerjaan bagi ASN Non PNS terdiri dari PTT, Honorer, THL maupun GTK, Perangkat Desa hingga BPD dan RT/RW, Kader Posyandu, pekerja rentan sektor perikanan seperti nelayan, pekerja rentan selain nelayan seperti tukang ojek, kuli bangunan, petani, pekebun, pemecah batu hingga pedagang asongan.

Pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Bintan juga memberikan jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi petugas Adhoc penyelenggara Pemilu dan Pilkada di Bintan. Bahkan saat APBD-P nanti, Pemkab Bintan akan meningkatkan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan bagi penerima insentif Kesra (Guru Ngaji, Imam Masjid, Mubaligh, Fardhu Kifayah dan Penjaga Makam) serta pembudidaya perikanan. (*)

Reporter: Slamet

Aset Jiwasraya Dilelang

0
Ilustrasi: Kantor Jiwasraya di Jalan IR H. Juanda di Jakarta, Kamis (2/1/2019). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa aset PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dilelang agar dapat diubah menjadi aset likuid sehingga dapat menjamin kewajiban kepada pemegang polis dengan lebih baik.

“Strategi perubahan alokasi aset dari aset nonlikuid menjadi aset likuid akan mendorong pertumbuhan hasil investasi yang lebih baik untuk menjamin kewajiban kepada pemegang polis,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono di Jakarta, Selasa (6/8) dikutip dari Antara.

Pelelangan tersebut, lanjutnya, dilakukan untuk meningkatkan kualitas aset agar profil aset investasi sesuai dengan profil liabilitasnya.

Ia menyampaikan bahwa aset yang dilelang merupakan bekas kantor Jiwasraya yang kini telah dialihkan kepada PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) seiring dengan beralihnya liabilitas polis Jiwasraya ke IFG Life bagi pemegang polis yang telah menyetujui restrukturisasi.

Terkait pemegang polis yang masih menolak restrukturisasi, Ogi menuturkan bahwa Jiwasraya tetap menawarkan ulang opsi restrukturisasi polis.

“Dalam perkembangannya, OJK telah meminta Jiwasraya untuk menyampaikan rencana aksi, termasuk rencana pemenuhan kewajiban kepada nasabah yang masih menolak restrukturisasi,” katanya.

Ia mengatakan bahwa hingga saat ini, Jiwasraya masih dalam pengawasan khusus dan dalam proses menyelesaikan Rencana Tindak/Rencana Penyehatan Keuangan Perubahan yang telah mendapat dukungan dan pernyataan tidak keberatan dari Kementerian BUMN dan OJK.

Ogi pun menyatakan bahwa pihaknya menghormati segala proses hukum yang berjalan dan memberikan dukungan kepada aparat penegak hukum dengan data dan informasi yang dibutuhkan terkait kasus Jiwasraya.

“Kami menghormati keputusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dan meminta para pihak melaksanakan putusan pengadilan tersebut dengan tetap memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku,” imbuhnya.

Kasus korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya yang melibatkan mantan direktur umum perseroan dan sejumlah jajarannya hingga berbagai pihak pengelola investasi tersebut merugikan keuangan negara hingga Rp16,8 triliun. (*)

Mendaftar HAKI Penting Bagi Pelaku Usaha Kecil

0
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly. (F.Muhammad Zulfikar/Antara)

batampos – Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengingatkan pentingnya pelaku ekonomi kreatif memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dalam menjaga keorsinilan ide usahanya. Sehingga orang lain tidak bisa menjiplak jenis usaha yang sama.

Hal itu disampaikan Yasonna meresmikan 51 Desa/Kelurahan Sadar Hukum, serta mengukuhkan 80 Desa/Kelurahan Binaan Sadar Hukum binaan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Banten di Lapangan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang. Kegiatan ini merupakan rangkaian memperingati Hari Pengayoman ke-79 Tahun 2024 dan gelaran Festival Layanan Hukum dan HAM.

“Saya senang bahwa festival layanan hukum dan HAM Banten ini dikemas dengan suasana pedesaan, dan telah memanifestasikan negara hadir di tengah masyarakat dalam memberikan pelayanan hukum dan HAM secara langsung” ujar Yasonna, Kamis (8/8).

Yasonna menyampaikan, selain mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, acara ini juga memberikan edukasi pada pelaku ekonomi kreatif tentang HAKI. Sebab, HAKI adalah aspek penting dalam kegiatan wirausaha.

“Jikapun ide tersebut digunakan atau ditiru orang lain, maka pemegang hak akan mendapatkan royalti atas kepemilikan ide tersebut. Dengan kata lain, produk atau ide yang telah didaftarkan dalam hak kekayaan inteletual akan memberikan manfaat ekonomi bagi pencipta, kreator, pendesain maupun investor,” jelas Yasonna.

“Di era globalisasi saat ini kepemilikan hak kekayaan intelektualtual sangatlah penting untuk menembus pasar global, tanpa itu sebuah produk berpotensi dianggap melanggar merek dagang, dan tidak ada perlindungan rahasia dagangnya,” imbuhnya.

Yasonna mengingatkan, para pelaku usaha seperti batik daerah atau produk makanan khas daerah bisa memanfaatkan kesempatan untuk mendaftarkan hak cipta dari karyanya agar bisa terlindungi dengan baik. Dalam kaitan dengan Desa/Kelurahan sadar hukum, lanjut Yasonna, Kemenkumham mendorong masyarakat desa/kelurahan untuk bersikap dan prilaku taat hukum.

“Muhammad Yamin pernah menyatakan bahwa desa merupakan kaki bagian bawah susunan organisasi negara Indonesia Merdeka. Dalam angan-angan Yamin selain sebagai penopang Negara Kesatuan Republik Indonesia, desa juga merupakan perwujudan cita-cita keadilan dan kesejahteraan sosial alias masyarakat gemah ripah loh jinawai, toto tentrem kerto raharjo seperti yang dicita-citakan Bung Karno,” ucapnya.

Politikus PDI Perjuangan ini menyampaikan, salah satu cara mewujudkan cita-cita bangsa tersebut adalah melalui pendaftaran kekayaan intelektual secara masif dan memberikan layanan pendaftaran perseroan perorangan bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK), konsultasi kenotariatan, juga layanan keimigrasian dengan terbitnya golden visa.

“Hal ini sangat erat kaitannya dengan komitmen pemerintah dalam upaya peningkatan dan pembenahan salah satunya dalam sektor investasi yakni kemudahan berusaha (ease of doing business) sebagai modal dalam menghadapi era masyarakat dan industri 5.0 (five point o),” tutupnya. (*)