
batampos – Sebanyak 50 anggota DPRD Batam periode 2024-2029 telah disumpah untuk menjadi pelayan rakyat. Dari total jumlah dewan terpilih, hampir 50 persen diisi oleh nama-nama baru, salah satunya ialah Jelvin Tan.
Jelvin merupakan anak tempatan. Dia lahir dan besar di Batam. Ia menduduki jabatan sebagai legislator lewat Partai NasDem.
Pria kelahiran 1996 itu tak lain ialah putra dari legislator ulung, Lik Khai. Posisi sang ayah ia duduki, pasalnya Lik Khai melenggang di DPRD Provinsi Kepri.
Baca Juga: Baru Ditata, Pohon Penghijauan di Batuaji Kembali Marak dengan Tempelan Baliho
Pada pelantikan, Kamis (29/8) kemarin, Jelvin ditemani istri tercinta, Chintya. Sepanjang prosesi sumpah jabatan, ia tampak santai. Selepas itu, senyum sumringah terpancar dari raut wajahnya.
“Tiga sampai empat tahun saya berjuang untuk ini, demi menjadi seorang wakil rakyat,” ujarnya.
Tampaknya momen tersebut telah dinanti-nanti olehnya. Ia mengungkapkan rasa hati yang gembira, namun ke depan dipastikan jabatan yang ia emban lebih berat berbuat untuk rakyat.
“Sangat excited banget. Persiapan ini sudah lama. Bersyukur saya berhasil mencapainya,” kata Jelvin.
Jelvin terbilang jadi salah satu anggota dewan termuda di Batam. Sebelum terjun ke politik, ia lebih dikenal sebagai seorang advokat.
Diakuinya, ada strategi khusus yang dilakukan. Mengandalkan profesinya sebagai advokat, ia menerima konsultasi masyarakat yang memiliki masalah hukum ataupun pengurusan dokumen-dokumen administrasi.
Maju di Dapil I; Batam Kota dan Lubuk Baja, Jelvin ingin meneruskan tugas ayahnya di Batam. Saat pelantikan ayah dan ibunya juga turut menemani di ruang sidang utama.
Sebagai pendatang baru, Jelvin mengaku tidak takut menghadapi persaingan politik. Ayahnya, Lik Khai, jadi guru politik untuk dirinya. Ia mengaku sudah banyak belajar dari sang ayah dalam hal politik.
“Sekitar empat tahun terakhir, saya banyak ikut ayah (Lik Khai). Sering berkenalan dengan konstituen, sosialisasi ke masyarakat, dan membantu masyarakat,” katanya.
Setelah menduduki kursi di DPRD Batam, tak sedikit kebijakan pemerintah yang akan ia sorot, salah satunya mengenai perizinan. Setiap izin, pengurusannya via OSS dan website, tetapi penerapan tidak berjalan begitu baik.
“Selain itu, banyak perubahan perzinan yang persyaratannya baru. Lalu perizinan yang berubah nama, tapi fungsinya sama. Itu salah satu yang nanti akan saya soroti,” ujar Jelvin.
Dia tidak sabar untuk segera memulai tugasnya menyerap aspirasi masyarakat Batam. Pelantikan kemarin itu menandai awal perjalanan politiknya sebagai wakil rakyat. (*)
Reporter: Arjuna




batampos – Belakangan motor EV (Electric Vehicle) alias Kendaraan Elektrik menjadi populer khususnya di Indonesia. Kendaraan yang ramah lingkungan dan memiliki efisiensi yang lebih baik menjadi alasan utama motor EV menjadi salah satu solusi pilihan sebagai alat transportasi di era modern saat ini, seperti tipe Sepeda Motor Elektrik yang belum lama ini Honda keluarkan yaitu Honda EM1 dan Honda EM1 Plus. Namun motor EV khususnya Sepeda Motor Elektrik tentu memiliki perbedaan karakter dengan sepeda motor berbahan bakar konvensional yang harus kita sesuaikan pada saat mengendarainya.




