Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 296

Ditlantas Polda Kepri Gelar Ramp Check Angkutan Umum dan Pariwisata

0
Petugas Ditlantas Polda Kepri bersama BPTD dan Jasa Raharja melakukan ramp check angkutan umum dan pariwisata dalam Operasi Keselamatan Seligi 2026 di Batam.

batampos – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kepulauan Riau (Kepri) menggelar ramp check angkutan umum dan angkutan pariwisata dalam rangka Operasi Keselamatan Seligi 2026. Pemeriksaan dilakukan di Komplek Indofast dan Batam Family Tourist, Rabu (4/2).

Ramp check ini menjadi bagian dari upaya preemtif dan preventif untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya yang disebabkan oleh faktor teknis kendaraan.

Kegiatan tersebut melibatkan personel Ditlantas Polda Kepri, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Provinsi Kepri, serta PT Jasa Raharja Provinsi Kepri.

Dalam pemeriksaan, petugas mengecek secara menyeluruh kelengkapan administrasi dan kondisi teknis kendaraan angkutan umum dan pariwisata. Pemeriksaan meliputi uji KIR, sistem pengereman, lampu, ban, hingga kelayakan fisik kendaraan guna memastikan kendaraan benar-benar laik jalan.

Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat, mengatakan ramp check merupakan bagian dari optimalisasi kinerja Satgas Preemtif dan Satgas Preventif Operasi Keselamatan Seligi 2026.

“Melalui ramp check ini, kami memastikan kendaraan angkutan umum dan pariwisata memenuhi standar keselamatan. Langkah ini penting untuk mencegah kecelakaan lalu lintas akibat kerusakan teknis kendaraan,” ujarnya.

Selain aspek teknis, ramp check juga bertujuan menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang, sekaligus melindungi pengguna jalan lainnya. Petugas turut menegakkan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang uji kendaraan bermotor sebagai dasar administrasi dan legalitas operasional angkutan di jalan raya.

“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penegakan regulasi agar kendaraan yang beroperasi memiliki legalitas dan standar keselamatan yang jelas,” tegasnya.

Ia menambahkan, Operasi Keselamatan Seligi 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi lebih menitikberatkan pada pendekatan edukatif dan preventif.

“Kendaraan yang berkeselamatan adalah tujuan utama operasi ini. Dengan ramp check, potensi kecelakaan akibat faktor teknis dapat diminimalkan sejak dini,” katanya.

Kegiatan ramp check berlangsung aman dan lancar serta menjadi bagian dari laporan pelaksanaan Operasi Keselamatan Seligi 2026 di wilayah Kepulauan Riau. (*)

Artikel Ditlantas Polda Kepri Gelar Ramp Check Angkutan Umum dan Pariwisata pertama kali tampil pada Metropolis.

Tak Ada BLK, Pemuda Anambas Harus Keluar Daerah untuk Asah Keterampilan

0
Pemuda Anambas saat berdiskusi dengan perwakilan perusahaan Migas yang meminta dihadirkan BLK untuk mengasah kemampuan sebelum masuk ke dunia kerja. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Kehadiran Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Kepulauan Anambas hingga kini masih menjadi harapan besar bagi para pemuda setempat. Fasilitas pelatihan kerja tersebut dinilai sangat dibutuhkan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja lokal sebelum terjun ke dunia kerja.

BLK berfungsi sebagai tempat pelatihan teknis sesuai bidang tertentu, sekaligus memberikan sertifikasi keahlian yang diakui. Dengan sertifikat tersebut, peluang tenaga kerja untuk diterima di dunia industri dinilai lebih besar.

Namun hingga saat ini, BLK belum juga hadir di Anambas. Kondisi ini membuat banyak pemuda merasa tertinggal dibandingkan daerah lain yang telah memiliki fasilitas pelatihan kerja yang memadai.

Pemuda Anambas, Bagas Apriboy, mengatakan kehadiran BLK selama ini masih sebatas mimpi bagi anak-anak daerah. Ia menilai pemerintah sudah seharusnya menghadirkan BLK demi masa depan generasi muda Anambas.

“Sejauh ini BLK itu masih sebatas mimpi bagi kami. Sudah seharusnya dibangun,” ujar Bagas, Rabu (4/2).

Menurutnya, ketiadaan BLK memaksa pemuda Anambas mengikuti pelatihan dan mengambil sertifikat keahlian di luar daerah. Hal tersebut membutuhkan biaya besar, mulai dari biaya pelatihan hingga transportasi laut atau udara serta biaya hidup.

“Kalau ambil sertifikat secara mandiri bisa jutaan rupiah, belum lagi ongkos transportasi dan biaya tinggal,” jelasnya.

Kondisi geografis Anambas yang jauh dari pusat pelatihan turut memperberat beban pemuda, terutama mereka yang berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Akibatnya, tidak sedikit anak daerah yang mengurungkan niat untuk meningkatkan keterampilan karena keterbatasan biaya.

Bagas berharap, jika BLK nantinya hadir, jenis pelatihan yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan industri yang ada di Anambas, terutama sektor migas dan pariwisata.

“Kalau pelatihannya sesuai kebutuhan perusahaan, peluang kerja anak daerah pasti lebih besar,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menegaskan pembangunan BLK memang menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dan termasuk dalam janji politiknya di bidang pengembangan sumber daya manusia.

“Sekarang sedang kita upayakan. Sudah ke pemerintah pusat dan juga ke SKK Migas,” ujar Aneng melalui sambungan telepon.

Ia mengakui, hingga kini pembangunan BLK belum menemukan titik terang. Meski begitu, Pemkab Anambas terus melobi perusahaan migas agar menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung pembangunan BLK.

Menurut Aneng, keberadaan BLK akan memberikan manfaat bagi daerah maupun perusahaan. Pemerintah daerah dapat menyiapkan tenaga kerja lokal yang siap pakai, sementara perusahaan tidak perlu lagi merekrut pekerja dari luar daerah.

“Ini bentuk sinergi. BLK hadir, kita bisa menyuplai tenaga kerja ke perusahaan itu sendiri,” jelasnya.

Aneng berharap dukungan seluruh pihak agar rencana pembangunan BLK dapat segera terwujud demi masa depan pemuda dan kemajuan Kabupaten Kepulauan Anambas. (*)

Artikel Tak Ada BLK, Pemuda Anambas Harus Keluar Daerah untuk Asah Keterampilan pertama kali tampil pada Kepri.

Waduk Sei Jago Menyusut, PDAM Tirta Kepri Pangkas Jam Layanan Suplai Air

0
Petugas PDAM Tirta Kepri Cabang Tanjunguban mengecek kondisi ketinggian air di waduk Sei Jago, Bintan. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Ketinggian air Waduk Sei Jago, Tanjunguban, Kabupaten Bintan, terus menyusut akibat kemarau. Hingga Rabu (4/2), tinggi muka air waduk tercatat tinggal sekitar 56 sentimeter, turun signifikan dari beberapa hari sebelumnya yang masih mencapai 71 sentimeter.

Kepala Cabang PDAM Tirta Kepri Tanjunguban, Sugito, mengatakan penurunan ketinggian air tersebut disebabkan belum turunnya hujan dalam beberapa waktu terakhir.

“Iya, menyusut terus karena belum ada hujan,” kata Sugito.

Kondisi ini membuat PDAM kembali mengurangi jam layanan air bersih kepada pelanggan. Di wilayah kota Tanjunguban, pelanggan yang sebelumnya menerima pasokan air mulai pukul 04.00 WIB hingga sekitar pukul 15.00 WIB, kini hanya mendapatkan aliran air hingga pukul 10.00 WIB.

“Daerah kota itu air mengalir dari jam empat subuh, jam sepuluh pagi sudah habis,” ujarnya.

Menurut Sugito, PDAM tidak bisa memaksakan penyaluran air hingga siang atau sore hari karena berisiko membuat cadangan air di waduk cepat habis.

Pengurangan jam layanan ini dilakukan agar distribusi air dapat tetap menjangkau pelanggan di wilayah lain di Tanjunguban.

“Setelah penyaluran ke wilayah kota dihentikan, baru kita alirkan ke daerah lainnya supaya semua kebagian,” jelasnya.

Sugito menyebutkan, kondisi penyusutan waduk tersebut telah dilaporkan ke manajemen PDAM Tirta Kepri di Tanjungpinang. Namun, kemarau yang terjadi secara merata membuat sejumlah waduk lain juga mengalami penurunan debit air.

“Kami sudah lapor, tapi memang kondisi kemarau merata, waduk di tempat lain juga menyusut,” katanya.

Ia mengakui, sudah ada keluhan dari pelanggan yang biasanya masih mendapatkan air hingga malam hari, namun kini tidak lagi. PDAM pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih.

“Harus pandai mengatur pemakaian, kalau tidak air cepat habis,” imbaunya.

Sementara itu, warga Tanjunguban, Nopi, mengatakan dampak kemarau juga dirasakan warga yang tidak menjadi pelanggan PDAM. Sumur miliknya mulai mengering akibat minimnya pasokan air tanah.

“Kami bukan pelanggan PDAM, pakai sumur, tapi sekarang sumur mulai kering,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penyaluran air bersih bagi masyarakat yang terdampak kemarau. (*)

Artikel Waduk Sei Jago Menyusut, PDAM Tirta Kepri Pangkas Jam Layanan Suplai Air pertama kali tampil pada Kepri.

Harga Emas Tembus Rp3 Juta, Pecahan Kecil Jadi Favorit Warga Batam

0
Seorang warga menjual emas di tengah harga emas yang terus naik. F. Arjuna/Batam Pos

batampos – Harga emas batangan Antam menembus level Rp3 juta per gram pada perdagangan Rabu (4/2). Berdasarkan data Pegadaian, harga emas Antam pecahan 1 gram tercatat Rp3.129.000. Kenaikan ini memengaruhi pola beli masyarakat, terutama di Batam yang dikenal sebagai salah satu pasar emas aktif di Kepulauan Riau.

Selain pecahan 1 gram, emas Antam ukuran kecil juga mengalami penyesuaian harga. Pecahan 0,5 gram dijual Rp1.620.000. Sementara ukuran 2 gram dipatok Rp6.191.000 dan 3 gram Rp9.259.000. Untuk ukuran lebih besar, emas 5 gram dijual Rp15.395.000 dan 10 gram mencapai Rp30.729.000.

Meski harga berada di level tinggi, minat masyarakat Batam terhadap emas disebut masih relatif stabil. Penjual emas di Batam, Andi Wijaya, mengatakan kenaikan harga tidak sepenuhnya menekan permintaan.

Baca Juga: Euromaritime Jadi Panggung Batam Menarik Investasi Maritim

“Memang ada sebagian masyarakat yang menahan pembelian sambil menunggu harga turun. Tapi masih banyak juga yang membeli karena emas dianggap sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi,” ujarnya.

Menurut Andi, saat harga emas melonjak, pola pembelian cenderung bergeser ke pecahan kecil. Emas ukuran 0,5 gram dan 1 gram menjadi primadona karena dinilai lebih terjangkau.

“Pecahan kecil paling banyak dicari. Sementara pembelian ukuran besar seperti 5 gram atau 10 gram biasanya dilakukan investor yang sudah punya perencanaan jangka panjang,” katanya.

Ia menambahkan, investor dengan pembelian emas ukuran besar umumnya tidak terlalu terpengaruh fluktuasi harga harian karena fokus pada akumulasi aset.

Baca Juga: Cuaca Panas di Batam, Ini 5 Rekomendasi Es Bingsoo Paling Segar untuk Lepas Dahaga

Terkait ketersediaan barang, Andi memastikan stok emas di Batam masih dalam kondisi aman. “Pasokan masih mencukupi dan kami terus berkoordinasi dengan pusat agar suplai tetap lancar,” ujarnya.

Kenaikan harga emas juga biasanya diikuti meningkatnya transaksi jual kembali atau buyback, seiring masyarakat yang ingin merealisasikan keuntungan. Namun hingga saat ini, transaksi pembelian masih mendominasi.

Secara global, tren kenaikan harga emas dipengaruhi berbagai faktor, antara lain fluktuasi nilai tukar dolar AS serta ketidakpastian pasar internasional. Dalam kondisi tersebut, emas kerap dipilih sebagai aset yang relatif aman untuk menjaga nilai kekayaan.

Dengan harga emas yang kini berada di atas Rp3,1 juta per gram, masyarakat Batam dihadapkan pada pilihan antara menunggu koreksi harga atau tetap mengakumulasi emas sebagai instrumen proteksi nilai. (*)

Artikel Harga Emas Tembus Rp3 Juta, Pecahan Kecil Jadi Favorit Warga Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Marjohan Dorong Sekolah di Anambas Gunakan Dana BOS untuk Perbaikan Fasilitas

0
Anggota DPRD Anambas, Marjohan didampingi Kepala SMP Negeri 1 Siantan Utara melihat kondisi bangunan. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Anggota DPRD Kepulauan Anambas, Marjohan, mendorong para kepala sekolah di wilayah tersebut agar memanfaatkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara maksimal dan tepat sasaran, terutama untuk perbaikan fasilitas sekolah.

Menurut Marjohan, dana BOS tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan administrasi dan operasional rutin, tetapi juga dapat digunakan untuk perbaikan ringan fasilitas sekolah yang berdampak langsung terhadap kenyamanan dan keselamatan siswa.

Ia menilai, perbaikan ruang kelas, lantai sekolah, serta sarana pendukung pembelajaran lainnya sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

“Dana BOS ini harus digunakan sebaik mungkin. Salah satunya untuk memperbaiki fasilitas sekolah agar anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman,” ujar Marjohan, Rabu (4/2).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menjelaskan, pemanfaatan dana BOS untuk perbaikan ringan dapat membantu pemerintah daerah dalam pengelolaan anggaran pembangunan.

Dengan adanya perbaikan fasilitas yang dilakukan langsung oleh pihak sekolah, pemerintah daerah dapat lebih fokus mengalokasikan anggaran untuk pembangunan baru atau program lain yang berskala lebih besar.

“Kalau sekolah bisa melakukan perbaikan ringan melalui dana BOS, maka pemerintah daerah bisa lebih fokus ke pembangunan baru atau kebutuhan lain yang lebih mendesak,” jelasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Marjohan saat melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 1 Siantan Utara. Dalam kunjungan itu, ia melihat langsung kondisi bangunan sekolah yang telah mengalami perbaikan, khususnya pada bagian lantai yang kini telah dikeramik.

Ia mengapresiasi langkah pihak sekolah yang telah melakukan renovasi lantai, baik di lantai satu maupun lantai dua, sehingga bangunan terlihat lebih rapi dan layak digunakan.

Menurutnya, perbaikan sederhana seperti ini memiliki dampak besar terhadap kenyamanan dan keselamatan siswa saat beraktivitas di lingkungan sekolah.

“Ini contoh yang baik. Perbaikan lantai yang sudah dikeramik tentu membuat sekolah lebih nyaman dan aman untuk anak-anak kita,” katanya.

Selain fasilitas sekolah, Marjohan juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur penunjang pendidikan, khususnya pelabuhan.

Ia menegaskan, pembangunan pelabuhan sangat dibutuhkan mengingat banyak pelajar di Kepulauan Anambas berasal dari pulau-pulau kecil dan harus menggunakan transportasi laut untuk bersekolah.

“Akses transportasi laut yang aman sangat penting untuk menunjang aktivitas pendidikan dan keselamatan anak-anak kita,” pungkasnya. (*)

Artikel Marjohan Dorong Sekolah di Anambas Gunakan Dana BOS untuk Perbaikan Fasilitas pertama kali tampil pada Kepri.

Perekrutan Gelap PMI ke Malaysia Berujung Vonis 6 Tahun Penjara

0
Sri Sutiani, terdakwa kasus perekrutan calon PMI nonprosedural ke Malaysia, divonis enam tahun penjara, di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (3/2). F. Azis Maulana/Batam Pos

batampos – Ruang sidang Pengadilan Negeri Batam mendadak hening saat Ketua Majelis Hakim Wattimena membacakan amar putusan, Selasa (3/2). Sri Sutiani, wanita yang berperan sebagai pengurus keberangkatan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural ke Malaysia, divonis enam tahun penjara.

Selain pidana penjara, majelis hakim juga menjatuhkan denda sebesar Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan. Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya menuntut delapan tahun penjara.

Usai putusan dibacakan, penasihat hukum terdakwa, Novita Manik, menyatakan masih mempertimbangkan upaya hukum lanjutan.
“Kami pikir-pikir,” ujarnya singkat.

Baca Juga: Vonis Jaringan Vape Ilegal Batam, Eks Pegawai KSOP Batam Dipenjara Dua Tahun

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan Sri Sutiani terbukti secara sah dan meyakinkan terlibat dalam tindak pidana perdagangan orang. Terdakwa dinilai turut serta membantu percobaan pemberangkatan warga negara Indonesia ke luar negeri dengan tujuan eksploitasi.

“Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 4 juncto Pasal 10 juncto Pasal 48 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang juncto Pasal 55 KUHP,” ujar hakim dalam persidangan.

Majelis menilai perbuatan terdakwa memberatkan karena tidak memiliki izin penyaluran PMI dan menjalankan perekrutan secara nonprosedural. Adapun hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, mengakui perbuatannya, menyesali tindakan tersebut, serta belum pernah dihukum. Masa penahanan yang telah dijalani diperhitungkan sebagai pengurang hukuman.

Jejak Perekrutan Gelap

Perkara ini berawal dari perekrutan calon PMI di Lombok Timur. Jaksa mengungkapkan Sri Sutiani bekerja bersama Irfan, Topan, dan Zaki—tiga orang yang kini berstatus buron—merekrut korban dengan iming-iming pekerjaan di Malaysia sebagai petani perkebunan sawit, pekerja rumah tangga, hingga buruh pabrik.

Salah satu korban, Mahini, pertama kali dihubungi Irfan pada Mei 2025. Ia dijanjikan pekerjaan di Malaysia dengan biaya keberangkatan Rp13 juta yang diserahkan langsung kepada Irfan di Lombok Timur. Bersama korban lain, Fahrurozi, Mahini kemudian diterbangkan ke Batam.

Baca Juga: IKM Batam Kawal Persidangan Sengketa Lahan, Minta Putusan Seadil-adilnya

Setibanya di Batam, para korban ditempatkan di Penginapan Syariah Kusuma Jaya, Lubuk Baja. Di lokasi tersebut, Sri Sutiani diperkenalkan sebagai pihak yang mengurus keberangkatan ke Malaysia. Jaksa menyebut sebagian uang korban ditransfer ke rekening bank atas nama terdakwa.

Rencana keberangkatan beberapa kali berubah. Para korban sempat dibawa ke Tanjung Batu, Kabupaten Karimun, dan ditampung di rumah Zaki bersama calon PMI lainnya. Namun hingga dua pekan, keberangkatan tak kunjung terealisasi tanpa kejelasan.

Upaya pemberangkatan itu akhirnya terhenti pada 15 Juni 2025. Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepulauan Riau menerima laporan masyarakat terkait dugaan keberangkatan PMI nonprosedural dari sebuah penginapan di Batam. Aparat kemudian mendatangi lokasi dan mengamankan para korban.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap para korban akan diberangkatkan tanpa dokumen lengkap, tanpa perjanjian kerja, tanpa perlindungan asuransi, dan tanpa keterampilan memadai. Sejumlah korban bahkan belum memiliki paspor.

Pada hari yang sama, polisi menangkap Sri Sutiani di kawasan Perumahan Gardan Raya, Batam. Ia kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan diproses hingga ke persidangan.

Jaksa menegaskan terdakwa mengetahui sepenuhnya bahwa perekrutan dan rencana pemberangkatan dilakukan secara nonprosedural. Selain melanggar Undang-Undang TPPO, perbuatannya juga melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia karena tidak memiliki Surat Izin Perekrutan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI).

Putusan majelis hakim ini menutup satu mata rantai kasus perdagangan orang yang berakar dari praktik perekrutan gelap calon PMI. (*)

Artikel Perekrutan Gelap PMI ke Malaysia Berujung Vonis 6 Tahun Penjara pertama kali tampil pada Metropolis.

Stranger Things: Tales From ’85 Hadir dalam Versi Animasi, Ini Bocoran Ceritanya

0
Netflix rilis trailer Stranger Things: Tales From ’85. F. x.com/Updates_SThings.
Netflix rilis trailer Stranger Things: Tales From ’85. F. x.com/Updates_SThings.

batampos – Netflix merilis trailer resmi perdana untuk Stranger Things: Tales From ’85, serial animasi spin-off dari waralaba populer Stranger Things. Serial ini dijadwalkan tayang perdana pada 23 April 2026 di platform Netflix.

Trailer tersebut memberi penggemar pandangan pertama tentang kota Hawkins dalam versi animasi dengan nuansa kuat era 1980-an.

Selain menampilkan gaya visual khas kartun retro, trailer juga memperkenalkan ancaman baru yang belum pernah muncul dalam serial utama.

Stranger Things: Tales From ’85 akan membawa penonton kembali ke musim dingin tahun 1985, berlatar waktu di antara Season 2 dan Season 3 cerita asli.

Eleven, Mike, Dustin, Lucas, Will, dan Max diceritakan mencoba menjalani kehidupan normal setelah kejadian sebelumnya, sebelum fenomena supranatural kembali menghantui Hawkins.

Dalam trailer, tampak makhluk misterius dan menakutkan muncul dari bawah lapisan es kota Hawkins. Monster tersebut digambarkan sebagai ancaman baru yang berasal dari Upside Down dan belum pernah terlihat sebelumnya di serial Stranger Things.

Visual animasi bergaya 80-an yang cerah dipadukan dengan unsur horor khas Stranger Things, menciptakan suasana mencekam sekaligus nostalgia. Para karakter utama kembali menjadi pusat cerita, namun dalam format animasi dengan pengisi suara baru.

Serial ini juga memperkenalkan karakter baru bernama Nikki Baxter, seorang gadis dengan gaya rambut mohawk berwarna pink yang diprediksi akan memainkan peran penting dalam alur cerita.

Seluruh episode Stranger Things: Tales From ’85 akan dirilis secara serentak. Serial ini diproduksi oleh Flying Bark Productions dengan Matt dan Ross Duffer sebagai produser eksekutif, bersama Shawn Levy dan Dan Cohen.

Dengan hadirnya serial animasi ini, penggemar Stranger Things akan diajak menjelajahi dunia Hawkins dari sudut pandang baru menjelang musim semi 2026. (*)

Artikel Stranger Things: Tales From ’85 Hadir dalam Versi Animasi, Ini Bocoran Ceritanya pertama kali tampil pada Lifestyle.

Ombak Besar Musim Angin Utara ‘Kirim’ Sampah Laut di Jalan Desa Sedamai

0
Kondisi Jalan Sedamai, Singkep Pesisir yang dipenuhi sampah laut. F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Musim angin utara yang melanda Kabupaten Lingga memicu gelombang laut tinggi di wilayah pesisir. Dampaknya, ruas jalan umum di Desa Sedamai, Kecamatan Singkep Pesisir, dipenuhi sampah laut yang terbawa ombak besar hingga naik ke badan jalan.

Pantauan di lapangan, Rabu (4/2), sampah berupa plastik, kayu, dan sisa material laut berserakan di sepanjang jalan. Selain kotor, permukaan jalan juga basah dan licin sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena ruas jalan di Singkep Pesisir merupakan akses utama masyarakat Dabo Singkep menuju Pelabuhan Jagoh untuk penyeberangan ke luar daerah.

Kepala Desa Sedamai, Encek Syarif, mengatakan peristiwa serupa kerap terjadi setiap memasuki musim angin utara. Gelombang laut yang tinggi kerap naik hingga ke badan jalan dan membawa sampah dari laut.

“Setiap tahun kondisinya selalu sama. Ombak besar naik ke jalan dan sampah dari laut berserakan,” ujar Encek Syarif saat dikonfirmasi, Rabu (4/2).

Ia menyebutkan, persoalan tersebut sudah berulang kali diusulkan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) desa hingga kabupaten. Namun, hingga kini belum ada realisasi pembangunan penahan ombak.

“Setiap Musrenbang kami selalu mengusulkan pembangunan DAM atau penahan ombak laut, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi sementara, pihak desa bersama Bhabinkamtibmas memasang rambu dan tanda peringatan di sekitar lokasi agar pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas.

“Kami sudah pasang tanda bahaya. Walaupun belum ada korban, jalan licin ini sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan,” jelas Encek Syarif.

Ia menambahkan, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Lingga sempat menawarkan solusi pembangunan batu miring. Namun, pihak desa menilai opsi tersebut tidak akan berfungsi maksimal.

“Kalau hanya batu miring saja, menurut kami tidak efektif dan justru membuang anggaran,” tegasnya.

Encek Syarif berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti usulan pembangunan DAM penahan ombak dan meneruskannya hingga ke pemerintah pusat.

“Semoga usulan ini bisa direalisasikan. Apalagi kita punya perwakilan DPR dan DPD dari daerah pemilihan Kepulauan Riau di pusat,” tutupnya. (*)

Artikel Ombak Besar Musim Angin Utara ‘Kirim’ Sampah Laut di Jalan Desa Sedamai pertama kali tampil pada Kepri.

Dana Warga Batam Disalurkan ke Aceh Tamiang, KOMANDO Pastikan Tepat Sasaran

0
Satgas komando peduli salurkan bantuan ke Masyarakat berdampak Aceh Tamiang. F. Okka untuk Batam Pos

batampos – Dana bantuan kemanusiaan hasil penggalangan warga Kota Batam disalurkan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, oleh Tim Komunitas Andalan Driver Online (KOMANDO) Peduli. Penyaluran dilakukan langsung ke sejumlah titik pengungsian guna memastikan bantuan tepat sasaran bagi warga terdampak bencana.

Penyaluran bantuan dipimpin Ketua Umum KOMANDO, Feryandi Tarigan, bersama Satuan Tugas (Satgas) KOMANDO Peduli. Total dana yang dihimpun dari masyarakat Batam mencapai Rp50 juta dan seluruhnya dibelanjakan dalam bentuk kebutuhan dasar pengungsi.

“Kami tidak datang untuk seremoni. Dana donasi ini kami belanjakan menjadi kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan warga di pengungsian,” ujar Feryandi.

Baca Juga: Euromaritime Jadi Panggung Batam Menarik Investasi Maritim

Bantuan yang disalurkan meliputi 100 unit kasur, 100 unit kelambu, 10.000 liter air minum siap konsumsi, 200 galon air kosong, perlengkapan mandi, makanan, serta lima dus pakaian layak pakai. Bantuan diprioritaskan bagi keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Feryandi menyebut kondisi di lapangan masih memprihatinkan. Sebagian besar rumah warga terdampak dan distribusi bantuan belum merata.

“Warga masih sangat membutuhkan bantuan lanjutan. Di lapangan terlihat masyarakat masih bergantung pada uluran tangan semua pihak,” katanya.

Penyaluran bantuan dilakukan di beberapa lokasi, antara lain Kantor Bupati Aceh Tamiang, Desa Bundar, dan Desa Babo. Satgas KOMANDO memastikan distribusi berjalan merata dengan memprioritaskan kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia.

Wakil Kepala Satgas KOMANDO, Okka, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Batam yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana.

Baca Juga: Cuaca Panas di Batam, Ini 5 Rekomendasi Es Bingsoo Paling Segar untuk Lepas Dahaga

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Batam yang telah menyisihkan rezekinya melalui KOMANDO. Bantuan ini sudah kami salurkan langsung kepada masyarakat Aceh Tamiang,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar warga terdampak diberikan kekuatan dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.

Satgas KOMANDO dijadwalkan tetap berada di wilayah terdampak selama sekitar tujuh hari ke depan untuk melanjutkan pendampingan serta menyalurkan bantuan lanjutan sesuai kebutuhan di lapangan. (*)

Artikel Dana Warga Batam Disalurkan ke Aceh Tamiang, KOMANDO Pastikan Tepat Sasaran pertama kali tampil pada Metropolis.

Epson Luncurkan Proyektor Portabel Lifestudio untuk Gaya Hidup Modern

0
Proyektor Epson Lifestudio. F. Istimewa

batampos – Epson resmi meluncurkan lini proyektor portabel Lifestudio terbaru yang akan dipasarkan di kawasan Asia Tenggara. Seri ini dirancang sebagai solusi hiburan portabel untuk gaya hidup modern dan fleksibel, seiring meningkatnya kebutuhan perangkat visual yang ringkas, praktis, dan mudah dibawa.

Seri Epson Lifestudio terdiri dari dua varian utama, yakni Lifestudio Pop (EF-61G dan EF-62N) serta Lifestudio Flex (EF-71 dan EF-72). Seluruhnya mengusung desain ringkas dengan fungsi hiburan layar besar yang dapat digunakan di berbagai situasi, baik di dalam maupun luar ruangan.

Keunggulan desain seri ini mendapat pengakuan global. Lifestudio Pop meraih Good Design Award 2025 dan masuk dalam daftar Top 100 Products, berkat estetika minimalis serta desain yang dinamis dan elegan.

Peluncuran resmi Epson Lifestudio Pop dan Flex digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, dengan tema “Style It. Flex It. Blast It.”. Acara tersebut menampilkan berbagai simulasi penggunaan, mulai dari ruang keluarga modern, ruang bermain gim, hingga kamar tidur dengan proyeksi ke dinding maupun plafon.

Selain penggunaan di dalam ruangan, Epson Lifestudio juga ditampilkan untuk aktivitas luar ruang, seperti menonton di halaman rumah hingga kegiatan rekreasi di alam terbuka.

Menjawab Kebutuhan Gaya Hidup Hybrid

Epson menyebut meningkatnya jumlah profesional modern dan digital nomad menjadi latar belakang pengembangan seri Lifestudio. Proyektor ini menggabungkan tampilan layar besar, kualitas visual tinggi, serta sistem audio Sound by Bose dalam satu perangkat portabel.

Bobot proyektor berada di bawah 4 kilogram. Model Lifestudio Pop memiliki berat sekitar 1,6 kilogram, sehingga mudah dibawa dan dipindahkan. Sementara itu, seri Lifestudio Flex dilengkapi mekanisme rotasi yang memungkinkan proyeksi ke berbagai permukaan tanpa perlu memindahkan furnitur.

Salah satu model, EF-72, mengusung desain terinspirasi dari lampu meja yang menggabungkan fungsi proyektor, pencahayaan ambient, dan speaker nirkabel. Perangkat ini juga dapat ditenagai power bank USB Type-C, sehingga dapat digunakan di lokasi tanpa sumber listrik tetap.

Visual Tajam dan Pengaturan Otomatis

Didukung teknologi Triple Core Engine™ dan 3LCD, seri Lifestudio menghadirkan visual dengan warna yang cerah dan tajam tanpa efek pelangi. Kecerahan mencapai hingga 1.000 lumen, sehingga tetap optimal di berbagai kondisi pencahayaan.

Pengalaman hiburan diperkuat dengan sistem operasi Google TV™ yang memudahkan akses ke aplikasi streaming. Seluruh model juga dilengkapi fitur penyesuaian otomatis, seperti koreksi keystone, penyesuaian warna dinding, serta penghindaran objek untuk mempermudah pengaturan.

“Seri Lifestudio terbaru dirancang untuk menyatu secara alami dengan gaya hidup modern,” ujar Zanipar SA Siadari, Head of Product Marketing Visual Instrument & Corporate Product Epson Indonesia. “Ringkas, fleksibel, dan andal, proyektor ini memungkinkan pengguna menciptakan pengalaman sinematik di mana pun berada.”

Melalui peluncuran seri Lifestudio Pop dan Flex, Epson menegaskan komitmennya menghadirkan solusi visual inovatif yang relevan dengan pola hidup dan kerja modern. (*)

Artikel Epson Luncurkan Proyektor Portabel Lifestudio untuk Gaya Hidup Modern pertama kali tampil pada Lifestyle.