Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bintan, Firman Setyawan. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bintan meluncurkan grand design misi kades.
Program ini diluncurkan langsung oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan di aula kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu, Senin (9/9/2024) sore.
Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bintan, Firman Setyawan ditemui usai peluncuran grand design misi kades menuturkan, program ini untuk memanajemen informasi kinerja desa.
Dari terobosan ini dia berharap akan mampu meningkatkan capaian kinerja pemerintahan desa dan pelayanan publik.
Selain itu, katanya, peluncuran program ini untuk meningkatkan administrasi pemerintahan digital desa yang cepat, akurat, dan kolaboratif.
Sehingga, harapnya, kinerja aparatur pemerintahan desa akan terukur dan akuntabel.
Dia juga berharap, program ini dapat memberikan dampak positif dengan terwujudnya kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik di desa.
“Sehingga sinergi antara pemerintah desa, BPD, Bumdes, kecamatan, dan perangkat daerah dalam pembangunan di desa juga dapat terjalin baik,” pungkasnya.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan menuturkan bahwa grand design misi kades diharapkan mampu membawa perubahan dalam tata pemerintahan di desa, khususnya bagi kinerja kepala desa, aparatur desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang ada di Kabupaten Bintan.
“Misi Kades ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan penyelenggaraan publik di desa,” tuturnya. (*)
batampos – Dua pejabat Bea Cukai (BC) Batam berganti. Pejabat yang berganti yakni Kepala BC Batam, Rizal, dan Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikian (Kabid P2) BC Batam, Sisprian Subiaksono.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia membenarkan adanya pergantian jabatan ini.
Adapun jabatan Kepala BC Batam kini dijabat Zaky Firmansyah yang sebelumnya menjabat Kabid P2 Bandara Soekarno-Hatta. Sedangkan Rizal, Kepala Kantor Bea Cukai Batam sebelumnya, mendapat promosi jabatan sebagai Direktur P2 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Sementara Kabid P2 BC Batam kini dijabat Muhtadi yang sebelumnya menjabat Kepala Kantor Bea Cukai Tipe Madya Marunda. Sedangkan pejabat laman, Sisprian Subiaksono mendapat promosi jabatan ke Subdit Intelijern Kantor Pusat DJBC.
“Untuk sertijab sudah dilaksanakan pada pekan lalu,” kata Evi.
Selama menjabat Kabid P2 Bandara Soekarno-Hatta, Zaky Firmansyah kerap melakukan penindakan. Seperti penyelundulan hewan langka, dan kokain dengan modus menyimpan dalam botol sampo, hingga sabu dengan jumlah 54 kilogram.
Zaky Firmansyah juga pernah menjabat sebagai Kepala Bea Cukai Kuala Namu, dan Kepala Bidan Penundakan dan Penyidikan (P2) Kanwil Bea Cukai Banten. (*)
Timnas Indonesia ditahan imbang Australia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram/@timnasindonesia)
batampos – Timnas Indonesia harus puas dengan hasil imbang 0-0 saat menjamu Australia dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (10/9/2024).
Meski mendapat dukungan penuh dari suporter, skuad Garuda gagal memanfaatkan beberapa peluang emas untuk mencetak gol. Sementara Australia mampu menahan laju serangan Indonesia dengan pertahanan kukuh mereka.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal, di mana kedua tim saling serang dengan intensitas tinggi. Timnas Indonesia yang diasuh Shin Tae-yong menurunkan formasi menyerang dan langsung menggebrak sejak peluit kick-off dibunyikan.
Memasuki 15 menit pertama, Timnas Indonesia menunjukkan semangat tempur yang luar biasa. Di menit pertama, dua tembakan on target langsung dilesatkan ke arah gawang Mathew Ryan, kiper Australia yang harus berjibaku mempertahankan gawangnya.
Skuad Garuda yang dipimpin oleh Jay Idzes di lini belakang juga mengandalkan kecepatan dan daya serang pemain muda seperti Rafael Struick dan Marselino Ferdinan.
Intensitas tinggi yang ditampilkan Indonesia membuat Australia sedikit kelimpungan di menit-menit awal. Bahkan, tiga sepak pojok berhasil diperoleh dalam tiga menit pertama, menunjukkan dominasi sementara Garuda.
Namun, Australia bukan tanpa perlawanan. Mereka segera menemukan ritme permainan dan mulai mengimbangi intensitas serangan Indonesia.
Namun, salah satu peluang emas bagi skuad Garuda tercipta pada menit kedelapan saat Struick mencoba menerobos kotak penalti Australia. Sayangnya, pergerakannya berhasil dihentikan oleh pertahanan lawan.
Di menit ke-10, wasit mengeluarkan kartu kuning pertama bagi Australia, yang diberikan kepada Craig Goodwin setelah pelanggaran keras terhadap pemain Indonesia. Kartu ini memberi sedikit momentum bagi Timnas Indonesia untuk kembali menekan.
Namun, selepas menit ke-15, Australia mulai mampu keluar dari tekanan dan mengambil alih kendali permainan. Maarten Paes, kiper andalan Timnas Indonesia, harus melakukan beberapa penyelamatan gemilang untuk menjaga skor tetap imbang. Hingga menit ke-22, setidaknya tiga penyelamatan krusial dilakukan oleh Paes, yang tampil sangat solid di bawah mistar.
Memasuki pertengahan babak pertama, Australia lebih banyak menguasai bola dan menciptakan tekanan. Gaya permainan fisikal khas Australia mulai terlihat, terutama dalam duel-duel udara yang cukup merepotkan pertahanan Indonesia.
Berkali-kali Maarten Paes harus berjibaku untuk mementahkan peluang lawan, termasuk penyelamatan gemilang pada menit ke-35 setelah tembakan keras pemain Australia membentur tiang gawang.
Meskipun demikian, Timnas Indonesia bukan tanpa peluang. Di menit ke-32, tendangan bebas yang dieksekusi Calvin Verdonk hampir saja dimanfaatkan oleh Jay Idzes, namun sundulannya melenceng tipis di sisi gawang. Kegagalan ini membuat Indonesia kehilangan kesempatan emas untuk unggul lebih dulu.
Pada menit ke-44, Keanu Baccus dari Australia juga menerima kartu kuning, yang menambah tekanan bagi tim tamu. Dengan dua kartu kuning yang sudah dikeluarkan wasit, Australia harus berhati-hati dalam permainan mereka.
Hingga akhir babak pertama, kedua tim belum mampu memecah kebuntuan. Pertandingan berlangsung ketat dengan skor tetap 0-0 saat jeda.
Memasuki babak kedua, Shin Tae-yong segera melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Witan Sulaeman menggantikan Rafael Struick untuk menambah daya gedor di lini depan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dimensi baru dalam serangan Garuda.
Di awal babak kedua, Indonesia mulai kembali mengambil inisiatif serangan. Namun, Australia juga tidak tinggal diam dan terus memberikan tekanan yang menyulitkan pertahanan Indonesia. Maarten Paes kembali menjadi pahlawan dengan beberapa penyelamatan brilian, termasuk aksi heroik pada menit ke-68.
Pada menit ke-57, Timnas Indonesia harus kehilangan Justin Hubner yang mendapat kartu kuning pertama setelah melakukan pelanggaran. Ini menjadi titik balik kecil bagi Australia yang semakin percaya diri mengendalikan permainan.
Menit ke-63 menjadi momen krusial bagi Indonesia. Marselino Ferdinan hampir mencetak gol, namun dukungan dari lini kedua yang terlambat membuat momentum serangan hilang begitu saja.
Australia merespons dengan cepat dan melakukan dua pergantian pemain pada menit ke-66. Craig Goodwin dan Mitchell Duke ditarik keluar, digantikan oleh Joshua Nibbert dan Adam Taggart.
Meskipun mendapatkan tekanan dari Australia, pertahanan Indonesia yang dipimpin oleh Jay Idzes dan Maarten Paes tetap kukuh. Paes bahkan mencatatkan lima penyelamatan hingga menit ke-70, menjadikannya sebagai bintang di lini belakang.
Melihat peluang untuk terus menekan, Shin Tae-yong memasukkan Thom Haye untuk menggantikan Ivar Jenner pada menit ke-70. Harapannya adalah agar Indonesia mampu mendobrak pertahanan Australia dengan serangan-serangan yang lebih cepat dan bervariasi.
Pada menit ke-80, Shin Tae-yong kembali melakukan perubahan dengan memasukkan Pratama Arhan menggantikan Marselino Ferdinan. Arhan diharapkan dapat memberikan energi baru di sektor sayap Indonesia.
Namun, pada 15 menit terakhir, Australia semakin mendominasi permainan. Mereka lebih banyak menguasai bola dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Meski begitu, Timnas Indonesia tetap disiplin dalam bertahan dan mengandalkan serangan balik.
Tambahan waktu enam menit diberikan oleh wasit di akhir babak kedua, namun tak ada gol yang tercipta. Meskipun Australia terus menekan, pertahanan Indonesia yang dipimpin oleh Paes tetap kukuh hingga peluit panjang dibunyikan.
Skor akhir 0-0 ini tentu menjadi hasil yang cukup positif bagi Timnas Indonesia. Meskipun bermain di kandang sendiri, menghadapi tim sekelas Australia bukanlah tugas mudah. Performa luar biasa dari Maarten Paes di bawah mistar gawang menjadi kunci utama keberhasilan Indonesia menahan gempuran lawan.
Dengan hasil ini, Indonesia berhasil meraih poin penting di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kini, Timnas Indonesia harus segera fokus ke laga berikutnya demi menjaga asa untuk lolos ke putaran selanjutnya.
Tersangka dugaan korupsi mantan Sekretaris DPRD Kota Batam, Marzuki (tengah) diserahkan ke Kejari. F.Yashinta/Batam Pos
batampos – Mantan Sekretaris DPRD Kota Batam, Marzuki akan segera disidang dalam dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas DPRD Kota Batam di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. Agenda sidang pertama yakni pembacaan dakwaan dijadwalkan pada Kamis (12/9).
Kasi Intel Kajari Batam, Tiyan Andesta mengatakan berkas perkara Marzuki telah dilimpahkan pekan lalu oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Selain berkas, jaksa juga melimpahkan tersangka Marzuki dan barang bukti.
“Untuk perkara Marzuki sudah dilimpah minggu lalu di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. Saat ini tersangka sudah ditahan di Rutan Tanjungpinang,” ujar Tiyan.
Menurut Tiyan, agenda persidangan juga sudah dikeluarkan oleh Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. Yang mana sidang pertama Marzuki akan digelar pada Kamis besok.
“Untuk sidang dakwaan Kamis depan,” terang Tiyan.
Disinggung kondisi kesehatan Marzuki, menurut Tiyan dalam kondisi sehat. Karena sudah dilimpah, status Marzuki pun menjadi terdakwa.
“Saat ini, tersangka sudah berstatus terdakwa dan jadi tahanan Pengadilan Tipikor,” sebut Tiyan.
Sebelumnya, setelah menjalani rangkaian penyidikan panjang, berkas kasus korupsi mantan Sekretaris DPRD Kota Batam, Marzuki dinyatakan lengkap. Marzuki yang berulang tahun pada 14 Agustus diserahkan ke Kejaksaan Negeri Batam dalam proses tahap 2, Jumat (9/8).
Marzuki dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberanta-san Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana,atau Kedua Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tin-dak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.
“Uraian singkat perkara dan pasal yang dilanggar Bendahara Pengeluaran Sekretaris DPRD Kota Batam TA.2016 atas perintah Sekretaris DPRD Kota Batam 2016 tidak membayar uang tiket pesawat dan sewa hotel yang ada padanya kepada pihak Travel Agen,” jelas Tohom.
Diketahui, Marzuki ditahan oleh penyidik Polresta Barelang karena diduga melakukan korupsi pengelolaan anggaran perjalanan fiktif DPRD Kota Batam tahun 2016 lalu. Nilai uang yang dikorupsi senilai Rp 1,28 miliar digunakan Marzuki untuk kepentingan pribadi.
Penyidik Polresta Barelang telah terlebih dahulu menetapkan Raja Syamsul mantan Bendahara DPRD Kota Batam sebagai tersangka. Bahkan saat ini, Raja Syamsul telah menjalani hukuman sesuai putusan hakim Tipikor Tanjungpinang. Syamsul sebagai Bendahara memiliki peran membantu Marzuki melakukan korupsi, sehingga divonis 1 tahun. (*)
batampos – Pengerjaan jalan layang (flyover) Sei Ladi telah memasuki tahap pemasangan erection girder atau balok girder, Selasa (10/9/2024). Pelaksanaan pemasangan balok girder ini, ditargetkan akan rampung pada minggu ke-3 bulan Oktober 2024.
Project Engineering Manager flyover jalan layang (flyover) Sei Ladi, Reyzansza Anandio Syahputra mengatakan, total ada 18 balok girder yang akan dipasang. Masing-masing balok girder memiliki ukuran panjang 40 meter.
Saat ini, seluruh balok girder telah selesai dibuat dan hanya tinggal mobilisasi ke lokasi pekerjaan proyek jalan layang (flyover) Sei Ladi.
“Disini kita ada tiga span yang masing-masing span, akan dipasang 6 balok girder panjang 40 meter,” katanya.
Ia menambahkan, untuk penyelesaian proyek jalan layang (flyover) Sei Ladi akan terus digesa. Sehingga, secara fungsional akan beroperasi penuh dan bisa mengurai kemacetan dari Tiban menuju Batam Center.
“Jadi di sini, pemasangan balok girder itu tidak bisa langsung secara menyeluruh. Karena akses jalan yang harus kita tetap buka. Jadi, kita tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan,” tutupnya.
Sebelumnya, Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan, Pembangunan jalan layang (flyover) Sei Ladi diharapkan dapat mengurai salah satu titik kemacetan yang paling signifikan, yakni arah Sekupang – Batam Centre.
Ia optimis, pembangunan jalan layang (flyover) akan menjadi infratsruktur vital yang selain mengurai kemacetan, juga akan mendukung konektivitas dan distribusi logistik industri dari dan ke pelabuhan ataupun ke bandara.
“Hal ini tentu saja, akan kami selesaikan pembangunannya, tidak lain untuk menarik investasi masuk ke Batam. Perekonomian kita akan semakin baik, konektivitas lancar, mobilitas kita juga semakin nyaman,” Kata Muhammad Rudi. (*)
batampos – Pengerjaan jalan layang (flyover) Sei Ladi telah memasuki tahap pemasangan erection girder atau balok girder, Selasa (10/9/2024). Pelaksanaan pemasangan balok girder ini, ditargetkan akan rampung pada minggu ke-3 bulan Oktober 2024.
Project Engineering Manager flyover jalan layang (flyover) Sei Ladi, Reyzansza Anandio Syahputra mengatakan, total ada 18 balok girder yang akan dipasang. Masing-masing balok girder memiliki ukuran panjang 40 meter.
Saat ini, seluruh balok girder telah selesai dibuat dan hanya tinggal mobilisasi ke lokasi pekerjaan proyek jalan layang (flyover) Sei Ladi.
“Disini kita ada tiga span yang masing-masing span, akan dipasang 6 balok girder panjang 40 meter,” katanya.
Ia menambahkan, untuk penyelesaian proyek jalan layang (flyover) Sei Ladi akan terus digesa. Sehingga, secara fungsional akan beroperasi penuh dan bisa mengurai kemacetan dari Tiban menuju Batam Center.
“Jadi di sini, pemasangan balok girder itu tidak bisa langsung secara menyeluruh. Karena akses jalan yang harus kita tetap buka. Jadi, kita tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan,” tutupnya.
Sebelumnya, Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan, Pembangunan jalan layang (flyover) Sei Ladi diharapkan dapat mengurai salah satu titik kemacetan yang paling signifikan, yakni arah Sekupang – Batam Centre.
Ia optimis, pembangunan jalan layang (flyover) akan menjadi infratsruktur vital yang selain mengurai kemacetan, juga akan mendukung konektivitas dan distribusi logistik industri dari dan ke pelabuhan ataupun ke bandara.
“Hal ini tentu saja, akan kami selesaikan pembangunannya, tidak lain untuk menarik investasi masuk ke Batam. Perekonomian kita akan semakin baik, konektivitas lancar, mobilitas kita juga semakin nyaman,” Kata Muhammad Rudi. (*)
batampos – Sertifikat Hak Milik (SHM) rumah baru warga terdampak pembangunan Rempang Eco-City yang berlokasi di Tanjung Banon akhirnya terbit. BP Batam melalui Kepala Bagian Humas, Sazani menjelaskan, penerbitan SHM terhadap 133 persil tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang telah mendukung rencana investasi di Kawasan Rempang.
“Alhamdulillah, Kantor Pertanahan Batam telah menerbitkannya. Saat ini yang sudah terkonfirmasi ada 133 persil. Jumlah ini akan terus bertambah seiring proses yang masih terus berlangsung,” ujar Sazani, Selasa (10/9/2024).
Ia mengatakan, penerbitan SHM ini sekaligus menjadi komitmen pemerintah melalui BP Batam dalam menyelesaikan hak-hak warga yang terdampak pengembangan Rempang Eco-City.
“Ini juga menjadi jawaban bagi yang meragukan komitmen BP Batam. Mari kita dukung agar seluruh tahapannya bisa berjalan lancar dan maksimal,” tambah Sazani.
Untuk tahap awal, lanjut Sazani, pihaknya masih terus menggesa pengerjaan rumah baru di Tanjung Banon sesuai target yang ada.
Dimana, pengerjaan terhadap 100 rumah di kampung tersebut masih terus berlangsung. Beberapa di antaranya bahkan telah memasuki tahap penyelesaian.
“BP Batam juga telah menargetkan, tanggal 25 September nanti sebanyak tiga kepala keluarga akan kami pindahkan ke rumah yang sudah jadi. Ini kami lakukan bertahap,” pungkasnya. (*)
batampos – Sertifikat Hak Milik (SHM) rumah baru warga terdampak pembangunan Rempang Eco-City yang berlokasi di Tanjung Banon akhirnya terbit. BP Batam melalui Kepala Bagian Humas, Sazani menjelaskan, penerbitan SHM terhadap 133 persil tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang telah mendukung rencana investasi di Kawasan Rempang.
“Alhamdulillah, Kantor Pertanahan Batam telah menerbitkannya. Saat ini yang sudah terkonfirmasi ada 133 persil. Jumlah ini akan terus bertambah seiring proses yang masih terus berlangsung,” ujar Sazani, Selasa (10/9/2024).
Ia mengatakan, penerbitan SHM ini sekaligus menjadi komitmen pemerintah melalui BP Batam dalam menyelesaikan hak-hak warga yang terdampak pengembangan Rempang Eco-City.
“Ini juga menjadi jawaban bagi yang meragukan komitmen BP Batam. Mari kita dukung agar seluruh tahapannya bisa berjalan lancar dan maksimal,” tambah Sazani.
Untuk tahap awal, lanjut Sazani, pihaknya masih terus menggesa pengerjaan rumah baru di Tanjung Banon sesuai target yang ada.
Dimana, pengerjaan terhadap 100 rumah di kampung tersebut masih terus berlangsung. Beberapa di antaranya bahkan telah memasuki tahap penyelesaian.
“BP Batam juga telah menargetkan, tanggal 25 September nanti sebanyak tiga kepala keluarga akan kami pindahkan ke rumah yang sudah jadi. Ini kami lakukan bertahap,” pungkasnya. (*)
batampos – BP Batam akan segera memindahkan warga terdampak pembangunan Rempang Eco-City ke rumah baru yang berlokasi di Tanjung Banon. Melalui Kepala Bagian Humas, Sazani, BP Batam menyampaikan bahwa rencana pemindahan warga ke hunian tersebut berlangsung pada tanggal 25 September 2024 nanti.
“Tahap awal, sebanyak 3 KK akan kami pindahkan ke rumah baru mereka. Ketiga KK ini adalah mereka yang pertama kali bergeser ke hunian sementara pada September 2023 lalu,” ujar Sazani, Senin (9/9/2024).
Selain itu, Sazani menyebut jika pemindahan warga ini dilakukan secara bertahap.
Ia juga menepis isu yang menyebutkan rencana pemindahan warga ke hunian baru gagal total.
“Memang harus diakui, pengerjaan rumah di Tanjung Banon sedikit terkendala dengan faktor cuaca. Akan tetapi, seluruh proses terus berlangsung. Semoga tahapan pemindahan warga lain yang saat ini berada di hunian sementara bisa rampung hingga akhir September,” tambahnya.
Ia menjelaskan, BP Batam juga terus memantau pengerjaan sekitar 60 unit rumah baru di Tanjung Banon.
Dimana, beberapa unit di antaranya telah memasuki tahapan penyelesaian.
“Awal hingga pertengahan September ini, pengerjaan 20 unit rumah lainnya juga digesa. Kami juga telah menyampaikan ke kontraktor pelaksananya agar seluruh proses bisa selesai sesuai target yang diberikan,” pungkasnya. (*)
Direktur Utama BSI Hery Gunardi (kanan) berjabat tangan dengan (Pj) Gubernur Aceh Safrizal ZA pada seremoni penandatangan kerjasama antara BSI dengan PB PON XXI 2024 Aceh Sumut Wilayah Aceh yang berlangsung di Gedung Landmark BSI Aceh, Selasa (10/9).
batampos — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkomitmen untuk mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh dalam mendorong dan memajukan sektor olahraga. Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh menjadi batu lonjatan dalam meningkatkan minat dan prestasi olahraga di Bumi Serambi Mekah.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan menjadi sebuah kehormatan bagi BSI bisa menjadi mitra bagi Pemprov Aceh dan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung penyelenggeran PON XXI, yang merupakan pesta olahraga nasional terbesar yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Aceh. Menurutnya, BSI berkomitmen untuk memberikan layanan keuangan yang optimal bagi masyarakat, atlet, official, dan wisatawan yang hadir di Aceh selama PON XXI.
“BSI menyiapkan infrastruktur layanan keuangan yang menyeluruh untuk memudahkan transaksi dan memberikan rasa aman kepada seluruh pengguna layanan BSI di Aceh selama PON XXI berlangsung,” kata Hery.
BSI menyiapkan 910 mesin ATM untuk menunjang transaksi selama pesta olahraga nasional terbesar itu. Dari jumlah tersebut, 206 mesin merupakan mesin ATM baru yang tersebar sebanyak 117 unit di Banda Aceh, 54 unit di Lhokseumawe, dan 35 unit di Meulaboh. Seluruh mesin ATM BSI beroperasi selama 24 jam, mendukung berbagai jaringan perbankan seperti Visa, ATM Bersama, Prima, Link, dan Plus. Hal ini memastikan bahwa baik masyarakat Aceh maupun para pengunjung dari luar daerah dapat mengakses layanan perbankan dengan mudah dan cepat.
Tidak hanya itu, BSI juga menghadirkan layanan digital payment berbasis QRIS dan EDC yang tersebar di berbagai merchant di Aceh. Total 45.866 merchant QRIS telah terdaftar, melampaui target 45.000 merchant, sementara mesin EDC telah terpasang di 1.399 merchant.
Hery juga menyebut BSI memastikan ketersediaan uang tunai sebesar lebih dari Rp2,7 triliun sebagai antisipasi lonjakan transaksi selama berlangsungnya acara. Ketersediaan uang tunai tersebut telah disiapkan di 16 Kantor Cabang, 137 Kantor Cabang Pembantu (KCP), dan 7 Kantor Fungsional Funding (KFF), menjamin bahwa kebutuhan tunai masyarakat selama PON terpenuhi.
“Selain infrastruktur perbankan, BSI juga memperhatikan kebutuhan spiritual para atlet dan pengunjung. Untuk itu, BSI menyiapkan mobil musholla di dua lokasi utama, yakni Stadion Harapan Bangsa dan Lapangan Blang Padang. Delapan unit musholla knock down juga ditempatkan di berbagai venue seperti stadion, pelabuhan, dan pusat olahraga,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama, BSI juga menjalin kerjasama dengan klub kebanggaan masyarakat Aceh, yaitu Persiraja Banda Aceh. Hery megatakan BSI sangat terinspirasi dan kagum dengan kecintaan masyarakat Aceh terhadap sepak bola, khususnya klub Persiraja. Masyarakat Aceh, disebut Hery, selalu memberikan dukungan penuh dan semangat luar biasa pada Persiraja.
“BSI sangat memahami bahwa Persiraja bukan sekadar klub sepak bola, tapi juga sebuah simbol kebanggan, identitas, dan semangat juang masyarakat Aceh. Karena itu, BSI ingin memastikan bahwa Persiraja memiliki semua dukungan untuk meraih prestasi lebih tinggi dan kembali bersaing di Liga 1.Kami berharap dengan dukungan ini Persiraja akan menjadi klub yang semakin dicintai dan terus menjadi kebanggan Masyarakat Aceh,” tutup Hery.
Sementara Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Safrizal ZA menyatakan ucapan terimakasihnya kepada BSI karena berperan aktif dalam menyukseskan PON XXI Aceh-Sumut. Menurutnya BSI telah memberikan perhatian besar pada sektor olahraga di Aceh.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada BSI yang telah memberikan dukungan besar untuk menyukseskan penyelenggaraan PON XXI Aceh-Sumut 2024. Dukungan ini tentu memberikan manfaat yang besar dalam pelaksanaan kegiatan ini,” kata Safrizal. (*)