Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2995

Korban Penikaman Masih Kritis, Keluarga Berharap Pelaku Segera Ditangkap

0
Screenshot 20240923 152732
Riky Saputra saat dirawat di RS Mutiara Aini. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Riky Saputra, korban penikaman dari oknum sekuriti perumahan masih menjalani perawatan intensif di RS Mutiara Aini hingga, Senin (23/9).

Pria 27 tahun ini dihujani empat tikaman oleh pelaku yang disebut sebagai oknum sekuriti perumahan MKGR di bagian perut dan dada saat sedang nongkrong di warung dekat gerbang perumahan Senawangi, Batuaji, Sabtu (21/9) malam lalu.

Ia belum pulih karena masih harus menjalani serangkaian pengobatan termasuk transfusi darah dan operasi karena ususnya sempat terburai keluar akibat luka tusukan di bagian perut.

Baca Juga: Diduga Dendam Lama, Seorang Pria Ditikam Sekuriti Saat Nongkrong di Warung

“Masih di Rumah sakit. Cuma sudah pindah ke ICU. Kemarin di IGD. Kondisinya masih belum stabil. Butuh banyak darah dia karena luku-luka itu, ” ujar Adi Wibowo, orangtua angkat Riky, Senin (23/9).

Terkait laporan ke Polsek Batuaji atas kejadian ini, Adi mengaku belum mendapat informasi lebih lanjut terkait pelaku yang disebutkan sebagai sekuriti perumahan tersebut.

“Untuk pelaku belum ada info lagi. Kami masih fokus dengan perawatan anak kami ini, ” ujar Adi.

Sementara dari Polsek Batuaji sebelumnya sudah membenarkan adanya laporan dan penyelidikan kasus penikaman tersebut. Namun demikian penyidik belum belum bisa berkomentar banyak karena masih mencari keberadaan pelaku.

“Iya ada laporan itu dan lagi diselidiki, ” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji Iptu Andi Pakpahan.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi penikaman ini diduga kuat karena dendam. Korban dan pelaku sudah saling kenal. Menurut keluarga korban sebelumnya korban dan pelaku sempat terlibat cek cok namun sudah ada perdamaian di hadapan polisi.

“Anak kami ini sebelumnya memang ada cek cok dengan pelaku itu. Masalah portal perumahan yang dijaga pelaku. Kami mau masuk dia cuek saja sambil main ponsel. Anak saya ini tegur dan terjadi cek cok dan itu sudah ada penyelesaian dan perdamaian. Ini dia datang lagi tanpa banyak tanya langsung main tikam saja, ” kata Adi.

Atas kejadian ini, Adi dan keluarga besar berharap agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Ciputra Group Luncurkan Emerald Hills, Kombinasi Kenyamanan dan Keamanan

0
WhatsApp Image 2024 09 23 at 15.22.50
HOD S&M Ciputra Group Project Batam, Robby Juanphilibert A (tengah), bersama dua rekannya. F. Arjuna/Batam Pos

batampos – Ciputra Group kembali memperkenalkan pengembangan terbaru mereka di kawasan CitraLand Megah Batam dengan meluncurkan Emerald Hills, sebuah komunitas hunian mewah yang dirancang untuk memberikan kenyamanan serta keamanan di jantung kota.

Emerald Hills merupakan kluster terbaru dari CitraLand Megah, yang menghadirkan konsep hunian eksklusif dengan fasilitas berkelas. Berlokasi di area strategis, kluster ini dekat dengan fasilitas Luxury Private Clubhouse, yang dilengkapi dengan kolam renang berukuran Olimpiade, pusat kebugaran, area yoga, serta kedai kopi.

Pengamanan di kawasan ini sangat canggih, menggunakan sistem gerbang cerdas (Smart Gate System) dan dilengkapi lebih dari 50 CCTV yang memastikan keamanan setiap saat.

Hunian di Emerald Hills dirancang dengan gaya arsitektur khas Eropa yang memancarkan kemewahan. Lingkungannya yang asri, dengan tanaman tropis dan pepohonan rindang, memberikan kesejukan dan kenyamanan bagi para penghuni.

Terdapat dua pilihan tipe hunian di kluster ini. Pertama, Gold Series, dengan luas bangunan 105 m² dan luas tanah 112 m², menawarkan tiga kamar tidur dan tiga kamar mandi. Kedua, Platinum Series, dengan luas bangunan 137 m² dan luas tanah 128 m², yang memiliki empat kamar tidur dan tiga kamar mandi.

Baca Juga: Ciputra Group Gelar Malam Apresiasi Bernuansa Arabian Night

“Setiap tipe hunian dilengkapi dengan balkon pribadi yang terhubung dengan kamar utama, sehingga memungkinkan penghuni menikmati udara segar sambil bersantai di rumah mereka,” kata HOD S&M Ciputra Group Project Batam, Robby Juanphilibert A, Jumat (20/9).

Selain menawarkan hunian mewah, Emerald Hills juga dikembangkan dengan konsep eco-culture, menyediakan ruang terbuka hijau yang luas serta lingkungan yang sehat dan nyaman. Lokasinya sangat strategis, hanya berjarak lima menit dari Mega Mall dan Batam Centre Point International Ferry Terminal.

Ciputra Group juga menyediakan konsep serviced residences yang menawarkan berbagai layanan tambahan untuk memenuhi kebutuhan penghuni, seperti layanan kebersihan, handyman, layanan pindahan, hingga concierge.

Selama masa pra-peluncuran Emerald Hills, yang berlangsung hingga 29 September 2024, pembeli berkesempatan mendapatkan bonus pra-peluncuran senilai hingga Rp200 juta. Bonus ini mencakup bebas BPHTB, AJB, BBN, subsidi biaya KPR hingga Rp25 juta, serta voucher elektronik atau furnitur hingga Rp18 juta.

“Dengan harga pra-peluncuran mulai dari Rp1,9 miliar, Ciputra Group menawarkan 29 unit pada tahap pertama. Hunian mewah ini menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin tinggal di lokasi strategis dengan lingkungan yang asri dan fasilitas premium di Kota Batam,” ujarnya. (*)

Dikuti 480 Peserta, Roby Minta Penggiat Desa Jadi Penggerak Partisipasi Masyarakat Desa di Bintan

0
Bupati Bintan, Roby Kurniawan menghadiri kegiatan bimtek penguatan paritisipasi penggiat desa dalam pembangunan pada pemberdayaan masyarakat desa di Ballroom Hotel CK Tanjungpinang, Sabtu (21/9/2024) malam. F.Diskominfo Bintan untuk Batam Pos.

batampos– Sebanyak 480 peserta mengikuti bimbingan teknis (bimtek) penguatan paritisipasi penggiat desa dalam pembangunan pada pemberdayaan masyarakat desa.

Kegiatan yang masuk dalam program penguatan dan pembangunan pemerintah desa (DP3PD) 2024 ini berlangsung di Ballroom Hotel CK Tanjungpinang, Sabtu (21/9/2024) malam.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan yang hadir dalam kegiatan itu menyampaikan, kegiatan ini memiliki segudang manfaat karena menjadikan peserta lebih aktif dan eksis di desa.

BACA JUGA: Diterbangkan Angin Kencang, Bayi Terlempar 50 Meter di Desa Air Glubi, Bintan Ditemukan Selamat

Menurutnya, penggiat desa memiliki peran utama sebagai motor penggerak untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan baik fisik dan nonfisik.

Masih menurutnya, penggiat desa memiliki peran yang sangat penting dalam menggerakkan perubahan.
Tak hanya sebagai pelaksana program, tetapi sebagai inisiator, inovator dan pemimpin dalam membangun desa secara berkelanjutan.

Penggiat desa juga harus dapat menjadi corong informasi, dimana segala program maupun kebijakan pemerintah daerah bisa disampaikan ke masyarakat.

“Jadi tidak hanya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Tapi menjadi agen di tengah masyarakat terkait program-program unggulan pemerintah daerah,” pungkasnya.

Ketua Pelaksana Munawir mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pertisipasi masyarakat desa dalam pembangunan di Kabupaten Bintan secara umum.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada para peserta, agar dapat berperan aktif dalam pembangunan di desa masing-masing.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI secara berkesinambungan terus berupaya meningkatkan peran masyarakat Desa dalam pembangunan melalui berbagai program dan kegiatan, salah satunya melalui kegiatan Bimtek tersebut. (*)

Reporter: Slamet

Maraknya Penipuan dengan Modus Segitiga, Kapolsek Sekupang: Kenali Ciri-ciri Penipuan Online untuk Lindungi Diri

0
IMG 20240907 WA0034
Kapolsek Sekupang Kompol Benhur Gultom memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membeli kendaraan. Sebab saat ini sudah banyak yang menjadi korban penipuan baik itu penjual maupun pembeli. Kapolsek juga memberikan tips aman dalam membeli kendaraan. Foto: Dede Humas Polsek Sekupang untuk Batam Pos

batampos – Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli online, terutama saat membeli kendaraan bermotor di media sosial. Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom, mengatakan maraknya kasus penipuan semakin meresahkan, dengan banyak korban berasal dari kedua belah pihak, baik penjual maupun pembeli.

Kapolsek menjelaskan bahwa modus penipuan ini kerap disebut sebagai penipuan segitiga. Dalam skema ini, pelaku penipuan mengarahkan penjual dan pembeli yang asli untuk bertemu, tetapi dengan informasi yang dipalsukan.

“Penjual asli diarahkan penipu untuk bertemu dengan calon pembeli asli, namun salah satu atau keduanya diarahkan ke jalur pembayaran yang tidak aman, atau transaksi tidak sesuai dengan kesepakatan awal,” terang Kompol Benhur Gultom, Senin (23/9).

Menurut Kapolsek, banyak penjual yang ditipu dengan cara memposting barang mereka di media sosial, namun penipu berpura-pura menjadi perantara. Di sisi lain, pembeli tertipu dengan membayar barang tanpa pernah benar-benar menerima barang yang diinginkan.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk mengambil langkah-langkah preventif sebelum terlibat dalam transaksi, terutama transaksi besar seperti pembelian kendaraan bermotor, ” tuturnya.

Beberapa tips yang perlu dipahami diantaranya, pastikan penjual adalah pemilik kendaraan yang sebenarnya. Pembeli harus memastikan bahwa penjual memiliki dokumen resmi seperti STNK dan BPKB yang sah, serta bahwa dokumen-dokumen ini atas nama penjual.

Cek keaslian identitas penjual. Pastikan rekening pembayaran sesuai dengan nama penjual, untuk meminimalisir risiko, pastikan pembayaran dilakukan ke rekening atas nama penjual, bukan ke rekening pihak ketiga atau perantara yang tidak jelas.

“Paling penting jangan tergiur harga murah yang tidak masuk akal. Waspadai barang dengan harga yang jauh lebih rendah dari pasaran. Ini sering kali menjadi indikator bahwa ada sesuatu yang tidak beres, ” ucap Kompol Benhur.

Selain itu masyarakat juga diharapkan menggunakan situs jual beli terpercaya. Jika memungkinkan, lakukan transaksi di situs yang memiliki sistem keamanan lebih baik dan reputasi terpercaya. Manfaatkan jasa pengiriman terpercaya dengan fitur pembayaran di tempat (COD). “Cara ini memberikan jaminan bahwa barang akan dikirim sesuai pesanan, dan pembayaran dilakukan setelah barang diterima, ” tuturnya.

Kapolsek juga menambahkan beberapa ciri-ciri penipu yang perlu diwaspadai ketika bertransaksi di media sosial diantaranya, akun baru dibuat. Biasanya, akun-akun penipu baru dibuat dan memiliki sedikit aktivitas atau pengikut. Harga jauh di bawah pasaran, informasi produk yang minim. Penjual penipu sering memberikan deskripsi produk yang sangat sedikit atau tidak lengkap, dan terkadang bahkan menolak menjawab pertanyaan detail.

“Tolak metode pembayaran COD. Penipu sering kali menolak opsi bayar di tempat, karena mereka berusaha mendapatkan pembayaran terlebih dahulu tanpa memberikan jaminan barang, ” terangnya.

Kapolsek juga menegaskan bahwa penipuan transaksi online ini bisa dikenakan sanksi pidana sesuai dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Sesuai dengan Pasal 28 ayat 1 UU No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pelaku penipuan online bisa diancam pidana penjara selama enam tahun. Selain itu, Pasal 378 KUHP juga mengatur tentang penipuan dengan ancaman hukuman tambahan,” jelasnya.

“Dengan meningkatnya laporan kasus penipuan, diharapkan masyarakat lebih hati-hati dalam bertransaksi online dan tetap memperhatikan berbagai langkah pencegahan agar tidak menjadi korban selanjutnya, ” pungkas Kapolsek. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Pemasangan Minimal Booster Pump untuk Aliran Air di Tanjunguncang Rampung Besok

0
IMG 20240923 WA0040
Proses pemasangan mini booster pump oleh ABH untuk kelancaran aliran air di Perumahan Putera Jaya Tanjunguncang.

batampos – PT Air Batam Hilir (ABH) pastikan pemasangan mini booster pump untuk perumahan Putera Jaya Tanjunguncang rampung, pada Selasa (24/9). Pemasangan alat pendorong tekanan air melalui pipa penyalur ini sebagai solusi jangka pendek atas persoalan krisis pasokan air bersih yang terjadi di perumahan Putera Jaya selama ini.

“Selasa besok sudah siap. Tim masih merampungkan pemasangan di lapangan. Mini booster pump ini untuk mendorong tekanan air dari bak tanki penampung yang kita letakkan di sana ke rumah-rumah warga, ” ujar Humas PT ABH Ginda Alamsyah, Senin (23/9).

Dijelaskan Ginda, pengadaan mini booster pump ini pada dasarnya untuk mendorong tekanan air dari tanki penampung yang disediakan ABH di dekat pemukiman tersebut ke rumah-rumah warga. Sistemnya tetap sama dengan aliran pemukiman lain yang mana akan disalurkan melalui jaringan pipa yang telah disediakan.

Baca Juga: Krisis Air Masih Terjadi di Tanjunguncang

“Kalaupun nanti tetap ada yang tidak lancar, karena namanya tekanan ini pasti yang di depan duluan yang rumah belakang pasti terhambat, kita akan tetap suplai pakai mobil tanki, ” ujar Ginda.

Untuk solusi jangka panjang, seperti yang dijelaskan Ginda sebelumnya, ABH sedang membangun instalasi pengolahan air (IPA) untuk peningkatan produksi air di Dam Duriangkang dan Tembesi dengan total kekuatan 730 liter operasi detik (IPS).

“Inilah solusi yang sedang kita upayakan, atas persoalan sebelumnya termasuk yang terjadi selama ini di Tanjunguncang, Marina dan sebagian wilayah di Sagulung. Untuk Duriangkang kita tingkatkan jadi 500 IPS dan Tembesi 230 IPS. Total jadi 730 IPS, ” ujar Ginda.

Peningkatan produksi air ini disebutkan Ginda, bukan saja karena keluhan dan persoalan sendat nya suplai air yang terjadi selama ini, tapi juga upaya untuk mengimbangi populasi dan juga pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang saat ini.

“Pertumbuhan ekonomi dan masyarakat cukup pesat jadi memang harus ada peningkatan juga biar seimbang suplai air ke semua wilayah, ” ujarnya.

Solusi jangka panjang ini ditargetkan rampung di akhir tahun nanti dengan harapan tahun depan aliran air sudah lancar semua di kota Batam.

Seperti diketahui, beberapa wilayah di Batuaji dan Sagulung kerap kewalahan dengan tersendatnya suplai air bersih selama ini. Wilayah yang paling sering macet dengan aliran ini adalah Tanjunguncang dan Marina. Beberapa hari lalu air macet hingga dua hari di Tanjunguncang dan masyarakat di sana cukup kewalahan. Bahkan warga kerap kali harus merogoh kocek lebih dalam untuk pembelian stok air. Warga berharap persoalan ini segera diatasi secara permanen oleh pengelola air di kota Batam.

“Karena sudah seperti kebiasaan dengan persoalan mati air ini. Benar-benar kewalahan kami. Semoga secepatnya ada perubahan dan solusi yang permanen untuk persoalan ini, ” ujar Ketua RT01/RW24, Kelurahan Tanjunguncang Mustari Abdul Hamid. (*)

Reporter: Eusebius Sara

BSI Raih Best Practices in Regulation Compliance dalam Anugerah ESG Republika Award 2024

0
Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta (kanan) menerima penghargaan Best Practices in Regulation Compliance dalam ajang Anugerah ESG Republika Award 2024 di Hotel Westin Jakarta.

batampos –  PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mendapatkan penghargaan sebagai Best Practices in Regulation Compliance dalam Anugerah ESG Republika Award 2024 yang bertemakan Sehati untuk Bumi. Penghargaan ini didapat sebagai bentuk apresiasi atas komitmen BSI dalam mengimplementasikan prinsip Environment, Social and Governance (ESG).

Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyastika Ananta mengatakan sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI senantiasa berkomitmen dalam implementasi ESG di setiap kebijakan yang diambil. Ini bisa dilihat salah satunya dari pembiayaan keuangan berkelanjutan yang mencapai Rp61,1 triliun hingga Juni 2024.

“Nilai tersebut didominasi oleh pembiayaan UMKM sebesar Rp47,7 triliun, selanjutnya pembiayaan green sector didominasi sektor eco-efficient product Rp6,2 triliun, proyek eco-green Rp5,9 triliun dan energi terbarukan Rp700 miliar,” papar Bob.

Tidak hanya fokus pada pembiayaan hijau, BSI juga berperan dalam mendukung investasi hijau melalui produk keuangan syariah seperti green sukuk. Produk ini bertujuan mendukung proyek-proyek ramah lingkungan yang menjadi bagian dari upaya nasional.

Pada Mei 2024, BSI juga berhasil menerbitkan sustainability sukuk senilai Rp3 triliun, yang mendapatkan minat tinggi dari investor dengan oversubscribed hingga tiga kali lipat. Hal ini mencerminkan tingginya minat terhadap produk keuangan syariah yang mendukung agenda ekonomi hijau di Indonesia.

Tidak hanya itu, BSI juga mengambil langkah nyata dalam memperkuat komitmennya terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan. Salah satu tonggak penting dalam implementasi ESG adalah pembentukan divisi khusus Environmental, Social, & Governance (ESG) Group, yang bertanggung jawab memastikan kebijakan ini berjalan di seluruh lini bisnis.

Selain itu, lanjut Bob, BSI aktif mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon melalui penerapan prinsip keberlanjutan dalam operasional dan pembiayaan. BSI mengoperasikan berbagai inisiatif hijau, termasuk pembangunan gedung berkonsep ramah lingkungan di Aceh, penggunaan 37 kendaraan listrik (EV), charging station, pemasangan 3 panel surya, dan pembangunan sport center yang berfokus pada efisiensi energi.

Salah satu implementasi aktivitas ini adalah penyediaan 50 titik mesin RVM (Reverse Vending Machine) di seluruh Indonesia. Inisiatif tersebut saat ini berdampak pada pengurangan emisi karbon sebanyak 176,5 ton CO2eq dan telah mendaur ulang sebanyak 33,3 ton limbah plastik. Secara keseluruhan, BSI berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp257,39 triliun per Juni 2024. Nilai tersebut tumbuh sebesar 15,99 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Kontribusi lainnya dari BSI bagi masyarakat terlihat pula dari program spiritual dan sosial perseroan hingga Juni 2024. Di mana BSI telah menghimpun ziswaf sebesar Rp545 miliar untuk penyaluran manfaat di sektor ekonomi, pendidikan, kemanusiaan, kesehatan dan dakwah advokasi yang penyaluran tersebut bekerjasama dengan pihak ketiga.

Adapun total penerima manfaat bidang di bidang ekonomi sebanyak 8.000 orang, bidang pendidikan sekitar 20.000 penerima manfaat. Sementara itu, penerima manfaat di bidang kemanusiaan sebanyak 1,3 juta orang. Untuk penerima manfaat di bidang kesehatan sebanyak 3.000 orang, bidang dakwah, dan advokasi 13.000 orang.

“Ke depan, kami akan terus memperluas portofolio pembiayaan hijau dan mendorong nasabah serta mitra bisnis untuk mengadopsi praktik berkelanjutan dalam setiap operasional. Hal ini sejalan dengan komitmen BSI untuk berkontribusi dalam agenda nasional untuk mencapai target net zero emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat,” pungkas Bob. (*)

Media Sosial Dibanjiri Keluhan Warga Batam Sulit Dapat Gas Melon

0
gas melon
Ilustrasi. Masyarakat mengantre membeli gas melon.

batampos – Gas LPG tiga kilogram masih sulit didapat. Meskipun ada pengantaran dari pihak agen ke pangkalan, keluhan akan kelangkaan gas melon ini terus disuarakan masyarakat di Batuaji dan Sagulung.

Ini yang terpantau pada sejumlah media sosial masyarakat pada, Senin (23/9). Pencarian gas melon serta curahan hati akan kelangkaan gas melon terbilang sangat banyak dijumpai di medsos. Ada yang mencari stok, ada juga yang ngomel-ngomel karena kelangkaan ini.

Facebook, Instagram, Whatsapp hingga medsos lainnya trending dengan pencarian gas Melon ini.

Baca Juga: Warga Masih Kewalahan Cari Gas Melon

Susanti, salah satu pengguna medsos dalam laman Facebook nya mengaku sudah empat hari kehabisan gas. Pangkalan dekat tempat tinggal nya di perumahan Mantang, Batuaji selalu kehabisan stok sekalipun dia mendapat kabar ada jadwal pengiriman gas dari agen ke pangkalan.

“Saya datang (ke pangkalan), katanya sudah habis karena sudah ramai yang antre nitip tabung sebelum jadwal pengantaran tiba. Sampai sekarang saya masih cari. Tolong info kalau ada tahu stok gas melon, ” ujarnya.

Dalam curhatan di medsos tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan pihak pangkalan yang mengutamakan orang terdekat atau keluarga untuk melayani pembelian gas melon. Meskipun gas melon ada saat didatangi warga, pemilik pangkalan mengaku sudah ada yang punya.

Ini jadi berpeluang terjadinya konflik sebab sebagian yang memang berjuang keras mendapatkan gas melon tetap tidak kebagian, sementara yang lainnya dapat dengan gampang hanya melalui via telepon atau Whatsapp ke pihak pangkalan.

“Di tempat kami, pangkalan ada gasnya tapi saat mau dibeli katanya sudah ada yang punya. Pesanan saudara lah, pesanan kawan lah. Yang tak punya kenalan sama orang pangkalan akan susah dapatkan gas, ” keluh Irma pengguna medsos lainnya.

Pantauan di lapangan, sepanjang Senin, kemarin, warga yang keliling dengan tabung gas mencari gas melon masih sangat banyak dijumpai di jalan raya. Tanpa tujuan yang pasti mereka datangi setiap pangkalan dan kios pinggir jalan yang biasanya menjual gas. Namun upaya mereka ini sia-sia sebab pangkalan dan kios selalu bilang gas melon habis.

“Sudah capek keliling dari pagi tadi. Tak ada satupun pangkalan yang ada stok. Ada pun katanya sudah ada pembelinya. Entah mau cari kemana lagi ini, ” ujar Ikhsan, warga Marina. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Sering Ditinggal Istri ke Singapura, Alasan Honorer Pemko Nekat Cabuli Anak Tiri Hingga Ratusan Kali

0
cabul
Eko Budianto, 34 pelaku pencabulan terhadap anak tirinya yang berusia 14 tahun saat diperiksa penyidik Polsek Sekupang. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Eko Budianto, 34, seorang honorer di salah satu dinas pemerintah di Batam, ditangkap aparat kepolisian, setelah melarikan diri dari Batam. Eko dituduh melakukan pencabulan terhadap anak tirinya yang berusia 14 tahun sejak tahun 2022, dengan ancaman kekerasan. Pelaku mengaku telah mencabuli korban lebih dari seratus kali selama dua tahun terakhir.

“Awalnya karena istri saya bekerja di Singapura dan sering meninggalkan rumah, saya kesepian. Sejak 2022, sudah lebih dari seratus kali saya melakukan hal itu,” ujar Eko saat diperiksa di Polsek Sekupang, Senin (23/9).

Pelaku melakukan aksi bejatnya di rumah saat istri bekerja. Korban yang tinggal bersama adiknya di rumah pelaku merasa takut karena sering diancam oleh Eko. “Saya ancam, kalau dia lapor ke mamaknya, saya hajar,” ungkap Eko.

Baca Juga: Kabur dari Batam, Pelaku Cabul Anak Tiri Ditangkap Polisi di Pekanbaru

Aksi cabul tersebut akhirnya terbongkar setelah istri pelaku memergoki langsung suaminya melakukan tindakan asusila kepada anaknya. Setelah itu, istri pelaku melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, yang kemudian mengejar pelaku hingga ke Pekanbaru. Eko ditangkap setelah mencoba kabur ke Pekanbaru menggunakan jalur darat dengan sepeda motor, melalui penyebrangan kapal Roro dari Batam menuju Pakning, Jambi.

“Kami mendapatkan informasi terkait rencana pelarian pelaku, sehingga kami langsung bergerak cepat dan berhasil menangkapnya di Pekanbaru,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu M. Ridho Lubis.

Iptu Ridho menjelaskan, penyelidikan awal menunjukkan bahwa pelaku telah berulang kali melakukan aksi cabul terhadap anak tirinya. Setiap kali istrinya tidak berada di rumah, Eko memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan perbuatan keji ini.

Iptu Ridho menegaskan bahwa pelaku akan dijerat dengan Pasal 81 Ayat (1), (2), dan (3) serta Pasal 82 Ayat (1), (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Pelaku terancam hukuman pidana berat atas perbuatannya.

“Penangkapan ini diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap ancaman kekerasan seksual, terutama terhadap anak-anak, ” imbaunya.

Kasus pencabulan ini mendapat perhatian dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Batam. Dedy Suryadi, pendamping dari UPTD PPA, mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan intensif kepada korban, AY (14), serta ibunya yang juga mengalami trauma mendalam akibat kejadian tersebut.

“Kami akan memberikan pendampingan psikologis untuk memulihkan kondisi korban dan ibunya. Ibu korban sangat terpukul setelah mengetahui suaminya mencabuli anaknya berkali-kali sejak 2022,” ujar Dedy.

Selain bantuan psikologis, UPTD PPA Batam juga akan memastikan bahwa korban mendapat pendampingan hukum selama proses penyelidikan dan persidangan berlangsung. “Kami akan mendampingi keluarga korban di setiap tahapan hukum, mulai dari melapor ke kepolisian hingga proses visum dan sidang. Kami juga menyediakan layanan visum secara gratis,” tambahnya.

Dedy menambahkan bahwa korban tidak berani melapor karena sering diancam oleh pelaku. “Pelaku mengancam akan menceraikan ibunya dan tidak memberikan nafkah jika korban berani mengadu. Pelaku juga mengancam akan membunuh korban,” jelasnya.

Kasus ini, lanjut Dedy, menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tindakan kekerasan seksual di lingkungan terdekat. UPTD PPA berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan bahwa korban mendapatkan keadilan yang layak. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Pemasukan Pajak Reklame Batam Tembus Rp 14 Miliar, Penertiban Baliho Tak Berizin Berjalan Ketat

0
papan reklame
Ilustrasi. . Foto: Dokumentasi Batam Pos

batampos – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Batam mencatat hingga 20 September 2024 untuk capaian realisasi PBJT reklame mencapai Rp 14 miliar dari target perubahan Rp 23 miliar di tahun ini. Adapun billboard, videotron dan megatron menjadi penyumbang terbesar Rp 12 miliar sementara reklame kain dan sejenisnya hanya mencapai Rp 1 miliar.

“Baliho aktif saat ini ada 361, sementara reklame juga bisa papan nama ada sebanyak 1697 obyek,” kata Sekretaris Bapenda Kota Batam, M Aidil Sahalo, Senin (23/9).

Bapenda menyampaikan mengenai mekanisme penertiban baliho reklame yang melanggar ketentuan berdasarkan Peraturan Walikota no 50 tahun 2024. Penerbitan atau pembongkaran reklame dilaksanakan apabila penyelenggaraan reklame telah habis masa berlakunya. Kemudian, dilakukan tanpa memperoleh persetujuan Wali Kota. Lalu, tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana Perwako.

“Ada regulasi mengatur tentang pengawasan penertiban tayang dan penertibaan konstruksi oleh Tim Penyelengara Reklame (TPR) dan Tim Penertiban Tayang Reklame (TPTR),” terangnya.

Lanjutnya , pemasangan reklame harus selesai dengan ketentuan yang berlaku dan memenuhi standar etik, estetik, teknis, fiskal, administrasi dan keselamatan.

“Dengan begitu, diharapkan penyelenggaraan reklame bisa tertib, rapi dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Bapenda Batam menekankan bahwa TPTR telah melakukan upaya penertiban. “Kami terus melakukan (pengawasan. Bahkan, kami memanggil wajib pajak yang memasang tidak sesuai dengan estetika,” katanya. (*)

 

Reporter : AZIS MAULANA

Krisis Air Masih Terjadi di Tanjunguncang

0
Demo Air 7 F Cecep Mulyana scaled
Kepala BP Batam Muhammad Rudi bersama Direktur Air Batam Hilir (ABH) Mujiaman saat menemui warga Tanjunguncang. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Warga Perumahan Putera Jaya, Tanjunguncang masih kesulitan dengan suplai air bersih. Aksi unjuk rasa mereka beberapa waktu lalu belum membawa perubahan hingga, Minggu (22/9) siang kemarin. Aliran air masih saja ngadat dan mereka hanya bisa mengandalkan suplai air tanki yang jumlahnya juga jauh dari kebutuhan ideal mereka.

Aldi, warga perumahan Putera Jaya kepada Batam Pos menjelaskan, situasi pasokan air di sana masih sama dengan sebelumnya. Artinya belum ada tindakan yang berarti untuk menanggapi keluhan masyarakat selama ini. Air hanya mengalir di malam hari dengan tekanan yang sangat kecil dan itupun hanya untuk beberapa rumah saja. Masih banyak rumah yang tidak kebagian aliaran air melalui pipa.

Baca Juga: Warga Tanjunguncang Demo di Depan Kantor BP Batam, Ancam Tak Ikut Pilkada Jika Air Tak Mengalir Lancar

“Suplai air tanki memang ada, tapi ya namanya pakai antar tetap saja tak maksimal. Banyak kebutuhan warga tapi yang diantar satu, dua tanki, manalah cukup, ” katanya.

Untuk kebutuhan masak dan minum, masyarakat di sana masih mengandalkan air galon isi ulang yang dibeli dari luar pemukiman mereka. Mereka berharap banyak agar keluhan dan persoalan yang mereka alami ini segera diatasi oleh Pemerintah.

“Kemarin waktu demo katanya mau segera diatasi tapi kok masih seperti ini keadaanya. Tolonglah, sudah bertahun-tahun kami menderita karena masalah air ini. Sudah banyak juga orang pindah dari perumahan ini karena masalah air ini, ” ujar Riko, warga lainnya.

Ketua RW 15, Perumahan Putra Jaya Ilham juga mengakui bahwa situasi dan keadaan di perumahan Putera Jaya belum ada perubahan apapun. Air masih sulit didapat.

“Belum lagi. Masih sama keadaanya, ” ujar Ilham.

Sebelumnya pihak PT Air Batam Hilir (ABH) menjelaskan telah mengupayakan berbagai upaya strategis untuk kelancaran aliran air bersih di wilayah Tanjunguncang ini.

Direktur Utama PT Air Batam Hilir Mujiaman melalui Humas ABH Ginda Alamsyah menjelaskan, ada beberapa langkah yang sudah dan sedang dilakukan untuk mengatasi persoalan air bersih ini. Beberapa diantaranya yakni; melakukan pengaturan valve di seluruh jalur suplai ke arah perumahan Putrajaya yang diharapkan akan meningkatkan suplai air ke wilayah tersebut dan meminimalisir dampak gangguan terhadap seluruh Kota Batam.

Membangun fasilitas fisik untuk memastikan terjadinya peningkatan suplai ke perumahan Putra Jaya sehingga warga di sana mendapatkan suplai air secepatnya.

“Sambil menunggu selesainya proyek IPA DK5 dan IPA Tembesi yang akan menyelesaikan secara permanen masalah suplai di Putra Jaya ini. Poin-poin ini sudah disetujui oleh Direktur BU SPAM Denny Tondano yang bertindak atas nama BP Batam untuk membangun fasilitas fisik tadi, ” ujar Ginda.

Selain itu untuk tindak lanjut terkait persoalan ini ABH juga melakukan tindakan, Perancangan System Mini Booter Pump di lokasi ujung pipa distribusi utama DN500 mm Putra Jaya, melaksanakan survei lokasi untuk mengidentifikasi kebutuhan material, desain dan konstruksi proyek tersebut, serta segera melakukan pengadaan dan konstruksi dimaksud.

“Selama proses pengadaan maka proses persiapan-persiapan fisik secara paralel dikerjakan meliputi: izin lokasi, penyiapan lahan dan lain-lain. ABH juga akan melaporkan perkembangan proyek kepada BP Batam dan stake holder. Langkah-langkah ini dilakukan dan paralel dengan pengaturan suplai. ABH juga mengoptimalkan penambahan pengiriman mobil tanki sebagai upaya paling memungkinkan untuk dilakukan untuk saat ini. Semua itu dilakukan agar warga di Putra Jaya mendapatkan penambahan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ” jelas Ginda. (*)

Reporter: Eusebius Sara