Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2998

5 Oknum Anggota Polresta Terduga Kasus Narkoba Diperlakukan Sama di Rutan

0
5ac0e417 ebdc 4984 b592 d25d1cd1b2e0
Lima dari sepuluh orang oknum anggota Polresta Barelang yang terlibat kasus narkoba saat dipindahkan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II A Batam.

batampos – Sebanyak 5 oknum anggota Polresta Barelang yang terlibat kasus narkoba diperlukan sama dengan warga binaan dan tahanan lain di Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II A Batam.

Seperti tahanan baru lainnya, kelima oknum anggota polisi juga menjalani penahanan di ruangan khusus yang terpisah untuk mengenal aturan dan tata tertib dalam lingkungan Rutan.
“Itu berlaku semua tahanan yang baru masuk memang dipisahkan dulu untuk pengenalan dan pendataan,” ujar Kepala Rutan Batam Fajar Teguh Wibowo.

Jika sudah melewati masa pengenalan lingkungan, mereka juga akan menjalani penahanan seperti warga binaan ataupun tahanan lainnya.

“Kesehatan mereka juga harus dipastikan. Protap tahanan baru memang seperti itu. Diperiksa dulu biar tetap aman warga binaan lain sebelum mereka berbaur, ” kata Teguh.

Begitu juga saat berbaur dengan warga binaan lainnya nantinya, tidak ada perlakuan istimewa atau yang berbeda. Semua warga binaan dan tahanan di dalam diperlakukan sama sesuai aturan yang ada.

Seperti diketahui, Lima dari 10 orang oknum anggota Polresta Barelang yang terlibat kasus narkoba dipindahkan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II A Batam, Sabtu (21/9) siang. Kelima oknum ini dalam keadaan sehat saat diantar oleh jajaran Polda Kepri.

Lima orang oknum anggota Polresta Barelang ditangkap Pengamanan Internal (Paminal) Mabes Polri atas dugaan penyalahgunaan barang bukti narkotika jenis sabu, belum lama ini.

Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu membenarkan penangkapan iin.

“Masih ditangani Mabes Polri. Permintaan personel saya lima orang,” ujarnya di Mapolresta Barelang, Jumat (20/9) malam.

Heribertus menambahkan penangkapan tersebut merupakan pengembangan kasus yang sebelumnya atau menyeret 10 personelnya. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah barang barang disalahgunakan anggotanya tersebut.

Kemungkinan besar pengembangan. Kami juga belum mendapatkan informasi dari Mabes Polri,” katanya. Menurut dia, barang bukti sabu yang disalahgunakan tersebut bukan saat ia menjabat. Sebab, saat ia ini, seluruh barang bukti tersebut harus disertakan dengan berita acara pemusnahan.

“Ini hal yang dulu. Jadi pemusnahan barang bukti disertakan dengan berita acara. Saya belum dapat laporan lengkap dari Polda maupun yang menangani adanya penjualan itu, karena pencatatan barang bukti (saat ini) tidak ada yang hilang atau dijual dari barang bukti Polresta,” ungkapnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Aksi Bersih-Bersih Warga dan Polisi, Wujudkan Lingkungan Sehat di Sekupang

0
IMG 20240922 WA0022
Warga Kampung Tua Tanjung Riau, Sekupang bersama personel Polsek Sekupang, siswa sekolah, serta tokoh masyarakat, mengadakan aksi bersih-bersih lingkungan. F.Rengga Yuliandra/Batam Pos

batampos – Dalam rangka memperingati World Cleanup Day Indonesia (WCDI) yang jatuh pada Minggu (22/9), warga Kampung Tua Tanjung Riau, Sekupang bersama personel Polsek Sekupang, siswa sekolah, serta tokoh masyarakat, mengadakan aksi bersih-bersih lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan dan kenyamanan bersama.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh sebanyak 150 warga RW 001 Kampung Tua Tanjung Riau, bersama 30 siswa dari Madrasah Aliyah Tanjung Riau, turut terlibat dalam aksi gotong royong yang penuh semangat tersebut.
Peserta kegiatan dibekali dengan alat-alat pembersih yang telah disiapkan sebelumnya, seperti sapu, cangkul, karung, dan sekop. Dengan penuh semangat, mereka mulai membersihkan area Kampung Tua Tanjung Riau dari sampah yang tersebar di berbagai sudut wilayah. Warga dan siswa bahu-membahu mengumpulkan sampah, memisahkan antara sampah organik dan anorganik, serta mengelola sampah yang sudah terkumpul. Sampah tersebut kemudian ditimbang sebagai bagian dari dokumentasi hasil bersih-bersih.
Salah satu peserta, Mulyadi, seorang tokoh masyarakat setempat, menyampaikan rasa bangganya atas kerja sama antara warga, pelajar, dan pihak kepolisian dalam kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Polsek Sekupang dan sekolah, ini menunjukkan bahwa dengan gotong royong kita bisa menjaga lingkungan kita tetap bersih dan sehat,” ujarnya.
Aksi bersih-bersih ini juga merupakan bentuk edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran pelajar sejak dini akan pentingnya kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Setelah semua area selesai dibersihkan, kegiatan dilanjutkan dengan penimbangan sampah yang terkumpul. Hasilnya, ratusan kilogram sampah berhasil diangkat dari berbagai sudut Kampung Tua Tanjung Riau. Semangat gotong royong tampak jelas ketika seluruh peserta, baik dari kalangan pelajar maupun warga, bahu-membahu dalam upaya membersihkan lingkungan.
Kapolsek Sekupang Kompol Benhur Gultom, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pihak kepolisian dalam menjaga lingkungan demi terciptanya kehidupan yang lebih sehat dan nyaman.
“Kegiatan ini adalah langkah nyata yang sangat positif dan patut dipertahankan. Kami dari Polsek Sekupang akan terus mendukung setiap kegiatan masyarakat yang bersifat positif, khususnya di Kecamatan Sekupang, dan memastikan bahwa setiap acara dapat berjalan dengan aman dan lancar,” tutup Kompol Benhur.
Dengan adanya World Cleanup Day di Kampung Tua Tanjung Riau ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, serta dapat menginspirasi kegiatan serupa di masa mendatang untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat bagi generasi mendatang. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra

KUA Sekupang Fasilitasi 382 Pasang Pengantin, 201 di Antaranya Menikah di Kantor KUA

0
kartu nikah dok jpg
Ilustrasi kartu nikah. (Dok. JawaPos.com)

batampos – Sepanjang tahun 2024, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sekupang mencatat sebanyak 201 pasang pengantin memilih untuk melangsungkan pernikahan di kantor. Sementara itu, 181 pasang lainnya menggelar akad nikah di luar kantor. Dengan total 382 pernikahan yang sudah tercatat hingga pertengahan September, angka ini menunjukkan tingginya aktivitas pernikahan di wilayah tersebut.

Kepala KUA Sekupang, Adamrin, didampingi beberapa staf termasuk penyuluh agama dan pramubakti, memastikan pelayanan pernikahan berjalan lancar sepanjang tahun ini.

Ia menjelaskan rincian jumlah pernikahan per bulan dimana pada bulan Januari ada 35 pasang, Februari 43 pasang, Maret 34 pasang, April 37 pasang, Mei 48 pasang, dan Juni 63 pasang. “Sementara itu pada bulan Juli 49 pasang, Agustus 46 pasang, dan September hingga hari ini sudah ada 27 pasang. Jadi totalnya 382 pasang,” jelasnya, Minggu (22/9).

Dari total pernikahan tersebut, sebanyak 201 pasang memilih untuk menikah di kantor KUA, sementara 181 pasang lainnya menggelar akad nikah di luar kantor.

“Menikah di kantor seringkali dipilih karena lebih sederhana dan efisien. Sedangkan yang menikah di luar kantor biasanya melibatkan prosesi yang lebih besar, baik di rumah ataupun di tempat lain,” tambahnya.

Selain melayani prosesi pernikahan, KUA Sekupang juga rutin mengadakan Bimbingan Perkawinan (Binwin) untuk calon pengantin. Binwin ini dilaksanakan setiap hari Selasa pada pekan pertama dan ketiga setiap bulannya.

“Kemarin, ada 15 pasang calon pengantin yang mengikuti Binwin. Program ini penting untuk membekali calon pengantin tentang kehidupan rumah tangga yang harmonis dan sesuai dengan ajaran agama,” jelas Adamrin.

KUA Sekupang berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang maksimal, baik dalam urusan pernikahan maupun bimbingan perkawinan. “Kami siap membantu masyarakat yang ingin melangsungkan pernikahan dengan prosedur yang mudah dan cepat, baik itu di kantor maupun di luar kantor,” tutupnya.

Dengan jumlah pernikahan yang terus meningkat setiap bulannya, KUA Sekupang tetap mengutamakan pelayanan profesional demi kenyamanan masyarakat yang akan melangsungkan pernikahan. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Pertamina: Tambah 70 Ribu Tabung LPG 3 Kg

0
LPG melon
Warga antri saat membeli gas 3 Kg saat operasi pasar LPG 3 kg yang di gelar oleh Disperindag Kota Batam bersama Pertamina Patra Niaga Kepri dikantor camat Bengkong Senin (16/9).
F: Cecep Mulyana / Batam Pos

batampos – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, memastikan bahwa stok LPG 3 kilogram di wilayah Batam aman dan tidak mengalami kendala signifikan. Pertamina mendistribusikan 47 ribu tabung elpiji 3 kilogram untuk konsumsi harian. Selain itu, Pertamina juga mendistribusikan 70 ribu tabung hingga 23 September, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat.

”Stok aman, tidak ada kendala signifikan,” kata Area Manager Communication, Relation & CSR, Susanto August Satria, Jumat (20/9) malam.

Ia mengatakan, meskipun terjadi sedikit hambatan distribusi akibat cuaca, hal tersebut tidak berpengaruh besar terhadap ketersediaan gas melon di masyarakat. Dari pemeriksaan yang dilakukan Pertamina bersama Disperindag Batam, ada temuan peningkatan permintaan gas melon dari sektor usaha.

”26 ribu tabung gas melon pada tanggal 16 September di beberapa wilayah, diantaranya Kecamatan Batam Kota, Sagulung, hingga Bengkong. Setiap titik mendapatkan alokasi sekitar 4.500 tabung. Totalnya 70 ribu tabung sampai 23 September mendatang,” tuturnya.

Dengan adanya penambahan stok ini, Satria mengatakan, hal itu sudah mencukupi kebutuhan masyarakat. Dia membantah rumor kelangkaan stok gas melon. ”Kalau misalnya dibilang stok tak ada, itu tidak betul,” ujarnya.

Pertamina memilih untuk tidak mendistribusikan gas ke seluruh titik secara serentak untuk menghindari munculnya kecemburuan sosial dan potensi panic buying. Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong.

”Masyarakat tidak perlu takut sampai panic buying,” kata dia.

Sementara itu, warga Marina, Rengga, mengaku masih sulit mendapatkan gas. Ia mengatakan, dari tiga pangkalan didatanginya, tak menemukan gas melon. ”Saya ke Fanindo, dan Tunas, tapi tidak menemukannya,” ungkap Rengga.

Ia mengatakan, soal pernyataan distribusi gas aman. Namun, dia sebagai masyarakat di Marina, tidak merasakannya. ”Tak sesuai kondisi lapangan,” ujarnya.

Rengga mengatakan, dari pengakuan tetangganya, setiap gas datang ke pangkalan selalu diserbu warga. ”Jadi langsung habis, orang yang gasnya habis sehari kemudian, tak bisa mendapatkan gas,” ucap Rengga.

Hal yang senada diucapkan oleh salah satu pedagang nasi goreng gerobak di Kawasan Legenda. Kepada Batam Pos, dia mengaku sulit mendapatkan gas. ”Susah mencari gas tiga kilogram, sekarang saya beralih ke gas pink (tabung gas 5,5 kilogram),” kata pria akrab disapa pak de.

Begitu juga dengan warga Legenda lainnya, Nur. Ia mengatakan, mencari gas hingga ke Sambau. ”Minggu lalu saya beli gas, tapi gak dapat di sekitaran sini. Saya belinya ke Legenda,” tuturnya. (*)

 

Reporter: Arjuna

12 Kontainer Bantuan Indonesia dari Lazisnu dan Poroz Dikirim Masuk Palestina Lewat Yordania

0
Kontainer bantuan masyarakat Indonesia melalui Lazisnu dan Poroz diberangkatkan menuju Palestina melalui Yordania. (Dokumentasi Lazisnu)

batampos – Serangan Israel kepada masyarakat Palestina di Gaza tidak kunjung berhenti. Begitupun bantuan kemanusia dari masyarakat Indonesia untuk penduduk Gaza juga terus mengalir. Terbaru sebanyak 12 unit kontainer bantuan kemanusiaan dari Indonesia dikirim masuk ke Gaza, Palestina melalui Yordania.

Bantuan kemanusiaan tersebut dikirim lewat lembaga sosial Lazisnu yang berkolaborasi dengan Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (Poroz). Bantuan berisi kebutuhan pokok dan peralatan kebersihan serta kesehatan itu diberangkatkan dari Yordania pada Jumat (20/9) waktu setempat. Pelepasan belasan kontainer itu dipimpin langsung oleh Dubes RI untuk Yordania dan Palestina Ade Padmo Sarwono.

“Alhamdulillah, Jumat 20 September 2024, Lazisnu bersama Dubes RI untuk Yordania-Palestina dan 6 LAZ anggota Poroz lainnya, melepas bantuan gandum dan hygiene packages,’’ kata Direktur NU Care-Lazisnu Qohari Cholil dalam keterangannya Sabtu (21/9) malam. Dia mengatakan sebanyak 12 kontainer berangkat dari gudang bantuan kemanusiaan yang berlokasi di Zarqa Yordania menuju Palestina.

Dia berharap bantuan ini dapat segera sampai dan diterima masyarakat Palestina. Bantuan yang dikirim tersebut, secara keseluruhan bernilai sekitar Rp 5 miliar. Qohari mengatakan beberapa barang bantuan yang akan dikirimkan berupa kebutuhan pokok dan peralatan kesehatan bagi rakyat Palestina.

’’Bantuan berupa hygiene kits dan kebutuhan pokok dikirim langsung menggunakan 12 kontainer, terdiri dari 8 kontainer berisi gandum, dan 4 kontainer berisi hygiene kits,” kata Qohari. dia menyebutkan total bantuan yang dikirimkan senilai Rp 5 miliar. Sedangkan bantuan yang berasal dari NU Care-Lazsinu bernilai total Rp 1,5 miliar.

’’Jika tak ada kendala, bantuan tersebut akan diterima masyarakat Palestina di Gaza dalam waktu satu bulan,’’ katanya. Karena ada proses pengecekan dan antrean administrasi, sebelum kontainer itu masuk ke Gaza.

Sementara itu sekretaris Lazisnu PBNU Moesafa menyampaikan bahwa NU Care-Lazisnu dan lembaga amil zakat yang tergabung dalam Poroz bergerak bersama-sama untuk membantu dan meringankan beban yang diderita oleh rakyat Palestina. Khususnya akibat konflik kemanusiaan yang belum kunjung selesai.

’’Ini merupakan bantuan yang kita distribusikan ke Palestina untuk yang kesekian kalinya,’’ jelasnya. Sebelumnya mereka sudah mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui mitra di Mesir maupun Turki. Serta melalui mitra-mitra mereka yang ada di dalam Yerusalem.

Meosfa menegaskan bantuan kemanusiaan yang dikirim lewat Yordania itu bukan bantuan terakhir. Rencananya setelah pengiriman bantuan tersebut, akan ada lanjutan pengiriman bantuan lainnya sepanjang tragedi kemanusiaan di Palestina belum teratasi.

’’Saya kira ini bentuk kepedulian, kebersamaan dan empati dari seluruh masyarakat Indonesia atas tragedi kemanusiaan yang diderita saudara-saudara kita warga Palestina,” ujarnya.

Sementara itu Duta Besar RI untuk Yordania dan Palestina Ade Padmo Sarwono menyampaikan apresiasinya kepada delegasi Poroz yang telah menginisiasi pengiriman bantuan ini. Menurut dia, langkah Poroz yang datang langsung ke Yordania untuk memastikan bantuan ini dapat disalurkan ke warga di Palestina. ’’Ini adalah wujud nyata solidaritas dan kepedulian bangsa Indonesia terhadap penderitaan rakyat Palestina,’’ ujar Ade Padmo. (*)

Sumber: JP Group

Pasien ODGJ Meninggal Usai 4 Hari Dirawat di RSJ, Keluarga Tak Terima

0
Keluarga Andika (39) menunggu jasad korban saat divisum di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, Sabtu (21/9). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos – Andika (39) seorang warga Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Kepri ini meninggal dunia, usai dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tanjung Uban, Kabupaten Bintan. Namun, kematian Andika, menimbulkan kecurigaan dari pihak keluarga.

Pasalnya, keadaan fisik Andika saat sesudah dan sebelum dirawat di RSJ tersebut sangat berbeda. Pihak keluarga memastikan, Andika diantar ke RSJ pada Senin, 16 September yang lalu karena mengalami gangguan jiwa. Namun, kala itu, kondisi fisik korban tanpa luka memar dan lebam.

“Memang ada luka lecet di tangan dan kaki, tapi hanya sedikit. Tapi sesudah empat hari (dirawat) lukanya malah bertambah,” kata Cipta Kusuma, adik kandung korban kepada Batam Pos, Sabtu (21/9).

Cipta merincikan, saudara kandungnya itu mengalami memar bagian paha kiri dan kanan, dua belah tangan hingga luka bagian punggung. Selain itu, korban dalam kondisi kurus, hingga dehidrasi saat ditemui oleh keluarganya.

Luka-luka yang terdapat di tubuh korban itupun menuai kecurigaan keluarga. Usai dinyatakan meninggal di Ruangan ICU RSJ atau RSUD Engku Haji Daud Tanjung Uban, pada Sabtu (21/9) jasad Andika langsung dibawa ke RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjung Uban, untuk dilakukan visum.

“Jika memang hasil visumnya sesuai dugaan kita (penganiayaan) pasti akan kita tuntut habis. Mungkin karena penganiayaan, atau salah kasih resep obat,” tegas Cipta.

Cipta menceritakan, pihak keluarga hanya bisa membesuk korban sebanyak satu kali dalam satu minggu. Sehingga, setiap harinya ia menghubungi pihak RSJ untuk menanyakan kondisi terkini korban. Kata dia, pihak RSJ kerap menjawab kondisi korban semakin membaik.

Kemudian setelah empat hari dirawat, pihak keluarga tiba-tiba dihubungi oleh pihak RSJ untuk mencarikan obat sesuai resep yang diminta. Keluarga langsung mencari di Tanjungpinang dan mengantarkan obat tersebut ke RSJ.

“Dari situ kita bisa lihat kondisinya. Almarhum sedang makan pasir di dalam ruangan. Memang tidak diperhatikan, kondisinya kurus tidak bisa berdiri, berbeda dengan saat kita antar ke sana,” ungkapnya.

Cipta menambahkan, obat permintaan RSJ pun langsung diberikan kepada korban. Beberapa saat, korban langsung tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke ICU RSJ.

Setelah dilakukan pengecekan, korban malah dinyatakan terkena penyakit komplikasi. Kendati demikian, keluarga memastikan korban tidak mengidap penyakit apapun saat diantar ke RSJ Tanjung Uban tersebut.

“Sebelumnya sudah dicek kesehatan, kata dokter tidak ada masalah, cuma stres saja. Kok tiba-tiba ada komplikasi. Sehingga kita lalukan visum,” pungkasnya. (*)

REPORTER: MOHAMAD ISMAIL

Polsek Sekupang Amankan 11 Motor Berknalpot Brong dalam Operasi Cipkon

0
IMG 20240922 WA0001
Polsek Sekupang berhasil mengamankan 11 sepeda motor berknalpot brong dalam operasi Cipta Kondisi (Cipkon), Sabru (21/9) malam.

batampos – Polsek Sekupang berhasil mengamankan 11 sepeda motor berknalpot brong dalam operasi Cipta Kondisi (Cipkon) yang dilaksanakan, Sabtu (21/09) dini hari. Patroli ini dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta menindak pelanggaran lalu lintas yang meresahkan, terutama kendaraan dengan knalpot yang bising.

Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom, memimpin langsung operasi tersebut bersama Wakapolsek Sekupang, Iptu Yuli Endra, dan sejumlah personel dari berbagai unit Polsek Sekupang, termasuk Kanit Binmas Ipda Doni dan Kanit Intelkam Ipda R. Munthe. Sasaran patroli ini adalah tempat-tempat keramaian, objek vital, serta titik-titik yang dianggap rawan tindak kejahatan, terutama di kawasan Sei Harapan, Tiban Indah, dan Patam Lestari.

Wakapolsek Sekupang, Iptu Yuli Endra, menjelaskan bahwa kendaraan berknalpot brong menjadi salah satu fokus utama dalam patroli kali ini karena banyak keluhan dari masyarakat terkait kebisingan yang ditimbulkan.

“Selama operasi, kami berhasil mengamankan 11 sepeda motor yang menggunakan knalpot brong. Kendaraan-kendaraan ini kemudian kami serahkan ke Unit Tilang Polresta Barelang untuk diproses lebih lanjut sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Iptu Yuli Endra.

Operasi Cipkon ini tidak hanya difokuskan pada penindakan knalpot brong, namun juga bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat melalui kehadiran polisi di lokasi-lokasi rawan kejahatan. Patroli menyusuri berbagai wilayah yang sering menjadi lokasi aksi balapan liar, seperti di Tanjung Riau dan Sei Temiang.

Di samping itu, personel kepolisian juga melakukan pengecekan kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor, dan menindak tegas pelanggaran yang ditemukan.

Selain penindakan, petugas patroli juga memberikan himbauan kepada masyarakat yang ditemui di sepanjang patroli. Mereka diingatkan untuk turut serta menjaga keamanan lingkungan, serta selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom, menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan frekuensi patroli dan operasi serupa, guna memastikan situasi di wilayah Sekupang tetap aman dan kondusif. “Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan wilayah dan menindak pelanggaran yang meresahkan, demi kenyamanan masyarakat,” tutupnya.

Dengan adanya operasi ini, diharapkan gangguan keamanan dan ketertiban dapat diminimalisir, serta masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman tanpa gangguan dari pelanggaran lalu lintas seperti penggunaan knalpot brong. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Pembangunan Puskesmas di Batam Terkendala Aturan Kemenkes

0
puskesmas belakang padang
(F. Putut Ariyo / Batam Pos)

batampos – Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengungkapkan bahwa pada tahun depan kemungkinan tidak akan ada lagi pembangunan Puskesmas di Batam. Hal ini disebabkan oleh aturan dari Kementerian Kesehatan yang membatasi setiap kecamatan untuk memiliki maksimal dua Puskesmas. Akibatnya, dana bantuan dari pusat tidak dapat dialokasikan untuk kecamatan yang telah mencapai batas tersebut.

Didi menjelaskan bahwa secara rasio, jumlah Puskesmas di Batam masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. Menurut standar WHO, idealnya satu Puskesmas melayani 30.000 penduduk. Dengan populasi Batam yang mencapai 1,2 juta jiwa, kota ini membutuhkan sekitar 40 Puskesmas. Namun, karena penyebaran penduduk yang tidak merata, angka tersebut sulit dipenuhi.

”Kecamatan seperti Belakang Padang dan Bulang, misalnya, memiliki jumlah penduduk yang tidak terlalu padat tetapi sudah memiliki satu Puskesmas. Dengan demikian, pembangunan tambahan Puskesmas di kecamatan tersebut tidak mungkin dilakukan,” ujar Didi.

Saat ini, Batam memiliki 22 Puskesmas, termasuk satu Puskesmas baru yang sedang dibangun di Pelunggut. Meskipun begitu, Didi mengakui bahwa masih dibutuhkan minimal 8 Puskesmas tambahan agar layanan kesehatan dapat lebih optimal, terutama di kecamatan-kecamatan dengan jumlah penduduk padat seperti Batam Kota, Sagulung, dan Batu Aji, yang masing-masing hanya dilayani oleh dua Puskesmas.

Lebih lanjut, Didi menyoroti bahwa meskipun fasilitas kesehatan untuk pengobatan atau kuratif di Batam sudah mencukupi dengan lebih dari 100 klinik dan 20 rumah sakit, yang masih menjadi masalah adalah pelayanan promotif dan preventif yang masih terbatas. Pelayanan tersebut, seperti imunisasi dan vaksinasi, hampir seluruhnya ditangani oleh Puskesmas.

”Untuk kegiatan seperti imunisasi, beban terbesar ada di kami, karena populasi Batam menyumbang 60-70% dari total populasi Provinsi Kepri,” katanya.

Didi berharap, agar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tidak hanya menuntut pencapaian target kesehatan, tetapi juga membantu pembangunan Puskesmas agar layanan kesehatan dapat mencakup seluruh kebutuhan masyarakat.

Selain itu, Didi juga menyoroti beban kerja yang berat di Puskesmas. ”Di kecamatan Batam Kota, Sagulung, dan Batu Aji, dengan jumlah penduduk lebih dari 100.000 jiwa, hanya dilayani oleh dua Puskesmas, sementara jumlah penduduk ini hampir setara dengan jumlah penduduk di satu kabupaten seperti Bintan yang dilayani oleh 16 Puskesmas,” ujarnya.

Didi berharap ke depannya pembangunan Puskesmas bisa dilakukan oleh pemerintah daerah, baik itu tingkat kota maupun provinsi, agar beban tenaga kesehatan di Batam dapat lebih ringan. (*)

 

Reporter: Rengga Y

Philip Mark Mehrtens, Pilot Susi Air Berhasil Dibebaskan tanpa Operasi Militer

0
Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens (dua dari kanan) usai dibebaskan dari KKB. (Mabes Polri)

batampos – Mengenakan jaket loreng panjang, Philip Mark Mehrtens melambaikan tangan seraya tersenyum. Kendati dua matanya tampak sayu, kebahagiaan tampak jelas dari ekspresi wajahnya.

Setelah 18 bulan disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB), pilot Susi Air asal Selandia Baru itu akhirnya bebas.

“Halo semuanya, selamat sore. Hari ini akhirnya saya sudah keluar. Saya senang sekali bisa pulang untuk bertemu dengan keluarga saya lagi,” kata Philip sembari berdiri di belakang sejumlah pejabat TNI-Polri yang hadir dalam konferensi pers di Lanud Yohanis Kapiyau, Timika, kemarin (21/9). Dia mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang membantunya terbebas dari penyanderaan.

Philip berhasil dijemput oleh tim TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz 2024. Tim menjemput Philip di Kampung Yuguru, Distrik Maibarok, Kabupaten Nduga. Setelah itu, Philip diterbangkan menuju Mako Brimob Batalyon B, Timika. Di sana, pilot yang disandera KKB sejak 7 Februari 2023 tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan dan psikologis.

Kaops Damai Cartenz 2024 Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani mengatakan, pembebasan Philip merupakan hasil dari soft approach. Bukan melalui operasi militer. “Kami mengedepankan pendekatan melalui tokoh agama, tokoh gereja, tokoh adat, dan keluarga dekat dari Egianus Kogoya (pimpinan KKB, Red),” terangnya. Pendekatan itu dipilih untuk meminimalkan jatuhnya korban jiwa aparat, masyarakat sipil, sekaligus untuk menjaga keselamatan Philip sendiri.

Presiden Jokowi juga mengapresiasi pembebasan itu. Menurut dia, Indonesia telah berusaha sabar dan tidak melakukan tindakan represif. Sehingga Philip tetap dalam kondisi selamat saat dibebaskan. “Ini proses negosiasi yang sangat panjang,” katanya di Istana Negara kemarin.

Sementara itu, dilansir dari The Guardians, Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters menyatakan mengikuti persyaratan TPNPB. Dalam siaran persnya, TPNPB meminta beberapa syarat pembebasan Philip. Salah satunya adalah mengizinkan media untuk meliput proses pembebasan. Selain itu, pemerintah Selandia Baru juga tidak boleh menutupi pernyataan Philip yang akan menceritakan pengalamannya selama ditawan. “Berita ini pasti sangat melegakan bagi teman-temannya dan orang yang dicintainya,” kata Peters.

Dia sendiri mengaku belum sempat berbicara langsung dengan Philip. Dia menceritakan, selama 19 bulan ini pemerintah Selandia Baru selalu bekerja sama dengan pihak berwenang Indonesia. Mereka ingin Philip bebas dengan aman. “Kasus ini telah berdampak buruk bagi keluarga Mehrtens yang meminta adanya privasi,” katanya. (*)

Sumber: JP Group

Jalan Santai sempena HUT Kepri Ricuh Gegara Kupon, Ratusan Hadiah Batal Dibagikan

0
Panitia saat memindahkan ratusan doorprize jalan santai dan senam sehat Hut Kepri ke pickup, untuk dibawa pergi dari Gedung Daerah Tanjungpinang, Minggu (22/9). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos – Kericuhan sempat mewarnai kegiatan jalan santai dan senam sehat sempena hari jadi Kepri ke-22, yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, pada Minggu (22/9) pagi di Gedung Daerah Kota Tanjungpinang.

Kericuhan ini dipicu dengan sedikitnya kupon door prize, dibandingkan jumlah warga yang mengikuti kegiatan jalan santai tersebut. Kondisi ini, membuat Pemprov Kepri memilih membatalkan membagikan ratusan hadiah jalan santai tersebut.

Satu diantara peserta jalan santai dan senam sehat Hut Kepri, Innur mengaku kecewa lantaran tidak mendapatkan kupon hadian kegiatan tersebut. Padahal, ia sudah mengikuti jalannya kegiatan itu sesuai dengan aturan panitia.

“Banyak masyarakat yang tidak dapat kupon. Saya sudah tanya ke panitia mana kuponnya, mereka jawab tidak tau, tidak tau,” tegas Innur di Gedung Daerah Tanjungpinang.

Ia menerangkan, semua warga yang ikut jalan santai tersebut saling berebut untuk mendapatkan kupon hadiah. Bahkan, Innur mengaku sempat jatuh saat hendak meraih kupon dari tangan panitia.

“Sempat jatuh karena berebut, tapi ya tetap tidak dapat. Saya kecewa sekali tidak ada yang bertanggungjawab,” tambahnya.

Sementara menurut warga lainnya, Iryanti juga merasa kecewa soal sedikitnya kupon yang disiapkan dalam kegiatan tersebut. “Kerja di rumah sudah saya tinggalkan. Sampai di sini, malah tidak dapat kupon hadiah,” sebut Iryanti.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Adi Prihantara mengakui, pembagian kupon hadian kegiatan tersebut memang tidak merata. Sehingga banyak masyarakat protes, serta sempat menimbulkan kericuhan.

Melihat kondisi tersebut, kata Sekda pihaknya terpaksa membatalkan pembagian ratusan hadiah kegiatan tersebut. “Maka doorprize kami hentikan (batal dibagikan). Atas nama panitia, kita mohon maaf,” ucap Adi.

Adi menerangkan, nantinya Pemrov Kepri bakal mengadakan lagi kegiatan jalan santai dan senam sehat tersebut. Di kegiatan itu, Pemprov akan menyiapkan lebih banyak kupon, untuk membagikan ratusan hadiah yang dibatalkan dibagikan hari ini.

Nantinya, bentuk kupon kegiatan hari ini akan berbeda dengan kegiatan jalan santai yang akan dilakukan kembali tersebut. Sehingga, kupon hadiah hari ini tidak akan berlaku di kegiatan jalan santai mendatang.

“Kupon hari ini sekitar 5 ribuan. Tapi saat antrean tidak terkontrol, sehingga setiap orang banyak tidak dapat kupon. Nanti akan kita perbanyak kupon,” pungkasnya. (*)

 

REPORTER: MOHAMAD ISMAIL