
batampos – Perusahaan milik adik Presiden RI Prabowo Subianto, Hashim S. Djojohadikusumo, melalui PT Nations Natuna Barat (Arsari Group) resmi terlibat dalam pengelolaan ladang minyak dan gas (migas) Mako di Blok Duyung, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kepastian itu menyusul pelaksanaan tahap implementasi Final Investment Decision (FID) oleh SKK Migas untuk pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja Duyung. Wilayah kerja tersebut sebelumnya dikelola West Natuna Exploration Limited (WNEL).
Pelaksanaan FID menandai dimulainya pengembangan proyek secara penuh setelah melalui evaluasi teknis dan komersial. Dengan keputusan tersebut, proyek Lapangan Gas Mako resmi memasuki fase konstruksi dan pengembangan terintegrasi.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyambut baik masuknya investasi Arsari Group dalam pengembangan Blok Duyung. Ia menilai kehadiran investor nasional di sektor strategis seperti migas akan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian daerah.
“Kami menyambut baik investasi yang dilakukan Pak Hasyim di Blok Duyung. Ini menjadi peluang besar bagi daerah, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Anambas,” ujar Aneng, Rabu (4/3).
Menurutnya, meski nilai total investasi belum diumumkan secara resmi, proyek tersebut diyakini membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, baik pada tahap konstruksi maupun saat produksi berjalan.
Pada fase engineering, konstruksi, hingga instalasi offshore, proyek ini diperkirakan membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Pemerintah daerah berharap masyarakat lokal dapat diprioritaskan sesuai kompetensi yang dibutuhkan.
Selain menyerap tenaga kerja, proyek migas tersebut juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan sektor pendukung, seperti transportasi laut, logistik, perhotelan, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Aneng juga optimistis investasi ini akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan daerah melalui skema dana bagi hasil (DBH) migas yang diharapkan berjalan adil dan proporsional.
“Kami yakin dengan kemampuan dan pengalaman beliau di dunia usaha, proyek ini akan berjalan baik. Harapan kami tentu adanya dana bagi hasil yang adil sehingga daerah penghasil juga dapat merasakan manfaat maksimal,” tegasnya.
Secara terpisah, Hasyim S. Djojohadikusumo menyatakan keterlibatan Arsari Group dalam proyek Mako merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk mendukung ketahanan energi nasional.
“Dengan pengalaman panjang dan teruji di sektor migas serta dukungan pembiayaan yang solid, kami optimistis proyek ini dapat dijalankan secara profesional, tepat waktu, dan memberikan kontribusi nyata bagi penerimaan negara serta penguatan ketahanan energi Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Proyek Mako dijadwalkan memasuki rangkaian fase utama mulai dari Pre-FID pada 2025 hingga target First Gas pada November 2027. Tahapan pengembangan meliputi engineering, procurement, konstruksi, pengeboran, instalasi offshore, hingga commissioning dan start-up.
Lapangan Gas Mako diperkirakan mulai berproduksi (onstream) pada kuartal IV 2027. Proyek ini diharapkan memperkuat sektor hulu migas nasional sekaligus mengokohkan posisi Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai salah satu daerah strategis penghasil migas di Indonesia. (*)
Artikel Hashim Djojohadikusumo Garap Gas Mako Blok Duyung, Anambas Harap DBH dan Lapangan Kerja pertama kali tampil pada Kepri.









