Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 3174

Menakar Peluang Calon Kandidat Kuat di Pilgub Kepri

0
ilustrasi Pilkada
Ilustrasi.

batampos – Proses tahapan pencalonan calon kepala daerah tahun ini memang belum dimulai. Sementara sejumlah nama telah muncul dipermukaan dan dikaitkan dengan Pilkada 2024.

Beberapa waktu lalu, Batam Pos telah mengulas mengenai bursa pencalonan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Kepulauan Riau, berserta dengan sejumlah figur yang namanya sedang tren. Kurang afdal pula jika tak merunut soal Pilgub Kepri kali ini.

Muhammad Rudi, Walikota Batam saat ini, terang-terangan bakal maju ke Kepri 1. Pernyataan tersebut ia sampaikan pada 14 Maret lalu. “Yang penting saya ingin menyatakan diri saya akan maju (Pilgub Kepri 2024),” ujarnya.

Peluang Rudi memang terbuka lebar. Ia merupakan pimpinan Partai NasDem tingkat Provinsi Kepri. Paling tidak, hanya butuh rekomendasi dari pimpinan tertinggi partainya saja untuk melaju pada Pilgub mendatang.

“Kalau saya mau maju, maka partainya harus saya siapkan. Partainya harus kita lobi dulu. Yang jelas NasDem, lah,” kata Rudi.

Baca Juga: Simpatisan Gerindra Nyatakan Dukungan Amsakar-Li Claudia

Selain Rudi, Gubernur Kepri saat ini, Ansar Ahmad, dikabarkan ikut pencalonan lagi. Rumor beredar semakin kuat, hanya saja Ansar sampai saat ini belum blak-blakan memastikan diri ke publik untuk maju di Pilgub.

Jika benar terjadi, maka hal yang sama seperti Rudi juga berlaku ke Ansar. Dia merupakan loyalis Partai Golkar, di tingkat provinsi pun ia pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepri selama 15 tahun, tepatnya 2005-2020.

Di 2023 lalu, Ansar ditunjuk oleh Partai Golkar untuk maju pada kontestasi Pilkada Kepri 2024. Ansar mengaku saat menerima penugasan itu, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan dua tugas kepadanya.

“Kita kemarin diberikan surat penugasan untuk bekerja lebih keras bersama-sama di tahun politik,” kata Ansar saat kunjungan ke Batam, November 2023 silam.

Sebelumnya, DPP Partai Golkar telah menunjuk sejumlah nama sebagai calon kepala daerah di Provinsi Kepri. Nama yang diusung maju di Pilgub Kepri 2024 yakni Ketua DPD Golkar Kepri, Akhmad Ma’ruf Maulana, hingga petahana Ansar Ahmad.

Baca Juga: KPU: Caleg Terpilih Harus Mundur Bila Maju Pilkada 2024

Penunjukan kader Golkar Kepri untuk bertarung di Pilkada Kepri itu diketahui dari surat DPP Partai Golkar bernomor: Sund- 308 /GOLKAR/XI/2023. Surat tersebut ditandatangani oleh Waketum DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung dan Sekretaris DPP Golkar Lodewijk F Paulus.

Kans Rudi dan Ansar di Pilgub Kepri 2024 Menurut Pengamat Politik

Pengamat Politik, yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Kepulauan (Unrika), Rahmayandi Mulda, tak kaget mendengar kabar jika dua figur tersebut maju di Pilgub Kepri tahun ini. Ia menganggap keduanya sama-sama kuat dan punya kans besar.

“Ansar sebagai petahana tentu tak diragukan publik. Ia baru satu periode di Kepri, kemungkinan ia maju dua periode terbuka lebar. Rudi juga begitu, sepak terjangnya di politik juga tak diragukan. Dua periode memimpin Batam. Kalau dia maju juga bukan hal yang mengagetkan,” kata dia, Senin (8/7).

Baca Juga: Industri Menggeliat, Dorong Pertumbuhan Properti

Rahmayandi meyakini, jika kedua tokoh ini bertarung maka akan sulit untuk ditebak siapa yang keluar sebagai jawara. Terlepas dari itu, perkiraannya di Pilgub kali ini ditentukan oleh faktor primordial hingga etnisitas, yang menjadi kunci bagi para calon untuk memenangkannya.

“Ya, menurut saya faktor kesukuan penting saat ini. Peta politik harus benar-benar dibaca secara luas dan baik untuk para calon. Ini menentukan pemenangnya,” kata dia.

Nama Endipat Seksi untuk Cawagub, Kapolda Yan Fitri Ikut Disorot

Terlepas dari faktor penentu menurut Rahmayandi tadi, ada hal yang tak kalah penting bagi setiap calon. Yakni menentukan siapa sosok yang ideal untuk mendampingi Rudi dan Ansar.

Penentuan calon wakil gubernur tak bisa dianggap enteng. Pemilihan calon kepala daerah sejatinya tak cukup dipandang hanya dari siapa aktor utamanya. Sementara pendamping ini bukanlah sekedar pelengkap saja.

Kata Rahmayandi, nama yang cukup seksi untuk bursa pencalonan wakil gubernur di Kepri ialah Endipat Wijaya. Saat ini, Endipat telah memastikan satu kursi di DPR RI, lewat Partai Gerindra. Perolehan suaranya di Pileg kemarin jadi yang terbanyak diantara empat orang yang melaju ke Senayan untuk Dapil Kepri.

“Endipat ini adalah figur yang menurut saya tepat menjadi calon Wakil Gubernur Kepri. Kalau kita lihat basis massanya sangat banyak. Bahkan di Pileg DPR RI kemarin suaranya tertinggi diantara caleg lain di Kepri,” kata dia.

Endipat bisa berdampingan dengan siapa saja di Pilgub mendatang, baik itu Rudi maupun Ansar. Bahkan, kata Rahmayandi, Endipat bisa jadi penentu kemenangan.

“Endipat sama Rudi bisa, sama Ansar juga bisa. Semua memungkinkan. Ada potensi (Endipat) berpasangan dengan siapapun. Tapi yang jelas, Rudi dengan Ansar agak berat untuk berdampingan, karena persoalan ego dan gengsi dari keduanya,” ujarnya.

Baca Juga: Titik Jemput Taksi Online di Bandara Hang Nadim, Kadishub Batam: Yang Disepakati Harus Dipatuhi

Selain Endipat, ada nama Kapolda Kepri, Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah yang disebut-sebut bakal ikut pertarungan politik di Kepri. Hanya saja, menurut Rahmayandi, tak begitu mendobrak seperti Endipat.

Yan Fitri merupakan anak watan Kepri. Ia lahir di Tanjungpinang. Merupakan seorang aparat kepolisian yang punya rekam jejak karir yang terbilang gemilang.

“Semua punya kans. Tapi sekarang ini kita berbicara mengenai siapa sosok atau figur yang peluangnya tinggi untuk memenangkan pemilihan (Pilkada). Kalau Pak Kapolda maju, bisa saja itu. Maka semakin ramai lagi tokoh di Kepri yang ikut serta di Pilkada nanti,” katanya.(*)

Reporter: Arjuna

Puan Maharani Dukung Kaesang Maju Pilkada 2024, Ini Tanggapan Gibran

0
Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka saat memberikan keterangan kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah. ANTARA/Aris Wasita

batampos – Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka menyambut baik dukungan Puan Maharani untuk Kaesang di kontestasi Pilkada Jawa Tengah 2024, dikutip dari Antara.

“Bagus itu, harusnya hari ini Kaesang ketemu Mbak Puan,” kata Gibran di Solo, Jawa Tengah, Senin (8/7).

Bahkan, menurut dia Kaesang harus segera bertemu dengan Puan untuk membahas kemungkinan dirinya maju mengikuti Pilkada 2024.

“Kalau Mbak Puan sudah ber-statement seperti itu, ya bagus,” katanya.

Disinggung apakah dirinya mendukung adiknya untuk mengikuti Pilkada 2024, ia memilih untuk mendukung pernyataan Puan. Termasuk juga kemungkinan soal Kaesang maju ke Pilgub Jateng.

“Saya mendukung statement Mbak Puan yang itu tadi. Yang memunculkan Mbak Puan, yang statement Mbak Puan kan tadi,” katanya.

Mengenai survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menempatkan Kaesang di urutan kedua dengan dukungan terbanyak dalam simulasi top of mind mengenai kandidat bakal calon Gubernur Jawa Tengah, ia mengaku belum melihatnya.

“Kalau survei saya belum lihat. Kalau ada dukungan secara lisan dari Mbak Puan puan itu saya kira itu sebuah kekuatan dan seharusnya Kaesang segera menyambut itu, segera ketemu Mbak Puan hari ini,” katanya. (*)

Denda Belum Diterapkan, DPRD Sebut DLH Batam Tak Serius Jalankan Perda Persampahan

0
IMG 20240605 144053 scaled
Petugas kebersihan saat memasang spanduk imbauan agar warga tidak membuang sampah sembarangan. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2013 tentang Persampahan di Batam yang mengatur denda Rp2,5 juta bagi pembuang sampah sembarangan, nyatanya belum dijalankan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.

Hal ini disesalkan oleh anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Rohaizat yang menyebut alasan klasik kekurangan anggaran dari DLH sebagai penghambat.

“Seharusnya setelah Perda diterbitkan langsung diaplikasikan,” kata, Senin (8/7).

Menurutnya, penegakan Perda ini seharusnya melibatkan Satpol PP dan stakeholder terkait melalui mekanisme Tindak Pidana Ringan (Tipiring).

Baca Juga: Terpaksa Beli Air Tangki, Pengusaha Hotel Merugi

Rohaizat prihatin karena Perda ini tidak dijalankan, mengingat besarnya anggaran yang telah digelontorkan untuk pembuatannya.

“Banyak Perda di Batam yang mandul, termasuk Perda Persampahan ini,” jelasnya.

Ia mendukung penerapan Perda ini dengan catatan dilakukan secara komprehensif, bertahap, dan berkelanjutan. Sosialisasi kepada masyarakat juga menjadi kunci agar penerapan denda ini tidak menimbulkan gejolak.

“Insyaallah dimulai sosialisasi harus masif dulu, jangan sampai masyarakat terkejut dan merasa diberatkan,” jelasnya.

Baca Juga: Simpatisan Gerindra Nyatakan Dukungan Amsakar-Li Claudia

Rohaizat meyakini bahwa dengan denda ini, masyarakat akan lebih menjaga kebersihan dan timbul kesadaran diri.

“Batam sebagai kota wisata harus bersih, indah, nyaman, dan aman,” ujarnya.

Dukungan serupa datang dari anggota Komisi III DPRD lainnya, Tumbur Hutasoit menekankan pentingnya efek jera untuk mencegah kebiasaan membuang sampah sembarangan.

“Harus ada efek jera. Contohnya, saya sering melihat oknum pemerintah membuang sampah dari dalam mobil,” ungkapnya.

Tumbur mengaku yang telah 15 kali menegur masyarakat yang membakar sampah ini. Ia juga mendorong keterlibatan Satpol PP dalam penegakan Perda.

“Negara lain juga mendenda pelanggar aturan. Pada dasarnya manusia sama, perlu ada efek jera seperti tilang bagi pelanggar lalu lintas,” analogi Tumbur.

Baca Juga: Libur Sekolah, 3.025 Penumpang Tinggalkan Batam dengan KM Kelud

Ia bahkan mengusulkan agar PNS yang terjaring membuang sampah sembarangan didenda terlebih dahulu.

“Penegakan hukum harus tegas,” jelasnya.

Penerapan denda bagi pembuang sampah sembarangan di Batam diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mewujudkan kota yang bersih dan asri. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Pegi Setiawan Resmi Bebas dari Tahanan, Sampaikan Terima Kasih ke Jokowi hingga Prabowo

0
Ibu Pegi Setiawan, Kartini, saat mengikuti sidang perdana praperadilan di PN Bandung, Senin (1/7). (Rubby Jovan/Antara)

batampos – Pegi Setiawan telah resmi keluar dari tahanan di Polda Jawa Barat pada Senin (8/7) sekitar Pukul 21.40 WIB. Pegi keluar memakai kaos oranye didampingi tim kuasa hukum, serta ibu dan ayahnya.

Pegi terlihat begitu senang bisa bebas. Senyum dari raut wajahnya terpancar nyata. “Saya sangat bahagia,” ucap Pegi saat keluar dari Polda Jawa Barat.

Dalam kesempatan ini, Pegi menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang sudah mendukungnya selama ini. Mulai dari masyarakat umum, netizen, tim kuasa hukum dan lain sebagainya.

“Saya mengucapkan terima kasih juga kepada Presiden Joko Widodo dan presiden terpilih Prabowo Subianto dan tim yang lainnya,” jelas Pegi.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Bandung memutuskan mengabulkan praperadilan yang diajukan oleh Pegi Setiawan alias Perong alias Robi Irawan. Hakim Tunggal Eman Sulaiman menilai penetapan tersangka Pegi tidak sah secara hukum.

“Mengadili satu mengabulkan permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya,” kata Eman dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Senin (8/7).

“Dua menyatakan proses penetapan tersangka kepada pemohon berdasarkan surat ketetapan nomer SK/90/V/RES124/2024/DITRESKRIMUM tanggal 21 Mei 2024 Atas nama Pegi Setiawan beserta surat yang berkaitan lainnya dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum,” lanjutnya.

Atas dasar itu, Hakim memerintahkan Polda Jawa Barat menghentikan penyidikan kepada Pegi. Sebab, proses penyidikan dianggap tidak sah.

“Memerintahkan kepada termohon Untuk menghentikan penyidikan terhadap berita penyidikan kepada pemohon,” jelas Eman. (*)

Perbaikan Pipa Bocor di Nagoya Ditargetkan Selesai 14 Juli, Warga Diminta Bersabar

0
galian pipa
Petugaas memperbaiki pipa bocor di Nagoya. (F. Arjuna / Batam Pos)

batampos – Sejak 3 Juli lalu, perbaikan kebocoran pipa di depan Perumahan Happy Garden, Nagoya, Batam, tak kunjung rampung. Akibatnya, suplai air disejumlah lokasi terhenti.

Sudah sepekan warga setempat tak mendapat suplai air. Beberapa diantaranya bahkan sampai membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan harian. Area terdampak diantaranya kawasan Dian Center, Newton, Hotel Utama, Pert Square 91, Pasar Angkasa, Pert Polaris, dan sekitarnya.

Akim, warga perumahan Happy Garden, mengalami suplai air tersendat. Ia terpaksa membeli air galon, untuk kebutuhan rumah tangga.

“Memang air ngalir, tapi kecil (aliran air). Nunggunya lama, makanya beli air galon aja. Sehari paling sedikit lima galon,” kata dia, Senin (8/7).

Baca Juga: Titik Jemput Taksi Online di Bandara Hang Nadim, Kadishub Batam: Yang Disepakati Harus Dipatuhi

Kebocoran pipa air itu sebenarnya terjadi pada 2 Juli lalu. Aliran air di kawasan Nagoya terhenti. Selain masyarakat, pemilik usaha di sekitaran sana pun mengeluh lantaran kebutuhan air tak terpenuhi.

“Kita nyuci pun terpaksa beli galon. Kalau mandi saya ke rumah saudara di Bengkong,” kata Juan, salah seorang warga lainnya.

Humas PT Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah, menginformasikan bahwa sampai saat ini petugas masih berjibaku mencari pangkal pipa yang mengalami kebocoran itu. Kemungkinan kebocoran berada di bawah badan jalan.

Ia mengamini jika kali ini petugas kesulitan memperbaiki pipa lantaran kendala masalah titik kebocoran. Petugas harus terlebih dulu mencari hulu sumber air, dan memutus aliran untuk sementara. Lalu baru bisa dilakukan pekerjaan.

Baca Juga: Ratusan Anak Kurang Mampu di Batam Terancam Gagal Sekolah Negeri

“Pipa yang bocor itu kemungkinan di bawah jalan. Kita tidak mungkin langsung melakukan pekerjaan, arus lalu lintas di sana cukup padat, takutnya nanti mengganggu. Makanya kita fokus bekerja pada tengah malam,” kata Ginda.

Kemungkinan, jika tidak ada halangan, perbikan akan rampung di tanggal 14 Juni mendatang. Imbas dari kebocoran pipa tersebut, setidaknya ada 1.300 pelanggan yang terdampak mati air.

“Kami akan berusaha maksimal untuk bisa lebih cepat dari hari yang diperkirakan. Kami minta masyarakat tetap bersabar. Petugas sedang melakukan upaya maksimal dan mengusahakan agar perbaikan selesai hari ini,” ujar dia.

Pengusaha Buka Suara

Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, menyayangkan matinya aliran air bersih itu. Nagoya merupakan pusat bisnis di Batam. Harusnya menjadi perhatian khusus bagi konsorsium air bersih.

“Ketika aliran air bersih di Nagoya ini mati, tentunya akan menganggu operasional pelaku usaha di Nagoya dan sekitarnya. Terutama usaha yang mengandalkan air bersih seperti hotel dan restoran,” katanya.

Baca Juga: Korban Penggelapan Mobil di Batam Terus Bertambah

Wajar baginya jika pelanggan air bersih di Batam tak bisa mentolerir lamanya air mati di sekitaran Nagoya ini. Seharusnya pihak terkait sudah memiliki langkah-langkah antisipatif jika terjadi kebocoran pipa.

“Kita imbau perusahaan air bersih bersama dengan pengelola air bersih di Batam bisa lebih profesional lagi. Batam sebagai daerah industri seharusnya tidak boleh lagi sampai kekurangan air bersih. Wajah Batam bisa tercoreng di mata investor kalau hal-hal begini dibiarkan terus terjadi,” ujar dia. (*)

 

Reporter: Arjuna

 

Kisah Pegi Setiawan yang Dituduh Jadi Otak Pembunuhan Vina Cirebon dan Dinyatakan Bebas dari Segala Tuduhan

0
Pegi Setiawan, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Vina dan Eky Cirebon. (JawaPos)

batampos – Selasa, 21 Mei 2024 menjadi malam yang kelam bagi Pegi Setiawan. Pulang bekerja sebagai kuli bangunan di daerah Kopo, Kota Bandung tiba-tiba diciduk anggota Polda Jawa Barat saat jalan kaki hendak pulang ke daerah Katapang.

Yang lebih mengejutkannya lagi, Pegi dituding sebagai otak pembunuhan Revina Dewi Arsita alias Vina dan kekasihnya di Cirebon pada 2016 lalu. Polda Jawa Barat menilai Pegi adalah DPO yang selama 8 tahun terakhir dicari polisi

“Ya (Pegi sudah ditangkap),” kata Dirreskrimum Polda Jawa Barat Kombes Pol Surawan saat dikonfirmasi, Rabu (22/5).

Polisi sempat mengalami kesulitan saat melacak keberadaan Pegi. Selain berpindah tempat, di antaranya Cirebon dan Bandung, tersangka juga sudah berganti nama menjadi Robi.

Dari penampakannya, Pegi yang ditangkap memang mirip dengan ciri-ciri yang disebar oleh Polda Jawa Barat. Pegi berusia sekitar 30 tahun. Dia memiliki bentuk wajah agak kotak. Kulitnya sawo matang.

Mukanya tidak terlalu mulus, banyak bekas jerawat. Alisnya cukup tebal dengan mata tidak terlalu bulat. Dia memiliki kumis tipis dan dagu mulus tanpa rambut.

Namun perbedaan dengan ciri-ciri yang dirilis Polda Jawa Barat terlihat di bagian rambut. Polda menyebut Pegi memiliki rambut kriting, sedangkan penampakan setelah ditangkap rambutnya lurus ke arah sebelah kanan kepala.

Polda Jawa Barat saat itu yakin Pegi bukan korban salah tangkap. Polda akan membuktikannya dalam proses penyidikan.

“Tentu berdasarkan keterangan yang bisa kita dapatkan, seperti kita sampaikan harus memenuhi alat bukti yang cukup baik bedasarkan Pasal 184 KUHAP, keterangan saksi, ket tersangka, keterangan ahli akan kita proses ulang persesuaian apakah benar Pegi yang ditangkap adalah Pegi alias Perong yang sudah kita DPO kan,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Jules Abraham Abast kepada wartawan, Rabu (22/5).

Jules mengatakan, penyidik bekerja sesuai prosedur yang ada. Dalam melakukan penangkapan juga telah mengacu pada bukti awal. Selanjutnya, akan dilakukan pendalaman kepada Pegi alias Perong.

‘’Tersangka PS diduga sebagai otak kasus pembunuhan disertai pemerkosaan yang terjadi delapan tahun silam,’’ kata Jules.

Sementara, Sugiyanti, pengacara Pegi Setiawan alias Perong menyatakan kliennya tidak terlibat dalam kasus pembunuhan dan rudapaksa kepada Vina di Cirebon pada 2016 lalu. Dia mengklaim Pegi tidak pernah mengenal Vina.

“Pegi tidak pernah melakukan perbuatan keji itu, kenal sama Vina juga nggak, kenapa Pegi dikejar-kejar polisi,” kata Sugiyanti kepada wartawan, Sabtu (25/5).

Sugiyanti mengatakan, Pegi ditangkap saat sedang mengecat rumah di Bandung. Dia merasa terkejut setelah didatangi pihak kepolisian.

Menurutnya, Pegi adalah tulang punggung keluarga sejak berusia 15 tahun. Sehingga tidak punya waktu untuk bergabung dengan geng motor.

“Kalau Pegi itu adalah tulang punggung keluarga, karena sejak di usia 15 tahun sudah kerja sebagai buruh bangunan,” ungkapnya.

Sugiyanti menjelaskan, orang tua Pegi sudah berpisah sejak lama. Sejak saat itu, Pegi menjadi tulang punggung ibunya, dan bekerja sebagai kuli bangunan.

“Dia kan terus bekerja dari umur 15 tahun, pada saat 2016 pun dia masih bekerja sebagai buruh untuk menghidupkan keluarganya. Jadi kalau misalkan dia melakukan hal yang keji itu keluarga pun tidak mungkin,” jelasnya.

Setelah itu, Pegi sendiri sempat memberikan pernyataan singkat bahwa dirinya bukan lelaku pembunuhan dan pemerkosaan Vina. Pegi secara tegas merasa difitnah dalam pencarian pelaku yang masih buron.

“Izin bicara, saya tidak pernah melakukan pembunuhan itu, ini fitnah. Saya rela mati,” kata Pegi di sela-sela konferensi pers Polda Jawa Barat, Minggu (26/5).

Setelah panjangnya proses penyidikan, pihak Pegi memutuskan mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Bandung. Sepekan proses sidang berjalan, Hakim Tunggal Eman Sulaiman akhirnya menjatuhkan putusan bahwa penetapan tersangka kepada Pegi tidak sah secara hukum. Sehingga Pegi harus dibebaskan. (*)

Proyek Box Culvert di Tanjungpinang Diprotes Warga

0
Komisi III DPRD Tanjungpinang saat mendatangi proyek pembangunan box culvert bersama warga di Jalan Aisyah Sulaiman. F. Mohamad Ismail

batampos– Pembangunan gorong-gorong menggunakan box culvert di Jalan Aisyah Sulaiman, Kota Tanjungpinang diprotes warga sekitar.

Menurut salah satu warga, Buana Fauzi mengatakan pembangunan gorong-gorong itu juga tidak disosialisasikan ke masyarakat.

“Jadi kita tanya ke kontraktor, katanya mau bangun box culvert dengan dimensi 4 kali 3 meter,” kata Buana, Senin (8/7).

Ia menerangkan, pembangunan box culvert itu membuat tinggi jalan bertambah sebanyak 2,5 meter dari jalan sekarang. Kondisi ini, tentunya dapat membenam lahan milik warga.

“Ya otomatis banjir, ini yang kita khawatirkan. Makanya kami minta jaka jangan dilaksanakan dulu,” ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan tersebut haruslah meminta persetujuan warga yang terimbas. Apalagi, terdapat lahan warga yang terkena akibat pembangunan itu.

BACA JUGA: Gorong-gorong Tersumbat, Jalan Raya Indunsuri Tanjunguban Tergenang Air

“Tidak ada niat kami menghalangi pembangunan. Kita juga sudah layangkan surat pengaduan ke DPRD,” tambahnya

Setelah menerima pengaduan tersebut, Komisi III DPRD Tanjungpinang sudah turun ke lokasi proyek, untuk mendengarkan keluhan warga.

Sekretaris Komisi III, Ashady Selayar menyampaikan bahwa warga sekitar mengeluh, lantaran pembangunan box culvert itu akan membuat tinggi jalan bertambah 2,5 meter.

Dengan tinggi tersebut, kata dia lahan milik warga berada lebih rendah dari jalan, serta dapat membuat banjir.

“Tadi kita juga sudah mendengarkan keluhan mereka, seperti pemilik peternakan lele yang ada di sana,” sebutnya.

Nantinya, pihak Komisi III DPRD Tanjungpinang juga akan mengundang para warga dan pihak terkait, untuk hadir dalam rapat dengan pendapat (RDP) membahas masalah tersebut.

“Untuk sementara kita menunggu hasil rapat. Jadi saat rapat kita mengundang semua pihak termasuk BPJN,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: M Ismail

Bunuh Diri dan Pembunuhan Dominasi Kasus Kriminal Sepekan Ini di Batam

0
97a2f488 f31e 4497 90e1 7bae1b2f8537 scaled e1720235099461
Jasad korban bunuh diri di Bengkong Asrama. F. Yofie/Batam Pos.

batampos – Kasus bunuh diri dan pembunuhan mendominasi penyelidikan jajaran Polresta Barelang Batam dalam sepekan ini. Sedikitnya ada empat kasus bunuh diri, satu kasus pembunuhan serta satu lagi temuan jenazah wanita dengan bekas tanda-tanda kekerasan yang diduga kuat sebagai korban pemerkosaan dan pembunuhan.

Dua kasus bunuh diri dengan cara loncat dari Jembatan I Barelang terjadi pada, Minggu (31/7) lalu. Korban pertama adalah Yefta yang terjun dari atas Jembatan karena persoalan hidup. Yefta ditemukan meninggal dunia di sore harinya.

Selang sejam kemudian ada lagi Dapot, pria lain yang loncat dari atas jembatan yang sama. Namun nasib baik masih berpihak padanya. Dia selamat karena petugas SAR gabungan yang mencari korban bunuh diri sebelumnya masih berada di sekitar Jembatan I.

Baca Juga: Polisi Fokus Hasil Pemeriksaan Medis untuk Pastikan Penyebab Kematian Kasir Toko Sayur

Selanjutnya ada aksi bunuh diri Putra Ardiantono, penghuni kosan di Bengkong Asrama, yang nekat mengakhiri hidupnya diduga karena permasalahan rumah tangga dengan cara gantung diri, Sabtu (6/7) lalu. Pria 36 tahun ini sempat meminta maaf kepada sang istri melalui sepucuk surat.

Surat tersebut ditujukan kepada wanita bernama Hani. Dalam surat, Putra menuliskan permintaan maaf karena kerap membuat istrinya tak bahagia.

“Itu surat untuk istrinya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Marihot Pakpahan.

Selain bunuh diri juga ada aksi pembunuhan yang menimpah Suryadi alias Yadi, buruh bangunan di Seibeduk. Yadi dibunuh secara keji, setelah dianiaya kemudian dibakar hingga tewas oleh Yopi Yusnandi.

Baca Juga: Kasir Toko Sayur Tewas dengan Kondisi Setengah Telanjang dan Badan Penuh Luka

Penyebabnya, Yopi tersinggung dengan omongan korban yang terlalu pedas sehingga dia nekat menghabisi korban, Rabu (3/7) malam. Yopi kini sudah mendekam di sel tahanan kapolsek Seibeduk untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu

“Orangnya ngesalin (korban). Omongan pedas semua ke pekerjaan lain. Merepet kayak emak-emak aja kerjaannya. Kata-kata kotor dan kasar dia,” ujar Yopi di Kapolsek Seibeduk.

Kasus kriminal lain yang jadi perhatian Satreskrim Polresta Barelang dan Polsek Sagulung saat ini adalah, temuan jenazah wanita muda bernama Wina di toko sayur, pasar Sagulung. Wina diduga kuat korban pembunuhan sebab saat ditemukan, badannya penuh luka, kepala dibalut plastik dan setengah telanjang. Wina diduga diperkosa kemudian dibunuh. Polisi masih mendalami kasus ini.

“Masih kami dalami. Penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan medis, ” ujar Kanit Reskrim Polsek Sagulung Ipda Husnul. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Bunda Literasi Kepri Piknik Bersama Puluhan Anak-anak, Baca Buku Bareng hingga Main Game

0

batampos– Puluhan anak-anak dengan penuh canda tawa dan keceriaan ikut berpiknik bersama Bunda Literasi Kepri, Hj. Dewi Kumalasari Ansar. Kegiatan berlangsung di bawah temaram bayangan replika Kapal Bulang Linggi, Jalan Bandara, Tanjungpinang, Jumat (5/7) sore.

Anak-anak dari berbagai kelompok umur ikut kegiatan pada Lapak Baca Bahagia, Tempat Berbagi Informasi dan Kebahagiaan. Piknik yang diselenggarakan oleh Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Fresh dan Abqory ini agak berbeda, yakni piknik bareng buku. Diisi dengan baca buku bareng, main game, mendengar dongeng dari Kak Aam Sabarmen, hingga mewarnai.

Bunda Literasi Kepri, Dewi Ansar pada kesempatan itu juga menyumbangkan puluhan buku bacaan dan alat mewarnai. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkaya pengetahuan dan kreativitas anak-anak serta menginspirasi mereka untuk mencintai literasi.

“Anak-anak, jangan pernah berhenti membaca. Buku adalah jendela dunia yang akan membawa kalian ke tempat-tempat yang belum pernah anak-anak bayangkan sebelumnya.” pesannya.

Dewi Ansar yang juga Ketua TP-PKK Kepri juga berpesan bahwa ilmu dan pengetahuan adalah harta yang tak ternilai. Semakin banyak anak-anak membaca, semakin kaya pengetahuan.

BACA JUGA: Pengiat Literasi hingga Pelajar di Kepri Ikut Kegiatan Kemah Literasi

“Buku-buku ini adalah teman setia anak-anak. Jaga dan hargai mereka, karena mereka akan selalu memberikan anak-anak wawasan dan inspirasi.” ujar Dewi Ansar.

Ia pun mengapreasiasi TBM Fresh dan TBM Abqory yang menginisiasi piknik bareng buku ini. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat mengisi liburan sekolah anak-anak.

“Selamat berlibur anak-anak. Mari kita bersama-sama mencintai literasi dan berbagi kebahagiaan melalui buku. Semoga kegiatan ini menjadi momen berharga bagi kalian semua.” tutupnya. (*)

Terdakwa Rahman Minta William Manager PT Mega Trijaya Dihadirkan dalam Sidang, Kasus Pembunuhan Jimmy Hutasoit

0
IMG 20240624 WA0129
Rahman Padak pelaku pembunuhan terhadap Jimmy Hutasoit saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri, Batam. Foto: Yashinta/ Batam Pos

batampos– Meski sudah berstatus terdakwa pembunuhan di Pengadilan Negeri Batam, ternyata Rahman Padak masih dendam dengan dua orang. Mereka adalah William Manager atau Kontraktor PT Mega Trijaya dan Koordinator Lapangan Harpinsyah.

“Saya menunggu kehadiran William dan Harpinsyah ke sidang. Saya masih dendam,” ujar Rahman Padak usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Batam, Senin (8/7).

Rahman menjelaskan, akibat perbuataan kedua saksi tersebut ia harus membunuh nyawa orang tak bersalah. Jikalau permintaan gajinya dibayar dan tak ditunda-tunda, pastinya pembunuhan itu tak akan pernah terjadi.

“Merekalah penyebab ini semua,” tegas Rahman.

BACA JUGA: Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Celurit Melayang di Pasar Seken Aviari

Sebelumnya, majelis hakim yang dipimpin Douglas RP Napitupulu didampingi Yuanne dan Andibayu menunda sidang. Sebab jaksa penuntut umum, Abdullah tak berhasil menghadirkan saksi William dan Harpinsyah.

“Kami minta sekali lagi, jaksa memanggil kedua saksi ini. Dan jni sudah panggilan ketiga,” ujar Douglas kepada Abdullah.

Menurut hakim Douglas, sidang akan kembali digelar Senin depan, debgan agenda keterangan saksi yang dihadirkan JPU.

“Kami harap para saksi itu bisa diusahakan hadir,” tegas Douglas

Usai sidang, Abdullah Yusuf penasehat hukum terdakwa Rahman, sangat berharap kedua saksi itu bisa dihadirkan. Hal itu dikarenakan keduanya adalah saksi kunci awal perbuatan yang dilakukan Rahman terjadi.

“Jadi kami benar-benar berharap kedua saksi itu dapat dihadirkan. Harpinsyah seorang aparat keamanan dan William Direktur developer tersebut,” ujar Abdullah Yusuf didampingi rekannya Kornelius.

Menurut dia, Harpinsyah memiliki peran kuat yang menyebabkan terdakwa bertindak nekat. Dimana terdakwa terlibat dalam pembebasan lahan tersebut, namun saat terdakwa meminta gaji yang hanya 1 bulan tak pernah dibayar. Begitu juga dengan William yangs selalu menunda dan beralasan untuk pembayaran gaji.

“Padahal terdakwa ini digaji di bawah UMK, tapi saat meminta satu bulan gaji, malah dipermainkan ,” sebut Abdullah Yusuf

Diketahui, Rahman membunuh Jimmy Hutasoit saat berada di dalam kantor pemasaran perumahaan di Tiban. Jimmy dibunuh dengan cara ditebas pakai parang saat sedang live memasarkan produk perumahaan. Antara Jimmy dan Rahman juga tak saling kenal. (*)

Reporter: Yashinta