Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 3184

498 Warga Batumerah Terima Bantuan Beras Bulog

0
beras bulog
Anggota  Ombudsman RI , Yeka Hendra Fatika melihat langsung pembagian beras Bulog kepada 498 warga Kelurahan Batumerah, Batuampar, Batam. (F. Abdul Azis / batam pos)

batampos – Sebanyak 498 warga Kelurahan Batumerah, Batuampar, Batam, menerima bantuan pangan beras Bulog dalam program pemerintah untuk membantu warga miskin dan menekan inflasi. Penyaluran ini diawasi langsung oleh Ombudsman Republik Indonesia agar tepat sasaran dan bebas dari penyelewengan.

Anggota  Ombudsman RI , Yeka Hendra Fatika, hadir di lokasi, mengatakan bahwa pihaknya selalu memantau penyaluran bantuan sosial pemerintah, termasuk bantuan pangan beras ini.

“Hasil pengamatan kami di tahun sebelumnya masih ada permasalahan yang harus dituntaskan dalam penyaluran bantuan pangan ini agar lebih baik lagi,” ujarnya, Selasa (25/6).

Pihaknya  memastikan bahwa beras yang dibagikan adalah beras impor berkualitas premium dari Thailand, Pakistan, dan Myanmar.

Yeka juga menekankan bahwa bantuan pangan merupakan pelayanan publik dari pemerintah sehingga perlu diawasi dengan ketat.

“Tadi yang terlihat proses pendataan adalah salah satu isu krusial. Penerima bantuan harus memenuhi kriteria, dan jika tidak memenuhi, maka bisa digantikan oleh yang berhak,” jelasnya.

Kemudian , Ombudsman RI  juga berdiskusi dengan Bank Indonesia (Kepri) terkait korelasi antara bantuan pangan dan inflasi. Pihaknya menyarankan agar program bantuan pangan diperpanjang di bulan berikutnya dengan perencanaan yang matang.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh pedagang beras untuk tidak melakukan spekulasi yang menyebabkan harga beras bergejolak,” tambah Yeka.

Sementara itu, PLT Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan , Indra Wijayanto, mengatakan bahwa cadangan pangan pemerintah saat ini mencapai 1,6 juta ton yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Bantuan pangan ini dibagikan secara gratis sebanyak 10 kilogram per orang,” ujarnya.

Indra juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan kepada Bulog jika menemukan harga beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 13.500 per kilogram.

Indra Wijayanto mengatakan secara sistem penyerahan bantuan pangan di Kota Batam secara sistem sudah baik dan sesuai juknis. Temuannya adalah Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).

“SPTJM ini masih belum tepat. Begitu ada yang tidak layak dan tidak tepat menurut Kelurahan seharunya bisa diganti. Tapi tidak diganti. Keputusan masing-masing aparat Kelurahan,” katanya.

Indra menuturkan adapun persyaratan penggantian penerima, pertama data tidak ditemukan ketika memang sudah pindah ke lain wilayah dan dianggap merasa sudah mampu. Penggantiannya data-data yang dimiliki daerah.

Pengawasan ketat dari Ombudsman RI  diharapkan dapat memastikan bahwa bantuan pangan beras ini tepat sasaran dan membantu meringankan beban masyarakat miskin, serta menekan laju inflasi di Indonesia. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Spanyol Sapu Bersih Kemenangan di Grup B, Pelatih Minta Tak Jemawa

0
Gelandang timnas Spanyol, Rodri merayakan kemenangan La Roja atas Italia pada pertandingan kedua grup B Piala Eropa 2024 yang berlangsung di Arena AufSchalke, Gelsenkirchen, Jerman.

batampos – Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente meminta timnya untuk tidak jemawa setelah menyapu bersih tiga kemenangan di Grup B Piala Eropa (Euro) 2024,

Dikutip dari Antara, Spanyol menuntaskan fase grup dengan mengalahkan Albania 1-0 pada Selasa. Gol kemenangan La Furia Roja dicetak oleh Ferran Torres pada menit ke-13.
​​​
Spanyol sebelum juga berhasil meraih kemenangan 3-0 atas Kroasia di laga pembuka dan menekuk Italia 1-0 di pertandingan ke-2.

Hasil sempurna tersebut menjadikan Spanyol sebagai tim favorit juara di ajang Euro 2024.

“Tidak ada salahnya bermimpi (menjadi juara), tetapi kami tidak boleh jemawa dan tetap tenang,” kata De la Fuente setelah pertandingan melawan Albania yang dikutip AFP pada Selasa.

Luis de la Fuente juga mengatakan bahwa Spanyol masih harus bermain lebih baik lagi bila ingin melangkah lebih jauh di fase gugur.

“Kami tidak puas dengan apa yang sudah diraih. Para pemain ini sangat ambisius. Kami bisa lebih baik lagi di segala aspek,” ucap De la Fuente.

Spain masih harus menunggu lawan mereka di babak 16 besar yaitu tim peringkat tiga terbaik di fase grup. (*)

Kasus ISPA Tinggi, Gejala Mirip Covid-19

0
puskesmas botania 1
Sejumlah warga antre berobat di Puskesmas Botania 1, Batam Kota, Senin (24/6). Dinkes Kota Batam mencatat warga yang terkena ISPA mencapai 2 ribu lebih kasus. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas atau dikenal dengan ISPA, mulai menyerang masyarakat Kota Batam sejak beberapa waktu terakhir. Bahkan, tercatat dalam beberapa pekan ini, tingkat kunjungan warga ke Puskesmas di Batam didominasi warga yang menge-luhkan gangguan saluran pernapasan seperti batuk, bersin, hidung tersumbat disertai pusing, demam, dan badan terasa lemas serta meriang.

Meski ada gejala yang hampir menyerupai kasus Covid-19 varian JN.1 dan sub-garis keturunannya, termasuk varian KP.1 dan KP.2 yang tersebar di Singapura, namun di Tanah Air tak digalakkan tes Covid-19 sehingga tak bisa disebut ribuan kasus itu terjangkit Covid-19.
Salah seorang penderita, Siti, warga Batuampar, mengaku, awalnya ia pilek sekitar dua minggu lalu. Gejalanya demam dan pusing, lalu seperti bersin-bersin dan disambung batuk-batuk sekitar seminggu.

”Badan juga terasa lemas. Sudah berobat di Puskesmas, cuma belum pulih sepenuhnya karena sisa lemas di badan dan batuk kadang masih terasa mes-ki sudah jauh membaik dibandingkan seminggu sebelumnya,” ujar Siti, Senin (24/6).

Oleh dokter, kata dia, selain didiagnosa menderita gangguan ISPA, kondisinya diperparah karena tensi darahnya cukup tinggi.

”Makanya badan juga lemas bawaannya. Tapi alhamdulillah sekarang sudah jauh lebih baik,” sambung ibu satu anak tersebut.

Hal senda disampaikan Mutia, warga Batuaji. Ia mengaku sudah 5 hari demam yang disertai flu dan batuk. Kepala pusing dan tenggorokan juga sakit. Meski ia sudah minum obat batuk dan demam, tapi tetap tidak ada perubahan. Demamnya turun hanya sebentar saja dan tenggorokan saya masih saja sakit.

”Demamnya ini naik turun. Sekarang ditambah batuk dan flu lagi. Takutnya ini termasuk Covid-19 varian terbaru,” ujarnya.

Mutia berharap Dinas Kesehatan Kota Batam melakukan pengecekan (skrining) lagi terhadap suspek varian Covid-19. ”Kalau benar hanya batuk dan pilek biasa kita enggak khawatir. Makanya berharap ada skrining lagi, biar pasti,” ucap Mutia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menjawab, saat ini tidak ada lagi pengecekan bagi pasien suspek Covid-19. Selain itu, secara nasional juga sudah tidak ada lagi kebijakan mengenai skrining suspek Covid-19.

”Sepertinya sudah dianggap biasa saja Covid-19 ini. Kayak flu biasa saja,” kata Didi.

Ditambahkannya, banyak pasien yang memiliki keluhan ISPA yang menyerupai influenza dan batuk ini juga disebabkan oleh faktor cuaca. Perubahan cuaca yang tidak menentu, kebersihan lingkungan, serta pola makan yang kurang baik. Hal tersebut berdampak pada kondisi tubuh. Ditambah lagi jika ada orang terdekat yang menulari penyakit.

”Misalnya influenza, kalau daya tahan tubuh sedang kurang baik mudah tertular karena penyebarannya melalui droplet (percikan air liur),” paparnya.

Didi menyebutkan, ISPA adalah infeksi yang terjadi di saluran pernapasan, baik saluran pernapasan atas maupun bawah. Infeksi ini dapat menimbulkan gejala batuk, pilek, dan demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia. ISPA menimbulkan peradangan di saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Pada sebagian besar kasus, ISPA disebabkan oleh virus dan dapat sembuh sendirinya tanpa pengobatan khusus.

ISPA disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri di saluran pernapasan. Saluran pernapasan yang dapat terserang infeksi bisa saluran pernapasan atas atau bawah. Meski demikian, penyakit ISPA paling sering disebabkan oleh infeksi virus dan paling sering terjadi pada saluran pernapasan bagian atas.

Ditambahkannya, selain ISPA, jika komplikasinya pada anak biasanya radang paru-paru. Dan ini infeksinya sudah bukan di saluran pernapasan atas lagi. Biasanya jika sudah masuk di radang paru-paru atau pneumonia memerlukan perawatan medis serta bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya.

Dia pun mengimbau masya-rakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Misalnya, mencuci tangan, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, membersihkan lingkungan serta memakai masker di luar ruangan dianjurkan.

”Kondisi cuaca atau peralihan cuaca juga bisa memicu ISPA. Untuk itu dianjurkan pakai masker saat di luar rumah,” katanya

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat ada lebih dari 2.076 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Batam, pada periode Januari hingga Mei 2024. Sebagian besar penderita ISPA ini berobat di puskesmas menjalani rawan jalan.

”Ini data keseluruhan ya, itu jumlahnya ada 2.076 kasus. Termasuk tiga besar penyakit terbanyak yang diderita warga Kota Batam di sepanjang tahun 2024 ini,” pungkas Kadinkes. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Lagi, BKSDA Akan Evakuasi Buaya di Sungai Seilangkai

0
Sungai Berbuaya Dalil Harahap222 1
Sepanjang alur sungai Seilangkai di Sagulung yang ada buaya nya meresahkan masyarakat. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Buaya yang kembali muncul di sungai Seilangkai, Sagulung ditindaklanjuti oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Batam. Petugas dari BKSDA Batam kembali menelusuri alur sungai ini untuk memastikan jumlah buaya yang berkeliaran di sepanjang bantaran sungai tersebut.

Jika jumlahnya banyak dan mengancam keselamatan warga akan dilakukan evakuasi seperti yang dilakukan sebelumnya.

“Masih ditelusuri. Dari kemarin (Senin, 24/6) hingga beberapa hari ke depan kami coba pastikan keberadaan buaya dan jumlahnya di sepanjang alur sungai tersebut. Yang nampak kemarin itu sudah menghilang kembali. Kalau memang ada dan banyak akan dilakukan evakuasi lagi, ” kata Kepala resort BKSDA Mukakuning Rempang Batam Yon Romby Sihotang, Selasa (25/5).

Baca Juga: Buaya Kembali Muncul di Sagulung, Warga Diminta Jauhi Bantaran Sungai

Sebelumnya Yon menjelaskan, bahwa alur sungai Seilangkai yang membentang hingga ke Seipelenggut ini merupakan habitat dari buaya. Buaya akan terus muncul karena lokasi kembang biak buaya. Evakuasi yang sudah dilakukan dan akan dilakukan ini hanya sebatas untuk mengimbangi populasi. Jika jumlah buaya melebihi populasi maka sebagian akan dievakuasi.

“Evakuasi ini sifatnya untuk mengurangi populasi, bukan memusnahkan habitatnya. Itu (sungai Seilangkai) habitatnya buaya. Sering muncul ke pemukiman warga karena populasi yang tidak seimbang lagi. Solusi jangka pendeknya ya kita evakuasi,” ujarnya.

Untuk solusi jangka panjang, BKSDA tengah mengkaji tembok atau pagar membatas yang menjadi batasan habitat dan pemukiman warga. Namun itu belum bisa dilaksanakan karena masih butuh pembahasan dan anggaran.

Untuk keamanan dan keselamatan bersama, BKSDA menghimbau masyarakat yang ada di sepanjang bantaran sungai untuk tidak dulu beraktivitas di sepanjang alur sungai. Aktifitas anak-anak juga diperhatikan agar tidak bermain atau beraktivitas di dekat sungai.

“Warga yang tinggal di bantaran sungai juga jangan buang daging atau darah hewan ke sungai karena itu akan menarik buaya dari muara sana untuk berkeliaran hingga ke pemukiman, ” imbau Yon.

Jajaran Polsek Sagulung yang sedari awal menang meniti beratkan perhatian untuk keselamatan warga atas kemunculan buaya ini juga kembali menyampaikan himbauan yang sama. Penanganan dari BKSDA yang sedang berlangsung, harus didukung masyarakat sekitar bantaran sungai dengan tidak melakukan aktifitas di sepanjang alur sungai.

“Melalui RT/RW kami terus memberikan himbauan dan peringatan ini. Bukan saja masyarakat di tempat tinggalnya, orang luar pun kalau datang mancing atau beraktivitas di sepanjang sungai ini juga harus dilarang, ” ujar Kapolsek Sagulung AKP Donald Tambunan.

Untuk mengingat masyarakat, Polsek juga telah memasang plang peringatan akan adanya buaya di sepanjang alur sungai tersebut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, warga yang bermukim di bantaran sungai Seilangkai Sagulung kembali menemukan buaya berukuran besar berkeliaran di sepanjang alur sungai. Terakhir dilihat pada, Minggu (24/6) malam oleh sekelompok bapak-bapak yang sedang nongkrong perumahan Mukakuning Pratama.

Munculnya buaya ini sempat terekam kamera ponsel warga. Dari rekaman itu disebutkan warga yang sedang duduk di salah satu bale bale tongkrongan yang berada di pinggir sungai kaget mendapati seekor buaya yang memperhatikan mereka dari dalam sungai. Perekam video sebut itu terjadi di lingkungan RW 24 perumahan Mukakuning Pratama, Sagulung. Terlihat dengan jelas ada buaya yang berada di dalam sungai tersebut.

“Saya ketua RW 24 himbau kepada segenap masyarakat untuk tidak mendekati lokasi sungai. Ada buaya, ” ujar pria yang merekam video tersebut. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Pada Triwulan I 2024 Investasi di Batam Menggeliat, Target PMDN Terlampaui

0
PTSP Pemko Batam
Pegawai Dinas Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Batam melayani masyarakat yang hendak mengurus perizinan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Penanaman modal di Batam menunjukkan geliat yang menggembirakan pada triwulan I 2024. Data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batam menunjukkan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 1,71 triliun, melampaui target Rp 7 miliar.

“Capaian ini menunjukkan tingginya minat investor untuk berinvestasi di Batam,” ungkap Kepala DPMPTSP Kota Batam, Reza Khadafi, Selasa (25/6).

Keberhasilan ini tak lepas dari kemudahan perizinan yang ditawarkan oleh Pemko Batam. Sistem online yang terintegrasi dengan OSS RBH dan kemudahan proses perizinan, mulai dari kategori risiko menengah rendah hingga menengah atas, menjadi daya tarik bagi para investor.

“Rata-rata PMDN di Batam bergerak di sektor menengah rendah dengan nilai di bawah Rp 5 miliar,” jelas Reza. “Proses perizinannya mudah dan bisa diakses dalam hitungan jam, sehingga investor bisa segera memulai usahanya.”

Data menunjukkan sektor terbesar PMDN adalah perumahan dan kawasan industri, yang menunjukkan kebangkitan sektor tersebut dibandingkan tahun sebelumnya.

“Hal ini menunjukkan bahwa sektor industri di Batam mulai menggeliat kembali,” kata Reza. “Selain itu, sektor perumahan dan properti juga menunjukkan pertumbuhan yang positif, sejalan dengan naiknya pendapatan daerah dari BPHTB.”

Kemudahan investasi dan sistem online yang terkoneksi menjadi nilai tambah bagi Batam, menjadikan kota ini tujuan investasi yang menarik.

“Kami terus melakukan promosi dan menawarkan kemudahan investasi, sehingga investor memiliki banyak pilihan untuk menanamkan modal mereka di Batam,” tambah Reza.

Dengan geliat investasi ini, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Batam dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Tim Busung FC Juara Turnamen Sepakbola Bupati Cup 2024 usai Tumbangkan Tim Kelong FC Lewat Adu Penalti

0
Tim Busung FC sebagai pemenang dalam Turnamen Sepakbola Bupati Cup 2024 yang diadakan di lapangan bola Demang Lebar Daun, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Minggu (23/6/2024) sore. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Tim Busung FC keluar sebagai juara Turnamen Sepakbola Bupati Cup 2024 setelah menumbangkan Tim Kelong FC lewat adu penalti dalam laga final di lapangan bola Demang Lebar Daun, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Minggu (23/6/2024) sore.

Dalam turnamen itu, juara dua diraih Tim Kelong FC, sedangkan juara tiga diraih oleh Tim Porse FC.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan menyampaikan selamat kepada Tim Busung FC yang menjuarai Turnamen Sepakbola Bupati Cup 2024.

Kepada tim kesebelasan yang belum berhasil, dia meminta untuk terus berlatih agar dapat kembali mengikuti turnamen ini dan meraih gelar juara.

BACA JUGA: 25 Tim Berlaga di Open Turnament Bola Voli Bupati Cup 2024, Jaring Bibit Atlet di Bintan

“Turnamen ini akan terus diadakan setiap tahun,” ujarnya.

Dia berharap, turnamen ini melahirkan atlet-atlet untuk dipersiapkan bersaing di turnamen sepakbola tingkat provinsi atau nasional.

Sementara Official Tim Busung FC, yang juga merupakan Kades Busung, Rusli mengapresiasi Bupati Bintan yang telah menggelar turnamen ini sebagai bentuk kepedulian terhadap olahraga khususnya sepakbola di Kabupaten Bintan.

Menurutnya, turnamen ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi namun hiburan bagi warga Bintan.

Dia berharap, turnamen ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun untuk mencari bibit atlet-atlet berbakat khususnya cabang olahraga sepakbola di Kabupaten Bintan. (*)

 

Reporter: Slamet

Polisi Gesa Berkas Perkara Penyekap dan Pemerkosa Siswa SMP di Sagulung

0
IMG 20230306 195619 3152730198 1
Ilustrasi.

batampos – Polsek Sagulung masih menahan Lms, pemuda 23 tahun yang menyekap dan memperkosa siswi SMP di Dapur 12, Sagulung. Lms diancam pasal pidana pencabulan dan undang-undang perlindungan anak.

Kapolsek Sagulung Iptu Donald Tambunan menuturkan kasus pencabulan anak di bawah umur jadi atensi penyelidikan polsek saat ini. Berkas perkara sudah hampir rampung. “Barang bukti dan keterangan sudah cukup dan berkas nya masih dalam proses pelengkapan, ” kata Donald.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang siswi SMP di Sagulung jadi korban penyekapan dan pemerkosaan dari seorang pemuda yang berkerja di galangan Kapal. Siswi SMP tersebut kini dalam kondisi trauma dan pelaku dengan inisial Lms, 23 tahun babak belum diamuk massa.

Baca Juga: Penyekap dan Pemerkosa Siswi SMP di Sagulung Babak Belur Diamuk Massa

Saat diperiksa penyidikan polsek, Lms mengakui perbuatan bejad nya. Dia bahkan mengaku sudah tiga kali menggauli korban secara paksa. “Pengakuan pelaku sudah tiga kali dicabuli korban, ” ujar Donald.

Sumber dari lokasi kejadian di wilayah Dapur 12, Sagulung sebut, perbuatan tak terpuji terhadap siswi SMP ini terbilang kejam. Pelaku melakukan penganiayaan dan penyekapan saat melakukan aksi bejadnya kepada korban.

Aksi pertama dimulai dengan penganiayaan dan pemukulan di Bulan Mei lalu. Saat itu korban yang sedang menuju warung sembako di malam hari, langsung ditarik dan dibawa paksa oleh pelaku ke kamar kos-kosannya yang lokasi tidak jauh dari tempat tinggal korban. Aksi pertama nya ini berjalan mulus karena menganiaya dan mengancam korban jika buka mulut.

“Memang sebelumnya mereka (pelaku dan korban) punya hubungan dekat. Tapi anak ini (korban) masih kecil dan sekolah jadi belum bisa disebut pacaran. Kejadian pertama itu anak ini dibawa paksa ke kosannya. Di pukul dan diancam agar bisa melayaninya, ” ujar Ts, sumber di lokasi kejadian.

Selesai dengan aksi pertama nya tadi, selang tak berapa lama juga pelaku lagi-lagi melakukan pencabulan terhadap korban di tempat kos-kosan. “Terakhir ini di awal Juni kemarin. Itu bukan saja dipukul tapi anak ini disekap dia selama tiga jam, ” ujar sumber itu lagi.

Perbuatan bejat pelaku terakhir ini bukan saja menggauli korban, tapi juga mengabadikan foto-foto korban saat dia melakukan perbuatan cabul tadi. Dengan foto-foto itu tadi, pelaku terus mengancam dan melecehkan korban dengan kata-kata. Korban benar-benar dibuat depresi dengan sikap dan perilaku bejad nya itu.

“Anak ini tak berani ngadu ke orang tuanya. Takut dia dimarahin. Dia akhirnya cerita ke kawan dekatnya di sini (komplek pemukiman mereka) dan akhirnya sampailah ke orangtuanya, ” ujar sumber.

Orangtua korban dan keluarga yang mendengar itu langsung naik pitam. Bersama masyarakat setempat, pelaku akhirnya ditangkap di massa hingga babak belur sebelum diserahkan ke Polsek.

Atas kejadian ini Donald imbau kepada orangtua yang memiliki anak gadis untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak masing-masing. Pergaulan anak juga diawasi agar tidak terjadi kejadian seperti yang dialami korban ini.

“Orang terdekat sekalipun harus tetap waspada. Anak gadis dibawa umur masih mudah untuk dirayu dan lain sebagainya, ” imbau Donald. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Synergy Tharada Kelola Pelabuhan Batam Center hingga 31 Juli

0
pelabuhan batam center
Pelabuhan Internasional Batam Center menjadi salah satu pintu antara Batam – Singapuran maupun Batam – malaysia. (F. Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos – Pengelola Pelabuhan Feri Internasional Batam Center yang saat ini dipegang PT Synergy Tharada, akan habis kerja samanya pada 31 Juli mendatang. Namun hingga kini, pemenang lelang untuk pengelolaan pelabuhan internasional paling ramai itu belum diputuskan Badan Pe-ngusahaan (BP) Batam.

Alasannya, karena masih proses lelang, sehingga belum ada pemenang untuk pengelolaan pelabuhan internasional tersebut.

Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, membenarkan kontrak PT Synergy Tharada sebagai pengelola Pelabuhan Feri Internasional Batam Center akan habis dalam waktu dekat.

“Ya benar (kontrak PT Synergy Tharada selesai 31 Juli),” kata Tuti yang dihubungi Batam Pos, Senin (24/6).

Disinggung apakah sudah ada perusahaan baru yang akan mengelola Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Tuti mengatakan belum ada karena masih proses lelang. “Masih belum, prosesnya masih berjalan.”

Begitu juga dengan perushaan yang mengikuti lelang, Tuti tak merinci. Hanya menyebutkan jumlah perusahaan yang ikut lelang.

“Ada dua perusahaan,” ungkap Tuti tanpa mendetailkan nama-nama perusahaan dan domisili perusahaan tersebut.

Sementara itu, Kasi Operasional PT Sygergy Tharada sebagai pengelola pelabuhan, Sobri, belum bisa dikonfirmasi terkait kapan waktu selesai kontrak perusahaan dengan pelabuhan.
Diketahui, PT Synergy Tharada telah mengelola Pelabuhan Feri Internasional Batam Center sejak tahun 2002 lalu. Kontrak kerja sama pun berakhir pada 1 Agustus 2024 mendatang, tepatnya lebih dari satu bulan ke depan.

BP Batam juga telah membuka pendaftaran lelang penge-lolaan pelabuhan sejak akhir April 2024 lalu. Namun, hingga kini ternyata belum ditetapkan siapa pemenang lelang penge-lolaan pelabuhan internasional tersebut. (*)

 

Reporter : Yashinta

 

Lewat RJ, Jaksa Bebaskan 3 Tersangka Penadah Barang Curian

0

batampos– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri membebaskan tiga tersangka penadah pencurian di Bintan melalui Restorative Justice (RJ) atau keadilan restoratif, Senin (24/6).

Dalam pengajuan keadilan restoratif ini Kejati Kepri telah melaksanakan ekspos perkara pidana di hadapan jajaran Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung terkait penghentian penuntutan berdasarkan RJ.

Kasi Penkum Kejati Kepri Denny Anteng Prakoso mengatakan Kejari Bintan mengajukan satu perkara tindak pidana penadahan. Tiga tersangka yaitu Fajar Agusti, Rangga Saputra dan Silvi Tiara melanggar Pasal 480 Ayat (1) Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

“Permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif telah disetujui. Pemberian penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif yang telah memenuhi syarat,” kata Denny.

Denny menambahkan bahwa Kejati Kepri melakukan penyelesaian perkara tindak pidana dengan mengedepankan keadilan restoratif yang menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan keseimbangan perlindungan dan kepentingan korban.

Namun perlu digarisbawahi, keadilan restoratif bukan berarti memberikan ruang pengampunan bagi para pelaku pidana untuk mengulangi perbuatan pidana.

“Melalui kebijakan RJ ini, diharapkan tidak ada lagi masyarakat bawah yang tercederai oleh rasa ketidakadilan,” jelas Denny. (*)

Reporter: Yusnadi

Pembobol PDNS Minta Tebusan USD8 Juta

0

batampos – Pemerintah akhirnya mengumumkan penyebab gangguan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 yang berakibat terganggunya layanan imigrasi. Pemicunya adalah serangan malware Ransomware. Kasus ini mirip seperti serangan kepada perbankan Indonesia, Mei tahun lalu.

Serangan Ransomware itu diumumkan di kantor Kominfo kemarin. Sesuai dengan namanya, serangan Ransomware selalu meminta tebusan. Ransom sendiri artinya adalah tebusan. Khusus pada kasus PDNS 2 itu, pengirim Ransomware meminta tebusan 8 juta dolar AS (USD) atau sekitar Rp131 miliar.

Pemerintah memutuskan tidak memenuhi permintaan penjahat siber tersebut. Melihat dari penanganan PDNS 2 yang aktif secara bertahap, diduga kuat pemerintah membuat saluran, sistem, atau server baru. Pasalnya, sistem yang sudah terserang Ransomware, akan terkunci atau terenkripsi secara otomatis. Dengan teknologi enkripsi yang semakin canggih, penguncian akibat serangan Ransomware sangat sulit untuk dibuka kembali tanpa akses dari si penyerang. Umumnya serangan ini masuk lewat email phishing dan kemudian diklik link di dalamnya. Atau bisa juga lewat website video streaming ilegal yang kerap memasang jebakan link berbahaya.

Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan nama Ransomware yang menyerang server PDNS 2 adalah Brain Cipher Ransomware. Dia mengatakan Kominfo telah meminta bantuan atau koordinasi dengan berbagai organisasi luar negeri untuk pemilihan server yang sudah berhasil diserang tersebut.

”Ini namanya juga varian baru ya,” katanya di kantor Kominfo, Senin (24/6). Mereka terus melakukan investigasi digital forensik untuk mengetahui varian Ransomware terbaru itu. Semuel membenarkan kejadian serangan di server PDNS 2 ini, sama seperti yang menyerang bank di Indonesia pada 2023 lalu. Tapi dia belum bisa memberikan informasi lebih lanjut. Karena proses investigasi masih berlangsung.

Pada kesempatan itu Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI Hinsa Siburian membenarkan jenis serangan yang mematikan server PDNS 2. Hinsa mengatakan Ransomware jenis atau varian baru itu, merupakan pengembangan terbaru dari Ransomware Lockbit 3.0 yang sudah beredar sebelumnya.

”Jadi memang Ransomware ini akan dikembangkan terus,” katanya. Dia membenarkan bahwa si pelaku yang memasang Ransomware itu, meminta tebusan USD8 juta atau sekitar Rp131 miliar. Dia menegaskan pemerintah tidak meladeni permintaan tebusan itu.

kepala badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian (kiri) dan Wamenkominfo Nezar patria (tengah) memberikan keterangan terkait gangguan yang terjadi pada Pusat Data nasional Sementara (PDNS)-2 di Kantor Kementerian Kominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (24/6). F. Muhammad Ali/Jawa Pos

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto turut memberi atensi atas gangguan pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS). Eks panglima TNI itu meminta seluruh instansi terkait memastikan hal serupa tidak terulang. Untuk itu, sumber masalah yang menyebabkan munculnya gangguan harus ditangani secara menyeluruh. Kemudian PDNS harus dipastikan kuat.

Hadi mengakui bahwa gangguan yang muncul pada PDNS bersifat teknis. Dia tidak menjelaskan secara terperinci. Namun, pejabat yang pernah bertugas sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) itu memastikan persoalan yang muncul pada PDNS sudah ditangani.

”Ada permasalahan-permasalahan teknis yang kami juga ketahui jangan sampai terjadi di kemudian hari,” kata Hadi. Menurut Hadi, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sudah bekerja.

Menurut Hadi, apa pun jenis alat dan peralatan yang digunakan harus diketahui kelemahannya. Dari sana kemudian disiapkan langkah antisipasi apabila kelemahan tersebut menjadi sumber masalah. ”Dan itu perlu back up sebetulnya ya, Itu mungkin back up-nya juga jadi permasalahan,” kata dia. Meski demikian, Hadi percaya BSSN dan instansi terkait lain seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mampu mengatasi persoalan tersebut.

Seperti diketahui serangan Ransomware terhadap PDNS 2 berlangsung pada 20 Juni lalu. Serangan ini berdampak pada layanan imigrasi di bandara. Akibatnya antrian penumpang pesawat internasional sempat terlihat mengular. Sampai saat ini beberapa layanan sudah kembali normal. Meskipun belum kembali normal 100 persen.

Pakar teknologi informasi Roy Suryo prihatin dengan serangan kepada PDNS 2 itu.

”Bagaimana tidak, (PDN) dibangun dengan biaya sekitar Rp2,7 triliun,” kata mantan Menpora itu. Pasalnya, dengan biaya yang sedikit di atas APBD 2024 Kabupaten Buleleng itu (APBD 2024 Kab. Buleleng Rp2,2 triliun), seharusnya PDN atau PDNS bisa dikawal dengan sistem keamanan yang andal, aman, serta mumpuni.

Roy mengakui bahwa pada bidang IT, anggaran jumbo maupun perlengkapan super canggih saja tidak jaminan. Karena harus ditopang dengan brainware atau SDM yang baik. Menurutnya, tidak ada gunanya kapasitas 40 Petabyte (1 Petabyte = 1 Juta Gigabyte), memeri 200 Terabyte, tanpa dikawal dengan manajemen SDM, sistem disaster recovery, dan contigency plan yang baik. Dia tambah khawatir terhadap rencana pemerintah membangun server PDN di Labuan Bajo dan kawasan IKN. Pasalnya secara infrastruktur apapun, dua kawasan itu masih di bawah pulau Jawa.

Terpisah, Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Pratama Persadha informasi awal menyebut gangguan pada PDNS muncul akibat masalah server. Salah satu akibatnya, muncul sistem Imigrasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak berfungsi. Sehingga terjadi antrean panjang penumpang pesawat yang hendak melakukan proses imigrasi.

”Gangguan itu mengganggu seluruh kantor Imigrasi di Indonesia,” ungkap dia.

Sesuai dengan dugaannya, BSSN telah mengakui bahwa penyebab gangguan pada PDNS adalah serangan ransomware. ”Maka resiko yang mengancam semakin besar karena tidak hanya mengganggu layanan namun juga bisa mengakibatkan bocornya data pribadi,” ungkap Pratama. Dia menyebut, serangan serupa pernah terjadi pada sistem Bank Syariah Indonesia (BSI). Untuk itu, dia menyarankan agar pemerintah memperkuat pengamanan PDNS.

Apalagi saat ini PDNS hanya menyediakan infrastruktur untuk menyimpan data dari masing-masing instansi pemilik SPBE. ”Faktor keamanan siber masih perlu mendapatkan perhatian khusus karena yang dijamin oleh pengelola PDNS saat ini adalah keamanan siber dari infrastruktur PDNS itu sendiri,” beber Pratama. (*)