Rumor Uncharted 5 mencuat setelah Naughty Dog disebut tengah mengembangkan proyek gim baru yang masih dirahasiakan. Sumber gambar: x.com/realradec.
batampos – Kabar mengenai kelanjutan seri gim petualangan Uncharted kembali mencuat. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa proyek baru yang diduga sebagai Uncharted 5 tengah dalam tahap pengembangan.
Rumor ini langsung menarik perhatian penggemar, mengingat franchise tersebut sudah lama tidak merilis judul baru dalam beberapa tahun terakhir.
Spekulasi semakin menguat setelah muncul klaim bahwa pengembang Naughty Dog tengah mengerjakan lebih dari satu proyek gim sekaligus. Salah satu proyek yang belum diumumkan tersebut diduga kuat merupakan kelanjutan dari seri Uncharted.
Seorang insider industri gim menyebut bahwa Naughty Dog saat ini tengah mengembangkan proyek misterius di luar gim yang telah diumumkan sebelumnya. Proyek tersebut disebut-sebut berpotensi menjadi Uncharted 5.
Saat ini, Naughty Dog diketahui tengah mengerjakan dua proyek, yakni Intergalactic: The Heretic Prophet dan satu proyek lain yang masih dirahasiakan.
Rumor mengenai Uncharted 5 sebenarnya telah beredar sejak beberapa waktu lalu. Bahkan, pengembangan gim tersebut disebut sudah direncanakan sebelum pandemi COVID-19, meski hingga kini belum pernah diumumkan secara resmi.
Sebagai salah satu seri eksklusif PlayStation paling sukses, Uncharted memiliki basis penggemar yang besar. Kehadiran gim baru dinilai berpotensi membawa cerita ke arah baru, termasuk kemungkinan menghadirkan karakter berbeda dari seri sebelumnya.
Meski demikian, seluruh informasi yang beredar saat ini masih bersifat spekulatif. Pihak Naughty Dog belum memberikan konfirmasi resmi terkait keberadaan maupun pengembangan Uncharted 5.
Namun, fakta bahwa studio tersebut tengah mengerjakan lebih dari satu proyek membuka peluang besar bahwa salah satunya adalah kebangkitan kembali franchise Uncharted. (*)
Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Batam sekaligus dosen ekonomi, Suyono Saputra. f. Istimewa
batampos – Kondisi dunia usaha di Kota Batam dalam tiga bulan terakhir menunjukkan adanya tanda-tanda perlambatan. Meski demikian, perlambatan tersebut dinilai masih dalam kategori moderat dan belum mengarah pada krisis ekonomi.
Pakar Ekonom Batam sekaligus dosen ekonomi, Suyono Saputra, mengatakan indikator perlambatan terlihat dari kinerja ekspor Batam pada periode Januari–Februari 2026 yang mengalami penurunan sebesar 3,67 persen secara tahunan (year on year).
“Namun di saat yang sama, ekspor ke Amerika Serikat justru meningkat signifikan hingga 30,71 persen. Artinya, bukan permintaan global yang melemah secara umum, tetapi ada tekanan di sektor industri tertentu,” ujarnya, Senin (13/4).
Ia menjelaskan, pada kuartal pertama 2026 ini, ekonomi Batam diperkirakan tetap tumbuh, meski cenderung moderat. Kondisi geopolitik global, khususnya di Timur Tengah dan Amerika Serikat, turut memengaruhi sikap investor yang saat ini masih cenderung menahan ekspansi atau wait and see.
Sebagai daerah dengan ekonomi berbasis ekspor, Batam dinilai sangat rentan terhadap dinamika global. Struktur ekonominya yang terhubung erat dengan rantai pasok internasional, terutama dengan Singapura, membuat setiap guncangan eksternal langsung berdampak.
“Batam ini highly exposed economy. Kalau pasar ekspor utama melambat, maka order turun, produksi berkurang, dan risiko pengurangan tenaga kerja menjadi sangat besar,” jelasnya.
Dari sisi struktur, ekonomi Batam disebut cukup kuat, terutama di sektor manufaktur yang sudah matang. Namun, ketergantungan yang tinggi pada ekspor dan investasi asing membuat fondasi ekonomi masih rentan.
Selain itu, keterkaitan antara sektor industri besar dengan ekonomi lokal seperti UMKM juga dinilai masih lemah.
“Batam itu kuat, tapi belum tahan guncangan. Diversifikasi ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah besar,” katanya.
Ke depan, sektor manufaktur khususnya elektronik dan mesindiprediksi masih menjadi penopang utama ekonomi Batam. Selain itu, sektor industri berbasis teknologi, energi, jasa industri (industrial services), logistik, serta perdagangan juga memiliki prospek cerah.
Sektor konstruksi juga diperkirakan akan tumbuh signifikan, seiring mulai bergulirnya berbagai proyek pembangunan hotel dan apartemen dalam beberapa waktu ke depan.
“UMKM berbasis ekspor juga perlu diperkuat agar ekonomi Batam lebih inklusif,” tambahnya.
Meski investasi tetap menjadi motor utama pertumbuhan, dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat dinilai belum optimal. Hal ini dipengaruhi oleh belum kuatnya keterkaitan antara investasi besar dengan pelaku usaha lokal.
Jika arus investasi melambat akibat sikap wait and see investor, maka potensi penciptaan lapangan kerja juga akan ikut terhambat.
Suyono mengingatkan, risiko terbesar yang perlu diwaspadai Batam pada sisa tahun 2026 adalah ketidakpastian global, terutama terkait konflik geopolitik yang berpotensi mengganggu permintaan pasar internasional.
Selain itu, persoalan kepastian hukum dan regulasi di kawasan perdagangan bebas (FTZ) juga menjadi perhatian penting. Harmonisasi kebijakan antara FTZ, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan Proyek Strategis Nasional (PSN) dinilai perlu segera diselesaikan.
“Investor membutuhkan kepastian hukum dan komitmen kuat dari pemerintah. Ini menjadi faktor kunci dalam menjaga kepercayaan investor,” tegasnya.
Di tengah persaingan regional, Batam masih dinilai kompetitif sebagai tujuan investasi. Namun, posisinya tidak lagi dominan seperti sebelumnya.
Sejumlah kawasan industri di Johor (Malaysia), Vietnam, dan Thailand kini menjadi pesaing serius, dengan menawarkan keunggulan seperti kepastian regulasi, biaya tenaga kerja yang lebih rendah, serta rantai pasok yang lebih efisien.
“Batam belum kalah saing, tapi kita tidak bisa lagi mengandalkan keunggulan lama. Harus ada inovasi dan daya tarik baru agar tetap unggul,” pungkasnya.(*)
Sekda Tanjungpinang, Zulhidayat. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang mewacanakan penghapusan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai tahun 2027. Kebijakan ini akan digantikan dengan skema honorarium.
Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang, Zulhidayat, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD) yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen.
“Itu memang UU HKPD yang mengatur belanja pegawai maksimum 30 persen pada 2027,” ujar Zulhidayat, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah tengah melakukan simulasi penyesuaian anggaran, termasuk merombak struktur pendapatan ASN di lingkungan Pemko Tanjungpinang.
Dalam skema yang disiapkan, TPP direncanakan akan dihapus dan digantikan dengan sistem honorarium yang mengacu pada mekanisme yang pernah diterapkan sebelumnya.
“TPP ditiadakan, tetapi diganti dengan honorarium sesuai mekanisme yang ada,” jelasnya.
Meski demikian, Zulhidayat menegaskan bahwa kebijakan tersebut masih bersifat wacana dan belum menjadi keputusan final. Pemerintah daerah masih menunggu perkembangan regulasi dari pemerintah pusat sebelum menerapkannya secara menyeluruh.
“Kalau undang-undangnya tidak berubah, ya berlaku 2027. Kita dari pemerintah akan melaksanakan dan menindaklanjuti,” tegasnya. (*)
Amsakar Achmad serahkan insentif ke lansia dan kader Posyandu di Golden Prawn, Senin (13/4/2026). F. M sya’ban/ Batam Pos
batampos – Ratusan kader Posyandu dan lansia dari seluruh penjuru Kota Batam berkumpul di Golden Prawn, Senin (13/4/2026). Bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi sebuah ruang silaturahmi yang hangat, tempat perhatian terhadap mereka yang telah menua kembali diingatkan.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir di tengah-tengah mereka, membawa satu pesan yang sederhana, namun dalam: lansia tidak boleh dilupakan.
Pertemuan itu menjadi semacam jeda di tengah hiruk-pikuk pembangunan kota. Sebuah pengingat bahwa di balik gedung-gedung dan angka pertumbuhan, ada generasi yang kini menapaki usia senja, yang juga berhak atas hidup yang layak.
Amsakar menegaskan bahwa perhatian terhadap lansia bukan sekadar wacana. Dari 15 program prioritas Pemerintah Kota Batam, sebagian diarahkan untuk memastikan kualitas hidup mereka tetap terjaga.
“Pemerintah ingin memastikan para lansia dapat menjalani masa tua dengan tenang, nyaman, bahagia, dan tetap bermartabat,” ujarnya Senin (13/4)
Bagi Amsakar, usia senja bukan alasan untuk merasa tersisih. Justru di fase itulah, kehadiran negara harus semakin terasa.
Ia menekankan, perhatian kepada lansia bukan hanya program sosial, melainkan bentuk tanggung jawab moral pemerintah kepada warganya, bahwa setiap orang, hingga di ujung usianya, tetap berhak hidup dengan rasa aman dan dihargai.
“Lansia tidak boleh merasa menjadi beban. Mereka tetap bagian penting dari kehidupan sosial kita,” katanya.
Di ruangan itu, para kader Posyandu duduk mendengarkan. Mereka adalah wajah-wajah yang selama ini bekerja dalam diam, menjangkau rumah ke rumah, memastikan kesehatan masyarakat, termasuk mereka yang renta.
Amsakar pun memberi penghormatan khusus kepada para kader dan Kelurahan Siaga. Menurutnya, mereka adalah garda terdepan yang menjaga denyut pelayanan hingga ke lapisan paling bawah.
“Kader adalah ujung tombak. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat, memastikan program berjalan, termasuk dalam mendampingi para lansia,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, ia mengajak semua yang hadir untuk kembali menguatkan satu hal yang sering terasa sederhana, namun kerap terlupa: kebersamaan.
Sebab, di situlah letak kekuatan sebuah kota, bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi pada cara ia memperlakukan orang-orang yang pernah lebih dulu berjalan di depannya.
“Dengan kebersamaan, kita bisa memastikan para orang tua kita menjalani masa tua dengan lebih tenang, bahagia, dan penuh penghormatan,” tutur dia.(*)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Adininggar memberikan keterangan di Kantor Kementerian Sosial, Senin (13/4). (Humas Kemensos)
batampos – Sekitar 25 ribu keluarga disiapkan masuk dalam daftar keluarga penerima manfaat (KPM) baru bantuan sosial (bansos) untuk Triwulan II tahun 2026. Penambahan ini merupakan hasil pembaruan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) volume dua.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan pembaruan data tersebut dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) guna meningkatkan akurasi penyaluran bansos.
Menurutnya, dari total 77.014 keluarga yang sebelumnya belum memiliki desil atau perangkingan dalam DTSEN, sebanyak 27.176 keluarga telah melalui proses verifikasi lapangan.
Dari jumlah tersebut, 25.665 keluarga masuk dalam kelompok desil 1 hingga 4 sehingga berpotensi menjadi penerima bansos. Sementara 1.511 keluarga lainnya masuk kategori desil 5 hingga 10 dan dinilai tidak layak menerima bantuan.
“Pembaruan data dilakukan secara berkala untuk meningkatkan akurasi dan memastikan bansos tepat sasaran,” ujar Gus Ipul usai pertemuan dengan Kepala BPS di Kantor Kementerian Sosial, Senin (13/4).
Ia menegaskan bahwa data penerima bansos bersifat dinamis, sehingga memungkinkan adanya perubahan, baik penambahan maupun pengurangan penerima.
Selain penambahan KPM baru, Kemensos juga mencatat sebanyak 11.014 keluarga dikeluarkan dari daftar penerima bansos karena masuk kategori inclusion error atau tidak lagi memenuhi kriteria penerima.
Sebagai bentuk transparansi, Kemensos membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang ingin mengajukan sanggahan terkait status penerima bansos dengan melampirkan bukti pendukung.
Pemutakhiran DTSEN ini juga telah terintegrasi dengan data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri guna memperkuat validitas data.
“Melalui langkah ini, penyaluran bansos Triwulan II tahun 2026 diharapkan lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran,” pungkasnya. (*)
Ratusan pelajar bertarung dalam seleksi Paskibraka di Engku Putri, Senin (13/4/2026). f. M Sya’ban/ Batam Pos
batampos – Di bawah langit pagi Dataran Engku Putri, 712 pelajar berdiri dengan satu mimpi yang sama yakni mengibarkan merah putih di hari kemerdekaan.
Mereka datang bukan sekadar ikut seleksi. Mereka datang membawa harapan, tentang, tentang kebanggaan, dan tentang satu tempat yang hanya bisa diisi oleh mereka yang benar-benar layak.
Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kota Batam resmi dimulai, pada Senin (13/4). Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka langsung kegiatan itu dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan calon anggota.
Di hadapan ratusan peserta, Amsakar menegaskan bahwa Paskibraka bukan sekadar barisan pengibar bendera. Lebih dari itu, mereka adalah wajah generasi muda yang akan membawa nilai-nilai kebangsaan.
“Menjadi Paskibraka adalah kebanggaan. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga orang tua, sekolah, dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Namun, di tengah semangat yang membuncah, Amsakar mengingatkan satu hal penting: semua harus berjalan bersih.
Seleksi ini, kata dia, bukan hanya soal siapa yang paling kuat atau paling siap. Tapi juga tentang bagaimana proses itu dijaga dari kepentingan-kepentingan yang merusak keadilan.
“Oleh karena itu, saya menegaskan pentingnya pelaksanaan seleksi yang transparan, objektif, netral, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” tegasnya.
Pernyataan itu menjadi penegas: tidak ada ruang bagi “jalan pintas” dalam perebutan posisi yang sarat kehormatan ini.
Dari 712 pendaftar, sebanyak 560 peserta lolos verifikasi awal. Angka itu kembali menyusut menjadi 205 peserta yang bertahan setelah melewati seleksi administrasi dan pemeriksaan kesehatan tahap awal.
Mereka yang tersisa akan melanjutkan ke tahap yang lebih ketat, seperti wawancara wawasan kebangsaan hingga tes lanjutan yang melibatkan instansi penegak hukum.(*)
Perwakilan pewarta Karimun, Ami, Ria Haryono, dan Muhammad Sari saat melaporkan dugaan ancaman peretasan oleh oknum pegawai BPR berinisial TW ke Polsek Tebing. (F. Tri Haryono/Batam Pos.
batampos – Puluhan jurnalis di Kabupaten Karimun melaporkan seorang oknum pegawai IT di BPR Tuah Karimun berinisial TW ke Polsek Tebing, Senin (13/4/2026). TW diduga melakukan intimidasi serta mengancam akan meretas sejumlah situs media massa di Karimun.
Perwakilan jurnalis, Ami, mengatakan laporan tersebut dilayangkan setelah TW diduga mengeluarkan ancaman saat ditemui di sebuah kedai kopi.
“Saudara TW mengancam akan meretas atau hack semua media massa yang ada di Karimun,” ujar Ami didampingi Muhammad Sari dan Ria Haryono usai membuat laporan.
Ami menjelaskan, awalnya para jurnalis bermaksud melakukan konfirmasi terkait pemberitaan dugaan upaya kekerasan yang melibatkan TW terhadap rekan kerjanya. Namun, respons yang diterima justru dinilai arogan.
“Tujuan kami hanya ingin konfirmasi, tapi yang bersangkutan malah bersikap kasar dan menantang jurnalis,” katanya.
Hal senada disampaikan Ria Haryono yang turut mendampingi dalam pelaporan. Ia menilai tindakan tersebut sudah melewati batas dan tidak dapat ditoleransi.
“Kami datang baik-baik untuk klarifikasi, tapi justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Ini sudah keterlaluan,” ujarnya.
Atas kejadian tersebut, para jurnalis sepakat melaporkan TW ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.
Kanit Reskrim Polsek Tebing, Ipda Omkenedi, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari para jurnalis tersebut.
“Kami akan memanggil saksi-saksi terlebih dahulu untuk menentukan apakah peristiwa ini memenuhi unsur pidana atau tidak. Mohon bersabar, proses masih berjalan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur BPR Tuah Karimun, Wan Abdul Rahman, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui telepon maupun pesan singkat.
Diketahui, kasus ini bermula dari laporan dugaan kekerasan verbal dan intimidasi yang dialami seorang karyawan BPR Tuah Karimun berinisial Y. Laporan tersebut telah disampaikan oleh pihak keluarga ke Polsek Balai Karimun pada 11 April 2026. (*)
Rheza Danica Ahrens (123) memacu motornya saat balapan kelas AP250 ARRC 2026 di Sepang International Circuit, Malaysia, Minggu (12/4). Start dari barisan depan, ia tampil agresif dan menyalip tiga pebalap di tikungan terakhir untuk mengamankan podium kedua.
batampos — Aroma hujan belum sepenuhnya hilang di lintasan Sepang International Circuit. Tapi di tengah kondisi trek yang licin itulah, pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) justru menunjukkan taringnya. Dua podium langsung dibawa pulang pada seri pembuka Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026, akhir pekan lalu (11-12/4).
Sorotan utama datang dari Rheza Danica Ahrens. Pebalap muda ini tampil penuh perhitungan di kelas Asia Production (AP) 250. Start dari posisi terdepan tak membuatnya gegabah. Justru di race kedua, Minggu (12/4), Rheza memainkan strategi sabar.
Sempat tercecer di posisi kedelapan pada awal lap, ia perlahan merangsek naik. Klimaksnya terjadi di tikungan terakhir. Tiga pebalap sekaligus disalip dalam satu manuver bersih. Rheza pun mengunci podium kedua—hasil yang terasa dramatis sekaligus krusial untuk membuka musim.
“Hujan membuat kondisi lintasan berubah. Saya coba adaptasi sejak awal dan menyiapkan strategi di tikungan terakhir. Syukur berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Pada race pertama, Rheza dan rekan setimnya Muhammad Badly Ayatullah sebenarnya tampil menjanjikan. Keduanya konsisten di rombongan depan. Namun nasib berkata lain bagi Badly. Sempat memimpin lomba, ia justru terjatuh di lap terakhir. Rheza sendiri finis kelima.
Tambahan podium membuat Rheza kini bertengger di posisi kedua klasemen sementara dengan 31 poin. Modal penting untuk lima seri tersisa.
Herjun Konsisten, Arbi Menanjak
Dari kelas Supersport (SS) 600, AHRT juga tak pulang dengan tangan kosong. Herjun Atna Firdaus mempersembahkan podium ketiga pada race pertama. Start dari posisi keempat, ia tampil stabil sebelum mengunci posisi tiga besar di lap-lap akhir.
Sementara itu, Fadillah Arbi Aditama menjalani debut yang cukup menjanjikan. Meski hanya finis keenam di race pertama, Arbi menunjukkan progres signifikan di race kedua. Start dari posisi ke-10, ia mampu merangsek hingga finis kelima.
Herjun sendiri tetap menjaga konsistensi di race kedua dengan finis ketujuh. Hasil gabungan dua race menempatkannya di posisi ketiga klasemen sementara dengan 25 poin. Arbi menyusul di posisi kedelapan dengan 21 poin.
“Saya bersyukur bisa podium di race pertama. Di race kedua, targetnya menjaga posisi klasemen. Semoga seri berikutnya bisa kembali naik podium,” kata Herjun.
Adenanta Curi Perhatian di Kelas Tertinggi
Di kelas Asia Superbike (ASB) 1000, M. Adenanta Putra tampil sebagai rookie yang langsung mencuri perhatian. Menggeber CBR1000RR-R, pebalap asal Magetan itu tak gentar bersaing di level tertinggi.
Dua race dilalui dengan konsisten. Meski belum menembus podium, Adenanta mampu finis di posisi ketujuh pada kedua balapan. Hasil tersebut cukup mengantarkannya ke posisi keenam klasemen sementara dengan 18 poin.
“Feeling di race kedua jauh lebih baik. Saya banyak belajar dari race pertama. Ke depan, adaptasi dengan motor akan terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Modal Awal yang Menjanjikan
General Manager Marketing Planning and Analysis AHM Andy Wijaya menilai hasil ini sebagai pijakan penting di awal musim.
“Semangat juang pebalap terlihat luar biasa. Ini awal yang baik untuk menghadapi musim 2026,” ujarnya.
Perjalanan masih panjang. Lima seri tersisa menanti. Tantangan berikutnya akan berlangsung di Chang International Circuit, Thailand, pada 8–10 Mei mendatang. AHRT punya bekal—dan momentum. (*)
Salah satu kawasan perumahan di Kecamatan Sekupang. DPD REI mengatakan, penjualan rumah d Batam masih stabil f. M. sya’ban/ Batamp Pos
batampos- Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Khusus Batam menilai tren penjualan rumah dalam tiga bulan terakhir masih cenderung stabil. Meski belum menunjukkan penurunan signifikan, pelaku usaha mulai mewaspadai potensi perlambatan akibat tekanan ekonomi global.
Ketua DPD REI Khusus Batam, Robinson Tan, mengatakan hingga saat ini belum terlihat fluktuasi berarti dalam penjualan properti.
“Dalam tiga bulan terakhir ini masih stabil. Kita belum melihat tanda-tanda penurunan, tapi juga belum ada peningkatan. Masih di posisi yang sama,” ujarnya, Senin (13/4).
Menurutnya, dampak gejolak global seperti kenaikan harga minyak dan konflik internasional belum sepenuhnya terasa pada sektor properti di Batam. Hal ini karena efeknya terhadap industri yang menjadi penopang utama ekonomi Batam belum terlihat signifikan.
“Belum nampak, jika ada pengurangan tenaga kerja atau peningkatan pengangguran. Jadi pengaruh ke pasar properti itu nanti,” jelasnya.
Namun demikian, REI mulai mencermati adanya kenaikan harga material bangunan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dinilai akan berdampak langsung pada biaya pembangunan dan berpotensi mendorong kenaikan harga jual rumah.
“Sekarang sudah mulai ada kenaikan material. Ini pasti berpengaruh ke biaya pembangunan dan akhirnya ke harga jual,” katanya.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, Robinson menyebut tidak ada perubahan signifikan dalam penjualan. Meski begitu, ia mengakui mulai muncul kecenderungan pasar bergerak melambat.
“Masih kurang lebih sama dengan tahun lalu. Tapi memang sudah ada kecenderungan akan ada reaksi negatif, kemungkinan ke arah melambat,” ujarnya.
Dari sisi pembiayaan, peran perbankan dinilai masih sangat mendukung. Bahkan, saat ini semakin banyak bank yang agresif menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
“Perbankan sekarang sangat agresif. Hampir semua bank, baik BUMN, swasta, bahkan BPR sudah ikut bermain di segmen KPR,” katanya.
Terkait perilaku konsumen, REI melihat belum ada perubahan signifikan dalam tiga bulan terakhir. Permintaan rumah, terutama di segmen menengah ke bawah, masih stabil karena didominasi kebutuhan end user.
“Kalau segmen menengah ke bawah itu kebutuhan, jadi tidak bisa ditunda. Selama penghasilan masih stabil, mereka tetap beli,” jelasnya.
Namun, ia menilai segmen menengah ke atas berpotensi lebih terdampak karena cenderung bersifat investasi. Dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu, kelompok ini biasanya akan lebih berhati-hati.
“Kalau menengah ke atas kemungkinan akan berpikir ulang untuk investasi,” tambahnya.
Ke depan, REI memprediksi dampak ekonomi global akan sangat bergantung pada durasi konflik dan stabilitas harga energi. Jika harga minyak terus meningkat, maka akan berdampak luas pada kenaikan harga material dan biaya produksi.
“Kalau perang berkepanjangan dan harga minyak naik tinggi, pasti semua material ikut naik. Ini akan mempengaruhi biaya pembangunan dan harga jual rumah,” katanya.
Di sisi lain, pengembang juga menghadapi dilema antara menaikkan harga jual atau mempertahankan margin.
“Kalau harga dinaikkan terlalu tinggi, pembeli bisa berkurang. Tapi kalau tidak dinaikkan, margin pengembang yang tergerus,” ujarnya.
REI pun memilih bersikap hati-hati dengan memantau perkembangan pasar dalam waktu dekat.“Kita lihat dulu dalam satu bulan ke depan bagaimana respons pasar,” katanya.
Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang dinilai telah memperbaiki sistem perizinan. Namun, REI berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas investasi dan membantu mengendalikan kenaikan harga material.
“Kalau kondisi tetap kondusif dan kenaikan material bisa dikontrol, itu akan memperkuat daya tahan sektor properti,” tutupnya.(*)
Kepala Dinas UMKM Kota Batam, Salim Saputra. F. M. Sya’ban/Batam Pos
batampos – Program pinjaman modal usaha tanpa bunga dan tanpa agunan hingga Rp20 juta yang digagas Pemerintah Kota (Pemko) Batam ternyata belum berjalan maksimal. Dari ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mendaftar, hanya segelintir yang berhasil lolos hingga tahap pencairan.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim Saputra, memastikan program ini tetap dilanjutkan. Bahkan, Pemko kini membuka peluang kerja sama dengan bank lain agar akses pembiayaan bagi UMKM semakin luas.
“Program ini tetap lanjut. Beberapa hari lalu kami sudah rapat, bahkan mengundang Bank Riau Kepri (BRK) yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD),” ujar Salim, Senin (13/4) pagi.
Menurutnya, Bank BRK menunjukkan ketertarikan untuk bergabung dalam program tersebut. Pemko Batam pun tengah menyiapkan nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal kerja sama.
“Kita melihat BRK sudah punya pengalaman menjalankan program serupa di tingkat provinsi dengan plafon pinjaman hingga Rp40 juta. Sementara kita di Batam masih Rp20 juta,” jelasnya.
Kehadiran BRK diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pelaku UMKM, terutama karena jaringan bank tersebut sudah menjangkau hingga tingkat kecamatan.
“Pelayanannya lebih masif. Ini tentu menjadi peluang besar bagi UMKM di Batam untuk menikmati program prioritas Wali Kota Amsakar Achmad, yakni pinjaman maksimal Rp20 juta dengan bunga nol persen,” katanya.
Salim menegaskan, pihaknya tidak membatasi kerja sama hanya dengan satu bank. Selain BTN yang sudah lebih dulu terlibat sejak Juli 2025 lalu, sejumlah bank lain seperti Mandiri, BRI, hingga BJB juga telah diajak berkolaborasi.
“Kami terbuka untuk semua bank. Tahun lalu memang hanya BTN yang bersedia, tapi sekarang BRK sudah menyampaikan respons positif dan ini akan segera kita tindak lanjuti,” ujarnya.
Meski program ini terbilang menarik, realisasi di lapangan menunjukkan tantangan besar. Sejak dibuka pada Desember 2025, tercatat sebanyak 1.105 UMKM mengajukan pinjaman.
Namun, tidak semua memenuhi syarat. Dari jumlah tersebut, sekitar 456 pemohon langsung gugur karena berbagai kendala administratif, terutama terkait riwayat pinjaman sebelumnya.
“Banyak yang masih punya tunggakan di bank lain. Setiap pemohon kita cek melalui sistem Otoritas Jasa Keungan (OJK), jadi kelihatan riwayat kreditnya,” jelas Salim.
Dari total pendaftar, hanya 285 UMKM yang bisa diproses lebih lanjut. Bahkan, yang benar-benar lolos hingga tahap akad dan pencairan dana hanya 19 pelaku usaha.
“Ada juga yang ingin pinjaman di atas Rp20 juta. Itu tidak bisa kita akomodir dalam program ini, karena sudah ada batasan plafon,” tambahnya.
Salim memastikan, kerja sama dengan Bank BTN tetap berjalan seperti biasa sejak dimulai pada Juni 2025. Sementara untuk BRK, ditargetkan sudah bisa mulai direalisasikan pada Mei 2026 mendatang.
“Mudah-mudahan bulan Mei sudah mulai berjalan,” katanya.
Dengan perluasan kerja sama ini, Pemko Batam berharap semakin banyak UMKM yang bisa mengakses pembiayaan tanpa terbebani bunga dan agunan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari sektor usaha kecil.(*)