batampos – BP Batam mulai mematangkan arah kebijakan dan program kerja tahun 2027 melalui Rapat Rencana Kerja (Renja) yang digelar pada Rabu (4/2). Rapat dibuka langsung oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, pembukaan rapat diisi dengan pengarahan pimpinan yang mengacu pada hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Jakarta, khususnya terkait arahan Presiden mengenai prioritas pembangunan.
“Tadi baru selesai pembukaan Rapat Renja yang langsung dibuka oleh Pak Kepala dan Ibu Wakil Kepala. Ada pengarahan yang mengacu pada Rakornas di Jakarta mengenai arahan-arahan Presiden,” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini pembahasan Renja berlangsung di tingkat kedeputian. Pada tahap awal, pembahasan dilakukan di lingkup Kedeputian I Bidang Administrasi dan Keuangan dan dijadwalkan berlangsung hingga sore bahkan malam hari untuk memastikan seluruh program dibedah secara menyeluruh.
“Sekarang Rapat Renja berlangsung di tingkat kedeputian, dimulai dari Deputi I. Nanti akan berlangsung sampai sore bahkan malam,” kata Tuty.
Dalam pengarahan tersebut, pimpinan BP Batam menekankan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui percepatan dan penyederhanaan pengurusan perizinan. Selain itu, aspek tata kota juga menjadi perhatian, termasuk tata kelola persampahan, pengelolaan air, penataan billboard, serta sektor pelayanan publik lainnya.
“Yang disampaikan oleh pimpinan dari arahan Presiden mengenai pertumbuhan ekonomi, pengurusan perizinan, tata kota, termasuk tentang tata kelola sampah, air, billboard, dan lain-lain,” ujarnya.
Pembahasan Renja 2027 dilakukan lebih awal agar perencanaan dapat disusun secara matang, transparan, dan akuntabel. Dengan perencanaan yang lebih terukur, ini bakal mampu menyelaraskan kebijakan dengan kebutuhan investasi, pelayanan publik, serta pembangunan kota secara berkelanjutan.
“Memang kita sedang membahas Renja 2027 karena ini akan membahas rencana agar lebih transparan, akuntabel, dan bisa mendukung semua agar lebih terukur,” kata Tuty.
Rapat Renja ini menjadi bagian dari upaya BP Batam untuk memastikan setiap program kerja tidak hanya selaras dengan kebijakan nasional, tapi juga responsif terhadap dinamika pertumbuhan Batam sebagai kawasan strategis investasi dan industri. (*)
Pelatih Manchester City Pep Guardiola tertangkap kamera mengobrol dengan Sandro Tonali usai laga semifinal Piala Carabao 2025/26 (X.com/@CraigHope_DM)
batampos– Pelatih Manchester City Pep Guardiola menjadi sorotan setelah tertangkap kamera tengah mengobrol akrab dengan gelandang Newcastle United, Sandro Tonali, seusai laga semifinal Piala Carabao 2025/26. Momen tersebut terjadi setelah City memastikan tiket ke final dengan kemenangan agregat telak 5-1 atas Newcastle.
Pada leg kedua di Stadion Etihad, Manchester City menang 3-1 dan selanjutnya akan menghadapi Arsenal di partai final Piala Carabao 2025/26 yang dijadwalkan berlangsung Maret mendatang.
Dikutip dari Daily Mail, Tonali terlihat merangkul Guardiola saat meninggalkan lapangan menuju tribune suporter Newcastle United untuk mengucapkan terima kasih atas dukungan mereka. Keakraban itu langsung memicu spekulasi di media Inggris, mengingat nama Tonali belakangan santer dikaitkan dengan Arsenal, yang saat ini memimpin klasemen Liga Primer Inggris 2025/26.
Namun, rumor kepindahan tersebut dengan tegas dibantah oleh agen Tonali, Giuseppe Riso.
“Newcastle United tidak akan pernah membiarkan Tonali pergi pada bulan Januari. Sama sekali tidak ada hubungannya,” tegas Riso.
Ia menambahkan bahwa pembicaraan soal masa depan kliennya baru mungkin terjadi pada Maret mendatang, itu pun jika Newcastle United membuka peluang.
“Kita akan lihat sekitar bulan Maret mengenai nilai Sandro, tetapi hanya jika Newcastle memutuskan untuk membuka pintu,” lanjutnya.
Sementara itu, Guardiola menjelaskan bahwa percakapannya dengan Tonali sama sekali tidak berkaitan dengan transfer maupun laga semifinal Piala Carabao.
“Bahasa Italia saya sempurna, jadi itulah mengapa saya bisa berkomunikasi dengannya. Kami juga memiliki teman dekat dari Brescia, Edoardo Piovani,” ujar Guardiola.
Pelatih asal Spanyol itu mengungkapkan bahwa obrolan mereka lebih banyak membahas hal-hal personal, termasuk pengalaman Tonali selama membela AC Milan dan kehidupannya di Inggris.
“Setiap kali kami bertemu, kami berbicara tentang pengalamannya di Milan, para pendukung, dan betapa bahagianya dia di Newcastle,” jelas Guardiola.
Guardiola memang dikenal kerap menyempatkan diri berbincang dengan pemain lawan setelah pertandingan, baik di lapangan maupun di pinggir lapangan. Dalam laga semifinal tersebut, Tonali bukan satu-satunya pemain Newcastle yang diajak berbincang.
Pelatih Manchester City itu juga terlihat mengobrol dengan bek Newcastle United, Dan Burn, usai pertandingan. (*)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap mantan Kepala Bea dan Cukai Batam, Rizal Fadillah, Rabu (4/2).
Penangkapan tersebut diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi dalam kegiatan importasi barang yang masuk ke Indonesia.
OTT disampaikan dilakukan di Lampung dan dinyatakan berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pengurusan kegiatan importasi yang melibatkan pihak swasta oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
Namun demikian, hingga kini KPK belum mengungkap secara rinci jenis maupun karakteristik barang yang menjadi objek perkara.
“Ini terkait dengan masuknya sejumlah barang ke Indonesia. Detail barangnya akan kami sampaikan pada kesempatan berikutnya,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Menurut Budi, saat ini tim penyidik masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut. Oleh karena itu, informasi detail mengenai barang impor yang diduga terkait tindak pidana korupsi belum dapat disampaikan ke publik.
“Untuk detail barangnya, nanti akan kami sampaikan,” katanya.
Selain mengamankan para pihak, KPK juga menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai dalam mata uang rupiah dan asing, serta logam mulia.
Total uang yang diamankan mencapai miliaran rupiah, sementara logam mulia yang disita memiliki berat sekitar 3 kilogram.
“Untuk perkembangan perkara ini akan kami sampaikan lebih lanjut,” ucap Budi.
Rizal Fadillah diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Bea dan Cukai Batam sejak November 2023.
Pada September 2024, ia kemudian dipromosikan menjadi Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Saat ini, Rizal menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat, setelah dilantik oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 28 Januari 2026.
Sebelumnya, pada Selasa (4/2), KPK telah mengonfirmasi melakukan OTT di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Operasi tersebut tercatat sebagai OTT kelima yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026.
Secara khusus, OTT di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menjadi yang ketiga terjadi di lingkungan Kementerian Keuangan selama tahun berjalan. (*)
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan media massa. (Istimewa)
batampos – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan media massa nasional dalam menjaga stabilitas politik serta memperkuat ketahanan nasional.
Hal itu disampaikan Djamari dalam acara Silaturahmi Media Nasional yang digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Dalam sambutannya, Djamari menyoroti maraknya penyebaran hoaks, fitnah, dan informasi menyesatkan yang berpotensi memecah belah masyarakat. Menurutnya, media memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah untuk meluruskan informasi sekaligus menjaga ruang publik tetap sehat.
“Jika kita bersinergi, akan jauh lebih mudah membangun bangsa ini. Jangan beri ruang bagi pihak-pihak yang ingin melemahkan ketahanan nasional melalui informasi negatif,” tegasnya.
Meski menekankan pentingnya persatuan, Djamari menegaskan pemerintah tetap membuka diri terhadap kritik. Ia menilai kritik justru menjadi elemen penting dalam demokrasi dan alat evaluasi bagi penyelenggara negara.
“Tidak ada negara yang runtuh karena kritik. Sebaliknya, banyak negara menjadi kuat karena berani mendengar. Kritik adalah bentuk kepedulian agar kekuasaan tetap berjalan di koridor yang benar,” ujarnya.
Acara tersebut mendapat apresiasi dari para pemimpin redaksi media nasional yang hadir. Mereka sepakat bahwa komunikasi dua arah antara pemerintah dan pers merupakan kunci menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional. Pertemuan itu ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi rutin demi menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Hadir dalam pertemuan tersebut para pemimpin redaksi dari berbagai media arus utama, antara lain LKBN Antara, RRI, TV One, iNews TV, Kompas TV, Metro TV, Harian Kompas, Garuda TV, Nusantara TV, Detik.com, Tribun Network, Jawa Pos Group, Kumparan, dan Rakyat Merdeka.
Turut mendampingi Menko Polkam, Wakil Menko Polkam Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus, Sesmenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, serta sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Kemenko Polkam. (*)
Kadin Kepri di ajang Euromaritime 2026 yang berlangsung pada 3-5 Februari di Marseille, Prancis. F.Istimewa
batampos – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri memperluas jejaring bisnis internasional di sektor maritim dengan ambil bagian bersama BP Batam dalam ajang Euromaritime 2026 yang berlangsung pada 3-5 Februari di Marseille, Prancis. Keikutsertaan ini diarahkan untuk membuka peluang kerja sama konkret antara pelaku usaha maritim Kepri dan mitra di Eropa.
Rangkaian agenda Kadin Kepri diawali dengan silaturahmi bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Marseille. Pertemuan itu membahas peran dunia usaha daerah dalam mendukung diplomasi ekonomi Indonesia sekaligus memperkuat promosi Kepri di pasar Eropa.
Selama pameran dan forum bisnis Euromaritime, Kadin aktif berinteraksi dengan sejumlah pelaku industri maritim Eropa, mulai dari perusahaan galangan kapal, desain kapal, peralatan perkapalan, hingga industri pendukung. Diskusi difokuskan pada peluang kemitraan bisnis, kebutuhan rantai pasok industri perkapalan, potensi kolaborasi teknologi, serta minat perusahaan Eropa menjajaki pasar Asia Tenggara melalui Batam dan Kepri.
Ketua Kadin Kepri, Mustava, menyampaikan, bahwa sektor maritim Kepri memiliki fondasi industri yang kuat. “Di Batam dan wilayah sekitarnya terdapat lebih dari 100 galangan kapal yang aktif beroperasi. Skala industri ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mitra internasional, baik untuk pembangunan kapal baru, perbaikan kapal, maupun industri pendukung,” katanya.
Ia bilang, peluang kerja sama dengan Eropa memiliki nilai strategis bagi dunia usaha daerah. Selain membuka akses pasar baru, kolaborasi tersebut berpotensi meningkatkan utilisasi galangan kapal serta memperluas serapan tenaga kerja di sektor maritim.
“Bagi pengusaha lokal, ini bukan sekadar promosi. Kami melihat peluang konkret untuk menjadi mitra produksi, penyedia jasa ship repair, hingga pemasok komponen dan peralatan maritim. Dampaknya tentu pada peningkatan kapasitas usaha dan tenaga kerja,” kata dia.
Selain mengikuti sesi paparan dan forum bisnis, Kadin Kepri juga melakukan pertemuan dengan CCI Marseille Provence, kamar dagang setara Kadin di wilayah Prancis Selatan. Pertemuan itu membahas peluang kolaborasi kelembagaan untuk memperkenalkan Bumi Segantang Lada kepada pelaku usaha Prancis secara lebih terarah.
Dalam pembahasan tersebut, lanjutnya, kedua pihak menjajaki rencana roadshow promosi pengusaha Kepri di sejumlah kota di Prancis, antara lain Marseille, Paris, dan Lyon. Mustava menyebut, CCI Marseille menunjukkan ketertarikan terhadap potensi Kepri di sektor maritim serta membuka peluang kunjungan pelaku usaha Prancis ke Batam.
Ia mengatakan, partisipasi dalam Euromaritime 2026 tidak berhenti pada ajang promosi semata. Sejumlah peluang yang telah teridentifikasi akan ditindaklanjuti melalui agenda business matching di Batam untuk mempertemukan langsung pelaku usaha Kepulauan Riau dengan mitra Eropa.
“Kami ingin ada tindak lanjut yang terukur. Business matching di Batam akan menjadi langkah konkret agar kerja sama yang dibangun di forum internasional benar-benar bermuara pada kontrak dan kolaborasi nyata,” ujar dia.(*)
PKP melalui program PKP Peduli berbagi bantuan kepada para lansia di Panti Jompo Yayasan Budi Sosial, Batam, Kamis (5/2/2026), sebagai bentuk kepedulian sosial menyambut Imlek 2577.
batampos – Menyambut Tahun Baru Imlek 2577 pada 2026, pengembang properti PT Putera Karyasindo Prakarsa (PKP) berbagi kepedulian dengan menyantuni para lansia di sejumlah panti jompo di Kota Batam, Kamis (5/2/2026).
Melalui program rutin PKP Peduli, perusahaan menyambangi Yayasan Budi Sosial yang berlokasi di kawasan Ruko sekitar Tos 3000, Nagoya. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PKP dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan.
Pengelola Yayasan Budi Sosial, Yuna, menyebut sebagian besar penghuni panti telah lanjut usia, bahkan ada yang mengalami penyakit stroke.
“Rata-rata sudah berusia lanjut. Banyak yang sudah aking-aking atau apek-apek, dan beberapa di antaranya menderita stroke,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, PKP menyerahkan berbagai bantuan kebutuhan pokok, mulai dari sembako seperti minuman, mi instan, teh, kopi, gula, hingga obat-obatan dan perlengkapan kebersihan. Bantuan juga mencakup kebutuhan khusus lansia seperti popok dewasa.
Bantuan serupa juga akan didistribusikan ke sejumlah cabang panti lainnya, antara lain di Sakura Garden, Palm Beach, Jodoh Permai, dan Ruko Baloi Point. Selain itu, PKP Peduli turut mengunjungi Yayasan Sinar Sukacita di Komplek Griya Mas.
Marcom PKP, Andrian Muslim, mengatakan perusahaan secara konsisten hadir membantu masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, jenis bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing panti.
“PKP yang tahun ini memasuki usia 38 tahun akan terus berupaya membantu sesama melalui berbagai program CSR sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan,” katanya.
Di akhir kunjungan, Ketua Rombongan PKP, Andrian, menyampaikan harapan agar bantuan yang diberikan dapat memberi manfaat bagi para lansia.
“Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat. Mari kita sambut Imlek dengan suka cita dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya. (*)
Kompilasi foto dari dokumen Epstein Files yang menampilkan Bali, memperlihatkan lanskap pantai, pura, dan penginapan. (X/@Fountain30)
batampos– Pengungkapan terbaru jutaan halaman dokumen Epstein Files oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (U.S. Department of Justice/DOJ) memicu perhatian global. Sorotan menguat setelah terungkap bahwa kata “Indonesia” muncul sedikitnya 902 kali dalam arsip tersebut.
Angka itu terdengar sensasional. Namun, maknanya jauh lebih kompleks dibanding sekadar tuduhan atau skandal. Penyebutan Indonesia dalam Epstein Files lebih mencerminkan posisinya dalam jejaring dokumen keuangan, politik, logistik, dan intelijen global yang mengitari kasus Jeffrey Epstein—bukan keterlibatan dalam kejahatan yang menjerat miliarder tersebut.
Pembukaan arsip ini dimungkinkan oleh Epstein Files Transparency Act, yang mewajibkan DOJ merilis sebagian besar dokumen yang sebelumnya tertutup untuk publik. Arsip tersebut mencakup email, memo internal perbankan, laporan FBI, kliping media internasional, hingga katalog foto perjalanan.
Berdasarkan penelusuran berbagai sumber, penyebutan Indonesia tersebar di banyak jenis dokumen dan tidak terpusat pada satu isu kriminal tertentu. Mayoritas rujukan bersifat administratif, analitis, dan kontekstual. Dengan demikian, angka 902 lebih mencerminkan luasnya cakupan arsip Epstein Files, bukan indikasi keterlibatan Indonesia dalam tindak pidana Jeffrey Epstein.
Dalam sektor ekonomi, Indonesia kerap muncul dalam laporan perbankan global. Salah satunya adalah laporan Deutsche Bank (2014) yang dikutip Bloomberg, yang mencantumkan Indonesia dalam tabel perbandingan pasar negara berkembang bersama Brasil, India, dan Turki. Dokumen ini digunakan sebagai bahan briefing internal dan kemudian masuk ke arsip penyidikan karena menjadi bagian dari korespondensi keuangan jaringan elite internasional.
Hal serupa terlihat dalam laporan JP Morgan (2014) yang membahas alokasi aset global dan kondisi ekonomi Indonesia pascapemilu. Salah satu kutipan dalam arsip menyebutkan bahwa peristiwa politik penting di pasar negara berkembang saat itu adalah pemilihan presiden Indonesia, dengan penetapan Joko Widodo sebagai pemenang. Indonesia, dalam konteks ini, hadir sebagai variabel analisis ekonomi global—bukan objek penyelidikan kriminal.
Selain ekonomi, Indonesia juga muncul dalam kliping media internasional yang dikumpulkan penyidik sebagai bahan kontekstual, termasuk laporan tentang pandemi Covid-19 dan dinamika politik Asia Tenggara. Tak sedikit pula penyebutan yang bersifat teknis, seperti faktur pengiriman barang, catatan logistik, dan surat-menyurat administratif lintas negara.
Dimensi visual menjadi aspek yang paling memancing perhatian publik. Dalam berkas berlabel EFTA00004477 bertajuk Clinton Far East, terdapat puluhan foto dengan nama file “Bali09.JPG” hingga “Bali50.JPG”. Foto-foto tersebut menampilkan pantai, pura, kolam renang resor, paviliun terbuka, serta interaksi dengan warga lokal—khas dokumentasi perjalanan Asia Tenggara pada awal 2000-an.
Dalam berkas lain, EFTA00129111, terdapat foto seorang perempuan dengan keterangan “Sebelum latihan kelompok di Bali.” Lokasi dan konteks aktivitas tersebut disensor, sehingga maknanya tidak dapat dipastikan. Hingga kini, otoritas AS belum mengaitkan gambar-gambar tersebut dengan kejahatan seksual Epstein, dan tidak ada bukti publik yang menunjukkan hubungan langsung antara foto-foto itu dan kasus pidananya.
Kemunculan nama Bali berulang kali menunjukkan pulau tersebut tercatat sebagai titik perjalanan dalam katalog visual, bukan pusat operasi kriminal. Fakta ini penting untuk mencegah penyederhanaan isu menjadi narasi konspiratif.
Dalam ranah tokoh, Epstein Files juga memuat nama Hary Tanoesoedibjo dalam laporan FBI berstatus unclassified tertanggal Oktober 2020. Dokumen tersebut menyebutnya sebagai relasi bisnis Donald Trump di sektor pengembangan properti hotel serta sebagai miliarder Indonesia. Namun, hingga kini tidak ada tuduhan kriminal terhadapnya dalam konteks kasus Epstein.
Reuters menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam membaca arsip ini. Kehadiran sebuah nama atau negara, menurut kantor berita tersebut, tidak otomatis berarti keterlibatan dalam kejahatan. Arsip Epstein lebih merupakan mosaik hubungan sosial, bisnis, dan diplomasi global. Senada dengan itu, The Guardian menyebut arsip ini menyerupai peta jejaring elit transnasional, bukan berkas dakwaan tunggal, serta memperingatkan risiko salah tafsir jika dokumen dibaca tanpa konteks.
Lalu, mengapa Indonesia disebut hingga 902 kali?
Karena Epstein Files berfungsi layaknya basis data raksasa lintas sektor—menggabungkan laporan bank, analisis politik, kliping media, korespondensi bisnis, dan catatan perjalanan. Negara dengan peran signifikan dalam ekonomi global, termasuk Indonesia, hampir tak terhindarkan tercatat di dalamnya.
Yang paling penting, hingga saat ini tidak ada bukti dalam rilis publik yang menuduh Indonesia terlibat dalam kejahatan Jeffrey Epstein. Penyebutan ratusan kali justru mencerminkan posisi Indonesia dalam ekonomi dunia dan jejaring informasi internasional.
Meski demikian, temuan ini tetap bernilai strategis. Ia menunjukkan bagaimana arsip global dapat menyatukan data netral dan sensitif dalam satu wadah, sekaligus mengingatkan pentingnya literasi konteks dalam membaca dokumen berskala internasional.
Di tengah sorotan global yang terus meluas, peneliti dan organisasi masyarakat sipil mendesak pemerintah AS membuka Epstein Files secara lebih utuh tanpa sensor berlebihan, khususnya terhadap pihak-pihak yang memiliki keterkaitan nyata dengan kejahatan Epstein. Bagi para korban, keterbukaan penuh merupakan prasyarat keadilan. Bagi publik dunia, langkah ini krusial untuk membongkar cara kerja jejaring kekuasaan global dan memastikan bahwa siapa pun yang terlibat tidak hanya terekspos, tetapi benar-benar menghadapi konsekuensi hukum. (*)
Komisi IV DPRD Kota Batam menggelar RDPU dengan Dinkes Batam dan seluruh RS di Batam, Selasa (3/1).
batampos – Komisi IV DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam dan seluruh direktur rumah sakit di Batam. Pertemuan tersebut menyoroti pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama masih belum meratanya pemahaman penggunaan KTP Batam sebagai syarat berobat di rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmaryadi, membenarkan adanya RDPU yang digelar pada Selasa (3/1). Ia menegaskan, pertemuan tersebut bukan hanya membahas polemik yang sempat mencuat di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK), melainkan evaluasi menyeluruh terhadap layanan kesehatan di Batam.
“Tidak ada pembahasan khusus soal rumah sakit yang sempat diributkan itu. Ini pertemuan rutin, Komisi IV minta masukan dari rumah sakit, intinya diskusi untuk perbaikan pelayanan kesehatan,” ujar Didi saat dihubungi Batam Pos, Rabu (4/1).
Dalam rapat tersebut, Dinkes dan DPRD membahas berbagai kendala yang dihadapi rumah sakit, termasuk pelayanan pasien ber-KTP Batam yang dinilai belum sepenuhnya dipahami hingga ke lini pelayanan terbawah.
“Seluruh warga ber-KTP Batam kita jamin pelayanannya. Itu kembali kami tegaskan,” kata Didi.
Ketua Komisi IV DPRD Batam, Dandis Rajagukguk, mengatakan pihaknya telah secara tegas meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan sosialisasi lebih intens terkait mekanisme berobat menggunakan KTP Batam.
“Saya sudah sampaikan ke Dinas Kesehatan agar sosialisasi itu dilakukan secara serius. Saya kejar juga, berapa kali dilakukan dan kapan dilakukan. Kami sebagai mitra meminta agar ini lebih intens,” ujar Dandis saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurut Dandis, persoalan tidak hanya berhenti pada sosialisasi di tingkat pimpinan rumah sakit. Informasi tersebut harus benar-benar sampai ke petugas pelayanan paling bawah, seperti operator pendaftaran dan tenaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Kalau Dinas Kesehatan sudah menyampaikan ke rumah sakit, maka rumah sakit wajib meneruskan ke seluruh jajaran. Jangan hanya berhenti di top level. Harus sampai ke operatornya, supaya tidak ada lagi kendala di lapangan,” tegasnya.
Ia menyebut RDPU kali ini merupakan pertemuan kedua yang digelar Komisi IV dengan rumah sakit. Rapat serupa juga pernah dilakukan tahun lalu sebagai upaya berkelanjutan memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan di Batam.
“Ini bukan pertama. Tahun lalu juga kami kumpulkan rumah sakit. Tujuannya agar pelayanan makin baik. Hari ini kami lihat ada perkembangan positif. Dari 22 rumah sakit yang bekerja sama, semuanya hadir. Itu menunjukkan komitmen mereka,” kata Dandis.
Ia menambahkan, rumah sakit yang beroperasi di Batam memiliki tanggung jawab besar karena menjadi mitra pemerintah dalam sistem pelayanan kesehatan nasional melalui BPJS Kesehatan.
Dandis juga menegaskan dukungan DPRD terhadap program Pemerintah Kota Batam di sektor kesehatan. Namun, ia mengingatkan masyarakat untuk turut menyiapkan administrasi kependudukan sejak dini.
“Kami pasti mendukung program ini karena untuk kemaslahatan masyarakat Batam. Tapi masyarakat juga harus menyiapkan administrasi kependudukan, jangan saat mau berobat baru mengurus. Harus ada titik temu antara kebijakan pemerintah dan kesiapan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Didi mengakui bahwa persoalan utama selama ini bukan pada kebijakan pemerintah, melainkan lemahnya pemahaman di internal rumah sakit akibat sosialisasi yang tidak diteruskan dengan baik.
“Dari sisi pemerintah, sebenarnya tidak ada masalah. Waktu sosialisasi awal tahun lalu, kami minta minimal manajer pelayanan rumah sakit hadir. Tapi ternyata yang hadir banyak yang tidak menangkap substansi sosialisasi itu,” jelas Didi.
Akibatnya, lanjut Didi, informasi tersebut tidak diteruskan ke jajaran manajemen dan petugas pelayanan, terutama di IGD, yang justru menjadi titik krusial pelayanan pasien.
Ia mencontohkan kasus yang terjadi di RSBK beberapa waktu lalu. Menurutnya, petugas pelayanan tidak memahami bahwa warga ber-KTP Batam tetap dijamin pelayanan kesehatannya.
“Bagian pelayanan tidak paham bahwa kalau sudah ber-KTP Batam itu tidak ada masalah. KTP otomatis dijamin, baik melalui mekanisme Bankesda, BPJS, maupun pembayaran premi jika BPJS tidak aktif,” ungkapnya.
Didi menjelaskan, bagi warga dengan BPJS tidak aktif, pemerintah daerah dapat menanggung pembayaran premi selama kasusnya dijamin BPJS. Sedangkan untuk layanan yang tidak ditanggung BPJS, pemerintah tetap dapat menanggung melalui mekanisme klaim sesuai aturan yang berlaku.
Ia menambahkan, persoalan utama dalam kasus RSBK bukan pada penolakan pelayanan, melainkan lambannya proses administrasi pengembalian uang uang muka (DP) pasien.
“Masalahnya itu pengembalian uang DP yang terlalu lama karena administrasinya panjang. Padahal kalau sudah ada kebijakan, bisa saja pakai dana talangan dulu. Direktur bisa kembalikan ke pasien, urusan administrasi menyusul. Itu soal kebijakan manajemen,” kata dia. (*)
batampos– Di tengah godaan klub-klub elite Eropa, bintang muda Spanyol Lamine Yamal menegaskan komitmennya untuk tetap setia bersama Barcelona. Pemain berusia 18 tahun itu mengaku ingin menghabiskan seluruh karier profesionalnya di Camp Nou, klub yang ia sebut sebagai yang terbaik di dunia.
Yamal tak menutupi kecintaannya pada Barcelona, baik sebagai klub maupun sebagai rumah. Ia menikmati setiap momen dalam perjalanan kariernya dan berharap tak perlu mencari pelabuhan lain hingga gantung sepatu.
“Ya, semoga saja saya bisa pensiun di Barcelona. Pada akhirnya, saya merasa berada di klub terbaik di dunia. Saya sangat menikmati setiap hari, setiap sesi latihan. Saya juga tinggal di kota terbaik di dunia, dan semoga saya bisa bertahan di sini seumur hidup,” ujar Yamal, dikutip dari Mundo Deportivo, Rabu (4/2).
Komitmen tersebut sejalan dengan langkah manajemen Barcelona yang baru saja mengikat Yamal dengan kontrak jangka panjang bernilai besar hingga musim panas 2031. Kontrak itu resmi ditandatangani setelah sang pemain genap berusia 18 tahun.
Musim ini, performa Yamal kian bersinar. Ia telah mencatatkan 14 gol dan 13 assist dari 29 penampilan di semua kompetisi. Di ajang Liga Spanyol, Yamal bahkan sudah menyamai rekor gol terbaiknya dengan sembilan gol, meski kompetisi baru berjalan setengah musim.
Catatan impresif tersebut semakin menegaskan status Lamine Yamal sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di dunia sepak bola saat ini, sekaligus simbol masa depan Barcelona. (*)
Aktivitas penumpang di Terminal Feri Internasional Batam Center saat libur akhir tahun 2025. Berdasarkan data BPS Batam, kunjungan wisman ke Batam tembus 1,6 juta. (BP Batam)
batampos – Sektor pariwisata Kota Batam kembali mencatatkan capaian impresif. Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam menembus 1.613.202 kunjungan, melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, capaian tersebut melampaui target Pemko melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam yang sebelumnya mematok 1,5 juta kunjungan. Dengan demikian, realisasi kunjungan wisman pada 2025 mencatatkan surplus 113.202 kunjungan.
Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, mengatakan capaian tersebut mempertegas tren positif kunjungan wisman ke Batam dalam lima tahun terakhir. Pertumbuhan terjadi secara konsisten sejak 2021 hingga 2025.
Pada 2021 atau saat pandemi Covid-19, kunjungan wisman ke Batam tercatat hanya 2.651 kunjungan. Angka tersebut melonjak signifikan pada 2022 menjadi 565.936 kunjungan seiring penurunan kasus pandemi, lalu meningkat kembali pada 2023 menjadi 1.192.931 kunjungan. Tren pertumbuhan berlanjut pada 2024 yang mencapai 1.326.831 kunjungan, hingga mencetak rekor baru pada 2025 sebanyak 1.613.202 kunjungan.
“Capaian ini menegaskan posisi Batam sebagai pintu masuk utama wisatawan mancanegara di Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Ardiwinata, Rabu (4/2).
Ia menyebutkan, sepanjang 2025 Batam menyumbang sekitar 79,58 persen dari total kunjungan wisman ke Kepulauan Riau yang tercatat sebanyak 2.027.037 kunjungan.
Dari sisi kebangsaan, kunjungan wisman ke Batam masih didominasi wisatawan asal Singapura dengan total 789.674 kunjungan. Posisi kedua ditempati wisatawan asal Malaysia sebanyak 418.330 kunjungan.
Selanjutnya, wisatawan asal China mencatatkan 53.275 kunjungan, disusul India sebanyak 45.338 kunjungan, dan Filipina sebanyak 25.283 kunjungan.
“Dominasi wisatawan dari Singapura dan Malaysia mencerminkan kuatnya peran Batam sebagai destinasi lintas batas. Kedekatan geografis, kemudahan konektivitas transportasi laut dan udara, serta pengembangan daya tarik wisata yang semakin beragam menjadi faktor pendukung utama,” katanya.
Secara bulanan, puncak kunjungan wisman ke Batam terjadi pada Desember 2025 dengan total 195.525 kunjungan. Lonjakan tersebut sejalan dengan momentum libur akhir tahun dan meningkatnya mobilitas perjalanan internasional.
Menurut Ardiwinata, capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan pariwisata.
“Alhamdulillah, kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2025 melampaui target yang telah ditetapkan. Ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat menjaga iklim pariwisata,” ujarnya. (*)