Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 3244

Buka Pembinaan Akhlak Mulia, Marlin: Perbuatan Baik Tidak Akan Sia-sia Di Hadapan Allah SWT

0
166e03df d7fe 467a 83b9 b53745da1d81 e1718352428609
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP- PKK) Kota Batam Marlin Agustina

batampos– Wakil Gubernur Kepulauan Kepri sekaligus Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP- PKK) Kota Batam Marlin Agustina, membuka pembinaan Akhlak Mulia, TP PKK tingkat Kecamatan Batam Kota, jumat (14/6/2024).

Kegiatan yang mengusung tema “Menjalin Kebersamaan di Tengah Keberagaman Dalam Mewujudkan Batam Kota Baru” berlangsung di Masjid Al Ikhlas Peumahan Bandar Srimas dan Aku Tahu 2 dan 3, Kecamatan Batam Kota.

Kegiatan ini merupakan rangkaian Pembinaan Akhlak Mulia Tim Penggerak PKK Kota Batam. Selain merupakan ajang silaturahmi, kegiatan ini juga untuk menambah ilmu dan wawasan dalam mendidik anak, serta pendidikan keluarga bagi ibu-ibu masjid taklim di Kelurahan se- Kecamatan Batam Kota.

BACA JUGA: Rudi Ajak Kader PKK Membangun Batam

“Pembinaan Akhlak mulia tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tapi juga untuk mempererat kebersamaan ” Kata Marlin

4a645367 5976 4b30 a18d 089302dc66bd e1718352504276Dalam sambutannya Marlin mengajak warga untuk melakukan ibadah kurban bagi yang mampu melakukannya.

“Beberapa hari lagi menjelang Idul Adha, mudah-mudahan hati dan niat kita berkurban terbuka” Ungkap Marlin.

Pada kesempatan itu, Marlin kembali menyampaikan pentingnya untuk terus berbuat baik dan selalu memaafkan.

“Perbuatan yg baik tidak akan sia-sia di mata Allah SWT. Teruslah berbuat baik, insyaallah kita akan diberikan yang terbaik dalam hidup oleh Allah SWT” Tuturnya

Tampak hadir pada kesempatan ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Batam Novi Harmasdyatuti, Camat Batam Kota Firman Hidayat, Lurah se-Kecamatan Batam Kota, dan Majelis Taklim di Perumahan Bandar Srimas dan Aku Tahu 2 dan 3. (*)

Cetak Lulusan yang Kompeten dan Siap Bekerja, Ratusan Perusahaan Telah Bergabung dengan SMK di Batam

0
SMKN 1 Batam Dalil Harahap4 scaled
Ilustrasi. SMK Negeri 1 Batam di Batuaji. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Program revitalisasi SMK yang berorientasi pada mencetak lulusan siap kerja ternyata sudah banyak diterapkan di SMK Negeri di kota Batam. Kelas industri satu dari sekian item program revitalisasi ini sudah cukup lama ada di beberapa SMK Negeri di Batam.

Selain SMKN I Batam dengan lima kelas industri, SMKN 3 Batam juga demikian. Ada empat yang sudah aktif yakni kelas industri Fiber Optik PT. Telkom Indonesia, kelas industri Honda PT. Capella Dinamik Nusantara, kelas kewirausahaan dan Teaching Factory PT. Mechatronic Education Solution (MES) Batam.

“Tahun ini kemungkinan ada penambahan lagi kelas industri ini karena ada dua yang sedang diproses yakni kelas industri PT Panasonic Manufactoring Indonesia dan kelas industri Daihatsu. Mudah-mudah jadi biar semakin kuat program kerja sama dengan industri untuk meningkatkan mutu pendidikan siswa, ” ujar Agus.

Baca Juga: Punya Mutu dan Kualitas, 104 Lulusan SMKN I Langsung Diserap Sebagai Tenaga Kerja

Seperti yang diketahui bahwa program revitalisasi SMK yang salah satu poinnya adalah memperkuat kerja sama lembaga pendidikan dengan dunia industri tidak lain untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia agar bisa mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. Industri dilibatkan agar materi pembelajaran di sekolah sesuai dengan kebutuhan dunia kerja di masing-masing wilayah.

Batam yang dikenal sebagai kota industri tentu harus memperkuat program ini. Setiap SMK diharuskan untuk menggandeng dan meningkatkan kerja sama dengan kalangan industri. Pelaku industri juga harus mendukung pendidikan di Batam sebab ada hubungan timbal baliknya. Jika sekolah bisa mencetak lulusan yang siap kerja dan berkompeten tentu akan memudahkan perusahaan dalam merekrut tenaga kerja yang sesuai dengan bidang produksinya.

Untuk industri galangan kapal misalkan, Batam kini punya SMK yang khusus untuk perkapalan. Itu adalah SMKN 5 Batam yang hadir dengan program kejuruan yang lebih condong ke bidang perkapalan. SMK yang berada di wilayah Dapur 12, kelurahan Seipelenggut, Kecamatan Sagulung ini juga sudah cukup banyak menyuplai tenaga kerja ke perusahaan galangan kapal, sebab tidak sedikit perusahaan galangan kapal yang menyokong mutu pendidikan di sekolah tersebut melalui program kerja dan MoU.

“Untuk SMKN 5 ini belum ada kelas khusus industri, karena memang program kejuruan kita umumnya cocok dengan kebutuhan tenaga kerja perkapalan yang ada. Tapi kita punya 100 an perusahaan yang sudah ada MoU dan Kerja sama dalam berbagai bidang. Mulai dari penempatan siswa magang, perekrutan tenaga kerja serta penyuplaian (bantuan) alat praktek dan perlengkapan sekolah siswa. Ini sangat membantu memang dalam hal meningkatkan mutu pendidikan anak-anak di sini, ” ujar Kepala SMKN 5 Batam Hendra Debeny.

Sebagai SMK Perkapalan, SMKN 5 Batam memiliki 10 program keahlian yakni tekni pemesinan, teknik elektronika industri, teknik pemesinan kapal, teknik grafika, teknik instalasi tenaga listrik, teknik komputer dan jaringan, teknik kelistrikan kapal, teknik pengelasan kapal, multimedia dan desain rancang bangun kapal.

“Dari jurusan yang ada ini sudah sesuai dengan kebutuhan dunia industri perkapalan di Batam dan Alhamdulillah yang direkrut oleh perusahaan yang sudah ada kerja sama cukup banyak tiap tahun, ” kata Hendra.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung menekankan peran aktif industri untuk mendukung dunia pendidikan di Kepri sangat diperlukan untuk mencetak tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Perusahaan harus ambil andil dengan program pendidikan yang ada agar sama-sama saling membangun.

Kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Cabang Batam Kasdianto juga menyampaikan hal yang sama. Kelas industri dan program kerja sama industri harus terus ditingkatkan agar menciptakan lulusan SMK yang siap bersaing dan sesuai dengan kebutuhan industri nantinya.

“Sudah cukup banyak dan kita berharap terus bertambah dukungan dari industri untuk kemajuan dunia pendidikan di Batam ini, ” ujar Kasdianto. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Jemaah Haji Asal Bintan menuju Arafah

0
Jemaah haji asal Bintan saat berada di Tanah Suci. F.Kiriman Fandi untuk Batam Pos.

batampos – Sebanyak 82 calon haji asal Kabupaten Bintan menuju ke Arafah, Jumat (14/6/2024). Sebelum ke Arafah, jemaah melaksanakan menggelar doa bersama dan membaca Yasin.

Kepala Kantor Kemenag Bintan, H. Erman Zaruddin menyampaikan, jemaah haji asal Bintan dalam kondisi sehat, hanya beberapa orang mengalami sedikit batuk.

Dikatakannya juga sebelumnya satu orang jemaah mengalami sakit dan dibawa ke rumah sakit King Abdul Aziz. Namun, jemaah tersebut sudah kembali ke hotel.

Dia mengatakan, jemaah haji asal Kabupaten Bintan akan melaksanakan kegiatan puncak haji Armuzna di Arafah, Musdalifah dan Mina.

Sebelum keberangkatan ke Arafah, dia mengatakan, jemaah haji asal Bintan melaksanakan doa bersama dan membaca Yasin.

“Insha Allah malam ini, jemaah akan melaksanakan doa bersama dan membaca Yasin untuk persiapan keberangkatan ke Arafah,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (13/6/2024) malam.

Dia berharap jemaah kloter 1, khususnya jemaah asal Kabupaten Bintan tetap dapat menjaga kesehatan dengan baik dan mempersiapkan diri dengan matang,

Sehingga, jemaah dapat melaksanakan Armuzna saat wukuf di Arafah, ketika di Musdalifah dan Mina dalam keadaan yang prima dan ibadah haji dapat berjalan lancar dan aman.

Dia juga mengajak masyarakat Kabupaten Bintan untuk ikut mendoakan jemaah haji asal Kabupaten Bintan khususnya dan Indonesia umumnya agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik. (*)

 

Reporter: Slamet Nofasusanto

Lionel Messi Sebut Inter Miami jadi Klub Terakhirnya

0
Lionel Messi merayakan golnya ke gawang Cruz Azul (Sporting News)

batampos – Lionel Messi mengatakan bahwa Inter Miami akan menjadi klub terakhirnya sebelum memutuskan gantung sepatu.

Pemenang Ballon d’Or delapan kali tersebut bergabung dengan Inter Miami musim panas 2023 setelah kontraknya bersama Paris Saint-Germain habis.

“Sampai hari ini, saya pikir ini akan menjadi klub terakhir saya,” kata penyerang itu kepada ESPN pada Kamis (13/6), dikutip dari Antara.

Namun, pemain berusia 36 tahun itu belum berniat untuk meninggalkan sepak bola dalam waktu dekat.

Messi sendiri masih terikat kontrak dengan klub Major League Soccer (MLS) tersebut hingga 2025 dengan opsi perpanjangan satu tahun lagi.

Dia juga mengungkapkan bahwa meninggalkan Eropa dan pindah ke Amerika Serikat adalah langkah yang sulit untuk diambil. Namun, dia sudah menikmati suasana di klub barunya.

“Saya suka bermain sepak bola. Saya menikmati latihan, pertandingan setiap hari. (Saya) sedikit takut semuanya akan berakhir,” lanjutnya.

“Itulah mengapa saya lebih menikmati segalanya, karena saya sadar bahwa semakin sedikit hal yang harus saya lalui dan saya memiliki waktu yang baik di klub.”

“Saya menikmati detail-detail kecil yang saya tahu akan saya lewatkan ketika saya tidak bermain lagi,” ujar eks pemain Barcelona tersebut.

Meski sudah berada di penghujung kariernya, Messi musim ini di MLS telah mencetak 12 gol dan 13 assist dalam 12 pertandingan dan membuat Inter Miami memuncaki klasemen Wilayah Timur.

Dia juga berharap untuk membawa performa terbaiknya ke Timnas Argentina untuk Copa America 2024 yang akan dimulai pada 21 Juni.

Tim Tanggo memiliki misi untuk mempertahankan trofi yang mereka menangkan pada tahun 2021.

Turnamen ini diadakan di Amerika Serikat, tempat yang menjadi rumah bagi Messi selama setahun terakhir. (*)

 

Peserta PPDB Membludak, Orangtua Khawatir Sekolah Negeri Tak Akomodir Anak Mereka

0
IMG 20240613 WA0001
Orangtua dan calon peserta didik saat mendaftar di hari terakhir pelaksanaan PPDB SMK di SMKN I Batam, Kamis (13/6). Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Proses penerimaan peserta didik baru tingkat SMK dan SMA untuk jalur afirmasi, perpindahan orang tua serta prestasi di Kepri telah ditutup, Jumat (14/6). Total peserta didik yang sudah mendaftar diatas 17 ribu orang.

Jumlah ini jauh melebihi kuota daya tampung SMA dan SMK yang ada di Batam yakni kisaran 15 ribu siswa. Ini jadi polemik karena akan ada banyak protes dan desakan dari masyarakat dan peserta didik nantinya, karena banyak yang tidak lolos seleksi.

Seperti diketahui dalam petunjuk teknis PPDB yang dikeluarkan Disdik Kepri, proses PPDB daring paling banyak SMA dan SMK di kota Batam. Kabupaten/ kota lain umumnya sistem kombinasi dan luring. Dari perbandingan total pendaftaran luring di hari terakhir PPDB SMK dan sebagian jalur PPDB SMA ini tentunya akan bermasalah karena keterbatasan kuota daya tampung sekolah di Batam tadi.

Baca Juga: Hari Terakhir PPDB, Posko Pengaduan SMKN I Batam Diserbu Orangtua dan Calon Peserta Didik

Bahkan jumlah ini belum termasuk dengan kuota jalur zonasi SMA yang angka prestasinya jauh lebih tinggi dari tiga jalur yang sudah berlangsung PPDB SMA tadi. Dalam juknis tertera untuk jalur zonasi SMA kuotanya 65 persen.

Belakangan ini orangtua atau calon peserta didik baru yang dijumpai di lapangan umumnya menginginkan anak mereka masuk sekolah negeri. Alasannya hanya satu yakni penghematan biaya pendidikan. Keinginan ini semakin kuat lagi sebab ada kebijakan dari Pemprov Kepri yang akan menggratiskan SPP siswa SMA dan SMK di tahun ajaran baru nanti.

Hampir semua orangtua yang anaknya tamat SMP di Batam khusunya di Batuaji dan Sagulung berlomba-lomba mendaftarkan anak mereka ke sekolah negeri.

“Ya sudah pasti karena masalah ekonomi. Sekolah swasta cenderung lebih mahal makanya saya mau anak saya masuk sekolah negeri. Apalagi kayanya SPP mau digratiskan ya siapa yang tak mau, ” kata Yustin, warga Kaveling Baru, Sagulung.

Demikian juga dengan Sumardi, orangtua lain warga Batuaji yang mendaftarkan anak nya ke SMKN I Batam. Dia sudah mempunyai rencana cadangan untuk kembali mendaftarkan anaknya ke SMAN 19 pada jalur zonasi nanti. Dia mempunyai alasan yang sama atas keinginannya menyekolahkan anak ke sekolah negeri yakni demi menghemat biaya pendidikan anak.

“Empat orang anak saya masih sekolah semua. Ini harus ke Negeri biar tak berat kali bayar uang sekolah anak, ” katanya.

Terkait masalah ini Disdik Kepri melalui juknis PPDB yang ada juga sudah memprediksi dengan menerbitkan kebijakan lainnya seperti memperbolehkan peserta didik yang tidak lolos di PPDB SMK untuk kembali daftar di jalur zonasi SMA.

“Kalau memang niat ke sekolah negeri dan anaknya tidak lolos di PPDB SMK bisa daftar lagi di jalur zonasi SMA asalkan berkas dan persyaratan lengkap sesuai yang ada dalam juknis ini, ” ujar Kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Cabang Batam Kasdianto.

Untuk kebijakan lain seperti penambahan kuota daya tampung dan lain sebagainya Disdik Kepri belum mengeluarkan kebijakan lanjutan sebab proses PPDB belum berakhir secara menyeluruh. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update Rempang Eco-City, 112 KK Telah Menempati Hunian Sementara

0

pindahbatampos – Sebanyak 112 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak program pembangunan Rempang Eco-City telah bergeser dan menempati hunian sementara. Jumlah itu kembali bertambah setelah beberapa warga asal Rempang mulai membuka diri terhadap rencana investasi di kampung mereka tersebut.

Di samping itu, langkah BP Batam dalam mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis menjadi salah satu faktor penting lainnya guna mempercepat pergeseran terhadap warga yang terdampak program strategis Rempang Eco-City.

“Melalui proyek ini, saya ingin anak cucu kami bisa hidup lebih layak,” harap Salim, warga asli Kampung Sembulang Tanjung saat memutuskan untuk bergeser ke hunian sementara, Rabu (12/6/2024).

Salim menegaskan, pergeseran terhadap dirinya dan keluarga merupakan keputusan pribadi tanpa ada campur tangan pihak lain.

Pria yang telah menginjak usia 70 tahun tersebut meyakini, pemerintah telah mempertimbangkan banyak hal sebelum proyek ini berjalan. Khususnya yang berkaitan dengan sisi kemanusiaan dan hak masyarakat.

“Saya selalu berdoa kepada Allah SWT agar pembangunan ini bisa cepat selesai dan kami bisa hidup di rumah baru dengan nyaman,” pungkasnya.

Sementara, BP Batam melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait mengatakan jika pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan proyek strategis Rempang Eco-City.

Ariastuty berharap, seluruh komponen daerah pun dapat mendukung BP Batam dalam merealisasikan investasi di Rempang.

“Kami membutuhkan dukungan dari seluruh komponen daerah agar realisasi investasi di sana bisa berjalan lancar,” ujar Tuty, panggilan akrabnya.

Di samping itu, Tuty menjelaskan beberapa manfaat pergeseran terhadap warga terdampak pengembangan Rempang.

Selain mendapatkan uang sewa rumah maksimum selama 12 bulan sebesar Rp 1,2 juta per KK, lanjut Tuty, warga pun juga berhak atas biaya hidup dengan periode yang sama sebesar Rp 1,2 juta per jiwa.

“BP Batam juga memfasilitasi pengangkutan orang dan barang dari rumah mereka ke hunian sementara. Serta, ada beberapa manfaat lain yang warga dapatkan termasuk kepastian terhadap pendidikan anak-anak mereka yang masih bersekolah,” pungkasnya. (*)

Update Rempang Eco-City, 112 KK Telah Menempati Hunian Sementara

0

pindahbatampos – Sebanyak 112 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak program pembangunan Rempang Eco-City telah bergeser dan menempati hunian sementara. Jumlah itu kembali bertambah setelah beberapa warga asal Rempang mulai membuka diri terhadap rencana investasi di kampung mereka tersebut.

Di samping itu, langkah BP Batam dalam mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis menjadi salah satu faktor penting lainnya guna mempercepat pergeseran terhadap warga yang terdampak program strategis Rempang Eco-City.

“Melalui proyek ini, saya ingin anak cucu kami bisa hidup lebih layak,” harap Salim, warga asli Kampung Sembulang Tanjung saat memutuskan untuk bergeser ke hunian sementara, Rabu (12/6/2024).

Salim menegaskan, pergeseran terhadap dirinya dan keluarga merupakan keputusan pribadi tanpa ada campur tangan pihak lain.

Pria yang telah menginjak usia 70 tahun tersebut meyakini, pemerintah telah mempertimbangkan banyak hal sebelum proyek ini berjalan. Khususnya yang berkaitan dengan sisi kemanusiaan dan hak masyarakat.

“Saya selalu berdoa kepada Allah SWT agar pembangunan ini bisa cepat selesai dan kami bisa hidup di rumah baru dengan nyaman,” pungkasnya.

Sementara, BP Batam melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait mengatakan jika pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan proyek strategis Rempang Eco-City.

Ariastuty berharap, seluruh komponen daerah pun dapat mendukung BP Batam dalam merealisasikan investasi di Rempang.

“Kami membutuhkan dukungan dari seluruh komponen daerah agar realisasi investasi di sana bisa berjalan lancar,” ujar Tuty, panggilan akrabnya.

Di samping itu, Tuty menjelaskan beberapa manfaat pergeseran terhadap warga terdampak pengembangan Rempang.

Selain mendapatkan uang sewa rumah maksimum selama 12 bulan sebesar Rp 1,2 juta per KK, lanjut Tuty, warga pun juga berhak atas biaya hidup dengan periode yang sama sebesar Rp 1,2 juta per jiwa.

“BP Batam juga memfasilitasi pengangkutan orang dan barang dari rumah mereka ke hunian sementara. Serta, ada beberapa manfaat lain yang warga dapatkan termasuk kepastian terhadap pendidikan anak-anak mereka yang masih bersekolah,” pungkasnya. (*)

Pedagang di Food Street Gurindam 12 Resah, Alat Jualan Diicaran Maling

0
Santi salah satu pedagang yang berjualan di Kawasan Gurindam 12 Tanjungpinang.

batampos-Pedagang di kawasan kuliner food street Gurindam 12 Tanjungpinang resah atas aksi maling yang kerap mengincar gerobak jualan para pedagang.

Sejumlah pedagang mengaku banyak kehilangan alat atau perlengkapan jualan seperti kompor gas hingga tiang besi penyangga gerobak.

“Sering kali terjadi bahkan sampai sekarang. Dari barang dagangan hingga tiang gerobak dicuri,” ujar salah satu pedagang, Yuni, Kamis (13/6).

Yuni menyebut, belum lama ini ada pedagang yang berjualan di Gurindam 12 Tanjungpinang itu juga mengalami kemalingan, yang bersangkutan kehilangan puluhan kursi yang biasa digunakan untuk jualan.

BACA JUGA: Satpol PP Lakukan Penertiban Pedagang di Kaki Lima

Tidak itu saja, aksi maling tersebut juga kian meresahkan karena mengobrak-abrik isi gerobak dan stand jualan punya pedagang.

“Baru-baru ini pedagang kehilangan kursi, malingnya masih meraja lela. Saya harap polisi segera tanggap,” harap Yuni.

Yuni heran kapan waktu maling tersebut melancarkan aksinya. Sebab, kebanyakan pedagang di sana selesai berjualan sekitar pukul 03.00 WIB dinihari.

“Kita tutup saja jam 1 atau paling lala jam 3 dinihari. Mungkin malingnya pagi atau siang saat kita belum mulai jualan,”tutur Yuni lagi.

Pedagang di sana, Yuni menyebut sudah melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian dan berharap segera ditangkap. “Kita mau bikin ronda bergilir. Tapi akan kita bahas dulu,” ucapnya.

Pedagang lain, Santi juga mengeluhkan hal serupa. Ia mengaku harus lebih waspada karena pernah kemalinhan dan semua barang miliknya ludes digondol maling.

“Sampai licin dagangan saya. Jadi sekarang saya waspada, pulangnya harus jam 3 pagi,” tambahnya. (*)

Reporter: Peri Irawan

Warga Terdampak Pengembangan Rempang Eco City Akan Mendapat Santunan Pembukaan Lahan Hingga Permukiman Baru

0

banonbatampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam, akan segera membayarkan santunan Kepada 31 Kepala Keluarga (KK) yang telah pindah ke hunian sementara. Santunan yang dibayarkan kepada masyarakat terdampak pengembangan Rempang Eco City tersebut, berupa biaya atas pembukaan lahan; tanaman yang tumbuh; sarana usaha seperti kandang ternak, warung, kolam ikan, sampan, kelong dan kerambah.

Disamping itu, masyarakat juga akan menerima permukiman kembali berupa hunian tipe 45 seniai Rp 130.290.754, dengan lahan berstatus hak milik. Masyarakat juga akan mendapatkan santunan, jika rumah merka sebelumnya lebih tinggi nilainya dari rumah yang akan mereka terima di Tanjung Banun.

Sebagai contoh, jika masyarakat mempunyai nilai rumah sebelumnya sebesar Rp 500 juta sesuai hasil penilaian dari tim independen, maka BP Batam memberikan rumah tipe 45 senilai Rp 130.290.754, dan ditambah santunan atas selisih harga rumah sebesar Rp 369.709.246.

Selain itu, permukiman di Tanjung Banun juga dilengkapi dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti masjid, sekolah mulai dari jenjang SD hingga SMA, pasar, lapangan bola, kantor pemerintahan, puskesmas, jalan aspal row 8, jaringan listrik, sambungan air minum serta dermaga.

Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, pemberian santunan tersebut merupakan amanah dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 78 Tahun 2023 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dalam rangka Penyediaan Tanah untuk Pembangunan Nasional.

Selanjutnya, dituangkan dalam aturan turunan berupa Perka Nomor 20 Tahun 2023, tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan Dalam Rangka Penyediaan Tanah untuk Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Rempang Eco-City.

“Jadi untuk saat ini, sudah ada 31 KK yang telah dilakukan survey oleh tim independen dan dinilai oleh tim independen. Hasil penilaian itu telah diumumkan di kelurahan, kantor kecamatan dan lokasi pembangunan selama 7 hari kerja. Jadi tahap selanjutnya, akan dilakukan pembayaran santunan sesuai amanah dari aturan yang berlaku,” ujarnya, Jumat (14/6/2024).

Ia melanjutkan, saat ini masyarakat yang telah bergeser ke hunian sementara, sudah mendapat santunan berupa biaya hidup sebesar Rp 1,2 juta per jiwa setiap bulan. Biaya hidup tersebut, diberikan selama 12 bulan sejak masyarakat menghuni hunian sementara.

Tidak hanya biaya hidup, masyarakat juga diberikan biaya sewa rumah sebesar Rp 1,2 juta per bulan untuk setiap kepala keluarga. Biaya sewa rumah itu juga diberikan untuk selama 12 bulan.

Ketika tiba di rumah sementara, masyarakat juga akan diberikan bantuan berupa paket sembako. Masyarakat juga diberikan fasilitas mobilisasi barang secara gratis dari rumah asal ke rumah sewa dan kembali lagi permukiman di Tanjung Banun.

Termasuk juga, kepastian anak-anak warga yang terdampak untuk ditampung di sekolah terdekat dari hunian sementara. Serta, tersedianya layanan kesehatan apabila diperlukan.

“Untuk santunan berupa biaya hidup selama di hunian sementara, biaya sewa rumah, bantuan paket sembako, mobilisasi dan yang lainnya, sudah diberikan kepada 112 KK yang telah pindah ke hunian sementara,” katanya.

Selain santunan, anak-anak warga terdampak akan mendapatkan pelatihan untuk persiapan bekerja di Kawasan Industri yang akan dibangun di kawasan Rempang. Sementara untuk warga yang mata pencariannya nelayan, akan dibantu pelatihan, sarana usaha, dan permodalan untuk melanjutkan pekerjaan sebagai nelayan.

Selanjutnya, juga terbuka peluang usaha baru seperi kos-kosan, laundry, bengkel, warung, pertanian aquaponik, industri rumah tangga dan pedagang sembako.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk bisa menyukseskan rencana investasi di Rempang. Apabila ada informasi yang simpang siur diterima, Ariastuty meminta agar masyarakat dapat bertanya langsung kepada tim di posko yang telah ditentukan.

“Pada prinsipnya, BP Batam merupakan perpanjangan tangan pusat untuk menyelesaikan program strategis nasional ini. Masyarakat bisa langsung ke posko yang ada di Kantor Camat Galang apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan,” imbuhnya. (*)

Warga Terdampak Pengembangan Rempang Eco City Akan Mendapat Santunan Pembukaan Lahan Hingga Permukiman Baru

0

banonbatampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam, akan segera membayarkan santunan Kepada 31 Kepala Keluarga (KK) yang telah pindah ke hunian sementara. Santunan yang dibayarkan kepada masyarakat terdampak pengembangan Rempang Eco City tersebut, berupa biaya atas pembukaan lahan; tanaman yang tumbuh; sarana usaha seperti kandang ternak, warung, kolam ikan, sampan, kelong dan kerambah.

Disamping itu, masyarakat juga akan menerima permukiman kembali berupa hunian tipe 45 seniai Rp 130.290.754, dengan lahan berstatus hak milik. Masyarakat juga akan mendapatkan santunan, jika rumah merka sebelumnya lebih tinggi nilainya dari rumah yang akan mereka terima di Tanjung Banun.

Sebagai contoh, jika masyarakat mempunyai nilai rumah sebelumnya sebesar Rp 500 juta sesuai hasil penilaian dari tim independen, maka BP Batam memberikan rumah tipe 45 senilai Rp 130.290.754, dan ditambah santunan atas selisih harga rumah sebesar Rp 369.709.246.

Selain itu, permukiman di Tanjung Banun juga dilengkapi dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti masjid, sekolah mulai dari jenjang SD hingga SMA, pasar, lapangan bola, kantor pemerintahan, puskesmas, jalan aspal row 8, jaringan listrik, sambungan air minum serta dermaga.

Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, pemberian santunan tersebut merupakan amanah dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 78 Tahun 2023 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dalam rangka Penyediaan Tanah untuk Pembangunan Nasional.

Selanjutnya, dituangkan dalam aturan turunan berupa Perka Nomor 20 Tahun 2023, tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan Dalam Rangka Penyediaan Tanah untuk Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Rempang Eco-City.

“Jadi untuk saat ini, sudah ada 31 KK yang telah dilakukan survey oleh tim independen dan dinilai oleh tim independen. Hasil penilaian itu telah diumumkan di kelurahan, kantor kecamatan dan lokasi pembangunan selama 7 hari kerja. Jadi tahap selanjutnya, akan dilakukan pembayaran santunan sesuai amanah dari aturan yang berlaku,” ujarnya, Jumat (14/6/2024).

Ia melanjutkan, saat ini masyarakat yang telah bergeser ke hunian sementara, sudah mendapat santunan berupa biaya hidup sebesar Rp 1,2 juta per jiwa setiap bulan. Biaya hidup tersebut, diberikan selama 12 bulan sejak masyarakat menghuni hunian sementara.

Tidak hanya biaya hidup, masyarakat juga diberikan biaya sewa rumah sebesar Rp 1,2 juta per bulan untuk setiap kepala keluarga. Biaya sewa rumah itu juga diberikan untuk selama 12 bulan.

Ketika tiba di rumah sementara, masyarakat juga akan diberikan bantuan berupa paket sembako. Masyarakat juga diberikan fasilitas mobilisasi barang secara gratis dari rumah asal ke rumah sewa dan kembali lagi permukiman di Tanjung Banun.

Termasuk juga, kepastian anak-anak warga yang terdampak untuk ditampung di sekolah terdekat dari hunian sementara. Serta, tersedianya layanan kesehatan apabila diperlukan.

“Untuk santunan berupa biaya hidup selama di hunian sementara, biaya sewa rumah, bantuan paket sembako, mobilisasi dan yang lainnya, sudah diberikan kepada 112 KK yang telah pindah ke hunian sementara,” katanya.

Selain santunan, anak-anak warga terdampak akan mendapatkan pelatihan untuk persiapan bekerja di Kawasan Industri yang akan dibangun di kawasan Rempang. Sementara untuk warga yang mata pencariannya nelayan, akan dibantu pelatihan, sarana usaha, dan permodalan untuk melanjutkan pekerjaan sebagai nelayan.

Selanjutnya, juga terbuka peluang usaha baru seperi kos-kosan, laundry, bengkel, warung, pertanian aquaponik, industri rumah tangga dan pedagang sembako.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk bisa menyukseskan rencana investasi di Rempang. Apabila ada informasi yang simpang siur diterima, Ariastuty meminta agar masyarakat dapat bertanya langsung kepada tim di posko yang telah ditentukan.

“Pada prinsipnya, BP Batam merupakan perpanjangan tangan pusat untuk menyelesaikan program strategis nasional ini. Masyarakat bisa langsung ke posko yang ada di Kantor Camat Galang apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan,” imbuhnya. (*)