
batampos – Badan Anggaran (Banggar) DPR dan pemerintah menyetujui asumsi makro untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun anggaran 2025, masa pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Ketua Banggar DPR Said Abdullah mengatakan, asumsi dasar ekonomi makro dan target pembangunan tahun 2025 yang disepakati dalam pembicaraan pendahuluan ini akan menjadi kerangka kerja bagi pemerintah untuk menjalankan proses pembangunan. Adapun sebelumnya, asumsi makro ini telah dibahas dan disepakati dalam berbagai panja.
“Dalam rapat panja tersebut, kami menyepakati setiap sasaran, sasaran, dan kebijakan pembangunan serta catatan panja agar memberikan ruang yang luas bagi pemerintahan baru nantinya untuk menjalankan setiap program unggulan sebagaimana yang terdapat dalam visi misi presiden terpilih,” kata Said dalam Rapat Banggar DPR RI, Kamis (4/7).
Rapat kerja tersebut menyepakati hasil Panja Asumsi Dasar, Kebijakan Fiskal, Pendapatan, Defisit, dan Pembiayaan RAPBN TA 2025 bahwa kisaran angka asumsi dasar ekonomi makro pada RAPBN 2025 antara lain pertumbuhan ekonomi 5,1-5,5 persen dan laju inflasi 1,5-3,5 persen.
Berikutnya, nilai tukar rupiah 15.300-15.900 per USD dan tingkat suku bunga SBN 10 tahun 6,9-7,2 persen. Selain itu, disepakati harga minyak mentah Indonesia USD 75-85 per barel, lifting minyak bumi 580-605 ribu barel per hari, dan lifting gas bumi 1.003-1.047 ribu barel setara minyak per hari.
Sementara itu, sasaran dan indikator pembangunan pada tahun 2025 yang diusulkan Pemerintah dan kemudian disepakati adalah tingkat kemiskinan 7-8 persen, tingkat kemiskinan ekstrem 0 persen, rasio gini 0,379-0,382, dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 4,5-5 persen. Selanjutnya, indeks modal manusia 0,56, nilai tukar petani 115-120, dan nilai tukar nelayan 105-108.
Dalam kesempatan tersebut, Menkeu mengatakan penjelasan dan catatan dari rapat kerja akan sangat berguna bagi pemerintah untuk menyusun RAPBN 2025 dengan mengoptimalkan seluruh laporan Panja agar tetap harmonis dan konsisten. “Kami akan bekerja keras dan terus berkomunikasi agar RAPBN 2025 tetap bisa menjawab tantangan pembangunan sembari menjaga kesehatan dan sustainabilitasnya. Terima kasih, Pimpinan Banggar,” ujar Menkeu.
Berikut Rincian Asumsi Makro 2025
– Pertumbuhan ekonomi: 5,1 – 5,5 persen
– Laju inflasi: 1,5 – 3,5 persen
– Nilai tukar rupiah: Rp 15.300 – Rp 15.900
– Tingkat Suku Bunga SBN 10 tahun: 6,9 – 7,2 persen
– Harga Minyak Mentah Indonesia: USD75 – USD85 per barel
– Lifting minyak bumi: 580 – 605 ribu barel per hari
– Lifting gas bumi: 1.003 ribu – 1.047 ribu barel setara minyak per hari.
Postur makro fiskal 2025
– Pendapatan negara: 12,3 persen hingga 12,36 persen dari PDB
– Belanja negara: 14,59 persen hingga 15,18 persen dari PDB
– Belanja pemerintah pusat: 10,92 persen hingga 11,17 persen dari PDB
– Transfer ke daerah: 3,67 persen hingga 4,01 persen dari PDB
– Keseimbangan primer 0,14 persen hingga 0,61 persen dari PDB
– Defisit: 2,29 persen hingga 2,82 persen dari PDB
– Pembiayaan investasi: 0,3 persen hingga 0,5 persen dari PDB
– Rasio utang: 37,82 persen hingga 38,71 persen dari PDB
Sasaran dan indikator pembangunan 2025
– Tingkat kemiskinan: 7 persen hingga 8 persen
– Tingkat kemiskinan ekstrem: 0 persen
– Rasio gini: 0,379-0,382
– Tingkat pengangguran terbuka: 4,5 persen hingga 5 persen
– Indeks modal manusia: 0,56
– Nilai tukar petani: 115 hingga 120
– Nilai tukar nelayan: 105 hingga 108








batampos– Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad melakukan Penyerahan Bantuan Kesejahteraan Sosial berupa bahan pokok beras, bantuan pengembangan usaha ekonomi masyarakat dan bantuan perikanan untuk nelayan di Kota Tanjungpinang bertempat di Aula Wan Sri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (02/07).
batampos– Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1446 Hijriah yang jatuh pada Ahad (7/7), Pemprov Kepri berkolaborasi dengan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Kepri akan menggelar serangkaian kegiatan bertema “Jadikan Momen Tahun Baru Islam Sebagai Spirit Membangun Ukhuwah dan Dakwah Islamiyah”.