
F. LOUIS ANDERSON/AFP
batampos – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah melakukan penelitian terhadap daun Kratom (Mitragyna speciosa). Bahkan penelitian kandungan daun tersebut sudah diuji coba ke mencit (Mus musculus). Hasilnya terdapat sejumlah manfaat dalam kandungan daun tersebut. Diantaranya memiliki efek analgesik yaitu pereda atau penghilang rasa sakit pada tubuh.
Riset mengenai daun kratom tersebut disampaikan peneli-ti dari Pusat Riset Vaksin dan Obat BRIN Masteria Yunovilsa Putra. Dia menuturkan daun kratom dipercaya masyarakat memiliki efek analgesik, stimulan, dan dapat membantu mengatasi kecanduan opioid.
Dia mengatakan opioid adalah sekelompok obat-obatan yang bekerja pada sistem saraf pusat untuk menghasilkan efek pereda nyeri dan euphoria. Dia menjelaskan banyak pengguna atau pengon-sumsi daun kratom membantu mengatasi rasa sakit kronis, kecemasan, dan depresi. Selain itu juga juga menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan obat-obatan opioid. Pasalnya, konsumsi obat-obatan opioid bisa memicu ketergantungan.
Dia menjelaskan efek analgesik yang dimiliki oleh kandu-ngan alkaloid di dalam daun kratom, memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam bidang kesehatan. Di antaranya adalah penggunaan ekstrak alkaloid kratom sebagai adjuvant untuk pengobatan kanker. Tentunya bersama penggunaan dosis rendah obat antikanker lainnya.
Dia menjelaskan ekstrak alkaloid kratom dengan kandungan senyawa mitragyne sekitar 46 persen, menimbulkan efek analgesik terhadap rasa sakit akibat panas. ’’Studi aktivitas analgesik secara in vivo kami lakukan pada hewan coba,’’ katanya, kemarin. Hewan coba yang digunakan adalah mencit, yaitu hewan sejenis tikus.
Masteria mengatakan berdasarkan hasil penelitiannya pemberian ekstrak alkaloid kratom secara kronis selama sepuluh hari pada hewan coba, menunjukkan hasil menarik. Yaitu efek analgesik dari alkaloid kratom hampir sama dengan efek analgesik yang ditimbulkan oleh morfin.
Dia menjelaskan di daerah Kalimantan, daun kratom menjadi komoditas yang pen-ting untuk petani setempat. Bahkan daun kratom sampai diekspor ke sejumlah negara serta memberikan pendapatan yang signifikan untuk petani. Masteria menegaskan dalam bidang kesehatan, kratom memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk bahan baku obat. Tetapi dia mengingatkan penggunaan ekstrak dari alkaloid kratom dalam dosis tertentu, diindikasikan dapat memberikan efek samping.
“Untuk itu perlu regulasi yang tepat tanpa mempengaruhi mata pencaharian para petani tersebut,” katanya. Pasalnya jika diberlakukan regulasi yang tidak tepat, justru berdampak negatif kepada para petani. Dia menegaskan bahwa penelitian lebih lanjut serta dialog masih terus terbuka untuk pengembangan daun Kratom ke depannya. (*)



batampos – Kader PKS yang juga Wakil Ketua DPRD Kepri, Raden Hary Tjahyono menyatakan siap untuk maju pada pilkada Batam tahun 2024. “Berdasarkan hasil keputusan rapat kerja daerah DPD PKS Batam. Jadi untuk pilkada Batam saya menjadi salah satu yang direkomendasikan. Karena sudah seperti itu ya saya tanggapi dengan penuh tanggungjawab,” kata dia.




