Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 327

Pemko Batam Siapkan Pelantikan 6 Pejabat, Satu Pejabat Belum Mendapat Persetujuan Kemendagri

0
Wali Kota Batam, sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. f. arjuna

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam segera melakukan pelantikan sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Saat ini, proses administrasi tinggal menunggu satu persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, secara prinsip seluruh nama yang diusulkan telah mendapatkan persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun, untuk satu jabatan tertentu, masih diperlukan rekomendasi dari gubernur sebelum persetujuan akhir dari Kemendagri diterbitkan.

“Sekarang masih ada satu lagi yang kami proses untuk salah satu OPD yang harus mendapat persetujuan dari Kemendagri. Persetujuan itu akan keluar setelah ada rekomendasi dari gubernur. Tapi prinsipnya, yang kita rencanakan itu dari BKN sudah oke semua. Kalau tidak salah ada enam orang,” katanya, Rabu (28/1).

Ia menjelaskan, dari enam pejabat tersebut, dua orang akan mengisi jabatan yang kosong karena pejabat sebelumnya telah memasuki masa purna tugas. Di antaranya posisi di Dinas Pemadam Kebakaran serta Dinas Arsip dan Perpustakaan. Sementara empat lainnya merupakan pejabat yang mengalami pergeseran jabatan.

“Yang dilantik, yang bergeser, serta yang mengisi formasi karena purna tugas. Ada beberapa yang sekarang sudah purna, seperti di Pemadam Kebakaran, kemudian Kadis Arsip dan Perpustakaan. Jadi ada dua yang mengisi formasi kosong dan ada empat yang bergeser. Tinggal menunggu tanggal pelantikan saja,” ujar dia.

Sementara itu, terkait nasib salah satu pejabat, Gustian Riau, Amsakar menyebut yang bersangkutan masih dalam proses pemeriksaan atas masalah yang sempat viral. Apabila terdapat indikasi pelanggaran berat, maka pejabat tersebut dapat dibebastugaskan sementara hingga proses pemeriksaan selesai.

“Kalau diberhentikan sementara, ketentuannya dibebastugaskan sampai dengan pemeriksaannya selesai. Yang bersangkutan masih dalam proses pengajuan laporan. Ketentuannya, kalau ada indikasi berat, dapat dibebastugaskan sementara waktu sampai dengan proses pemeriksaan,” kata Amsakar.

Pemko Batam akan mengikuti seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam menangani persoalan itu.(*)

Artikel Pemko Batam Siapkan Pelantikan 6 Pejabat, Satu Pejabat Belum Mendapat Persetujuan Kemendagri pertama kali tampil pada Metropolis.

Patroli Blok, Satpol PP Lingga Bersihkan Trotoar dari Lapak Pedagang

0
Petugas Satpol PP Lingga saat menertibkan grobak dagangan yang masih berjualan di atas trotoar, Rabu (28/1). F. Hasim untuk Batam Pos.

batampos – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lingga menertibkan lapak pedagang buah yang berjualan di atas trotoar kawasan Pasar Dabo Singkep, Rabu (28/1/2026).

Penertiban dilakukan saat petugas melaksanakan patroli blok rutin di kawasan pasar. Dalam patroli tersebut, Satpol PP masih menemukan pedagang yang membuka lapak dan menempatkan gerobak dagangan di atas trotoar.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (Kabid PPUD) Satpol PP Lingga, Hasim, mengatakan patroli blok digelar sebagai upaya menjaga ketertiban dan ketenteraman umum di kawasan pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Patroli ini kami lakukan untuk menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat di kawasan Pasar Dabo Singkep,” ujar Hasim, Rabu (28/1).

Hasim menjelaskan, keberadaan lapak di atas trotoar melanggar fungsi fasilitas umum yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki.

“Masih ditemukan gerobak dagangan yang berjualan di atas trotoar. Terpaksa kami tertibkan karena trotoar adalah hak pejalan kaki, bukan untuk lapak dagangan,” jelasnya.

Selain menertibkan gerobak pedagang, petugas Satpol PP juga memberikan teguran lisan kepada pemilik lapak agar tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.

Satpol PP Lingga mengimbau para pedagang untuk mematuhi ketentuan yang berlaku dan menjaga ketertiban demi kenyamanan bersama.

“Kami harap pedagang dapat memahami dan mematuhi aturan agar tercipta ketertiban dan kenyamanan di kawasan pasar,” tutup Hasim. (*)

Artikel Patroli Blok, Satpol PP Lingga Bersihkan Trotoar dari Lapak Pedagang pertama kali tampil pada Kepri.

Bea Cukai Batam Masuk dalam Agenda Evaluasi Kementerian Keuangan

0
Kepala Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah. f. istimewa

batampos – Kantor Bea dan Cukai (BC) Batam dipastikan menjadi salah satu instansi yang masuk dalam agenda evaluasi besar-besaran Kementerian Keuangan. Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, membenarkan bahwa BC Batam termasuk dalam perhatian pusat terkait rencana perombakan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Namun demikian, Zaky menyatakan hingga kini belum ada informasi resmi mengenai siapa saja pejabat dan posisi mana di BC Batam yang akan terdampak perombakan tersebut. Menurutnya, pihaknya masih menunggu arahan dan keputusan resmi dari Kementerian Keuangan.
“Benar, Bea Cukai Batam disebut sebagai salah satu yang masuk evaluasi. Tapi untuk detail siapa dan jabatan apa yang akan dirombak, kami belum menerima kepastian,” ujar Zaky saat dikonfirmasi.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyatakan akan melakukan “obrak-abrik” besar-besaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Langkah ini diambil untuk memperbaiki kinerja, memperkuat pengawasan, serta menutup potensi kebocoran penerimaan negara.
Purbaya menegaskan, hampir seluruh pejabat di DJBC akan diganti, kecuali direktur jenderal.

Perombakan itu mencakup kepala wilayah hingga pejabat di pelabuhan-pelabuhan strategis yang dinilai belum optimal menjalankan tugas.

Rencana perombakan tersebut disebut akan diberlakukan dalam waktu dekat, dengan fokus pada lima pelabuhan besar di Indonesia, termasuk kawasan yang memiliki peran strategis dalam arus logistik dan perdagangan internasional.

Kebijakan tegas ini juga dimaksudkan sebagai peringatan keras kepada seluruh jajaran agar bekerja lebih profesional, transparan, dan serius dalam mendukung target penerimaan negara.

Di Batam, kebijakan tersebut menjadi sorotan mengingat posisi strategis daerah ini sebagai pintu masuk dan keluar barang ekspor-impor nasional. Publik kini menanti langkah lanjutan pemerintah pusat serta dampaknya terhadap tata kelola Bea Cukai di wilayah Batam.(*)

Artikel Bea Cukai Batam Masuk dalam Agenda Evaluasi Kementerian Keuangan pertama kali tampil pada Metropolis.

Catat! 5 Restoran Nusantara Terbaik di Batam, Cocok untuk Makan Bareng Keluarga

0
F. instagram.com/renuinsoulfood/

batampos – Kota Batam dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang kaya akan ragam kuliner, termasuk hidangan khas Nusantara. Berbagai restoran di Batam menawarkan menu tradisional Indonesia dengan cita rasa autentik yang cocok dinikmati bersama keluarga.

Berikut lima restoran Nusantara terbaik di Batam yang bisa menjadi pilihan untuk makan bersama keluarga, dirangkum dari berbagai sumber:

1. Ikan Bakar Cianjur

Ikan Bakar Cianjur menjadi salah satu restoran favorit yang menyajikan aneka kuliner khas Indonesia. Porsi makanan yang besar membuat restoran ini cocok untuk makan bersama keluarga.

Restoran ini berlokasi di Jl. Centre Point, Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

2. Athena Restaurant

Bagi pencinta konsep all you can eat dengan cita rasa Nusantara, Athena Restaurant bisa menjadi pilihan. Beragam menu makanan hingga dessert tersedia untuk dinikmati.

Athena Restaurant beralamat di Jl. Duyung, Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam.

3. Kasta Nusantara

Mengusung konsep kafe dan restoran Nusantara yang modern, Kasta Nusantara menawarkan beragam menu khas Indonesia bagi pengunjung yang ingin mengeksplorasi kuliner lokal dengan suasana kekinian.

Lokasinya berada di Nagoya Citywalk, Ruko No. 2 Northwalk Blok A No. 1, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.

4. Renuin Soul Food

Renuin Soul Food menyajikan berbagai hidangan khas Nusantara, termasuk aneka menu seafood. Restoran ini memiliki beberapa cabang yang tersebar di pusat perbelanjaan Batam.

Cabangnya antara lain berada di Nagoya Hill Mall, Mega Mall Batam Centre, dan Golden City.

5. Noesantara

Noesantara merupakan restoran yang menyajikan makanan khas Nusantara dan kerap menjadi tujuan wisatawan. Cita rasa autentik dan suasana nyaman menjadi daya tarik tersendiri.

Restoran ini berlokasi di Ruko Sinar Penuin Blok F No. 1–2, Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.

Kelima restoran tersebut tidak hanya menawarkan rasa khas Indonesia, tetapi juga menghadirkan suasana yang nyaman dan menu yang cocok untuk semua kalangan usia.

Pengunjung disarankan untuk memastikan jam operasional dan lokasi restoran sebelum berkunjung. (*)

Artikel Catat! 5 Restoran Nusantara Terbaik di Batam, Cocok untuk Makan Bareng Keluarga pertama kali tampil pada Metropolis.

Sekolah Merah Putih Hadir di Galang, Lahan 18 Hektare untuk SD hingga SMK

0
ilustrasi sekolah merah putih. f istimewa

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai merealisasikan rencana pembangunan Sekolah Merah Putih di Kecamatan Galang. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan, bahwa sosialisasi kepada masyarakat telah dilakukan dan mendapat dukungan luas dari warga.

“Semalam kita sudah sosialisasi ke masyarakat Galang. Kita sampaikan rencana akan membangun SD, SMP, dan SMK di lahan kurang lebih 18 hektare,” katanya, Rabu (28/1).

Perencanaan pembangunan sekolah tersebut telah dipaparkan secara langsung kepada tokoh masyarakat yang hadir dalam pertemuan tersebut. Pemerintah mempresentasikan konsep kawasan pendidikan terpadu yang dirancang untuk menjawab kebutuhan akses pendidikan di wilayah hinterland Batam.

“Perencanaannya sudah dipaparkan kepada tokoh-tokoh yang hadir dan alhamdulillah warga sangat mendukung,” katanya.

Sekolah Merah Putih dirancang sebagai kawasan pendidikan terintegrasi yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMK. Keberadaan SMK di wilayah Galang strategis untuk menyiapkan tenaga terampil yang relevan dengan kebutuhan industri dan sektor maritim yang berkembang di Batam.

Amsakar menyebut, pembangunan sekolah tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang Pemko Batam dalam mempersiapkan SDM unggul.

“Saya menekankan bahwa ke depan kita harus mempersiapkan SDM unggul. Dengan begitu, insyaAllah negeri ini akan tetap dijaga oleh anak-anak yang kompeten untuk meneruskan estafet ke depannya,” ujarnya.(*)

Artikel Sekolah Merah Putih Hadir di Galang, Lahan 18 Hektare untuk SD hingga SMK pertama kali tampil pada Metropolis.

Sudah Sejauh Mana Asuransi Syariah di Kepulauan Riau Sesuai Prinsip Islam?

0
Rifdah Tsabita

KEPULAUAN RIAU dikenal sebagai salah satu daerah dengan masyarakat Muslim yang kuat dan aktivitas ekonomi yang cukup dinamis.

Letaknya yang strategis, dekat dengan jalur perdagangan dan kawasan industri, membuat kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan keuangan semakin meningkat.

Dalam kondisi ini, asuransi syariah hadir sebagai pilihan yang dianggap lebih sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Namun, di lapangan, muncul pertanyaan yang kerap dibicarakan: “Sudah sejauh mana asuransi syariah benar-benar dijalankan sesuai prinsip Islam, khususnya di Kepulauan Riau?”

Secara konsep, asuransi syariah dibangun atas asas saling tolong-menolong. Dana yang dibayarkan peserta bukan untuk membeli risiko, melainkan sebagai dana tabarru’ yang digunakan membantu peserta lain ketika tertimpa musibah.

Perusahaan hanya bertindak sebagai pengelola.

Konsep ini selaras dengan prinsip Islam. Namun, dalam praktiknya di daerah, penerapannya masih menghadapi berbagai tantangan.

Beberapa kondisi yang sering ditemui di Kepulauan Riau dapat menjadi gambaran.

1. Pemahaman Peserta Masih Terbatas

Di kota-kota seperti Batam dan Tanjungpinang, masih banyak masyarakat yang mengikuti asuransi syariah karena rekomendasi kerabat atau agen, bukan karena benar-benar memahami sistemnya.

Tidak sedikit peserta yang mengira seluruh iuran adalah tabungan pribadi. Ketika suatu saat berhenti atau mengajukan klaim, barulah muncul rasa kecewa karena dana tidak bisa ditarik sepenuhnya. Kurangnya edukasi sejak awal membuat akad yang seharusnya jelas menjadi dipertanyakan.

2. Proses Klaim yang Dianggap Berbelit

Keluhan terkait klaim juga sering terdengar di masyarakat. Beberapa peserta di Kepulauan Riau mengaku proses klaim membutuhkan waktu lama dan dokumen yang cukup banyak.

Dari sudut pandang peserta, kondisi ini terasa kurang sejalan dengan semangat tolong-menolong yang menjadi dasar asuransi syariah.

Ketika klaim tidak segera terselesaikan, kepercayaan terhadap lembaga asuransi pun ikut menurun.

3. Transparansi Dana yang Kurang Dipahami

Isu lain yang kerap muncul adalah soal transparansi pengelolaan dana tabarru’. Peserta jarang mendapatkan penjelasan sederhana mengenai bagaimana dana tersebut dikelola dan diinvestasikan.

Laporan keuangan memang ada, tetapi sulit dipahami oleh masyarakat umum. Di daerah, kondisi ini memunculkan anggapan bahwa asuransi syariah tidak jauh berbeda dengan asuransi konvensional, hanya menggunakan istilah yang berbeda.

4. Peran Pengawasan Syariah yang Belum Terasa

Secara struktur, asuransi syariah memiliki Dewan Pengawas Syariah. Namun, di tingkat daerah, peran ini belum banyak dirasakan oleh masyarakat.

Ketika terjadi masalah, peserta lebih sering berhadapan dengan proses administratif daripada mendapatkan penjelasan berbasis prinsip syariah.

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana pengawasan syariah benar-benar berjalan di lapangan.

5. Tantangan Literasi Keuangan Syariah

Tingkat literasi keuangan syariah di Kepulauan Riau masih perlu ditingkatkan. Banyak masyarakat yang tertarik pada asuransi syariah karena faktor agama, tetapi belum dibekali pemahaman yang cukup.

Padahal, literasi yang baik akan membantu peserta memahami hak dan kewajibannya, sekaligus mencegah kesalahpahaman di kemudian hari.

Melihat kondisi tersebut, dapat dikatakan bahwa asuransi syariah di Kepulauan Riau sudah berada di jalur yang tepat dari sisi konsep.

Namun, dalam praktiknya, masih ada jarak antara prinsip Islam dan realitas di lapangan.

Edukasi yang lebih masif, transparansi yang mudah dipahami, serta penguatan peran pengawasan syariah menjadi kebutuhan mendesak.

Asuransi syariah seharusnya tidak hanya hadir sebagai produk keuangan berlabel syariah, tetapi juga sebagai sistem yang mencerminkan nilai keadilan, kejujuran, dan kepedulian.

Jika prinsip Islam benar-benar diwujudkan dalam praktik, maka asuransi syariah tidak hanya akan diterima, tetapi juga dipercaya dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kepulauan Riau. (*)

Penulis:
Rifdah Tsabita
NIM: 42301003 Jurusan: Akuntansi Syariah Institut Agama Islam SEBI

Artikel Sudah Sejauh Mana Asuransi Syariah di Kepulauan Riau Sesuai Prinsip Islam? pertama kali tampil pada News.

Jumlah Orang Asing yang Melanggar Keimigrasian di Batam Meningkat

0
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Batam, Hajar Aswad saat memberikan keterangan kepada pers terkait penindakan sejumlah warga negara asing (WNA) yang melanggar izin tinggal dan aturan keimigrasian di Kota Batam. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam mencatat peningkatan signifikan penanganan pelanggaran keimigrasian yang melibatkan orang asing sepanjang tahun 2025. Peningkatan tersebut tercermin dari jumlah Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) yang naik dari sekitar 394 tindakan pada 2024 menjadi 539 tindakan pada 2025.

Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Imigrasi Batam, Kharisma Rukmana menyampaikan tren kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas investasi dan pembangunan di kawasan industri Batam. Kondisi itu berdampak langsung pada intensitas lalu lintas serta aktivitas orang asing di wilayah tersebut.

“Berdasarkan hasil pengawasan keimigrasian, pelanggaran yang paling dominan ditemukan pada sektor konstruksi,” ujar Kharisma, Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, pelanggaran umumnya berkaitan dengan ketidaksesuaian antara izin tinggal yang dimiliki dengan kegiatan yang dilakukan orang asing di lapangan.

Terhadap orang asing yang terbukti melanggar ketentuan tersebut, Imigrasi Batam melakukan penegakan hukum secara tegas dan terukur.

Penindakan yang dilakukan berupa tindakan administratif keimigrasian, mulai dari deportasi hingga pengusulan penangkalan agar yang bersangkutan tidak dapat kembali memasuki wilayah Indonesia dalam jangka waktu tertentu, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk memastikan pengawasan berjalan efektif dan terkoordinasi, Imigrasi Batam juga terus memperkuat koordinasi lintas instansi termasuk dengan Dinas Ketenagakerjaan serta instansi sektoral terkait lainnya.

Sinergi tersebut diwujudkan melalui forum Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

“Forum ini menjadi wadah pertukaran informasi, sinkronisasi kebijakan, serta penguatan pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan tenaga kerja asing,” jelasnya.

Meski demikian, Kharisma mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, salah satunya adalah belum meratanya pemahaman masyarakat dan pelaku usaha mengenai fungsi serta jenis visa dan izin tinggal orang asing.

Dalam beberapa kasus, hal tersebut menyebabkan penggunaan visa yang tidak sesuai dengan aktivitas yang dilakukan.

“Oleh karena itu, selain pengawasan dan penindakan, kami juga terus mengedepankan upaya edukasi dan sosialisasi keimigrasian kepada masyarakat dan pelaku usaha, agar kepatuhan terhadap ketentuan keimigrasian dapat terus ditingkatkan,” tutupnya.(*)

Artikel Jumlah Orang Asing yang Melanggar Keimigrasian di Batam Meningkat pertama kali tampil pada Metropolis.

DPR Dorong Penguatan Skema Asuransi Kebencanaan di Indonesia

0
Tumpukan kayu sisa banjir dan longsor di Sumatera. (Istimewa)

batampos – Indonesia menghadapi risiko bencana alam yang tinggi, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, hingga tanah longsor. Menurut World Risk Report 2023, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di dunia.

Anggota Komisi VIII DPR, Matindas J. Rumambi, mendorong penguatan skema Pendanaan Risiko Kebencanaan (Disaster Risk Financing) sebagai bagian dari kebijakan nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan. Ia menilai, pola pembiayaan bencana yang selama ini mengandalkan APBN untuk bantuan darurat dan rehabilitasi perlu dilengkapi dengan instrumen modern agar beban fiskal negara tidak terus meningkat.

“Selama ini ketika bencana terjadi, negara hadir melalui APBN. Jika pola ini terus diulang tanpa instrumen pembiayaan risiko yang memadai, beban fiskal akan semakin berat. Asuransi kebencanaan harus mulai ditempatkan sebagai bagian dari kebijakan nasional,” kata Matindas.

Menurut legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini, asuransi kebencanaan tidak dimaksudkan untuk mengurangi tanggung jawab negara, melainkan memperkuat perlindungan sosial dengan mekanisme yang lebih terukur dan pasti bagi masyarakat terdampak. Matindas mendukung rencana pemerintah untuk menerapkan asuransi parametrik bencana mulai 2026 sebagai bagian dari penguatan kebijakan pembiayaan penanggulangan bencana nasional.

“Skema ini penting untuk mengurangi ketergantungan berulang terhadap APBN sekaligus menjaga ketahanan fiskal negara melalui instrumen pembiayaan yang modern dan adaptif,” ujarnya.

Komisi VIII DPR berkomitmen untuk terus mengawal penguatan kebijakan penanggulangan bencana, termasuk mendorong sinergi antar-kementerian/lembaga, pemerintah daerah, sektor keuangan, dan dunia usaha, agar Indonesia memiliki sistem perlindungan risiko bencana yang tangguh, adil, dan berkelanjutan. (*)

Artikel DPR Dorong Penguatan Skema Asuransi Kebencanaan di Indonesia pertama kali tampil pada News.

Bintang Tottenham Randal Kolo Muani Terlibat Kecelakaan Mobil di Tol M25

0
Bintang Tottenham Randal Kolo Muani alami kecelakaan saat ban Ferrari yang dikendarainya meledak di tol M25. (X/@centregoals)

batampos – Bintang Tottenham Hotspur, Randal Kolo Muani, dilaporkan mengalami kecelakaan lalu lintas saat mengendarai Ferrari Purosangue miliknya menuju Bandara Stansted pada Selasa (27/1) waktu setempat.

Dilansir Daily Mail, insiden terjadi ketika ban depan kanan Ferrari hitam Kolo Muani meledak secara tiba-tiba di jalan tol M25, Hertfordshire. Ledakan ban membuat kendali mobil terganggu dan mengakibatkan kerusakan parah pada bagian depan kendaraan mewah yang diperkirakan bernilai 400 ribu GBP (sekitar 9 miliar rupiah).

Rekan setimnya, Wilson Odobert, yang berkendara di belakang, segera menepikan mobil untuk memastikan kondisi Kolo Muani. Foto-foto di lokasi menunjukkan kedua pemain berdiri di bahu jalan, sementara Ferrari Purosangue milik Kolo Muani ringsek di bagian bumper depan.

Pelatih Tottenham Hotspur, Thomas Frank, memastikan kedua pemain dalam kondisi baik dan tidak mengalami cedera fisik. “Keduanya baik-baik saja. Ini hanya kecelakaan kecil akibat ban meledak. Semua selamat, hanya sedikit terlambat dari jadwal, tetapi tetap akan terbang menyusul tim,” kata Frank.

Kecelakaan ini menjadi drama tambahan bagi Tottenham yang tengah bersiap menghadapi Liga Champions melawan Eintracht Frankfurt di Jerman pada Kamis (29/1). Kehadiran Kolo Muani dan Odobert tentu melegakan, tetapi tim masih menghadapi badai cedera. Saat ini, Spurs hanya memiliki 11 pemain senior fit untuk posisi outfield.

Beberapa pemain kunci juga absen, termasuk Pedro Porro yang cedera hamstring dan diperkirakan menepi empat minggu, serta bek andalan Micky van de Ven yang tidak ikut rombongan ke Frankfurt karena masalah kebugaran, meski diharapkan kembali saat menghadapi Manchester City pada 1 Februari.

“Situasinya memang tidak ideal. Kami lebih suka semua pemain terbaik berada di lapangan. Namun, skuad ini memberi kesempatan bagi pemain lain untuk tampil maksimal,” tambah Frank.

Meskipun posisi Tottenham di fase gugur telah aman, kemenangan atas Frankfurt akan memastikan tim asuhan Thomas Frank berada di delapan besar dan langsung lolos ke babak 16 besar Liga Champions tanpa harus melalui babak playoff. (*)

Artikel Bintang Tottenham Randal Kolo Muani Terlibat Kecelakaan Mobil di Tol M25 pertama kali tampil pada Olahraga.

Pengurus Baru KADIN Batam Berkunjung ke BP Batam

0

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, secara resmi menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi pengurus baru Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Batam serta KADIN Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa sore (27/1/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara regulator dan pelaku usaha untuk menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi Batam pada 2026.

Rombongan pengurus dipimpin langsung oleh Ketua KADIN Kota Batam periode 2025–2030, Roma Nasir Hutabarat, serta Ketua KADIN Provinsi Kepri periode 2026–2031, Mustava.

Dalam sambutannya, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa KADIN merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendorong investasi serta menaikkan kelas UMKM.

Ia memaparkan bahwa selama 11 bulan kepemimpinannya, indikator makroekonomi Batam menunjukkan performa yang gemilang.

“Data makroekonomi kita pada triwulan ini mencapai 6,89 persen, meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar 6,6 persen. Capaian investasi bahkan menyentuh angka Rp68,3 triliun atau 115 persen di atas target yang ditetapkan. Hal ini membuktikan bahwa tata kelola kita sudah berada di jalur yang benar (on the right track),” ujar Amsakar.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang positif ini berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang ditandai dengan menurunnya angka pengangguran dan tingkat kemiskinan di Kota Batam.

Meski mencatat prestasi yang baik, Amsakar mengingatkan masih adanya tantangan domestik yang perlu menjadi prioritas, yakni penanganan titik banjir, ketersediaan air bersih, dan pengelolaan sampah. Ia menekankan pentingnya tata kelola serta investasi yang memerhatikan daya dukung ekosistem agar pembangunan tetap berkelanjutan.

Terkait isu internasional, Amsakar menanggapi keresahan KADIN mengenai kebijakan tarif resiprokal dari pemerintahan Donald Trump yang memengaruhi bisnis panel surya global, termasuk di Batam.

“Saya mendorong KADIN untuk melakukan langkah-langkah terobosan dengan tidak hanya bergantung pada pasar Amerika. Kita harus mencari pangsa pasar alternatif dan baru. Kita memiliki potensi besar untuk mengekspor ke banyak negara potensial,” tegasnya.

Komitmen KADIN untuk Batam 2026

Ketua KADIN Kota Batam, Roma Nasir Hutabarat, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan BP Batam dalam melibatkan pelaku usaha dalam perencanaan ekonomi.

“Kami berkomitmen menciptakan iklim ekonomi yang kondusif agar laju investasi pada 2026 semakin meningkat,” ungkap Roma.

Senada dengan itu, Ketua KADIN Provinsi Kepri, Mustava, menekankan pentingnya membangun energi positif di awal masa kepengurusannya.

“Batam membutuhkan kolaborasi yang kuat. KADIN siap berpartisipasi aktif, berbagi program, dan memastikan langkah kami relevan dengan tujuan pengembangan Batam ke depan,” pungkas Mustava.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk melakukan sharing program secara berkala guna memastikan Batam tetap menjadi destinasi investasi utama di kawasan Asia Tenggara.

Turut hadir Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Fary Djemy Francis, Direktur Investasi Dendi Gustinandar, Direktur Pembangunan Infrastruktur Boy Zasmita, serta 16 pengurus KADIN. (*)

Artikel Pengurus Baru KADIN Batam Berkunjung ke BP Batam pertama kali tampil pada Metropolis.