Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 328

Komisi I DPRD Sumsel Pelajari Pemanfaatan TIK di Kepulauan Riau

0
DPRD Sumsel kunjungi Kepri, dalami pemanfaatan TIK untuk pemerintahan digital. F. Diskominfo Kepri.

batampos – Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dengan menggelar pertemuan bersama Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Riau di Gedung Graha Kepri, Batam Center, Rabu (28/1/2026).

Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka koordinasi dan sharing terkait pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) guna meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Melinda, mengatakan kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari praktik baik yang telah diterapkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam pengelolaan dan pemanfaatan TIK.

“Kami ingin mendapatkan gambaran langsung bagaimana Kepri mengelola sistem informasi pemerintahan, layanan publik berbasis digital, serta penguatan e-government yang telah berjalan. Ini menjadi bahan penting bagi kami untuk pengembangan kebijakan di Sumatera Selatan,” ujar Melinda.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Syahid Ridho, menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan pentingnya kolaborasi antardaerah dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital.

“Pertemuan ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik terbaik. Pemanfaatan TIK bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal peningkatan kualitas layanan publik, transparansi, dan efektivitas kerja pemerintah daerah,” kata Syahid Ridho.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau, Hendri Kurniadi, memaparkan capaian kinerja Diskominfo Kepri sepanjang tahun 2025 serta program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.

“Diskominfo Kepri terus mendorong penguatan layanan informasi publik, pengembangan e-government, serta integrasi data statistik dan persandian untuk mendukung kebijakan pemerintah yang berbasis data,” jelas Hendri.

Rombongan Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan dipimpin oleh Ketua Komisi I Melinda, bersama anggota Hendra Gunawan dan Chairul S. Matdiah.

Sedangkan dari Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Riau dipimpin oleh Muhammad Syahid Ridho, di dampingi Wakil Ketua Suigwan, Sekretaris Zaizulfikar, serta anggota Agustian, Taba Iskandar, Tumpal Pasaribu, dan Ariyanto Lu.

Turut hadir mendampingi Kepala Diskominfo Kepri, Sekretaris James Simon Pattikawa, Kepala Bidang Pengelolaan dan Layanan Informasi Publik Didi Madjdi, Kepala Bidang Komunikasi dan Kehumasan Trio Andana, Kepala Bidang Layanan E-Government dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Deri Noverlian, serta Kepala Bidang Statistik dan Persandian Dwi Anggraini.

Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antarpemerintah daerah dalam pemanfaatan TIK guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan digital. (*)

Artikel Komisi I DPRD Sumsel Pelajari Pemanfaatan TIK di Kepulauan Riau pertama kali tampil pada Kepri.

Iuran Rutin Dibayar, tapi Sampai Lima Hari Sampah Tak Diangkat di Pusat Kota

0
sampah menumpuk di daerah Greenland, Batamcenter, Rabu (28/1/2026). F. M Syah’ban/Batam Pos

batampos– Tumpukan sampah berserakan dan bau menyengat nyaris sepekan terakhir menghantui kawasan pusat Kota Batam. Sampah rumah makan dan pertokoan terlihat jelas di sepanjang Jalan Raja M Tahir, deretan pertokoan Greenland, Batam Center, tanpa pengangkutan dari petugas kebersihan.

‎Pantauan di lokasi, pada Rabu (28/1) sore, sampah makanan memenuhi trotoar. Plastik, sisa makanan, dan kardus bekas berserakan, menimbulkan aroma tak sedap yang menusuk hidung. Kondisi ini ironis, mengingat lokasi tersebut berada di kawasan strategis yang ramai aktivitas kuliner dan perdagangan.

‎Keluhan datang hampir dari seluruh pelaku usaha di sepanjang ruas jalan itu. Mereka mengaku rutin membayar iuran kebersihan Rp150 ribu per bulan, namun pengangkutan sampah justru kerap terhenti tanpa kejelasan.

‎“Kami sebagai pemilik warung tak enak lah sama pengunjung, makan ditemani bau sampah,” kata Irna Wati, salah seorang pemilik warung, kepada Batam Pos.

‎Ia khawatir kondisi tersebut mengusir pelanggan dan mencoreng citra kawasan usaha. Apalagi, lokasi itu kerap dikunjungi warga maupun pendatang yang mencari tempat makan.

‎Keluhan serupa disampaikan Yusril, juru parkir di kawasan tersebut. Menurutnya, tumpukan sampah sudah terjadi hampir lima hari terakhir.

‎“Sudah lima hari sampah menumpuk tidak diangkut sama mobil sampah,” ujarnya.

‎Sebagai pusat kota, kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan. Selain mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan pengunjung toko, tumpukan sampah juga merusak estetika wajah Kota Batam.

‎“Padahal kita rutin bayar iuran sampah, tidak pernah alpa. Tapi sampah tidak diangkut-angkut,” keluh Mahesa, penjaga warung di lokasi.

‎Mahesa menambahkan, persoalan pengangkutan sampah bukan baru kali ini terjadi. Warga dan pelaku usaha sering kali harus menghubungi petugas berulang kali, bahkan melapor ke pihak kelurahan, sebelum sampah akhirnya diangkut.

‎“Kejadian ini bukan sekali. Jarang diangkut. Berkali-kali kita harus lapor, bahkan ke lurah, itu pun lama baru diangkut,” katanya.

‎Dalam kondisi tertentu, warga bahkan terpaksa mengeluarkan biaya pribadi demi menjaga kebersihan lingkungan usaha mereka.

‎“Pernah sekali saya sewa mobil pick up sendiri, bayar Rp500 ribu, cuma buat angkut dan buang sampah,” ungkap Mahesa.

‎Hingga berita ini diturunkan, Batam Pos telah berupaya menghubungi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Herman Rozie, untuk meminta tanggapan terkait keluhan warga dan pelaku usaha tersebut. Namun, belum ada respons yang diberikan.

Artikel Iuran Rutin Dibayar, tapi Sampai Lima Hari Sampah Tak Diangkat di Pusat Kota pertama kali tampil pada Metropolis.

Gubernur Ansar Teken Nota Kesepakatan Penguatan Penggunaan Bahasa Indonesia di Kepri

0
Gubernur Ansar bersama Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin di Ruang rapat Balairung Raja Ali Kelana Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Rabu (28/01). F. Diskominfo Kepri.

batampos – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mempertegas komitmennya dalam memperkuat penggunaan bahasa Indonesia di Provinsi Kepulauan Riau dengan menandatangani  Nota Kesepakatan dan Rencana Kerja Sama antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Penandatanganan tersebut dilakukan Gubernur Ansar bersama Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin di Ruang rapat Balairung Raja Ali Kelana Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Rabu (28/01).

Selain menandatangani nota kesepakatan, Gubernur Ansar juga mengukuhkan Tim Pelaksana Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di Provinsi Kepulauan Riau.

Pembentukan tim ini mengacu pada Surat Edaran Mendagri Nomor 400.4/7446/SJ tentang Pelaksanaan Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia serta Pelindungan Bahasa dan Sastra Daerah di Daerah, serta Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia.

Hafidz Muksin yang dalam kesempatan tersebut hadir bersama Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Imam Budi Utomo mengapresiasi langkah Pemprov Kepri yang begitu proaktif dan cepat dalam mewujudkan upaya memperkuat penggunaan bahasa Indonesia di Provinsi Kepualuan Riau.

Menurutnya, tujuan dan isi nota kesepakatan tersebut adalah komitmen dalam rangka pembinaan bahasa Indonesia khususnya untuk memartabatkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa persatuan NKRI.

Selain itu, menurutnya pembentukan Tim Pelaksana Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia juga harus berfokus dalam mengawasi penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik.

“Momentum hari ini harus digunakan untuk semakin memantapkan penggunaan bahasa Indonesia di Kepri, karena Kepri berbatasan langsung dengan negara tetangga maka ini membutuhkan kerja sama yang baik antara semua pihak,” ujar Hafidz Muksin.

Untuk mendukung upaya Pemprov Kepri dalam pemantapan penggunaan bahasa Indonesia, Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2026 akan mengirimkan buku-buku bacaan bermutu ke sekolah-sekolah yang ada di Provinsi Kepri.

Buku-buku bacaan tersebut disebarkan dengan tujuan siswa siswi sekolah di Kepri semakin akrab dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Tidak hanya soal nota kesepakatan dan pembentukan tim, Hafidz Muksin juga mengapresiasi langkah Pemprov Kepri yang telah mengibahkan lahan untuk pembangunan Kantor Bahasa Provinsi Kepuulauan Riau di Tanjungpinang.

Ia menyebutkan hibah lahan ini sangat membantu Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk mengajukan penggunaan APBN dalam membangun Kantor Bahasa Provinsi Kepuluan Riau.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak Gubernur Kepri yang telah membantu kami dengan mengibahkan lahan untuk kantor bahasa, ini adalah langkah konkret untuk menguatkan literasi di Kepri,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Ansar mengatakan sebagai Provinsi dengan tatangan geografis yang berbentuk ekpulauan dan berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga, Provinsi Kepri menghadapi tantangan yang berat untuk membumikan bahasa Indonesia.

Ia yakin dengan penandatangan nota kesepakatan dan pembentukan tim pelaksana ini akan membuat penggunaan bahasa Indonesia di Kepri semakin membaik.

Terlebih menurutnya sebagai tempat kelahiran bahasa Indonesia, masyarakat Kepri harus mampu menggunakan bahasa Indonesia dnegan baik dan benar.

“Sebagai daerah yang masyarakatnya sangat heterogen dan beragam latar belakang, saya yakin bahasa Indonesia adalah perekat utama kita dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu kita wajib mensosialisasikan dan menggalakkan penggunan bahasa Indonesia di masyarakat,” kata Gubernur Ansar.

Ia juga berinisiatif mengundang Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau berpartisipasi dalam program Kesbangpol Masuk Sekolah (KEMAS), Nantinya Kantor Bahasa Provinsi Kepuluan Riau dapat langsung mengajarkan dan mensosialisasikan penggunaan bahasa Indonesia ke anak-anak sekolah di Provinsi Kepri. (*)

Artikel Gubernur Ansar Teken Nota Kesepakatan Penguatan Penggunaan Bahasa Indonesia di Kepri pertama kali tampil pada Kepri.

Yunus Muda Resmi Gantikan Hendra Asman di Kursi Pimpinan DPRD Lewat Paripurna Pengambilan Sumpah PAW

0
Ketua DPD Partai Golkar Kota Batam, Yunus Muda. F istimewa

batampos – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam resmi menggelar rapat paripurna pengambilan sumpah dan janji Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kota Batam masa jabatan 2024–2029. Dalam paripurna tersebut, Yunus Muda sah dilantik menggantikan Hendra Asman yang mengundurkan diri dari jabatannya.

‎Pengambilan sumpah ini menandai resminya Yunus Muda sebagai anggota DPRD Kota Batam, sekaligus mengisi kekosongan kursi legislatif yang ditinggalkan Hendra Asman, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua III DPRD Kota Batam.

‎Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin menyampaikan bahwa proses PAW tersebut telah sesuai dengan mekanisme dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

‎“Atas nama lembaga, kami mengucapkan selamat kepada saudara Yunus Muda yang hari ini telah mengucapkan sumpah sebagai anggota DPRD Kota Batam. Terima kasih juga kami sampaikan kepada saudara Hendra Asman atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat,” ujar Kamaluddin.

‎Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang turut hadir dalam rapat paripurna itu, juga menyampaikan ucapan selamat kepada Yunus Muda serta apresiasi kepada Hendra Asman atas kontribusinya selama ini.

‎“Kami mengucapkan selamat atas pengambilan sumpah jabatan ini. Terima kasih kepada saudara Hendra Asman atas perannya dalam menjaga hubungan yang harmonis antara DPRD dan Pemerintah Kota Batam,” kata Amsakar.

‎Dalam kesempatan tersebut, Amsakar turut memaparkan capaian kinerja Pemerintah Kota Batam. Ia menyebutkan, hingga 11 bulan 8 hari masa kepemimpinannya, perekonomian Batam menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

‎Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Batam tercatat sebesar 6,6 persen pada tahun sebelumnya dan meningkat menjadi 6,89 persen pada tahun 2025. Amsakar optimistis target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen dapat tercapai, seiring masih adanya satu triwulan yang akan diumumkan pada Februari 2026.

‎Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam juga mengalami kenaikan signifikan, dari Rp2,36 triliun menjadi Rp2,58 triliun. Sementara itu, realisasi investasi di Batam melampaui target, mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target Rp60 triliun.

‎Amsakar berharap kehadiran Yunus Muda sebagai anggota DPRD dapat memperkuat peran legislatif dalam menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi, sekaligus memperkokoh sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota Batam.

‎“Pengambilan sumpah PAW ini kami harapkan semakin menguatkan kerja sama DPRD dan Pemko Batam dalam mendorong pembangunan daerah,” kata Amsakar.(*)

Artikel Yunus Muda Resmi Gantikan Hendra Asman di Kursi Pimpinan DPRD Lewat Paripurna Pengambilan Sumpah PAW pertama kali tampil pada Metropolis.

Kemenhaj Batam Perketat Pengawasan Keberangkatan Jamaah Umrah

0
Kepala Kemenhaj Kota Batam, Syahbudi. F. Rengga Yuliandra/Batam Pos.
batampos – Maraknya kasus dugaan penipuan perjalanan umrah kembali menjadi perhatian serius Kementerian Haji dan Umrah Kota Batam. Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batam, Syahbudi, menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi jamaah melalui pengawasan ketat dan edukasi kepada masyarakat.
Syahbudi menyebut, salah satu kunci utama agar jamaah terhindar dari masalah adalah dengan menerapkan prinsip “5 Pasti Umrah” sebelum berangkat ke Tanah Suci. Prinsip ini wajib dipahami dan dijalankan oleh setiap calon jamaah.
“5 Pasti Umrah itu bukan sekadar slogan. Ini benteng pertama jamaah agar tidak dirugikan. Pastikan travel berizin Kementerian Haji dan Umrah, tiket pesawat pulang-pergi jelas, harga paket transparan, fasilitas selama di Tanah Suci sesuai, dan yang paling penting visa sudah terbit sebelum berangkat,” kata Syahbudi, Rabu (28/1).
Ia menilai, masih banyak masyarakat yang terlalu fokus pada harga murah tanpa mengecek aspek legalitas dan kelengkapan dokumen. Padahal, visa menjadi syarat mutlak untuk keberangkatan umrah.
“Kalau visa belum keluar, jangan sekali-kali berangkat. Banyak jamaah akhirnya tertahan, bahkan gagal masuk Arab Saudi karena mengabaikan hal ini,” tegasnya.
Terkait biaya, Syahbudi menjelaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah telah menetapkan standar biaya referensi minimal umrah sebesar Rp23 juta untuk perjalanan sekitar 13 hari. Biaya tersebut sudah dihitung secara rasional agar seluruh layanan tetap sesuai standar.
“Kalau ada penawaran jauh di bawah itu, masyarakat harus ekstra waspada. Dengan biaya Rp23 juta saja, semua sudah diperhitungkan ketat. Kalau lebih murah, besar kemungkinan pelayanan tidak sesuai standar atau bahkan bermasalah. Ada rupa, ada harga,” ujarnya.
Sebagai bentuk perlindungan, Kemenhaj menyediakan aplikasi Satu Haji yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengecek legalitas travel umrah. Melalui aplikasi tersebut, calon jamaah cukup memasukkan nama PPIU untuk mengetahui apakah travel tersebut resmi dan berizin.
Syahbudi juga menegaskan, Kemenhaj tidak hanya bertugas mengeluarkan izin, tetapi juga melakukan pembinaan dan pengawasan langsung di lapangan.
“Setiap ada keberangkatan jamaah umrah dari Batam, kami selalu melakukan pemantauan, baik di pelabuhan internasional maupun bandara internasional. Ini untuk memastikan seluruh proses sesuai aturan dan jamaah mendapat haknya,” jelasnya.
Ia berharap, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan pengawasan yang konsisten, kasus jamaah gagal berangkat atau menjadi korban travel bermasalah tidak lagi terulang.
“Kami ingin jamaah berangkat dengan tenang, ibadahnya khusyuk, dan pulang dengan selamat. Itu tujuan utama kami,” pungkas Syahbudi.

Artikel Kemenhaj Batam Perketat Pengawasan Keberangkatan Jamaah Umrah pertama kali tampil pada Metropolis.

Deadpool 4 Dikembangkan, Ryan Reynolds Isyaratkan Kolaborasi Marvel

0
F. x.com/MyTimeToShineH

batampos – Marvel Cinematic Universe (MCU) kembali menjadi perbincangan menyusul kabar pengembangan film Deadpool 4. Proyek ini disebut mulai disiapkan setelah kesuksesan besar Deadpool & Wolverine (2024) yang memecahkan rekor box office global.

Dikutip dari SuperHeroHype, karakter Wade Wilson dipastikan akan kembali hadir dalam proyek keempat tersebut. Kabar ini langsung memicu antusiasme penggemar, mengingat film terbaru Deadpool sukses menjadi salah satu film berating dewasa terlaris sepanjang masa.

Meski demikian, Marvel Studios masih menutup rapat detail resmi terkait Deadpool 4. Hingga kini belum ada pengumuman mengenai judul film, tanggal rilis, maupun garis besar cerita.

Sejumlah spekulasi mulai beredar dari sumber internal industri film. Salah satunya menyebutkan bahwa Deadpool 4 tidak sepenuhnya akan menjadi film solo seperti dua seri awal, melainkan berpotensi mengusung konsep team-up dengan karakter lain di jagat Marvel.

Kabar tersebut diperkuat dengan indikasi bahwa Deadpool akan ditempatkan sebagai bagian dari sebuah tim, membuka peluang kolaborasi dengan karakter MCU maupun semesta X-Men.

Ryan Reynolds, yang selama ini identik dengan karakter Deadpool, dilaporkan masih memberi perhatian besar terhadap masa depan Wade Wilson di layar lebar.

Aktor sekaligus produser itu disebut terlibat dalam diskusi awal terkait arah cerita, termasuk kemungkinan kolaborasi lintas karakter.

Rumor tersebut memicu perbincangan luas di kalangan penggemar, yang mulai membayangkan Deadpool beraksi bersama tokoh-tokoh ikonik Marvel lainnya.

Hingga kini, Marvel Studios belum memberikan konfirmasi resmi terkait proyek tersebut. Para penggemar masih menantikan kepastian mengenai kelanjutan kisah Deadpool di MCU.

Sejumlah prediksi memperkirakan Deadpool 4 baru akan dirilis sekitar tahun 2030 hingga 2031, seiring perencanaan jangka panjang Marvel pasca kesuksesan Deadpool & Wolverine (2024).(*)

Artikel Deadpool 4 Dikembangkan, Ryan Reynolds Isyaratkan Kolaborasi Marvel pertama kali tampil pada Lifestyle.

Proyek Revitalisasi Pasar Loka Anambas Mandek, Ini Kata Bupati Aneng

0
Pasar Loka Tarempa ditutup seng berwarna biru. Revitalisasi pusat ekonomi masyarakat ini gagal akibat ulah kontraktor. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Nasib revitalisasi Pasar Loka di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, kian tak menentu. Proyek yang direncanakan dibangun menggunakan dana APBN 2025 dengan nilai anggaran Rp27,5 miliar itu dipastikan gagal terealisasi.

Gagalnya pembangunan pasar tersebut menjadi sorotan serius, mengingat Pasar Loka selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Anambas. Pasar ini menampung pedagang kecil hingga menengah yang menggantungkan penghidupan dari aktivitas jual beli harian.

Selain berfungsi sebagai sentra perdagangan, Pasar Loka juga memiliki posisi strategis. Letaknya berada di kawasan muka pintu kedatangan Tarempa, ibu kota Kabupaten Kepulauan Anambas, sehingga menjadi wajah awal yang dilihat pengunjung maupun pendatang.

Dengan posisi tersebut, revitalisasi Pasar Loka sejatinya diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli, mempercantik tata kota, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara lebih optimal.

Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mengatakan pemerintah daerah masih berupaya agar proyek revitalisasi tersebut dapat kembali dilanjutkan. Untuk itu, Pemkab Anambas telah melakukan koordinasi langsung dengan pemerintah pusat.

“Kita tetap usahakan supaya revitalisasi Pasar Loka bisa dilanjutkan. Kemarin saya sudah ke Kementerian Perdagangan,” ujar Aneng, Rabu (28/1).

Meski demikian, Aneng mengaku kecewa atas gagalnya pembangunan pasar yang sangat dibutuhkan masyarakat tersebut. Ia menyebut kondisi ini mencoreng wajah daerah, terlebih proyek tersebut menjadi harapan besar para pedagang.

Menurut Aneng, kegagalan revitalisasi Pasar Loka disebabkan oleh ketidakseriusan pihak kontraktor, PT Triderrick Sumber Makmur (TSM). Sejak awal, pemerintah daerah telah mengingatkan kontraktor agar bekerja sesuai rencana, namun tidak direspons dengan progres yang signifikan.

“Dari awal sudah kita ingatkan, tapi tidak ada perkembangan berarti. Akhirnya proyek ini gagal dibangun,” tegasnya.

Selain minimnya progres pekerjaan, Aneng juga menyoroti adanya ketidaksesuaian teknis di lapangan. Ia menyebut pondasi bangunan yang seharusnya menggunakan sistem pailing justru dikerjakan dengan sistem cincin sumur, yang dinilai tidak sesuai perencanaan awal.

“Kalau soal gagal dibangun, jelas karena kontraktor. Kita serahkan saja ke aparat penegak hukum,” katanya.

Kegagalan proyek tersebut turut dirasakan para pedagang Pasar Loka. Didi, salah seorang pedagang, mengaku kecewa karena hingga kini harus menyewa tempat lain untuk berjualan.

Menurut Didi, sejak proyek revitalisasi dimulai hampir setahun lalu, ia terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa lapak sementara yang lokasinya kurang strategis.

“Sudah hampir setahun kami sewa di tempat lain. Biayanya lumayan, tapi pembelinya sepi karena lokasinya tidak strategis,” ujar Didi yang membuka usaha kedai kopi.

Ia berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat segera menemukan solusi agar revitalisasi Pasar Loka dapat kembali dilanjutkan. Pasar yang direncanakan dibangun tiga lantai itu dinilai sangat dibutuhkan untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.

“Harapan kami sederhana, pasar ini bisa selesai dan kami bisa kembali berjualan dengan tenang di tempat sendiri,” tutupnya. (*)

Artikel Proyek Revitalisasi Pasar Loka Anambas Mandek, Ini Kata Bupati Aneng pertama kali tampil pada Kepri.

Dishub Bangun Lima Halte Tahun Ini, Anggarannya Rp450 Juta

0
Bus Trans Batam menunggu jadwal berangkat di halte depan kawasan TPI, Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (26/1) lalu. Tahun depan, Dishub akan kembali membangun sejumlah halte baru.
F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memastikan penambahan dan renovasi halte Trans Batam akan mulai dikerjakan pada awal 2026. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus memperkuat layanan transportasi publik di Kota Batam.

‎Kepala Dishub Kota Batam Leo Putra mengatakan, hingga akhir 2025 Batam telah memiliki 104 halte resmi milik Dishub. Pada awal 2026, jumlah tersebut akan bertambah lima halte baru, sehingga total halte Trans Batam mencapai 109 unit.

‎“Penambahan halte ini sekaligus dibarengi dengan renovasi halte lama yang kondisinya sudah tidak layak,” ujar Leo kepada Batam Pos, Rabu (28/1/2026).

‎Selain pembangunan halte baru, Dishub juga melanjutkan program renovasi halte eksisting. Sepanjang 2025, tercatat sembilan halte telah direnovasi.

‎Tahun 2026, perbaikan kembali dilanjutkan, termasuk pembangunan halte baru di kawasan Pelabuhan Sagulung dengan konsep fasilitas yang lebih lengkap.

‎“Khusus di Sagulung, halte akan kita besarkan dan lengkapi. Nantinya ada toilet dan suplai air bersih untuk penumpang,” kata Leo.

‎Adapun lokasi lima halte baru yang akan dibangun pada 2026 tersebar di beberapa titik strategis. Di antaranya Batam Center tepatnya di Simpang Frangki dekat Kampus Politeknik, Batu Besar satu unit, Batu Aji tiga unit, serta Sagulung satu unit.

‎Untuk wilayah Batu Aji, tiga halte akan dibangun di Bundaran Bascamp arah Batam Center di depan SPBU Bascamp, Pasar Melayu dekat Hotel ABC, dan depan Kampus Universitas Putera Batam.

‎Sementara itu, Kepala UPTD Pelayanan Jasa Transportasi Dishub Kota Batam, Bambang Sucipto menjelaskan, proses pembangunan halte akan dimulai dari tahap perencanaan konsultan pada Februari 2026, dengan pekerjaan fisik diperkirakan berjalan pada Maret hingga April 2026.

‎“Anggaran satu halte sekitar Rp90 juta. Untuk lima halte totalnya sekitar Rp450 juta dan bersumber dari APBD 2026,” kata Bambang.

‎Selain pembangunan dan renovasi, Dishub juga akan menertibkan halte yang rusak akibat vandalisme. Pengecatan ulang dan perbaikan halte yang dicoret-coret akan mulai dilakukan pada Februari mendatang.

‎“Kalau vandalisme yang sudah parah dan mengganggu estetika, itu akan kami prioritaskan lebih dulu,” ujarnya.

‎Bambang menegaskan, perawatan halte menjadi agenda rutin Dishub setiap tahun. Fokus perbaikan diberikan pada halte yang mengalami kerusakan struktur, seperti atap bocor, fasilitas hilang, atau kondisi yang membahayakan penumpang.

‎“Renovasi tidak berhenti. Setiap tahun pasti ada perawatan, tergantung halte mana yang paling membutuhkan,” kata Bambang.(*)

Artikel Dishub Bangun Lima Halte Tahun Ini, Anggarannya Rp450 Juta pertama kali tampil pada Metropolis.

Kejari Bintan Perkuat Pelayanan Bersih lewat Zona Integritas WBK-WBBM

0
Pegawai korps Adhyaksa menandatangani Pakta Integritas di halaman kantor Kejari Bintan, Bintan Buyu. F. Kejari Bintan untuk Batam Pos.

batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan resmi mencanangkan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) sebagai bentuk penguatan komitmen pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Pencanangan tersebut ditandai dengan apel khusus serta penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh pegawai Kejari Bintan di halaman kantor Kejari Bintan, Bintan Buyu, Selasa (27/1).

Kepala Kejaksaan Negeri Bintan, Rusmin, menegaskan pencanangan Zona Integritas menjadi komitmen resmi institusinya dalam membangun birokrasi yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Ini merupakan wujud komitmen Kejari Bintan untuk memperkuat integritas aparatur, mencegah praktik korupsi, serta meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat,” ujar Rusmin, Rabu (28/1).

Melalui Pakta Integritas tersebut, seluruh pegawai Kejari Bintan berkomitmen untuk tidak melakukan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Pegawai juga menyatakan kesiapan melaporkan setiap indikasi KKN serta menolak pemberian maupun penerimaan suap dan gratifikasi.

Rusmin menambahkan, pembangunan Zona Integritas merupakan langkah strategis dalam menciptakan sistem kerja yang berorientasi pada pencegahan korupsi, peningkatan kinerja aparatur, serta penguatan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan.

“Kami akan terus melakukan pembenahan internal dan meningkatkan kualitas pelayanan hukum yang bersih, profesional, dan berintegritas,” tegasnya.

Sebagai simbol komitmen bersama, Kejari Bintan turut melepas burung merpati dan memasang selempang Duta Layanan. Duta Layanan diharapkan menjadi teladan dalam memberikan pelayanan hukum yang cepat, profesional, dan bebas dari praktik KKN. (*)

Artikel Kejari Bintan Perkuat Pelayanan Bersih lewat Zona Integritas WBK-WBBM pertama kali tampil pada Kepri.

Polisi Ingatkan Masyarakat Waspada Terhadap Pelaku Hipnotis yang Terstruktur

0

batampos – Polisi masih terus mendalami peran para pelaku dalam kasus penipuan bermodus hipnotis yang menimpa seorang dokter di kawasan Grand Batam Mall dengan kerugian mencapai Rp190 juta. Dari hasil pengembangan sementara, kejahatan ini diketahui dilakukan secara terstruktur dengan pembagian tugas yang jelas di antara para tersangka.

Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deni Langie, mengatakan para pelaku menjalankan aksinya dengan skema yang telah disusun rapi. “Jadi ketiganya memiliki peran masing-masing dalam rangkaian peristiwa penipuan modus hipnotis itu,” ujar Deni.

Dalam kasus ini, Sri Firdaus (53) berperan sebagai pelaku yang melakukan komunikasi langsung dengan korban. Sri Firdaus melakukan bujuk rayu dan tipu muslihat dengan media telur serta modus sedekah, dengan dalih menjauhkan korban dari santet atau gangguan gaib.

Melalui rangkaian modus tersebut, korban diyakinkan untuk menyerahkan perhiasan, kartu ATM, hingga nomor PIN. Seluruh permintaan disampaikan dengan alasan pembersihan diri dari pengaruh santet, sehingga korban tidak menyadari telah menjadi sasaran penipuan.

Sementara itu, Tomi Arianto (40) berperan membantu mencari calon korban serta memperkuat bujuk rayu yang disampaikan Sri Firdaus. Peran Tomi dilakukan untuk memastikan korban benar-benar percaya dan bersedia menyerahkan harta bendanya.
Adapun Joy Sky (25) bertugas mengelola hasil kejahatan. Joy Sky menerima kartu ATM dan paspor korban, kemudian melakukan penarikan tunai serta membeli emas logam mulia Antam seberat 25 gram dan 10 gram di Planet Gold Grand Batam.

Selain mengelola hasil penipuan, Joy Sky juga menyiapkan sarana pendukung kejahatan, mulai dari kendaraan, tempat tinggal selama berada di Batam, hingga tiket pesawat menuju Jakarta dan Bali untuk melancarkan pelarian.

Aksi komplotan ini akhirnya terhenti setelah polisi melacak pergerakan mereka hingga ke Denpasar Barat, Bali. Ketiga tersangka ditangkap di kamar hotel berbeda tanpa perlawanan dan kini dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang turut serta melakukan perbuatan pidana.

Kapolsek Lubuk Baja juga menghimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap modus penipuan serupa.

“Hindari menerima tawaran pengobatan atau bantuan spiritual dari orang yang tidak dikenal, jangan menyerahkan barang berharga atau kartu ATM kepada pihak lain, dan segera laporkan ke polisi jika merasa menjadi target penipuan,” pesan Kompol Deni Langie. (*)

Artikel Polisi Ingatkan Masyarakat Waspada Terhadap Pelaku Hipnotis yang Terstruktur pertama kali tampil pada Metropolis.