Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 329

Di Balik Seragam Cokelat, Ipda Vicky Satria Irawan Tanamkan Mimpi Anak-anak Tarempa

0
Kanit Reskrim Polsek Siantan, Ipda Vicky Satria Irawan memberikan nasihat kepada pelajar SD Negeri 001 Tarempa. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Suasana pagi di halaman SD Negeri 001 Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, mendadak berbeda pada Senin (26/1). Ketika barisan siswa tengah bersiap mengikuti upacara bendera, sekelompok polisi berseragam lengkap dari Polsek Siantan melangkah masuk ke area sekolah.

Kehadiran aparat berseragam cokelat itu sontak menyedot perhatian para pelajar. Sebagian tampak terkejut, bahkan ada yang terlihat cemas. Tatapan polos bercampur rasa penasaran dan khawatir tergambar jelas di wajah anak-anak yang berdiri rapi di lapangan.

Bagi siswa sekolah dasar, polisi kerap diasosiasikan dengan peristiwa serius. Namun, ketegangan itu perlahan mencair. Kedatangan polisi pagi itu bukan untuk mencari kesalahan, apalagi melakukan penindakan.

Mereka hadir dengan misi berbeda: menjadi pembina upacara sekaligus menyampaikan pesan-pesan kehidupan yang sarat makna bagi masa depan generasi muda.

Upacara bendera pun berlangsung dengan nuansa tak biasa. Barisan polisi berdiri berdampingan dengan para guru, memberi warna baru dalam rutinitas sekolah.

 

Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa pendidikan karakter bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Siantan, Ipda Vicky Satria Irawan, melangkah ke mimbar. Dengan sikap tenang dan bahasa sederhana, ia menyampaikan amanat yang mudah dipahami anak-anak.

Ipda Vicky menekankan pentingnya bersungguh-sungguh dalam belajar sebagai bekal utama meraih masa depan. Menurutnya, sekolah adalah fondasi awal pembentukan karakter, disiplin, dan tanggung jawab yang akan melekat hingga dewasa.

“Waktu belajar tidak akan terulang. Manfaatkan masa sekolah ini sebaik mungkin,” pesannya kepada para pelajar.

Tak hanya menyinggung soal akademik, Vicky juga mengingatkan pentingnya menjaga perilaku sosial di lingkungan sekolah. Ia meminta para siswa menjauhi perundungan, ejekan, serta segala bentuk kenakalan yang bisa melukai perasaan teman.

“Adik-adik harus saling menyayangi. Jangan mengejek, apalagi menyakiti teman. Kalau melihat teman kesusahan, bantulah,” ujar Vicky.

Menurutnya, keberanian sejati bukan ditunjukkan lewat kekerasan, melainkan dari kemampuan menghormati dan menjaga perasaan orang lain.

Suasana semakin hangat ketika Vicky berbagi kisah pribadinya. Ia mengaku sejak kecil bercita-cita menjadi polisi. Mimpi itu, kata dia, tumbuh dari kebiasaan belajar dengan giat, patuh kepada orang tua, dan menghormati guru.

“Dulu saya juga seperti adik-adik. Punya mimpi, lalu belajar sungguh-sungguh. Jangan pernah malu dengan cita-cita dan jangan mudah menyerah,” tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses untuk menjadi pribadi yang lebih kuat.

Ratusan pelajar tampak menyimak dengan penuh perhatian. Upacara yang biasanya berlangsung formal, hari itu berubah menjadi ruang refleksi dan motivasi yang membekas di hati.

Para guru pun mengapresiasi kehadiran polisi sebagai pembina upacara. Pesan moral yang disampaikan langsung oleh aparat penegak hukum dinilai mampu memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter siswa.

Kehadiran polisi di SD Negeri 001 Tarempa menjadi pengingat bahwa sosok berseragam tidak selalu identik dengan ketegasan semata. Di balik itu, ada peran sebagai sahabat, pembimbing, dan penyemai harapan bagi generasi penerus.

Hari itu, halaman sekolah bukan sekadar tempat upacara. Ia menjelma ruang berbagi nilai tentang kasih sayang, mimpi, dan masa depan—sebuah momen sederhana yang mungkin akan terus dikenang para pelajar sebagai awal tumbuhnya semangat untuk menjadi manusia yang lebih baik. (*)

Artikel Di Balik Seragam Cokelat, Ipda Vicky Satria Irawan Tanamkan Mimpi Anak-anak Tarempa pertama kali tampil pada Kepri.

Film “Para Perasuk” Wakili Indonesia di Sundance Film Festival 2026

0
Adegan dalam film “Para Perasuk” yang tampil di Sundance Film Festival 2026. F. x.com/FilmIndoSource.

batampos – Industri perfilman Indonesia kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Film Para Perasuk (Levitating) berhasil lolos seleksi dan tampil perdana di Sundance Film Festival 2026, salah satu festival film independen paling bergengsi di dunia.

Film garapan sutradara Wregas Bhanuteja tersebut terpilih sebagai salah satu dari 10 film internasional yang berkompetisi dalam kategori World Cinema Dramatic Competition, bersaing dengan karya-karya dari berbagai negara.

Sundance Film Festival 2026 berlangsung pada 22 Januari hingga 1 Februari 2026 di Park City dan Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat.

Para Perasuk merupakan hasil kolaborasi produksi lintas negara yang melibatkan Indonesia, Singapura, Prancis, dan Taiwan. Film ini mengangkat kisah seorang pemuda bernama Bayu, yang hidup di tengah komunitas dengan tradisi unik, di mana praktik kerasukan menjadi bagian dari ritual dan perayaan lokal.

Bayu bercita-cita menjadi seorang shaman trance untuk menggalang dana demi menyelamatkan desanya dari ancaman penggusuran. Cerita film ini memadukan unsur spiritualitas, budaya lokal, dan konflik sosial dalam balutan narasi yang kuat.

Film ini dibintangi oleh Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, dan Indra Birowo. Maudy Ayunda juga berkontribusi sebagai pengisi lagu tema dengan merilis original soundtrack berjudul Aku yang Engkau Cari yang telah diluncurkan di platform streaming pada Senin (19/1).

Pemutaran perdana Para Perasuk di Sundance disebut mendapat sambutan hangat dari penonton internasional, termasuk standing ovation.

Film ini dinilai menonjol lewat penggunaan elemen musikal, eksplorasi emosi batin para karakter, serta penggambaran spiritualitas adat yang berpadu dengan isu modernitas dan kapitalisme.

Penampilan Para Perasuk di Sundance menjadi langkah penting dalam memperkenalkan budaya Indonesia kepada audiens global. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Tanah Air, meski tanggal rilis resminya belum diumumkan.(*)

Artikel Film “Para Perasuk” Wakili Indonesia di Sundance Film Festival 2026 pertama kali tampil pada Lifestyle.

Mobile Legends Jadi Gim Perdana di Esports Nations Cup 2026

0
Mobile Legends masuk Esports Nations Cup 2026 di Riyadh. F. x.com/ENC_EN.

batampos – Gim Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) resmi diumumkan sebagai judul pertama yang akan dipertandingkan dalam ajang Esports Nations Cup (ENC) 2026, turnamen esports internasional antarnegara.

ENC 2026 dijadwalkan berlangsung pada 23–29 November 2026 di Riyadh, Arab Saudi. Sebanyak 32 tim nasional Mobile Legends dari berbagai negara akan bertanding secara offline (LAN) dalam kompetisi berskala global tersebut.

Mobile Legends ditetapkan sebagai satu dari 16 judul gim kelas dunia yang akan dipertandingkan di ENC 2026. Seluruh pertandingan akan digelar mulai dari fase grup hingga partai puncak grand final.

Turnamen diawali dengan fase grup round robin, di mana 32 tim nasional dibagi ke dalam empat grup, masing-masing berisi delapan tim. Setiap pertandingan fase grup dimainkan dengan format Best of Two (Bo2).

Sebanyak empat tim terbaik dari setiap grup berhak melaju ke babak playoff single elimination. Pada fase playoff, seluruh laga sebelum final akan menggunakan format Best of Five (Bo5).

Sementara itu, grand final akan digelar dengan format Best of Seven (Bo7) untuk menentukan juara nasional Mobile Legends pertama dalam sejarah Esports Nations Cup.

Sebanyak 16 tim nasional akan mendapatkan undangan langsung berdasarkan MLBB Nation Ranking System, yang disusun dari analisis prestasi tim di kompetisi internasional dan regional resmi.

Selain jalur undangan, 14 tim nasional lainnya akan lolos melalui kualifikasi regional online yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Dua slot tersisa akan diisi melalui wildcard guna melengkapi total 32 negara peserta.

Hingga saat ini, penyelenggara ENC belum merilis daftar resmi negara-negara yang dipastikan tampil di cabang Mobile Legends pada ENC 2026.

Penunjukan Mobile Legends sebagai gim pertama yang diumumkan untuk ENC 2026 menunjukkan pengakuan kuat terhadap besarnya basis pemain dan ekosistem kompetitif MLBB secara global.

ENC 2026 akan menjadi turnamen esports tingkat nasional, berbeda dari kompetisi berbasis klub atau organisasi, dan diproyeksikan menjadi salah satu agenda terbesar dalam kalender esports internasional 2026. (*)

Artikel Mobile Legends Jadi Gim Perdana di Esports Nations Cup 2026 pertama kali tampil pada Lifestyle.

Bupati Anambas Rombak Besar-besaran Camat dan Lurah, HP Wajib Aktif 24 Jam

0
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng menyematkan tanda jabatan kepada Syamsir, Camat Siantan. Aneng merombak habis total Camat dan Lurah demi pelayanan maksimal. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, merombak total jajaran camat dan lurah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas. Perombakan dilakukan melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang digelar pada Senin (26/1).

Langkah tersebut merupakan bagian dari penataan birokrasi di tingkat kecamatan dan kelurahan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Aneng menegaskan, rotasi dan mutasi jabatan diperlukan agar kinerja pemerintahan tetap dinamis dan tidak stagnan.

Menurut Aneng, camat dan lurah memiliki peran strategis karena menjadi ujung tombak pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, pejabat yang mengisi posisi tersebut harus siap bekerja cepat dan responsif.

“Perombakan ini bukan sekadar pergantian orang, tetapi penyegaran agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal dan merata,” kata Aneng.

Ia menekankan pentingnya kehadiran camat dan lurah di tengah masyarakat. Aneng meminta seluruh pejabat yang baru dilantik membangun komunikasi intens dan tidak berjarak dengan warga.

“Handphone harus aktif 24 jam. Kalau masyarakat butuh, harus langsung turun ke lapangan. Jangan hanya mengandalkan staf,” tegasnya.

Dalam perombakan tersebut, sebanyak 10 camat dan dua lurah resmi dilantik. Mereka adalah Syamsir sebagai Camat Siantan, Amiruddin sebagai Camat Siantan Utara, Kaharuzzaman sebagai Camat Siantan Selatan, Lilik Widodo sebagai Camat Siantan Timur, dan Firdaus sebagai Camat Siantan Tengah.

Selanjutnya, Ajmain dilantik sebagai Camat Palmatak, Tetti Amelia sebagai Camat Jemaja Timur, Syamsuherman sebagai Camat Jemaja Barat, Azhar sebagai Camat Kute Siantan, serta Mudahir sebagai Camat Jemaja.

Untuk jabatan lurah, Muhammad Rido dipercaya sebagai Lurah Tarempa dan Febrina Siregar sebagai Lurah Letung.

Selain camat dan lurah, Aneng juga merombak jabatan struktural lainnya. Tercatat sebanyak 50 jabatan eselon III dan IV turut mengalami rotasi dalam pelantikan tersebut.

Usai dilantik, Camat Siantan, Syamsir, menyatakan siap menjalankan amanah yang diberikan. Ia berkomitmen meningkatkan pelayanan dan mengajak masyarakat terlibat aktif dalam pembangunan.

“Saya siap bekerja maksimal dan mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung jalannya pemerintahan,” ujar Syamsir.

Ia juga berencana menerapkan program-program yang bersentuhan langsung dengan warga, salah satunya kegiatan gotong royong rutin membersihkan lingkungan.

“Program Jumat Berlian akan kami terapkan di Siantan agar lingkungan tetap bersih dan nyaman,” pungkasnya. (*)

Artikel Bupati Anambas Rombak Besar-besaran Camat dan Lurah, HP Wajib Aktif 24 Jam pertama kali tampil pada Kepri.

Kasus Buaya di Bintan, BPBD Minta KKP Turunkan Personel dari Pekanbaru

0
Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Maraknya kemunculan buaya di Kabupaten Bintan mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menurunkan personel tambahan dari Pekanbaru.

Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah, mengatakan permintaan tersebut disampaikan karena keterbatasan sumber daya manusia KKP di Tanjungpinang yang dinilai tidak mencukupi untuk menangani kasus buaya secara efektif.

“KKP di Tanjungpinang sangat terbatas sumber daya manusianya. Karena itu, kami mohon agar dilaporkan ke pimpinan yang lebih tinggi di Pekanbaru supaya bisa menurunkan personel ke Bintan,” kata Ramlah, Senin (26/1).

Ramlah menegaskan penanganan buaya merupakan kewenangan KKP. Meski demikian, BPBD Bintan menyatakan siap memberikan dukungan dalam upaya penanganan satwa liar tersebut.

“Kami dari BPBD siap mendukung KKP dalam penanganan buaya di Bintan,” ujarnya.

Namun, Ramlah berharap persoalan buaya tidak sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah, mengingat kewenangan teknis berada di KKP.

“Jangan semuanya dibebankan ke pemerintah daerah. Yang kami butuhkan adalah kewenangan dan peran aktif dari KKP,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa BPBD Bintan telah beberapa kali menggelar rapat koordinasi lintas instansi terkait penanganan buaya. Saat ini, BPBD tengah menyusun rencana pembentukan satuan tugas (satgas) penanganan satwa liar.

“Harapannya setelah satgas terbentuk, seluruh pihak yang terlibat bisa menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing dengan baik,” pungkas Ramlah. (*)

Artikel Kasus Buaya di Bintan, BPBD Minta KKP Turunkan Personel dari Pekanbaru pertama kali tampil pada Kepri.

Imlek Bertepatan Ramadan, Pola “Low Season” Penerbangan di Kepri Bergeser

0
Penumpang melakukan check-in di Bandaran Hang Nadim Batam beberapa waktu lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Trafik penumpang pesawat Lion Air Group di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) hingga saat ini masih terpantau stabil. Namun untuk beberapa jalur, pada pertengahan puasa ada pergerakan, yang mana biasanya penumpang lebih cenderung turun. Hal itu diduga yang juga bertepatan dengan Tahun Baru Imlek.

Area Manager Lion Air Group Kepri, Amar Fernando, mengatakan berdasarkan pemantauan terbaru, belum terlihat lonjakan ataupun penurunan jumlah penumpang secara mencolok.

“Untuk sekarang ini, berdasarkan data yang kami cek kemarin, memang belum terlihat signifikan, baik kenaikan maupun penurunannya. Masih relatif datar,” ujar Amar, Senin (26/1).

Menurutnya, secara umum periode tengah Ramadan memang cenderung menjadi masa sepi (low season) bagi penerbangan. Namun, pada tahun ini kondisi tersebut sedikit bergeser karena bertepatan dengan perayaan Imlek.

“Biasanya sebelum puasa itu low. Tapi karena Imlek bertepatan dengan Ramadan, low season-nya justru bergeser ke tengah puasa. Di awal puasa ini justru masih ada pergerakan,” jelasnya.

Amar menyebut, perayaan Imlek turut mendorong peningkatan trafik pada sejumlah rute tertentu, meski tidak merata di semua tujuan. Beberapa destinasi menunjukkan tren kenaikan yang cukup terlihat.

“Untuk Imlek, trafik yang cukup mendominasi itu Pangkal Pinang. Selain itu Palembang dan Pontianak juga terlihat jelas peningkatannya,” katanya.

Sementara itu, untuk rute Medan, peningkatan trafik dinilai belum terlalu signifikan. Adapun rute Jakarta tetap menjadi salah satu tujuan utama penumpang dari Batam dan sekitarnya.

“Jakarta termasuk, dan kami rencananya akan menambah extra flight khusus untuk Jakarta untuk mengakomodasi penumpang,” ujar Amar.

Selain Jakarta, Lion Air Group juga berencana menambah frekuensi penerbangan ke Pangkal Pinang. Rute yang sebelumnya hanya dilayani dua kali dalam sepekan, akan ditingkatkan menjadi empat kali seminggu.

“Jakarta dan Pangkal Pinang itu yang kami tambah frekuensinya. Arahnya ke situ,” ungkapnya.

Terkait waktu penambahan frekuensi tersebut, Amar mengatakan pihaknya masih menunggu hasil rapat manajemen. Ia dijadwalkan melaporkan pembaruan rencana tersebut dalam rapat rutin bersama jajarannya.(*)

Artikel Imlek Bertepatan Ramadan, Pola “Low Season” Penerbangan di Kepri Bergeser pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Angkut 71 Orang Pelaku Balap Liar di Sei Lekop

0
Polisi menggiring para pembalap liar di Sei Lekop, Minggu (25/1/2026). F Khusnul untuk Batam pos

batampos – Tim Gabungan dari Polsek Sagulung dan Sat Lantas Polresta Barelang menindak pembalap liar yang beraksi di jalan Sei Lekop, Minggu (26/1/2026) sore. Dari lokasi, polisi mengamankan 71 orang pembalap.

Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar mengatakan penindakan pembalar liar ini dilakukan setelah adanya keluhan dari masyarakat. Aktivitas ini meresahkan, bahkan pembalap melakukan siaran langsung atau live di media sosial (medsos) TikTok.

“Mendapatkan laporan dari masyarakat kami langsung ke lokasi dan menindak para pembalap liar ini,” ujarnya.

Dalam penindakan, para pembalap diberi sanksi mendorong sepeda motornya. Kemudian ditilang melaui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Mapolresta Barelang.

“Kita pengamanan dan penindakan dari Satlantas Polresta Barelang. Selama kegiatan, pembalap juga kita edukasi agar tidak mengulang perbuatannya,” katanya.

Husnul mengaku penindakan ini sudah dua kali dilakukan sejak awal tahun. Untuk itu, pihaknya mendata para pembalap agar perbuatannya tidak diulangi lagi.

“Ke depannya akan kita tingkatkan patroli. Dan imbauan ke masyarakat yang mengetahui adanya aktivitas balap liar ini untuk segera melapor dan akan langsung kita tindak lanjuti,” ungkapnya.

Sementara Kaur Bin Ops (KBO) Sat Lantas Polresta Barelang, Iptu Yudhi Patra menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran knalpot brong serta balap liar ini. Tujuannya untuk menjaga kenyamanan masyarakat dan mewujudkan ketertiban lalu lintas yang berkesinambungan

“Kami berkomitmen menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib dan kondusif. Penindakan ini merupakan upaya menekan pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan sekaligus memberi efek jera kepada pelanggar,” ujarnya.

Yudhi turut mengimbau para orangtua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anaknya. Sebab, balap liar ini didominasi anak remaja.

“Pengawasan orangtua dibutuhkan. Batasi jam keluar dan jangan memberikan sepeda motor pada malam hari,” tutupnya.(*)

Artikel Polisi Angkut 71 Orang Pelaku Balap Liar di Sei Lekop pertama kali tampil pada Metropolis.

Krisis Kas Daerah, Pemko Tanjungpinang Pertimbangkan Pinjaman Ratusan Miliar ke Bank BJB

0
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang mewacanakan pinjaman dana ratusan miliar rupiah pada tahun 2026. Nilai pinjaman yang disiapkan berkisar antara Rp130 miliar hingga Rp150 miliar untuk menopang keuangan daerah dan pembangunan infrastruktur.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan rencana peminjaman dana tersebut masih dalam tahap pembahasan. Pemko saat ini mempertimbangkan dua opsi lembaga perbankan, yakni kembali meminjam ke Bank Riau Kepri (BRK) atau menggunakan opsi baru melalui Bank Jawa Barat dan Banten (BJB).

“Batas pinjaman kita Rp250 miliar, tapi tetap kita ukur penggunaannya. Maksimal Rp150 miliar atau Rp130 miliar,” kata Lis Darmansyah, Senin (26/1).

Lis menjelaskan, wacana pinjaman muncul karena kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami tekanan. Salah satu penyebabnya adalah pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah.

Selain itu, Pemko Tanjungpinang saat ini juga terbebani belanja pegawai, khususnya pembayaran gaji dan tunjangan aparatur sipil negara (ASN).

“Belanja pegawai dan rutinitasnya saja sudah hampir Rp800 miliar. Jadi pinjaman ini juga untuk mendukung manajemen kas daerah,” ujarnya.

Lis menyebutkan, dana pinjaman tersebut nantinya akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur serta mendukung sarana dan prasarana pemerintahan di Kota Tanjungpinang.

Tak hanya itu, dana pinjaman juga direncanakan untuk menyelesaikan persoalan banjir yang selama ini kerap terjadi di sejumlah wilayah, seperti Yudowinangun dan Sri Katon.

“Kita ingin menuntaskan persoalan banjir di Yudowinangun. Selama ini terkendala karena lahan belum dibebaskan. Dana pinjaman ini juga akan digunakan untuk pembebasan lahan tersebut,” pungkas Lis. (*)

Artikel Krisis Kas Daerah, Pemko Tanjungpinang Pertimbangkan Pinjaman Ratusan Miliar ke Bank BJB pertama kali tampil pada Kepri.

Musrenbang Bintan Utara: Pembangunan Jalan Lancang Kuning–Tanjunguban Utara Jadi Usulan Prioritas

0
Suasana Musrenbang Bintan Utara di Gedung Nasional, Tanjunguban. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Bintan Utara digelar di Gedung Nasional Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Senin (26/1).

Salah satu usulan utama yang mengemuka adalah pembangunan jalan penghubung Desa Lancang Kuning dengan Kelurahan Tanjunguban Utara.

Musrenbang Kecamatan Bintan Utara diikuti unsur pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, serta pemangku kepentingan terkait. Dalam forum tersebut, lima desa dan kelurahan mengajukan masing-masing satu usulan prioritas pembangunan.

Camat Bintan Utara, Helmi Setyawati, menjelaskan bahwa usulan prioritas yang disampaikan terbagi ke dalam dua kategori, yakni prioritas kriteria dan nonkriteria.

“Usulan prioritas nonkriteria umumnya memiliki skala besar dan memungkinkan untuk dianggarkan oleh pemerintah kabupaten, bahkan hingga pemerintah pusat,” kata Helmi.

Helmi menyebutkan, lima usulan prioritas yang diajukan antara lain pembangunan semenisasi bahu jalan di Jalan Mekarsari, Tanjunguban, pembangunan drainase di Jalan Merdeka, Tanjunguban untuk penanganan banjir, serta pembangunan jalan penghubung antara Desa Lancang Kuning dan Kelurahan Tanjunguban Utara.

Ia mengungkapkan, usulan pembangunan jalan Lancang Kuning–Tanjunguban Utara sudah diajukan sejak lama. Namun, prosesnya terkendala status lahan yang sebagian berada di kawasan hutan.

“Usulannya sudah lama. Jalan yang akan dibangun berada di kawasan hutan, namun pemerintah desa telah mengajukan permohonan dan koordinasi dengan Dinas PUPR Bintan,” ujarnya.

Menurut Helmi, pembangunan jalan tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan aksesibilitas antarwilayah. Selain memperlancar distribusi hasil pertanian warga Desa Lancang Kuning, jalan tersebut juga dapat mempersingkat jarak dan waktu tempuh masyarakat.

“Jika terealisasi, pembangunan jalan ini juga akan memudahkan anak-anak dari Desa Lancang Kuning yang bersekolah di SMA Negeri 1 di Kelurahan Tanjunguban Utara,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bintan Roby Kurniawan menegaskan bahwa musrenbang merupakan forum strategis untuk menyerap kebutuhan riil masyarakat, mulai dari infrastruktur jalan, drainase, hingga penerangan jalan umum.

Ia mengatakan, seluruh usulan dari tingkat kecamatan akan disusun secara prioritas dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah di tingkat kabupaten.

“Dengan keterbatasan anggaran, usulan yang belum dapat direalisasikan di kabupaten akan kami dorong melalui musrenbang tingkat provinsi,” kata Roby.

Roby berharap usulan pembangunan yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat dapat direalisasikan secara bertahap dan tepat sasaran. (*)

Artikel Musrenbang Bintan Utara: Pembangunan Jalan Lancang Kuning–Tanjunguban Utara Jadi Usulan Prioritas pertama kali tampil pada Kepri.

Baznas Kejari Batam Salurkan Rp137 Juta untuk 25 Panti Asuhan

0
Baznas Kejari batam saat nemberikan bantuan ke panti asuhan. f istimewa

batampos – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Batam bersinergi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam menyalurkan bantuan senilai Rp137 juta kepada 25 panti asuhan di Kota Batam. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Baznas , Senin (26/1).

Bantuan ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas lembaga dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak panti asuhan sebagai kelompok mustahik yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Wakil Ketua III Baznas Kota Batam, Ahmad Fahmi, menyampaikan bahwa Baznas merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang memiliki mandat undang-undang serta amanah Al-Qur’an untuk menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang berhak.

“Alhamdulillah, salah satu bentuk pelaksanaan amanah tersebut kami realisasikan hari ini. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan beban masyarakat Batam, khususnya anak-anak yang berada di panti asuhan,” ujar Fahmi.

Ia menegaskan, optimalisasi program-program Baznas tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kota Batam dan berbagai pemangku kepentingan. Saat ini, Baznas Kota Batam menjalankan lima program utama, yakni Batam Cerdas, Batam Makmur, Batam Sehat, Batam Peduli, dan Batam Taqwa.

Program Batam Cerdas berfokus pada pendidikan dan beasiswa, Batam Makmur pada pemberdayaan UMKM, sementara Batam Sehat menyediakan layanan klinik tanpa kasir bagi masyarakat fakir miskin, termasuk layanan dokter umum, gigi, dan kandungan.

Adapun Batam Peduli dan Batam Taqwa menyasar peningkatan kesejahteraan sosial dan kualitas spiritual mustahik.

“Kami berharap sinergi dengan Kejaksaan Negeri Batam ini dapat terus ditingkatkan, tidak hanya dalam penyaluran bantuan sosial, tetapi juga kolaborasi program pemberdayaan seperti sahabat UMKM dan sahabat guru,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Batam, I Wayan Wira Dharma, menyatakan dukungan penuh terhadap kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi antara Kejari Batam dan BAZNAS merupakan langkah strategis untuk memastikan pengelolaan dana umat berjalan sesuai prinsip hukum, integritas, dan akuntabilitas.

“Bantuan sembako dan donasi kepada 25 panti asuhan ini diharapkan benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran. Ke depan, hubungan antara Kejaksaan dan Baznas tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut pada program-program pemberdayaan lainnya,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendampingan hukum bagi pelaku UMKM, khususnya dalam mengakses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), agar program pemerintah dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turut mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam saat ini tengah melakukan transformasi pembangunan, dari yang semula berorientasi pada infrastruktur menuju pemberdayaan masyarakat.

“Pemberdayaan masyarakat telah kami lakukan melalui program berobat gratis, bantuan seragam sekolah, pembiayaan UMKM tanpa bunga hingga Rp20 juta, serta beasiswa bagi anak-anak berprestasi dari keluarga tidak mampu,” ujar Amsakar.

Selain itu, Amsakar memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam, antara lain realisasi investasi yang melampaui target, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau.

“Sinergi antara BAZNAS, Kejaksaan, dan pemerintah daerah ini sangat penting agar kesejahteraan masyarakat, termasuk anak-anak panti asuhan, mendapatkan perhatian dan perlindungan yang layak,” tutupnya (*)

Artikel Baznas Kejari Batam Salurkan Rp137 Juta untuk 25 Panti Asuhan pertama kali tampil pada Metropolis.