Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 3288

Kasus Korupsi di Kepri Periode 2023-2024

0

batampos – Jumlah kasus korupsi yang menggerogoti uang negara di Kepri sangat besar. Tercatat sejak 2023 lalu ada belasan kasus korupsi yang sudah maju ke meja hijau baik di tingkat Pengadilan Negeri maupun di Pengadilan Tinggi.

Ada yang sudah putus, ada yang masih banding dan ada yang masih tahap penyidikan. Tetapi kerugian negara yang ditimbulkan cukup besar nilainya yakni mencapai Rp91,3 miliar. Jumlah ini akan terus bertambah karena masih ada beberapa kasus korupsi yang kerugiannya belum ditetapkan.

”Ada beberapa kasus korupsi tahun 2023 yang masih proses persidangan. Ada satu kasus masih proses banding di Pengadilan Tinggi,” kata Kasi Intel Kejari Tanjungpinang, Dedek Syumarta Suir.

Data yang diterima Batam Pos, kasus korupsi sejak 2023 lalu yang menyita perhatian di antaranya kasus dugaan korupsi pembangunan Pelabuhan Dompak Tanjungpinang yang ditangani Polresta Tanjungpinang dan Kejari Tanjungpinang.

Dalam kasus ini ditetapkan dua terdakwa yakni Hariyadi dan M Noor Ichsan. Kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp35,9 miliar, dan kasus ini masih dalam proses banding di Pengadilan Tinggi Kepri.

Ada juga kasus korupsi tunjangan rumah dinas DPRD Natuna yang ditangani Kejati Kepri. Ada lima tersangka dalam kasus ini yakni Ilyas Sabli, Raja Amirullah, Syamsurizon, Makmur, dan Hadi Candra. Kerugian negara mencapai Rp7,7 miliar.

Kasus lainnya yang sudah selesai adalah kasus korupsi dana hibah Dispora Kepri dan Bansos Kepri kluster I yang ditangani Polda Kepri dan Kejati Kepri. Dalam kasus ini ada lima tersangka, yakni Tri Wahyu Widadi, Suparman, Mustofa Sasang, M Irsyadul Fauzi, dan Agus Arif Setiawan. Kerugian negara mencapai Rp6,2 miliar.

Selain itu, juga ada kasus korupsi dana hibah Dispora Kepri dan Bansos Kepri kluster II yang ditangani Polda Kepri dan Kejati Kepri. Ada empat tersangka dalam kasus ini yakni Zulfadli, Anan Prasetia, Muhammad Shandiy Qhunaifi, dan Ony Mardiansyah. Kerugian negara mencapai Rp1,6 miliar.

Masih berlanjut, masih ada kasus korupsi dana hibah Dispora Kepri dan Bansos Kepri kluster III ditangani Polda Kepri dan Kejati Kepri. Kasus ini dinyatakan selesai. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Tri Wahyu Widadi, Abdi Surya Rendra, dan Ari Rosandhi. Kerugian negara mencapai Rp6,2 miliar. Dalam kasus ini para terdakwa divonis berbeda, ada yang empat tahun penjara, 4,5 tahun, dan ada yang 5 tahun tergantung peran masing-masing.

Kasus korupsi lainnya yang sudah vonis adalah korupsi pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS 3R) Kampung Bugis yang ditangani Kejari Tanjungpinang. Dalam kasus ini ada dua tersangka yakni Arif Manotar dan Samsuri. Dalam kasus ini kerugian negara mencapai Rp556 juta.

Ada juga kasus korupsi proyek pembangunan Jembatan Tanah Merah, Bintan, yang ditangani Kejati Kepri. Dalam kasus ini dua orang ditetapkan sebagai tersangka dan sudah divonis yakni Bayu Wicaksono dan Siswanto dimana kerugian negara mencapai Rp16,2 miliar.

Yang paling membuat heboh adalah korupsi pengaturan barang kena cukai rokok dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas Tanjungpinang tahun 2016-2019 yang ditangani KPK. Kasus ini sudah selesai dengan tersangka Dean Yealta dengan kerugian negara mencapai Rp2,7 miliar.

Kasus lainnya, dugaan korupsi gratifikasi proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh perkotaan kawasan Senggarang dan Kampung Bugis. Kasus ini ditangani Kejari Tanjungpinang. Ada empat tersangka dalam kasus ini, yakni Erwan Yuni Suryanta, Goey Taufik Riyan, Riawan Effendi, dan Amat Chandra. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp2,4 miliar. Kasus ini masih dalam proses persidangan.

Kasus dugaan korupsi yang masih dalam proses persidangan adalah kasus gratifikasi pembangunan gedung kelas belajar kampus UMRAH tahun 2019-2020 ditangani Kejari Tanjungpinang. Ditetapkan 4 tersangka dalam kasus ini yakni Riawan Effendi, Dody Sugiarto, Goey Taufik Riyan, dan Amat Chandra. Diperkirakan kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp3,4 miliar.

Sementara di Kota Batam, Kantor Kejaksaan Negeri Batam baru menyidiki dua perkara tindak pidana korupsi. Kedua perkara itu pun sudah diselidiki sejak tahun 2023 lalu yakni kasus dugaan korupsi jasa kontruksi pembangunan Gedung BPJS Ketenagakerjaan Sekupang di Sagulung tahun 2020. Kemudian, dugaan tindak pidana korupsi RSUD Embung Fatimah Batuaji tahun 2016 lalu.

Tahun 2024, sejumlah kasus korupsi juga sudah masuk dalam persidangan seperti dugaan korupsi hibah dan bantuan sosial Pemkab Natuna tahun 2012-2013 yang ditangani Kejati Kepri. Ada dua tersangka dalam kasus ini yakni Wan Sofian dan Darmanto dengan kerugian negara Rp1,7 miliar.

Demikian dengan kasus korupsi dan pencucian uang BPR Bestari Tanjungpinang yang ditangani Kejati Kepri juga masih dalam proses sidang. Dalam kasus ini satu orang sudah ditetapkan tersangka yakni Arif Firmansyah. Perhitungan kerugian negara mencapai Rp5,9 miliar.

Kasus lain di tahun 2024 yang masih dalam proses sidang adalah kasus korupsi pembangunan polder pengendali banjir Jalan Pemuda Tanjungpinang yang ditangani Kejati Kepri. Dimana ada dua tersangka yakni Kasuma Artawinata dan Pesrizal dengan kerugian negara sebesar Rp931 juta.

”Pada tahun 2024, Kejari Tanjungpinang juga menerima pelimpahan tahap II kasus korupsi pembangunan Polder Jalan Pemuda Tanjungpinang dari Kejati Kepri,” kata Dedek Syumarta Suir melanjutkan.

”Dua tersangkanya akan segera menjalani persidangan,” tambah Dedek.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Kepri, Denny Anteng Prakoso, membenarkan sejumlah kasus-kasus korupsi tersebut. Bahkan saat ini masih ada beberapa kasus yang masih dalam proses penyidikan seperti lanjutan korupsi penyimpangan anggaran kerja perusahaan PT Persero Batam ditangani Kejati Kepri. Sudah ada dua tersangka, yakni SS dan AM.

Demikian dengan dugaan korupsi pembangunan gedung studio LPP TVRI tahun anggaran 2022 juga ditangani Kejati Kepri. Gedung yang terletak di Dompak, Tanjungpinang itu dibangun dengan anggaran Rp10 miliar. ”Ini masih proses penyelidikan umum. Belum ada penetapan tersangka” katanya. (*)

 

 

Belajar Online karena Melebihi Kapasitas

0

batampos –  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK di Batam, Kepulauan Riau, tahun ajaran 2024-2025 masih bergulir di tahap zonasi. Tak sedikit keluhan bermunculan dari orangtua siswa ketika mendaftarkan anaknya melalui sistem online.

Seperti di SMAN 3, Batam Kota. Humas panitia PPDB SMAN 3 Batam, Becektang, menyampaikan aduan dari wali murid ke sekolah menanyakan tata cara mendaftarkan melalui jalur zonasi. “Kami selalu standby di halaman sekolah untuk memberikan informasi kepada wali murid tentang zonasi terutama menarik titik koordinat dari Google Maps untuk jarak antara rumah dengan sekolah,” ujarnya, saat dijumpai di SMAN 3, Senin (24/6).

Proses PPDB jalur afirmasi telah selesai, dengan total pendaftar 24 siswa. “Namun, untuk jalur zonasi, saat ini masih berlangsung dengan jumlah pendaftar 750 siswa dan baru 151 siswa yang terverifikasi,” kata dia.

Kuota daya tampung SMAN 3 Batam adalah 432 siswa, dengan 65 persen dialokasikan untuk jalur zonasi, 15 persen untuk afirmasi, dan 5 persen untuk perpindahan orangtua. Becektang mengungkapkan, kendala utama yang dihadapi orangtua adalah salah dalam menarik titik koordinat dan menggunakan Kartu Keluarga (KK) yang tidak sesuai dengan alamat tempat tinggal. ”Banyak orangtua yang menggunakan alamat KK lama, padahal mereka sudah pindah tempat tinggal. Hal ini menyebabkan mereka tidak terdaftar dalam zonasi SMAN 3,” terangnya.

Zonasi SMAN 3 mencakup dua kecamatan, yaitu Nongsa dan Batam Kota, dengan kelurahan-kelurahan terdekat sekolah. Oleh karena itu, Becektang mengimbau orangtua siswa memastikan bahwa mereka menggunakan alamat KK yang sesuai dengan tempat tinggal saat ini, dan menarik titik koordinat dengan benar.

SMA
ILUSTRASI. Siswa SMAN 1 Batam saat berada di teras sekolah, beberapa waktu lalu. Disdik Kepri akan membentuk tim pencegahan perundungan di sekolah.
F. Dalil Harahap/Batam Pos

Terpisah, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Lagat Siadari, menyampaikan terkait kuota pada jalur afirmasi, prestasi dan perpindahan orangtua, ditemukan hampir semua sekolah tidak terpenuhi. Contohnya, di SMAN 3 Batam akan membeludak. Tapi, pada kenyataannya tidak demikian.

Seperti pada jalur afirmasi kuotanya 65, sedangkan yang mendaftar hanya 28 orang.

“Memang pada jalur pres-tasi, kuotanya 65, yang mendaftar 106. Namun, ini hanya satu-satunya SMA yang pendaftarnya pada jalur tersebut melebihi kuota,” ujar Lagat.

Selain itu, Ombudsman RI Perwakilan Kepri pun masih menemukan sekolah yang menggunakan sistem shifting dan belajar online akibat kurangnya ruang kelas. “Ini terjadi bukan hanya 6 bulan, tapi tahunan. Ini tentu akan mengganggu kualitas belajar mengajar,” tuturnya.

Ia berharap, temuan Ombudsman dijadikan evaluasi oleh Disdik untuk pelaksa-naan PPDB selanjutnya.

Sementara itu di beberapa sekolah swasta masih banyak yang kekurangan siswa. Bahkan beberapa sekolah swasta yang terkenal dan punya nama kekurangan pendaftar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Misalnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kartini Batam. Di sana proses PPDB telah masuk gelombang ketiga. Pendaftaran kemungkinan bakal ditutup pada 12 Juli mendatang. Sistemnya dilakukan secara online dan offline.

Ketua PPDB SMK Kartini 2024/2025, Widiono, menyebut pembukaan PPDB di tempatnya dimulai sejak awal tahun. Namun, efektifnya baru Februari lalu. Dalam proses itu, pihak sekolah tidak ada kendala sama sekali.

”Tanggal 13 Juli kami (MK Kartini) daftar ulang, dan tanggal 15 Juli sudah efektif sekolah. Tapi intinya bukan di-closing tanggal 12. Tetap kami nerima setelah tanggal 13 pun tetap kami terima,” kata Widiono, Senin (24/6).

Pelajar yang sudah diterima di SMK Kartini sekitar 230 orang. Semua pendaftar dipastikan diterima dan tak ada yang ditolak. Siswa yang sudah dipastikan masuk pun belum ada yang mengundurkan diri.

Namun, jika ditarik mundur ke tahun-tahun sebelumnya, ada penurunan angka pendaftar di sekolah tersebut. Menurut Widiono, hal tersebut dikarenakan beberapa faktor, mulai dari sekolah negeri yang membuka PPDB tanpa batas kuota, serta adanya jurusan yang sama di sekolah negeri.

Untuk tahun lalu, pendaftar di SMK Kartini bisa mencapai 300 orang. Tahun 2024 ini angkanya menurun. Sementara siswa yang dilepas tahun ini ada 210 orang.

”Dari siswa yang tamat, memang ada peningkatan. Tapi dari yang sudah-sudah jumlahnya malah menurun. Kalau indikator belum kami lakukan pengukuran. Yang jelas selama ini memang dari tahun lalu, kami ada penurunan. Itu karena sekolah negeri membuka PPDB, bisa dibilang seolah-olah tanpa kuota, sehingga kami yang swasta terimbas,” ujar Widi.

Di SMK Kartini, dominasi pendaftar mengambil jurusan mesin, total ada 90 orang. Sedang untuk tahun 2023, jurusan yang paling banyak diminati adalah desain komunikasi visual.

”Sekarang agak menurun karena di SMK negeri sebagian juga ada buka jurusan yang sama,” katanya.

Total siswa di sekolah tersebut sekitar 750 orang. Tiap rombel memuat 25 sampai 36 siswa. Semua tergantung pada setiap jurusan, karena jumlahnya yang berbeda-beda.

Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Batam Muhammad Raihan mengatakan, membeludaknya pendaftaran siswa baru ke sekolah negeri sangat bertolak belakang dengan PPDB di sekolah swasta. Ini terjadi karena kurangnya dukungan dan perhatian dari pemerintah ke sekolah swasta sehingga pandangan masyarakat akan mahalnya biaya pendidikan sekolah swasta belum bisa dihilangkan. Butuh perhatian serius dari pemerintah dengan masalah ini sebab keberadaan sekolah swasta sangat membantu keberlangsungan dunia pendidikan di Kepri dan Batam ini.

”Ini persoalan tiap tahun. Kalau musim PPDB pasti begini. Padahal ada ribuan loh sekolah swasta di Batam ini. Jalan keluar dari pemerintah belum ada agar ada keseimbangan antara sekolah negeri dan dan swasta ini,” ujarnya.

Persoalan kekurangan siswa bagi sekolah swasta, sebut Raihan, sudah lazim terjadi setiap tahunnya. Berulang kali lakukan koordinasi dengan instansi pemerintah terkait namun hasilnya tetap sama. PPDB sekolah swasta saat ini umumnya masih di bawa angka 80 persen. Artinya angka kuota ideal jauh belum terpenuhi.

”Rata-rata masih kekurangan siswa kami. Mau diapain lagi? Ini sudah takdir kami yang swasta. Tiap tahun kita bahas tapi tetap seperti ini. Kami hanya bisa membangun fasilitas yang lengkap dan tingkatkan mutu, biar dilirik oleh orangtua dan calon peserta didik. Bersaing dengan negeri ya paling dengan cara itu,” ujarnya. (*)

Isak Tangis Keluarga Iringi Kedatangan  39 Jamaah Haji di Pelabuhan Sri Siantan

0
Rombongan haji saat tiba di pelabuhan Sri Siantan Anambas

batampos – Isak tangis keluarga iringi kedatangan 39 orang Jamah Haji Asal Anambas yang tiba di Pelabuhan Sri Siantan, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Senin, (24/6) sore.

Rombongan tiba di Tarempa setelah menyelesaikan semua rangkai ibadah haji di Tanah Suci.

“Alhamdulillah semua rangkaian ibadah haji telah kami selesaikan dengan lancar, tak ada halangan,” ujar Jamaah Haji, Abdul Ghafur.

Ghafur mengatakan selama di tanah suci, rombongan asal Anambas saling bahu membahu antar sesama. Ikatan keluarga sudah mulai terjalin ketika akan berangkat ke tanah suci.

“Kita kompak, saling bantu. Jamaah yang tua atau sepuh kita perhatikan, ada jadwal piket untuk jaga jamaah yang sepuh,” sebut Ghafur.

Bila ada kendala, para jamaah langsung komunikasi dengan petugas yang disediakan oleh Kementrian Agama.

“Lancar tak ada kendala, cuma waktu wukuf di Arafah saja kita kepanasan, karena fasilitas ada yang rusak,” kata Ghafur.

BACA JUGA: Jemaah Haji Kloter BTH 02 Mendarat, Ungkap Syukur Banyak Kemudahan Proses Ibadah Haji di Tanah Suci

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenang) Kepulauan Anambas, Erizal Abdullah mengatakan 39 Jamaah Haji tersebut, sebelum tiba di Anambas terlebih dahulu dilakukan karantina di Asrama Haji Batam.

“Tiba di Batam siang kemarin, langsung di bawa ke Asrama Haji. Kita inapkan semalam, selama disana, jamaah dilarang keluar,” kata Erizal Abdullah.

Setelah diinapkan, Jamaah diterbangkan dari Bandara Hang Nadim, Batam menuju Bandara Palmatak, Kecamatan Palmatak.

“Yang jamaah dari asal Tarempa langsung diberangkat pakai kapal dari Palmatak,” kata Erizal.

Erizal berharap seluruh jamaah yang tiba, menjadi haji yang mabrur.

“Jadi haji yang mabrur dan senantiasa beribadah kepada Allah SWT,” pungkas Erizal. (*)

Reporter : Ihsan I

Beredar KTA Partai Golkar Amsakar Achmad, Yunus Muda: Belum Ada Pengajuan

0
IMG 20240408 WA0024
Saat ini, untuk Pilwakot Batam Partai Golkar memberikan dukungan penuh terhadap Amsakar Achmad yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Batam. Foto: Yulitavia/ Batam Pos

batampos – Menjelang Pemilihan Wali Kota Batam tahun 2024, beredar kabar bahwa Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hengkang dari Partai Nasdem yang telah membesarkan namanya. Kabar itu semakin menguat pasca beredarnya Kartu Tanda Anggota (KTA) atas nama Amsakar Achmad menunjukkan dirinya sebagai anggota Partai Golkar.

Kepindahan Ketua DPD NasDem itu ke partai Golkar dibantah Ketua Golkar Kota Batam Yunus Muda. Ia bahkan mengaku tak mengetahui mengenai pencetakan KTA Partai Golkar tersebut.

“Saya juga baru tahu itu tiba-tiba muncul. Kami secara resmi dari daerah belum ada, apalagi soal KTA itu belum ada pengajuan ataupun rekomendasi, ” ujar Yunus, Senin (24/6).

Baca Juga: Ombudsman Nilai Pelaksanaan PPDB di Batam Sudah Lebih Baik, Tapi Masih Ada Sekolah Online

Meski begitu Wakil Ketua DPRD Kota Batam itu mengakui jika mekanisme pencetakan KTA partai sepenuhnya ada di bawah wewenang DPP Partai Golkar. “Kita juga gak paham itu dari mana, yang jelas DPD tak ada rekomendasi atau pengajuan. Coba ditanyakan kepada yang bersangkutan aja,” ucapnya.

Disinggung soal mekanisme penerbitan KTA, pihaknya mengaku tidak semua proses penerbitan KTA partai dilakukan secara terpusat di kantor DPP Partai Golkar di Jakarta.

“Kalau KTA itu mekanismenya Pusat yang mengeluarkan itu. Di daerah tidak ada yang mengeluarkan KTA. Semua terpusat. Saya sampai hari ini tidak ada merekomendasikan,” kata dia.

Baca Juga: Masa Kontrak Segera Habis, Lelang Pelabuhan Internasional Batamcenter Diikuti 2 Perusahaan

Pihaknya juga akan menanyakan soal beredarnya KTA Amsakar kepada Pimpinan Golkar Provinsi. Secara resmi perpindahan Amsakar Achmad ke pantai Golkar belum ada.

“Belum ada kalau perpindahan coba media tanya langsung ke pak Am,” kata dia.

Sementara itu Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad enggan mengomentari KTP Paryai Golkar tersebut. Melalui timnya Yudo mengaku informasi tersebut sudah lama dan kembali muncul ke media. “Kata ketua masih belum bisa komentar,” ujarnya singkat. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Rp71 T untuk Makan Bergizi Gratis

0
ilustrasi (pixabay)

batampos – Dalam hitungan bulan, presiden baru terpilih akan dilantik. Kini, salah satu program prioritas Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah ditetapkan alokasi anggarannya mencapai Rp71 triliun pada 2025.

Kepastian itu disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Senin (24/6). Ani, sapaan Menkeu, menjelaskan, pemerintah telah melakukan konsultasi dan komunikasi dengan terpilih.

”Presiden terpilih, Bapak Prabowo, telah menyampaikan bah-wa beliau menyetujui bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dilaksa-nakan secara bertahap. Untuk tahun pertama pemerintahan beliau 2025 telah disepakati alokasi sekitar Rp71 triliun di dalam RAPBN 2025,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, kemarin.

Ani melanjutkan, jumlah Rp71 triliun itu ada di dalam range postur RAPBN 2025 yang disepakati dalam pembahasan KEM-PPKF bersama DPR, yaitu defisit RAPBN 2025 antara 2,29 persen-2,82 persen dari PDB.

Secara teknis, anggaran tersebut untuk sementara akan masuk pos cadangan yang akan dikelola oleh bendahara umum negara (BUN). Menkeu belum memastikan badan dan Kementerian yang ditunjuk untuk mengelola anggaran tersebut. ”Eksekusi alokasi anggaran nantinya akan ditetapkan oleh Prabowo dan timnya,” jelas dia.

Anggaran untuk program prioritas Prabowo–Gibran tersebut sudah ditetapkan dalam postur anggaran tahun depan, namun belum ditetapkan pengelolanya karena masih dalam proses sinkronisasi penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2025 dan penyesuaian nota keuangan APBN tahun ini.

Ani menjelaskan, penyusunan RUU akan selesai pada pertengahan Agustus dan akan diumumkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 16 Agustus 2024. Selama penyusunan, pemerintah akan memantau dan terus berkoordinasi dengan presiden terpilih dan tim yang menyusun program tersebut.

”Apakah sudah menetapkan dalam bentuk program mana eksekutornya siapa, kalau belum ya berarti dicadangkan dalam BUN,” jelas Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.
Menkeu menekankan, range defisit maupun rasio utangnya juga akan tetap terjamin sesuai batas aman dalam Undang-Undang Keuangan Negara. ”Jadi saya ingin tegaskan lagi APBN dikelola hati-hati dan dijaga sustainability-nya dan kesehatannya. Karena ini instrumen penting bagi pemerintah sekarang atau akan datang dan komunikasi kami tetap baik untuk memiliki komitmen terhadap pengelolaan fiskal yang prudent dan hati-hati,” tutur dia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, alokasi anggaran untuk tahap pertama sebesar Rp71 triliun sudah memperhitungkan beberapa indikator. Di antaranya yakni berdasarkan prioritas daerah maupun jumlah penerimanya.

”Itu sudah dapat kalkulasi berdasarkan prioritas daerah, kemudian indeks, dan jumlah (penerima),” jelas dia pada kesempatan yang sama.

Ketum Partai Golkar itu menyebut, daerah yang akan menjadi fokus program makan bergizi gratis salah satunya akan menyasar daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) terlebih dahulu.

Airlangga meyakini bahwa program makan siang gratis tersebut bisa memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Hanya saja, ia belum memperhitungkan seberapa besar dampaknya terhadap produk domestik bruto (PDB).

”Ya tentu (punya dampak ekonomi), kita kan baru bicara amplop besarnya. Nanti teknisnya akan ada penjelasannya di dalam RUU nanti,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Bidang Keuangan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Pemerintahan Thomas Djiwandono belum dapat memastikan teknis penyaluran anggaran makan bergizi gratis. Dia menyebut, seluruh proses dan total jumlah alokasi masih dipikirkan secara internal.

”Semua pertanyaan mengenai total jumlah, prosesnya seperti apa dan sebagainya, ini sedang dipikirkan secara internal. Saya saat ini tidak bisa menjelaskan teknisnya karena siklus-siklus itu harus kita lalui dulu. Setelah siklus APBN ini selesai, di sana kami akan menjelaskan segala sesuatu yang teknis menyangkut program tersebut,” tutur pria yang akrab disapa Tommy itu.
Thomas mengungkapkan, pihaknya berkomitmen menjalankan program makan siang gratis secara bertahap. Tentunya dengan mengedepankan belanja yang berkualitas.

”Kuncinya bertahap, tapi juga tentu dengan prinsip belanja yang berkualitas yang tentunya kita ingin mencapai target 100 persen secepat mungkin dengan prinsip bah-wa postur fiskal menjadi prinsip utama,” jelas dia.

Pria yang juga merupakan keponakan Prabowo Subianto itu menegaskan pihaknya tidak mungkin menaikkan rasio utang hingga 50 persen untuk membiayai belanja prioritas Prabowo-Gibran.

”Defisit itu terjamin (tidak akan melebar). Kemudian rasio utang terhadap PDB yang mungkin pernah dikatakan sudah kami rencanakan di atas 50 persen dan sebagainya, itu tidak mung-kin,” katanya. (*)

Ayah Dibunuh Putrinya Saat Sedang Tidur, Pelaku Masih Remaja

0
Ilustrasi penikaman. (pixabay)

batampos – Kasus pembunuhan tukang perabotan berinisial S, 55, oleh putrinya sendiri yang berinisial KS, 17, terjadi cukup mengenaskan. S ditikam menggunakan pisau saat sedang tidur.

“Sedang tidur ya (korban saat ditusuk),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Selasa (25/6).

Korban ditusuk dua kali oleh anaknya. Pada tusukan pertama, korban sempat melawan dengan mencakar tangan anaknya. Namun, pelaku masih bisa menusuk kedua kalinya. Korban pun tewas.

“Sementara faktanya ditemukan 2 kali menusuk. Kemudian setelah penusukan tersangka meninggalkan TKP,” jelas Ade.

Sebelumnya, Subdit Resmob Polda Metro Jaya menangkap pelaku pembunuhan kepada pedagang perabotan rumah tangga di Duren Sawit, Jakarta Timur. Pelaku pembunuhan teridentifikasi hanya satu orang.

“Sudah dilakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan di Toko Serba Guna, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit,” kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully saat dikonfirmasi, Senin (24/6).

Pelaku pembunuhan adalah KS, 17, putri kandung dari korban. Pelaku ditangkap tidak jauh dari lokasi pembunuhan terjadi.

“Pelaku pembunuhan berinisial KS, ditangkap di Jalan Masjid Baitul Latif, RT. 001, RW 003, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur,” jelas Titus. (*)

PLN Masuk Jajaran 10 Besar Perusahaan Terbaik Asia Tenggara Versi Fortune, PLN Batam Siap Mendukung

0

batampos – Transformasi bisnis dan kinerja mentereng sukses membawa PT PLN (Persero) masuk dalam daftar 10 besar perusahaan terbaik di Asia Tenggara versi 500 Fortune Southeast Asia tahun 2024. Pengharhaan tersebut diterima pada 19 Juni lalu.

Kinerja bisnis yang positif dan pertumbuhan kinerja keuangan secara tahunan dibawah kepemimpinan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo membawa perseroan menempati peringkat 6 mengalahkan sejumlah perusahaan multinasional dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.

Darmawan mengungkapkan, capaian ini menjadi tonggak sejarah bagi PLN yang telah konsisten melakukan transformasi bisnis berbasis digital secara end to end selama 3,5 tahun terakhir.

“Kami digitalkan seluruh proses bisnis kami mulai dari pembangkit, transmisi dan distribusi, sistem keuangan, sistem pengadaan dan pembayaran, hingga sistem layanan pelanggan kami, sehingga saat ini PLN menjadi makin lincah, kokoh, dan trengginas,” ujar Darmawan.

Darmawan melihat capaian ini didapat atas kerja keras seluruh insan PLN yang berdedikasi penuh untuk melayani seluruh masyarakat Indonesia.

“Ini merupakan capaian dari seluruh insan PLN yang sudah bersama-sama bekerja keras. Saya mengucapkan terima kasih dan mendedikasikan capaian ini kepada seluruh insan PLN yang telah memberikan maximum effort sehingga dapat mengubah proses bisnis dari yang serba manual menjadi terdigitalisasi dan pada akhirnya membuat PLN bisa mencapai titik ini untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan,” tutur Darmawan.

Tercatat, PLN meraih pendapatan sebesar USD32,01 miliar dengan raihan laba PLN menjadi USD1,44 miliar. PLN juga mencatatkan aset sebesar USD108,51 miliar dengan total serapan tenaga kerja mencapai 51.245 orang.

“Raihan positif ini tentu sejalan dengan visi PLN menjadi Top 500 Global Company. PLN berkomitmen penuh terus mendorong transformasi bisnis yang sejalan dengan mandat pemerintah untuk menghadirkan energi listrik yang andal dan hijau,” ungkap Darmawan.

Sementara itu, PT PLN Batam selaku Anak Perusahaan PT PLN (Persero) akan senantiasa menunjukkan wujud komitmennya dalam mendukung transformasi bisnis dan kinerja dari induk usahanya. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Zulhamdi.

“Ditetapkannya PT PLN (Persero) sebagai jajaran 10 besar perusahaan terbaik Asia Tenggara versi Fortune menjadi suatu kebanggaan bagi PLN Batam sebagai salah satu Anak Perusahaan PT PLN (Persero), hal ini menjadi dorongan motivasi bagi kami dalam memberikan yang terbaik bagi pelanggan,” tutur Zulhamdi.

Pemimpin Redaksi Fortune Asia, Clay Chandler mengatakan, fokus Fortune pada kawasan ini muncul karena Asia Tenggara semakin penting dalam ekonomi global. Hal ini diklaim berkat pergeseran rantai pasokan dan perkembangan pesat ekonomi kawasan tersebut.

“Fortune Southeast Asia 500 (500 Perusahaan Terbesar di Asia Tenggara Fortune) mencerminkan kawasan yang dinamis dan cepat berubah, kawasan yang ekonomi intinya tumbuh jauh lebih cepat daripada Eropa atau Amerika Serikat. Ini sebagian karena Asia Tenggara mengambil peran yang jauh lebih penting dalam ekonomi global, tidak terkecuali karena sejumlah perusahaan multinasional Global 500 telah mengalihkan lebih banyak rantai pasokan mereka ke negara-negara Asia Tenggara,” kata Clay Chandler.

Fortune Southest Asia 500 2024 mencatat, Indonesia mendominasi dengan 110 perusahaan, disusul Thailand dengan 107 perusahaan. Malaysia, dengan 89 perusahaan dalam daftar tersebut, mengungguli Singapura dengan 84 perusahaan. Sementara itu Vietnam dengan 70 perusahaan, Filipina dengan 38 perusahaan, dan Kamboja dengan dua perusahaan. (*)

PPDB Hari Pertama di SMPN 11 Bintan, Sejumlah Orangtua Calon Siswa Datangi Sekolah karena Tak Paham PPDB Online

0
Sejumlah orangtua dibantu panitia PPDB saat mendaftarkan anaknya secara online dengan mendatangi sekolah di SMPN 11 Bintan, Tanjunguban, Senin (24/6/2024). F.Kiriman Susi untuk Batam Pos.

batampos– Sejumlah orangtua mendatangi sekolah untuk mendaftarkan anaknya pada pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Kedatangan orangtua ke sekolah karena tidak paham dengan sistem PPDB online.

Pantauan hari pertama PPDB di SMPN 11 Bintan di Tanjunguban, Senin (24/6/2024), terlihat sejumlah orangtua mendampingi anaknya untuk mendaftar.

“Ada 20an orangtua yang datang ke sekolah karena belum begitu paham dengan sistem PPDB online,” ungkap Ketua Panitia PPDB SMPN 11 Bintan, Susi Endah Aksana ditemui di sekolah, Senin (24/6/2024).

Dia mengatakan, pihak sekolah hanya membantu memfasilitasi orangtua yang belum paham dengan PPDB online.

“Pihak sekolah hanya memfasilitasi, handphonenya tetap punya orangtua karena satu akun satu handphone jadi tidak bisa dipinjamkan,” katanya.

BACA JUGA: Kadisdik Bintan Wanti-wanti Sekolah Jangan Ada Pungli di PPDB 2024

“Ada juga orangtua yang kehabisan paket, jadi kita bantu teatringkan,” tambahnya.

Dia mengatakan, hingga sekira pukul 11.00 WIB, sudah ada sekitar 46 calon siswa yang mendaftar PPDB secara online.

SMPN 11 Bintan memiliki daya tampung sekira 192 orang untuk 6 rombongan belajar (rombel).

“1 rombel diisi 32 siswa,” ujarnya.

Saat ini, katanya, dibuka pendaftaran untuk jalur afirmasi, perpindahan orangtua dan prestasi mulai 24 dan 25 Juni 2024. Kemudian, pengumuman pada 26 Juni 2024.

Sedangkan jalur zonasi akan dibuka mulai 28 Juni 2024 sampai 1 Juli 2024, dengan pengumuman pada 2 Juli 2024. (*)

 

Reporter: Slamet 

Masa Kontrak Segera Habis, Lelang Pelabuhan Internasional Batamcenter Diikuti 2 Perusahaan

0
pelabuhan batam center
Penumpang terlihat memadati Pelabuhan Internasional Batam center, Senin (17/6). Kepadatan penumpang terlihat di pintu keberangkatan yang didominasi warga negara Singapura dan Malaysia yang akan pulang usai berlibur dari Batam.
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pengelolaan Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter yang saat ini dipegang PT Synergy Tharada akan habis pada 31 Juli mendatang. Namun hingga kini, pemenang lelang untuk pengelolaan pelabuhan internasional paling ramai itu belum diputuskan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Alasannya, karena masih proses lelang, sehingga belum ada pemenang untuk pengelolaan pelabuhan internasional tersebut.

Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait membenarkan kontrak PT Synergy Tharada sebagai pengelola Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter akan habis dalam waktu dekat. Yakni pada 31 Juli 2024 mendatang.

Baca Juga: Pajak Daerah Batam Menggeliat, Bapenda Optimis Capai Target dan Dukung Pembangunan Kota

“Ya benar ( kontrak PT Synergy Tharada selesai 31 Juli),” kata Tuti yahg dihubungi, Senin (24/6).

Disinggung apakah sudah ada perusahaan baru yang akan mengelola Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter. Menurut Tuti belum ada, karena masih proses lelang.

“Masih belum, prosesnya masih berjalan,” ujar Tuti lagi.

Begitu juga dengan perushaan yang mengikuti lelang, Tuti tak merinci. Hanya menyebutkan jumlah perusahaan yang ikut lelang, ada dua perusahaan.

“Ada dua perusahaan,” ungkap Tuti tanpa mendetail nama-nama perusasahaan dan domisili perusahaan tersebut.

Baca Juga: SPP Gratis Jadi Alasan Orangtua Ngotot Inginkan Anaknya Masuk Sekolah Negeri

Sementara, Kasi Operasional PT Sygergy Tharada sebagai pengelola pelabuhan, Sobri belum bisa dikonfirmasi terkait kapan waktu selesai kontrak perusahaan dengan pelabuhan.

Diketahui, PT Synergy Tharada telah mengelola Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter sejak 2002 lalu. Kontrak kerjasama pun berakhir pada 1 Agustus 2024 mendatang, tepatnya lebih dari satu bulan kedepan.

BP Batam juga telah membuka pendaftaran lelang pengelolaan pelabuhan sejak akhir April 2024 lalu. Namun hingga kini ternyata belum ditetapkan pemenang lelang pengelolaan pelabuhan Internasional tersebut. (*)

 

Reporter: Yashinta

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Nomor Satu Sedunia, Ini Kota Nomor Dua dan Nomor Tiga

0
Ilustrasi polusi udara di Jakarta (Dok/JawaPos.com)

batampos – Kualitas udara di Jakarta pada Selasa pagi menduduki peringkat nomor satu sebagai kota dengan udara terburuk di dunia, Selasa (25/6).

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 07.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta berada di urutan pertama dengan angka 179 atau masuk dalam kategori tidak sehat.

Angka itu memiliki penjelasan kategori tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Sedangkan kualitas udara kategori sedang, yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Kemudian, kategori baik, yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

Kemudian, kota dengan kualitas udara terburuk kedua Kinshasa (Kongo) di angka 174 dan urutan ketiga Lahore (Pakistan) di angka 167. Urutan keempat Manama (Bahrain) di angka 163, urutan kelima Delhi (India) di angka 137 dan urutan keenam Dubai (Uni Emirat Arab) di angka 114.

Urutan ketujuh Accra (Ghana) di angka 103, urutan kedelapan Baghdad (Irak) di angka 102, urutan kesembilan Busan (Korea Selatan) di angka 99 dan urutan kesepuluh Ulaanbaatar (Mongolia) di angka 98.

Disarankan kepada masyarakat agar memakai masker saat keluar rumah, perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup jendela demi menghindari udara luar yang kotor dan menyalakan penyaring udara. (*)