Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 3328

Polresta Barelang Berbagi dengan Driver Ojol di Batam

0
d7c792de 402b 414e bb79 995cc2af1823
Wakapolresta Barelang AKBP Syafrudin Semidang Sakti.

batampos – Polresta Barelang melaksanakan kegiatan bakti sosial (baksos) dengan membagikan paket sembako. Kegiatan ini dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 78.

Wakapolresta Barelang AKBP Syafrudin Semidang Sakti mengatakan pembagian paket sembako ini dengan sasaran driver ojek online. Total yang dibagikan berjumlah 200 paket.

“Kami meminta bantuan kepada ojek online yang mana sebagai mitra kami untuk dapat membantu menjaga keamanan Kota Batam,” ujarnya.

Baca Juga: Realisasi PKB Baru Capai Rp 37 Miliar, Bapenda Kepri Optimis Capai Target PAD 50 Persen

Dalam kesempatan itu, Syafrudin meminta personelnya untuk menjalankan kedinasan dengan baik. Sehingga ke depannya kehadiran Polri menjadi lebih baik lagi dan semakin dicintai masyarakat.

“Dalam menjaga keamanan dan ketertiban kita dapat bekerjasama dan selalu bersinergi, menciptakan wilayah yang kondusif,” katanya.

Dalam HUT Bhayangkara ini, Polresta Barelang menggelar beberapa kegiatan. Sebelumnya bakti sosial dengan membersihkan pasar dan aliran sungai di seputaran Pasar Trade Centre Bengkong Sadai. Kegiatan turut dihadiri Wakapolresta Barelang, AKBP Syafrudin Semidang Sakti.

Baca Juga: Polsek Batuaji Dalami Video Bullying Anak SD di Genta I

Syafrudin mengatakan kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Dengan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke aliran sungai.

“Jangan membuang sampah sembarangan karna dapat menyebabkan banjir dan bahaya lainnya, untuk itu mari sama sama menjaga lingkungan agar kita bisa nyaman di tempat tinggal kita,” katanya.

Kemudian HUT Bhayangkara ini diperingati dengan menyambangi personel yang tengah sakit, dan memberikan bingkisian kepada Purnawirawan Polri. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Novel Baswedan Cs Ingin Daftar Capim KPK

0
Ketua IM57+ Institute M. Praswad Nugraha (kanan) didampingi Dewan Penasehat Novel Baswedan (tengah) berjalan keluar usai menyerahkan laporan di Gedung ACLC KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (26/4/2024). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

batampos – Sebanyak 12 mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ingin mendaftar calon pimpinan (capim) KPK periode 2024-2029. Niat ingin mendaftarkan capim KPK karena merasa prihatin melihat kondisi lembaga antirasuah saat ini.

Belasan mantan pegawai KPK yang ingin mendaftarkan capim KPK itu tergabung dalam IM57 Institute. Pendaftaran capim KPK telah dibuka sejak 26 Juni 2024.

“Betul, beberapa anggota IM57 Institute bermaksud mendaftar Capim KPK berdasarkan beberapa pertimbangan,” kata Ketua IM57 Institute, Praswad Nugraha kepada wartawan, Jumat (28/6).

Praswad menyatakan bahwa kinerja KPK yang menurun mengakibatkan tegerusnya kepercayaan publik yang menempatkan pada level terendah.

“Tergerusnya kepercayaan publik ke KPK sudah sampai di level terendah dibandingkan delapan Lembaga negara berdasarkan survei Litbang Kompas minggu yang lalu,” ujar Praswad.

Karena itu, 12 mantan pegawai terpanggil untuk memperbaiki kinerja KPK. Adapun belasan mantan pegawai itu yakni Novel Baswedan, Praswad Nugraha, Harun Al Rasyid, Budi Agung Nugroho, Andre Dedy Nainggolan, Herbert Nababan, Andil Abdul Rachman Rachim, Rizka Anungnata, Juliandi Tigor Simanjuntak, March Valentino, Farid Andika, dan Waldy Gagantika.

“Maka kami terpanggil untuk mendaftar dan memperbaiki KPK kembali ke latar belakang pendiriannya sebagai anak kandung reformasi, lembaga independen dan berintegritas yang menjadi harapan terakhir dari seluruh rakyat Indonesia,” tegas Praswad.

Meski demikian, niat pendaftaran capim itu menunggu hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab, Praswad dkk sebelumnya menggugat UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK, terkait batas usia Pimpinan KPK.

Dalam gugatannya, mereka berharap MK mengembalikan syarat usia calon pimpinan KPK menjadi 40 tahun, serta adanya minimum pengalaman sebagai pegawai KPK selama satu periode kepemimpinan KPK menjadi dasar dalam pengajuan ini. (*)

Pemkab Karimun Bangun Jembatan Gantung di Kecamatan Belat

0
Bupati Karimun Aunur Rafiq

batampos– Pemerintah Kabupaten Karimun segera membangun jembatan gantung yang menghubungkan Sungai Asam dan Tebias, Kecamatan Belat pada tahun 2024.

Pembangunan jembatan yang melewati Selat Cacing ini menggunakan APBN melalui Kementerian PUPR sebesar Rp4 miliar lebih.

“Insha Allah, tahun ini kita akan membangun jembatan gantung di Kecamatan Belat melalui Kementerian PUPR yang juga usulan dari anggota DPR RI Cen Sui Lan,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Kamis (27/6).

Jika terwujud, kata Bupati, merupakan jembatan gantung satu-satunya di Kabupaten Karimun. Pembangunan jembatan gantung sebagai akses urat nadi perekomomian di Kecamatan Belat.

BACA JUGA: Di Atas MV Trinity Surveyor, Gubkepri Ansar Ahmad Resmikan Dimulainya Survey Penyelidikan Tanah Jembatan Batam-Bintan

“Terima kasih Kementerian PUPR, dan Cen Sui Lan yang sudah mewujudkan mimpi warga tempatan. Terutama sebagai sarana utama perlintasan anak sekolah,”beber Bupati.

Artinya, jembatan yang dibangun akan bisa dilalui kendaraan roda tiga (tosa) maupun pickup. Hal ini untuk memperlancarkan arus orang, dan barang.

“Tentu kita harapkan, kehadiran jembatan gantung mampu mendongkrak perekonomian Kecamatan Belat,” harap Aunur Rafiq.

Selain jembatan gantung, kata Bupati, Kecamatan Belat juga terus berbenah. Perbaikan infrastruktur terus digesa oleh Pemerintah Kabupaten Karimun.

Dimana pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran belasan miliar rupiah untuk berbagai pembangunan.

“Salah satu prioritas kita adalah melanjutkan pembangunan jalan. Semoga dampak pembangunan yang kita lakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Bupati. (*)

Reporter: Ichwanul Fahmi

 

Realisasi PKB Baru Capai Rp 37 Miliar, Bapenda Kepri Optimis Capai Target PAD 50 Persen

0
diky dipenda
Kepala Bapenda Kepri, Diky Wijaya (F. Azis Maulana)

batampos – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kepulauan Riau (Kepri) optimis target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 50 persen di semester pertama 2024 dapat tercapai. Hal ini ditunjukkan dengan realisasi PAD pada bulan Mei 2024 yang mencapai Rp 751 miliar.

Kepala Bapenda Kepri Diky Wijaya mengatakan, optimisme tersebut juga didorong oleh realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dari kendaraan baru yang mencapai Rp 37 miliar per tanggal 26 Juni 2024.

“Meskipun tingkat kepatuhan wajib pajak masih 49 persen, kami optimis dengan sosialisasi dan edukasi yang gencar dilakukan, target PAD 50 persen di semester pertama ini bisa tercapai,” jelas Diky, Kamis (27/6).

Diky menambahkan, Bapenda Kepri juga terus memantau tunggakan kendaraan aktif yang belum masuk regidentranmor, dengan total nilai tunggakan mencapai Rp 644 miliar.

“Program pemutihan PKB tahunan juga menjadi salah satu langkah untuk memvalidasi data kendaraan yang terdaftar. Pelaksanaan program ini akan diprioritaskan jika animo masyarakat tinggi seperti tahun lalu,” ujar Diky.

Bapenda Kepri terus berupaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan mengoptimalkan penerimaan PAD untuk mendukung pembangunan daerah.

Diki Wijaya mengatakan belum ada program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Provinsi Kepri.

Menurutnya, Bapenda masih fokus untuk implementasi UU Nomor 1 tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

“Selain itu adalah fokus penerapan Perda Pajak Nomor 1 tahun 2024 tentang pajak dan retribusi daerah serta masih dalam tahap proggres penyusunan peraturan Gubernur turunan atas Perda tersebut,” ujarnya.

Lanjutnya, setiap program resmi, apalagi berkaitan dengan pemutihan PKB pasti akan ada pemberitahuan resmi dari Pemprov Kepri melalui Bapenda Kepri.

Ditambahkannya, pihaknya memberikan apresiasi atas kesadaran masyarakat yang telah patuh untuk melakukan pembayaran pajak daerah.

“Pajak adalah kontribusi nyata yang digunakan untuk pembangunan daerah,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

BSSN Akui Belum Mampu Temukan Pelaku Peretas PDN

0
Kepala BSSN Hinsa Siburian (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)

batampos – Pemerintah belum mampu mendeteksi pelaku peretasan atau serangan ransomware tergadap Pusat Data Nasional (PDN). Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian menyatakan, pihaknya baru bisa menemukan indikasi-indikasi serangan untuk menemukan sang peretas.

Hal itu dipertanyakan Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin saat rapat kerja dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi dan Kepala BSSN Hinsa Siburian di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6).

“Sejauh mana sudah terdeteksi pelakunya,” tanya TB Hasanuddin.

“Tentunya untuk pelakunya ini belum bisa (terdeteksi) pak. Kita baru menemukan indikasi-indikasi yang nanti dari induksi ini kita olah untuk menemukan si (peretas),” ucap Hinsa.

Hasanudin lantas menyatakan apakah BSSN bersedia memproteksi jika ada pihak yang menemukan pelaku penyerangan terhadap PDN.

“Kalau ada orang yang bersedia mengejar dan menemukan, kira-kira bapak mau nggak memprotek yang bersangkutan?” tanya Hasanuddin.

“Mau Pak,” jawab Hinsa.

Hasanuddin lantas ke depan mengajak Kepala BSSN untuk bicara bersama-sama mengejar pelaku peretasan ransomware.

“Oke, nanti kita bicara empat mata,” ujar Hasanuddin.

Hinsa banyak negara menawarkan untuk melakukan kerja sama terkait pengejaran terhadap pelaku peretasan. Namun, BSSN saat ini masih menunggu dari hasil proses forensik.

“Karena kita sebenarnya saat ini pun banyak permintaan, kita sudah melakukan kerja sama dengan 10 negara MoU kaitannya dengan keamanan cyber, mereka menawarkan juga tentunya. Karena ini masih dalam proses forensik ini, kita tunggu dulu yang hasil dari tim kita ini, baru nanti kita koordinasinikan bagaimana bentuk kerja sama,” pungkasnya. (*)

Jambak Rambut Pedagang, Megawati Jadi Pesakitan Karena Korban Minta Rp 50 Juta

0
image0 4 1 scaled e1719509242650
Megawati dan anaknya saling berpelukan dan menangis usai sidang di PN Batam, Kamis (27/6). F.Yashinta

batampos – Megawati, seorang pedagang di kawasan Nongsa dilaporkan ke polisi usai menjambak rambut Enti, pedagang lainnya. Ia pun sudah mencoba berdamai dengan korban, namun ia tak bisa memenuhi persyaratan korban yang meminta Rp 50 juta.

Upaya tak membuahkan hasil, kemarin (Kamis 27/6), Megawati menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Batam. Ia didakwa dengan penganiayaan ringan pasal 351 ayat 1 oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa Adjudian, peganiayaan yang dilakukan terdakwa terjadi sekitar bulan Desember 2023 lalu. Berawal kesalahpahaman antar korban dan beberapa pedagang lainnya. Yang kemudian berujung adu mulut.

Baca Juga: Mantan Sekwan dan Bendahara Tersangka, Uang Digunakan Membayar Hutang

Terdakwa yang ada diantara pedagang tidak terima dengan perkataan Enti, dan langsung menjambak. Akibat jambakan terdakwa, Enti kesakitan yang berujung melapor ke polisi.

“Perbuataan terdakwa sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat 1,” ujar jaksa.

Atas dakwaan itu, terdakwa yang didampingi LBH Peduli dan Harapan Bangsa, Fransiskus Dwi tidak akn mengajukan keberatan. Sidang yang dipimpin hakim Monalisasi ditunda hingga minggu depan dengan agenda saksi.

Usai sidang, Megawati langsung berlari mengejar anaknya, yang diperkirakan berusia 9 tahun. Ia dan anaknya saling berpelukan dan menangis.

“Kasihan hanya karena masalah sepele, ia harus berpisah dengan anaknya,” ujar salah satu pengunjung.

Baca Juga: Tidak Hadiri Sidang Putusan, Jaksa Minta Agar Tetapkan Penahanan Kapten Kapal MT Arman 114

Sementara, Fransiskus Dwi membenarkan jkasus yang menjerat kliennya adalah permasalahaan sepele. Dimana kliennya sempat menjambak rambut Korban karena kesal dengan mulut korban.

“Hanya jambak sekali, karena kesal dengan korban dikenal dengan biang kerok. Menyentuh korban pun tak ada. Saat kejadian juga tak hanya klien saya, ada pedagang lainnya juga yang perang mulut dengan korban ini,” sebut Fransiskus.

Yang lebih aneh, lanjut Fransiskus, laporan dan visum baru dilakukan satu bulan setelah kejadian.

“Visum setelah satu buln kejadian, dan itu sangat aneh menurut saya,” pungkas Fransiskus. (*)

 

Reporter: Yashinta

Utusan Khusus Presiden Gesa Percepatan Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan di Anambas

0
Utusan Khusus Presiden (UKP) Republik Indonesia, Muhammad Mardiono saat tiba di Anambas disambung Bupati Anambas Abdul Haris . f. ihsan

batampos – Dalam rangka mempercepat pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan, Utusan Khusus Presiden (UKP) Republik Indonesia, Muhammad Mardiono mengunjungi Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis, (27/6).

Kedatangan Mardiono disambut Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris dan Ketua DPRD Kepulauan Anambas, Hasnidar.

Mardiono mengatakan kedatangannya ke Anambas atas perintah Presiden Joko Widodo meminta agar daerah yang terletak di perbatasan dan terpencil untuk di perhatikan kemiskinan dan ketahanan pangannya.

“Saya mendapat perintah dari pak Jokowi untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di Anambas ini,” ujar Mardiono.

Seharusnya, lanjut Mardiono, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas bisa memaksimalkan potensi sumber daya kelautan untuk mengurangi angka kemiskinan.

“Dengan cara memberikan bantuan alat tangkap perikanan dan budidaya ikan laut. Saya rasa, kalau warga dibina, pasti Anambas bisa nihil kemiskinan,” kata Mardiono.

Berdasarkan Keputusan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 125 Tahun 2022 Tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah, Mardiono terus berkordinasi dengan pemerintah daerah serta rajin turun ke masyarakat untuk membahas masalah kemiskinan dan ketahanan pangan.

“Anambas daerah Kepulauan, pangan harus selalu tersedia jangan sampai putus. Setiap cuaca tidak bersahabat, ketersediaan bahan pokok hampir terputus,” kata Mardiono.

Maka dari itu, UKP dalam 2 hari ini akan melakukan rapat kordinasi dengan Pemkab Anambas untuk mencari solusi dari masalah yang ada.

“Setelah dari sini, saya segera melaporkan ke Presiden Jokowi untuk ditindaklanjuti. Kami berikan yang terbaik untuk Anambas,” kata Mardiono.

Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah kemiskinan Anambas mengalami penurunan tahun 2023. Dari hasil survei BPS Anambas, penurunan angka warga miskin tercatat sebesar 6,95 persen dibandingkan pada tahun 2022 yang sebesar 7,51 persen. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Kesulitan Daftar Online, Orangtua Datangi Panitia PPDB SMP di Sekolah

0
PPDB SMP 1 F Cecep Mulyana scaled
Ilustrasi: Panitia PPDB SMPN 42 Batam membatu orangtua calon siswa yang terkendala pendaftaran PPDB secara online, Senin (24/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Hari kedua pelaksanaan PPDB tingkat SMP Negeri di Batam belum berjalan lancar. Masih banyak calon peserta didik yang belum mendaftar karena persyaratan berkas dan teknis pendaftaran di laman website PPDB online.

Calon peserta didik dan orangtua ini akhirnya mendatangi sekolah yang dituju untuk mendapat petunjuk pendaftaran yang benar. Inilah yang dilakukan oleh puluhan calon peserta didik dan orangtua mereka di wilayah Tanjunguncang dan Seibinti Sagulung, di lingkungan SMPN 50 Batam, yang berada di komplek pertokoan Tunas Regency.

Sejak pagi hingga siang kemarin sibuk dengan panitia PPDB yang ada di sekolah tersebut. Batam Pos yang menjumpai beberapa ibu rumah tangga bersama anak mereka yang akan mendaftar umumnya mengaku kesulitan dengan berkas pendaftaran dan titik koordinat tempat tinggal mereka.

“Berkasnya yang bermasalah terus dari tadi. Di rumah sudah beberapa kali coba tak bisa makanya datang ke sini. Untunglah dibimbing okeh petugas di sekolah ini,” ujar Linda, warga Tanjunguncang yang mendaftarkan putra keduanya di SMPN 50 sebagai pilihan pertama.

Baca Juga: Baru 261 Pendaftar Jalur Zonasi hingga Hari Kedua PPDB

Shinta, orangtua lainnya mengaku kendala di titik koordinat yang harus diisi di form pendaftaran. Dia coba sendiri tapi gagal karena titik koordinat tidak sesuai dengan lokasi zonasi sekolah. Dia yang tingga di Kelurahan Seibinti akhirnya mendatangi sekolah untuk mendapatkan bantuan proses pendaftaran anaknya.

“Alhamdulillah sudah masuk tadi pendaftaran anak saya. Banyak memang yang kesulitan dengan titik koordinat ini. Tetangga saya belum bisa sampai sekarang,” katanya.

Situasi serupa juga terlihat di lingkungan SMPN 47 dan SMPN 9 di sekitaran simpang Basecamp, Batuaji. Orangtua ramai mendatangi sekolah agar anak mereka bisa terdaftar sebagai peserta PPDB tingkat SMP. Kesulitan mendaftar sendiri sama yakni berkas pendaftaran dan titik koordinat tempat tinggal.

Baca Juga: DLH Tak Tega Terapkan Denda Buang Sampah Sembarangan, Beralasan Toleransi 

“Anak saya belum bisa daftar juga hari ini. Saya baru pindah ke Batuaji ini jadi surat domisili kami ditolak karena belum setahun di Batuaji,” kata Susanti, orangtua calon siswa yang mendaftar anaknya SMPN 9 Batam di Sagulung.

Pantauan di laman PPDB Disdik Batam, peserta yang mendaftar memang belum begitu banyak. Padahal siswa yang lulus SD sangat banyak tahun ini. Hingga siang kemarin peserta yang mendaftar belum sampai angka seribu peserta. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Budi Arie Didesak Mundur dari Jabatan Menkominfo: No Comment

0
Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi. ANTARA/HO-Kemenkominfo/am.

batampos – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi merespons desakan masyarakat yang meminta dirinya mundur dari jabatan menteri. Budi menyatakan bahwa permintaan itu merupakan hak setiap masyarakat.

Desakan agar Budi Arie mundur dari jabatan Menkominfo muncul setelah Pusat Data Nasional (PDN) diserang ransomware. Tuntutan agar Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) itu mundur dari jabatan Menkominfo itu juga sempat menjadi pembicaraan hangat di media sosial.

“Ah no comment kalau itu, itu haknya masyarakat untuk bersuara,” kata Budi Arie usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6).

Budi Arie mengklaim, hasil rapat kerja dengan Komisi I DPR tidak ada bukti terjadinya kebocoran data masyarakat.

“Yang pasti tadi hasil rapat dengan Komisi I kita tidak ada indikasi dan belum ada bukti terjadinya kebocoran data,” ucap Budi.

Budi Arie berjanji akan mengungkap ke publik pelaku peretasan PDN tersebut. Menurutnya, peretasan itu dilakukan oleh perorangan dengan motif ekonomi.

“Nanti dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan jelaskan ke publik siapa pelakunya, motifnya apapun. Tapi yang pasti ini bukan state actor, bukan dari negara tapi perorangan dengan motif ekonomi,” pungkasnya. (*)

Spanduk PPDB Sekolah Swasta Bertebaran di Sekolah Negeri

0
ppdb
Ilustrasi: Suasana PPDB di Kota Batam. (F. Cecep Mulyana / Batam Pos)

batampos – Spanduk PPDB sekolah swasta ramai dipajang di lingkungan sekolah negeri. Hal ini terjadi sebab sekolah swasta di Batam masih kekurangan siswa meskipun PPDB mereka sudah dibuka sejak awal tahun lalu.

Pemasangan spanduk PPDB ini tujuannya agar anak atau calon peserta didik yang tidak lolos pada PPDB di sekolah negeri bisa mendaftar ke sekolah mereka.

Seperti diketahui PPDB sekolah negeri di Batam baik yang sudah selesai ataupun yang masih sedang berjalan saat ini, semuanya melebihi kuota daya tampung sekolah. Pendaftar sekolah negeri memebludak dan hingga saat ini masih berpolemik. Orangtua tetap ingin anaknya masuk sekolah negeri karena pertimbangan biaya pendidikan yang lebih hemat.

Baca Juga: 2.243 Jemaah Haji Debarkasi Batam Sudah Pulang ke Tanah Air

Sekolah swasta yang masih kesulitan mendapatkan siswa sesuai dengan kuota daya tampung mereka pun tak tinggal diam. Mereka terus berupaya untuk mempromosikan sekolah mereka dengan menempelkan spanduk sekolah mereka ke sekolah-sekolah negeri.

Lingkungan SMPN 50 dan SMAN 19 Batam di belakangan komplek pertokoan Tunas Regency, Sagulung misalkan ada banyak spanduk sekolah swasta yang menempel di sana.

“Iya kadang ada guru-guru dan staff dari sekolah swasta yang bagi brosur di depan sini. Ya tak apa karena memang kuota daya tampung sekolah negeri terbatas. Sekolah swasta sangat membantu untuk persoalan daya tampung ini,” kata Heru, petugas keamanan di lingkungan SMPN 50 dan SMAN dan 19 Batam.

Tak hanya itu, ada juga sekolah swasta yang membuka stand pendaftaran di sekolah negeri karena melihat banyaknya siswa yang tidak terakomodir dalam PPDB sekolah Negeri. MAN 1 Batam misalkan, ada sekolah swasta yang membuka stand pendaftaran di sana karena PPDB MAN 1 cukup membeludak beberapa waktu lalu.

“Iya ada, kita malah bersyukur agar yang tidak lolos PPDB tidak lagi ngotot untuk masuk ke MAN 1,” ujar Humas MAN 1 Batam Rio, belum lama ini.

Baca Juga: DLH Tak Tega Terapkan Denda Buang Sampah Sembarangan, Beralasan Toleransi 

Seperti pekan sebelumnya, sekolah swasta di Batuaji dan Sagulung masih kekurangan siswa baru hingga saat ini. Kuota yang terisi baru diangka 70 hingga 80 persen.

“Yang terisi ini ya memang mereka yang dari awal mau ke sekolah swasta. Yang tidak lolos PPDB negeri ini belum nampak lagi yang mendaftar ke kita,” ujar Kepala Sekolah Yos Sudarso III Batuaji Marianus Sihotang.

Kekurangan siswa sekolah swasta ini juga karena kebijakan pemerintah yang setiap tahun menambah kuota di setiap sekolah negeri. Kuota sekolah negeri tidak dibatasi sehingga swasta sulit bersaing. Pandangan masyarakat masuk sekolah swasta akan menguras isi dompet akan semakin melekat jika tidak didukung pemerintah atas keberadaan sekolah-sekolah swasta ini.

“Padahal kita ini mitra pemerintah. Kalau ada dukungan tentu swasta tidak seberat yang dipikirkan orangtua. Ada kebijakan-kebijakan tentunya kalau ada dukungan dari pemerintah. Sekarang pun ada banyak kok sekolah swasta yang memberikan kebijakan keringanan SPP kepada mereka yang kurang mampu,” kata Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Batam Muhammad Raihan. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara