Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 3329

Ada Apa Ini, Terdakwa Kasus Limbah Bisa ‘Menghilang’

0
ilustrasi sidang
Ilustrasi sidang di pengadilan

batampos– Ini pelajaran bagi negara kita. Terdakwa perkara limbah atau lingkungan hidup Mahmoud Abdelazis Mohamed bisa ‘menghilang’ atau tak mnghadiri sidang vonis yang dijadwalkan, Kamis (27/6). Baik Jaksa maupun penasehat hukum terdakwa mengaku tak mengetahui keberadaan terdakwa yang merupakan bukan warga Indonesia. Satu pelajaran bagi hukum kita, karena sebelumnya, terdakwa tak ditahan saat menjalani persidangan atau bebas di luar.

Bisik-bisik soal Mahmoud menghilang sudah mulai terdengar sejak Kamis pagi. Keberadaan Kapten Kapal itu sudah tak diketahui sejak 5 hari sebelumnya. Bahkan ada yang menduga, Mahmoud sudah meninggalkan Batam. Selama proses persidangan, Mahmoud memang tidak ditahan oleh majelis hakim PN Batam.

Banyak pihak yang ingin menyaksikan sidang putusan pidana MT Arman tersebut. Mulai dari pelaut , kelompok nelayan, kedutaan Iran ,pengusaha hingga puluhan media. Bahkan ada yang meduga, gelaran sidang itu akan batal digelar.

BACA JUGA: Keberatan PT Musim Mas Ditolak, Sidang Perkara Limbah B3 Dilanjut ke Pembuktian

Namun sekitar pukul 16.56, majelis hakim yang diketuai Sapri Tarigan didampingi hakim Setyaningsih dan Douglas RP Napitupulu membuka sidang. Ruangan sidang pun seketika penuh oleh pengunjung. Di ruang sidang juga hadir dua JPU dan satu kuasa hukum terdakwa.

“Sidang terdakwa Mahmoud dibuka dan terbuka untuk umum,” ujar hakim Sapri yang kemudian menanyakan keberadaan terdakwa kepada JPU.

JPU Karya So Immanuel kemudian menjelaskan tak bisa menghadirkan terdakwa, dengan alasan tak bisa dihubungi. Pihaknya juga telah melakukan pemanggilan secara resmi, namun sampai sidang dimulai terdakwa tak bisa dikonfirmasi.

“Kami sudah memanggil terdakwa secara resmi. Tapi terdakwa tak bisa dihubungi,” ujar Nuel kepada majelis hakim.

Mendapat jawaban jaksa, hakim kemudian menanyakan keberadaan terdakwa, kepada Daniel, satu-satunya penasehat hukum yang hadir. Jawaban Daniel pun hampir sama, ia tidak mengetahui keberadaan Mahmoud sang Kapten Kapal MT Arman 114.

“Kami sudah mencari ke kediaman terdakwa sejak pukul 10 pagi tadi yang mulia, tapi tak menemukan,” jawab Daniel.

Setelah menerima jawaban itu, majelis hakim Sapri Tarigan pun berdiskusi dengan hakim anggota. Yang kemudian menjelaskan pihaknya menunda sidang. Penundaan sidang berpedoman pada pasal 154 ayat 4. Yang isinya jika terdakwa tak bisa hadir, maka dilakukan penundaan sidang putusan.

“Jadi hakim memerintahkan kepada JPU untuk memanggil kembali terdakwa kapten kapal MT Arman 115 Mahmoud, pada Kamis depan (4/7),” tegas hakim Ketua Sapri Tarigan.

Namun oleh JPU meminta agar majelis hakim bisa mengeluarkan surat perintah penahanan. Dengan alasan terdakwa tak memikiki itikad baik.

“Kami melihat terdakwa sudah tidak memiliki itikad baik, untuk itu nanti kami mohon kepada majlis hakim untuk menahan terdakwa,” pinta Jaksa Karya So Immanuel.

Atas permintaan dari JPU, hakim pun kembali melakukan musyawarah bertiga,dan menanyakan kembali kepada penasehat hukum, terkait permintaan penahanan terdakwa kapten kapal MT Arman 114. Namun ternyata hakim menolak, dengan alasan masih berpedoman pada pasal 154 ayat 4 kuhp.

“Untuk saat ini kami tetap berpedoman pada pasal 154 ayat 4 KHUP tadi, kami minta kepada Jaksa panggil kembali terlbih dahulu terdakwa itu,” sebut Hakim Ketua Sapri Tarigan sembari menunda sidang.

Usai sidang, penasehat hukum terdakwa, Daniel mengatakan terakhir kali bertemu kliennya saat sidang pembelaan. Ia pun tak tahu keberadaan terdakwa karena selama ini di Jakarta.

“Terakhir ketemu di PN Batam. Selama ini tak tahu juga alamat terdakwa, karena kami hanya bertemu dari kafe ke kafe. Tapi setahu saya dia tinggal di kawasan Harboubay,” dalih kuasa hukum Mahmoud.

Fakta di Balik Loyonya Performa Skuad Mewah Inggris pada Euro 2024

0
Declan Rice membantah dengan tegas bahwa performa loyo Inggris di Euro 2024 karena efek kelelahan pemainnya. (Instagram/@england)

batampos – Gelandang Timnas Inggris, Declan Rice, menampik anggapan bahwa timnya terlalu lelah untuk tampil menonjol di Euro 2024. Setelah menang tipis atas Serbia dan bermain imbang lawan Denmark, Gareth Southgatemengatakan timnya tidak bisa berkomitmen bermain menekan karena tingkat kebugaran mereka.

Penampilan Inggris, terutama ketika menghadapi Denmark, membuat Southgate dan para pemainnya mendapat kritik pedas, utamanya dari kampung halaman mereka.

“Kami tidak menekan dengan cukup baik, dengan intensitas yang cukup. Kami memiliki keterbatasan dalam melakukan hal tersebut dengan kondisi fisik yang ada,” kata Southgate seusai pertandingan lawan Denmark yang berakhir 1-1.

Komentar Southgate memicu banyak diskusi pasca pertandingan itu, yang secara khusus membahas kurangnya tekanan dari pemain Inggris saat kehilangan penguasaan bola.

Namun, Declan Rice membantah klaim bahwa para pemain Timnas Inggris kelelahan setelah bermain satu musim bersama klub. “Jika saya tidak cukup fit atau para pemain tidak cukup fit, kami tidak seharusnya berada di sini,” kata Rice, seperti dilansir Irish Examiner.

“Kami harus bisa bersaing dalam tujuh pertandingan, baik itu perpanjangan waktu. Kami punya skuad berisi 26 pemain yang cukup fit, cukup kuat, cukup cepat, dan siap tampil maksimal,” tambahnya.

Pemain Arsenal ini kesal dengan anggapan sebagian publik bahwa rekan-rekan setimnya tidak cukup bugar untuk turun di Euro 2024. “Ini konyol. Biarkan mereka terus mempertanyakannya. Kami diciptakan untuk memainkan musim-musim seperti ini,” ujar mantan pemain West Ham United ini.

Di pertandingan terakhir Grup C Euro 2024, Inggris harus meladeni Slovenia di Cologne Stadium, Cologne, Jerman, pada Rabu (26/6) dini hari pukul 02.00 WIB. “Jika kami tidak cukup fit untuk berkompetisi selama 90 menit, maka kami tidak seharusnya menjadi pesepak bola,” ketusnya.

Di balik penampilan yang kurang memuaskan tersebut, sebenarnya terdapat beberapa faktor tersembunyi yang memengaruhi performa skuad Inggris di Euro 2024. Salah satu faktor utama adalah tekanan psikologis yang dirasakan oleh para pemain.

Setelah penampilan gemilang di Euro 2020 dan penampilan solid di Piala Dunia 2022, ekspektasi terhadap tim asuhan Gareth Southgate sangat tinggi. Para pemain merasakan tekanan besar untuk bisa memenuhi harapan para pendukung dan media.

Selain itu, rotasi pemain yang dilakukan Southgate juga menjadi sorotan. Beberapa pengamat sepak bola menganggap bahwa pelatih Timnas Inggris ini terlalu sering merotasi pemain, sehingga tim tidak memiliki kestabilan dan kohesi yang cukup di lapangan.

Hal ini terlihat dari perubahan formasi dan susunan pemain yang dilakukan di setiap pertandingan grup. Padahal, kestabilan dalam tim sangat penting untuk menciptakan chemistry dan performa optimal.

Faktor lainnya adalah taktik yang diterapkan oleh Southgate. Meski memiliki skuad yang mewah dengan banyak pemain bintang, taktik yang digunakan sering kali dianggap terlalu defensif dan tidak memanfaatkan potensi serangan yang dimiliki oleh tim. Hal ini mengakibatkan Inggris kurang mampu menekan lawan dan menciptakan peluang gol yang cukup.

Cedera juga menjadi faktor yang memengaruhi performa Inggris di Euro 2024. Beberapa pemain kunci seperti Harry Kane dan Raheem Sterling mengalami cedera ringan yang memengaruhi kontribusi mereka di lapangan. Meskipun masih bisa bermain, performa mereka tidak dalam kondisi terbaik, sehingga tim kehilangan daya serang yang biasanya menjadi andalan.

Kondisi fisik dan kebugaran pemain memang menjadi isu yang diangkat oleh Southgate, namun perlu diingat bahwa musim kompetisi yang panjang dan padat di liga domestik juga berpengaruh. Meskipun Declan Rice membantah bahwa kebugaran menjadi masalah, kenyataannya para pemain harus menghadapi jadwal yang padat sebelum Euro 2024 dimulai. Ini tentu saja memengaruhi tingkat kebugaran mereka di turnamen ini.

Di luar itu, faktor keberuntungan juga tidak bisa diabaikan. Dalam beberapa pertandingan, Inggris kurang beruntung dalam memanfaatkan peluang yang ada. Beberapa peluang emas gagal dimanfaatkan dengan baik, sementara lawan justru mampu memaksimalkan kesempatan yang mereka miliki.

Hal ini terlihat jelas dalam pertandingan melawan Denmark, di mana Inggris gagal mencetak gol dari beberapa peluang yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol.

Meski demikian, para pemain dan pelatih tetap optimistis bisa memperbaiki penampilan mereka di babak 16 besar. Pertandingan melawan Slovenia akan menjadi ujian nyata bagi tim untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bangkit dan tampil lebih baik.

Dukungan dari para penggemar dan motivasi untuk membuktikan diri tentu akan menjadi dorongan tambahan bagi para pemain.

Declan Rice, sebagai salah satu pemimpin di lapangan, terus menyuarakan optimisme dan semangat juang. Dia percaya bahwa tim memiliki kapasitas dan kualitas untuk bersaing di level tertinggi.
“Kami harus tetap percaya diri dan fokus. Setiap pertandingan adalah kesempatan untuk menunjukkan yang terbaik, dan saya yakin kami bisa melakukannya,” ujar Rice.

Dengan segala tantangan dan kritik yang dihadapi, Inggris memiliki peluang besar untuk bangkit dan menunjukkan performa yang lebih baik di sisa turnamen. Perjalanan mereka di Euro 2024 masih panjang, dan tim ini memiliki potensi untuk mencapai kesuksesan yang diharapkan.

Semua mata akan tertuju pada pertandingan melawan Slovenia, dan para penggemar berharap skuad mewah Inggris bisa menunjukkan kemampuan sebenarnya dan melangkah lebih jauh di turnamen ini. (*)

Statistik performa Inggris di fase grup Euro 2024:

Pertandingan 3

Gol 2

Kebobolan 1

Assists 0

Proses TPPU Lebih Utama Dibanding Sekadar Tangkap Bandar

0
Ilustrasi pencucian uang. TPPU (Dimas Pradipta/JawaPos.com)

batampos – Strategi Satgas Pemberantasan Judi Online perlu diperbaiki. Upaya menjerat bandar judi de-ngan tindak pidana pencucian uang (TPPU) masih dikesam-pingkan. Padahal, dalam kejahatan motif ekonomi memproses TPPU lebih berdampak serius dibanding sekadar menangkap bandar, apalagi operator judi yang hanya kaki tangan.

Pakar TPPU Universitas Trisakti Yenti Garnasih menuturkan, dalam rezim hukum internasional antipencucian uang disebutkan bahwa salah satu pidana asal TPPU adalah perjudian. Maka, proses TPPU untuk judi akan lebih mudah diproses kendati uang judi itu ditransfer keluar negeri. ”Indonesia merupakan anggota Financial Action Task Force (FATF) sebuah badan yang menjadi bagian dari rezim hukum internasional antipen-cucian uang,” jelasnya.

Masalahnya TPPU ini tidak juga diutamakan. Padahal, TPPU ini lebih berdampak bila diterapkan dalam kejahatan bermotif ekonomi seper-ti judi. Bisa dibandingkan dengan sekedar menangkap operator judi, membongkar perannya, dan modusnya.

”Bandar itu tujuan utamanya keuntungan ekonomi. Kalau tujuan itu yang disasar satgas tentunya sudah seharusnya. Jangan malah mengutamakan yang lain,” urainya.

Satgas juga sebaiknya jangan hanya menatap ke depan atau memproses kasus baru. Jangan lupa bahwa judi online sudah terjadi beberapa tahun belakangan, maka satgas harusnya memproses semua. ”Baik yang sudah-sudah atau yang baru,” paparnya.

Masih membekas kuat di-ingatan bahwa ada uang judi online Rp300 triliun masuk ke pendanaan kampanye. Tentunya, kasus itu juga harus diproses. ”Kita ingat uang judi untuk Pilpres. Gimana prosesnya?” Terangnya.

Kini uang judi online sesuai informasi PPATK telah mencapai Rp600 triliun. Kenapa semua itu tidak disita hingga sekarang tentunya menjadi persoalan. Tidak ada alasan uang itu sudah berada di luar negeri. ”Mudah karena kita anggota TATF. Bisa disita de-ngan bantuan mereka,” jelasnya. Lagi pula dengan follow the money akan terungkap siapa bandar judol ini sebenar-nya. Siapa yang hanya kaki tangan dan siapa yang menjadi bigboss. ”Aliran dana ke siapa saja bisa tau,” urainya.

Seandainya pun tidak diketahui siapa pemiliki atau bigboss bandar judol ini, tapi uang hasil judolnya ada. Bisa disita untuk negara. Bagi bigboss judol jelas sangat merugikan. ”Pokoknya pakai TPPU gak ada ruginya,” terangnya.

Bahkan, bagi bagi bandar judi ini menjadi hukuman yang lebih berat dibanding sekadar dipenjara. Karena keuntungan tidak didapatkan dari judol.

”Bandar judi hanya akan mengeluarkan modal terus, tanpa bisa mendapatkan keuntungannya. Kan disita duluan,” urainya.

Dengan itu perlu dipahami, khususnya bagi Satgas Pemberantasan Judi Online. Bahwa TPPU lebih merusak karena menargetkan kemampuan finansial bandar judi. ”Jadi bangkrut, ini kan lebih tepat,” tegasnya. (*)

 

Sumber: JP group

Kepala BP Batam Terima Kunjungan Ombudsman RI

0

bp batam 1batampos – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi menerima kunjungan kerja Ombudsman RI di Marketing Centre, Batam Centre, Kamis (27/6/2024). Muhammad Rudi didampingi para deputi dan sejumlah pejabat eselon II BP Batam. Turut serta Kepala Bea dan Cukai Batam.

Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika mengatakan, kunjungan pihaknya sebagai tindak lanjut monitoring Ombudsman RI terhadap pelaksanaan perbaikan pelayanan pengeluaran barang oleh Dirjen Bea dan Cukai di KPBPB Batam.

“Kami tadi diperlihatkan kerja cerdas BP Batam, beberapa indikator untuk meningkatkan pelayanan publik dirasakan sudah on the track, misalnya dukungan operasional Tempat Penimbunan Sementara (TPS) di Bandara dan Pelabuhan ASDP Telaga Punggur,” katanya.

Tak hanya penyediaan TPS, pihaknya juga memberikan atensi dan mendorong layanan pelabuhan penumpang di Batu Ampar dengan pengalihan pelabuhan ke Dermaga Pelabuhan Bintang 99 Persada. Sehingga, pelayanan dan pengawasan pelayanan publik bea dan cukai di KPBPB semakin efisien dan efektif.

“Kemudian terkait persoalan Batu Ampar ini tinggal menunggu Pelni nya saja , tidak ada persoalan di BP Batam maupun di Bea Cukai nya,” serunya.

“Atas dasar hari ini kami berikan apresiasi terhadap BP Batam yang telah menjalankan tugas dengan baik,” serunya lagi.

Sementara, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menyambut baik atas perhatian yang diberikan tersebut. Pihaknya memiliki komitmen tinggi untuk memberikan kemudahan layanan berusaha khususnya arus masuk dan keluar barang di kota Batam.

“Kita sudah sampaikan di rapat tadi, harapannya dengan atensi yang diberikan Ombudsman RI, apa yang menjadi persoalan dapat dengan cepat diselesaikan,” katanya.

“Kalaulah semua selesai, masyarakat dan pelaku usaha akan senang begitu pun juga dengan pemerintahnya,”imbuhnya. (*)

Kepala BP Batam Terima Kunjungan Ombudsman RI

0

bp batam 1batampos – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi menerima kunjungan kerja Ombudsman RI di Marketing Centre, Batam Centre, Kamis (27/6/2024). Muhammad Rudi didampingi para deputi dan sejumlah pejabat eselon II BP Batam. Turut serta Kepala Bea dan Cukai Batam.

Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika mengatakan, kunjungan pihaknya sebagai tindak lanjut monitoring Ombudsman RI terhadap pelaksanaan perbaikan pelayanan pengeluaran barang oleh Dirjen Bea dan Cukai di KPBPB Batam.

“Kami tadi diperlihatkan kerja cerdas BP Batam, beberapa indikator untuk meningkatkan pelayanan publik dirasakan sudah on the track, misalnya dukungan operasional Tempat Penimbunan Sementara (TPS) di Bandara dan Pelabuhan ASDP Telaga Punggur,” katanya.

Tak hanya penyediaan TPS, pihaknya juga memberikan atensi dan mendorong layanan pelabuhan penumpang di Batu Ampar dengan pengalihan pelabuhan ke Dermaga Pelabuhan Bintang 99 Persada. Sehingga, pelayanan dan pengawasan pelayanan publik bea dan cukai di KPBPB semakin efisien dan efektif.

“Kemudian terkait persoalan Batu Ampar ini tinggal menunggu Pelni nya saja , tidak ada persoalan di BP Batam maupun di Bea Cukai nya,” serunya.

“Atas dasar hari ini kami berikan apresiasi terhadap BP Batam yang telah menjalankan tugas dengan baik,” serunya lagi.

Sementara, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menyambut baik atas perhatian yang diberikan tersebut. Pihaknya memiliki komitmen tinggi untuk memberikan kemudahan layanan berusaha khususnya arus masuk dan keluar barang di kota Batam.

“Kita sudah sampaikan di rapat tadi, harapannya dengan atensi yang diberikan Ombudsman RI, apa yang menjadi persoalan dapat dengan cepat diselesaikan,” katanya.

“Kalaulah semua selesai, masyarakat dan pelaku usaha akan senang begitu pun juga dengan pemerintahnya,”imbuhnya. (*)

Kebijakan Visa Kunjungan Jangka Pendek Segera Ditetapkan, Roby: Diharapkan Bisa Tingkatkan Kunjungan Wisman ke Bintan

0
Roby Kurniawan

batampos– Kebijakan visa kunjungan jangka pendek (short visa) untuk wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan segera ditetapkan.

Hal ini menyusul pernyataan Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno bahwa kebijakan visa kunjungan jangka pendek atau 7 hari untuk wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan segera diumumkan dalam waktu dekat.

Menanggapi hal ini, Bupati Bintan, Roby Kurniawan menyambut baik apabila kebijakan visa kunjungan jangan pendek ditetapkan.

“Kita sambut baik kebijakan itu jika ditetapkan,” kata Roby usai menghadiri paripurna di kantor DPRD Kabupaten Bintan, Kamis (27/6/2024).

Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah proaktif pemerintah pusat dalam mendukung dunia pariwisata di Provinsi Kepri, khususnya di Kabupaten Bintan.

Dia mengatakan, selama ini biaya visa kunjungan (30 hari) sebesar Rp 500 ribu dirasakan lumayan memberatkan bagi wisman yang ingin berkunjung ke Kabupaten Bintan.

Karena, katanya, rata-rata lama kunjungan wisman ke Bintan hanya seminggu atau tiga hari.

BACA JUGA: Melanggar Visa Wisata, 14 WNA Asal Tiongkok Diamankan Imigrasi

Dia berharap, dengan kemudahan yang diberikan pemerintah bagi wisman diharapkan dapat meningkatkan angka kunjungan wisman ke Kabupaten Bintan.

“kita harapkan juga kapal-kapal pesiar yang membawa wisman dari berbagai negara kembali singgah di perairan Bintan,” ujarnya.

Diketahui, kebijakan visa jangka pendek/short term visa memiliki kemudahan dimana hanya dengan membayar tarif sekira 10 dolar untuk kunjungan wisatawan selama 7 hari.

Saat ini, Provinsi Kepri telah menjadi salah satu penyumbang wisman ketiga terbesar di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta.

Tahun 2023, data Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan khususnya angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bintan, telah mencapai 589,07 ribu wisatawan yang terdiri dari 265,74 ribu wisatawan asing dan 323,32 ribu wisatawan nusantara. (*)

Reporter: Slamet N

Batam Belum Perlu Nyamuk Wolbachia

0
jumantik
Kader Jumantik memeriksa ban bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk di kawasan Pelabuhan Feri Batam Center, Kamis (27/6). Kegitan ini digelar Kemenkes yang mencanangkan kawasan pelabuhan bebas jentik nyamuk di Kota Batam. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menca-nangkan kawasan bebas jentik nyamuk di Kota Batam dengan meninjau kawasan Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Kamis (27/6). Hal ini dilakukan sebagai upaya menekan angka Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah tersebut, terutama di perkantoran yang banyak terdapat pekerja.
Selain itu, Kemenkes juga menilai Kota Batam belum memerlukan uji coba pelepasan nyamuk ber-wolbachia untuk menekan kasus DBD.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, dr Imram Pambudi, menjelaskan, di Batam terjadi anomali kasus DBD dibandingkan daerah lainnya. Di mana, kasus DBD terus meningkat tiap tahunnya di daerah lain, sedangkan di Batam jumlahnya kasus DBD justru menurun sejak 2022-2023.

Pada 2023, Dinkes Kota Batam mencatat ada sebanyak 376 kasus DBD. Sedangkan pada tahun 2024, ada sebanyak 181 kasus DBD.

”Jadi dalam taraf ini, (Kota Batam) belum perlu untuk metode nyamuk ber-wolbachia,” katanya di Hotel Santika, Batam Kota, Kamis (27/6).

Dia menyebutkan, di Indonesia sendiri sudah ada uji coba penerapan nyamuk ber-wolbachia, seperti di Yogyakarta, Semarang, Kupang, Bandung, Jakarta Barat, dan Denpasar.
Indonesia juga bukan satu-satunya negara yang menggunakan teknologi nyamuk ber-wolbachia. Negara lain yang sudah menerapkan pengendalian DBD dengan nyamuk ber-wolbachia contohnya Singapura, Vietnam, Brazil, dan Australia.

”Nyamuk ber-wolbachia ini bukan hanya di Indonesia saja dan terbukti efektif digunakan di beberapa negara tersebut,” ujarnya.

Hanya saja, kata dia, penerapan teknologi nyamuk ber-wolbachia ini merupakan pendekatan yang tidak bisa instan. Butuh waktu untuk bisa mengakibatkan penurunan jumlah kasus.
Nyamuk ber-wolbachia sendiri, kata dia, merupakan nyamuk aedes aegypti yang diinfeksi dengan bakteri wolbachia. Cara kerja dari bakteri wolbachia ini adalah, jika diinfeksikan ke nyamuk aedes aegypti, maka virus penyebab DBD di tubuh nyamuk itu jadi mati.

”Jadi, ketika nyamuk tersebut menggigit seseorang, itu tidak bisa menularkan virus dengue-nya, beginilah cara kerjanya. Tapi metodenya, nyamuk ber-wolbachia ini baru bisa berefek kalau populasi nyamuk aedes aigpty ber-wolbachia sudah lebih dari 60 persen,” tutupnya.

Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Yudi Pramono, mengatakan bahwa program pencanangan kawasan bebas jentik nyamuk di Kota Batam merupakan bagian dari upaya nasional untuk menurunkan angka DBD.

”Kami harap program ini dapat membantu menurunkan angka kasus DBD,” ujarnya, Kamis (27/6).

Yudi mengapresiasi upaya Pemerintah Daerah (Pemda) di Kota Batam, termasuk puskesmas setempat dan masyarakat dalam menangani kasus DBD. Berkat kolaborasi tersebut, Batam menjadi salah satu daerah dengan angka kasus DBD yang rendah di Indonesia.

”Sampai minggu ke-25 (tahun 2024), Batam hanya memiliki 181 kasus DBD. Hal ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang memiliki pelabuhan,” terangnya.

Sementara itu, secara nasional, angka kasus DBD mengalami peningkatan kurang lebih 146 ribu, dengan angka kematian mencapai 869 jiwa hingga minggu ke-25. Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menjadi provinsi dengan kasus DBD tertinggi.

Yudi menekankan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk sebagai langkah utama dalam mencegah DBD.

Fogging (pengasapan) tidak langsung berdampak pada jentik nyamuk. Yang kami harapkan penguatan untuk pemberantasan sarang nyamuknya, supaya jentik itu tidak berkembang,” ujarnya.

Januari-Juni, 6 Warga Meninggal karena DBD

Tren kasus DBD di Kota Batam, Kepulauan Riau, mengalami penurunan tiap tahunnya. Pada periode tahun ini, Januari sampai akhir Juni, sudah ada 180 kasus.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinskes) Batam, sampai pada Juni 2024 ini, terdapat 180 kasus DBD. Detailnya, ada 29 kasus di Januari, 30 kasus di Februari. Lalu, di April ada 12 kasus, kemudian 29 kasus di Mei, dan 43 kasus DBD di Juni.

Sebagai perbandingan, di periode yang sama pada tahun 2023 lalu, terdapat 189 kasus. Untuk tahun 2022 ada 353 kasus, dan di 2021 sebanyak 291 kasus DBD di Batam.
Kemudian, yang meninggal dunia akibat DBD sampai akhir Juni 2024 ini ada enam orang. Sementara di tahun 2023 lebih sedikit, yakni lima orang.

”Kadang, masyarakat sendiri kalau demam menganggap itu hal biasa. Pada saat dia ke Fasyankes (fasilitas layanan kesehatan), di cek, mungkin kondisi kesehatannya menurun,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Melda Sari, Kamis (27/6).

Dari 12 kecamatan yang ada di Batam, yang paling diperhatikan oleh Dinkes tahun ini ialah Batam Kota, tepatnya di Kelurahan Baloi Permai. Walau demikan, ada daerah lain juga tak lepas dari pantauan, seperti Bengkong, serta Sagulung.

”Tahun lalu Batam Kota yang tertinggi. Tahun ini kemungkinan Sagulung, tapi itu tidak terlalu kelihatan tingginya,” kata dia.

Untuk kasus DBD di Batam, memang terjadi penurunan. Jika kota-kota kain terjadi peningkatan kasus pada 2024 ini, Batam malah menurun. Hal itu dipicu sosialisasi yang terus berjalan, serta edaran dari pemerintah mengenai Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik.

”Jadi anomali, ya. Di Batam terjadi penurunan marena Pak Wali Kota setiap tahun mengeluarkan Surat Edaran (SE) Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, dan gotong royong secara serentak,” ujarnya.

Ada 1.529 kader Juru Pemantauan Jentik (Jumantik) di Batam. Selain membantu pemerintah menekan angka DBD, tugas mereka juga melaporkan Angka Bebas Jentik (ABJ) dari puskesmas ke dinas terkait.

”Misalnya, setiap ada kasus, atau tidak ada kasus, mereka (kader Jumantik) tetap melihat ke rumah-rumah, apakah ada jentik atau tidak. Itu dilakukan setiap bulan,” kata Melda. (*)

 

Reporter : AZIS MAULANA, ARJUNA

Wilayah Perairan Karimun Masih Rawan

0
PALAKSA Lanal Tanjung Balai Karimun Mayor Laut (P) Abang Zaenal Muttaqin menyerahkan 4 orang yang diduga PMI ilegal ke Pos P4MI Karimun, Senin (24/6). F. SANDI PRAMOSINTO/BATAM POS

batampos – TNI AL tidak habis-habis mengamankan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal. Paling anyar, Angkatan Laut mengamankan empat orang PMI ilegal pada Senin (24/6).
Dalam keterangan resmi dari Markas Besar TNI AL (Mabesal) pada Kamis (27/6), mereka menyatakan bahwa empat orang PMI ilegal tersebut diamankan oleh tim dari Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Karimun dan Pos TNI AL Takong Iyu.

Langkah tersebut mereka ambil merujuk pada arahan yang disampaikan Kepala Staf Angka-tan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali. “Untuk mening-katkan kewaspadaan serta kesi-apsiagaan dalam merespons dan menindak dengan tegas segala upaya tindakan ilegal di wilayah perairan Indonesia,” kata orang nomor satu di Angkatan Laut tersebut. Oleh Lanal Tanjung Balai Karimun, arahan tersebut langsung ditindaklanjuti.

Berdasar informasi empat orang PMI Ilegal yang menyeberang dari Malaysia itu berusaha masuk Indonesia melalui Perairan Karimun, Kepri. Mereka memilih jalur pelayaran yang beririsan dengan Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan Malaysia juga Singapura.

Lanal Tanjung Balai Karimun mengakui bahwa wilayah perairan itu kerap dijadikan perlin-tasan oleh PMI ilegal, mengingat perairannya beririsan dengan Selat Malaka yang juga berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Sehingga perairan tersebut masuk wilayah rawan.
Menurut Lanal Tanjung Balai Karimun, empat PMI ilegal itu diangkut menggunakan speed boat bermesin 15 PK. Kapal cepat itu berusaha menyusup saat tim dari Posal Takong Iyu tengah berpatroli.

“Melihat hal tersebut, Prajurit Posal Takong Iyu melaksanakan pengejaran dan menginstruksikan kepada penumpang speed boat untuk merapat ke tepi,” ungkap Komandan Lanal Tanjung Balai Karimun Letkol Laut Anro Casanova.

Setelah diperiksa, petugas mendapati empat penumpang dalam speed boat tersebut. Me-reka terdiri atas penumpang berinisial S, 34; Z, 22; DD, 32; dan RS, 25. Untuk melakukan pendalaman, speed boat berikut penumpangnya dibawa ke Markas Komando Lanal Tanjung Balai Karimun.

“Setelah pendalaman informasi, terdeteksi speed boat tersebut dari Malaysia menuju pulau Karimun Anak di Kabupaten Karimun,” imbuhnya. (*)

Komwasjak Wujudkan Tata Kelola Perpajakan Lebih Baik

0
komwasjak
Ketua IPPAT Batam, Fuji Zukaikha menyampaikan pendapat kepada Ketua Komwasjak Amien Sunaryadi. F. Dokumentasi IPPAT untuk Batam Pos

batampos – Komite Pengawas Perpajakan (Komwasjak) menyelenggarakan kegiatan “Komwasjak Mendengar” di Kampus Politeknik Negeri Batam, Kamis (27/6). Kegiatan yang bertujuan untuk menjaring masukan dan aspirasi masyarakat terkait permasalahan perpajakan ini, sukses mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan.

Dalam acara yang dihadiri sekitar seratus peserta ini, Komwasjak memberikan kesempatan kepada masyarakat Kota Batam untuk menyampaikan berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi di bidang perpajakan. Partisipasi aktif dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk dosen, mahasiswa, konsultan pajak, asosiasi, dan komunitas antikorupsi, serta media massa, menunjukkan betapa beragamnya isu perpajakan yang ada.

Ketua Komwasjak, Amien Sunaryadi, dalam sambutannya menyatakan bahwa salah satu tugas Komwasjak adalah meningkatkan kepatuhan sukarela wajib pajak. Biasanya, kepatuhan yang timbul akibat terpaksa, disebabkan karena adanya kebijakan yang dirasa tidak baik dan tidak adil oleh wajib pajak.

”Urgensi dibentuknya Komwasjak adalah supaya kebijakan dan administrasi perpajakan bisa berjalan dengan baik dan adil, agar antara fiskus dan wajib pajak sama-sama nyaman,” ujarnya.

Karena itu, sambung dia, pihaknya hadir untuk memperkenalkan diri dan ingin mendengar terkait pengalaman yang pernah dialami atau didengar oleh wajib pajak dan masyarakat.
Mengenai permasalahan perpajakan yang ada di Kepulauan Riau, lanjut Amien, beberapa isu yang muncul dalam diskusi di antaranya terkait kompleksitas prosedur perpajakan, kemudahan untuk memperoleh fasilitas perpajakan, permasalahan yang terjadi di kawasan Free Trade Zone (FTZ), serta perlunya peningkatan kualitas pelayanan dan edukasi bagi wajib pajak.

”Komwasjak berkomitmen untuk menindaklanjuti masukan-masukan ini dan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi terbaik,” katanya.

Kegiatan “Komwasjak Mendengar” pertama yang dilaksanakan di Palembang juga telah memberikan banyak wawasan berharga dan kini menjadi bahan evaluasi untuk pembenahan sistem perpajakan. Dengan diadakannya acara kedua di Batam, Komwasjak berharap dapat terus memperluas jangkauan dan mendengar lebih banyak aspirasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Komwasjak mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang telah berpartisipasi dan berbagi pandangan dalam acara ini. Partisipasi aktif dan kontribusi yang berharga dari masyarakat akan menjadi dasar yang kuat untuk reformasi perpajakan yang lebih baik dan lebih adil di masa mendatang. (*)

 

Reporter : ARJUNA

Kokohkan Kemitraan, Kantor Bahasa Kepri Kerja Sama dengan Politeknik Negeri Batam

0
Kepala Kantor Bahasa Kepri, Rahmat dan Direktur Politeknik Negeri Batam, Uuf Brajawidagda diwakili oleh Kepala Jurusan Teknik Informatika, Sudra Irawan usai menandatangani kerja sama dalam upaya memperkuat kemitraan di Hotel Beverly, Batam, Selasa (25/6/2024). F.Kantor Bahasa Kepri untuk Batam Pos.

batampos– Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali memperkuat kemitraan di Kepri dengan menggandeng Politeknik Negeri Batam.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Kepala Kantor Bahasa Kepri, Rahmat, S.Ag., M.Hum., dan Direktur Polibatam, Uuf Brajawidagda, S.T., M.T., Ph.D., yang diwakili oleh Kepala Jurusan Teknik Informatika, Sudra Irawan, S.Pd.Si., M.Sc. di Hotel Beverly, Batam, Selasa (25/6/2024).

BACA JUGA: Revitalisasi Bahasa di Bunda Tanah Melayu, Kantor Bahasa Kepri Gelar Bimtek Pengajar Utama di Lingga

Penandatanganan PKS ini dilakukan dalam pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis II Penulisan Bahan Bacaan Kepulauan Riau 2024 yang  disaksikan langsung oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batam, Komariah Nor, S.Pd.

Kepala Kantor Bahasa Kepri, Rahmat menyampaikan, kerja sama ini diharapkan dapat mengokohkan kemitraan dan kolaborasi dalam memantapkan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Kepri. (*)

 

Reporter: Slamet N