
batampos – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengaku optimistis kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon pada 2016 lalu bisa diungkap secara tuntas oleh Polda Jawa Barat. Kompolnas menyakini tiga tersangka yang masih buron bisa tertangkap.
Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto mengatakan, penyidik masih terus melakukan pengejaran terhadap ketiga pelaku yang masih buron. Dia meyakini Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat bakal mampu menuntaskan kasus tersebut. Terlebih, kata dia, Polda Jawa Barat sebelumnya juga telah berhasil mengungkap kasus pembunuhan Subang yang tidak kalah sulit.
“Saya optimis terungkap, karena Kombes Surawan Dirkrimum Polda Jabar, berhasil mengungkap kasus pembunuhan Subang dan akhirnya maju ke pengadilan. Ini sebuah prestasi dan saya harap dikasus ini juga sama,” kata Benny kepada wartawan, Rabu (22/5).
Di sisi lain, Benny mengaku semakin yakin kasus tersebut bakal terungkap lantaran telah mendapatkan atensi dari Bareskrim Polri. Ia meyakini penyidik akan segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengusut keberadaan ketiga DPO tersebut. Termasuk dengan membuka kembali barang bukti dan pemeriksaan terhadap para narapidana.
“Tentunya Polri akan memfokuskan kekuatannya untuk segera mengungkapkan dan menuntaskan kasus pembunuhan ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Benny juga membantah ihwal adanya kabar keterlibatan anggota Polri yang dengan sengaja menutupi kasus tersebut. Ia justru mengatakan salah satu korban pembunuhan yakni Eki merupakan anak dari Perwira Pertama Polri.
“Apa yang beredar di media sosial (keterlibatan angggota) sudah disampaikan Kombes Surawan bahwa itu tidak benar. Justru salah satu korban merupakan anak perwira polisi, bukan dari ketiga pelaku,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, penyidik sampai saat ini masih mencari tiga orang buronan dalam perkara ini. Sejauh ini baru delapan orang yang dijatuhi vonis oleh pengadilan.
“Sampai saat ini penyidik Polda Jawa Barat pada saat menangani kasus ini masih berupaya mencari identitas dari 3 tersangka,” kata Jules dikonfirmasi JawaPos.com, Selasa (14/5).
Jules menyampaikan, kendala pencarian DPO ini adalah identitas. Sebab, sejauh ini penyidik baru sebatas mendapat identitas yang belum pasti adalah asli.
“Kami baru menemukan nama insial atau kata. Nama saudara Dani, saudara Andi, saudara Pegi alias Terong, apakah itu nama asli atau nama samaran masih kami telusuri,” jelasnya.
Berikut ciri-ciri ketiga DPO kasus pembunuhan Vina dan Eki:
1. PEGI alias PERONG
Usia : 22 Tahun (2016) – 30 Tahun (2024), Jenis Kelamin : Laki-Laki, Kewarganegaraan : Indonesia, Tempat Tinggal Terakhir : Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Ciri-Ciri Khusus : Tinggi 160, Badan Kecil, Rambut Kriting, Kulit Hitam;
2. ANDI
Usia : 23 Tahun (2016) – 31 Tahun (2024), Jenis Kelamin : Laki-Laki, Kewarganegaraan : Indonesia. Tempat Tinggal Terakhir : Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Ciri-Ciri Khusus : Tinggi 165, Badan Kecil, Rambut Lurus, Kulit Hitam;
3. DANI
Usia : 20 Tahun (2016) – 28 Tahun (2024). Jenis Kelamin : Laki-Laki. Kewarganegaraan : Indonesia. Tempat Tinggal Terakhir : Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Ciri-Ciri Khusus : Tinggi 170, Badan Sedang, Rambut Kriting, Kulit Sawo Matang. (*)







batampos– Huawei Device Indonesia meluncurkan HUAWEI WATCH FIT 3, smartwatch berbentuk persegi pertama dari Huawei. Bertempat di The St Regis Jakarta, perangkat ini hadir dengan desain edgy dan fitur kesehatan serta olahraga yang canggih, menjadikannya teman sempurna untuk gaya hidup sehat dan trendi.

