
batampos-Ketua Kelompok Terbang (Kloter) 5 Embarkasi Batam (BTH) asal Kabupaten Kampar, Riau, Khairul Sabri tabik dengan pelayanan pelayanan petugas haji dalam hal koordinasi dengan jemaah. Ia menilai kerja-kerja keras petugas telah membantu melancarkan ibadah haji jemaah.
“Kami tabik (salut,red) dengan pelayanan petugas haji, karena berbagai kemudahan yang saya terima dan jemaah yang dibimbingnya selama di Tanah Suci,” ujar Khairul Sabri, Kamis (27/6)
Menurutnya, petugas sangat komunikatif dengan seluruh jemaah, kerja sama dengan seluruh petugas kloter dan karu karom sehingga komunikasi berjalan. Baginya, ini adalah kesan yang sangat positif dalam pelayanan haji tahun ini. Tentu upaya-upaya ini sangat berarti bagi jemaah.
“Kesan sangat mendalam selama perjalanan kami di Tanah Suci. Petugas sangat komunikatif dengan seluruh jemaah, kerja sama dengan seluruh petugas kloter, karu, dan karom baik sehingga komunikasi berjalan,” ucapnya.
Petugas Kloter BTH 05 tidak hanya menjalin koordinasi antar mereka, tetapi juga berkoordinasi dengan Petugas penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) baik yang berada di Sektor I Madinah, Sektor 2 Makkah, dan petugas Maktab 32. Dengan koordinasi yang baik tersebut, Khairul merasakan pelaksanaan proses ibadah haji berjalan dengan lancar.
“Alhamdulillah selama perjalanan ibadah haji baik di Madinah maupun Makkah berjalan lancar. Kendala bisa teratasi misal jemaah yang tersesat dan koper jemaah yang belum ditemukan bisa segera ditemukan,” ucapnya.
Saat ditanya terkait kendala yang ditemui, Khairul Sabri menjawab kurangnya fasilitas lift yang dimiliki hotel sehingga memperlambat mobilisasi jemaah.
“Alhamdulillah secara umum lancar baik di Madinah selama 9 hari, kloter BTH 05 cukup ibadah Arbainnya. Kendala nya hanya lift hotel yang terbatas, karena di hotel juga bergabung dengan jemaah dari kloter lainnya,” tuturnya.
Layanan transportasi bus Shalawat yang disediakan oleh pemerintah Indonesia juga dinilai sangat membantu jemaah.
“Transportasi ke Masjidil Haram ada bus Shalawat 24 jam beroperasi dan haltenya ada di depan hotel kita,” ujar Kepala KUA Kecamatan Kampar Utara itu.
Sabri juga terkesan dengan layanan konsumsi yang diterima jemaah. Dikatakannya, pembagian konsumsi jemaah terjadwal dengan baik.
BACA JUGA: Jemaah BTH 03 Asal Pekanbaru Acungi Jempol Pelayanan Haji Tahun 2024
“Konsumsi lancar baik dari segi menu, rasa maupun jadwal pembagian. Alhamdulillah ada cita rasa Indonesia, cara mengorganisasi pembagiannya tepat waktu, kalau sarapan pagi setelah salat subuh bisa diambil, kalau makan siang sebelum salat zuhur, dan kalau makan malam sebelum maghrib bisa diambil,” bebernya.
Kemudahan lainnya yang ditemui Khairul Sabri selaku Ketua Kloter adalah dengan adanya skema murur dan nusuk. Murur adalah skema bagi jemaah dengan risiko tinggi untuk mabit (bermalam) dengan cara melintas Muzdalifah dari Arafah. Sementara nusuk berupa kartu pintar (smart card) untuk mencegah masuknya jemaah yang memakai visa non-haji ke Tanah Suci.
“Skema murur amat sangat membantu memobilisasi jemaah di Muzdalifah, diprioritaskan untuk jemaah risti, disabilitas dan lansia, didampingi oleh petugas dan pendamping keluarga. Kloter BTH 05 diberikan kuota 25% yakni 113 orang, setelah dikomunikasikan hanya mengambil 90 orang, dan terbukti lancar,” ungkapnya.
“Terobosan lainnya yaitu sistem nusuk saat masuk Arafah, dengan nusuk meminimalisasi jemaah yang pegang visa ziarah untuk masuk Arafah. Dari sisi teknologi sangat membantu lancar, karena kita saat memasuki bus discan smart card nya oleh otoritas Arab Saudi sehingga tidak ada jemaah lain di kloter kita. Mudah-mudahan inovasi nusuk ini tetap berjalan pada ibadah haji di tahun depan,” lanjutnya.
Jumlah jemaah haji BTH 05 asal Kampar Riau ini sebanyak 450 orang. Mereka akan dipulangkan kembali ke daerah asal keesokannya harinya pada Jumat 27 Juni 2024 dengan 3 kali penerbangan menggunakan maskapai nasional.(*)
Reporter: Jailani




batampos – Sebagai bentuk mendukung perekonomian di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepri secara rutin dan berkala melakukan pengawasan atau Ramp Check angkutan Pariwisata dan Angkutan Barang di wilayah kerjanya.




