Terlihat bentangan garis polisi di lokasi kejadian. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Pembunuhan yang dilakukan Yopi Yusnadi terhadap rekannya, Yadi bermotif sakit hati. Awalnya, pelaku tersinggung dengan omongan korban hingga terjadi cek-cok.
Kanit Reskrim Polsek Sei Beduk, Ipda Alex T. AD, mengatakan pelaku ditangkap di sekitar lokasi, tepatnya sejam setelah pembunuhan tersebut.
“Motifnya sakit hati. Pelaku tersinggung dengan omongan korban,” ujarnya, Rabu (3/7).
Alex menjelaskan korban di bakar menggunakan gas yang berada di lokasi kejadian. “Dibakar menggunakan gas,” katanya.
Diketahui, Yadi tewas di lokasi kejadian usai dibakar pelaku. Korban dibakar hidup-hidup usai dianiaya oleh pelaku.
“Pelaku sudah kita amankan. Masih proses pemeriksaan,” tegasnya. (*)
Ilustrasi. Jukir liar mengutip uang parkir di pasar kaget di Simpang Tobing, Batuaji. Foto. Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos – Pungutan uang parkir untuk kepentingan kelompok tertentu masih terus terjadi di wilayah Batuaji, Sagulung dan Marina. Pungutan tanpa karcis parkir ini meresahkan masyarakat karena oknum yang melakukan pungutan bertindak sesuka hati.
Tanpa mengenakan seragam ataupun kartu keanggotaan tukang parkir, oknum yang memungut biaya parkir tanpa karcis ini terus berjaga di pinggir jalan ataupun lokasi pasar kaget. Masyarakat yang berbelanja ke toko-toko atau rumah makan di pinggir dimintai uang parkir Rp 2.000 hingga Rp 5.000 sekali parkir.
Pertokoan dan pasar kaget di pinggir jalan Marina City, hingga saat ini masih ramai dengan oknum pemungut uang parkir tanpa karcis resmi dari Dishub ini. Masyarakat mengeluh karena tidak jelas peruntukan uang yang ditarik dari masyarakat ini.
“Pernah saya minta karcis, katanya mereka tak punya karena mereka pungut parkir ini atas nama pengelolah pasar kaget,” ujar Yunita, warga Marina.
Apa yang disampaikan Masyarakat ini terjadi hampir di semua titik lokasi pasar kaget. Baik yang di pinggir jalan ataupun di dalam pemukiman ramai dengan jukir tanpa karcis tadi. Pasar kaget simpang Tobing, Batuaji juga demikian. Petugas parkir tanpa seragam dan karcis parkir bahkan nekad menjejerkan kendaraan pengunjung hingga ke ruas jalan. Sepeda motor dimintai uang parkir Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000 hingga Rp. 10.000.
Batam Pos yang menjumpai salah satu jukir di sana mendapat penjelasan bahwa uang parkir ini disetorkan ke pengelolah pasar kaget, karena pengutipan uang parkir ini atas instruksi dari pengelolah pasar kaget.
“Iya, beda sama yang tempat parkir yang jukirnya dari Dishub. Mereka memang punya seragam dan karcis parkir. Kami ini ditugaskan saat hanya pasar kaget buka saja. Tidak tiap waktu,” kata Dedi, salah satu pemungut biaya parkir di pasar kaget simpang Tobing.
Kadishub Batam Salim saat dikonfirmasi terkait keluhan masyarakat ini mengaku akan segera mengambil tindakan ke lapangan. Dia juga minta agar masyarakat tidak perlu membayar parkir kepada oknum yang menarik uang parkir tanpa karcis dan seragam parkir seperti itu.
“Kalau mereka kasar atau melakukan pemukulan langsung lapor ke polisi. Itu tidak boleh dan akan kita tertibkan,” ujar Salim. (*)
Asap mengepul setelah serangan udara Israel di sebelah barat kota Rafah di Jalur Gaza selatan, pada 28 Juni 2024. ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad.
batampos – Koordinator Senior Kemanusiaan dan Rekonstruksi PBB untuk Gaza Sigrid Kaag menyatakan bahwa serangan Israel di daerah kantong Palestina itu telah memicu badai penderitaan manusia.
“Warga sipil Palestina di Gaza telah terjerumus ke dalam jurang penderitaan. Rumah mereka hancur, kehidupan mereka berubah,” kata Sigrid Kaag kepada Dewan Keamanan PBB, Selasa (2/7).
Kaag melaporkan bahwa sistem kesehatan publik di Gaza telah runtuh, dengan hancurnya sekolah-sekolah dan sistem pendidikan, hingga menimbulkan ancaman serius bagi generasi mendatang.
Ia memperingatkan tentang suhu udara yang melonjak ketika musim panas dan krisis layanan dasar seperti pengelolaan limbah, fasilitas sanitasi dan pasokan air, serta momok wabah penyakit menular.
“Sebanyak 1,9 juta orang kini mengungsi di seluruh Gaza,” kata Kaag.
Dia pun mengungkapkan kekhawatiran mendalam terkait perintah evakuasi terbaru di Khan Younis, dengan menyebut bahwa di Gaza, tidak ada tempat yang aman.
Kaag juga menggarisbawahi penurunan signifikan jumlah bantuan yang masuk dan didistribusikan di seluruh Gaza setelah serangan Israel terhadap Rafah dan penutupan perbatasan Rafah.
Memperhatikan bahwa bantuan kemanusiaan akan dibutuhkan selama bertahun-tahun, Kaag mengatakan bahwa fokus juga harus diarahkan pada proses rekonstruksi dan pemulihan di Gaza, tanpa penundaan. (*)
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam Tri Wahyu Rubianto. F.Dalil Harahap
batampos – Lebih dari 1.200 siswa di Batam tidak lolos pada PPDB SMP negeri tahun ini. Banyaknya jumlah pendaftar hingga melampaui rencana tampung sekolah, membuat banyak dari calon siswa yang gagal diterima di sekolah negeri.
Disisi lain terbatasnya jumlah guru di Batam ditambah tak adanya kebijakan menambah guru honor menjadi dilema bagi Dinas Pendidikan (Disdik) Batam untuk menambah Rombel.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto mengaku sejauh ini pihanya belum bisa menambah jumlah Rombongan Belajar (Rombel) di tiap kelas. Alasannya guru yang terbatas, dan bahkan guru yang ada saat ini rata-rata mengajar di posisi 35 jam dalam setiap pekannya.
“Kami menambah rombel otomatis kami harus menambah guru. Sementara saat ini belum ada dibuka kebijakan untuk bisa menerima guru honor daerah,” ujar Tri Wahyu Rabu (3/7).
Begitu juga dengan penambahan sif belajar kata Tri, sudah sangat tidak memungkinkan, mengingat jam mengajar guru di Kota Batam saat ini sudah di atas batas maksimal.
“Ini yang menjadi kendalanya. Tapi nanti bapak Walikota tentu akan mengambil kebijakan bagi kenyaman masyarakat di Kota Batam dan saya yakin akan berpihak pada masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi satuan Pendidikan negeri di kota Batam saat ini,” terang Kadisdik Kota Batam tersebut.
Tri berharap orang tua yang anaknya tidak diterima di sekolah negeri untuk mencari alternatif sekolah swasta. Selain itu ia saat ini juga tengah melakukan pemetaan sekolah yang masih belum penuh kuota untuk diarahkan ke sekolah tersebut.
“Kita juga melihat ada beberapa sekolah yang kuota nya tidak penuh, nanti bagi yang tidak diterima kita arahkan kesana. Sehingganya mereka yang belum diterima baik di pilihan satu atau pilihan dua bisa tetap bersekolah di negeri,” ujar Tri.
Selanjutnya bagi siswa yang sudah diterima baik di pilihan satu atau pilihan dua ia meminta untuk segera mendaftar ulang anak-anaknya. Dinas Pendidikan kata Tri, tak mengenal yang namanya pencabutan berkas dan bila tidak mendaftar ulang di sekolah bersangkutan maka dianggap mengundurkan diri.
“Misalnya diterima di pilihan kedua namun tetap bersikukuh di pilihan pertama yang sudah penuh, kita gak kenal cabut berkas, jika tak segera daftar ulang kami anggap mengundur kan diri dan silakan mencari sekolah swasta, ” tegas Tri.
Selanjutnya apabila ada yang mengundurkan diri ini kata Tri, akan diprioritaskan bagi calon siswa atau calon peserta didik yang tidak diterima sama sekali di kedua pilihan sekolah.
“Jadi saya ingin pemahaman yang sama dengan seluruh orang tua wali murid kerjasamanya agar PPDB tahun ini dapat terus berjalan dengan kondusif, ” pungkas Tri.
Anggota DPRD Batam Udin P. Sihaloho mengatakan, memang sudah ada aturannya untuk tidak menambah guru honorer. Bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri dia berharap orang tua tetap menyekolahkan anaknya di sekolah swasta.
“Ya masuk sekolah swasta. Kapan lagi sekolah swasta berisi, ” tegas Udin.
Ia mengatakan demikian bukan tanpa alasan. Pasalnya di tengah keterbatasan guru saat ini sangat tidak memungkinkan untuk menambah jumlah rombel di kelas ataupun sif belajar.
“Jangan dipaksakan ke sekolah negeri. Kadang banyak orang tua ketika ada sekolah gratis mereka lepas tanggung jawab dan memaksakan anaknya masuk di sekolah negeri, ” ujarnya.
Jika ini tetap dibiarkan dan ditampung sambung Udin, tentu akan menjadi penyakit musiman setiap tahun setiap kali PPDB.
“Kepada Pemko Batam kita berharap tetap bersinergi dengan sekolah swasta seperti subsidi silang sehingga biaya yang ditanggung orang tua menjadi tak terlalu berat, ” pungkasnya. (*)
Kapolres Karimun, AKBP Fadli Agus didampingi Ketua Bhayangkari memberikan siraman air kembang ke anggota polisi yang naik pangkat
batampos– Kapolres Karimun, AKBP Fadli Agus, Senin (1/7) memimpin upacara kenaikan pangkat 41 orang anggota polisi yang naik pangkat terhitung mulai tanggal 1 Juli. Upacara kenaikan pangkat dilaksanakan di halaman Bhayangkara Polres Karimun.
”Kenaikan pangkat ini merupakan wujud perhatian dan penghargaan dari kesatuan terhadap anggota yang telah menunjukkan prestasi, dedikasi dan loyalitas. Khususnya, pengabdian terhadap tugasnya dengan baik dan bukan merupakan hadiah yang diberikan begitu saja. Melainkan, merupakan hasil kerja keras dalam mengemban tugas dan pengabdian dilingkungan kerja masing-masing,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Fadli Agus.
Dikatakannya, pada kesempatan yang baik ini, dia mengucapkan selamat kepada 41 anggota yang mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Tentu ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi rekan-rekan yang naik pangkat. Dia juga menekankan bahwa kenaikan pangkat bukan sekedar gagah gagahan.
”Tapi, beban tugas yang diemban semakin berat dan banyak tantangan. Karena selain dicintai masyarakat Polri dimana Polres Karimun harus dapat dipercaya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang humanis”, ungkapnya.
Kenaikan pangkat dan pengabdian tersebut berdasarkan surat telegram Kapolda Kepri Nomor : STR KNP periode 1 Juli 2024 Nomor: STR/330//VI/KEP./2024 tanggal 21 Juni 2024 bahwa Perwira dan Brigadir Polri Polda Kepri telah dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi terhitung mulai tanggal 1 Juli 2024.
Dari 41 orang anggota Polres Karimun, dari pangkat Iptu ke AKP 1 orang, Ipda ke Iptu sebanyak 1 orang, dari pangkat Aipda ke Aiptu 2 orang, dari pangkat Bripka ke Aipda sebanyak 1 orang, dari pangkat Brigpol ke Bripka sebanyak 7 orang, dari pangkat Briptu ke Brigpol sebanyak 26 orang dan dari pangkat Bripda ke Briptu sebanyak 3 orang. (*)
batampos – Crosser binaan PT Astra Honda Motor (AHM) Delvintor Alfarizi berhasil meraih poin perdananya musim ini pada kejuaraan dunia FIM Motocross World Championship (MXGP) kelas MX2, di Sirkuit Selaparang, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu, 30 Juni 2024. Delvintor memberikan penampilan terbaik salam persainganya dengan para pebalap dunia lainnya.
Terlihat bentangan garis polisi di lokasi kejadian. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Suryadi alias Yadi tewas mengenaskan di lokasi proyek pembangunan ruko depan perumahan Nusa Indah, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Seibeduk, Rabu (3/7) dini hari. Buruh bangunan ini dianiaya dan dibakar oleh Yopi Yusnadi, 43 yang tak lain adalah rekan kerjanya sendiri.
Yadi meninggal di tempat kejadian, dan informasi yang didapat Suryadi dibakar hidup-hidup saat dalam kondisi sekarat usai dianiaya pelaku.
Aksi pembunuhan sadis ini terungkap ketika Darip, buruh bangunan lain yang sama-sama tinggal di lokasi proyek mencari tabung dan kompor gasnya yang hilang diambil pelaku. Karena mengira itu pencurian biasa, Darip meminta bantuan Syafrizal, sekuriti perumahan Nusa Indah untuk sama-sama keliling mes-mes yang ada di lokasi proyek pembangunan ruko tersebut.
Saat mendekati lokasi kejadian, kedua saksi ini melihat ada nyala api di depan mes salah satu pekerja. Keduanya mencoba mendekat dan memang didapati tubuh korban tengah dilahap api.
“Sudah tak bergerak lagi, dibaluti pake tiket dan pakaian baru dibakar sepertinya, ” ujar Syafrizal seperti yang disampaikan oleh Ketua RW 22 Perumahan Nusa Indah.
Melihat kejadian ini, kedua saksi tadi langsung teriak minta tolong dan warga sekitar pun berbondong-bondong ke lokasi.
“Karena itu pembunuhan, saya langsung amankan lokasi agar jangan didekati warga. Kami langsung hubungi Polsek Seibeduk. Sekitar jam 2 pagi itu, ” kata Amir, Ketua RW 22 Perumahan Nusa Indah.
Selang tak berapa lama polisi mengamankan lokasi kejadian dan mengevakuasi jenazah korban, Umar dan tokoh masyarakat setempat yang sekedar bertanya-tanya tentang kejadian itu akhirnya mendapati Yopi yang sedang duduk di lantai II proyek pembangunan ruko tersebut. Yopi mengaku kalau dia yang membunuh korban.
“Katanya sakit hati karena omongan tengah malam mereka. Dia pukul dulu baru dibakar katanya, ” ujar Amir.
Egi, warga lain di lokasi kejadian juga menyampaikan kronologis yang sama. Pelaku saat diamankan polisi tidak melakukan perlawanan sebab sudah duluan ditenangkan masyarakat di sana.
“Entah apa omongan mereka, pelaku ini tersinggung dan terjadilah pemukulan. Baru gajian orang ini jadi kemungkinan lagi pengaruh minuman keras juga kali, ” kata Egi.
Kasus pembunuhan ini sudah ditangani Polsek Seibeduk dan pelaku sudah diamankan. Jenazah korban yang dalam kondisi luka bakar seluruh tubuhnya dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri.
Kanit Reskrim Polsek Sungai Beduk Ipda Alex di lokasi kejadian membenarkan kasus pembunuhan ini dan sedang mereka tangani.
Batam Pos yang mendatangi lokasi kejadian siang kemarin, terlihat bentangan garis polisi di lokasi kejadian. Ada bekas bakaran di dalam mes bangunan ruko yang sedang dalam tahap pembangunan itu. Lokasi ruko ini persis di gerbang masuk perumahan Nusa Indah. (*)
Petugas kebersihan saat memasang spanduk imbauan agar warga tidak membuang sampah sembarangan.
batampos – Pinggir jalan menuju Kaveling Sagulung masih berserak dengan tumpukan sampah rumah tangga dan perabotan bekas. Ini sudah lama terjadi dan penumpukan sampah sepertinya sulit diatasi.
Sumber dan penelusuran Batam Pos di lapangan, penumpukan sampah ini terjadi karena kebiasaan masyarakat yang menenteng sampah dari rumah kemudian buang ke lokasi pinggir jalan. Bahkan ada juga oknum-oknum tertentu yang datang bongkar sampah ke lokasi pinggir jalan ini dengan mobil pick up atau kendaraan angkutan barang lainnya.
Agus, petugas pengangkut sampah di Sagulung menuturkan, penumpukan ini bukan karena pembiaran dari petugas dan armada pengangkut sampah tapi karena banyaknya sampah yang dibuang warga ke lokasi pinggir jalan ini. Mereka rutin melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah di lokasi tersebut namun karena yang buang terus -terusan terjadi sehingga sulit untuk dibersihkan semuanya dalam waktu yang bersamaan atau dalam hari yang sama.
“Bagaimanapun tanggungjawab kami lebih ke sampah di dalam pemukiman. Kalau kami hanya fokus ke lokasi pinggir jalan itu nanti sampah yang di depan rumah warga akan bermasalah lagi. Ini yang sulit. Kita angkut pagi hari, malam nanti sudah banyak lagi yang buang,” ujar Agus.
Camat Sagulung M Hafiz Rozie juga menyampaikan hal yang sama. Penumpukan ini terjadi karena kebiasaan yang kurang baik dari masyarakat yang buang sampah ke pinggir jalan. Armada dan petugas pengangkutan sampah sudah bekerja maksimal di lapangan, namun karena penempatan sampah yang tidak teratur ini menyulitkan petugas untuk membersihkannya.
“Kalau semua tertib dengan sampah Masing-masing, pasti bisa kita beresin semuanya. Ini karena tidak beraturan. Pinggir jalan sesuka hati dibuat jadi tempat sampah. Sekuat apapun petugas pasti kewalahan juga. Jadi ini kembali kepada masyarakat apa peduli dengan hal seperti ini. Petugas kita di lapangan kerja terus kok setiap hari,” ujar Hafiz.
Berbagai upaya untuk mengurangi penumpukan sampah ini diakui Hafiz sudah dilakukan. Pengangkut rutin setiap hari hingga penempatan Satgas Pengawasan pembuangan sampah di lapangan sudah dilakukan, namun masih tetap saja ada yang buang sampah sembarangan.
“Kami awasi terus ini. Kalau kedapatan akan kami tindak tegas sesuai Perda yang ada,” ujar Hafiz.
Oknum yang membuangnya sampah ke pinggir jalan ini memang tidak mudah untuk dipantau karena sistemnya sambil jalan. Pemotor misalkan, dari rumah sudah menenteng kantong sampah dan ketika melintasi lokasi penumpukan sampah ini tinggal lempar saja. Begtu juga dengan pembinaan sampah yang menggunakan pick up dilakukan secara sembunyi-sembunyi di malam hari, ketika petugas tak ada di lokasi.
“Kembali ke kesadaran masyarakat sendiri ini. Perangkat RT/RW sudah kita sampaikan agar terus sosialisasikan tertib membuang sampah,” ujar Hafiz. (*)
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto saat menghadiri Pre IOG SCM & NCB Summit 2024 yang diadakan di Batam pada 3 dan 4 Juli 2024 di Radisson Convention Center. Foto: Aziz Maulana/ Batam Poskk ki
batampos – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong kolaborasi dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam industri hulu migas.
Hal tersebut disampaikan dalam acara Pre IOG SCM & NCB Summit 2024 yang diadakan di Batam pada 3 dan 4 Juli 2024 di Radisson Convention Center.
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, menyampaikan bahwa pengadaan barang dan jasa di sektor hulu migas mencapai nilai fantastis, yaitu sekitar USD5 miliar atau Rp75 triliun per tahun.
Dari jumlah tersebut, 58 hingga 60 persen merupakan peluang bagi pelaku usaha nasional untuk terlibat melalui Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“Nilai TKDN yang besar ini, sekitar Rp45 triliun per tahun, menjadi peluang besar bagi industri nasional. Namun, salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah terkait kualitas dan ketepatan waktu,” ujar Dwi, saat dijumpai di Radisson.
Lebih lanjut, Dwi menekankan bahwa forum IOG SCM & NCB Summit 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi dan komunikasi antara para pemangku kepentingan dalam industri hulu migas, termasuk Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan vendor.
“Melalui forum ini, kami harapkan terjadi peningkatan pemahaman antara KKKS dan vendor. KKKS membutuhkan vendor, dan vendor perlu memahami kebutuhan KKKS. Dengan demikian, vendor dapat memenuhi kebutuhan KKKS dengan lebih baik,” jelas Dwi.
Dwi juga optimis bahwa potensi industri hulu migas di Indonesia masih sangat besar. “Hingga tahun 2024, kami perkirakan investasi di sektor ini akan mencapai USD17 miliar atau sekitar Rp255 triliun,” ungkapnya.
Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Rudi Satwiko menyebutkan, bahwa kegiatan pengeboran terus meningkat dan diharapkan bisa dipenuhi oleh kemampuan nasional. Forum ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman antara KKKS dan vendor, sehingga kebutuhan proyek dapat dipenuhi dengan lebih baik.
“Apalagi di Kepri dan Kota Batam memiliki banyak perusahaan-perusahan yang berpotensi menjadi produsen dan konsumen dari kegiatan hulu migas di Kepri,” katanya.
Dengan semakin banyaknya kolaborasi antara semua pemangku kepentingan dalam rantai pasok hulu migas, diharapkan kemampuan TKDN terus meningkat dan proyek-proyek migas dapat berjalan lebih efisien, tepat waktu, dan berkualitas tinggi.
“KKKS dengan vendor bisa saling memahami posisi masing-masing. Sehingga KKKS bisa membutuhkan vendor, dan vendor mengetahui kebutuhan KKKS, maka diharapkan memenuhi kebutuhan KKKS sesuai yang dibutuhkan,” jelas Rudi. (*)
Mobil minibus parkir di dekat rambu larangan parkir yang terpasang di Jalan Ahmad Yani di dekat Dataran Engku Putri, Batam Center, Selasa (2/7). Dishub Batam akan menggiatkan kembali razia parkir sembarangan. F. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam tidak main-main dalam menertibkan parkir liar di Kota Batam. Bagi pelanggar, siap-siap dikenakan denda hingga Rp500 ribu.
Dari penelusuran di sejumlah ruas jalan seperti di kawasan Greenland dan bundaran BP Batam, Batam Kota, masih ditemukan kendaraan yang parkir liar padahal sudah ada rambu larangan parkir.
Kepala Dishub Kota Batam, Salim, menegaskan bahwa pihaknya akan menggelar pat-roli rutin dan penindakan di area Batam Kota, Jodoh, Nagoya dan kawasan Lubukbaja lainnya.
Hal ini dilakukan untuk menertibkan kendaraan yang terparkir sembarangan, terutama di lokasi yang dilarang parkir.
”Saya minta anggota untuk patroli rutin dan penindakan di daerah Nagoya Jodoh dan sekitaran Lubukbaja,” ujar Salim, Selasa (2/7).
Salim menjelaskan, pemilik kendaraan yang terjaring razia parkir liar akan dikenakan sanksi berupa penderekan atau penggembokan roda.
Untuk menyelesaikan proses penindakan, pemilik kendaraan dapat mendatangi Kantor Dishub dengan membawa surat-surat kendaraan yang sah. Perlu diingat, pelaksanaan derek ini diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Parkir.
Besaran biaya pemindahan dan sanksi administrasi diatur dalam Pasal 59 ayat (4).
”Biaya pemindahan dan sanksi administrasi untuk kendaraan roda empat atau lebih pada 1×24 jam pertama sebesar Rp500 ribu. Sementara untuk kendaraan roda dua dan roda tiga pada 1×24 jam pertama sebesar Rp175 ribu,” jelas Salim.
Lebih lanjut, Salim mengimbau kepada seluruh masyarakat Batam untuk mematuhi aturan dan tidak parkir di tempat terlarang. ”Mari sama-sama jaga Batam dan ikuti aturan yang sudah ditentukan. Parkirlah kendaraan di tempat yang sudah disediakan,” pungkasnya.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Tumbur Hutasoit, mengatakan, bahwa penerapan atau penertiban parkir liar atau parkir sembarangan ini harus merata. Jangan pandang bulu.
”Kalau pejabat jangan jadi tak ditindak. Harus disamakan dengan semua warga yang ada. Dan penerapan dendanya juga jangan pandang bulu dan benar-benar uangnya harus masuk ke kas daerah,” katanya. (*)