Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 3388

Crosser Binaan Astra Honda Raih Poin Perdana di MXGP Lombok

0

batampos – Crosser binaan PT Astra Honda Motor (AHM) Delvintor Alfarizi berhasil meraih poin perdananya musim ini pada kejuaraan dunia FIM Motocross World Championship (MXGP) kelas MX2, di Sirkuit Selaparang, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu, 30 Juni 2024. Delvintor memberikan penampilan terbaik salam persainganya dengan para pebalap dunia lainnya.

Cekcok Tengah Malam, Buruh Bangunan Aniaya dan Bakar Rekannya Hingga Tewas

0
IMG 20240703 WA0014 scaled
Terlihat bentangan garis polisi di lokasi kejadian. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Suryadi alias Yadi tewas mengenaskan di lokasi proyek pembangunan ruko depan perumahan Nusa Indah, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Seibeduk, Rabu (3/7) dini hari. Buruh bangunan ini dianiaya dan dibakar oleh Yopi Yusnadi, 43 yang tak lain adalah rekan kerjanya sendiri.

Yadi meninggal di tempat kejadian, dan informasi yang didapat Suryadi dibakar hidup-hidup saat dalam kondisi sekarat usai dianiaya pelaku.

Aksi pembunuhan sadis ini terungkap ketika Darip, buruh bangunan lain yang sama-sama tinggal di lokasi proyek mencari tabung dan kompor gasnya yang hilang diambil pelaku. Karena mengira itu pencurian biasa, Darip meminta bantuan Syafrizal, sekuriti perumahan Nusa Indah untuk sama-sama keliling mes-mes yang ada di lokasi proyek pembangunan ruko tersebut.

Saat mendekati lokasi kejadian, kedua saksi ini melihat ada nyala api di depan mes salah satu pekerja. Keduanya mencoba mendekat dan memang didapati tubuh korban tengah dilahap api.

“Sudah tak bergerak lagi, dibaluti pake tiket dan pakaian baru dibakar sepertinya, ” ujar Syafrizal seperti yang disampaikan oleh Ketua RW 22 Perumahan Nusa Indah.

Melihat kejadian ini, kedua saksi tadi langsung teriak minta tolong dan warga sekitar pun berbondong-bondong ke lokasi.

“Karena itu pembunuhan, saya langsung amankan lokasi agar jangan didekati warga. Kami langsung hubungi Polsek Seibeduk. Sekitar jam 2 pagi itu, ” kata Amir, Ketua RW 22 Perumahan Nusa Indah.

Selang tak berapa lama polisi mengamankan lokasi kejadian dan mengevakuasi jenazah korban, Umar dan tokoh masyarakat setempat yang sekedar bertanya-tanya tentang kejadian itu akhirnya mendapati Yopi yang sedang duduk di lantai II proyek pembangunan ruko tersebut. Yopi mengaku kalau dia yang membunuh korban.

“Katanya sakit hati karena omongan tengah malam mereka. Dia pukul dulu baru dibakar katanya, ” ujar Amir.

Egi, warga lain di lokasi kejadian juga menyampaikan kronologis yang sama. Pelaku saat diamankan polisi tidak melakukan perlawanan sebab sudah duluan ditenangkan masyarakat di sana.

“Entah apa omongan mereka, pelaku ini tersinggung dan terjadilah pemukulan. Baru gajian orang ini jadi kemungkinan lagi pengaruh minuman keras juga kali, ” kata Egi.

Kasus pembunuhan ini sudah ditangani Polsek Seibeduk dan pelaku sudah diamankan. Jenazah korban yang dalam kondisi luka bakar seluruh tubuhnya dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri.

Kanit Reskrim Polsek Sungai Beduk Ipda Alex di lokasi kejadian membenarkan kasus pembunuhan ini dan sedang mereka tangani.

Batam Pos yang mendatangi lokasi kejadian siang kemarin, terlihat bentangan garis polisi di lokasi kejadian. Ada bekas bakaran di dalam mes bangunan ruko yang sedang dalam tahap pembangunan itu. Lokasi ruko ini persis di gerbang masuk perumahan Nusa Indah. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Petugas Kewalahan dengan Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan

0
IMG 20240605 144053
Petugas kebersihan saat memasang spanduk imbauan agar warga tidak membuang sampah sembarangan. 

batampos – Pinggir jalan menuju Kaveling Sagulung masih berserak dengan tumpukan sampah rumah tangga dan perabotan bekas. Ini sudah lama terjadi dan penumpukan sampah sepertinya sulit diatasi.

Sumber dan penelusuran Batam Pos di lapangan, penumpukan sampah ini terjadi karena kebiasaan masyarakat yang menenteng sampah dari rumah kemudian buang ke lokasi pinggir jalan. Bahkan ada juga oknum-oknum tertentu yang datang bongkar sampah ke lokasi pinggir jalan ini dengan mobil pick up atau kendaraan angkutan barang lainnya.

Agus, petugas pengangkut sampah di Sagulung menuturkan, penumpukan ini bukan karena pembiaran dari petugas dan armada pengangkut sampah tapi karena banyaknya sampah yang dibuang warga ke lokasi pinggir jalan ini. Mereka rutin melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah di lokasi tersebut namun karena yang buang terus -terusan terjadi sehingga sulit untuk dibersihkan semuanya dalam waktu yang bersamaan atau dalam hari yang sama.

“Bagaimanapun tanggungjawab kami lebih ke sampah di dalam pemukiman. Kalau kami hanya fokus ke lokasi pinggir jalan itu nanti sampah yang di depan rumah warga akan bermasalah lagi. Ini yang sulit. Kita angkut pagi hari, malam nanti sudah banyak lagi yang buang,” ujar Agus.

Camat Sagulung M Hafiz Rozie juga menyampaikan hal yang sama. Penumpukan ini terjadi karena kebiasaan yang kurang baik dari masyarakat yang buang sampah ke pinggir jalan. Armada dan petugas pengangkutan sampah sudah bekerja maksimal di lapangan, namun karena penempatan sampah yang tidak teratur ini menyulitkan petugas untuk membersihkannya.

“Kalau semua tertib dengan sampah Masing-masing, pasti bisa kita beresin semuanya. Ini karena tidak beraturan. Pinggir jalan sesuka hati dibuat jadi tempat sampah. Sekuat apapun petugas pasti kewalahan juga. Jadi ini kembali kepada masyarakat apa peduli dengan hal seperti ini. Petugas kita di lapangan kerja terus kok setiap hari,” ujar Hafiz.

Berbagai upaya untuk mengurangi penumpukan sampah ini diakui Hafiz sudah dilakukan. Pengangkut rutin setiap hari hingga penempatan Satgas Pengawasan pembuangan sampah di lapangan sudah dilakukan, namun masih tetap saja ada yang buang sampah sembarangan.

“Kami awasi terus ini. Kalau kedapatan akan kami tindak tegas sesuai Perda yang ada,” ujar Hafiz.

Oknum yang membuangnya sampah ke pinggir jalan ini memang tidak mudah untuk dipantau karena sistemnya sambil jalan. Pemotor misalkan, dari rumah sudah menenteng kantong sampah dan ketika melintasi lokasi penumpukan sampah ini tinggal lempar saja. Begtu juga dengan pembinaan sampah yang menggunakan pick up dilakukan secara sembunyi-sembunyi di malam hari, ketika petugas tak ada di lokasi.

“Kembali ke kesadaran masyarakat sendiri ini. Perangkat RT/RW sudah kita sampaikan agar terus sosialisasikan tertib membuang sampah,” ujar Hafiz. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

SKK Migas dan Pemprov Kepri Dorong Peningkatan TKDN Migas dan Libatkan Vendor Lokal

0
image1 scaled
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto saat menghadiri Pre IOG SCM & NCB Summit 2024 yang diadakan di Batam pada 3 dan 4 Juli 2024 di Radisson Convention Center. Foto: Aziz Maulana/ Batam Poskk ki

batampos – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong kolaborasi dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam industri hulu migas.

Hal tersebut disampaikan dalam acara Pre IOG SCM & NCB Summit 2024 yang diadakan di Batam pada 3 dan 4 Juli 2024 di Radisson Convention Center.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, menyampaikan bahwa pengadaan barang dan jasa di sektor hulu migas mencapai nilai fantastis, yaitu sekitar USD5 miliar atau Rp75 triliun per tahun.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Siap Dukung Program SKK Migas

Dari jumlah tersebut, 58 hingga 60 persen merupakan peluang bagi pelaku usaha nasional untuk terlibat melalui Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Nilai TKDN yang besar ini, sekitar Rp45 triliun per tahun, menjadi peluang besar bagi industri nasional. Namun, salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah terkait kualitas dan ketepatan waktu,” ujar Dwi, saat dijumpai di Radisson.

Lebih lanjut, Dwi menekankan bahwa forum IOG SCM & NCB Summit 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi dan komunikasi antara para pemangku kepentingan dalam industri hulu migas, termasuk Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan vendor.

“Melalui forum ini, kami harapkan terjadi peningkatan pemahaman antara KKKS dan vendor. KKKS membutuhkan vendor, dan vendor perlu memahami kebutuhan KKKS. Dengan demikian, vendor dapat memenuhi kebutuhan KKKS dengan lebih baik,” jelas Dwi.

Dwi juga optimis bahwa potensi industri hulu migas di Indonesia masih sangat besar. “Hingga tahun 2024, kami perkirakan investasi di sektor ini akan mencapai USD17 miliar atau sekitar Rp255 triliun,” ungkapnya.

Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Rudi Satwiko menyebutkan, bahwa kegiatan pengeboran terus meningkat dan diharapkan bisa dipenuhi oleh kemampuan nasional. Forum ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman antara KKKS dan vendor, sehingga kebutuhan proyek dapat dipenuhi dengan lebih baik.

“Apalagi di Kepri dan Kota Batam memiliki banyak perusahaan-perusahan yang berpotensi menjadi produsen dan konsumen dari kegiatan hulu migas di Kepri,” katanya.

Dengan semakin banyaknya kolaborasi antara semua pemangku kepentingan dalam rantai pasok hulu migas, diharapkan kemampuan TKDN terus meningkat dan proyek-proyek migas dapat berjalan lebih efisien, tepat waktu, dan berkualitas tinggi.

“KKKS dengan vendor bisa saling memahami posisi masing-masing. Sehingga KKKS bisa membutuhkan vendor, dan vendor mengetahui kebutuhan KKKS, maka diharapkan memenuhi kebutuhan KKKS sesuai yang dibutuhkan,” jelas Rudi. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Dishub Aktifkan Patroli Rutin, Awasi Parkir Sembarangan

0
parkir
Mobil minibus parkir di dekat rambu larangan parkir yang terpasang di Jalan Ahmad Yani di dekat Dataran Engku Putri, Batam Center, Selasa (2/7). Dishub Batam akan menggiatkan kembali razia parkir sembarangan.
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam tidak main-main dalam menertibkan parkir liar di Kota Batam. Bagi pelanggar, siap-siap dikenakan denda hingga Rp500 ribu.
Dari penelusuran di sejumlah ruas jalan seperti di kawasan Greenland dan bundaran BP Batam, Batam Kota, masih ditemukan kendaraan yang parkir liar padahal sudah ada rambu larangan parkir.

Kepala Dishub Kota Batam, Salim, menegaskan bahwa pihaknya akan menggelar pat-roli rutin dan penindakan di area Batam Kota, Jodoh, Nagoya dan kawasan Lubukbaja lainnya.
Hal ini dilakukan untuk menertibkan kendaraan yang terparkir sembarangan, terutama di lokasi yang dilarang parkir.

”Saya minta anggota untuk patroli rutin dan penindakan di daerah Nagoya Jodoh dan sekitaran Lubukbaja,” ujar Salim, Selasa (2/7).

Salim menjelaskan, pemilik kendaraan yang terjaring razia parkir liar akan dikenakan sanksi berupa penderekan atau penggembokan roda.

Untuk menyelesaikan proses penindakan, pemilik kendaraan dapat mendatangi Kantor Dishub dengan membawa surat-surat kendaraan yang sah. Perlu diingat, pelaksanaan derek ini diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Parkir.
Besaran biaya pemindahan dan sanksi administrasi diatur dalam Pasal 59 ayat (4).

”Biaya pemindahan dan sanksi administrasi untuk kendaraan roda empat atau lebih pada 1×24 jam pertama sebesar Rp500 ribu. Sementara untuk kendaraan roda dua dan roda tiga pada 1×24 jam pertama sebesar Rp175 ribu,” jelas Salim.

Lebih lanjut, Salim mengimbau kepada seluruh masyarakat Batam untuk mematuhi aturan dan tidak parkir di tempat terlarang. ”Mari sama-sama jaga Batam dan ikuti aturan yang sudah ditentukan. Parkirlah kendaraan di tempat yang sudah disediakan,” pungkasnya.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Tumbur Hutasoit, mengatakan, bahwa penerapan atau penertiban parkir liar atau parkir sembarangan ini harus merata. Jangan pandang bulu.

”Kalau pejabat jangan jadi tak ditindak. Harus disamakan dengan semua warga yang ada. Dan penerapan dendanya juga jangan pandang bulu dan benar-benar uangnya harus masuk ke kas daerah,” katanya. (*)

Pelni Usulkan Rp500 M untuk Beli Kapal

0

batampos – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mengusulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari Cadangan Investasi Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp500 miliar untuk pembelian satu unit kapal penumpang baru.

”Kami mengusulkan nilai PMN sebesar Rp500 miliar untuk pembelian satu unit kapal penumpang baru (new building) untuk menggantikan satu dari 12 kapal penumpang kami yang pada tahun 2024 telah melewati umur teknisnya 30 tahun,” ujar Direktur Utama PELNI, Tri Andayani, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (2/7) seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, harga kapal penumpang yang diasumsikan sebesar Rp1,5 triliun per unit tersebut ditujukan untuk melayari rute penugasan PSO pemerintah dan dapat mengangkut penumpang serta kargo kontainer, kemudian menggunakan teknologi perkapalan terbaru khususnya pada aspek keselamatan kapal.

”Adapun besaran nilai PMN yang kami usulkan dari Cadangan Investasi Tahun Anggaran 2024 adalah sebesar Rp500 miliar yang rencananya akan dimanfaatkan untuk pembelian satu unit kapal penumpang baru (new building) 2 in 1 dengan kapasitas 1.000 penumpang dan 75 kontainer,” katanya.

Sedangkan kekurangannya sebesar Rp1 triliun, lanjutnya, akan diusulkan oleh Pelni pada PMN Tahun Anggaran 2025.

Usulan PMN tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa pertimbangan yakni umur armada kapal di atas 30 tahun sebanyak 12 kapal atau ekuivalen 46 persen dari 26 kapal penumpang yang Pelni miliki, di mana semakin bertambahnya umur teknis kapal tentunya memberikan dampak resiko yang semakin meningkat pada aspek keselamatan.

Kemudian dampak inefisiensi yang juga semakin meningkat pada aspek operasional serta teknis yang pada akhirnya akan meningkatkan beban PSO bagi pemerintah.

Pertimbangan kedua adalah sebagai negara kepulauan, untuk menjamin aksesibilitas dan konektivitas masyarakat antarpulau di seluruh wilayah Indonesia, pengangkutan penumpang melalui moda transportasi laut menjadi hal yang sangat penting dan harus terus dilakukan.
Sebagai informasi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajukan suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp6,1 triliun untuk 4 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Bank Tanah.

Pengajuan PMN senilai Rp6,1 triliun tersebut diambil dari Cadangan Pembiayaan Investasi. Adapun 4 BUMN tersebut mencakup PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Industri Kereta Api (INKA), PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI), PT Hutama Karya (HK), dan Badan Bank Tanah (Bank Tanah).

Sri Mulyani merinci, pengajuan PMN untuk KAI sebesar Rp2 triliun, INKA Rp965 miliar, PELNI sebesar Rp500 miliar, Hutama Karya Rp1 triliun serta Bank Tanah Rp1 triliun. (*)

Terkait Kasus Dugaan Korupsi di PT Pertamina, KPK Panggil Dahlan Iskan

0
Dahlan Iskan meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan, Kamis (14/9/2023). (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, pada Rabu (3/7). Dahlan Iskan akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) di PT Pertamina (Persero).

Dahlan Iskan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Direktur Utama PT PLN periode 2009-2011. Selain Dahlan Iskan, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan pegawai PLN, Yudha Pandu Dewanata.

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” kata juru bicara KPK, Tessa Mahardhika kepada wartawan, Rabu (3/7).

Tessa menyatakan, sampai saat ini Dahlan Iskan belum juga hadir memenuhi panggilan penyidik KPK.

“Belum,” singkat Tessa.

Dalam pengusutan kasus ini, KPK menetapkan dua tersangka baru yakni, Hari Karyuliarto selaku mantan Direktur Gas PT Pertamina da Yenni Andayani selaku mantan Direktur Gas dan Energi Baru Terbarukan PT Pertamina. Dalam perkara yang merugikan keuangan negara sebesar USD 113.839.186 itu, KPK telah lebih dulu menjerat mantan Dirut PT Pertamina, Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan.

Karen Agustiawan telah divonis pidana sembilan tahun penjara dan Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan. Karen Agustiawan terbukti bersalah terkait kasus korupsi Liquefied Natural Gas (LNG) di PT Pertamina tahun 2011-2021.

Karen terbukti merugikan negara sebesar USD 113.839.186.60 alias Rp 1.778.323,27. Tindakan melawan hukum itu dilakukan Karen bersama-sama dengan mantan Senior Vice President (SVP) Gas & Power PT Pertamina, Yenni Andayani dan Direktur Gas PT Pertamina, Hari Karyuliarto.

Karen juga diyakini telah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yaitu memperkaya diri sebesar Rp 1.091.280.281,81 dan USD 104,016.65. Kemudian memperkaya korporasi CCL LLC seluruhnya sebesar USD 113,839,186.60. Jumlah kerugian negara itu berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait perkara ini.

Karen Agustiawan terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (*)

Sumber: JP Group

Agar Tenang Saat Melaut, 5.089 Nelayan Anambas Dilingdungi BPJS Ketenagakerjaan

0
Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris saat menyerahkan bantuan alat tangkap ke nelayan Desa Piasan, Kecamatan Siantan Utara

batampos – sebanyak 5.089 nelayan Kepulauan Anambas dapat dengan tenang dalam mencari nafkah di laut. Sebab, sudah dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas setiap tahun selalu rutin membayar tagihan BPJS Ketenagakerjaan.

“Ini bentuk kepedulian kita terhadap nelayan. Mereka hanya fokus saja dengan mencari nafkah,” ujar Abdul Haris usai menyerahkan bantuan alat tangkap nelayan di Desa Piasan, Kecamatan Siantan Utara, Selasa, (2/7).

Keuntungan BPJS Ketenagakerjaan, ketika nelayan terkena musibah, tidak lagi bingung untuk membiayai pengobatan.

“Kalau meninggal, nelayan dapat santunan. Meninggal didarat Rp 42 juta dan dilaut Rp 90 juta. Ingat meninggal dalam keadaan bekerja sebagai nelayan. Bukan sesekali turun kelaut, tapi yang rutin ke laut,” kata Haris.

Dari 5.089 nelayan, sambung Haris, tidak semua iuaran BPJS Ketenagakerjaan yang ditanggung oleh Pemkab Anambas.

BACA JUGA: Tahun 2024, 6.249 Nelayan Bintan Ditergetkan Terkover BPJS Ketenagakerjaan

“Ada peran dari Pemprov Kepri. Dari kita ada 690 nelayan, kalau dari provinsi 4.399 nelayan,” kata Haris.

Dikatakan Haris, sampai saat ini masih ditemukan nelayan yang belum dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita memberi ruang dan waktu kepada nelayan yang belum kita cover untuk segera mendaftarkan diri sesuai kriteria,” tutur politisi Partai Persatuan Pembangunan.

Adapun kriterianya yaitu nelayan kecil atau nelayan tradisional baik yang menggunakan kapal penangkap ikan dengan bobot paling besar 5 Gross Tonage (GT), maupun yang tidak menggunakan kapal penangkap ikan.

“Kemudian tidak menggunakan alat penangkapan ikan yang dilarang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Haris. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

CERDIK, Imbauan Kemenkes untuk Cegah Penyakit tidak Menular

0
WhatsApp Image 2024 07 03 at 14.29.53
Peserta Pelaksanaan Pengendalian Penyakit stroke di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang digelar di Golden View Hotel bersama Direktorat P2PTM Kementerian Kesehatan, Rabu (3/7). Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Poskit tidak menula

batampos – Penyakit Stroke menjadi penyakit penyebab kematian tertinggi kedua di dunia pada tahun 2015 dan penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada tahun 2014.

Prevalensi stroke di Indonesia tahun 2018 berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur ≥ 15 tahun sebesar 10,9 persen atau diperkirakan sebanyak 2.120.362 orang.

Dari data BPJS tahun 2015 penyakit stroke menghabiskan biaya pelayanan Kesehatan sebesar Rp 1,15 Triliun dan meningkat sebesar 10,4% dalam kurun waktu 1 tahun.

Menurut data Sample Registration System Indonesia pada tahun 2014 menunjukkan stroke penyebab kematian utama dari semua kelompok umur. Untuk itu, sejumlah strategi disusun pemerintah untuk menurunkan prevalensi stroke di Indonesia.

Di Kota Batam sendiri dilaksanakan kegiatan Pelaksanaan Pengendalian Penyakit stroke di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Golden View Hotel bersama Direktorat P2PTM Kementerian Kesehatan, Rabu (3/7).

Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi melalui Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Meldasari mengatakan, kegiatan pengendalian penyakit stroke di FKTP ini melibatkan dua puskesmas di Kota Batam yakni Puskesmas Tanjung Buntung dan Puskesmas Sungai Panas.

“Sasarannya adalah 100 peserta penyandang penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi wilayah kerja puskesmas masing-masing, ” ujar Meldasari, Rabu (3/7).

Menurutnya, sejumlah strategi disusun pemerintah daerah untuk menurunkan prevalensi stroke di Kota Batam ini. Mulai dengan cara memperkuat upaya promotif preventif kesehatan masyarakat seperti mengkampanyekan konsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga kadar gula dalam darah, rutin melakukan aktivitas fisik dan yang tak kalah penting adalah dengan rutin cek kesehatan setidaknya enam bulan sekali.

“Sementara itu untuk kontrol minum obat tetap dilaksanakan satu bulan sekali ke puskesmas, ” tambah Melda.

Selanjutnya dalam memperkuat layanan kesehatan untuk penyakit stroke di puskesmas. Dimana saat ini, kata Melda 21 jumlah fasilitas pelayanan Kesehatan Puskesmas mempunyai program Penyakit Tidak Menular salah satunya pengendalian penyakit stroke terhadap penyandang penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi.

“Tujuanya adalah untuk mengurangi faktor risiko penyakit stroke di kota Batam, ” sambung Melda.

Penyakit stroke dapat dicegah dengan pengendalian perilaku yang berisiko, menurut data Riskesdas faktor risiko perilaku utama yang menjadi tantangan dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular adalah perokok, obesitas, kurang aktifitas dan kurangnya kesadaran untuk cek kesehatan.

“Pencegah penyakit stroke dalam program Puskesmas adalah dengan memberikan layanan skrining kepada penderita Diabetes Militus dan Hipertensi diatas umur 40 tahun dengan edukasi, pemeriksaan kolesterol dan gula darah, ” tuturnya.

Selain itu kata Melda, cegah penyakit tidak menular dengan Cerdik yakni Cek Kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas, Diet seimbang, Istrahat cukup dan Kelola stres. (*)

Reporter : Rengga Yuliandra

1.204 Calon Siswa SMP Negeri di Batam Tak Lolos PPDB, Rudi Minta Sekolah Swasta Berbesar Hati

0
IMG 20240703 145015 247
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. (F. Arjuna/Batam Pos)

batampos – Sebanyak 1.204 calon siswa SMP di Kota Batam, harus menelan kekecewaan setelah gagal diterima di sekolah negeri. Dari 13.999 calon siswa yang mendaftar, terdapat 13.753 orang yang lulus verifikasi, dan hanya 12.206 siswa yang diterima.

Hasil tersebut didapat dari data Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024, jenjang SMP yang keluar pada 2 Juli kemarin. Adapun rencana daya tampung sekolah yakni 13.040 orang, dari total 45 SMP negeri.

Para orang tua calon pelajar tak sedikit yang kecewa, sebab anaknya tak diterima atau tidak lolos pada proses PPDB tahun ini. Sebagian dari mereka ingin sang buah hati menyenyam pendidikan di sekolah negeri.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Batam, Muhammad Rudi, masih menunggu laporan hasil PPDB 2023 dari dinas terkait. “Nanti saya tunggu laporan dari disdik, seberapa besar yang kekeh ingin menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri,” ujarnya.

Ia menyarankan, bagi calon siswa yang dikategorikan golongan mampu, untuk bersekolah di swasta. Lalu bagi masyarakat yang kurang mampu, akan dicarikan solusinya.

Selain itu, ia mengharapkan agar yayasan sekolah swasta untuk dapat bekerjasama dengan pemerintah dalam menampung seluruh calon siswa di Batam, khususnya yang tak lolos pada PPDB.

“Saya kira swasta sudah harus berbesar hati, lah, ya. Kalau ingin bahwa wajib belajar itu 12 tahun tertampung semua, maka antara negeri dan swasta harus sama-sama,” kata dia.

Kemudian, Pemerintah Kota (Pemko) Batam, juga masih menjalankan kebijakan berupa pemberian insentif ke guru-guru di sekolah swasta. Peran pemerintah telah terlihat dengan membantu para pendidik.

“Saya masih ada kebijakan memberikan insentif buat guru-guru swasta. Pemko sudah membantu para guru,” kata Rudi.

Berdasarkan data Disdik Batam, jumlah siswa yang paling banyak tidak diterima atau ditolak di SMP negeri ada di Kecamatan Batuaji dengan 361 calon siswa, Sekupang 276 calon siswa, Batam Kota 284 calon siswa. Lalu di Sagulung ada 153 orang, Sei Beduk sebanyak 120, Nongsa sebanyak 97, Bengkong ada 70, dan Lubukbaja ada 4 orang calon siswa. (*)

Reporter: Arjuna