Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 341

Pendidikan, Infrastruktur Penghubung dan Listrik jadi Prioritas Pembangunan di Bulang

0
Amsakar Achmad saat memberikan penjelasan mengenai pembangunan di bulang dalam acara Musrenbang, Senin (26/1/2026). f. Istimewa

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan komitmennya untuk mempercepat pembangunan di Kecamatan Bulang dengan memprioritaskan penguatan pendidikan, pembangunan infrastruktur penghubung antarpulau, serta perluasan layanan listrik di wilayah hinterland.

Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri Musrenbang Tingkat Kecamatan Bulang Tahun 2026 di Kelong Seafood Mangrove Restaurant, Senin (26/1). Ia hadir didampingi Sekda Batam, Firmansyah, serta jajaran kepala OPD Pemko Batam.

Amsakar mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat Bulang dalam proses perencanaan pembangunan. Baginya, Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis untuk menyepakati kebutuhan prioritas warga agar pembangunan berjalan tepat sasaran.

“Musrenbang adalah ruang bersama untuk memastikan program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” kata dia.

Penguatan SDM menjadi fondasi utama pembangunan kawasan hinterland. Ia mendorong para orang tua agar tidak ragu menyekolahkan anak-anak hingga jenjang pendidikan tertinggi.

“Untuk menang dalam kehidupan, kuncinya adalah pendidikan. Karena itu, APBD Batam kita arahkan serius ke sektor pendidikan. Saya tidak ingin masyarakat kita hanya menjadi penonton di daerah sendiri karena kalah bersaing,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemko Batam telah menjalankan berbagai program pendidikan, antara lain pemberian seragam sekolah gratis serta bantuan biaya kuliah ke perguruan tinggi negeri bagi siswa berprestasi, keluarga kurang mampu, dan anak-anak dari wilayah hinterland.

Sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo, Amsakar juga mengungkapkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi di kawasan Rempang dengan konsep asrama. Sekolah itu nantinya dirancang untuk mencetak generasi unggul yang dapat belajar secara optimal tanpa dibebani biaya pendidikan.

Di sektor infrastruktur, dia merespons aspirasi masyarakat terkait rencana pembangunan jembatan penghubung antarpulau. Ia meminta Dinas Bina Marga melakukan studi kelayakan secara komprehensif agar proyek yang dirancang benar-benar memberikan dampak ekonomi dan sosial tanpa mengganggu aktivitas masyarakat pesisir.

“Semua harus dikaji matang. Jangan sampai pembangunan justru mengganggu jalur pelayaran atau mata pencaharian nelayan dan penambang pancung. Jika hasil kajiannya baik dan mampu menggerakkan ekonomi wilayah, tentu kita dukung,” katanya.

Untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat pesisir, Pemko Batam juga terus memperluas pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pulau-pulau secara bertahap. Program ini diperkirakan dapat meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan di wilayah Bulang.

Ia juga turut memaparkan capaian kinerja Pemko Batam selama sebelas bulan terakhir. Ia menyebut sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, hingga realisasi investasi tahun 2024 yang mencapai 115,5 persen dari target.

“Fokus kami adalah menyelesaikan persoalan dasar seperti air bersih, banjir, dan sampah. Jika kebutuhan mendasar ini tertangani dengan baik, maka kualitas hidup masyarakat akan meningkat dan Batam bisa tumbuh lebih maju,” kata dia.(*)

Artikel Pendidikan, Infrastruktur Penghubung dan Listrik jadi Prioritas Pembangunan di Bulang pertama kali tampil pada Metropolis.

Simulasi Kecelakaan Laut, PLP Tanjunguban Uji Evakuasi Kru dan Penanggulangan Pencemaran

0
KN Kalimasadha P 115 menyemprotkan air dari anjungan kapal ke kapal yang terbakar, dalam simulasi di perairan Tanjunguban, pada Senin (26/1). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjunguban menggelar simulasi kecelakaan laut berupa tabrakan dua kapal di Perairan Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Senin (26/1/2026) pagi.

Simulasi ini menggambarkan kondisi darurat berupa kebakaran kapal, kru terjatuh ke laut, hingga tumpahan minyak dalam jumlah besar.

Simulasi yang digelar sekitar pukul 08.30 WIB itu melibatkan KM Melati 2 dan TB Meiden Kompas. Dalam skenario yang diperagakan, tabrakan menyebabkan lambung kanan TB Meiden Kompas robek hingga memicu tumpahan minyak jenis High Speed Diesel (HSD) dengan estimasi sekitar 50 kiloliter.

Akibat insiden tersebut, tiga kru kapal disimulasikan terjatuh ke laut, sementara kebakaran terjadi di atas kapal. Petugas Pangkalan PLP Tanjunguban segera merespons dengan mengerahkan dua unit rescue boat untuk mengevakuasi kru yang berada di laut.

Proses evakuasi berlangsung lancar dan seluruh kru berhasil diselamatkan. Selanjutnya, KN Kalimasadha P 115 melakukan pemadaman kebakaran dengan menyemprotkan air dari anjungan kapal ke titik api.

Sementara itu, upaya penanggulangan pencemaran laut dilakukan dengan mengerahkan KN Sarotama P 112 dan KN Rantos P 210. Kedua kapal tersebut memasang oil boom di sekitar lokasi kejadian guna membatasi penyebaran tumpahan minyak.

Setelah area tumpahan berhasil dilokalisir, petugas melanjutkan penanganan dengan melakukan pengisapan minyak menggunakan peralatan skimmer.

Minyak hasil penyedotan kemudian dimasukkan ke dalam storage tank hingga perairan dinyatakan bersih dan tidak terlihat lagi tumpahan minyak.

Kegiatan ini merupakan bagian dari simulasi penanggulangan pencemaran laut dan pemadaman kebakaran di atas kapal yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kesatuan Penjagaan Pantai dan Laut (KPLP) serta HUT Pangkalan PLP Tanjunguban ke-53.

Simulasi tersebut melibatkan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Tanjunguban, Pertamina, serta mengerahkan total 13 kapal negara milik Pangkalan PLP Tanjunguban.

Pelaksana Tugas Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban, Alfaizul, mengatakan simulasi ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan kapal negara dan personel dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di laut.

“Perairan kita berdekatan dengan negara tetangga, sehingga simulasi ini penting dilakukan agar seluruh personel siap mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan,” kata Alfaizul.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pangkalan PLP Tanjunguban juga secara rutin mengerahkan kapal negara untuk melakukan pengawasan terkait potensi tumpahan minyak di perairan Berakit dan sekitarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pangkalan PLP Tanjunguban turut menyerahkan bantuan berupa empat unit kursi roda kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bagian dari kegiatan sosial. (*)

Artikel Simulasi Kecelakaan Laut, PLP Tanjunguban Uji Evakuasi Kru dan Penanggulangan Pencemaran pertama kali tampil pada Kepri.

Tujuh Tersangka Ledakan Kapal Federal II Dicekal ke Luar Negeri, Ini Penyebabnya

0
Korban ledakan kapal tanker Federal II di PT ASL Shipyard saat dievakuasi.

batampos — Kepolisian memastikan seluruh tersangka kasus ledakan kapal Federal II milik PT ASL Shipyard telah dikenakan pencekalan ke luar negeri. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari proses hukum, mengingat sebagian tersangka berstatus warga negara asing (WNA).

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, mengatakan pencekalan diterapkan karena dalam perkara tersebut terdapat empat tersangka WNA dari unsur manajemen perusahaan. “Pencekalan pasti ada karena ada WNA. Cekal terhadap tersangka ASL ini sudah dilakukan,” ujar Debby kepada wartawan.

Dalam kasus ledakan maut ini, polisi telah menetapkan tujuh orang tersangka. Empat di antaranya merupakan WNA dan tiga lainnya Warga Negara Indonesia (WNI). Seluruh tersangka berasal dari unsur manajemen utama PT ASL Shipyard, mulai dari level manajerial hingga unsur yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka dan dicekal ke luar negeri, penyidik belum melakukan penahanan terhadap ketujuh orang tersebut. Debby menjelaskan, keputusan itu diambil berdasarkan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) serta mempertimbangkan sikap kooperatif para tersangka selama proses pemeriksaan.

“Untuk penahanan tidak kami lakukan. Kedua, ada permohonan dari kuasa hukum agar tidak dilakukan penahanan. Menurut KUHAP yang baru, ada kriteria-kriteria penahanan, dan itu kami pertimbangkan,” jelas Debby. Ia menegaskan bahwa tidak dilakukannya penahanan tidak menghilangkan status hukum para tersangka.

Terkait substansi perkara, penyidik menilai terdapat unsur kelalaian dalam peristiwa ledakan yang menewaskan 14 pekerja tersebut. Menurut Debby, kelalaian itu berkaitan dengan aspek keselamatan kerja di lingkungan proyek. “Tentu ada unsur kelalaian dalam keselamatan kerja. Mulai dari kesalahan dalam penunjukan, perbuatan pekerjaannya, macam-macam,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, ledakan kapal Federal II terjadi pada 15 Oktober 2025 saat kapal tanker tersebut tengah menjalani proses perbaikan di galangan PT ASL Shipyard, kawasan Tanjunguncang, Batuaji, Kota Batam. Insiden itu menewaskan 14 pekerja subkontraktor dan melukai belasan lainnya.

Dalam penanganan perkara ini, polisi menegaskan tidak ada tersangka dari unsur subkontraktor. Pihak subkon hanya diperiksa sebagai saksi-saksi, sementara tanggung jawab pidana mengarah pada jajaran manajemen perusahaan sebagai pemegang kendali utama pekerjaan.(*)

Artikel Tujuh Tersangka Ledakan Kapal Federal II Dicekal ke Luar Negeri, Ini Penyebabnya pertama kali tampil pada Metropolis.

Dugaan Klaim BPJS Fiktif, Kadinkes Tanjungpinang Akui Dimintai Keterangan Polda Kepri

0
Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tanjungpinang, Rustam, memberikan penjelasan setelah dipanggil penyidik Ditreskrimsus Polda Kepulauan Riau (Kepri) terkait pengumpulan bahan keterangan dugaan klaim BPJS Kesehatan fiktif oleh salah satu klinik

Rustam, membenarkan bahwa dirinya telah memenuhi panggilan penyidik Polda Kepri. Namun, ia menegaskan status pemanggilan tersebut sebatas permintaan keterangan, bukan pemeriksaan dalam perkara pidana.

“Bukan diperiksa, tapi dimintai keterangan,” kata Rustam singkat saat ditemui di Jalan Ahmad Yani, Tanjungpinang, Senin (26/1).

Rustam tidak merinci materi keterangan yang disampaikan kepada penyidik. Ia juga enggan berkomentar lebih jauh mengenai substansi dugaan klaim BPJS fiktif yang tengah ditelusuri aparat kepolisian.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Dr Nona Pricillia Ohei belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi terkait perkembangan penanganan kasus dugaan klaim BPJS fiktif tersebut.

Hingga saat ini, Polda Kepri masih melakukan pendalaman dan pengumpulan data untuk memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana korupsi dalam dugaan penyalahgunaan klaim BPJS Kesehatan di Tanjungpinang.

Seperti diketahui, Rustam diperiksa Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Kepulauan Riau, Kamis (22/1). Pemeriksaan berlangsung sekitar tujuh jam di Mapolda Kepri. (*)

Artikel Dugaan Klaim BPJS Fiktif, Kadinkes Tanjungpinang Akui Dimintai Keterangan Polda Kepri pertama kali tampil pada Kepri.

Polisi Buru Pemilik dan Jaringan Penyelundup Kayu Bakau di Lingga

0
Anggota Satpolairud Polres Lingga saat mengamankan sisa kayu bakau yang berada di Desa Tanjung Kelit, Minggu (26/1). F. Lundu Herryson untuk Batam Pos.

batampos – Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Lingga terus mengembangkan kasus pengiriman kayu bakau ilegal yang berhasil digagalkan di perairan Tanjung Kelit.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sekitar 1.000 batang kayu bakau di atas kapal kayu yang diamankan, sementara jumlah kayu di lokasi penebangan diduga lebih banyak.

Pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan satu unit kapal kayu di perairan Tanjung Kelit, Kabupaten Lingga, pada Sabtu malam (24/1/2026), tepat sebelum kapal tersebut meninggalkan wilayah perairan Lingga menuju luar daerah.

Kasat Polairud Polres Lingga, Iptu Lundu Herryson, mengatakan hasil pemeriksaan sementara menemukan sekitar 1.000 batang kayu bakau di atas kapal yang diamankan. Selain itu, polisi juga menemukan tumpukan kayu bakau lain di lokasi penebangan.

“Untuk muatan di kapal diperkirakan sekitar 1.000 batang kayu bakau. Di lokasi penebangan, anggota kami juga menemukan kayu bakau lain dan sudah dipasangi garis polisi. Jumlahnya diperkirakan lebih dari yang ada di kapal,” kata Lundu saat dikonfirmasi, Senin (26/1).

Dalam pengembangan perkara, Satpolairud Polres Lingga telah mengantongi identitas terduga pemilik kayu bakau tersebut. Terduga diketahui bukan kali pertama menjalankan aktivitas serupa dan kini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan terhadap lima anak buah kapal (ABK) yang diamankan, terungkap bahwa terduga pelaku memanfaatkan warga setempat, khususnya masyarakat suku laut, untuk melakukan penebangan kayu bakau.

“Pengakuan dari lima ABK menyebutkan bahwa yang bersangkutan memanfaatkan warga untuk menebang kayu bakau, kemudian kayu tersebut dikumpulkan dan dijual untuk keuntungan pribadi,” jelas Lundu.

Ia menambahkan, penggagalan pengiriman ini merupakan hasil pengintaian yang telah dilakukan selama kurang lebih satu bulan terakhir oleh jajaran Satpolairud Polres Lingga.

“Upaya pemantauan sudah kami lakukan sekitar satu bulan. Penangkapan dilakukan tepat sebelum kapal keluar dari perairan Kabupaten Lingga,” ujarnya.

Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat, termasuk asal-usul kayu bakau, jalur distribusi, serta tujuan akhir pengiriman ke luar daerah.

Penindakan dilakukan karena aktivitas penebangan dan pengangkutan kayu bakau tersebut diduga tidak mengantongi izin resmi dan berpotensi merusak ekosistem hutan mangrove yang dilindungi. (*)

Artikel Polisi Buru Pemilik dan Jaringan Penyelundup Kayu Bakau di Lingga pertama kali tampil pada Kepri.

Rem Blong, Lori Crane Tabrak Rumah di Sekupang

0
Lori Crane yang rem blong menabrak rumah di perumahan Akasia Garden, Senin (26/1/2026). f. rengga yuliandra/ batam pos

batampos – Sebuah lori crane bernomor polisi BP 8907 EA menabrak sejumlah rumah warga dan satu warung di kawasan Akasia Garden, Kecamatan Sekupang, Batam, Selasa (26/1). Kecelakaan diduga terjadi akibat rem blong saat kendaraan melintasi jalan turunan yang curam.

Peristiwa tersebut menggegerkan warga karena suara benturan yang terdengar sangat keras. Meski menyebabkan kerusakan cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sopir lori bernama Yahya dan ABK Ferdi dilaporkan selamat dan sempat dilarikan ke rumah warga untuk mendapatkan pertolongan.

Andi warga sekitar menyebutkan, sebagian rumah yang terdampak dalam kondisi kosong saat kejadian, sehingga tidak menimbulkan korban dari penghuni rumah.

“Untungnya banyak rumah yang kosong. Kalau tidak, entah bagaimana jadinya,” ujarnya.

Pemilik warung yang berada tepat di jalur kecelakaan tampak masih berusaha menyelamatkan dagangannya. Ia terlihat mengumpulkan telur-telur yang pecah dan barang jualan lain yang rusak akibat benturan lori crane tersebut.

“Depan warung rusak, lantai dua juga kena. Banyak barang jatuh, telur-telur pecah semua,” katanya.

Dika warga lainnya mengatakan, lori crane melaju dari arah atas sebelum akhirnya menghantam deretan bangunan di sisi jalan.“Mobilnya datang dari atas, seperti remnya tak makan. Jalan ini memang turunan curam,” ucapnya.

Akibat kejadian tersebut, enam rumah mengalami kerusakan di bagian depan, sementara satu tiang listrik terhimpit di atas kendaraan, menyebabkan kabel-kabel listrik putus dan menimbulkan kekhawatiran warga akan potensi bahaya listrik.

“Kabel listrik putus, kami langsung menjauh karena takut masih ada arus,” kata warga.

Sementara itu, kondisi lori crane dilaporkan rusak berat di bagian depan dan mengeluarkan oli. Kendaraan tersebut diketahui tengah mengantar material proyek saat kecelakaan terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, warga bersama pihak terkait masih membersihkan puing-puing bangunan dan mengamankan area sekitar lokasi kejadian.(*)

Artikel Rem Blong, Lori Crane Tabrak Rumah di Sekupang pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Keluarkan Larangan Berenang Usai Bocah Tenggelam di Tanjung Riau

0
Seorang bocah 13 tahun nyaris tenggelam saat berenang di kawasan Dermaga Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Minggu (25/1). F. Tangkapan layar video grup WhatsApp

batampos – Seorang bocah berusia 13 tahun nyaris tenggelam saat berenang di kawasan Dermaga Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Minggu (25/1) sekitar pukul 14.00 WIB. Berkat kesigapan warga dan aparat kepolisian, korban berhasil diselamatkan dan nyawanya tertolong.

Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan, lokasi kejadian merupakan laut bebas yang digunakan untuk aktivitas bongkar muat kapal, sehingga tidak diperuntukkan bagi kegiatan berenang maupun wisata.

“Benar, kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB. Korban merupakan anak di bawah umur, sekitar 13 tahun. Lokasi tersebut bukan tempat berenang karena itu lautan bebas dan area bongkar muat kapal, sehingga sangat berbahaya,” ujar Kompol Hippal, Senin (26/1).

Baca Juga: Kebakaran Kapal di Galangan PT ASL Batam, Pengawas Selidiki Penyebabnya

Menurutnya, korban sempat tenggelam sebelum akhirnya ditolong warga yang berada di sekitar lokasi. Personel Polsek Sekupang yang menerima laporan segera turun ke lokasi untuk membantu proses penyelamatan.

“Korban berhasil ditolong oleh warga. Anggota Polsek Sekupang kemudian memberikan pertolongan awal sebelum korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.

Kompol Hippal menyebut, kondisi korban dinyatakan selamat setelah mendapatkan perawatan. Air yang sempat masuk ke tubuh korban berhasil dikeluarkan saat dilakukan pertolongan pertama di lokasi kejadian.

Baca Juga: Kinerja Kepelabuhanan Moncer, BP Batam Raup Rp468,4 Miliar

Sebagai langkah pencegahan, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memasang spanduk atau papan imbauan larangan berenang di kawasan Dermaga Tanjung Riau.

“Ke depan, kami akan memasang spanduk imbauan larangan berenang di lokasi tersebut. Kami juga mengimbau para orang tua, serta RT dan RW, agar mengingatkan anak-anak untuk tidak berenang di area itu karena sangat berbahaya,” tegasnya.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di kawasan perairan yang memiliki risiko tinggi. (*)

Artikel Polisi Keluarkan Larangan Berenang Usai Bocah Tenggelam di Tanjung Riau pertama kali tampil pada Metropolis.

Bocah 13 Tahun Nyaris Tewas Tenggelam di Dermaga Tanjung Ria 

0
Ilustrasi anak tenggelam. f. istimewa

batampos – Seorang bocah berusia 13 tahun nyaris tenggelam saat berenang di kawasan Dermaga Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Minggu (25/1) sekitar pukul 14.00 WIB. Beruntung, korban berhasil diselamatkan warga dan aparat kepolisian, sehingga nyawanya tertolong.

Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa lokasi kejadian merupakan kawasan laut bebas yang digunakan sebagai tempat bongkar muat kapal dan tidak diperuntukkan untuk aktivitas berenang maupun wisata.

“Benar, kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB. Korban merupakan anak di bawah umur, sekitar 13 tahun. Lokasi tersebut bukan tempat berenang karena itu lautan bebas dan area bongkar muat kapal, sehingga sangat berbahaya,” ujar Kompol Hippal, Senin (26/1).

Menurutnya, saat kejadian korban sempat tenggelam, namun warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan. Personel Polsek Sekupang yang menerima laporan juga segera turun ke lokasi untuk membantu proses penyelamatan.

“Korban berhasil ditolong oleh warga, kemudian anggota Polsek Sekupang turut membantu memberikan pertolongan awal. Setelah itu korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.

Kapolsek menyebut, kondisi korban dinyatakan selamat setelah mendapatkan perawatan medis. Air yang sempat masuk ke tubuh korban berhasil dikeluarkan saat dilakukan pertolongan pertama oleh warga di lokasi.

Sebagai langkah pencegahan, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memasang spanduk atau papan imbauan larangan berenang di kawasan dermaga tersebut.

“Ke depan, kami akan membuat spanduk atau imbauan larangan berenang di lokasi itu. Kami juga menghimbau kepada orang tua serta RT dan RW agar mengingatkan anak-anak supaya tidak berenang di area tersebut karena sangat berbahaya,” tegas Kompol Hippal.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan masyarakat dapat lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di kawasan perairan yang berisiko tinggi. (*)

Artikel Bocah 13 Tahun Nyaris Tewas Tenggelam di Dermaga Tanjung Ria  pertama kali tampil pada Metropolis.

Rawan Macet dan Kecelakaan, Warga Desak Pelebaran Jalan Tengku Sulung

0
Jalan Tengku Sulung, Kecamatan Batam Kota, langganan macet dan kecelakaan lalu lintas. Warga mendesak pemerintah segera melakukan pelebaran jalan. F. Muhammad Sya’ban/Batam Pos

batampos – Warga Tengku Sulung, Kecamatan Batam Kota, kembali menagih janji Pemerintah Kota Batam terkait pelebaran Jalan Tengku Sulung, khususnya di ruas Simpang Cikitsu menuju SMA Negeri 3 Batam. Proyek yang dijanjikan mulai dikerjakan pada awal 2026 itu hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda realisasi di lapangan.

Kondisi Jalan Tengku Sulung yang sempit dinilai semakin membahayakan. Selain kerap memicu kemacetan parah pada jam sibuk pagi dan siang hari, ruas jalan tersebut juga rawan kecelakaan lalu lintas.

Kawasan ini merupakan akses utama menuju sejumlah sekolah, mulai dari SD 006, SD 009, SMP 28, SMA Negeri 3, SMA Negeri 26, hingga sekolah swasta seperti Al-Muhajirin dan Sultan Agung. Aktivitas antar-jemput siswa setiap hari membuat arus lalu lintas semakin padat.

Baca Juga: Kebakaran Kapal di Galangan PT ASL Batam, Pengawas Selidiki Penyebabnya

Warga menyebut, kemacetan yang terjadi bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga telah memicu beberapa insiden kecelakaan lalu lintas, bahkan melibatkan pelajar.

Ketua Tengku Sulung Squad, Rahman Yasir, mengatakan janji pelebaran jalan tersebut disampaikan langsung oleh Pemko Batam dalam audiensi bersama warga pada 21 November 2025.

Dalam pertemuan itu hadir Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah; Kepala Dinas Bina Marga, Dohar Hasibuan; Camat Batam Kota, Dwiki Septiawan, serta perwakilan warga Tengku Sulung.

“Janji mereka, tahap awal pelebaran akan dilakukan sepanjang 1.000 meter atau satu kilometer. Padahal total panjang Jalan Tengku Sulung sekitar 2,2 kilometer,” ujar Rahman kepada Batam Pos, Senin (26/1).

Saat itu, lanjut Rahman, pemerintah menyampaikan keterbatasan anggaran menjadi alasan pelebaran jalan dilakukan secara bertahap, dimulai dari kawasan sekitar SMA Negeri 3 Batam.

Baca Juga: Kinerja Kepelabuhanan Moncer, BP Batam Raup Rp468,4 Miliar

“Alasannya karena anggaran terbatas, jadi dikerjakan dulu seribu meter,” katanya. Namun hingga kini, warga belum memperoleh kepastian waktu pelaksanaan secara jelas.

“Awal tahun 2026 itu kan ngambang. Bulan apa, tanggal berapa, tidak ada kejelasan. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda pekerjaan dimulai,” ujarnya.

Rahman menegaskan, warga hanya menagih komitmen pemerintah agar janji tersebut tidak kembali tertunda atau anggarannya dialihkan ke program lain.

“Kami hanya menagih janji. Jangan sampai anggarannya dialihkan atau dilupakan. Jalan ini sudah lama jadi keluhan warga dan sangat rawan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Batam Pos telah berupaya meminta tanggapan Kepala Dinas Bina Marga Kota Batam, Dohar Hasibuan. Namun, yang bersangkutan belum memberikan respons meski telah dihubungi beberapa kali. (*)

Artikel Rawan Macet dan Kecelakaan, Warga Desak Pelebaran Jalan Tengku Sulung pertama kali tampil pada Metropolis.

Malam Ini, ABHi Pasang Flow Meter, Sejumlah Wilayah Tanjung Uncang Terdampak Gangguan Air

0

batampos – PT Air Batam Hilir (ABHi) akan melaksanakan pekerjaan terencana berupa pemasangan flow meter berdiameter 400 milimeter di kawasan Tunas Regency, Tanjung Uncang. Pekerjaan ini sempat tertunda sebelumnya akibat kendala teknis.

Manajemen ABHi menyampaikan, pekerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (26/1/2026) mulai pukul 20.00 hingga 01.00 WIB.

Selama pekerjaan berlangsung, sejumlah pelanggan diperkirakan mengalami gangguan pelayanan air minum, mulai dari debit air mengecil hingga penghentian aliran sementara.

“Pekerjaan ini berpotensi menyebabkan gangguan suplai air minum pada beberapa wilayah terdampak,” demikian keterangan resmi ABHi, Minggu (25/1).

Wilayah Terdampak Gangguan Suplai Air:

  • Pelabuhan Sagulung
  • Sumberindo
  • Central Park
  • Kawasan Galangan Tanjung Uncang
  • Putra Jaya
  • Puri Pesona
  • Tanjung Riau
  • Pondok Pratiwi
  • Glory
  • Kartini
  • Wilayah sekitarnya

ABHi mengimbau pelanggan di wilayah tersebut untuk menampung air secukupnya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari selama pekerjaan berlangsung.

Selain itu, ABHi menyiagakan armada mobil tangki air minum bagi pelanggan yang mengalami gangguan suplai lebih dari 1×24 jam. Permintaan bantuan dapat dikoordinasikan melalui Ketua RT/RW atau kelurahan setempat, kemudian disampaikan ke layanan resmi Air Batam Hilir.

Saluran layanan resmi ABHi meliputi:

Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP) di Bengkong, Batu Aji, dan Kantor Pusat Batam Center

  • Call Center (0778) 5700 000
  • WhatsApp 0811 778 0155

Artikel Malam Ini, ABHi Pasang Flow Meter, Sejumlah Wilayah Tanjung Uncang Terdampak Gangguan Air pertama kali tampil pada Metropolis.