Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 343

Viral WNI Jadi Tentara AS, Ini Tanggapan Menkum

0
Seorang wanita bernama Kezia Syifa menjadi perbincangan hangat masyarakat usai memutuskan jadi tentara AS. (istimewa)

batampos – Viral di media sosial seorang perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Kezia Syifa yang disebut-sebut bergabung menjadi anggota Army National Guard Amerika Serikat (AS). Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas, merespons dan mengatakan informasi tersebut perlu diverifikasi kebenarannya.

Ia menyatakan, pemerintah tidak bisa mengambil kesimpulan sebelum memastikan status dan keterlibatan yang bersangkutan secara faktual.

“Itu harus diverifikasi terlebih dahulu, kebenarannya,” kata Supratman kepada wartawan, Kamis (22/1).

Ia menegaskan, secara prinsip setiap WNI dilarang bergabung dengan kesatuan militer negara asing tanpa izin resmi dari Presiden.

“Prinsipnya setiap WNI tidak boleh bergabung dengan kesatuan tentara asing kecuali atas izin Presiden,” ujarnya.

Lebih lanjut, Supratman menyebut konsekuensi hukum akan berlaku secara otomatis, jika benar Kezia Syifa bergabung menjadi tentara asing tanpa mendapatkan izin dari Presiden.

“Kalau bergabung tidak dengan izin Presiden maka kewarganegaraan WNI yang bersangkutan otomatis hilang,” tegas Supratman.

Pemerintah, kata dia, akan menelusuri dugaan keterlibatan Kezia Syifa dalam struktur militer Amerika Serikat sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Menurutnya, verifikasi diperlukan agar penegakan hukum dilakukan secara objektif.

“Setelah didapatkan bukti-bukti bahwa benar WNI tersebut terlibat, maka bisa ditindaklanjuti oleh Kementerian Imigrasi untuk pencabutan dokumen perjalanan, termasuk paspor yang bersangkutan,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, media sosial dihebohkan oleh beredarnya video seorang perempuan muda yang disebut sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) mengenakan seragam militer Amerika Serikat (AS). Perempuan tersebut tampak berhijab dan berpose menggunakan atribut Army National Guard.

Viralnya video tersebut kemudian memantik diskursus publik terkait aturan kewarganegaraan Indonesia, khususnya ketentuan yang melarang WNI bergabung dengan tentara asing tanpa izin resmi dari Presiden RI. (*)

Artikel Viral WNI Jadi Tentara AS, Ini Tanggapan Menkum pertama kali tampil pada News.

Pelanggaran Lalu Lintas dan Pengguna Knalpot Brong masih Menjamur di Sagulung-Batuaji

0
Ilustrasi: Satuan Lalu Lintas Polresta Polresta Barelang menggelar penertiban dan razia kendaraan, Sabtu (6/12) malam.

batampos – Penggunaan knalpot brong masih menjamur di kawasan Batuaji dan Sagulung. Bahkan, pengendara di kawasan ini kerap melanggar aturan lalu lintas.

Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polresta Barelang, iptu Yudhi Patra mengatakan pihaknya akan mengerahkan personel untuk menindak para pelanggar.

“Akan segera kita tindak. Agar pengendara lebih tertib aturan dan mengutamakan keselamatan,” ujarnya, Kamis (22/1).

Yudhi menjelaskan penindakan ini akan dilakukan dengan sistem hunting atau patroli. Pengendara yang melanggar akan diberikan sanksi Elektronik Tilang (ETLE) Mobile.

Baca Juga: Selundupkan Barang Lewat Jalur Hijau, Koordinator Pengiriman Divonis 1 Tahun 4 Bulan

“Nanti ada beberapa personel yang rutin berpatroli. Kalau ditemukan akan langsung kita tindak,” katanya.

Sementara Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengatakan pelanggaran lalu lintas ini menjadi salah satu faktor banyaknya terjadi kecelakaan di Kota Batam.

“Seperti pengendara melawan arus dan melakukan putar balik tanpa mengantisipasi kondisi lalu lintas,” ujarnya.

Untuk itu, Afid mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan meningkatkan kewaspadaan demi menekan angka kecelakaan di Kota Batam.

“Patuhi terus aturan dan utamakan keselamatan di jalan,” tutupnya.

Baca Juga: Gagal Cabuli Anak di Bawah Umur, Seorang Remaja Sembunyi di Kamar Mandi Sebelum Ditangkap

Sebelumnya, warga Batuaji dan Sagulung mengeluhkan banyaknya penggunaan knalpot brong. Hal ini menganggu kenyamanan warga, khususnya pada malam hari.

Selain itu, pengendara di jalan protokol kerap melanggar aturan lalu lintas. Seperti menerobos traffick light, tanpa helm, dan berboncengan tiga. (*)

Artikel Pelanggaran Lalu Lintas dan Pengguna Knalpot Brong masih Menjamur di Sagulung-Batuaji pertama kali tampil pada Metropolis.

Hindari 10 Hal Ini Sebelum Tidur Supaya Tidur Lebih Nyenyak

0
Tidur sore. (Dok. Canva)

batampos – Banyak orang mengeluhkan sulit tidur atau kualitas tidur yang buruk meskipun sudah lelah sepanjang hari.

Kebiasaan sebelum tidur memiliki peran dan pengaruh besar terhadap kualitas istirahat dan mental.

Menghindari beberapa hal tertentu sebelum tidur tidur sekitar 98% lebih nyenyak dan ini berkaitan erat dengan ritme sirkadian tubuh (sleep wake cycle) yang aktif sepanjang malam.

Melansir dari laman YourTango pada Jumat (23/1), sepuluh hal ini sebaiknya dihindari sebelum tidur untuk meningkatkan kualitas tidur 98% lebih nyenyak.

Tidur yang berkualitas bukan hanya soal durasi, tetapi juga efisiensi tidur, kemampuan untuk masuk tidur dengan cepat, tidur tanpa terbangun berkali-kali, dan bangun pagi dengan perasaan segar.

Banyak faktor gaya hidup yang secara tak sadar dapat menggagalkan proses ini. Berikut hal-hal yang sebaiknya dihindari sebelum tidur demi mendapatkan tidur yang lebih baik dan lebih nyenyak.

1.Waktu layar yang terlalu lama (screen time)

Memegang smartphone, menonton tv, atau melihat layar komputer sebelum tidur dapat menghambat produksi hormon melatonin, yang membantu tubuh bersiap untuk tidur.

Cahaya biru dari layar ini mengacaukan ritme sirkadian dan membuat otak tetap aktif saat seharusnya rileks.

2.Suara keras atau bising

Suara yang tiba-tiba seperti tv, suara jalan, atau alat elektronik bisa membangunkan anda di malam hari atau mencegah anda masuk ke fase tidur yang lebih dalam.

Tidur yang tenang lebih mungkin terjadi dalam lingkungan yang sunyi atau memakai alat bantu suara putih (white noise).

3.Kamar yang terlalu panas

Kondisi kamar yang terlalu hangat membuat tubuh sulit menurunkan suhu inti tubuh, proses yang penting untuk memulai tidur.

Para ahli tidur menganjurkan suhu kamar yang sejuk sekitar 18–20 derajat celcius dapat membuat tubuh lebih cepat tertidur dan tetap berada dalam fase tidur dalam.

4.Minum kafein atau alkohol terlalu dekat waktu tidur

Kafein adalah stimulan yang bisa tetap dalam sistem tubuh sampai berjam-jam setelah diminum, mengganggu kemampuan untuk tertidur atau mempertahankan tidur.

Sementara alkohol sering membuat orang cepat terlelap, efeknya justru mengganggu fase tidur dalam dan menyebabkan sering terbangun di malam hari.

5.Makan makanan berat malam hari

Makanan berat atau tinggi lemak memperlambat pencernaan dan bisa menyebabkan rasa tidak nyaman atau acid reflux saat berbaring.

6.Tidur tidak teratur

Tidur dan bangun di jam yang berbeda setiap hari mengacaukan jam biologis tubuh. Menghadirkan sleep routine yang konsisten membantu tubuh mengenali kapan waktunya tidur dan bangun, yang berdampak pada kualitas tidur.

7.Kafein setelah siang hari

Kafein tidak hanya ada pada kopi, tetapi juga teh, minuman energi, cokelat, dan minuman bersoda.

Menghindarinya setidaknya 6 jam sebelum tidur memungkinkan tubuh mengurangi efeknya sehingga tidur lebih mudah dipicu.

8.Nonton atau scroll media sosial di tempat tidur

Rutinitas yang mengasosiasikan bedroom dengan aktivitas selain tidur seperti media sosial, membuat otak sulit membedakan kapan harus bersantai dan kapan harus bangun. Kondisi ini memperpanjang waktu masuk tidur (sleep latency).

9.Tidur siang yang berlebihan

Tidur siang yang terlalu lama atau terlalu dekat dengan malam bisa mengacaukan ritme tidur malam.

Jika perlu tidur siang, batasi hingga maksimal 20-30 menit di sore hari agar ritme malam tetap terjaga.

10.Aktivitas fisik berat di malam hari

Olahraga memang baik untuk tidur, tetapi melakukan latihan intens beberapa jam sebelum tidur justru meningkatkan detak jantung dan membuat tubuh terjaga.

Melakukan perubahan kecil dalam rutinitas sebelum tidur dapat secara signifikan meningkatkan kualitas tidur.

Menghindari hal-hal di atas, seperti layar elektronik, makanan berat, suara bising, atau suhu kamar yang tidak nyaman, dapat membantu anda tidur lebih nyenyak dan bangun dengan perasaan lebih segar di pagi hari. (*)

Artikel Hindari 10 Hal Ini Sebelum Tidur Supaya Tidur Lebih Nyenyak pertama kali tampil pada Lifestyle.

Masih Marak Balap Liar, Polisi Masuk Sekolah Beri Edukasi ke Pelajar

0
Personel Sat Lantas Polresta Barelang bersama Polsek Sagulung menindak pembalap liar di Sei Pelenggut, Kecamatan Sagulung, beberapa waktu lalu. F. Husnul untuk Batam Pos

batampos — Maraknya aksi balap liar yang melibatkan remaja di sejumlah ruas jalan Kota Batam mendorong kepolisian memperkuat langkah pencegahan melalui pendekatan edukatif. Mulai pekan depan, polisi akan menyasar sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi langsung kepada para pelajar.

Balap liar hingga kini masih ditemukan di beberapa lokasi, seperti Sei Pelenggut, Kecamatan Sagulung, serta Simpang Bagan, Kecamatan Sei Beduk. Dari hasil penindakan sebelumnya, mayoritas pelaku merupakan remaja usia sekolah.

Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, mengatakan sosialisasi akan difokuskan pada pembinaan dan edukasi agar pelajar memahami risiko dan dampak hukum dari balap liar.

Baca Juga: Berkas Tahap I Kasus Laka Kerja PT ASL Jilid II Diterima Kejari Batam

“Mulai Senin depan kami turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan pembinaan dan edukasi kepada siswa,” ujarnya, Kamis (22/1).

Dalam sosialisasi tersebut, polisi akan menekankan bahaya balap liar yang berpotensi menimbulkan kecelakaan serius, bahkan merenggut nyawa, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

“Balap liar sangat rawan kecelakaan dan bisa membahayakan diri sendiri serta orang lain. Ini yang akan kami sampaikan kepada siswa,” tegasnya.

Husnul menambahkan, penindakan tetap dilakukan bagi pelajar yang kedapatan terlibat balap liar. Sanksi yang diberikan mulai dari penilangan oleh Satlantas hingga pemanggilan orang tua dan pihak sekolah.

“Langkah ini kami lakukan untuk memberikan efek jera agar tidak mengulangi perbuatannya,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Sei Beduk, Iptu Alex Yasral, menyebut pihaknya telah rutin menggelar patroli untuk mencegah balap liar di wilayah hukumnya.

“Patroli rutin terus dilakukan. Saat ini balap liar sudah tidak ditemukan, namun masih ada pelanggaran berupa penggunaan knalpot brong,” ujarnya.

Baca Juga: Promosi Klinik Kecantikan Diduga Bermuatan Pornografi, Dinkes Batam Layangkan Teguran Keras

Menurut Alex, upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran orang tua dinilai sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hari.

“Pengawasan orang tua sangat dibutuhkan demi keselamatan anak-anak,” tutupnya.

Sebelumnya, aksi balap liar sempat marak di ruas jalan lurus kawasan galangan kapal Marcopolo, Sei Pelenggut. Meski telah ditindak oleh tim gabungan Polsek Sagulung dan Satlantas Polresta Barelang, aktivitas tersebut kembali muncul dan bahkan disiarkan secara langsung melalui media sosial TikTok, terutama saat akhir pekan. (*)

Artikel Masih Marak Balap Liar, Polisi Masuk Sekolah Beri Edukasi ke Pelajar pertama kali tampil pada Metropolis.

Antisipasi Banjir di Batuaji, Drainase Sepanjang 1 Km Dibersihkan

0
Banjir di kawasan Batuaji, beberapa waktu lalu. F. Yopi Yuhendri/Batam Pos

batampos — Pemerintah Kecamatan Batuaji mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi saat hujan deras. Salah satu upaya yang dilakukan yakni pembersihan drainase sepanjang 1 kilometer di sejumlah titik rawan genangan.

Selama ini, banjir rutin melanda beberapa kawasan di Batuaji, antara lain Perumahan Harapan Putra Moro, Perumahan Bumi Sarana Indah, Perumahan Senawangi, Perumahan Karina, serta kawasan Tembesi Bengkel. Saat hujan deras, air bahkan dilaporkan dapat mencapai lutut orang dewasa.

Camat Batuaji, Addi Harnus, mengatakan persoalan banjir di wilayahnya sudah berlangsung cukup lama dan menjadi keluhan masyarakat dari tahun ke tahun.

Baca Juga: Kolaborasi Mayapada–Apollo Perkuat Investasi Kesehatan di KEK Batam

“Titik terparah berada di kawasan Buliang dan Kibing. Salah satu penyebabnya adalah kondisi drainase yang sempit dan kurang terawat,” ujarnya, Kamis (22/1).

Menurut Addi, selain faktor teknis drainase, masih rendahnya kesadaran sebagian warga dalam menjaga kebersihan lingkungan juga memperparah kondisi tersebut. Banyak saluran air tersumbat sampah, terutama di sekitar kawasan permukiman.

“Banyak drainase yang tersumbat karena sampah. Ini bukan hanya soal alat berat, tapi juga kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan,” katanya.

Sebagai langkah awal, pihak kecamatan berencana menggelar gotong royong massal pada awal Februari mendatang. Pembersihan drainase ditargetkan mencapai panjang sekitar 1 kilometer di titik-titik rawan banjir.

“Kegiatan gotong royong ini sifatnya stimulan, untuk mendorong masyarakat membersihkan drainase di lingkungan masing-masing,” jelasnya.

Baca Juga: Bea Cukai Batam : Seluruh Pemilik Kontainer Limbah B3 Wajib Ajukan Reekspor

Ia berharap, upaya ini dapat menumbuhkan kepedulian warga sekaligus meminimalkan potensi banjir ke depan, terutama saat curah hujan tinggi.

“Kami berharap akses jalan tetap bisa dilalui saat hujan deras dan warga tidak lagi panik menyelamatkan barang-barangnya,” tutup Addi.

Sebelumnya, banjir sempat mengepung kawasan Batuaji pada bulan lalu. Selain merendam permukiman warga, genangan air juga melumpuhkan akses jalan utama. Tercatat sekitar 340 kepala keluarga (KK) terdampak akibat kejadian tersebut. (*)

Artikel Antisipasi Banjir di Batuaji, Drainase Sepanjang 1 Km Dibersihkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Ibu Dituntut 6 Tahun, Nasib Anak Disabilitas Terancam Terlantar

0
Cut Wahidah Mumtaza, penasihat hukum Amiroh, membacakan pledoi di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (22/1). F. Azis Maulana/Batam Pos

batampos — Sidang nota pembelaan (pledoi) terdakwa perkara narkotika, Amiroh Sintawati alias Sinta, membuka sisi kemanusiaan di balik kasus peredaran pil ekstasi yang tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Batam. Penasihat hukum menilai terdakwa bukan pelaku utama, melainkan pihak yang terjebak dalam relasi kuasa dan tekanan emosional.

Dalam sidang pledoi yang digelar Kamis (22/1), penasihat hukum Amiroh dari Lembaga Studi dan Bantuan Hukum Masyarakat Kepulauan (LSBH MK), Cut Wahidah Mumtaza, menyatakan kliennya tidak memiliki peran strategis dalam jaringan peredaran narkotika.

“Terdakwa ini bukan bandar, bukan pengendali, bahkan bukan pengambil keputusan. Ia hanya mata rantai paling lemah dalam perkara ini,” ujar Cut Wahidah di hadapan majelis hakim.

Baca Juga: Bea Cukai Batam : Seluruh Pemilik Kontainer Limbah B3 Wajib Ajukan Reekspor

Amiroh didakwa melanggar Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika terkait pemufakatan jahat peredaran narkotika golongan I jenis ekstasi. Jaksa Penuntut Umum menuntut pidana penjara selama enam tahun serta denda Rp4,37 miliar subsidair sembilan bulan kurungan.

Tuntutan tersebut diajukan meski barang bukti yang disita relatif kecil, yakni 10 butir pil ekstasi dengan berat netto 4,15 gram.

Menurut penasihat hukum, tuntutan jaksa dinilai belum mempertimbangkan kondisi sosial dan psikologis terdakwa. Amiroh diketahui merupakan ibu tunggal yang mengasuh anak penyandang disabilitas dengan keterbatasan ekonomi.

“Jika enam tahun penjara dijatuhkan, dampaknya bukan hanya kepada terdakwa, tetapi juga kepada anaknya yang sama sekali tidak terlibat dan berpotensi terlantar,” kata Cut Wahidah.

Dalam pledoi juga terungkap bahwa keterlibatan Amiroh berawal dari bujuk rayu kekasihnya, Eben Ezer Silalahi, yang menjanjikan pernikahan. Hubungan tersebut, menurut pembela, menciptakan tekanan emosional dan relasi yang tidak seimbang.

“Perkara ini tidak lahir dari niat jahat murni, melainkan dari manipulasi perasaan dan relasi kuasa,” ujarnya.

Baca Juga: Berkas Tahap I Kasus Laka Kerja PT ASL Jilid II Diterima Kejari Batam

Penasihat hukum turut menyoroti sikap kooperatif terdakwa sejak tahap penyidikan hingga persidangan. Amiroh disebut tidak menutupi perbuatannya dan bersikap terbuka kepada aparat penegak hukum.

“Penyesalan terdakwa yang paling besar adalah kekhawatiran terhadap masa depan anaknya,” kata Cut Wahidah.

Ia pun meminta majelis hakim mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan proporsionalitas dalam menjatuhkan putusan.

“Hukum pidana tidak hanya soal penghukuman, tetapi juga soal keadilan dan nurani,” ujarnya.

Berdasarkan surat dakwaan, peristiwa ini terjadi pada Minggu, 22 Juni 2025 sekitar pukul 01.30 WIB, di depan ruko Alfamart Bengkong Palapa, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam. (*)

Artikel Ibu Dituntut 6 Tahun, Nasib Anak Disabilitas Terancam Terlantar pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Teluk Bintan Diimbau Waspada Ancaman Buaya, Tiga Insiden Terjadi Dini Hari

0
Lokasi Imran, warga Kampung Tembeling, diterkam buaya di perairan dekat rumahnya, Jumat (16/1). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos – Warga Kecamatan Teluk Bintan diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan buaya di perairan setempat, menyusul terjadinya tiga insiden serangan buaya yang seluruhnya terjadi pada waktu dini hari.

Salah satu insiden tersebut mengakibatkan seorang warga Kampung Tembeling, Kelurahan Tembeling Tanjung, meningangkaecamatan Teluk Bintan, meninggal dunia setelah diduga diterkam buaya saat beraktivitas di perairan.

Camat Teluk Bintan, Waliyar Rachman, mengatakan bahwa aktivitas masyarakat saat ini masih berjalan seperti biasa, meski peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran.

Baca Juga: Dekat Singapura-Malaysia, Sentra Fashion Bintan Sasar Pasar ASEAN

“Karena masyarakat tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir, sebagian besar juga bermata pencaharian sebagai nelayan, aktivitas tetap berjalan,” ujarnya.

Meski demikian, Waliyar mengingatkan warga agar lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di perairan pada waktu rawan, yakni sekitar pukul 01.00 WIB hingga 04.00 WIB.

“Dari tiga kejadian yang ada, semuanya terjadi pada waktu subuh, mulai pukul 01.00 sampai sekitar pukul 04.00 WIB,” katanya.

Terkait upaya penanganan, Waliyar menyampaikan bahwa pihak kecamatan masih menunggu kebijakan dan acuan dari Pemerintah Kabupaten Bintan terkait pembentukan satuan tugas (satgas) penanganan satwa liar, khususnya buaya.

Baca Juga: Bupati Bintan Buka Peluang Kolaborasi Antardaerah hingga Pemerintah Pusat

“Kami menunggu kabupaten yang menerbitkan SK satgas, karena acuannya memang dari tingkat kabupaten,” jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kecamatan Teluk Bintan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meminimalkan risiko serangan buaya di wilayah tersebut.

“Kami juga melibatkan TNI dan Polri di tingkat kecamatan untuk membantu pengawasan dan pencegahan, mengingat keterbatasan personel dari instansi teknis,” pungkas Waliyar. (*)

Artikel Warga Teluk Bintan Diimbau Waspada Ancaman Buaya, Tiga Insiden Terjadi Dini Hari pertama kali tampil pada Kepri.

Asparnas Kepri: Rencana Garuda Indonesia Hentikan Penerbangan di Bandara RHF Bisa Turunkan Citra Pariwisata

0
Ketua Asparnas Kepri, Mulyadi Tan. F. Batam Pos.

batampos – Rencana penghentian penerbangan Garuda Indonesia di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang dinilai berpotensi menurunkan citra pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), baik di tingkat nasional maupun internasional.

Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Kepri menilai Bandara RHF merupakan salah satu gerbang utama provinsi yang menghubungkan Tanjungpinang dan Bintan, dua wilayah yang selama ini dikenal sebagai ikon pariwisata Kepri.

“Sangat disayangkan jika Garuda Indonesia benar-benar tidak lagi beroperasi di Bandara RHF,” ujar Ketua Asparnas Kepri, Mulyadi Tan, Kamis (22/1).

Menurut Mulyadi, kebijakan tersebut berpotensi menurunkan citra Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepri sekaligus destinasi pariwisata budaya nasional. Dampaknya juga dirasakan Bintan yang selama ini menjadi ikon pariwisata Kepri di tingkat internasional.

Ia menegaskan, Bandara RHF bukan sekadar bandara penghubung ibu kota provinsi, tetapi juga berperan sebagai gerbang utama Kepri, pusat pergerakan wisatawan, investor, serta akses menuju pusat budaya Melayu.

“Garuda Indonesia memiliki peran strategis sebagai maskapai nasional. Tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga fungsi konektivitas dan pembentuk citra daerah serta negara,” jelasnya.

Mulyadi menambahkan, pariwisata kelas dunia membutuhkan akses udara yang berkelas. Menurutnya, daerah tujuan wisata tidak bisa berkembang maksimal jika konektivitas udaranya terbatas.

“Pariwisata kelas dunia tidak bisa dibangun dengan akses udara kelas dua. Tanjungpinang dan Bintan membutuhkan konektivitas yang mampu bersaing di tingkat nasional dan regional,” tegasnya.

Oleh karena itu, Asparnas Kepri mendorong pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, serta manajemen Garuda Indonesia untuk segera duduk bersama mencari solusi yang berkelanjutan.

“Bandara RHF bukan hanya milik Kota Tanjungpinang, tetapi merupakan wajah Kepulauan Riau. Harus ada solusi agar konektivitas tetap terjaga,” pungkasnya. (*)

Artikel Asparnas Kepri: Rencana Garuda Indonesia Hentikan Penerbangan di Bandara RHF Bisa Turunkan Citra Pariwisata pertama kali tampil pada Kepri.

Panen Perdana Padi Gogo di Bintan Utara Targetkan 5 Ton dari Lahan 1 Hektare

0
Salah satu petani menunjukkan padi gogo yang siap panen di lahan yang berada di Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning, Kamis (22/1). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos — Kelompok Tani Maju Jaya di Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, akan melaksanakan panen padi gogo perdana di lahan seluas satu hektare pada Senin (26/1) mendatang.

Panen perdana tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh Bupati Bintan Roby Kurniawan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Ketua Kelompok Tani Maju Jaya, Manun, memprediksi hasil panen padi gogo kali ini mencapai sekitar 4 hingga 5 ton. Menurutnya, sebagian hasil panen akan dijual, sementara sebagian lainnya dibagikan kepada anggota kelompok tani.

“Untuk saat ini, hasil panen kita bagikan dulu kepada keluarga petani. Setiap keluarga mendapatkan dua kilogram beras,” ujar Manun, Kamis (22/1).

Manun berharap panen padi gogo perdana ini dapat meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok tani serta memotivasi petani lain untuk terus mengembangkan pertanian, khususnya padi gogo, di wilayah Bintan Utara.

Ia juga mendorong agar penanaman padi gogo dapat diperluas ke lahan-lahan lainnya. Saat ini, tercatat baru tiga orang petani yang menanam padi gogo di Kampung Sungai Jeram.

“Ke depan kemungkinan bisa bertambah menjadi tujuh petani yang menanam padi gogo,” katanya.

Dengan keberhasilan panen ini, Manun berharap pengembangan padi gogo dapat menjadi salah satu upaya mendorong swasembada pangan di Kabupaten Bintan.

“Harapannya nanti bukan hanya petani di Kampung Sungai Jeram, tapi juga petani di luar kampung ini yang ikut menanam padi gogo, sehingga Bintan bisa swasembada pangan,” ujarnya. (*)

Artikel Panen Perdana Padi Gogo di Bintan Utara Targetkan 5 Ton dari Lahan 1 Hektare pertama kali tampil pada Kepri.

BP Batam Pastikan Krisis Air Segera Teratasi

0
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait. F. Dok. Batam Pos

Jalur Pipa Baru Ditarget Rampung Akhir Juni 2026

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan persoalan krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kota Batam, khususnya Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, akan segera teratasi melalui serangkaian langkah jangka pendek, menengah, hingga pembangunan infrastruktur jangka panjang.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menanggapi aksi unjuk rasa warga di depan Kantor BP Batam, Kamis (22/1).

Ariastuty mengatakan, persoalan air sebenarnya telah ditangani sejak tahun lalu. Pada 8 September 2025, BP Batam menerima perwakilan warga Tanjung Sengkuang dan Batu Merah dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat) di DPRD Batam.

“Setelah RDP tersebut kami langsung turun ke lapangan. Kami paparkan apa saja yang akan kami lakukan dan mulai menyiapkan langkah-langkah penanganan jangka pendek, menengah dan panjang,” ujar Ariastuty.

BP Batam, kata Ariastuty, sudah memetakan permasalahan dan membuat berbagai solusi. Dalam jangka pendek, BP Batam fokus pada pemenuhan kebutuhan air melalui pengiriman truk tangki dan pemasangan toren /tangki air di titik-titik teringgi elevasi perumahan warga.

Saat ini, terdapat 24 unit toren yang telah dipasang. Namun, di lapangan masih ditemui kendala karena tidak semua warga teraliri air karena air hanya mengalir di bagian level terendah saja.

Meski demikian, dari hasil kajian BP Batam, toren tersebut tetap sangat dibutuhkan karena menjadi titik distribusi air ke perumahan dengan mengikuti elevasi jalur pipa tetapi pengisiannya harus sekaligus terisi penuh untuk beberapa toren.

Saat ini BP Batam telah menyiapkan 12 unit truk tangki khusus untuk wilayah terdampak. Dari hasil koordinasi dengan 17 RW dan 46 RT, kebutuhan riil di lapangan mencapai 103 trip per hari. “Kami baru tahu kebutuhannya sebesar itu. Kami akomodir semaksimal mungkin. Kendalanya, total truk tangki di Batam hanya sekitar 25 unit dan akan menambah jumlah truk tangki terlebih untuk menghadapi bulan ramadhan dan lebaran nanti,” ungkap Ariastuty.

Sementara itu, untuk jangka menengah, BP Batam melakukan penambahan booster pompa di beberapa wilayah yang mengalami tekanan air rendah. Namun, Ariastuty mengakui muncul persoalan sosial di lapangan.

“Kalau booster dipasang di satu wilayah, wilayah lain tidak dapat air. Bahkan ada yang sampai dicabut karena kecemburuan sosial,” katanya.

Selain itu, BP Batam juga melakukan interkoneksi jaringan pipa, yakni menyambungkan jalur distribusi antar perumahan agar suplai air bisa lebih merata, namun di lokasi tertentu interkoneksi pipapun diputus.

Ia mengatakan, solusi permanen krisis air akan dilakukan melalui pembangunan jalur pipa baru dari Sukajadi menuju M3G (Simpang Jam), lalu ke Ozon (untuk megisi tangki air bukit ozon) hingga Bukit Senyum (mengisi tangki bukit semyum).

Proyek ini telah dianggarkan pada tahun 2026 dan saat ini telah siap dilelang. Proses lelang skitar 1 bulan lebih,” ucap Ariastuty.

Jika sesuai jadwal, pekerjaan fisik akan dimulai pada Maret 2026 dan ditargetkan rampung Juni/Juli 2026.

“Insya Allah Juni/Juli selesai. Jalur ini akan ada penambahan air sebesar 100 lpd utk memenuhi layanan air di Tanjung Sengkuang, Batu Merah dan wilayah sekitarnya,” ujarnya.

Ariastuty menuturkan, BP Batam terus mengawal seluruh proses penanganan krisis air dan meminta masyarakat untuk bersabar. “Kami akomodir dengan pengiriman truk tangki, kami turun langsung ke lapangan, koordinasi dengan RT/RW. Proyek ini butuh proses, tapi kami pastikan tidak tinggal diam,” katanya.

Ia menambahkan, hingga pembangunan pipa selesai, distribusi air melalui truk tangki akan terus dilakukan.

“Sampai nanti proyek rampung sekitar Juni/Juli, kami akan terus kirim air. Kami mohon masyarakat bisa bersabar, kami kawal penuh proses ini,” ujar Ariastuty. (*)

 

Artikel BP Batam Pastikan Krisis Air Segera Teratasi pertama kali tampil pada Metropolis.