Warga membeli beras bulog merek SPHP di operasi pasar belum lama ini.
batampos-Masyarakat Tanjungpinang keluhkan kenaikan harga beras bulog merek SPHP yang terasa mulai memberatkan sejak beberapa hari belakang.
Saat ini untuk harga eceran tertinggi (HET) beras bulog merek SPHP sudah menyentuh harga Rp 65.500 untuk kemasan 5 kilogram (Kg).
Namun dalam pantauan Batam Pos di warung milik warga harga sudah melebihi HET yang ditetapkan.
Salah seorang warga, Dea, mengatakan biasanya ia beli beras bulog SPHP kemasan 5 Kg masih Rp 55.000, namun saat ini harga di warung-warung sudah naik drastis di atas Rp 65.000 untuk kemasan 5 Kg.
“Beras SPHP udah mahal sekarang, di warung-warung ada yang jual Rp 66.000 ribu,” ujar Dea, Rabu (15/5).
Dea menyebut biasanya mencampurkan beras SPHP dengan beras premium untuk mengimbangi rasa nasi setelah masak.
Biasanya untuk membeli beras bulog SPHP 5 Kg dan premiun 5 Kg hanya membayar sekitar Rp 130 ribuan, tapi sekarang sudah naik hampir Rp 150 ribu.
“Berat juga sekarang, beras premium juga mulai naik,” tambahnya.
Sementara Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang, Arif Alhadihaq, mengatakan kenaikan harga beras bulog sudah diatur oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) terjadinya kenaikan tentu ada pertimbangan.
Sekarang harga pembelian pemerintah (HPP) sedang terjadi kenaikan, sehingga untuk harga jual juga harus menyesuaikan.
“Untuk mengimbangi kenaikan HPP kita mengikuti harga jual untuk beras SPHP,” kata Arif.
Kenaikan harga beras SPHP sudah dimulai sejak 1 Mei 2024. Untuk wilayah Kepulauan Riau harga beras SPHP di gudang bulog Rp 11.300 per Kg, sementara untuk HET Rp 13.100 per Kg.
Sementara jika dibanding harga lama, yaitu Rp 10.250 per Kg, maka terjadi kenaikan Rp 1.050 per Kg.
“Ada kenaikan Rp 1.050 karena mengimbangi kenaikan HPP dan gabah dalam negeri,” ungkap Arif. (*)
Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Rifi menunjukkan pelaku pencurian inisial IN. F. Yusnadi Nazar
batampos– Polsek Tanjungpinang Timur menangkap pencuri barang elektronik di Jalan Radar Tanjungpinang. Pelaku inisial IN, 24 mencuri ponsel dan laptop milik temannya.
Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Rifi Hamdani Sitohang, mengatakan pihaknya menangkap pelaku pencurian berdasarkan laporan dari korban.
“Ditangkap Selasa (14/5) kemarin,” kata Rifi, Rabu (15/5).
Sebelum melancarkan aksinya, IN dan rekannya EO (buronan) bermain biliar di di Kijang, Bintan. Kehabisan uang, EO kemudian mengajak IN melakukan pencurian di Tanjungpinang.
Sidang mantan Perwira Polda Kepri, Kombes Agus Fajar Sutrisno Sik yang digelar secara online di Pengadilan Negeri Batam. Foto: Yashinta/ Batam Pos
batampos – Sidang dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu oleh Kombes Agus Fajar, mantan Perwira Polda Kepri kembali bergulir di Pengadilan Negeri Batam. Agenda sidang yang berlangsung online pada Rabu (15/5) itu adalah pembelaan dari Agus atas tuntutan pidana dari jaksa.
Dalam pembelaan yang disampaikan penasehat hukum dari LBH Suara Keadilan, meminta hukuman seringan-ringannya kepada majelis hakim. Tim kuasa hukum terdiri dari Lisman dan Wita menjelaskan tuntutan hukuman pidana 2,5 tahun sangat tinggi untuk terdakwa.
“Kami merasa tuntutan jaksa dengan pidana penjara sangat tinggi, karena dalam hal ini terdakwa ketagihan karena menggunakan narkoba, bukan oenyalagunaguaan narkotika,” ujar tim kuasa hukum.
Tak hanya itu, konsumsi sabu dilakukan terdakwa juga sebagai penambah stamina. Dimana terdakwa melakukan hal itu karena olahraga tenis meja, yang juga berhasil memperoleh prestasi-prestasi antar propinsi bahkan nasional.
“Terdakwa berjanji tak akan mengulanginya lagi, apalagi memakai narkoba sudah memberi efek negatif pada dirinya, baik untuk kondisi psikis dan lainnya,” ujar tim kuasa hukum.
Karena itu, meminta majelis hakim untuk memberi hukuman seringan-ringannya. Karena terdakwa masih bisa menjalani hidup baru setelah proses rehabilitasi.
“Meminta hukuman seringan-ringannya dari majelis hakim,” sebut tim kuasa hukum.
Usai pembacaan pembelaan dari penasehat hukum, majelis hakim yang dipimpin Bambang Trikoro juga memberi kesempatan kepada terdakwa langsung menyampaikan pembelaan.
“Kalau terdakwa punya pembelaan sendiri, silahkan sampaikan langsung,” ucap Bambang yang didampingi hakim Yuanne dan Andi Bayu.
Tak menyia-nyiakan kesempatan itu, Agus pun kemudian mengambil kertas pembelaan yang sudah ia tulis. Dalam kertas yang ia baca secara online, Agus menyampaikan ia punya segudang prestasi, yang telah mengharumkan nama baik Polda Kepri baik ditingkat Kota Batam, propinsi hingga nasional.
Tak hanya dibidang olahraga, ia juga menyampaikan banyak prestasi di bidang-bidang lain.
“Saya memiliki banyak prestasi. Karena itu, berharap ini bisa jadi pertimbangan hukuman untuk majelis hakim dalam memutus perkara,” ujar Agus.
Menurut Agus, ia juga sebagai kepala keluarga juga tulang punggung yang harus membiayai kehidupan keluarga. Begitu juga memiliki 3 anak masih sekolah yang butuh bimbingan, serta orang tua yang sudah tua
“Sampai saat ini saya tak ingin orang tua maupun anak tahu kasus saya. Karena saya khawatir hal ini akan berdampak pada mereka. Saya meminta majelis hakim dapat memberi hukuman seringan ringannya,” harga Agus.
Persidangan secara online itu sempat menganggu proses persidangan. Sebab beberapa kali koneksi dari Agus Fajar terputus saat pembacaan pembelaan. Hal itu membuat para petugas pengadilan sibuk untuk kembali menyambungkan dengan koneksi Agus yang ada di Bogor
Usai pembacaan pembelaan, sidang ditunda hingga minggu depan (Rabu /22/5) dengan agenda putusan.
Sebelumnya, Mantan Perwira Polda Kepri, Kombes Agus Fajar Sutrisno Sik dituntut 2 tahun dan 6 bulan penjara karena terbukti memiliki 3,64 gram narkoba jenis sabu. Selain itu, ia juga diwajibkan menjalani rehabilitasi selama 2 bulan.
Dalam tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU), Agus terbukti sebagai pemakai bukan pengedar sebagaimana dakwaan lain jaksa. Hal itu menjadi pertimbangan setelah melihat fakta-fakta persidangan, yang mana menurut ahli, terdakwa merupakan seorang pencandu yang harus mendapat rehabilitasi.
Mantan Perwira Polda Kepri berpangkat Kombes, Agus Fajar Sutrisno Sik terjerat kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu seberat 3,64 gram. Ia yang pernah menjabat sebagai Kepala bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kabid TIK) Polda Kepri, saat ini telah berstatus terdakwa di Pengadilan Negeri Batam.
Agus ditangkap Mabes Polri pada bulan Desember lalu setelah memesan sabu kepada Anton (DPO). Dari tangannya, polisi menemukan sabu seberat 3,64 gram yang dibeli seharga Rp 7 juta.
Atas perbuatannya, Agus informasinya di-PTDH atau dipecat secara tidak hormat. Saat ini, ia pun masih mengajukan banding atas status tersebut. (*)
Ilustrasi. Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). (sscasn.bkn.go.id)
batampos – Kementerian Agama menyiapkan 1.378 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2024 khusus penempatan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Warga yang berniat bisa mengajukan pendaftaran.
“Jumlah ini sudah sesuai dengan rumus yang diberikan oleh Kemenpan-RB, yaitu 10 persen dari jumlah rekruitmen tenaga teknis,” ujar Sekretaris Jenderal Kemenag Ali Ramdhani, Kamis (16/5).
Sebelumnya, Kepala Biro Kepegawaian Kemenag Wawan Djunaedi menyampaikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) memberikan formasi teknis CPNS 2024 untuk Kemenag sejumlah 13.780.
“Dan untuk IKN ini jumlahnya 10 persen dari jumlah tenaga teknis, seperti pula dengan yang ada di kementerian lain. 10 persennya dari 13.780 berarti 1.378,” jelas Wawan.
Lebih lanjut Wawan mengatakan bahwa Kementerian Agama dijadwalkan baru akan pindah ke IKN pada gelombang ketiga. Ia pun menuturkan gelombang ketiga diperkirakan baru akan berlangsung pada 2025-2026.
“Jadi sebelum pemindahan kantor pusat Kemenag ke IKN, rencananya ada dua opsi, mereka bisa ditempatkan di satker pusat di Jakarta atau difungsikan ke daerah terdekat,” ungkap Wawan. (*)
Tim Jitupasna dari Kabupaten Karimun dan Provinsi Kepri turun ke lokasi pemukiman warga yang terdampak musibah angin puting beliung
batampos– Tim Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) dan BPBD Provinsi Kepri sudah turun ke Karimun. Hal ini bertujuan untuk melakukan peninjauan ke lokasi sekaligus melakukan penilaian terhadap kerusakan rumah dan bangunan warga yang terdampak dari hantaman angin puting beliung pada Selasa (14/5).
”Mereka (Tim Jitupasna dan BPBD, red) dari Provinsi Kepri sudah datang dan tadi pagi kita sudah menggelar rapat kordinasi untuk menganani korban bencana puting beliung di tiga lokasi di Pulau Karimun,” ujar Kepala BPBD dan Damkar Kabupaten Karimun, Suwedi, Rabu (15/5).
Yang jelas, katanya, sampai dengan hari ini jumlah bangunan dan rumah yang rusak bertambah banyak dari hari pertama. Hal ini diketahui setelah pihaknya membuka Posko Pelaporan Korban bencana Angin Puting Beliung. Sehingga, jumlahs ementara saat ini sebanyak 148 unit yang tersebar di Kelurahan Baran Timur dan Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral dan satu lokasi di Kelurahan Sei Lakam Barat, Kecamatan Karimun.
”Pada pendataan awal di Kelurahan Baran Timur yang rusak sebanyak 37 bangunan. Namun, per hari ini (Rabu, red) jumlahnya menjadi 78 unit bangunan. Kemudian, untuk Kelurahan Sei Lakam Barat dari jumlah awal 16 menjadi 43 unit bangunan. Sedangkan, untuk Kelurahan Baran tetap 27 unit bangunan,” ungkapnya.
Dikatakan Suwedi, untuk itu Tim Jituopasna Provinsi Kepri dan Kabupaten karimun turun ebrsama melakukan penilaian ke lokasi. Termasuk juga untuk memberikan penilaian kerusakan bangunan milik warga dengan kategori rusak ringan, sedang atau rusak berat. Karena, dalam menentukan kerusakan akibat terdampak bencana ada batasan tertentu. Dan, yang tahu adalah Tim Jitupasna.
”Tim Jitupasna itu bukan hanya terdiri satu OPD saja. tapi, merupakan gabungan dari beberapa OPD. Seperti Dinas Sosial, BPBD, Kimpraswil dan PUPR. Untuk hasilnya berapa jumlah bangunan yang rusak ringan, sedang dan berat belum diketahui. Karena, tim masih berada di lapangan. Dan, hasilnya nanti akan disampaikan di dalam rapat bersama,” ungkap Suwedi. (*)
KONI Bintan menggelar rapat pleno tim penjaringan dan penyaringan bersama pengurus cabor dan badan fungsional Anggota KONI Kabupaten Bintan, Selasa (14/5/2024). F.KONI Bintan untuk Batam Pos.
batampos– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bintan akan menggelar musyawarah olahraga kabupaten (musorkab) pada 8 Juni 2024 mendatang.
Dalam musorkab itu, diagendakan pemilihan ketua umum KONI Kabupaten Bintan.
Ketua Panitia Musorkab 2024 KONI Kabupaten Bintan, Hendro Priyantono menyampaikan, pendaftaran bakal calon Ketua Umum KONI Kabupaten Bintan periode 2024-2028 telah dibuka mulai 15 sampai dengan 24 Mei 2024 mendatang.
Untuk pendaftaran diusulkan oleh ketua pengurus cabang olahraga (cabor) dan badan fungsional KONI Kabupaten Bintan.
Selanjutnya, tim penjaringan akan melakukan verivikasi berkas pendaftaran dan persyaratan administrasi bakal calon ketua umum KONI Kabupaten Bintan.
Rapat pleno penetapan bakal calon menjadi calon ketua umum KONI Kabupaten Bintan dilakukan pada 3 Juni 2024.
Kemudian, tim penjaringan akan mengumumkan hasil penjaringan, penyaringan bakal calon dan nama calon ketua umum KONI Bintan pada 4 Juni 2024 dan penyerahan nama calon ketua umum KONI Kabupaten Bintan kepada pimpinan sidang Pleno Musorkab KONI Bintan tahun 2024 dilakukan pada 8 Juni 2024.
Dia menjelaskan, tahapan penjaringan dan penyaringan bakal calon ketua umum hingga penetapan calon ketua umum KONI Bintan merupakan hasil musyawarah atau rapat pleno tim penjaringan dan penyaringan bersama pengurus cabor dan badan fungsional Anggota KONI Kabupaten Bintan, Selasa (14/5/2024).
“Dari tahapan tersebut, dibuka pendaftaran bakal calon Ketua Umum KONI Bintan periode 2024-2028, mulai Selasa (15/5/2024). Setelah pleno tadi, sebagian Anggota KONI sudah mengambil berkas. Pengurus cabor dan badan fungsional sudah bisa mendaftarkan bakal calon ketua,” jelasnya.
Kemudian, lanjut Hendro, bagi anggota KONI Bintan yang belum mengambil formulir atau berkas, bisa menghubungi Tim Penjaringan dan Penyaringan.
“Setelah tahapan penjaringan dan penyaringan bakal calon hingga penetapan calon ketua umum KONI Bintan periode 2024-2028, baru dilaksanakan Musorkab pada tanggal 8 Juni 2024, bulan depan. Pemilihan Ketua Umum KONI Bintan periode 2024-2028 akan dilakukan dalam sidang pleno Musorkab KONI Bintan tersebut,” jelasnya.
Selain penetapan tahapan penjaringan dan penyaringan calon ketua umum KONI Bintan periode 2024-2028, dalam rapat pleno Anggota KONI Bintan periode 2020-2024 tersebut, juga ditetapkan mekanisme penjaringan dan penyaringan bakal calon ketua umum serta syarat bakal calon ketua umum KONI Bintan periode 2024-2028. (*)
Anggota DPRD Kota Batam Siti Nurlailah saat dijumpai usai rapat paripurna, Rabu (15/5). F. Yulitavia
batampos – Gangguan saluran air atau drainase masih menjadi masalah yang belum dituntaskan hingga saat ini. Menyempitnya aliran air mengakibatkan terjadinya genangan hingga banjir.
Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Siti Nurlailah, ST, MT menyampaikan secara teknis kebutuhan drainase di Batam makin tinggi. Di beberapa titik banjir dilihat memang ada penyempitan aliran air, hingga tersumbat oleh tumpukan sampah.
“Untuk itu kami mendorong adanya ranperda yang mengatur tentang drainase yang terintegrasi. Nanti akan diatur hal yang dianggap penting dalam pembangunan drainase,” kata dia usai menghadiri Rapat Paripurna di Kantor DPRD Kota Batam, Rabu (15/5).
Ia mengakui pembangunan yang masif tidak akan berjalan dengan baik, tanpa ketersediaan sistem drainase yang baik. Saat ini Pemko Batam masih dihantui banjir atau genangan. Karakteristik daerah yang memiliki curah hujan tinggi menyebabkan banjir itu terjadi, karena aliran air tidak mampu menampung debit air.
“Ada wilayah yang bertahun- tahun hingga kini masih terus menghadapi banjir atau genangan itu, dan itu belum ada solusi sampai kini. Padahal Batam sudah mengusung slogan Batam Kota Baru yang moderen, namun banjir belum kelar- kelar,” ungkap anggota Fraksi PKS ini.
Untuk mewujudkan Batam yang bebas banjir atau genangan ini, perlu langkah serius dan bersama. Untuk itu, perlu adanya perda soal drainase ini.
“Tadi seharusnya kami sampaikan. Namun lamo minta waktu dulu karena ada beberapa hal teknis yang harus kami matangkan. Termasuk soal banjir atau genangan. Kita mau pakai istilah apa nanti, hingga penyelesaian persoalan drainase yang layak itu seperti apa,” terangnya.
Titik- titik banjir juga terus ada dan belum berhasil dituntaskan. Tidak saja di Sagulung, bahkan di kawasan bisnis Nagoya jika sudah hujan, langsung terjadi genangan.
Menurutnya, untuk mewujudkan kota baru, persoalan banjir ini harus bisa diselesaikan. Untuk itu, bisa dimulai dari pengelolaan aliran air di hilir hingga hulu. Sehingga ke beberapa tahun ke depan Batam benar- benar bisa bebas banjir.
“Kalau selama ini drainase yang disebut sebabkan banjir, maka ayo kita benahi bersama. Kami akan konsentrasi kalau pembahasan soal banjir ini. Karena masih menjadi keluhan di masyarakat. Kota baru harusnya tidak banjir,” tambah Siti.
Ia menambahkan master plan Batam ini harus diperbaharui sehingga kondisi yang terjadi saat ini bisa menjadi bahan evaluasi mulai dari sistem drainase dan lainnya.
“Drainase terintergrasi harus ada. Batam ini butuh penataan, agar banjir bisa diminimalisir,” tutupnya.(*)
Dapur umum dari Dinsos Karimun untuk kebutuhan logistik bagi warga terkena bencana. f,TRI
batampos– Paska bencana alam puting beliung, Selasa (14/5) diwilayah kelurahan Baran Timur, Baran Barat kecamatan Meral dan Sungai Lakam Barat kecamatan Karimun. Dinas Sosial (Dinsos) Karimun langsung membuka posko dapur umum, untuk kebutuhan logistik makanan bagi warga yang terdampak. Kepala Bidang Jaminan dan Perlindungan Sosial Dinsos Karimun Rizal mengatakan, hasil validasi data sementara ada 150 KK dengan jumlah jiwa kurang lebih 600 jiwa.
“Alhamdulillah, untuk distribusi makanan bagi saudara-saudara kita telah disalurkan. Sejak pagi untuk sarapan, makan siang dan makan malam,” terangnya, Rabu (15/5).
Posko dapur umum sendiri, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait sampai kapan akan dibuka dapur umum tersebut. Sehingga, masyarakat yang terdampak musibah dapat dipastikan akan mendapatkan bantuan makanan nantinya.
” Kita perkirakan, 1 KK itu ada 3 sampai 5 orang. Lauknya sarden, sayur-sayuran dan sebagainya yang dibantu Tagana dan dari warga setempat maupun pihak lainnya dalam proses memasak,” ungkapnya.
Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepri Muhammad Hasbi mengatakan, dari laporan BPBD Karimun data yang terkena sekitar 148 KK untuk sementara. Maka, pihaknya langsung terjun kelapangan untuk memastikan rumah warga yang terkena bencana.
“Nah, perlu digaris bawahi. Kita membantu tidak per KK, tapi kita bantu rumah yang terkena puting beliung. Kan, bisa satu rumah ada 2 KK,” tuturnya.
Dengan demikian, lanjut Hasbi bantuan tersebut secara tunai kerekening masing-masing pemilik rumah yang terdampak sesuai kerusakannya. Ada yang rusak berat, sedang dan ringan dengan batasannya maksimal rusak berat Rp50 juta, sedang Rp25 juta dan ringan Rp10 juta melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Provinsi Kepri.
” Dikarenakan bencana di Karimun ini cukup besar, maka Pemerintah Provinsi Kepri turun tangan. Tapi, Pemkab Karimun juga dapat menambah dipersilahkan. Contohnya, satu rumah rusak ringan kita (Pemprov Kepri) bantu maksimal Rp10 juta, ternyata telah dihitung mencapai Rp20 juta. Nah, Pemkab Karimun bisa nambah Rp5 juta lagi,” katanya.
Sedangkan, Kepala BPBD dan Pemadam Kebakaran Karimun Suwedi mengungkapkan data sementara total keseluruhan masyarakat yang terdampak angin puting beliung mencapai 148 KK di 3 kelurahan. Sedangkan, rumah maupun kios yang tersapu puting beliung atapnya ada 80 unit, seperti Wonosari kelurahan Baran Barat ada 27 rumah, Batu Lipai kelurahan Baran Timur 37 unit dan kelurahan Sei Lakam Barat 16 unit.
” Itu data sementara, kita sedang melakukan validasi terhadap pemilik rumah. Bisa berkurang, bisa bertambah dan satu orang jadi korban tapi sudah kembali keluarganya setelah dilakukan perawatan medis di RSUD M Sani kemarin (Selasa),” singkatnya.(*)
Dokter dan tim medis sedang menangani salah satu jamaah haji Indonesia yang menjalani perawatan di KKHI Arab Saudi pada Selasa (14/5) (Aris Imam/Jawa Pos)
batampos – Sejak awal kedatangan para JCH gelombang pertama asal Indonesia di Madinah, sebagian jamaah sudah menjalani perawatan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) PPIH Arab Saudi akibat masalah kesehatan.
Berdasarkan data KKHI daerah kerja (daker) Madinah hingga Selasa (14/5) pukul 15.00 Waktu Arab Saudi (WAS), total sudah ada 26 orang CJH yang mendapat perawatan di klinik tersebut.
Dari jumlah itu, enam pasien sempat masuk ruang rawat inap. Tiga di antaranya akhirnya dipulangkan setelah kondisinya dianggap membaik.
Sedangkan, dua lainnya masih dirawat. Satu lagi dirujuk ke rumah sakit.
Kabid Kesehatan KKHI PPIH Arab Saudi dr Indro Murwoko menjelaskan, mayoritas JCH yang sempat dirawat di klinik mengalami gangguan kesehatan ringan. Paling banyak akibat sakit gigi dan gangguan kesehatan akibat kelelahan.
”Sebagian besar sudah bisa pulang. Namun kami minta agar menjaga kondisinya,” katanya.
Sedangkan, Sebagian pasien lainnya masih membutuhkan penanganan lebih lanjut sehingga menjalani rawat inap.
Dia menjelaskan, sejak tiba di tanah suci, para jemaah itu memang sudah memiliki masalah kesehatan. Mulai dari hipertensi, vertigo, hingga masalah lain.
“Untuk itu, kami mengimbau kepada jamaah untuk tidak terlalu memforsir tenaga. Mengingat waktu pelaksanaan puncak haji masih lama,” katanya. (*)
Tim Sar gabungan mengevakuasi jenazah MA yang loncat dari Jembatan I Barelang, Rabu (15/5). F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos – Penyidik Polsek Sagulung pastikan jenazah pria yang ditemukan mengambang hanya mengenakan celana dalam di perairan Pulau Pecong, Kecamatan Belakangpadang, Rabu (15/5), adalah Muhammad Mahdi. Pemuda yang loncat dan menghilang di Jembatan I Barelang, Sabtu (11/5) lalu.
“Iya sudah kita cek dan memang cocok dengan korban yang hilang itu. Sudah hampir sepekan mencarinya dan jasadnya akhirnya ditemukan nelayan di Pulau Pecong,” kata Kanit Reskrim Polsek Sagulung Ipda Asmir.
Kecocokan ini berdasarkan hasil pemeriksaan media di rumah sakit dan juga keterangan keluarga korban.
“Selanjutnya kita akan bawa ke RS Bhayangkara untuk divisum dan lain sebagainya. Kalau sudah selesai jenazahnya baru diserahkan kembali ke keluarga,” ujar Asmir.
Seperti diberitakan sebelumnya seorang pemuda bernama M Mahdi dilaporkan terjun dan menghilang di Jembatan I Barelang, Sabtu (11/5). Tim SAR gabungan sudah menyisir ke lokasi kejadian semenjak laporan kehilangan masuk.
Kapolsek Sagulung Iptu Donal Tambunan sebut berdasarkan laporan awal, pemuda tersebut loncat dari Jembatan I karena cek cok dengan pasangan wanitanya. Saat itu dia datang ke Jembatan bersama seorang wanita menggunakan sepeda motor.
Di atas jembatan keduanya bertengkar dan sang wanita meninggalkannya. Diduga depresi dengan kejadian itu korban loncat dari atas Jembatan I Barelang dan menghilang.
“Saksi-saksi sudah kita mintai keterangan dan saat ini tim masih berusaha mencari keberadaan korban,” kata Donald.
Sebelum loncat korban berusaha menghubungi sang wanita tadi melalui ponsel salah satu pengunjung jembatan. Korban mengaku akan bunuh diri karena persoalan asmara mereka. (*)