Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 346

Makna Lampion Merah bagi Masyarakat Tionghoa Saat Imlek di Lingga

0
Deretan lampion di Jalan Pasar Dabo Singkep pada Selasa (3/2) malam. F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Perayaan Tahun Baru Imlek di Kabupaten Lingga selalu identik dengan pemasangan lampu lampion merah di rumah-rumah dan sepanjang lorong jalan. Cahaya lampion yang menyala di malam hari menciptakan suasana semarak dan memperindah lingkungan sekitar.

Ketua Persatuan Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Lingga, Kwetsan, mengatakan pemasangan lampion menjadi bagian penting dalam menyambut Tahun Baru Imlek setiap tahunnya.

“Dengan dipasangnya lampion di setiap rumah dan lorong-lorong jalan, suasana perayaan Imlek menjadi lebih meriah,” ujar Kwetsan, Selasa (2/2).

Selain sebagai hiasan, lampion juga memiliki makna simbolis bagi masyarakat Tionghoa. Kwetsan menjelaskan, dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, lampion dipercaya membawa keberuntungan atau hoki.

“Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, pemasangan lampion diyakini membawa hoki dan keberuntungan di tahun yang baru,” jelasnya.

Makna keberuntungan tersebut, kata dia, bukan terletak pada bentuk lampion, melainkan pada warna merah yang menjadi ciri khasnya.

“Warna merah bagi masyarakat Tionghoa adalah simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan harapan baik. Karena itu, lampion identik dengan warna merah,” tambahnya.

Keindahan lampion Imlek juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar. Banyak warga memanfaatkan suasana tersebut untuk berfoto dan mengabadikan momen bersama keluarga.

Salah seorang warga Dabo Singkep, Fatur, mengaku selalu menyempatkan diri berkeliling menikmati hiasan lampion saat perayaan Imlek.

“Biasanya setiap Imlek saya membawa istri dan anak-anak berkeliling melihat lampion, sambil berfoto dan membuat video bersama keluarga,” ujarnya.

Menurut Fatur, suasana lampion Imlek juga kerap membangkitkan kenangan masa kecil yang sulit dilupakan.

“Melihat lampion itu mengingatkan saya pada masa kecil dulu, bersepeda keliling kampung bersama teman-teman untuk bertamu ke rumah warga Tionghoa, yang biasa kami sebut konyen,” tuturnya.

Perayaan Imlek dengan hiasan lampion merah pun tidak hanya menjadi simbol budaya masyarakat Tionghoa, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan dan kehangatan bagi warga Lingga secara umum. (*)

Artikel Makna Lampion Merah bagi Masyarakat Tionghoa Saat Imlek di Lingga pertama kali tampil pada Kepri.

BPBD Catat 91 Kasus Kebakaran Terjadi di Bintan Sepanjang Januari 2026

0
Petugas Damkar memadamkan api di lahan yang terbakar di jalan raya Tanjungpinang – Tanjunguban. F. Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bintan meningkat tajam pada awal 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan mencatat sebanyak 91 kasus kebakaran terjadi sepanjang Januari 2026.

Wilayah Kecamatan Toapaya dan Gunung Kijang menjadi zona paling rentan karhutla. Dalam sehari, tercatat tiga hingga empat titik kebakaran terjadi di wilayah kerja UPT Damkar Toapaya, jumlah tersebut lebih tinggi dibanding wilayah lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah, mengatakan wilayah kerja UPT Damkar Toapaya yang meliputi Kecamatan Toapaya dan Gunung Kijang menjadi daerah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.

“Dalam satu hari bisa ada tiga sampai empat kejadian kebakaran di wilayah Toapaya dan Gunung Kijang,” ujar Ramlah, Rabu (4/2).

Ia menjelaskan, BPBD Bintan membagi wilayah kerja pemadam kebakaran ke dalam tiga unit, yakni UPT Damkar Toapaya, UPT Damkar Tanjunguban yang meliputi Kecamatan Bintan Utara, Seri Kuala Lobam, dan Teluk Sebong, serta UPT Damkar Bintan Timur yang mencakup Kecamatan Bintan Timur, Mantang, dan Bintan Pesisir.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Bintan telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Bintan Nomor 1 Tahun 2026 tentang antisipasi bahaya karhutla.

Surat tersebut menginstruksikan pengaktifan kembali satuan tugas karhutla di desa dan kelurahan, termasuk kesiapan peralatan serta keterlibatan aktif dalam penanganan kebakaran.

Namun demikian, Ramlah mengakui bahwa anggaran penanggulangan bencana tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan.

“Anggaran penanggulangan bencana tahun ini turun sekitar 50 persen dibandingkan tahun lalu, karena kebijakan efisiensi,” katanya.

Penurunan anggaran tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla. Oleh karena itu, BPBD mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pencegahan kebakaran.

“Kalau melihat api kecil, coba dipadamkan dulu secara manual. Jangan menunggu api membesar baru melapor ke pemadam,” imbaunya.

Terkait penyebab kebakaran, Ramlah menyebutkan pihaknya telah menyerahkan proses penyelidikan kepada kepolisian.

“Kami serahkan ke pihak kepolisian untuk menyelidiki penyebabnya,” ujarnya.

Menurutnya, kebakaran bisa dipicu berbagai faktor, mulai dari kondisi cuaca ekstrem, kelalaian manusia, hingga kemungkinan unsur kesengajaan.

BPBD Bintan juga mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan serta tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama saat cuaca panas dan kering.

“Jumlah kebakaran di Januari ini sudah 91 kasus. Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun lalu yang totalnya sekitar 174 kasus dalam setahun,” pungkas Ramlah. (*)

Artikel BPBD Catat 91 Kasus Kebakaran Terjadi di Bintan Sepanjang Januari 2026 pertama kali tampil pada Kepri.

Vonis Jaringan Vape Ilegal Batam, Eks Pegawai KSOP Batam Dipenjara Dua Tahun

0
Sidang vonis enam terdakwa jaringan penyelundupan liquid vape ilegal yang mengandung zat berbahaya. Salah satu terdakwa mantan pejabat Kantor KSOP Batam, di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (4/2). F. Azis Maulana/Batam Pos

batampos – Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan vonis berlapis terhadap enam terdakwa jaringan penyelundupan liquid vape ilegal yang mengandung zat berbahaya. Salah satu terdakwa merupakan mantan pejabat Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Batam.

Putusan dibacakan Ketua Majelis Hakim Tiwik dalam sidang yang digelar Rabu (4/2). Terdakwa Erik Mario Sihotang, mantan syahbandar di Pelabuhan Internasional Batam Center, divonis dua tahun penjara setelah dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar dakwaan primer jaksa.

“Para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dakwaan primer penuntut umum,” ujar Hakim Tiwik saat membacakan amar putusan.

Baca Juga: Cuaca Panas di Batam, Ini 5 Rekomendasi Es Bingsoo Paling Segar untuk Lepas Dahaga

Vonis terhadap Erik membuka rangkaian putusan bagi lima terdakwa lainnya. Zaidell alias Zack dijatuhi hukuman paling berat, yakni enam tahun penjara dan tetap ditahan. Muhammad Fahmi juga divonis enam tahun penjara.

Sementara Johan Sigalingging alias Jo dijatuhi pidana empat tahun penjara. Alhyzia Dwi Putri alias Putri divonis dua tahun enam bulan penjara, sedangkan Muhammad Syafarul Iman alias Ayung dijatuhi hukuman dua tahun penjara.

Putusan majelis hakim ini berbeda dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Batam. Dalam tuntutannya, JPU Gilang Prasetyo meminta Zaidell dan Fahmi masing-masing dihukum lima tahun penjara, sementara terdakwa lainnya dituntut antara tiga tahun enam bulan hingga empat tahun penjara.

Jaksa menilai Zaidell dan Fahmi berperan sebagai pengendali utama jaringan penyelundupan liquid vape dari Malaysia ke Batam.

Perkara ini bermula pada Mei 2025, saat Johan Sigalingging bertemu seorang pria bernama Rasyid—kini berstatus buronan—di kawasan Harbour Bay. Johan ditawari pekerjaan untuk membantu memasukkan cairan rokok elektrik dari Malaysia ke Indonesia.

Jaringan kemudian berkembang. Zaidell mengatur pasokan dan distribusi, sementara Fahmi berperan dalam pengendalian jaringan. Erik Mario, yang saat itu masih menjabat sebagai syahbandar, disebut memastikan koper berisi ribuan liquid vape dapat keluar dari Pelabuhan Batam Center tanpa pemeriksaan petugas.

Pada 26 Juni 2025, kapal Sindo 7 berangkat dari Stulang Laut, Johor, menuju Batam. Koper yang semula disebut berisi sekitar 500 botol liquid ternyata berisi ribuan unit. Koper tersebut kemudian diserahkan kepada Zaidell di Apartemen Citra Plaza, Lubuk Baja. Dari perannya, Erik Mario disebut menerima imbalan Rp13 juta.

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima informasi terkait transaksi liquid vape ilegal di kawasan Redfox Greenland, Batam Kota. Petugas melakukan penyamaran sebagai pembeli dan mengamankan Syafarul alias Ayung saat membawa tiga botol liquid vape.

Baca Juga: 10 Halte Baru Dibangun, Warga Batam Soroti Halte Lama yang Memprihatinkan

Pengembangan kasus mengarah kepada Putri yang ditangkap di Apartemen Citra Plaza. Penggeledahan di kamar yang ditempati Putri dan Zaidell menemukan 3.200 botol liquid vape dalam koper hitam, berikut sejumlah uang tunai. Polisi juga menangkap Fahmi dan Zaidell di lokasi tersebut.

Total barang bukti yang disita mencapai 6,6 liter cairan vape berbagai merek yang dikemas dalam ribuan cartridge pod.

Hasil uji Laboratorium Forensik Polda Riau Nomor 2196/NNF/2025 menyatakan cairan vape tersebut positif mengandung Etomidate, zat anestesi intravena yang berbahaya jika digunakan tanpa pengawasan medis. Zat ini dapat menyebabkan gangguan sistem saraf hingga berisiko fatal.

Para terdakwa dijerat Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Subsider, mereka juga didakwa melanggar Pasal 150 UU Kesehatan terkait peredaran rokok elektrik tanpa peringatan kesehatan. (*)

Artikel Vonis Jaringan Vape Ilegal Batam, Eks Pegawai KSOP Batam Dipenjara Dua Tahun pertama kali tampil pada Metropolis.

Legislator Kepri Sebut Krisis Air Pulau Bintan Seperti Bom Waktu, Waduk Kawal Jadi Harapan

0
Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua. F. dok. Batam Pos.

batampos – Legislator DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dari daerah pemilihan Kota Tanjungpinang, Rudy Chua, menilai persoalan air bersih di Pulau Bintan, khususnya Tanjungpinang, sudah berada pada kondisi mengkhawatirkan.

Rudy Chua mengibaratkan situasi saat ini ibarat bom waktu yang bisa meledak sewaktu-waktu.

“Beberapa waktu lalu, ada dua persoalan serius di Pulau Bintan, yakni listrik dan air,” kata Rudy Chua, Rabu (4/2), di Tanjungpinang.

Politikus Partai Hanura yang duduk di Komisi II DPRD Kepri itu menyebut, persoalan kelistrikan kini relatif telah teratasi setelah tuntasnya pembangunan kabel laut Batam–Bintan.

“Namun persoalan air hingga sekarang belum teratasi. Apalagi saat ini musim kemarau, banyak sumur warga yang mulai mengering,” ujarnya.

Rudy menilai, salah satu harapan jangka menengah untuk mengatasi krisis air di Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan adalah pengoperasian Waduk Kawal yang pembangunannya telah rampung sejak 2019.

“Dengan kapasitas sekitar 400 liter per detik, Waduk Kawal sangat diharapkan bisa memperkuat pelayanan air bersih ke masyarakat. Bahkan untuk Tanjungpinang, potensinya bisa menambah sekitar 10 ribu sambungan baru,” tegasnya.

Namun demikian, legislator yang telah hampir seperempat abad duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Kepri itu menekankan pentingnya keberlanjutan program Balai Wilayah Sungai (BWS) IV agar tetap terealisasi pada 2027 mendatang.

“Kendala utamanya ada pada pembangunan jaringan pipanisasi dari Waduk Kawal ke Waduk Gesek sepanjang kurang lebih 21 kilometer. Ini membutuhkan anggaran sekitar Rp150 miliar,” jelas Rudy.

Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Kepri, Abdul Kholik Pazdawani, sebelumnya mengungkapkan bahwa Pulau Bintan, yang mencakup Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, saat ini mengalami defisit air bersih mencapai 500 liter per detik.

“Sampai saat ini, Tanjungpinang dan Bintan masih mengalami defisit sekitar 500 liter per detik,” ujar Abdul Kholik.

Menurutnya, solusi jangka pendek yang diharapkan mampu mengurangi krisis air bersih adalah interkoneksi antara Waduk Kawal dan Waduk Gesek. Namun hingga kini, belum ada kepastian waktu pelaksanaannya.

“Saat ini kami masih menerapkan manajemen distribusi air secara bergilir, karena kapasitas air yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan secara keseluruhan,” pungkasnya. (*)

Artikel Legislator Kepri Sebut Krisis Air Pulau Bintan Seperti Bom Waktu, Waduk Kawal Jadi Harapan pertama kali tampil pada Kepri.

Saat Emas Tembus Rp3 Juta Lebih, Pecahan 0,5 dan 1 Gram Jadi Primadona

0
Pengunjung saat melihat emas yang dipajang di etalase toko Emas Banda Baru di Mega mall, Senin (12/1). Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Harga emas batangan Antam pada perdagangan Rabu (4/2) tercatat berada di level Rp3.129.000 untuk pecahan 1 gram. Kenaikan harga ini memicu pertanyaan mengenai daya beli masyarakat, khususnya di Batam yang dikenal sebagai salah satu pasar emas aktif di Kepri.

Berdasarkan daftar harga di Pegadaian, emas Antam pecahan 0,5 gram dijual Rp1.620.000. Sementara itu, ukuran 2 gram dipatok Rp6.191.000 dan 3 gram sebesar Rp9.259.000. Untuk ukuran lebih besar, emas 5 gram dijual Rp15.395.000 dan 10 gram mencapai Rp30.729.000.

Meski harga terbilang tinggi, minat masyarakat Batam terhadap logam mulia disebut masih relatif stabil. Penjual emas di Batam, Andi Wijaya, mengatakan, bahwa tren kenaikan harga justru tidak sepenuhnya menekan permintaan.

“Memang ada sebagian masyarakat yang menahan pembelian karena menunggu harga terkoreksi. Tapi, enggak sedikit juga yang tetap membeli karena melihat emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi,” katanya.

Ia menjelaskan, saat harga emas berada di level tinggi, pola pembelian cenderung bergeser ke pecahan kecil. Produk 0,5 gram dan 1 gram menjadi yang paling diminati karena lebih terjangkau.

Sementara itu, pembelian dalam ukuran besar seperti 5 gram dan 10 gram umumnya dilakukan oleh investor yang sudah memiliki perencanaan jangka panjang. “Biasanya mereka tidak terlalu terpengaruh fluktuasi harian. Fokusnya lebih ke akumulasi aset,” tambahnya.

Terkait ketersediaan stok, ia memastikan pasokan emas dalam kondisi aman. “Stok saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami juga terus berkoordinasi dengan pusat untuk memastikan suplai tetap lancar,” ujar Andi.

Momentum kenaikan harga emas sering kali diiringi peningkatan transaksi jual kembali alias buyback, seiring masyarakat yang ingin merealisasikan keuntungan. Namun secara umum, transaksi pembelian masih mendominasi.

Tren harga emas yang terus meningkat dipengaruhi faktor global, termasuk fluktuasi nilai tukar dolar AS dan ketidakpastian pasar internasional. Dalam situasi seperti ini, emas kerap menjadi pilihan investasi yang dianggap relatif aman.

Dengan harga yang telah menembus Rp3,1 juta per gram, masyarakat Batam kini dihadapkan pada dua pilihan: menunggu koreksi harga atau tetap mengakumulasi emas sebagai instrumen proteksi nilai. (*)

Artikel Saat Emas Tembus Rp3 Juta Lebih, Pecahan 0,5 dan 1 Gram Jadi Primadona pertama kali tampil pada Metropolis.

Jelang Imlek 2026, Dishub Lingga Ajukan Penambahan Armada Penyeberangan

0
Aktivitas penumpang di Pelabuhan Ferry Jagoh, Kabupaten Lingga. F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga mewacanakan penambahan armada kapal laut untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Tahun 2026.

Langkah ini disiapkan guna memastikan kelancaran arus penumpang, khususnya masyarakat Kabupaten Lingga yang berada di luar daerah seperti Batam dan Tanjungpinang, agar dapat kembali ke kampung halaman untuk merayakan Imlek bersama keluarga.

Kepala Bidang Laut Dishub Lingga, Ardiansyah, mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat permintaan penambahan armada kepada seluruh agen pelayaran yang melayani rute penyeberangan menuju dan dari Kabupaten Lingga.

“Kami sudah menyampaikan surat permintaan penambahan armada kapal laut. Jika menjelang perayaan Imlek terjadi lonjakan penumpang, maka armada tambahan sudah siap dioperasikan,” ujar Ardiansyah, Rabu (3/2).

Selain menyiapkan armada tambahan, Dishub Lingga juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk TNI dan Polri, untuk pengamanan dan pengaturan aktivitas di sejumlah pelabuhan utama.

Beberapa titik yang menjadi fokus pengamanan antara lain Pelabuhan Jagoh dan Pelabuhan Sungai Tenam, yang diprediksi akan mengalami peningkatan aktivitas penumpang.

“Pengamanan ini bertujuan agar aktivitas di pelabuhan tetap tertib, aman, dan lancar selama periode arus mudik dan balik Imlek,” jelasnya.

Di sisi lain, Dishub Lingga juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan laut agar terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG.

“Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, kami minta masyarakat tidak memaksakan diri untuk berlayar. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama,” pungkas Ardiansyah. (*)

Artikel Jelang Imlek 2026, Dishub Lingga Ajukan Penambahan Armada Penyeberangan pertama kali tampil pada Kepri.

IKM Batam Kawal Persidangan Sengketa Lahan, Minta Putusan Seadil-adilnya

0
Ketua DPD IKM Kota Batam, H. Yunasril, saat bersama Ketua Umum IKM, Andre Rosiade.

batampos – Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Batam menyatakan ikut terpanggil untuk mengawal proses persidangan yang saat ini tengah bergulir antara Marion dengan BP Batam, yang juga berkaitan dengan persoalan lahan yang dibuka oleh Yayasan Pagaruyung.

Ketua DPD IKM Kota Batam, H. Yunasril, mengatakan keterlibatan IKM bukan dalam rangka melakukan intervensi terhadap proses hukum, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan yang dinilai telah berlarut-larut dan menyangkut rasa keadilan.

“IKM ikut terpanggil untuk mengawal jalannya persidangan ini. Kami prihatin karena persoalan ini sudah berlangsung cukup lama dan menyita perhatian banyak pihak,” ujar Yunasril, Rabu (4/2).

Baca Juga: IKM Batam Minta Sengketa IKSB–Yayasan Pagaruyung Disikapi Adil, Dorong Musyawarah

Ia menegaskan, IKM berharap aparat penegak hukum dapat menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya, sesuai dengan norma hukum, norma peradilan, serta berlandaskan asas keadilan.

“Kami meminta kepada penegak hukum agar memberikan putusan yang seadil-adilnya, sesuai dengan norma-norma pengadilan dan norma hukum yang berlaku, dengan tetap mengedepankan asas keadilan,” tegasnya.

Menurut Yunasril, sikap IKM dalam perkara ini murni sebagai bentuk kepedulian sosial dan kekeluargaan. IKM, kata dia, tidak memiliki niat sedikit pun untuk mencampuri atau memengaruhi proses persidangan yang sedang berjalan.

“Perlu kami tegaskan, IKM tidak bermaksud melakukan intervensi. Kami hanya ingin menjaga agar proses persidangan berjalan sebagaimana mestinya dan berharap besar perkara ini diputus secara objektif dan adil,” katanya.

Lebih lanjut, Yunasril menyampaikan bahwa apa pun hasil putusan pengadilan nantinya, IKM tetap akan menghormati proses hukum yang telah dilalui. Namun, apabila putusan tersebut dirasa belum memenuhi rasa keadilan, IKM tetap akan menempuh langkah-langkah sesuai aturan yang berlaku.

“Bilamana putusan nanti tidak sesuai dengan keinginan atau harapan, IKM tetap menghormati proses persidangan. Kami tidak akan melakukan intervensi. Namun sebagai warga perantauan asal Sumatera Barat, tentu kami akan memfasilitasi pembelaan atau upaya mencari keadilan melalui koridor dan jalur hukum yang sah,” jelasnya.

Selain itu, IKM juga mengimbau seluruh pihak agar tetap menjaga situasi yang kondusif di tengah masyarakat dan tidak terpancing pada tindakan-tindakan yang dapat menimbulkan kegaduhan.

“Kami mengimbau agar semua pihak tetap menjaga kerukunan, tidak membuat suasana menjadi gaduh apalagi rusuh. Mari kita percayakan persoalan ini kepada mekanisme hukum yang ada,” tutup Yunasril. (*)

Artikel IKM Batam Kawal Persidangan Sengketa Lahan, Minta Putusan Seadil-adilnya pertama kali tampil pada Metropolis.

Sidang Korupsi Minyak: Ahli Ragukan Perhitungan Kerugian Negara Rp 2,9 Triliun

0
Mohammad Mahsun saat dihadirkan sebagai ahli dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak dan produk kilang dengan terdakwa Kerry Riza, Selasa (3/2). (Ridwan/JawaPos.com)

batampos – Ahli akuntansi forensik Mohammad Mahsun mengungkapkan bahwa PT Pertamina (Persero) berpotensi menghemat hingga USD 9,6 juta dari penyewaan terminal bahan bakar minyak (BBM) milik PT Orbit Terminal Merak (OTM) selama periode 2014–2025.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahsun saat memberikan keterangan sebagai ahli dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak dan produk kilang dengan terdakwa beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa, Muhammad Kerry Adrianto Riza, serta terdakwa lainnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (3/2).

Dalam persidangan, Mahsun menyatakan sependapat dengan keterangan ahli lainnya, Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia Rhenald Kasali, yang menyebut harga pembelian BBM jenis RON dari Singapura lebih mahal sekitar USD 2 per barel.

Mahsun membandingkan biaya pengadaan dan pengangkutan BBM sebelum dan sesudah penggunaan terminal BBM milik PT OTM. Menurutnya, tanpa memanfaatkan terminal tersebut, total arus keluar biaya Pertamina mencapai sekitar USD 24,5 miliar.

“Sebelum ada terminal OTM, Pertamina harus membeli BBM dari Singapura dengan harga yang lebih tinggi. Fakta yang kami temukan menunjukkan kondisi yang sama,” ujar Mahsun di persidangan.

Sementara itu, total biaya pembelian dan pengangkutan BBM dengan menggunakan terminal PT OTM tercatat sebesar USD 23,9 miliar. Dari selisih kedua angka tersebut, Mahsun menilai terdapat potensi penghematan sekitar USD 9,6 juta.

“Tanpa terminal OTM nilainya 24,5, sedangkan dengan OTM 23,9. Selisih ini memberikan keuntungan bagi Pertamina dan mengurangi potensi inefisiensi sekitar USD 9,6 juta,” jelasnya.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Mahsun menegaskan bahwa penyewaan terminal BBM PT OTM justru memberikan efisiensi dari sisi ekonomi bagi Pertamina.

“Inilah gambaran yang dapat saya sampaikan kepada Yang Mulia, bahwa penggunaan atau sewa terminal OTM secara ekonomis membuat Pertamina lebih efisien,” katanya.

Selain itu, Mahsun menyoroti perhitungan kerugian negara sebesar Rp 2,9 triliun dalam perkara penyewaan terminal BBM yang didakwakan jaksa penuntut umum (JPU). Ia menilai perhitungan tersebut harus dilakukan secara cermat dan komprehensif.

Mahsun menjelaskan, nilai Rp 2,9 triliun merupakan total pembayaran jasa sewa terminal BBM selama periode 2014–2024 yang diterima PT OTM. Namun, terdapat biaya operasional perusahaan sebesar Rp 1,7 triliun yang perlu diperhitungkan.

“Untuk menghasilkan nilai Rp 2,9 triliun tersebut, perusahaan mengeluarkan biaya operasional sekitar Rp 1,7 triliun. Unsur ini tidak bisa diabaikan,” ujarnya.

Selain biaya operasional, PT OTM juga menanggung kewajiban perpajakan sebesar Rp 118 miliar. Dengan demikian, Mahsun menegaskan nilai Rp 2,9 triliun tidak dapat serta-merta dianggap sebagai keuntungan bersih perusahaan.

“Inilah yang kami sebut sebagai net economic impact. Nilai tersebut tidak bisa langsung dinikmati karena perusahaan harus menanggung pendanaan, termasuk akibat jeda pembayaran yang tertunda, dengan nilai mencapai sekitar Rp 1,8 triliun,” jelasnya.

Mahsun menegaskan bahwa penghitungan kerugian negara tidak dapat hanya didasarkan pada besarnya penerimaan perusahaan, melainkan harus memperhitungkan seluruh biaya operasional dan kewajiban perpajakan secara menyeluruh.

Dalam perkara ini, Muhammad Kerry Adrianto Riza, Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim Dimas Werhaspati, serta Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak Gading Ramadhan Joedo didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp 285,1 triliun.

Jaksa penuntut umum menilai salah satu perbuatan yang merugikan negara adalah kerja sama penyewaan Terminal BBM Merak antara PT Jenggala Maritim dan PT Orbit Terminal Merak dengan PT Pertamina Patra Niaga, meskipun saat itu Pertamina disebut belum membutuhkan tambahan terminal BBM. Nilai kerugian dari kerja sama tersebut ditaksir mencapai Rp 2,9 triliun.

Para terdakwa didakwa melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

Artikel Sidang Korupsi Minyak: Ahli Ragukan Perhitungan Kerugian Negara Rp 2,9 Triliun pertama kali tampil pada News.

KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil di Luar Negeri

0
KPK membuka peluang untuk memanggil Aura Kasih terkait aktivitas Ridwan Kamil di luar negeri. (Instagram: aurakasih)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memanggil pesohor Aura Kasih untuk dimintai keterangan terkait aktivitas Ridwan Kamil (RK) di luar negeri saat menjabat Gubernur Jawa Barat periode 2018–2023.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penyidik akan memanggil pihak-pihak yang dinilai dapat memberikan penjelasan terkait aktivitas Ridwan Kamil, baik di dalam maupun luar negeri.

“Ya, terkait dengan aktivitas RK, baik di dalam maupun di luar negeri, tentu nanti penyidik akan memanggil pihak-pihak yang diduga bisa menjelaskan dan menerangkan berkaitan dengan aktivitas-aktivitas tersebut,” ujar Budi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/2).

Menurut Budi, pemeriksaan tersebut tidak hanya berfokus pada aktivitas yang dilakukan, tetapi juga menyangkut pembiayaan kegiatan tersebut. Hal ini dilakukan untuk menelusuri sumber dana yang digunakan.

“Karena ini nanti akan kami kaitkan dengan sumber biaya tersebut,” katanya.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai kemungkinan pemanggilan Aura Kasih, Budi belum memberikan kepastian. Ia menegaskan, KPK akan menyampaikan informasi lebih lanjut apabila penyidik telah menentukan pihak-pihak yang akan dipanggil.

“Terkait dengan siapa-siapanya yang nanti akan dimintai keterangan, nanti kami akan update,” ujarnya.

Saat ini, KPK tengah mengusut dugaan korupsi pengadaan iklan pada Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) periode 2021–2023. Dalam perkara tersebut, KPK telah menetapkan lima orang tersangka pada 13 Maret 2025.

Kelima tersangka itu adalah Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi (YR), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank BJB Widi Hartoto (WH), Pengendali Agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan (IAD), Pengendali Agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress Suhendrik (SUH), serta Pengendali Agensi Cipta Karya Sukses Bersama Sophan Jaya Kusuma (SJK).

Penyidik KPK memperkirakan kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai sekitar Rp 222 miliar.

Sebelumnya, pada 10 Maret 2025, KPK menggeledah rumah Ridwan Kamil dalam rangka penyidikan perkara Bank BJB dan menyita sejumlah barang, termasuk sepeda motor dan mobil. Selanjutnya, pada 2 Desember 2025, Ridwan Kamil memenuhi panggilan KPK sebagai saksi dalam kasus tersebut. (*)

Artikel KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil di Luar Negeri pertama kali tampil pada News.

Euromaritime Jadi Panggung Batam Menarik Investasi Maritim

0

batampos – Batam kian mempertegas perannya sebagai simpul strategis dalam jalur perdagangan global melalui keikutsertaan BP Batam pada pameran Euromaritime 2026 di Marseille, Prancis.

Batam tidak lagi diposisikan sekadar sebagai kawasan industri penunjang, melainkan diperkenalkan sebagai platform operasional industri maritim yang berada di jantung pelayaran Selat Malaka dan Singapura.

Dalam sesi forum diskusi, Anggota/Bidang Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, tampil sebagai pembicara. Ia menekankan bahwa daya saing Batam ditopang oleh kombinasi lokasi strategis, status kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ), serta ekosistem industri maritim yang telah terbangun solid.

“Batam tidak hanya unggul secara geografis, tetapi juga siap dari sisi industri. Kami berada di jalur perdagangan dunia dan siap menjadi mitra strategis dalam rantai pasok global,” kata Fary, di hadapan pelaku industri maritim Eropa.

Agenda BP Batam di Marseille diawali dengan pertemuan bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Marseille yang menyatakan dukungan terhadap langkah Batam memperluas jejaring kerja sama ekonomi Indonesia di kawasan Eropa.

Partisipasi dalam Euromaritime dinilai sejalan dengan upaya diplomasi ekonomi Indonesia untuk mendorong kawasan strategis nasional masuk dalam jaringan industri global.

“Kehadiran BP Batam di Euromaritime mencerminkan meningkatnya perhatian dan kepercayaan internasional terhadap Batam sebagai mitra strategis di sektor maritim dan investasi,” ujar Konsul Jenderal RI di Marseille, Dian Kusumaningsih.

Minat pelaku industri Eropa terlihat dari respons positif terhadap skala industri galangan kapal di Batam, yang menjadi salah satu yang terbesar dan paling terkonsentrasi di Asia Tenggara.

Sejumlah perusahaan maritim di Prancis menyatakan ketertarikan menjajaki peluang kolaborasi, mulai dari desain kapal, industri pendukung perkapalan, hingga layanan maritim lainnya.

Peluang tersebut akan ditindaklanjuti melalui agenda business matching yang direncanakan berlangsung di Batam pada Maret 2026.

Keikutsertaan BP Batam dalam Euromaritime 2026 turut didukung delegasi daerah dan teknis, antara lain Ketua Kadin Kepulauan Riau Mustava, Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni, serta Direktur Investasi BP Batam Dendi Gustinandar.

Kehadiran delegasi tersebut mencerminkan sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat promosi investasi Batam di tingkat internasional.

Didorong realisasi investasi sebesar Rp69,3 triliun sepanjang 2025, Batam tidak hanya mampu bertahan di tengah ketidakpastian global, tetapi juga naik kelas dari kawasan industri regional menjadi pemain yang mulai diperhitungkan dalam arsitektur maritim dunia. (*)

Artikel Euromaritime Jadi Panggung Batam Menarik Investasi Maritim pertama kali tampil pada Metropolis.