
batampos – Data pemilih untuk pelaksanaan Pilkada 2024 mulai disiapkan. Diprediksi, jumlah pemilih secara nasional yang berhak mencoblos pada 27 November mencapai 207.110.768 orang. Terdiri dari 103.228.748 pemilih laki-laki dan 103.882.020 perempuan.
Angka itu berdasarkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang dimiliki Kementerian Dalam Negeri. Jika dibandingkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 yang berjumlah 204.807.222, terjadi kenaikan sekitar 2,3 juta.
Data DP4 itu sendiri, kemarin telah diserahkan langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kepada KPU RI. Tito mengatakan, data tersebut tidak hanya mencakup pemilih yang memenuhi syarat per kemarin. Namun juga telah memasukkan potensi pemilih muda yang baru memasuki usia 17 tahun setelahnya hingga 27 November 2024.
”Pemilih potensial ini menjadi dasar karena di Kemendagri ada dukcapil dan itu te-record,” ujarnya di Kantor KPU RI, Jakarta.
Tito mengatakan, angka tersebut dipastikan masih akan berubah.
Sebab, perubahan data kependudukan sangat dinamis. Baik itu disebabkan oleh kematian, pernikahan, pindah penduduk, hingga perubahan status TNI/Polri.
”Kalau ada yang masuk jadi anggota TNI-Polri otomatis akan berkurang,” imbuhnya. Untuk itu, updating data akan dilakukan secara berkala.
Dalam kesempatan itu, Tito juga mengingatkan KPU untuk menjaga keamanan data, mengingat rincian sangat detail. Sesuai UU Perlindungan Data Pemilih, per Oktober 2024 kebocoran data akan mendapat sanksi hukum.
Baca Juga: Inflasi April 2024 Tembus 3 Persen, Tarif Transportasi Penyebabnya
”Sistem keamanan untuk cyber security terutama, tolong dari teman-teman KPU, betul-betul bisa dijaga,” jelasnya. Pemerintah, bersama kementerian lembaga terkait akan melakukan backup.
Sementara itu, Komisioner KPU RI Betty Epsilon Idroos mengatakan, usai menerima DP4, KPU akan melakukan sinkronisasi data. Kemudian, data juga masih harus dilakukan pemutakhiran data melalui pencocokan dan penelitian (coklit) lapangan.
”Jadi rangkaian datanya akan sangat panjang sehingga memang KPU memerlukan pastisipasi masyarakat untuk ngecek datanya,” ujarnya.
Pengecekan dilakukan nantinya akan disiapkan pada laman cekdptonline.kpu.go.id. Jika nanti ada pemilih yang belum masuk, selama proses coklit bisa disampaikan.
Terkait keamanan data yang disinggung Mendagri, Betty memastikan itu jadi perhatian. Satgas keamanan siber yang dibentuk bersama banyak lembaga akan membantu menjaga data KPU. Wanita berdarah Minang itu optimistis bisa melakukannya.
”Yang bisa kita usahakan adalah menjaga data pemilih,” kata Betty. (*)
Sumber: JP group









