Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 3475

Terbukti Aborsi, Mantan Karyawan Mukakuning Divonis 9,5 Tahun Penjara

0
IMG 20240402 154554 scaled e1712092425988
Terdakwa Ernawati usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (2/4). F.Yashinta

batampos – Ernawati, mantan karyawan pabrik di kawasan Mukakuning, Batam hanya bisa menangis saat divonis bersalah majelis hakim Pengadilan Negeri Batam. Apalagi, saat mendengar vonis hakim terhadap dirinya dengan pidana penjara 9 tahun dan 6 bulan.

Meski lebih ringan dari tuntutan jaksa 12 tahun, menurutnya hukuman itu terlalu tinggi. Karena itu, melalui kuasa hukumnya, Fransiskus Dwi pikir-pikir atas tuntutan itu.

Sidang vonis terhadap Ernawati dipimpin oleh hakim Sapri Tarigan. Dalam amar putusan ditegaskan hakim Sapri bahwa perbuatan Ernawati tak ada alasan pemaaf dan pembenar.

Baca Juga: Sabu 205 Gram Diselundupkan di Kaos Dalam, Pelaku Ditangkap di Bandara Hang Nadim Batam

Hal itu karena terdakwa telah menghilangkan nyawa anak yang sedang dikandung. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam pasal 80 ayat 3 dan 4 UU perlindungan anak.

“Hal itu disimpulkan dari keterangan saksi dan terdakwa selama proses pembuktian berlangsung,” ujar Sapri, Selasa (28/5).

Namun, hakim punya pertimbangan hukuman memberatkan dan meringankan terdakwa. Hal memberatkan, perbuatan terdakwa telah menghilangkan nyawa anak yang seharusnya mendapat kasih sayang darinya. Hal meringankan, terdakwa menyesali perbuatannya, belum pernah dihukum, dan merasa bersalah.

“Memperhatikan unsur pasal telah terpenuhi, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan 9 tahun dan 6 bulan. Memerintahkan terdakwa tetap ditahan,” sebut Sapri Tarigan.

Baca Juga: Jembatan Babin Segera Dibangun, Pulau Batam dan Bintan Ditargetkan Terhubung Tahun 2025

Mendengar vonis itu Ernawati langsung menangis. Melalui kuasa hukumnya Fransiskus Dwi kemudian menyatakan pikir-pikir.

“Kami pikir-pikir, ” sebut Dwi. Hal senada juga diucapkan jaksa penuntut umum (JPU) yang menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya, Ernawati, mantan karyawan pabrik Mukakuning dituntut 12 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (14/5). Wanita berusia 22 tahun ini dinilai terbukti melakukan aborsi hingga menghilangkan nyawa anak yang sedang dikandungnya.

Diketahui Erna ditangkap usai ketahuan melahirkan bayi di toilet pabrik pada bulan Desember 2023 lalu. Bayi itu merupakan hubungan gelap antara terdakwa dan sang kekasih. Bayi itu di simpan di dalam lemari. Saat diperiksa kondisi bayi sudah meninggal. (*)

 

Reporter: Yashinta

Mancing, Nelayan Bintan Dilaporkan Hilang Kontak

0
Petugas SAR gabungan menyisir lokasi dilaporkannya korban hilang kontak saat memancing di perairan Pulau Mubut, Selat Riau pada Kamis (30/5/2024). F.Pangkalan PLP Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos– Seorang nelayan asal Bintan, Putra Priliansa, 28, dilaporkan hilang kontak saat memancing di perairan Pulau Mubut, Selat Riau pada Kamis (30/5/2024).

Kasatpolair Polres Bintan, Iptu Sarianto mengatakan, korban dilaporkan warga Desa Pangkil, Kecamatan Teluk Bintan.

Sebelum dilaporkan hilang, korban pergi memancing sekira pukul 04.00 WIB.

“Korban berangkat waktu subuh untuk memancing lalu dilaporkan hilang kontak,” katanya saat dihubungi, Kamis (30/5/2024) malam.

Tim SAR gabungan dari Pangkalan PLP Tanjunguban dan Basarnas Tanjungpinang dibantu masyarakat telah melakukan pencarian di lokasi hilangnya korban.

BACA JUGA: Hilang Usai Terjatuh ke Laut, Kru Kapal Pukat Ikan Ditemukan Selamat 

“Besok kita akan lakukan pencarian. Untuk titik pencarian akan dibagi,” ujarnya.

Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban, Sugeng Riyono membenarkan adanya nelayan asal Desa Pangkil, Kecamatan Teluk Bintan yang hilang kontak saat memancing di perairan Pulau Mubut, Selat Riau. Diduga, pompong yang dinaiki korban tenggelam.

Dia mengatakan, Petugas SAR gabungan telah menyisir di lokasi hilangnya korban namun hanya menemukan senter milik korban yang masih menyala.

Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan penyisiran di lokasi tenggelamnya pompong korban hingga sekira pukul 18.00 WIB, namun korban belum ditemukan.

“Pencarian akan dilanjutkan besok (Jumat, 31/5/2024) pagi,” ujarnya. (*)

Reporter: Slamet N

Jokowi Perintahkan Kapolri Kawal Kasus Vina Cirebon

0
Presiden Jokowi (Setpres)

batampos – Kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita alias Vina Cirebon dan teman lelakinya Muhammad Rizky mendapat atensi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diperintahkan untuk mengawal kasus tersebut secara terbuka dan transparan.

“Tanyakan ke Kapolri. Saya sudah menyampaikan agar kasus itu betul-betul dikawal dan transparan, terbuka semuanya,” kata Presiden Jokowi seperti dilansir Antara, Kamis (30/5).

Sebagaimana diketahui, Kamis ini Presiden memang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel). Di sana mantan gubernur DKI Jakarta itu melakukan tinjauan langsung ke Pasar Lawang Agung.

Di sela-sela kunjungan itu Presiden mendapat pertanyaan dari awak media perihal viralnya kasus pembunuhan Vina di Cirebon tersebut.

Presiden meminta agar tidak ada yang perlu ditutupi terhadap berjalannya proses hukum kasus Vina. “Tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Kalau ada,” kata Presiden Jokowi menambahkan.

Kasus pembunuhan Vina Cirebon memasuki babak baru setelah satu dari tiga tersangka berhasil ditangkap Polda Jawa Barat bersama Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, setelah delapan tahun buronan.

Pelaku yang berhasil ditangkap berinisial Pegi Setiawan alias Perong, yang diduga merupakan otak dari pembunuhan dan pemerkosaan Vina.

Pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Vina terjadi Agustus 2016. Remaja Cirebon itu dibunuh bersama kekasihnya, Muhammad Rizky.

Saat itu, ada 11 pelaku yang terlibat dalam peristiwa tragis tersebut. Namun, baru delapan tersangka yang ditangkap dan diproses hukum, hingga dipidana. Tiga tersangka lainnya, masih buron sampai saat ini.

Ketiga pelaku yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dengan perkiraan usianya saat ini, yakni Pegi alias Perong, 30; Andi, 31; dan Dani, 28 tahun.

Kasus ini kembali mencuat setelah film berjudul “Vina: Sebelum 7 Hari” mendapat perhatian publik disebabkan kasus tersebut masih menyisakan tiga tersangka yang belum tertangkap. (*)

Sumber: JP Group

Polisi Gerebek Pengedar Narkoba di Hotel

0
Polisi saat melakukan penggrebekan di salah satu hotel di Tanjungpinang. F. Tangkapan layar

batampos– Satnarkoba Polresta Tanjungpinang menggerebek salah satu hotel di kawasan Tanjungpinang Barat. Hasilnya tiga pengedar narkoba yang masuk DPO (Daftar Pencarian Orang) berhasil diciduk.

Kasat Resnarkoba Polresta Tanjungpinang Kompol Arsyad Riyandi mengatakan dalam penggerebekan, pihaknya menangkap tiga pengedar narkoba dan sejumlah barang bukti sabu 1,8 gram, timbangan digital, alat hisap sabu (bong), tiga ponsel dan sepeda motor.

“Setelah dapat informasi, kami berhasil menangkap tiga pengedar narkoba di salah satu hotel di Tanjungpinang, Kamis lalu,” ungkapnya, Kamis (30/5).

BACA JUGA: Polisi Sita 1,6 Kg Sabu, 763 Butir Ekstasi dan 60 Pil Happy Five dan Tangkap Tiga Pengedar Narkoba

Arsyad menjelaskan, tiga pengedar yakni Aldo, Vhatriya dan Jian Dita merupakan DPO Satnarkoba Polresta Tanjungpinang. Penetapan status DPO itu merupakan hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya.

“Mereka ini (tiga pengedar) masuk sindikat narkoba,” jelas Kasat.

Arsyad menambahkan, sindikat pengedar narkoba ini sering mengedarkan sabu di Tanjungpinang. Buktinya dari transkrip komunikasi transaksi dari ponsel tiga pengedar.

“Saat ini kami masih melakukan pengembangan terkait siapa bandar yang menjadi pemasok sabu kepada tiga pengedar yang ditangkap,” tegas Arsyad.

Atas perbuatannya, tiga pengedar narkoba terancam hukuman 20 tahun penjara dan dijerat Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Tiga pengedar ini ditahan untuk proses hukum lebih lanjut,” tutup Kasat. (*)

Reporter: Yusnadi Nazar

Tidak Ada Bukti Sabotase dalam Kecelakaan Helikopter Presiden Iran

0
Sejumlah pria mengangkat poster bergambar Presiden Iran Ebrahim Raisi saat menyampaikan rasa duka atas korban kecelakaan helikopter di dekat Varzaqan County, di Teheran, Iran, pada 20 Mei 2024. (Xinhua/Shadati)

batampos – Tidak ada bukti intervensi peperangan elektronik atau sabotase yang ditemukan dalam kecelakaan helikopter yang menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi, menurut laporan Staf Umum Iran.

Catatan pemeliharaan dan perbaikan helikopter telah diperiksa dan tidak ditemukan masalah, demikian menurut laporan penyelidikan awal kedua pada Kamis.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan pada sisa-sisa dan bagian-bagian helikopter, tidak ada bukti sabotase atau intervensi peperangan elektronik yang terdeteksi, kata laporan itu.

Laporan itu juga menyebutkan tidak ada keadaan darurat yang terjadi dalam komunikasi dengan kru hingga 69 detik sebelum kecelakaan.

Kondisi cuaca baik pada saat helikopter lepas landas, namun sesuai dengan dokumen yang diperoleh dan pernyataan pilot dan penumpang dua helikopter lainnya, pengaruh kondisi cuaca pada jalur pulang perlu diselidiki lebih detail.

Investigasi akan terus dilakukan sampai penyebab pasti kecelakaan ditemukan dan hasilnya akan diumumkan kepada publik.

Pada 19 Mei, helikopter yang membawa Raisi, Amir-Abdollahian, dan pejabat lainnya jatuh di Provinsi Azerbaijan Timur. Mereka dinyatakan meninggal pada Senin, dan pemilihan presiden telah dijadwalkan pada 28 Juni. (*)

Sumber: Antara

NETA Auto Indonesia Gandeng Permata Bank untuk Mendukung Pembiayaan Dealer dan Perluasan Bisnis Kendaraan Listrik

0

batampos – Dalam langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan bisnis kendaraan listrik di Indonesia, PT NETA Auto Indonesia (NETA) hari ini mengumumkan kerjasama dengan Permata Bank dalam penyediaan fasilitas pembiayaan untuk dealer NETA di Indonesia. Acara penandatanganan perjanjian ini dihadiri oleh manajemen puncak dari kedua perusahaan, termasuk Jerry Huang selaku Managing Director PT NETA Auto Indonesia dan Evi Hiswanto selaku Chief of Corporate Banking Permata Bank.

Dengan adanya kerjasama ini, NETA akan mendapatkan dukungan finansial yang kuat untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas layanannya di seluruh Indonesia. Managing Director NETA Auto Indonesia, Jerry Huang, menyatakan bahwa kolaborasi dengan Permata Bank ini akan membantu NETA dalam memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen, serta mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik.

“Sebagai bagian dari perkembangan industri kendaraan listrik yang pesat, kami NETA Auto Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan dan mendukung visi pemerintah Indonesia. Melalui kolaborasi dengan Permata Bank dalam fasilitas pembiayaan untuk dealer, kami berupaya memberikan kontribusi positif dalam transformasi menuju mobilitas berkelanjutan. Kami sangat berterima kasih kepada Permata Bank atas kerjasama dan dukungannya,” ungkap Jerry.

Dukungan dari Permata Bank tidak hanya menjadi langkah strategis bagi NETA, tetapi juga menunjukkan komitmen kedua belah pihak dalam mendukung transisi menuju ekosistem kendaraan listrik yang lebih luas. Evi Hiswanto, Chief of Corporate Banking Permata Bank, menambahkan, “Kami di Permata Bank sangat mendukung upaya kolaboratif ini. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung pemerintah dalam mencapai net zero emissions pada tahun 2060. Melalui kemitraan dengan PT NETA Auto Indonesia, kami memperluas fasilitas pembiayaan dealer dan memperkuat dedikasi kami terhadap nilai-nilai keberlanjutan.”

Permata Bank akan memberikan dukungan pembiayaan kepada dealer NETA, yang akan membantu mengoptimalkan layanan dan inovasi mobil listrik NETA di pasar Indonesia. Selain itu, Permata Bank juga menawarkan program pembiayaan kendaraan PermataKKB yang memfasilitasi pembelian kendaraan dengan proses pengajuan cepat dan mudah, suku bunga kompetitif mulai dari 2.91%, down payment mulai dari 15%, dan cicilan tetap hingga 5 tahun. (*)

Pegi Bukan Pelaku Versi Keluarga Vina, Hotman Minta Penyidikan Polisi Diteliti Ulang

0
Pengacara Hotman Paris Hutapea (tengah) bersama kakak Vina, Marliana (dua dari kanan) di Jakarta, Rabu (29/5). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

batampos – Koreksi terhadap langkah polisi yang menyatakan Pegi Setiawan sebagai pelaku disuarakan keluarga korban, Vina Dewi Arsita. Kuasa hukum keluarga korban pembunuhan yang terjadi pada 2016 itu menyebut Pegi bukan bagian dari pelaku berdasar berita acara pemeriksaan (BAP) lima terpidana kasus tersebut.

Kuasa hukum keluarga Vina, Hotman Paris Hutapea, menjelaskan bahwa lima di antara enam terpidana menyatakan hal tersebut. Itulah yang tertuang dalam BAP para terpidana yang dibuat sebelum Pegi ditetapkan sebagai pelaku dan masuk daftar pencarian orang (DPO) kepolisian. ”Hanya satu (di antara enam terpidana, Red) yang mengatakan Pegi pelaku,” kata Hotman dalam konferensi pers di Jakarta kemarin (29/5).

Pengacara yang kerap tampil nyentrik itu pun meminta polisi melakukan penyidikan secara menyeluruh. Permintaan itu juga disampaikan keluarga Vina. ”Dari keluarga korban mengatakan mohon agar benar-benar (penyidikan Pegi) diteliti ulang sikap kepolisian,” ungkapnya.

Polda Jawa Barat menangkap Pegi, seorang kuli bangunan, yang disebut buron selama delapan tahun. Polisi menyebut bahwa Pegi merupakan salah seorang pelaku utama dalam kasus pembunuhan dengan korban Vina dan kekasihnya, Muhammad Rizky Rudiana alias Eky, yang terjadi pada 2016.

Saat dirilis kepolisian pada Minggu (26/5), Pegi sempat menyebut bahwa dirinya difitnah. Dia tidak mengetahui sama sekali kasus tersebut. Namun, ketika Pegi menyampaikan pernyataan itu, petugas berusaha menghalangi dan kemudian membawanya pergi.

Setelah merilis Pegi, Polda Jabar kemudian menyatakan bahwa jumlah buron bukan tiga orang seperti yang disinggung dalam amar putusan pengadilan. Melainkan satu orang saja, Pegi. Kontan, penghilangan nama dua orang, Dani dan Andi, itu menuai kecaman.

Komnas HAM Pantau Penanganan

Terpisah, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Atnike Nova Sigiro menjelaskan, lembaganya masih memantau penanganan kasus pembunuhan Vina dan Eky. Komnas HAM juga mendalami fakta dan proses hukum yang dilakukan saat ini. ”(Komnas HAM) belum bisa menyampaikan kesimpulan ataupun rekomendasi,” ujarnya di DPR kemarin.

Saat ini Komnas HAM menerima dua aduan terkait dengan kasus tersebut. Pertama, dugaan penghalangan akses bantuan hukum. Sementara, aduan kedua terkait dengan dugaan penyiksaan dalam penanganan kasus tersebut di Polres Cirebon. (*)

Editor: PARNA

BP Batam Groundbreaking Terminal II Bandara Internasional Hang Nadim, Target Selesai Pada 2026

0

batu pertama 1batampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) secara resmi melaksanakan Groundbreaking Ceremony mengawali pembangunan Terminal II Bandara Internasional Hang Nadim, pada Kamis (30/5/2024).

Bertempat di samping area kargo lama Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Ceremony dilakukan oleh Kepala BP Batam Muhammad Rudi beserta seluruh perangkat terkait, dengan pemukulan beduk, pemotongan pita dan penekanan tombol sirine, menandai pengeboran pertama pembangunan Terminal II Bandara Internasional Hang Nadim.

Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan pembangunan ini menjadi tonggak sejarah bagi pengembangan Bandara Hang Nadim sebagai bandara bertaraf internasional yang maju dan modern.

“Pembangunan Terminal II ini menjadi kebangkitan Bandara Hang Nadim yang kita cintai, mari kita dukung, sehingga Batam kota baru bisa sama-sama kita capai.” Kata Muhammad Rudi.

Terminal II Bandara Hang Nadim Batam merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis di Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas bandara dan menarik lebih banyak wisatawan dan investor ke Batam.

“Dengan beroperasinya terminal ini nantinya, diharapkan konektivitas udara di Batam semakin meningkat dan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah ini.” terangnya.

Kepala BP Batam Muhammad Rudi menekankan kolaborasi dan komitmen antara BP Batam dan PT BIB dalam mewujudkan Terminal II ini.

“Bandara selesai (PT BIB), Jalan juga selesai (BP Batam). Tentu proses Pembangunan kita harap dapat sesuai dengan waktu dan hasil sesuai dengan yang kita sepakati. Masyarakat saya himbau mari kita jaga dan kontrol ini sampai selesai.” Pungkas Muhammad Rudi.

Sementara itu, Direktur PT. BIB Pikri Ilham Kurniansyah menyatakan komitmennya untuk dapat menyelesaikan pekerjaan ini tepat waktu.

“Kami mohon dukungan semua pihak. Kami konsorsium dari Incheon, AP 1 dan WIKA berkomitmen menghadirkan bandara kelas dunia di Batam dan menyelesaikan proyek ini 24 bulan ke depan, semoga lancar semua dari fasilitas dan mohon dukungan masyarakat.” Kata Pikri.

Pihak PT BIB menyebut dalam pembahasan detail engineering design (DED) terminal II Bandara Internasional Hang Nadim Batam, pihaknya melibatkan konsultan handal dari Korea, sehingga memakan waktu yang cukup panjang.

“Desain awal berkonsep atap berbentuk 1.000 kuncup, namun yang terbaru lebih futuristik, modern dan luxury dengan tetap mengadopsi kearifan lokal. Bentuknya kepak sayap burung elang dan batik, flora dan fauna khas Kepri misalnya ikan marlin dan gonggong.” Terang Pikri.

Berdiri di lahan seluas 50.000 m2, dengan nilai investasi Rp 2,4 Triliun, pembangunan Terminal 2 Bandara Hang Nadim ditargetkan selesai hingga 2026 mendatang.

Terminal II nantinya akan berkapasitas 9,6 juta penumpang dan menampung tempat parkir baru dan apron baru yang mampu menambah kapasitas 10 pesawat tambahan dari yang sudah ada. Dan juga akan dikembangkan tambahan destinasi penerbangan internasional.

Terminal II Bandara Hang Nadim Batam akan menjadi salah satu proyek infrastruktur strategis di Indonesia yang dapat meningkatkan kapasitas bandara dan menarik lebih banyak wisatawan dan investor ke Batam, ditunjang dengan infrastruktur jalan yang sangat memadai menjadikan Batam Kota Maju dan Modern

Nikki Haley Tulis Pesan di Rudal Israel, Isinya ‘Habisi Mereka’

0
Nikki Haley tulis pesan di rudal Israel. (sumber: Instagram @danny.danon)

batampos – Mantan kandidat calon presiden Amerika Serikat, Nikki Haley tengah menjadi sorotan di tengah isu penyerangan Tentara Israel pada wilayah Rafah, Palestina.

Hal tersebut terjadi karena Nikki Haley kedapatan menuliskan sebuah pesan di rudal Israel yang bertuliskan ‘Habisi mereka, Amerika cinta Israel, Selalu’.

Foto yang diunggah oleh anggota parlemen Israel, Danny Danon tersebut menampakkan sosok Haley yang tengah membubuhkan tanda tangan pada sejumlah rudal milik Israel yang diperkirakan akan digunakan untuk menyerang wilayah Palestina.

Bahkan dalam postingan yang diunggah pada akun Instagram pribadi Danon, @danny.danon pada Selasa (28/5/2024), Danon menuliskan sebuah caption yang mengatakan

“Habisi mereka! Inilah yang teman saya, mantan duta besar, Nikki Haley tulis hari ini pada peluru selama kunjungan ke situasi penembak di perbatasan utara,”.

Sontak saja, hal tersebut mengundang beragam reaksi dari warganet, terutama para aktivis pro Palestina. Banyak diantara mereka mengecam perbuatan Haley yang dinilai tidak berperikemanusiaan tersebut.

Sementara diketahui, Haley mengunjungi pos militer di perbatasan utara Israel pada Selasa (28/5/2024) lalu, dimana Israel tengah gencar-gencarnya membombardir Jalur Gaza, terutama Rafah.

Setidaknya sebanyak 21 korban tewas dan puluhan orang terluka dalam serangan udara terbaru yang dilakukan Israel pada wilayah Rafah, Selasa (28/5/2024).

Semen tara total jumlah korban tewas akibat serangan brutal Israel ke Gaza sejak 7 Oktober lalu diperkirakan telah menyentuh angka 36.000 jiwa dengan sebagian besar korban merupakan anak-anak dan perempuan.

Diketahui, Haley merupakan mantan calon kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik yang mengalami kekalahan telak dalam ajang pemilihan pendahuluan melawan Trump.

Mantan duta besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut juga dikenal sebagai pendukung setia zionis yang radikal dan agresif. (*)

Sumber: JP Group

Perbaikan Gangguan Sistem Kelistrikan di Duriangkang Terus Digesa

0

air 1batampos – PT Air Batam Hilir menjamin aliran air ke wilayah yang terdampak akan kembali normal secara bertahap. Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) PT Air Batam Hilir, Mujiaman dalam merespon adanya gangguan suplai air bersih terhadap sebagian besar masyarakat Kota Batam, Kamis (30/5/2024) sore.

Ia mengatakan, suplai air bersih mengalami hambatan akibat gangguan sistem kelistrikan di Instalasi Pengolahan Air Minum Duriangkang. Kabel listrik yang berada 200 meter dari pengolahan air, terputus akibat tergeruk oleh alat berat di Instalasi Pengolahan Air (IPA) 5 Duriangkang.

“Akibat adanya gangguan itu, kemudian kita deteksi kabel lainnya dan sudah terdeteksi dalam keadaan baik. Saat ini tinggal menunggu penyambungan kabel dan kemudian pengecoran kabel,” ujarnya.

Akibat adanya gangguan sistem kelistrikan ini, suplai air bersih menjadi kecil hingga mati ke beberapa daerah terdampak. Seperti di Baloi, Nagoya, Jodoh, Batu Batam, Pelita, Batu Ampar, Sengkuang, Batu Merah, Melcem, Seipanas, Bengkong, Batam Venter, Sukajadi, Legenda Malaka, Batu Besar, Sagulung, Tanjung Uncang dan sekitarnya.

Baca Juga: Gangguan Listrik di Duriangkang, Pelayanan Air Terganggu, Cek Wilayah Terdampak

Pihaknya, akan terus menggesa perbaikan gangguan kelistrikan ini. Ia memperkirakan, perbaikan ini bisa diselesaikan dalam beberapa jam kedepan.

“Kami memohon maaf atas layanan kami. Kami akan mengusahakan secara optimal agar perbaikan ini bisa segera normal kembali. Target kami, malam ini pengerjaan sudah bisa selesai,” katanya.

Ia menambahkan, setelah pengerjaan gangguan kelistrikan ini selesai, normalisasi ke rumah-rumah akan membutuhkan waktu. Untuk lokasi pelanggan yang cukup jauh dengan kontur tanah yang cukup tinggi akan membutuhkan waktu yang relatif cukup panjang dibandingkan dengan pelanggan yang berlokasi lebih dekat dari IPA.

Baca Juga: PLN Batam Bantu ABH Cari Tahu Masalah Kelistrikan di Duriangkang

Sementara itu, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait menyadari, air merupakan kebutuhan dasar bagi makhluk hidup dan mutlak harus dipenuhi. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus menggesa PT Air Batam Hilir untuk segera menyelesaikan gangguan yang terjadi.

“BP Batam memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat Kota Batam. Kami akan terus mengupayakan peningkatan pelayanan suplai air bersih bersama mitra kami demi kebutuhan dan kenyamanan publik,” ujarnya. (*)