PERTAMBANGAN emas di bukit Grassberg PT Freeport. Tampak satu karyawan PT Freeport sedang mengawasi area operasional di PT Freeport. F. KEMENTERIAN BUMN
batampos – Kementerian Perdagangan (Kemendag) merelaksasi ekspor beberapa produk pertamba-ngan. Yakni, komoditas konsentrat besi laterit, konsentrat tembaga, konsentrat seng, konsentrat timbal, dan lumpur anoda dengan merevisi kebijakan ekspor. Tujuannya untuk menciptakan nilai tambah pada industri pengolahan dan pemurnian di dalam negeri.
”Relaksasi ini bertujuan untuk menjamin kepastian berusaha di dalam negeri, menciptakan iklim usaha yang baik, dan meningkatkan ekspor atas produk yang bernilai tambah,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Budi Santoso, kemarin (4/6)
Relaksasi ekspor produk per-tambangan itu sejalan dengan tujuan pemerintah dalam hilirisasi produk pertambangan. Budi berharap seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, maupun badan usaha dapat bekerja sama dengan baik untuk memajukan industri dalam negeri.
Sebelumnya, berdasarkan Permendag Nomor 22 Tahun 2023 tentang Barang Yang Dilarang Untuk Diekspor; komoditas konsentrat besi laterit, konsentrat tembaga, konsentrat seng, konsentrat timbal, dan lumpur anoda dilarang untuk diekspor mulai 1 Juni 2024. Namun, dengan kebijakan yang baru melalui Permendag Nomor 10 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas Permendag Nomor 22 Tahun 2023 tentang Barang yang Dilarang Untuk Diekspor, larangan tersebut diberlakukan mundur hingga 31 Desember 2024 atau mulai berlaku pada 1 Januari 2025.
Kemendag juga merevisi Permendag Nomor 23 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor dengan menerbitkan Permendag Nomor 11 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas Permendag Nomor 23 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor. Revisi tersebut dilakukan untuk memberi kepastian hukum dan kepastian berusaha bagi para pelaku usaha eksportir dalam mengajukan perizinan berusaha di bidang ekspor sehingga dapat meningkatkan kinerja ekspor nasional.
Budi menambahkan, tidak banyak perubahan yang signifikan yang tertuang pada Permendag Nomor 11 Tahun 2024. ”Pelaku usaha eksportir dapat mengajukan permohonan perizinan di bidang ekspor seperti semula,” ucapnya.
Relaksasi tersebut bakal mendatangkan benefit bagi perusahaan tambang, salah satunya PT Freeport Indonesia (PTFI). PTFI menyampaikan bahwa relaksasi ekspor diharap bisa dilakukan untuk bisa memaksimalkan penerimaan negara.
Wakil Presiden Direktur Freeport Indonesia Jenpino Ngabdi mengatakan, penerimaan negara akan jauh lebih besar ketika relaksasi ini diberikan dibandingkan jika larangan ekspor kembali diterapkan. ”Penerimaan negara diperkirakan USD 2,9 miliar tanpa izin ekspor. Sedangkan, apabila PTFI mendapat izin ekspor, penerimaan negara mencapai USD 5,6 miliar USD atau ada kenaikan USD 2,7 miliar,” ujar Jenpino dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI, Senin lalu (6/3).
Pemerintah berencana memperpanjang izin usaha pertambangan khusus (IUPK) PTFI hingga 2061 dengan syarat Indonesia mendapatkan penambahan saham sebesar 10 persen. Sehingga, total saham yang akan dikantongi pemerintah menjadi 61 persen dari sebelumnya 51 persen.
Freeport diketahui tengah membangun fasilitas pemurnian dan pengolahan (smelter) konsentrat tembaga di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur. Smelter itu akan menjadi smelter single line terbesar dengan kapasitas pengolahan mencapai 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun atau 480 ribu ton logam tembaga. (*)
Petugas membawa buronan bandar narkoba Thailand, Chaowalit Thongduang menuju mobil tahanan saat proses ekstradisi di Gedung Bareskrim, Jakarta, Selasa (4/6). F. Hanung Hambara/Jawa Pos
batampos – Buronan internasional asal Thailand Chaowalit Thongduang diekstradisi menggunakan pesawat khusus, Selasa (4/6). Dengan ekstradisi tersebut tugas bareskrim Polri tuntas, hanya tinggal polisi Thailand yang menepati janji untuk menangkap bandar terbesar di Indonesia Fredy Pratama. Tim dari Dittipid Narkoba Bareskrim juga ikut ke Thailand terkait upaya menangkap Fredy.
Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa mengatakan, buronan asal Thailand ini diekstradisi ke Thailand sekitar pukul 15.00 menggunakan pesawat khusus. ”Kami melakukan pengawalan terhadap buronan,” paparnya.
Terdapat sepuluh petugas yang dikerahkan mengawal buronan yang pernah membunuh seorang polisi Thailand tersebut. Dia mengatakan, penangkapan terhadap Chaowalit tersebut merupakan bagian dari kesepakatan antara Polri dengan polisi Thailand. ”Kita join, polisi Thailand minta gembongnya ditangkap. Kita juga minta demikian. Saling tukar atau barter,” paparnya.
Kesepakatan antara Polri dengan polisi Thailand itu diputuskan April lalu. Menu-rutnya, pihaknya yang bertemu dengan polisi Thailand di Malaysia April lalu. ”Mereka bentuk tim yang dipimpin jenderal bintang tiga untuk menangkap Fredy,” terangnya.
Menurutnya, selain mengirim buronan ke Thailand juga ada tim dari Dittipid Narkoba terbang bersama ke Thailand. Tim tersebut bekerja sama dalam upaya penangkapan Fredy Pratama.
”Posisi Fredy di hutan, perbatasan Thailand dengan Burma,” ujarnya.
Kapan Fredy Pratama ditangkap? Dia menjawab bahwa semoga secepatnya bandar nomor satu Indonesia itu tertangkap. ”Insyaallah secepatnya. Saya juga mau Fredy cepat tertangkap,” terangnya kemarin.
Sebab, Fredy Pratama ini selama ini memang kesannya merupakan buronan dari Dittipid Narkoba Bareskrim. Tentunya, kalau tidak tertangkap juga Dittipid Narkoba yang dianggap tidak berhasil. ”Kan Fredy Pratama ini yang meng-ungkap pertama kita. Ya kita harus tangkap,” jelasnya.
Sebelumnya, buroanan asal Thailand Chaowalit ditangkap di Bali. Buronan tersebut berada di Indonesia sejak Desember lalu, dengan melakukan pelayaran selama 17 jam menggunakan speedboat. Setibanya di Aceh, kaki tangan Chaowalit membuatkan KTP dan KK atas nama Sulaiman.
Chaowalit berpindah pindah tempat tinggal, dari Aceh dia menuju ke Medan, Sumatera Utara. Beberapa waktu di Medan, lantas dia berpindah ke Bali, lokasi terakhir pelariannya sekaligus tempat dia tertangkap. (*)
batampos – Hari kedua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD jalur afirmasi atau siswa tidak mampu di Kota Batam 304 orang. Jumlah itu mengalami penurunan bila dibandingkan hari pertama PPDB yang mencapai 1.783 calon peserta didik.
”Ya, sampai pukul 12.00 WIB ini yang mendaftar di hari kedua jalur afirmasi baru sebanyak 304 calon siswa,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Batam, Tri Wahyu Rubianto, Selasa (4/6).
Menurutnya, dari total pendaftaran tersebut tidak semua yang mendaftar jalur afirmasi. Ada juga sebagian besar orangtua yang hanya sekadar membuat akun PPDB sehingga pada saat pembukaan jalur zonasi nanti mereka tinggal mendaftar saja.
”Saya lihat dari dashboard executive information system PPDB 2024 seperti itu. Makanya ada banyak berkas yang tidak terselesaikan, karena memang baru buat akun saja,” jelasnya.
Disebutkan Tri, sampai hari kedua PPDB, jumlah pendaftar yang telah menye-lesaikan akun sebanyak 354 orang. Rinciannya, 287 di hari pertama dan 67 siswa pada hari kedua.
Untuk PPDB jalur afirmasi, pihaknya menyediakan 1.879 kuota atau 15 persen dari total keseluruhan. Pendaftaran jalur afirmasi ini dibuka mulai tanggal 3-7 Juni. Panitia juga akan langsung mengumumkan hasil seleksi sehari setelah pendaftaran ditutup 8 Juni 2024.
Bagi orangtua yang anaknya tidak lolos jalur afirmasi tak perlu berkecil hati, sebab masih bisa melanjutkan pendaftaran jalur zonasi. Jalur tersebut akan mulai dibuka berbarengan dengan perpindahan orangtua mulai 19 Juni 2024 mendatang.
”Kalau tahun lalu kan gak bisa, hanya di satu jalur saja. Namun di tahun ini mereka yang pernah mendaftar di jalur afirmasi dan jika gagal maka dapat mendaftar di jalur zonasi,” katanya.
Tri mengatakan bahwa permasalahan PPDB di tahun ini masih seputar daya tampung yang terbatas. Berdasarkan hasil pendataan jumlah siswa yang akan lulus dari SD tahun ajaran 2024/2025 mencapai 22.381. Sedangkan untuk jumlah lulusan SMP tahun ajaran 2024/2025 secara keseluruhan mencapai 19.346. Artinya terdapat kelebihan daya tampung dari SD ke SMP yang jumlahnya mencapai kurang lebih tiga ribu peserta didik.
Panitia PPDB SDN 008 Batam Kota memantau calon murid yang akan melakukan pendaftaran secara online, Selasa (4/6). F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Tahun ini, Disdik Kota Batam berencana menambah daya tampung (RDT) untuk jenjang SD negeri sebanyak 11.503 siswa atau 411 rombongan belajar (rombel). Sementara total rencana daya tampung (RDT) di SMP negeri 11.761 siswa atau 359 rombel.
Untuk mengantisipasi membeludaknya pendaftaran ke sekolah negeri, pihaknya akan mengusulkan optimalisasi siswa per kelas.
”Kapasitas per kelas 40 siswa. Ini kami usulkan kepada pimpinan, sebagai langkah antisipasi membeludaknya pendaftaran ke sekolah negeri. Memang akan padat dan penuh sesak. Makanya tetap kami imbau kepada orangtua yang mampu mendaftarkan anaknya di sekolah swasta. Karena mutu pendidikan juga bagus, dan ruang kelas masih renggang,” paparnya.
Anggota Komisi IV, Muhammad Mustofa, menegaskan bahwa solusinya harus segera ditemukan untuk menampung semua calon peserta didik. “Berdasarkan data, Batam memiliki daya tampung 22 ribu siswa untuk SD dan 12 ribu untuk SMP. Namun, banyak orangtua lebih memilih sekolah negeri yang gratis, sehingga membebani sekolah negeri dan memicu kekurangan ruang kelas,” kata dia kepada Batam Pos, Senin (3/6).
Mustofa menekankan pentingnya memberdayakan sekolah swasta yang telah banyak berdiri di Batam. Dia mengusulkan bantuan operasional bukan untuk sekolah, tetapi langsung kepada murid yang membutuhkan.
”Kita bantu muridnya, bukan sekolahnya. Ini merupakan perhatian pemerintah kepada masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan dari APBD,” jelas Mustofa.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan di sekolah swasta dan mendorong orangtua untuk menyekolahkan anaknya di sana. “Pastinya solusi ini bisa berdampak kepada masyarakat terkait biaya pendidikan,” jelasnya.
DPRD Kota Batam akan terus memantau proses PPDB dan memberikan masukan kepada pemerintah daerah untuk kelancaran dan peningkatan kualitas pendidikan di Batam. “Kami bakal pantau terus proses ini hingga berjalan lancar dan selalu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan,” tutupnya.
Sementara itu, untuk PPDB SMA dan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Kepri telah mengeluarkan petunjuk teknis secara menyeluruh. Dalam petunjuk teknis, PPDB akan dibuka mulai tanggal 11 Juni. Untuk SMK, pendaftaran dibuka tanggal 11-13 Juni. Selanjutnya ada tahapan verifikasi dokumen dan akan diumumkan tanggal 19 Juni pendaftaran ulang dilaksanakan tanggal 20-22 Juni 2024.
Jenjang SMA, ada pendaftaran jalur afirmasi, perpindahan tugas orangtua dan prestasi, pendaftaran dilaksa-nakan pada tanggal 11-13 Juni. Selanjutnya ada verifikasi dokumen dan diumumkan pada tanggal 20-22 Juni. Untuk jalur zonasi pendaftaran dimulai tanggal 19 Juni. Selanjutnya ada verifikasi dokumen dan diumumkan pada tanggal 28 Juni.
Dalam juknis ini juga sudah diatur kuota daya tampung dari masing-masing sekolah. Untuk kuota daya tampung SMA dan SMK Negeri di Batam yakni SMAN 1 sebanyak 468 siswa untuk 23 rombel dengan sistem daring, SMAN 2 sebanyak 144 siswa untuk 4 rombel dengan sistem daring, SMAN 3 Batam sebanyak 432 untuk 22 rombel dengan sistem daring.
SMAN 4 sebanyak 442 siswa untuk 12 rombel dengan sistem daring, SMAN 5 sebanyak 432 siswa untuk 23 rombel dengan sistem daring, SMAN 6 sebanyak 36 siswa untuk satu rombel dengan sistem kombinasi. Sedang SMAN 7 ada 72 siswa untuk 2 rombel dengan kombinasi, SMAN 8 sebanyak 576 siswa untuk 16 rombel dengan sistem daring, SMAN 9 sebanyak 72 siswa untuk dua rombel dengan sistem kombinasi.
Selanjutnya SMAN 10 sebanyak 144 siswa untuk 4 rombel dengan sistem kombinasi, SMAN 11 sebanyak 72 siswa untuk 2 rombel dengan sistem kombinasi, SMAN 12 sebanyak 252 siswa untuk 7 rombel dengan sistem daring, SMAN 13 sebanyak dua 72 siswa untuk 2 rombel dengan sistem kombinasi. Lalu, SMAN 14 sebanyak 288 siswa untuk 8 rombel dengan sistem daring, SMAN 15 sebanyak 324 siswa untuk 9 rombel dengan sistem daring, SMAN 16 sebanyak 288 siswa untuk 36 dengan sistem daring, SMAN 17 sebanyak 396 siswa untuk 11 rombel dengan sistem daring.
Kemudian, SMAN 18 sebanyak 432 siswa untuk 12 rombel dengan sistem daring, SMAN 19 sebanyak 396 siswa untuk 11 rombel dengan sistem daring, SMAN 20 sebanyak 432 siswa untuk 12 rombel dengan sistem daring, SMAN 21 sebanyak 288 siswa untuk 8 rombel dengan sistem daring, SMAN 22 sebanyak 36 siswa untuk satu rombel dengan sistem kombinasi, SMAN 23 sebanyak 360 siswa untuk 10 rombel dengan sistem daring, SMAN 24 sebanyak 360 siswa untuk 10 rombel dengan sistem daring, SMAN 25 sebanyak 432 siswa untuk 12 rombel dengan sistem daring. Dan SMAN 26 sebanyak 360 siswa untuk 10 rombel dengan sistem daring, SMAN 27 sebanyak 360 siswa untuk 10 rombel dengan sistem daring, SMAN 28 sebanyak 360 siswa untuk 10 rombel dengan sistem daring dan SMAN 29 sebanyak 144 siswa untuk 4 rombel dengan sistem daring. Total kuota SMA di Batam tahun ini sebanyak 8.460 siswa.
SMKN I Batam sebanyak 756 siswa untuk 21 rombel dengan sistem daring, SMKN 2 Batam sebanyak 648 siswa untuk 18 rombel dengan sistem daring, SMKN 3 Batam sebanyak 634 siswa untuk 18 rombel dengan sistem daring, SMKN 4 Batam sebanyak 576 siswa untuk 16 rombel dengan sistem daring, SMKN 5 Batam sebanyak 1.332 siswa untuk 37 rombel dengan sistem daring. SMKN 6 Batam sebanyak 648 siswa untuk 18 rombel dengan sistem daring, SMKN 7 Batam sebanyak 620 untuk 18 rombel dengan sistem daring, SMKN 8 Batam sebanyak 540 siswa untuk 14 rombel dengan sistem daring, SMKN 9 Batam sebanyak 216 siswa untuk 6 rombel dengan sistem daring, SMKN 10 Batam sebanyak 108 siswa untuk 3 rombel dengan sistem daring dan SMKN 11 Batam sebanyak 144 untuk 4 rombel dengan sistem daring. Total kuota SMKN di Batam sebanyak 6.222 siswa untuk 174 rombel.
Dalam juknis yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung tanggal 1 Maret 2024 ini, kuota daya tampung SMA dan SMK Negeri di Batam sebanyak 14.682 siswa. Jumlah kuota ini tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya.
Selain kuota daya tampung SMA,SMK dan SLB yang leng-kap, dalam juknis ini juga telah merincikan proses dari pendaftaran hingga penetapan hasil PPDB dan pendaftaran ulang. Berikut tahapan proses pendaftaran yang dimaksud.
Jenjang SMK, pendaftaran dibuka tanggal 11-13 Juni. Selanjutnya ada tahapan verifikasi dokumen dan akan diumumkan tanggal 19 Juni pendaftaran ulang dilaksanakan tanggal 20-22 Juni 2024.
Jenjang SMA, ada pendaftaran jalur afirmasi, perpindahan tugas orangtua dan prestasi, pendaftaran dilaksanakan pada tanggal 11-13 Juni. Selanjutnya ada verifikasi dokumen dan diumumkan pada tanggal 20-22 Juni. Untuk jalur zonasi pendaftaran dimulai tanggal 19 Juni. Selanjutnya ada verifikasi dokumen dan diumumkan pada tanggal 28 Juni.
Untuk jenjang SLB, pendaftaran dibuka tanggal 11 hingga 16 Juni dan diumumkan pada tanggal 19 Juni. Kuota SLB di Batam sebanyak 126 orang untuk enam rombongan belajar.
Data yang didapat Batam Pos dari Dinas Pendidikan Kota Batam jumlah tamatan SMP tahun ini sebanyak 19.346 siswa, sementara kuota daya tampung SMA dan SMK Negeri di Batam sesuai juknis dari Disdik Kepri sebanyak 14.682. Artinya, ada sekitar 5.000-an tamatan SMP yang tidak terakomodir dalam PPDB SMA/SMK negeri nanti.
Ini jadi kekuatiran serius bagi orangtua yang anaknya baru tamat SMP, sebab peluang untuk tidak lolos PPDB SMA/SMK Negeri cukup besar. Padahal mereka sangat menginginkan agar anak mereka masuk sekolah Negeri untuk menghemat biaya pendidikan anak.
”Apalagi mau gratiskan SPP, makanya harus masuk ke sekolah negeri anak saya ini. Semoga bisa lolos di PPDB nanti,” kata Agus, warga Sagulung.
Saat ini para orangtua ini tengah mempersiapkan berkas pendaftaran anak mereka. Saat PPDB dibuka nanti mereka akan langsung mendaftar dan berharap anak mereka lolos.
Dinas Pendidikan Provinsi Kepri melalui juknis yang telah keluar sudah mematok kuota daya tampung dari masing-masing sekolah yang ada. Kuota ini sudah sesuai kemampuan sekolah dalam menambah siswa baru mereka. Ada beberapa sekolah yang memang kuotanya diatas 1.000 an siswa agar lebih banyak mengakomodir peminat sekolah negeri tersebut.
”Itu sudah batasan maksimalnya. Itulah kemampuan daya tampung yang Ada di Batam,” ujar Kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri di Batam Kasdianto.
Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk tingkat SMA/SMK dan sederajat sudah semakin dekat. Orangtua yang anaknya baru tamat pendidikan tingkat SMP mulai persiapan berkas pendaftaran anak mereka. SMA dan SMK negeri jadi tujuan utama sebagai persiapan PPDB anak-anak mereka.
Alasan orangtua memilih sekolah negeri umumnya sama yakni lebih ringan biaya pendidikan. Bahkan tahun ini diprediksi peminat SMA dan SMK negeri meningkat dari tahun sebelumnya sebab ada wacana pemerintah untuk menggratiskan SPP siswa SMA dan SMK Negeri tahun 2025 nanti.
”Yang pasti di sekolah negeri biaya pendidikan lebih murah. Apalagi belakangan muncul kabar mau digratiskan SPP SMA dan SMK tahun depan, saya berharap anak saya bisa masuk ke sekolah negeri. Berkas pendaftaran sudah saya sediakan semua. Saat PPDB buka nanti langsung saya daftarkan,” kata Husnul, warga perumahan Puteri Tujuh yang ingin daftarkan anaknya ke SMKN I Batam. (*)
batampos– Kasus asusila terhadap anak di bawah umur, akhir-akhir ini marak di Bintan.
Kasi Humas Polres Bintan, Iptu Missyamsu Alson mengakui kasus asusila terhadap anak di bawah umur marak di Bintan khususnya di wilayah hukum Polsek Bintan Utara maupun Polsek Bintan Timur.
Dari beberapa kasus yang terungkap, menurut dia, pelakunya masih orang dekat atau kenal dengan korban seperti pacar dari korban dan pekerja jaga malam di perumahan tempat tinggal korban.
Untuk mengantisipasi terjadinya kasus asusila terhadap anak di bawah umur, dia meminta orangtua untuk melakukan pengawasan ekstra terhadap aktivitas anaknya.
Dia juga meminta orangtua mengetahui pergaulan anaknya. Sehingga orangtua tau siapa saja teman-teman dari anaknya.
“Jangan dibiarkan anaknya pulang lewat waktunya. Kalau sudah waktunya pulang, dicari atau dihubungi. Kalau hapenya tidal bisa dihubungi, telepon temannya atau datangi rumah temannya,” ujarnya.
Selain itu, katanya, orangtua harus membangun komunikasi dua arah yang baik dengan anaknya sehingga anaknya terbuka untuk menceritakan aktivitas yang dijalani.
“Berikan edukasi juga kalau seandainya dilecehkan harus segera lapor ke orangtua,” ujarnya.
Dia juga meminta semua pihak mulai dari warga, ketua RT, ketua RW untuk peduli dan ikut mengawasi pergaulan anak-anak di lingkungannya.
“Sama-sama kita mengawasi untuk mencegah terjadinya kasus asusila terhadap anak di bawah umur,” imbuhnya. (*)
Suasana Pelabuhan Internasional terlihat ramai oleh aktivitas pengunjung baik yang datang maupun yang pergi, Minggu (26/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Harga tiket feri Batam-Singapura (pulang-pergi) lebih mahal dibanding harga tiket Batam-Malaysia (pulang-pergi). Padahal jarak tempuh untuk kedua negara ini berbeda hampir 3 kali lipat. Seperti untuk waktu tempuh Batam-Malaysia hampir 2 jam, sedangkan Batam-Singapura hanya 40-45 menit
Pantauan Batam Pos, harga tiket untuk PP Batam-Malaysia pulang pergi dihargai 545 ribu dan untuk sekali jalan Rp 355 ribu. Sedangkan Batam-Singapura PP Rp 760 ribu untuk Paspor Indonesia dan Rp 915 ribu untuk WNA. Kemudian untuk sekali jalan Rp 400 ribu paspor Indonesia dan Rp 485 paspor WNA.
Meski harga tiket Singapura lebih mahal, namun ternyata antrean untuk pembelian tiket di konter kapal kw Singapura lebih ramai dan tujuan Malaysia.
Salah satu petugas operator kapal ke Malaysia mengatakan dalam sehari kapalnya hanya punya 2 jadwal keberangkatan. Pada pagi dan sore hari.
“Jadwal keberangkat kapal Batam ke Malaysia dua kali sehari, pagi dan sore. Begitu juga sebaliknya. Harga tiket Rp 545 ribu untuk PP,” sebutnya.
Sedangkan untuk kapal Batam Singapura lebih mahal. Hal itu tertera di beberapa layar monitor masing masing-masing konter kapal. Bahkan harga tiket untuk paspor Indonesia dan WNA dipatok tarif berbeda.
“Untuk harga tiket Batam-Singapura Rp 760 ribu paspor Indonesia dan Rp 915 ribu untuk paspor keseluruhan (WNA),” sebut Zeno, pihak operator kapal Majestic.
Disinggung apakah ada kemungkinan tarif tiket turun, karena banyaknya keluhan dari para penumpang, Zeno pun enggan menjawab.
Sementara, Syahbandad Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Erik Mario Sihotang mengatakan untuk operator kapal tujuan Batam – Singapura ada 3 , yakni Majestic, Sindo dan Batamfast. Begitu juga dengan operator kapal ke Malaysia, seperti Indomas, Citra Ferry, MDM Express.
“Untuk trip kapal yang berangkat khusus Singapura-Batam, hari normal itu sekitar 70 trip. Itu di luar Malaysia,” sebut Erik.
Mengenai harga tiket, ditegaskan Erik itu bukan wewenang dari Syahbandar. Namun lebih tepatnya kebijakan dari perusahaan operator kapal.
“Kami hanya memastikan pelayaran dan penumpang sesuai. Begitu juga dengan jumlah kapal keluar masuk setiap harinya,” kata Erik.
Disinggung mengenai jumlah penumpang apakah ada penurunan penumpang, pasca keluhan beberapa warga Singapura karena harga tiket mahal. Menurut Erik, arus penumpang saat ini bisa dikatakan normal. Tidak menurun dan tidaknya juga meningkat.
“Kalau hari biasa, bisa dikatakan normal. Rata-rata setiap hari dibawa 4000 penumpang melalui pelabuhan internasional ferry Batam Center. Beda lagi kalau hari besar dan libur, pasti ada lonjakan penumpang,” ungkap Erik
Masih kata Erik, di hari biasa, banyak turis-turis dari China dan Korea datang ke Batam. Mereka berkelompok bersama agen travel.
“Seperti yang terlihat sore ini, banyak rombongan turis dari Korea dan China,” pungkas Erik. (*)
Calon penumpang di Pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang hendak memasuki ruang tunggu, belum lama ini. f.peri
batampos-Minimnya trip kapal ke Singapura dan Malaysia dari Tanjungpinang masih menjadi persoalan bagi pelaku pariwisata dan wisatawan mancanegara (Wisman).
Diketahui sekarang ini, trip kapal feri dari Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang ke Singapura hanya dua kali dalam sehari dan tujuan Malaysia hanya satu kali.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Mulia Wiwin, mengatakan pertemuannya dengan pelaku pariwisata dan stakeholder terkait membahas pelayanan priwisata di Tanjingpinang membahas sejumlah keluhan dan masukan dari agen travel.
“Salah satunya masalah trip kapal, sekarang cuma ada tiga trip setiap hari. Mereka mintanya kalau bisa ditambah, agar wisatawan dan paket wisata yang disediakam tidak terbentur trip kapal,” kata Wiwin, Selasa (4/5).
Wiwin menjelaskan selain masalah trip kapal itu, yang menjadi kendala lain adalah mahalnya harga tiket yang turut menjadi pertimbangan bagi wisatawan untuk berkunjung ke Tanjugpinang.
“Berbagai keluhan dan masukan ini akan kita sampaikan ke Dishub Kepri, barangkali tripnya bisa ditambah,” ungkapnya.
Namun di sisi lain, lanjut Wiwin, pelaku pariwisata di Tanjungpinang juga harus berkreasi menghadirkan hal baru untuk menjadi daya tarik calon wisatawan, jika hanya menghandalkan wisata sejarah di Pulau Penyengat dikhawatirkan akan membuat wisman bosan.
“Masukan kita kepada pelaku usaha ini agar menghadirkan jajanan kuliner yang enak dan murah, selain sudah ada wisata penyengat,”tambahnya.
Tidak itu saja, pelaku agen travel juga meminta pelayanan khusus saat membawa rombongan wisatawan ke Tanjungpinang, urusan keimigrasian juga diminta dimudahkan. (*)
batampos – Polsek Seibeduk selama bulan Mei menangani 3 kasus kekerasan seksual terhadap anak. Korban terdiri dari dua pelajar dan satu remaja putus sekolah.
Kanit Reskrim Polsek Seibeduk, Ipda Alex T. AD mengatakan kasus pelecehan seksual yang ditangani pihaknya memang tengah meningkat.
“Pencabulan anak di bawah umur lagi marak. Selama bulan Mei ada 3 kasus,” ujarnya, Selasa (4/6).
Alex menjelaskan 3 kasus tersebut yakni paman merudapaksa keponakan hingga hamil 7 bulan. Korban merupakan siswi kelas V SD.
Nugroho juga mengaku geram kepada predator-predator anak tersebut. Sebab, pebuatan bejat pelaku merusak masa depan anak-anak.
“Ini (perbuatan pelaku) sangat biadab sekali,” tegasnya.
Menurut Nugroho, para pelaku ini harus diberhkan efek jera, seperti hukuman kebiri. Namun, kebijakan ini masih menjadi pembahasan di pemerintahan pusat.
Rafael Struick mengejar bola dari pemain Irak. (f.instagram.com/iraq.ifa/
batampos – Para pemain timnas Irak yang baru tiba di Indonesia untuk pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026, tidak bisa menyembunyikan kekaguman mereka terhadap megahnya Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Pada Minggu (2/6/2024), skuad Singa Mesopotamia tiba di Indonesia dengan membawa semua pemain terbaik mereka.
Kedatangan ini adalah bagian dari persiapan mereka untuk melawan Timnas Indonesia dalam laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion GBK.
Pada hari Senin (3/6/2024), Ali Jasim dan rekan-rekannya telah mulai berlatih di tempat yang disediakan oleh PSSI. Latihan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan fisik dan mental sebelum pertandingan penting melawan Timnas Indonesia. Selain itu, mereka juga memeriksa kondisi lapangan di Stadion GBK.
Para pemain dan delegasi Irak takjub melihat keindahan dan fasilitas dari stadion bersejarah ini. Salah satu delegasi Irak mengungkapkan kekaguman mereka terhadap Stadion GBK.
“Kami telah memeriksa lapangan pertandingan dan memastikan bahwa lapangan tersebut terbuat dari rumput asli dan bukan rumput buatan,” kata delegasi tersebut kepada media. Mereka juga memuji kondisi lapangan yang sangat baik, yang akan mendukung performa maksimal para pemain di pertandingan nanti.
Kekaguman para pemain Irak terhadap Stadion GBK menunjukkan betapa Indonesia telah berhasil menyediakan fasilitas olahraga bertaraf internasional. Stadion GBK tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Indonesia, tetapi juga mendapat pengakuan dari tim-tim internasional yang datang bertanding.
Dengan kedua tim yang telah melakukan persiapan maksimal, pertandingan antara Timnas Indonesia dan Irak diprediksi akan berjalan dengan sangat menarik. Dukungan penuh dari para penggemar Indonesia diharapkan dapat memberikan energi tambahan bagi skuad Garuda Nusantara untuk memberikan performa terbaik mereka.
Kedatangan Irak dan reaksi positif mereka terhadap Stadion GBK juga menunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah yang baik untuk pertandingan internasional. Ini menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan reputasi Indonesia di kancah sepak bola dunia.
Sebagai penggemar sepak bola, kita tentu berharap bahwa momentum positif ini dapat terus berlanjut. Dengan semangat dan kerja keras yang terus ditunjukkan oleh para pemain dan pelatih, tidak ada yang mustahil untuk diraih. Mari kita dukung Timnas Indonesia dalam setiap langkah mereka menuju prestasi yang lebih tinggi.
Pertandingan mendatang melawan Irak akan menjadi ujian penting. Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari para penggemar, kita yakin Timnas Indonesia bisa meraih hasil terbaik. Ini bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang membuktikan bahwa Indonesia adalah kekuatan yang harus diperhitungkan di dunia sepak bola. Semoga sukses selalu menyertai Timnas Indonesia! (*)
Antream penumpang feri yang hendak masuk Kota Batam, mengulart panjang dari konter imighrasi hingga selasar pelabuhan bahkan ke ponton feri.
batampos – Tingginya harga tiket feri dari Batam-Singapura mengancam pariwisata di Kepri. Bahkan travel agent kini kesulitan menjual paket wisata di Kepri karena dampak dari tingginya tarif kapal feri tersebut. Bahkan, Kadin Batam sudah melaporkannya ke Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) dengan tudingan adanya kartel tiket feri Batam-Singapura.
”Ini sangat memberatkan bagi pariwisata kita. Harusnya jumlah kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) ke Batam akan jauh lebih besar jika harga yang ada sekarang ini dikembalikan ke harga awal sebelum terjadinya wabah Covid-19,” kata Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk, kepada Batam Pos, Selasa (4/6).
Jadi mengatakan, tarif tiket Batam-Singapura pulang-pergi, sebelumnya paling mahal hanya sekitar Rp500 ribu bahkan sempat lebih murah. Tetapi sekarang ini sudah mencapai Rp800 ribu.
”Kenaikan harga tiket ini menjadi salah satu penyebab masih rendahnya perjalanan wisata ke Kota Batam. Pemerintah harus hadir dan memberikan solusi bagaimana agar pariwisata Batam terus tumbuh,” katanya.
Menurut Jadi, pemerintah khususnya Kepala BP Batam harus memberikan kebijakan khusus terkait masalah ini. Dan ia berharap laporan Kadin Batam ke KPPU segera menghasilkan keputusan yang pro dunia usaha dan pariwisata di Batam dan Kepri padaumumnya.
Harga tiket feri Internasional Batam-Singapura (pulang pergi) lebih mahal dibanding harga tiket Batam-Malaysia (pulang pergi). Padahal jarak tempuh untuk kedua negara ini berbeda hampir 3 kali lipat.
Seperti untuk jarak tempuh Batam-Malaysia hampir 2 jam. Sedangkan Batam-Singapura hanya 40-45 menit.
Pantauan Batam Pos, harga tiket untuk PP Batam-Malaysia pulang pergi dihargai Rp545 ribu dan untuk sekali jalan Rp355 ribu. Sedangkan Batam-Singapura PP Rp760 ribu untuk paspor Indonesia dan Rp915 ribu paspor keseluruhan (WNA). Kemudian untuk sekali jalan Rp400 ribu paspor Indonesia dan Rp485 ribu untuk paspor WNA.
Meski harga tiket Singapura lebih mahal, namun ternyata antrean untuk pembelian tiket di konter kapal ke Singapura lebih ramai dibanding tujuan Malaysia. Salah satu petugas operator kapal ke Malaysia mengatakan, dalam sehari kapalnya hanya punya 2 jadwal keberangkatan. Pada pagi dan sore hari. Begitu juga sebaliknya.
”Harga tiket Rp545 ribu untuk PP,” sebutnya.
Sedangkan untuk kapal Batam-Singapura lebih mahal. Hal itu tertera di beberapa layar monitor masing masing-masing konter kapal. Bahkan untuk harga tiket paspor Indonesia dan WNA dipatok tarif berbeda.
”Untuk harga tiket Batam-Singapura Rp760 ribu paspor Indonesia dan Rp915 ribu untuk paspor keseluruhan (WNA),” sebut Zeno, pihak operator kapal Majestic.
Ditanya apakah ada kemungkinan tarif tiket turun, karena banyaknya keluhan dari para penumpang, Zeno enggan menjawab.
Sementara, Syahbandar Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Erik Mario Sihotang, mengatakan, untuk operator kapal feri tujuanBatam-Singapura ada tiga, yakni Majestic, Sindo, dan Batamfast. Begitu juga dengan operator kapal ke Malaysia, seperti Indomas, Citra Ferry, MDM Express.
”Untuk trip kapal yang berangkat khusus Singapura-Batam, hari normal itu sekitar 70 trip. Itu di luar Malaysia,” sebut Erik.
Ditanya mengenai jumlah penumpang apakah ada penurunan penumpang, setelah banyak keluhan dari beberapa warga Singapura karena harga tiket mahal. Menurut Erik, arus penumpang saat ini normal. Tidak menurun dan tidak juga meningkat.
”Kalau hari biasa, bisa dikatakan normal. Rata-rata setiap hari di bawah 4000 penumpang
melalui Pelabuhan Internasional Feri Batam Center.
Beda lagi kalau hari besar dan libur, pasti ada lonjakan penumpang,” ujarnya.
Masih kata Erik, di hari biasa, banyak turis-turis dari Tiongkok dan Korea datang ke Batam. Mereka berkelompok bersama agen travel. ”Seperti yang terlihat sore ini, banyak rombongan turis dari Korea dan Cina,” katanya.
Sementara itu, Kakanwil I KPPU Wilayah I, Ridho Pamungkas, mengatakan bahwa keluhan terkait tingginya harga tiket Batam-Singapura ini sudah dikeluhkan pelaku usaha sejak 2022 lalu. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Dimana ada dua pendekatan kajian yang akan dilakukan KPPU yakni penegakan hukum dan kajian advokasi.
”Untuk penegakan hukumnya, kita masih terus melakukan penyelidikan dan pengumpulan informasi dari semua pihak. Sementara dari kajian advokasi kita akan melihat ada tidaknya kebijakan yang menghambat sehingga berdampak kepada kenaikan tarif ini,” katanya.
Bahkan dalam waktu dekat, 11 Juni mendatang KPPU akan mengumpulkan dan bertemu dengan sejumlah pihak khusus untuk mendiskusikan masalah harga tiket feri Batam-Singapura dan sebaliknya.
”Kami akan bertemu semua pihak yang terkait dengan ini. Operator kapal, bukan hanya Batam-Singapura, tapi juga Batam-Malaysia akan kami panggil juga. Termasuk semua pihak terkait,” kata Ridho kepada Batam Pos, kemarin.
Ridho mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini sehingga ada titik terang dan berharap nantinya ada kebijakan yang akan berpihak kepada masyarakat luas.
Terpisah, anggota DPRD Provinsi Kepri, Uba Ingan Sigalingging, mengatakan bahwa masalah kenaikan tarif feri Batam-Singapura ini harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, awalnya kenaikan tiket tersebut bermula saat adanya keluhan dari operator mengenai sepinya penumpang saat Covid-19 menghantam Batam.
”Itu kan naik saat musim Covid. Harusnya setelah Covid selesai, harus normal kembali ke awal. Ini kok malah naik terus,” katanya heran.
Menurutnya, jika tarif kembali ke awal, maka jumlah kunjungan wisata dari Singapura ke Batam akan jauh meningkat dibanding saat ini.
”Ini harus menjadi atensi serius dari pemerintah. Bagaimana kunjungan wisata ke Kepri ini terus tumbuh dan berkembang,” katanya.
Sebelumnya, Ketua ASPABRI Kepri, Surya Wijaya, mendapat banyak keluhan dari wisman, terutama warga negara Singapura terkait mahalnya harga tiket feri internasional.
Padahal jika dibanding dengan maskapai di daerah lain untuk menuju luar negeri tak sampai Rp300 ribu untuk sekali penerbangan.
”Iya benar, karena harga tiket sudah tidak logis. Masa harga tiket feri Batam-Singapura atau sebaliknya, lebih mahal dari tiket pesawat PKU-KL hanya Rp300 ribu one way,” ungkapnya.
Menurut dia, pihak travel agent hanya mengikuti kebijakan sesuai aturan dari pemerintah. Termasuk harga tiket dan kebijakan lainnya, karena itu adalah domain pemerintah.
”Kami hanya mengikuti apa yang ditentukan pemerintah. Tugas travel agent adalah menjual dan jika produk kami tidak layak dijual. Jangan salahkan kami jual produk luar negeri,” sebutnya.
Dikatakan Surya, konsep sederhana menjual paket wisata sangat gampang. Jika harga tiket pesawat atau kapal lebih dari 25 persen dibanding harga paket, maka paket wisata mudah dijual. Namun jika melebihi itu, paket sulit dijual kecuali untuk paket khusus biasanya harga tidak menjadi masalah.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman ke Kota Batam sebanyak 79.179 kunjungan pada April 2024. Tingkat kunjungan wisman tersebut mengalami penurunan 24,47 persen dibandingkan Maret 2024 yakni 104.831 kunjungan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, Eko Aprianto, mengatakan, dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, kunjungan wisman juga menurun hingga 11,17 persen.
Dimana kunjungan wisman sepanjang Maret 2023 sebanyak 89.140 kunjungan. ”Ya, dibanding bulan yang sama tahun lalu angka kunjungan wisman ke Batam juga menurun,” ujar Eko. Menurutnya,
WNA asal Singapura masih mendominasi tingkat kunjungan wisman ke Kota Batam yakni mencapai 38.180 kunjungan atau 48,22 persen dari total wisman keseluruhan.
WNA yang banyak mengunjungi Batam berikutnya adalah dari Malaysia dengan 14.709 kunjungan, Tiongkok dengan 3.256 kunjungan, India 2.742 kunjungan serta Filipina dengan 1.487 kunjungan.
”Wisman berkebangsaan Singapura mendominasi lebih dari 44 persen dari total wisman keseluruhan. Lalu diikuti wisman berkebangsaan Malaysia yakni sebanyak 18,58 persen dan wisman berkebangsaan Cina 4,11 persen,” terang Eko.
Adapun pintu masuk wisman ke Kota Batam pada April tahun 2024 ini melalui Pelabuhan Feri Batam Center, Nongsa Pura Nongsa, Harbourbay, Pelabuhan International Sekupang dan Bandar Udara Internasional Hang Nadim.
Sementara itu untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau, Eko menambahkan, pada April 2024 mencapai rata-rata 51,63 persen atau mengalami penurunan 3,22 persen poin dibandingkan TPK Maret 2024 yang sebesar 54,85 persen.
Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau selama bulan April 2024 adalah 2,17 hari, atau turun 0,02 poin dibanding dengan rata-rata lama menginap tamu pada
Maret 2024. Pada bulan April 2024, rata-rata lama menginap tamu Indonesia mencapai 2,07 hari atau lebih rendah 0,31 poin dibanding dengan rata-rata lama menginap tamu asing yang mencapai 2,38 hari.(*)
Jemaah haji dari berbagai negara bersiap menuju Arafah untuk pelaksanaan wukuf di padang Arafah tahun lalu. (AFP)
batampos – Jelang puncak haji, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mulai melakukan sejumlah persiapan. Terutama dalam Armuzna yang memiliki kepanjangan dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Ya, ketika puncak ibadah haji (Armuzna) memang cukup menguras fisik dan tenaga jemaah haji.
Untuk itu, dalam persiapan Armuzna membutuhkan fisik dan mental yang prima. Pasalnya, saat menjalani Armuzna ini seringkali banyak jemaah yang sakit atau hilang dari rombongan.
Dikutip dari laman kemenag.go.id operasional pemberangkatan jemaah haji ke Tanah Suci masih berlangsung dan akan berakhir pada 10 Juni 2024 mendatang.
Saat ini sudah 80 persen dari total jemaah haji reguler sebanyak 213.320 orang yang sudah tiba di Kota Makkah Al-Mukarramah. Tak hanya itu, kini layanan jemaah pun mulai terkonsentrasi di Makkah.
“Sejalan dengan itu, PPIH terus mengintensifkan persiapan menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” kata Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda dalam keterangan resmi Kemenag di Jakarta, Selasa (4/6).
Widi menyampaikan, seiring persiapan yang dilakukan PPIH untuk puncak haji mendatang, jemaah diimbau untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin terutama kesiapan kesehatan fisik.
“Jemaah dapat memaksimalkan musala hotel dan masjid di sekitar hotel untuk aktivitas ibadahnya. Membatasi bepergian ke luar hotel dan salat di Masjidil Haram yang saat ini mulai padat oleh jemaah haji dari seluruh dunia,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pastikan dokumen penting berupa smart card, gelang jemaah, dan dokumen penting lainnya sebagai syarat masuk Armuzna telah aman dan tersimpan dengan baik.
“Bila smart card-nya hilang, segera laporkan ke petugas haji untuk diproses penggantiannya,” tambah Widi.
Selanjutnya terkait pelaksanaan pembayaran dam (sanksi atau denda yang harus dibayar saat seseorang menunaikan ibadah haji karena beberapa sebab), Widi menjelaskan, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama telah menerbitkan Surat Edaran Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Nomor 04 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Pembayaran Dam/Hadyu Tahun 1445 H/2024 M.
“Edaran ini terbit sebagai bagian dari upaya pelindungan kepada jemaah haji sekaligus memastikan pengelolaan pemotongan dam berjalan sesuai dengan ketentuan syariah,” katanya.
Menurutnya, edaran ini juga akan menginformasikan besaran biaya dam dan lembaga yang bisa menjadi tempat membayar dam.
Artinya, sudah terdapat standar dan komponen biaya dam yang dapat dijadikan acuan para jemaah dan petugas.
Mekanisme pembayarannya dapat berupa cash atau transfer ke rekening Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Waktu penyembelihannya, pada tanggal 10 sampai 13 Zulhijah 1445 H/2024 M.
Untuk hewan dam yang telah disembelih dikirimkan dan didistribuksikan dalam bentuk karkas (bagian yang disembelih atau dikuliti) untuk wilayah Makkah dan/atau Indonesia.
Di sisi lain, berdasarkan laporan PPIH Arab Saudi pada Senin, 3 Juni 2024 pukul 21.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau Selasa, 4 Juni 2024 pukul 01.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), jemaah haji yang sudah tiba di Tanah Suci berjumlah 169.958 orang dan terbagi dalam 433 kelompok terbang.
Kemudian, jemaah yang wafat saat ini berjumlah 39 orang. Dengan perincian, jemaah wafat di Embarkasi 3 orang, di Madinah 15 orang, di Makkah 19 orang dan di Bandara 2 orang. Seluruh jemaah wafat akan dibadalhajikan.(*)