Pesepak bola Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri (tengah) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Vietnam pada laga lanjutan grup F babak kualifikasi Piala dunia zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (21/3/2024). (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
batampos – Dunia sepak bola Indonesia dikejutkan oleh pengumuman mendadak dari FIFA mengenai peringkat terbaru Timnas Indonesia. Berita ini tidak hanya menjadi sorotan utama di tanah air, tetapi juga mengundang perhatian dari komunitas sepak bola internasional.
FIFA merilis artikel khusus yang mengapresiasi peningkatan performa Timnas Indonesia secara drastis. Dalam rilis tersebut, FIFA memberikan pujian kepada skuad asuhan Shin Tae-yong yang berhasil menunjukkan perkembangan pesat.
Timnas Indonesia tercatat sebagai negara dengan kenaikan peringkat tertinggi di ranking FIFA per 4 April 2024. Peringkat Indonesia meroket 8 posisi dari peringkat 142 menjadi 134, dengan perolehan 30,04 poin.
Prestasi ini tidak lepas dari dua kemenangan penting atas Vietnam dalam Grup A putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada akhir Maret 2024. Kemenangan ini memberikan dorongan signifikan bagi Indonesia, tidak hanya dalam hal peringkat tetapi juga semangat tim dan dukungan dari para penggemar.
Kabar bahagia ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat dan para pemain Timnas Indonesia. Mereka merasa bahwa kerja keras dan dedikasi yang telah diberikan mulai membuahkan hasil yang diakui oleh badan tertinggi sepak bola dunia.
Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia, menyatakan rasa syukurnya dan menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari kerja sama seluruh tim, termasuk para pemain, staf pelatih, dan federasi. (*)
Pas Potmar Lanal Tanjungbalai Karimun, Lettu Laut (S) Muhammad Arif menyerahkan bingkisan untuk anak-anak yang hadir di kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting di Kecamatan Tebing
batampos– Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjungbalai Karimun tidak mau ketinggalan dalam berpartisipasi ikut mencegah stunting atau gagal tumbuh pada anak di Kabupaten Karimun. Hal ini dilakukan di Kantor Lurah Teluk Uma, Kecamatan Tebing yang merupakan kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting.
”Masalah Stunting adalah masalah kita bersama dan merupakan program nasional. Untuk itu, kita ikut berpartisipasi karena termasuk tanggung jawab agar generasi penerus bangsa yang lahir bisa tumbuh secara normal dan sehat,” ujar Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Anro Casanova melalui Perwira Staf Potensi Maritim (Pas Potmar) Lettu Laut (S) Muhammad Arif.
Sekretaris Camat Tebing, Muktisar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lanal Tanjungbalai Karimun yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan pencegahan stunting di Karimun. ”Bukan hanya itu saja, Lanal juga membantu renovasi Posyandu di Teluk Uma
yang sebelumnya kondisinya kurang layak sekarang sudah lebih baik,” paparnya.
Saat ini, tambahnya, kondisi Posyandu Teluk Uma atapnya yang sudah keropos karena usia sudah diganti dan tidak lagi mengalami kebocoran. Kemudian, kondisi ruangan dan bangunan sudah terlihat cerah karena telah dicat ulang. Para pengunjung yang datang dengan membawa kendaraan juga mudah. Karena tempat parkir juga sudah bagus.
”Begitu juga dengan kamar mandi Posyandu yang sudah lama tidak bisa digunakan, setelah direnovasi menjadi bersih, sehat dan bisa digunakan. Kami juga diberitahu Lanal juga akan membantu perlengkapan Posyandu yang masih kurang. Sehingga, pelayanan terhadap ibu hamil dan balita bisa lebih maksimal,” ungkapnya. (*)
Bupati Bintan, Roby Kurniawan didampingi Wabup Bintan Ahdi Muqsith, Kadispar Kepri Guntur Sakti dan FKPD meninjau Lagoi Bay, kawasan wisata Bintan Resort, usai pelepasan peserta Bintan Triathlon 2024. F.Diskominfo Bintan untuk Batam Pos.
batampos– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan akan menggelar event pariwisata berbasis kearifan lokal di Kabupaten Bintan tahun 2024.
Seperti Bintan Fishing (mancing), Festival Bintan Culture (budaya), Bintan Tracking, dan Bintan Maraton serta event Wisata Pesona Tambelan yang akan digelar pada bulan Juli 2024 mendatang.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan mengatakan, pihaknya terus mendorong agenda pariwisata berbasis kearifan lokal seperti Bintan Fishing, Bintan Culture hingga event Pesona Tambelan.
“Pesona Tambelan akan digelar dalam waktu dekat,” ujarnya.
Anggota Club Pelari Vocation Tanjungpinang saat ambil bagian di Bintan triathlon 2024
Sementara Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Bintan, Arief Sumarsono menuturkan untuk kegiatan Bintan Fishing akan diselenggarakan pada tanggal 7 – 8 Juni 2024 di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang.
Sementara Event Pesona Tambelan direncanakan akan digelar pada bulan Juli 2024 dengan mengangkat salah satu budaya warga Tambelan untuk dipertunjukan seperti lomba sampan kayuh dan tarian zapin laba-laba Tambelan.
“Untuk event Pesona Tambelan pertama kalinya digelar tahun ini. Kegiatannya diawali dengan sepeda santai, lomba sampan kayuh, serta eksplorasi sejumlah tempat wisata,” tuturnya, Selasa (4/6/2025). (*)
batampos – Operasional jemaah haji telah memasuki hari ke-22. Tercatat, sebanyak 9.717 jemaah haji Embarkasi Batam telah tiba di Tanah Suci. Terbaru, sebanyak 449 jemaah kloter 22 Embarkasi Batam asal Jambi diterbangkan ke Arab Saudi, Selasa (4/6).
Sekretaris PPIH Embarkasi Hang Nadim Batam Muhammad Syafii di Batam, mengatakan jamaah calon haji dari Embarkasi Batam yang sudah tiba di Madinah dan Makkah berasal dari empat provinsi yakni Kepri, Riau, Kalimantan Barat, dan Jambi.
“Hingga tanggal 4 Juni 2024, kami sudah memberangkatkan 22 kloter dengan total jemaah 9.717 orang,” kata Syafii.
Ia mengatakan pelayanan terhadap jamaah calon haji Embarkasi Batam berakhir pada 10 Juni 2024, yaitu memberangkatkan kloter 28, JCH asal Jambi dengan tujuan Makkah.Secara keseluruhan, pada pelaksanaan haji 2024, PPIH Embarkasi Batam melayani 28 kloter, meliputi Provinsi Kepri, Riau, Kalimantan Barat, dan Jambi.
Anggota Media Center Kementerian Agama, Widi Dwinanda, menyampaikan bahwa berdasarkan Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT), hingga tanggal 3 Juni 2024 pukul 06.42 WIB, jumlah jemaah gelombang kedua yang telah tiba di Tanah Suci mencapai 73.488 orang, terdiri dari 32.359 jemaah laki-laki (44,03%) dan 41.129 jemaah perempuan (55,97%). Operasional keberangkatan jemaah gelombang kedua akan berakhir pada tanggal 10 Juni 2024 mendatang.
“Terjadi peningkatan jumlah jemaah yang meninggal pada hari ke-22 operasional penyelenggaraan ibadah haji 2024. Pada hari yang sama pada tahun 2023, terdapat 62 jemaah yang meninggal,” ujar Widi dalam keterangan resmi di Asrama Haji.
Widi menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan kebijakan istithaah kesehatan sebagai syarat pelunasan biaya haji. Menurut Permenkes 15 tahun 2016, istithaah adalah kemampuan melaksanakan ibadah haji secara fisik, mental, dan perbekalan. Istithaah kesehatan merupakan kemampuan kesehatan jemaah haji secara fisik dan mental yang diukur melalui pemeriksaan kesehatan yang terukur.
“Kebijakan istithaah kesehatan ini merupakan upaya pemerintah untuk memastikan bahwa jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci memiliki kemampuan untuk menjalani rangkaian ibadah haji dengan lancar dan juga sebagai bagian dari perlindungan jemaah,” tambahnya.
Saat ini, seluruh jemaah gelombang pertama telah tiba di Kota Makkah Al-Mukkaramah. Pelepasan jemaah haji kloter BPN 07 dari kota Madinah ke Makkah setelah mengambil miqat di Bir Ali menandai berakhirnya pelaksanaan operasional layanan jemaah haji gelombang pertama di Madinah.
“Pihak penyelenggara sedang merawat jemaah yang masih berada di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan rumah sakit di Madinah. Secara bertahap, PPIH akan membawa jemaah tersebut ke Makkah dengan diantar oleh petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI),” terangnya.
PPIH terus mengimbau jemaah untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Persiapan utama yang diperlukan adalah kesehatan fisik.
“Selain memperdalam manasik haji secara mandiri dan mengikuti bimbingan ibadah di musala hotel, jemaah juga disarankan untuk menjalankan aktivitas olahraga ringan dan mengikuti arahan petugas kesehatan untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat,” tutupnya. (*)
Siswa, mahasiswa dan dosen Polibatam foto bersama. F Polibatam
batampos – Politeknik Negeri Batam (Polibatam) mengumumkan bahwa Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk tahun ajaran baru tidak mengalami kenaikan. Direktur Polibatam, Uuf Brajawidagda, menjelaskan bahwa UKT tetap dikelompokkan menjadi delapan, dengan biaya berkisar antara Rp 3 juta hingga Rp 10 juta, kecuali program teknik perawatan pesawat udara berlisensi dan kelas Administrasi Bisnis Internasional yang mencapai 15 juta.
“Pengelompokan ini berdasarkan data latar belakang ekonomi mahasiswa, seperti sumber dan besaran pendapatan dan jumlah tanggungan orang tua,” ujar Uuf, Selasa (4/6).
Namun, Polibatam memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengajukan banding UKT ke kelompok yang lebih rendah.
“Apabila mahasiswa dapat menunjukkan bukti-bukti pendukung yang memenuhi, banding dapat disetujui,” ujarnya.
Selain ini mahasiswa dapat mengajukan angsuran jika keberatan. Angsuran UKT dimaksud ialah mahasiswa dapat mengajukan angsuran UKT dengan maksimal 4 kali cicilan per semester.
“Pengajuan angsuran juga mesti menunjukkan bukti pendukung yang memenuhi,” jelasnya.
Sementara untuk perubahan UKT maka mahasiswa dapat mengajukan perubahan UKT jika mengalami penurunan kemampuan ekonomi keluarga dengan membawa persyaratan sesuai ketentuan
Anggota Damkar mengevakuasi ular sanca kembang yang terlihat di median trotoar Jalan Coastal Area Tanjungbalai Karimun.
batampos– Warga Karimun dihebohkan atas temuan ular sanca kembang ditengah median trotoar Coastal Area Tanjungbalai Karimun, Selasa (4/6) sekira pukul 06.20 WIB.
Saat itu, warga mau beristirahat setelah berolahraga jogging. Alangkah kagetnya warga begitu mengetahui ada ular di trotoar depan Panggung Rakyat Putri Kemuning.
Ular sepanjang dua meter itu, terlihat menyatu di balik dedaunan. Warga yang mengetahui kehadiran ular dibuat kaget, dan langsung melapor ke petugas pemadam kebakaran.
Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD dan Damkar Kabupaten Karimun, Hendra Hidayat menuturkan, penemuan ular tersebut dilaporkan oleh warga sekira pukul 06.20 WIB.
“Pukul 06.30 WIB, tim tiba di lokasi, dan langsung melakukan evakuasi terhadap ular tersebut,” ungkapnya.
Setelah berhasil melakukan evakuasi, ular tersebut lalu dilepaskan ke lokasi yang jauh dari pemukiman Masyarakat. (*)
Sekda Bintan, Ronny Kartika saat menghadiri job fair dan pentas seni SMKN 1 Seri Kuala Lobam di taman rekreasi Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Selasa (4/6/2024). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Pawai takbir menyambut Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah akan digelar di Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Minggu (16/6/2024).
“Pawai takbir rencananya akan digelar di Kijang,” ungkap Sekda Bintan, Ronny Kartika saat menghadiri job fair dan pentas seni SMKN 1 Seri Kuala Lobam di taman rekreasi Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Selasa (4/6/2024).
Sedangkan untuk salat Idul Adha 1445 Hijriah akan dipusatkan di lapangan Sepakbola Hang Tuah Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Senin (17/6/2024).
Dia mengatakan, pihaknya telah melaksanakan rapat koordinasi untuk persiapan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1445 H yang dilaksanakan di ruang rapat kantor Bapelitbang Bintan di Tanjungpinang, Senin (3/6/2024) kemarin.
Untuk penyelenggaraan hewan qurban, dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan akan mengupayakan agar pendistribusian hewan kurban berjalan lancar dan tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Bintan.
Data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan terkait ketersediaan hewan kurban di Bintan per 3 Juni 2024 sekira 1.540 ekor terdiri dari hewan sapi sekira 972 ekor dan hewan kambing sebanyak 568 ekor.
Sementara diketahui untuk tingkat kebutuhan hewan kurban pada tahun 2023 di Kabupaten Bintan hanya dibutuhkan sekira 345 ekor hewan sapi dan sekira 238 ekor hewan kambing. (*)
Anggota Polsek Moro menunjukkan bukti pakaian yang digunakan mayat tanpa kepala ketika ditemukan.
batampos– Teka teki identitas mayat tanpa kepala yang ditemukan di Perairan Desa Kericik, Kecamatan Moro pada Minggu 26 Mei 2024 akhirnya terungkap. Hal ini diketahui setelah perwakilan pihak keluarga mendatangi Polsek Moro.
”Awalnya, pada Sabtu (1/6) kita dihubungi oleh seorang pria atas nama M Yunus yang merupakan ipar dari almarhum. Setelah kita jelaskan, akhirnya pada Senin (3/6) M Yunus yang berasal dari Guntung tiba di Polsek Moro,” ujar Kapolsek Moro, AKP Rizal Rahim kepada Batam Pos, Selasa (4/6).
Setelah itu, lanjutnya, Polsek Moro menunjukkan barang bukti yang masih disimpan. Yakni, pakaian yang melekat pada mayat yang ditemukan tersebut. Seperti celana dan baju. Dengan bukti-bukti tersebut diakui M Yunus bahwa mayat yang ditemukan di laut adalah Hamirudin berusia 39 tahun.
”Keterangan perwakilan pihak keluarga korban bahwa Hamirudin warga dari Dusun Setia Palapa, Kelurahan Lambur, Kecamatan Muara Sabak Timur, Jambi. Korban dilaporkan hilang pada Kamis 16 Mei 2024. Ketika itu, korban sedang menjaring ikan di Perairan Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi,” paparnya.
”Pihak keluarga sudah ikhlas dan berterima kasih sudah mengurus dan mengebumikan Hamirudin di Moro. Dan, barang bukti atau pakaian yang dikenakan korban saat ditemukan sudah kita serahkan kepada pihak keluarga,” jelas Rizal.
Dengan terungkapnya identitas mayat tanpa kepala, tambah Kapolsek Moro, maka kasusnya sudah selesai. Termasuk penyebabnya meninggal sudah diketahui. Yakni, tenggelam di laut. Dan, jarak kejadian korban Hamirudin jatuh ke laut dengan ditemukannya sekitar 10 hari. (*)
Karyawan PT Solusi Bangun Andalas (SBA) area Batam saat bekerja dengan tumpukan debu.
batampos – Karyawan PT Solusi Bangun Andalas (SBA) area Batam mengeluhkan sikap perusahaan. Sebab, perusahaan produsen semen ini mengabaikan hak pekerja, tidak dilengkapi K3, serta mengoperasikan mesin yang sudah tak layak.
Dari pengakuan pekerja, hak yang diabaikan yakni para pekerja tidak mengantongi BPJS Kesehatan. “Sudah 3 bulan kerja, tapi tidak ada BPJS. Gaji teman juga ada yang telat dibayarkan,” ujar salah seorang pekerja, Senin (3/6).
Ia mengaku BPJS Kesehatan sangat dibutuhkan. Karena, para pekerja kerap mengalami sakit karena debu semen tersebut. Sakit yang dialami seperti batuk, dan sakit kulit atau gatal-gatal. “Tiap hari hirup debu, tapi tidak ada BPJS. Sampai ada yang batuk berdarah. Bahkan hingga ada yang mengalami gangguan pernapasan dan penglihatan.” katanya.
Ia menjelaskan mesin yang tak layak beroperasi tersebut yakni mesin pengepakan lokasi packing plant. Mesin tersebut bocor, hingga mengeluarkan debu yang lebih banyak. “Semenjak saya kerja kebocoran sudah terjadi, saya gak tau kapan rusaknya, hanya saja saya kerja sudah seperti ini,” ungkapnya.
Pekerja tersebut turut memperlihatkan kondisi saat bekerja. Terlihat pekerja tanpa dilengkapi K3 bekerja di dalam ruangan penuh debu semen. Memang saat bekerja mereka menggunakan safety atau alat pengaman saat bekerja seperti masker dan kacamata. Namun hal itu tidak maksimal. Apalagi dengan tumpukan debu yang seperti itu.
“Teman kita di depan saat bekerja gak kelihatan. Kita harus teriak dulu baru tahu kalau disana ada orang,” sebutnya.
Sementara, perwakilan SBA di Batam, Rido Ansari saat dikonfirmasi mengatakan kalau terkait video mereka harus melakukan konfirmasi ke lapangan dan pihak tertentu.
Sedangkan terkait pekerja mereka mengatakan sudah lengkapi APD seperti respirator dust, kn95 dan lain sebagainya.
“Terkait video tersebut saya harus konfirmasi ke lapangan dan pihak-pihak tertentu karna kejadian seperti ini bukan kejadian normal pasti ada abnormalitas dan terkait pekerja kita sudah lengkapi apd seperti respirator dust, kn95 dan lain sebagainya,” sebut Rido Ansari saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Diketahui, PT Solusi Bangun Andalas (SBA) merupakan salah satu produsen semen di Indonesia dengan kapasitas produksi sebesar 1,8 juta ton per tahun. Pabrik SBA terletak di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.
Perusahaan mengoperasikan pabrik terintegrasi di Lhoknga, dan fasilitas pengemasan yang berlokasi di Lhoknga, Lhokseumawe, Belawan, Batam and Dumai. (*)
Pengendara roda dua dan roda empat datang dari arah berlawanan di pertigaan Jalan Sungai Jang, Selasa (4/6).
batampos-Pertigaan Jalan Ahmad Yani dengan Jalan Sungai Jang tepatnya di depan Kantor RRI Tanjungpinang menjadi salah satu titik rawan kecelakaan karena tidak ada rambu-rambu lalu lintas.
Pantuan Batam Pos, pertigaan ini cukup sering terjadi kecelakaan, terutama saat sore ketika jam pulang kerja.
Di simpang tiga ini juga tidak terpasang lampu lalu lintas yang mengatur kendaraan yang melintas, sehingga pengendaran dari lawan arah kerap kali ingin mendahului untuk berbelok ke pertigaan Jalan Sungai Jang tersebut.
Salah seorang warga sekitar, Ratna, mengatakan di pertigaan jalan itu memang sering kali terjadi kecelakaan antara kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil.
“Di sini sering kecelakaan, apalagi sore pas jalanan lagi padat saat jam pulang kerja,” kata Ratna, Selasa (4/6).
Ratna yang sudah menetap dekat pertigaan sejak lama itu menyebut di pertigaan itu sering terjadi kecelakaan, waktu kecelakaan tidak hanya pada jam tertentu, kecelakaan terjadi saat pagi, siang, sore dan malam hari.
“Dulu ada korban orang tua yang meninggal, ada anak sekolahan juga ada yang meninggal. Pokonya tak terhitunglah,” ujar Ratna.
Menurutnya dalam satu bulan selalu ada kecelakaan di pertigaan jalan itu, terlebih juga ada sekolah dekat lokasi itu, sehingga jalanan semakin ramai oleh kendaraan orang tua yang menjemput anak pulang sekolah.
“Harusnya ada rambu-rambu, lampu kuning aja tanda harus pelan. Dari dulu sejak 1994 tinggal di sini bentuk jalannya gitu aja, nggak pernah dipasang lampu lalulintas,” ucapnya.
Salah seorang pengendara, Mamen, menuturkan hal serupa bahwa di pertigaan itu sering terjadi kecelakaan antar pengendara. Karena Pemko Pemko Tanjungpinang juga tidak memasang lampu lalulintasnya.
“Di sini rawan kecelakaan, kendaraan selalu ramai dari Sungai Jang,” ucapnya.
Harusnya dengan kondisi seperti itu, Dinas Perhubungan juga harus peka terhadap kondisi jalan yang memerlukan lampu lalulintas.
“Selama ini Dishubnya kemana aja, masak nggak tahu di sini rawan kecelakaan,” ujarnya kesal. (*)