Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 350

Dari Kantor ber-AC ke Debu Proyek: Perjalanan Roma Nasir Hutabarat dan Kisah Sukses BRB

0
Roma Nasir Hutabarat.

batampos – Pada awal 1990-an, ketika sebagian besar wilayah Batam masih berupa semak dan tanah merah, Roma Nasir Hutabarat sudah mengambil keputusan yang akan menentukan seluruh hidupnya. Ia meninggalkan ruang kantor berpendingin udara di sebuah perusahaan Jepang, lalu memilih panas matahari, debu proyek, dan hitungan batu bata.

“Waktu itu kerja di kantor Jepang sudah dianggap keren. Tapi saya melihat masa depan Batam bukan di meja kantor, melainkan di proyek,” kata dia, Rabu (21/1).

Tahun 1991, Nasir, lelaki asal Medan yang sempat kuliah di Pekanbaru namun tak menamatkannya datang ke Batam sebagai perantau tanpa modal besar. Batam saat itu sedang menggeliat sebagai kota industri baru. Pabrik tumbuh, lahan dibuka, dan arus manusia mengalir dari berbagai daerah. Bagi Nasir, kota ini adalah buku terbuka.

Ia memulainya dari bawah. Setelah setahun bekerja sebagai staf kantor di salah satu perusahaan Jepang, Nasir sengaja keluar dan masuk ke dunia kontraktor. Bukan demi gaji. Ia ingin belajar.

“Saya mau paham bagaimana rumah dibangun, dari nol,” ujarnya.

Kulitnya yang semula putih perlahan menggelap. Hari-harinya dihabiskan bersama tukang, memegang meteran, menghitung besi, batu, dan upah harian. Ia bukan lulusan teknik sipil. Tapi proyek adalah sekolahnya.

Dari pemborong, Nasir beralih menjadi agen properti. Dia belajar menjual rumah, memahami pasar, dan membaca psikologi pembeli. Pada pertengahan 1990-an, uang mulai mengalir. Namun badai datang cepat. Krisis moneter di 1998 menghantam tanpa ampun.

“Tahun 1998 saya bangun rumah di Tanjung Piayu. Hancur. Modal habis,” katanya.

Ia jatuh. Tapi tidak pergi. Ketika ekonomi mulai pulih pada 2000, Nasir bangkit lewat jalur yang ia kuasai: penjualan properti. Dalam dua tahun, namanya melesat. Penghasilannya sebagai agen properti mencapai ratusan juta rupiah per bulan, angka yang pada masa itu nyaris tak terbayangkan.

Tahun 2003, Nasir mengambil langkah paling berani: mendirikan perusahaan pengembang sendiri, Batam Riau Bertuah (BRB). Proyek pertamanya berjumlah 153 unit rumah di kawasan Bandara. Modalnya berasal dari pinjaman dan kepercayaan teman.

Dua dekade lebih berselang, BRB telah mengembangkan sekitar 23 proyek di Batam, dengan total lebih dari 10 ribu unit, mulai dari rumah sederhana, ruko, pasar, hingga fasilitas pendidikan. Nasir juga merambah usaha penunjang seperti pusat biliar dan futsal. Di luar Batam, ia sempat mengembangkan proyek perumahan di Pekanbaru dan kini menyiapkan lahan ratusan hektare di Serang, Banten.

Nama Batam Riau Bertuah bukan sekadar label dagang. Batam adalah tempat ia berpijak. Riau adalah akar administratif dan kultural masa lalu sebelum Kepri mekar menjadi provinsi. Bertuah, kata Melayu itu, adalah doa: keberkahan.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” kata Nasir.

Di kalangan pengembang Batam, Nasir dikenal sebagai anomali. Ia tidak lahir dari “universitas developer” istilah untuk para profesional yang lama bekerja di perusahaan properti besar sebelum membuka usaha sendiri. Nasir membangun jalannya sendiri.

“Saya belajar dari proyek, bukan dari kantor developer,” ujar dia.

Ia bercerita, kala dulu pernah duduk dalam rapat proyek bersama enam insinyur terkemuka. Mereka menghitung durasi dan biaya dengan perangkat lunak. Nasir menghitung dengan ingatan dan pengalaman. Hasilnya, menurutnya, paling presisi. “Karena saya hidup di situ setiap hari,” katanya.

Soal pendidikan formal, riwayat Nasir berliku. Ia tercatat tiga kali masuk perguruan tinggi, di Pekanbaru dan Batam, bahkan sempat mengambil jurusan hukum. Akan tetapi, semua tak tamat.

“Bukan karena saya anti pendidikan. Saya tidak mau sekadar mengejar gelar,” katanya.

Baginya, pendidikan tak selalu berujung ijazah. Ia mengukurnya dari kemampuan berbuat. “Tujuan pendidikan, kan, untuk memberi manfaat,” tambahnya.

Kini, di usia hampir setengah abad, dia menyaksikan Batam dengan mata yang lebih waspada. Ia bilang, prospek properti masih terbuka. Tapi tantangannya jauh lebih kompleks dibanding dua dekade lalu.

Persoalan lahan menjadi momok utama. Konsep land bank atau tanah cadangan pengembang, sering dipersepsikan negatif. Padahal, bagi Nasir, itu adalah nafas bisnis properti.

“Developer hidup dari tanah. Kalau tidak punya cadangan, mati,” katanya.

Ia sendiri masih berperkara atas lahan sekitar 10 hektare yang telah dibangun ratusan unit, namun belakangan dipersoalkan statusnya. Selain itu, konflik rumah liar kerap menempatkan pengembang di posisi serba salah: diminta menertibkan, tapi tanpa kewenangan keamanan.

Ia khawatir, jika persoalan-persoalan ini tak ditangani negara secara tegas dan adil, Batam akan kehilangan daya tariknya di mata investor. Padahal, kota ini dibangun oleh keberanian orang-orang yang datang tanpa jaminan apa pun seperti dirinya, 35 tahun lalu.

Nasir masih percaya pada Batam. Tapi dia tahu, membaca kota ini hari ini tak bisa lagi hanya dengan naluri. Perlu kebijakan yang berpihak, regulasi yang pasti, dan negara yang hadir. (*)

Artikel Dari Kantor ber-AC ke Debu Proyek: Perjalanan Roma Nasir Hutabarat dan Kisah Sukses BRB pertama kali tampil pada Metropolis.

Tokoh Advokat Batam Abdul Kadir Tutup Usia, Peradi Kehilangan Sosok Panutan

0
Tokoh advokat senior Batam, Abdul Kadir, semasa hidup dikenal sebagai figur tegas dan mengayomi di lingkungan Peradi Batam.
Almahum Abdul Kadir (paling kanan) didampingi istrinya foto bersama rekan advokat Ade TriniAde Trini Hartaty dan suami saat menghadiri acara di Batam. F. Istimewa

batampos – Kabar duka menyelimuti dunia advokat di Kota Batam. Abdul Kadir, tokoh senior advokat yang dikenal luas di lingkungan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), meninggal dunia akibat sakit jantung pada usia 60 tahun, Selasa (20/1) sekitar pukul 16.20 WIB, di Rumah Sakit Awal Bros Batam, Baloi.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam. Tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan sejawat dan komunitas advokat di Batam. Selama hidupnya, Abdul Kadir dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, mengayomi, serta menjadi tempat bertukar pikiran bagi banyak advokat muda.

Wakil Ketua Peradi Batam, Ade Trini Hartaty, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya almarhum.

Baca Juga: PN Batam, Polresta dan Kejari Samakan Persepsi Penerapan KUHAP Baru

“Kami sangat berduka. Almarhum adalah rekan terbaik, sosok yang tegas namun merangkul. Kami benar-benar merasa kehilangan,” ujarnya.

Menurut Ade, Abdul Kadir merupakan figur sentral di organisasi advokat. Di balik ketegasannya, almarhum dikenal supel, pandai bergaul, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.

“Banyak yang menjadikan beliau tempat curhat. Almarhum panutan kami,” katanya.

Semasa hidupnya, Abdul Kadir tercatat pernah menjabat dua periode di Peradi dan juga berkiprah di organisasi advokat lainnya. Bahkan, ia dikenal sebagai ketua pertama pada salah satu asosiasi advokat di Batam, sehingga kiprahnya di dunia hukum tak diragukan lagi.

Dijelaskan Ade, kepemimpinan Abdul Kadir dikenal kuat dan mengayomi. Meski tak lagi menjabat, almarhum tetap menjadi rujukan banyak advokat untuk berdiskusi dan bertukar pikiran.

“Beliau loyal dan tahu bagaimana menghadapi orang lain. Walaupun tidak menjabat ketua, beliau tetap dicari,” katanya.

Dalam dua bulan terakhir, kondisi kesehatan Abdul Kadir dikabarkan menurun dan kerap keluar-masuk rumah sakit. Rekan-rekan sejawat mengaku terkejut saat mendengar kabar wafatnya almarhum.

Baca Juga: Batam Catat Investasi Riil Rp69 Triliun

“Kami sempat hendak menjenguk ke rumah sakit, namun ternyata beliau sudah dipanggil untuk selamanya,” ungkap Ade.

Ketua Peradi Batam, Mustari, turut mengungkapkan duka cita mendalam atas wafatnya sahabat dekatnya tersebut.
“Beliau sahabat baik saya, tempat bertukar pikiran. Jelas kami sangat kehilangan,” ujarnya.

Ia berharap doa dari seluruh pihak agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” ujar Mustari.

Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Kampung Jabi, Batu Besar, Kecamatan Nongsa. Sesuai rencana, almarhum akan dikebumikan Rabu (21/1) siang, setelah salat Zuhur, di Sambau. (*)

Artikel Tokoh Advokat Batam Abdul Kadir Tutup Usia, Peradi Kehilangan Sosok Panutan pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemerintah Perluas Sekolah Rakyat, Fokus SDM Berkualitas, Semua Guru Harus Lulusan PPG

0
Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Pemerintah memastikan kualitas pendidikan dalam program Sekolah Rakyat dengan menetapkan syarat lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi seluruh tenaga pengajar, sebagai bagian dari kebijakan prioritas Presiden RI.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul,Selasa (20/1) di Batam. Ketentuan itu diterapkan untuk menjamin kualitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu yang menjadi sasaran utama program tersebut.

Menurut Gus Ipul, proses rekrutmen guru Sekolah Rakyat dilakukan melalui seleksi yang sangat ketat bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Persyaratan utama yang tidak bisa ditawar adalah status kelulusan PPG, sebagai standar kompetensi profesional tenaga pendidik.

Baca Juga: Gus Ipul di Rakernas Apkasi Batam, Dorong Kepala Daerah Sukseskan Sekolah Rakyat

“Guru yang mengajar di Sekolah Rakyat diambil dan diseleksi melalui proses yang sangat ketat bersama Kemendikdasmen. Syarat utamanya, mereka harus lulusan PPG,” kata dia.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo yang dirancang untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin. Program ini menyasar anak-anak yang putus sekolah, berpotensi putus sekolah, bahkan mereka yang belum pernah mengenyam pendidikan formal.

“Banyak anak-anak kita yang belum sekolah atau hampir putus sekolah. Inilah yang menjadi perhatian besar Bapak Presiden. Karena itu disiapkan Sekolah Rakyat dengan konsep pendidikan berasrama,” ujarnya.

Selain fokus pada kualitas tenaga pengajar, pemerintah juga memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Kerja sama dilakukan dengan bupati, wali kota, dan gubernur yang dinilai paling memahami kondisi masyarakatnya, terutama berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

“Pemerintah daerah sangat menentukan karena mereka memiliki data dan mengetahui langsung kondisi masyarakatnya,” kata Gus Ipul.

Hingga 2025, tercatat sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi di berbagai daerah di Indonesia. Pada 2026, pemerintah menargetkan penambahan jumlah sekolah secara bertahap. Saat ini, sebagian Sekolah Rakyat masih memanfaatkan gedung sementara milik pemerintah pusat maupun daerah, termasuk aset Kementerian Sosial dan Kementerian Ketenagakerjaan.

“Kita percepat penyediaan lahan agar pembangunan gedung permanen bisa segera dilakukan. Targetnya setiap tahun dibangun 100 gedung permanen melalui APBN sesuai arahan Presiden,” ujarnya.

Di Provinsi Kepri, Sekolah Rakyat telah beroperasi di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Natuna, dan Kota Tanjungpinang. Sementara itu, Sekolah Rakyat di Kota Batam dan wilayah lain masih dalam proses dan diproyeksikan segera menyusul. (*)

Artikel Pemerintah Perluas Sekolah Rakyat, Fokus SDM Berkualitas, Semua Guru Harus Lulusan PPG pertama kali tampil pada Metropolis.

Aksi Pencurian Motor Gagal, Pelaku Dihajar Warga

0
Pelaku pencurian sepeda motor di kawasan Bengkong Kolam.

batampos – Aksi pencurian sepeda motor di kawasan Bengkong Kolam, Kota Batam, berakhir dramatis setelah pelaku berhasil ditangkap pemilik kendaraan pada Selasa (20/1) pagi. Pelaku berinisial Bip (23), tak berkutik setelah aksinya dipergoki langsung oleh korban saat melintas menggunakan motor hasil curian.

Peristiwa bermula ketika korban Gsf (21) melihat sepeda motor Honda Beat Street warna cokelat miliknya dikendarai orang tak dikenal. Tanpa pikir panjang, korban bersama adiknya langsung melakukan pengejaran hingga berhasil menghentikan pelaku di sekitar kawasan Pasir Putih.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut turut membantu mengamankan pelaku. Emosi warga sempat memuncak lantaran geram dengan aksi pencurian tersebut. Akibatnya, BIP yang diketahui beralamat di Mangsang, Seibeduk ini sempat diikat tangan dan kakinya menggunakan tali sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi.

Kapolsek Bengkong melalui Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Apriadi, membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan pihaknya segera mengamankan pelaku beserta barang bukti.

“Pelaku sudah kami amankan bersama motor milik korban dan sebilah pisau bergagang kayu sepanjang kurang lebih 30 sentimeter,” ujar Iptu Apriadi, Rabu (21/1).

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku tidak beraksi seorang diri. Ia menyebut melakukan pencurian bersama rekannya berinisial F (22) yang kini masih dalam pengejaran polisi. Meski bukan residivis, pelaku mengaku telah melakukan pencurian sepeda motor di tiga lokasi berbeda.

“Berdasarkan pengakuan dan hasil interogasi, pelaku sudah melakukan pencurian motor di wilayah Batuaji, Seibeduk, dan Bengkong,” ungkap Apriadi.

Pengakuan tersebut masih terus didalami guna pengembangan kasus dan pengejaran terhadap pelaku lainnya.

Terkait modus operandi, pelaku menjalankan aksinya dengan cara mematahkan setang motor. Setelah berhasil membawa motor menjauh dari rumah korban, barulah pelaku menyambungkan kabel untuk menghidupkan mesin kendaraan.

Kasus pencurian ini sendiri diketahui terjadi sekitar pukul 05.30 WIB saat korban hendak mengantar adiknya bekerja. Motor yang diparkir di depan rumah tiba-tiba raib, hingga akhirnya ditemukan dikendarai pelaku.

Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 477 Ayat (1) huruf g KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman hingga tujuh tahun penjara, serta mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika mengetahui keberadaan pelaku lain. (*)

Artikel Aksi Pencurian Motor Gagal, Pelaku Dihajar Warga pertama kali tampil pada Metropolis.

RUU Hukum Acara Perdata Ditarik Jadi Usulan DPR

0
Tangkapan layar – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman dalam rapat kerja bersama pemerintah di Jakarta, Rabu (21/1/2026). ANTARA/YouTube/TVR Parlemen/Agatha Olivia Victoria

batampos – Pemerintah dan Komisi III DPR RI menyepakati Rancangan Undang-Undang (RUU) Hukum Acara Perdata diajukan sebagai inisiatif DPR guna mempercepat proses pembahasan dan pengesahannya.

Kesepakatan tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman dalam rapat kerja bersama pemerintah di Jakarta, Rabu.

“Disepakati bahwa undang-undang ini akan ditarik dan menjadi usulan DPR,” ujar Habiburokhman, seperti dipantau secara daring.

Ia menjelaskan, RUU Hukum Acara Perdata yang sebelumnya merupakan inisiatif pemerintah diambil alih oleh DPR agar proses pembahasan dapat berjalan lebih cepat. Menurutnya, apabila RUU tersebut menjadi usulan DPR, Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang dibahas akan lebih sedikit dibandingkan jika berasal dari pemerintah.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej menyambut baik keputusan tersebut.

“Selanjutnya, kami akan menyesuaikan dengan proses yang berlaku,” ujar Eddy, sapaan akrabnya.

Sebelumnya, Eddy menyampaikan bahwa RUU Kitab Undang-Undang Hukum Acara Perdata telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026. Ia menegaskan, Komisi III DPR RI nantinya akan melibatkan para akademisi untuk memberikan aspirasi, masukan, serta perbaikan terhadap substansi RUU tersebut.

“Nantinya, Komisi III DPR RI pasti akan mengundang para akademisi untuk dapat memberikan masukan terhadap materi yang ada,” kata Eddy dalam Konferensi Nasional Hukum Acara Perdata VIII di Jakarta, Rabu (19/11).

Ia mencontohkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru disahkan telah mengakomodasi berbagai peraturan Mahkamah Agung, termasuk surat edaran MA yang menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Menurut Eddy, pendekatan serupa juga akan diterapkan dalam penyusunan Kitab UU Hukum Acara Perdata.

Berdasarkan data Prolegnas, terdapat 64 RUU dan lima daftar RUU kumulatif terbuka yang masuk Prolegnas Prioritas 2026. Sementara itu, sebanyak 199 RUU tercantum dalam Prolegnas jangka menengah 2025–2029. (*)

Artikel RUU Hukum Acara Perdata Ditarik Jadi Usulan DPR pertama kali tampil pada News.

Korban Masih Masuk Kerja Meski Luka Berat, Akhirnya Tewas

0
Pelaku pembunuhan pasangan sesama jenis (kaos putih). Foto. Yofi Yuhendri/ Batam Pos

batampos – Seorang pria berinisial R (27) meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan berat oleh pasangannya sendiri. Yang memilukan, korban sempat tetap masuk kerja meski dalam kondisi lemas dan mengalami pendarahan, sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan mengembuskan napas terakhirnya.

Kasus ini dirilis secara resmi oleh Polsek Batam Kota. Kapolsek Batam Kota AKP Benny Syahrizal menyampaikan bahwa peristiwa penganiayaan terjadi pada Minggu, 18 Januari 2026, dan berujung pada kematian korban di hari yang sama.

Menurut Kapolsek, korban diketahui masih beraktivitas seperti biasa dengan berangkat ke tempat kerjanya di kawasan Pasir Putih pada Minggu pagi. Namun setibanya di lokasi kerja, kondisi korban menurun drastis. Rekan kerja dan pemilik usaha melihat darah keluar dari hidung dan telinga korban, serta kondisi fisik yang sangat lemah.

Baca Juga: Bunuh Pasangan Sesama Jenis dengan Cobekan karena Cemburu

Pelapor berinisial KN, yang juga pemilik tempat usaha korban, merasa ada yang tidak beres melihat kondisi tersebut. Korban kemudian segera dilarikan ke rumah sakit di kawasan Sungai Panas untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Korban sempat sadar saat tiba di rumah sakit, namun kondisinya lemas. Ia mengeluhkan nyeri di bagian belakang kepala dan rasa mual di perut,” jelas Kapolsek yang didampingi Kanit Reskrim Iptu Bobby Ramadhana Fauzi.

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas medis menemukan pembengkakan di bagian belakang bawah kepala serta luka di bagian tengah kepala korban. Meski awalnya korban tidak mengakui penyebab luka tersebut, dokter mencurigai adanya benturan akibat benda tumpul dan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Upaya medis tidak membuahkan hasil. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 09.00 WIB. Mendapatkan laporan tersebut, Polsek Batam Kota langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan.

Pada hari yang sama sekitar pukul 13.00 WIB, polisi berhasil mengamankan pelaku berinisial S (17) di wilayah Kelurahan Baloi Permai.

Pelaku diketahui merupakan pasangan sesama jenis korban dan telah tinggal bersama selama beberapa waktu.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui telah memukul korban satu kali di bagian belakang kepala menggunakan ulekan cabai saat korban sedang tertidur.

Pukulan tersebut menjadi penyebab utama luka berat yang dialami korban hingga berujung kematian.

Motif penganiayaan dipicu oleh cemburu asmara. Pelaku dan korban telah saling mengenal sejak 2018 dan kerap terlibat pertengkaran. Rasa cemburu memuncak hingga berujung pada tindakan kekerasan fatal.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 468 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat yang menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara, serta Pasal 466 juncto Undang-Undang Peradilan Anak. Polisi menegaskan proses hukum akan dilakukan secara profesional dan transparan, sementara kasus ini menjadi pengingat serius akan bahaya kekerasan dalam hubungan personal. (*)

Artikel Korban Masih Masuk Kerja Meski Luka Berat, Akhirnya Tewas pertama kali tampil pada Metropolis.

Pramugari Florencia Jadi Korban Kedua Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

0
Kru pesawat ATR-400 Florencia Lolita Wibisono tercatat dalam daftar manifest penerbangan rute Jogjakarta–Makassar, yang diduga jatuh di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1).(Manado Post)Kru pesawat ATR-400 Florencia Lolita Wibisono tercatat dalam daftar manifest penerbangan rute Jogjakarta–Makassar, yang diduga jatuh di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1).(Manado Post)

batampos – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi satu jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Korban diketahui bernama Florencia Lolita Wibisono, seorang pramugari yang bertugas dalam penerbangan nahas tersebut.

Jenazah Florencia diterima Rumah Sakit Bhayangkara Makassar pada Selasa malam (20/1) dan dipastikan identitasnya melalui proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Sulsel. Florencia merupakan korban kedua yang ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam operasi pencarian.

“Yang kemarin sudah teridentifikasi Florencia Lolita Wibisono,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto saat dikonfirmasi, Rabu (21/1).

Tim SAR Gabungan menemukan jenazah Florencia pada Senin (19/1). Sehari sebelumnya, Minggu (18/1), satu jenazah korban berjenis kelamin laki-laki lebih dulu ditemukan. Namun, jenazah Florencia tiba lebih awal di RS Bhayangkara Makassar, sementara jenazah korban pertama baru tiba pada Rabu pagi (21/1) dan hingga kini masih dalam proses identifikasi.

Proses identifikasi dilakukan dengan mengombinasikan data antemortem dari keluarga korban dan data post mortem dari jenazah, termasuk pemeriksaan DNA. Tim DVI menegaskan bahwa akurasi dan kehati-hatian menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan identifikasi.

“Yang pagi ini baru datang, jadi belum teridentifikasi,” jelas Kombes Didik.

Didik menambahkan, proses identifikasi dilakukan secara profesional dengan dukungan personel tambahan dari Mabes Polri. Hingga saat ini, dua jenazah korban telah berhasil dievakuasi, sementara delapan korban lainnya masih dalam pencarian.

Operasi pencarian dan evakuasi terus dilanjutkan oleh Tim SAR Gabungan di medan ekstrem Gunung Bulusaraung. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii sebelumnya menyampaikan bahwa cuaca buruk menjadi tantangan utama selama empat hari operasi SAR berlangsung.

“Jadi, kami akan terus berupaya melaksanakan pencarian korban, sambil mengumpulkan puing-puing pesawat untuk selanjutnya diserahkan kepada KNKT,” ujar Syafii.

Diketahui, pesawat ATR 42-500 tersebut mengangkut total 10 orang, terdiri atas tujuh kru—termasuk pilot dan kopilot—serta tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang sedang menjalankan tugas. Basarnas memastikan upaya pencarian seluruh korban akan terus dilakukan bersama Tim SAR Gabungan. (*)

Artikel Pramugari Florencia Jadi Korban Kedua Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 pertama kali tampil pada News.

Percepat Akselerasi Investasi Daerah, Mendagri Resmikan PPID

0
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian saat meresmikan Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) sebagai upaya memperkuat promosi investasi serta mempercepat realisasi proyek prioritas nasional di tingkat kabupaten dan desa, Senin (20/1). Foto. Arjuna/ Batam Pos

batampos – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bersama International Business Association (IBA) meresmikan Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) sebagai upaya memperkuat promosi investasi serta mempercepat realisasi proyek prioritas nasional di tingkat kabupaten dan desa.

Peresmian PPID dilakukan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, Senin (20/1) di Batam. Kehadiran PPID sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem investasi daerah yang terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan. Acara tersebut turut dihadiri para kepala daerah, perwakilan pemerintah kabupaten, serta mitra strategis dari dalam dan luar negeri.

PPID merupakan hasil kerja sama APKASI dan IBA yang dirancang sebagai pusat koordinasi, promosi, dan fasilitasi investasi bagi seluruh pemerintah kabupaten di Indonesia. Melalui wadah ini, pemerintah daerah memiliki akses yang lebih luas dan terstruktur terhadap investor, teknologi, serta skema pembiayaan yang siap diimplementasikan.

Dalam mendukung agenda transisi energi nasional, APKASI dan IBA juga menghadirkan investor di sektor Battery Storage Energy System (BESS). Kehadiran investor tersebut ditujukan untuk mendorong implementasi program “Satu Desa Satu Megawatt”, yakni penyediaan energi bersih di tingkat desa guna meningkatkan kemandirian energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Program “Satu Desa Satu Megawatt” dirancang agar dapat ditawarkan kepada setiap desa di Indonesia dengan skema investasi yang telah disiapkan. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan potensi wilayah, kebutuhan energi, serta kesiapan infrastruktur di masing-masing daerah .

Mendagri Tito mengapresiasi kolaborasi antara APKASI dan IBA. Ia berharap kerja sama tersebut mampu memperkuat jaringan investasi yang benar-benar berdampak pada pembangunan ekonomi nasional. “Ini ide yang bagus dan memerlukan kerja keras dari kedua belah pihak,” katanya.

Pihak APKASI menyatakan, bahwa PPID bakal jadi jembatan efektif antara pemerintah daerah dan investor sehingga proyek-proyek strategis, khususnya di sektor energi terbarukan, dapat direalisasikan lebih cepat dan merata. Sementara itu, IBA terus berkomitmen untuk menghadirkan investor berkualitas dengan teknologi dan pendanaan yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Peresmian PPID ini menandai langkah awal penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha guna mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*)

Artikel Percepat Akselerasi Investasi Daerah, Mendagri Resmikan PPID pertama kali tampil pada Metropolis.

Bikin Ketagihan, Ini 5 Tempat Makan Sunda Terfavorit di Batam

0
Warung Makan Sunda Teh Sinta.([email protected])

batampos – Kota Batam menghadirkan surga kuliner dengan ragam masakan Nusantara, termasuk hidangan khas Sunda.

Cita rasa segar, sambal pedas, lalapan, serta olahan ikan dan ayam menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat lokal maupun pendatang.

5 Tempat Makan Sunda Terfavorit di Batam

1. Waroeng Teh Sinta

Tempat makan Sunda prasmanan yang bisa bikin kalap. Harganya terjangkau dan pilihan menu prasmanannya sangat banyak. Terletak di Batam Center Mall, Jl. Mitra Raya, Tlk. Tering, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

2. Restoran Pondok Batam Kuring

Restoran legendaris yang sudah berjualan makanan Sunda sejak tahun 90an. Pengalaman makan Nusantara dengan tempatnya yang luas. Terletak di Jl. Prambanan No.40, Sungai Jodoh, Kecamatan Batuampar, Kota Batam.

3. Warung Sunda RuangRiung

Warung Sunda yang baru buka yang menarik minat masyarakat lokal. Menunya autentik khas Sunda sampai sambalnya. Terletak di Ruko Mega Legenda Junction blok BB2.1, Kota Batam.

4. RM Sunda Ibu Joko

Bagi yang ingin makan Sunda prasmanan bisa ke sini. Harganya terjangkau dan variasi menunya beragam. Terletak di Ruko Accelence Blok B No.21-23, Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, Batam.

5. Warung Prasmanan Sunda Teh Siti

Warung satu ini berada di tempat yang lumayan tersembunyi. Menu prasmanannya lumayan banyak. Terletak di Simpang 4 Gereja, Tiban.

Kehadiran tempat makan Sunda di Batam membuktikan kuliner Nusantara selalu memiliki tempat istimewa di tengah keberagaman budaya kota Batam.

Pastikan lokasi dan jam buka sebelum berkunjung.(*)

Artikel Bikin Ketagihan, Ini 5 Tempat Makan Sunda Terfavorit di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Juventus Kalah Banding, Wajib Bayar Sisa Gaji Cristiano Ronaldo Jutaan Euro

0
Cristiano Ronaldo saat berseragam Juventus. (Roberto Finizio/NurPhoto)

batampos – Juventus kembali menelan kekalahan hukum dalam sengketa gaji dengan mantan bintang mereka, Cristiano Ronaldo. Pengadilan tenaga kerja di Turin menolak upaya banding klub asal Italia itu dan menguatkan putusan yang mewajibkan Juventus membayar gaji Ronaldo yang tertunggak senilai jutaan euro.

Putusan tersebut dibacakan Pengadilan Tenaga Kerja Turin pada Senin (19/1) waktu setempat. Dalam amar putusannya, pengadilan menolak seluruh banding Juventus dan menyatakan Ronaldo tidak berkewajiban mengembalikan dana sebesar EUR 9,75 juta yang telah diterimanya, termasuk bunga. Juventus juga dibebani seluruh biaya perkara yang mencapai sekitar EUR 80.000.

Sebelumnya, pada April 2024, tribunal arbitrase memutuskan Juventus wajib membayar setengah dari total klaim Ronaldo sebesar EUR 19,5 juta. Klaim tersebut berkaitan dengan pemotongan gaji yang disepakati selama pandemi Covid-19, namun tidak sepenuhnya dipenuhi klub.

Putusan terbaru ini disebut tidak berdampak pada kondisi keuangan Juventus saat ini. Pasalnya, dana yang disengketakan telah dibayarkan kepada Ronaldo dan dicatat dalam laporan keuangan musim 2023/2024.

Meski demikian, Juventus masih memiliki peluang untuk mengajukan upaya hukum lanjutan. “Juventus masih dapat mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi dan tim hukum klub akan memeriksa putusan tersebut dalam beberapa hari mendatang untuk memutuskan apakah akan melakukannya atau tidak,” tulis ESPN.

Cristiano Ronaldo, yang kini menjadi kapten Al Nassr, bergabung dengan Juventus pada Agustus 2018. Selama tiga musim berseragam Bianconeri, ia membantu klub meraih dua gelar Serie A, satu Piala Italia, dan dua Piala Super Italia, sebelum kembali ke Manchester United pada Agustus 2021.

Tim hukum Ronaldo menegaskan bahwa pengadilan telah menolak seluruh keberatan Juventus. “Hakim menegaskan kembali penerapan prinsip hukum perdata mengenai tanggung jawab pra-kontrak dan perlindungan harapan yang sah,” demikian pernyataan mereka.

Mereka menambahkan, Ronaldo sempat bersedia menunda sebagian gajinya demi membantu klub di masa pandemi. Namun, Juventus dinilai gagal memenuhi kesepakatan tersebut sehingga melanggar kepercayaan sang megabintang asal Portugal. (*)

Artikel Juventus Kalah Banding, Wajib Bayar Sisa Gaji Cristiano Ronaldo Jutaan Euro pertama kali tampil pada Olahraga.