Kepri memang terkenal dengan keindahan alam memukau. Namun, di tengah keindahan itu, terdapat sebuah simbol yang legendaris yaitu Tugu Pensil Tanjungpinang.
***

Tugu Pensil Tanjungpinang yang legendaris ini menjadi salah satu tempat santai sekaligus merupakan tempat wisata keluarga di Tanjungpinang.
Namun kini, Tugu Pensil Tanjungpinang tampak mulai terlupakan seiring menjamurnya tempat wisata modern di Tanjungpinang.
Selain menjadi tempat wisata keluarga, Tugu Pensil Tanjungpinang menyimpan sejarah dan makna tersendiri di balik pembangunannya.
Tugu Pensil tidak hanya sebuah objek seni, tetapi juga mencerminkan sejarah dan makna yang dalam bagi masyarakat di Kepri khususnya Tanjungpinang.
Selain itu, Tugu Pensil yang legendaris ini merupakan salah satu monumen yang menjadi ciri khas dan ikon Tanjungpinang, Ibu Kota Kepri.
BACA JUGA: Mulai 24 Desember, Tempat Publik akan Diawasi, Kerumunan akan Dibubarkan
Tugu Pensil adalah sebuah bangunan yang menyerupai pensil. Bangunan unik ini terletak dan berlokasi di tepi laut Jalan Haji Agus Salim Tanjungpinang.
Menurut Peneliti BRIN Dedi Arman, pembangunan tugu ini diperkirakan sekitar tahun 1960-an. Tujuannya pembangunannya sebagai simbol pembebasan dan pemberantasan buta huruf di Kepri.
Tak hanya itu, pembangunannya sebagai bentuk penghargaan bagi Kepri yang dapat membebaskan daerahnya dari buta huruf melalui program Pemberantasan Buta Huruf (PBH) tahun 1960-an.
“Tugu Pensil Tanjungpinang merupakan simbol pembebasan buta huruf di Kepri khususnya Tanjungpinang,” jelas Dedi.
Perancang Tugu Pensil sebagai simbol pembebasan buta huruf dan simbol pendidikan di Kepri yaitu seorang putra daerah bernama Ir Nizar Nasir.
Peletakan batu pertama pembangunan tugu legendaris ini sekitar tahun 1962. Menteri Pendidikan Indonesia saat itu yaitu Profesor Prijono melakukan peletakan batu pertama.
Sedangkan Bupati Kabupaten Kepri saat itu, H Adnan Kasim meresmikan tugu yang merupakan penghargaan dan simbol pembebasan buta huruf di daerah Kepri.
Pembangunan Tugu Pensil ini mempunyai makna tersendiri dan menjadi simbol pendidikan dan pengetahuan. Serta mencerminkan tekad untuk terus belajar dan berkembang.
Tugu ini bukan hanya sebagai hiasan kota, namun memiliki makna mendalam sebagai representasi pengetahuan dan pendidikan yang merupakan landasan kemajuan suatu bangsa.
“Dengan demikian, tugu ini menggambarkan tekad masyarakat Tanjungpinang dan Kepri untuk terus belajar, berkembang, dan meningkatkan mutu pendidikan,” terang Dedi.
Tempat Santai Bersama Keluarga Sambil Menikmati Sunset
Tugu yang terletak di kawasan Tanjungpinang Barat ini, berhadapan langsung dengan lautan dan menjadi taman kota dengan nama Taman Tugu Pensil.
Tugu ini masih tegak berdiri dengan ujung tugu seperti ujung pensil runcing. Bagian bawahnya tidak langsung menyentuh tanah. Namun terdapat alas mirip segitiga terbalik.
Di sekitar tugu berwarna hijau muda dan putih ini, terdapat taman kota. Di lokasi tugu, terdapat lapangan voli, jogging track dan arena olahraga dan arena bermain anak.
Tersedia juga kios penjual makanan, gazebo, bangku taman dan Prasasti Gurindam 12 karya Raja Ali Haji melengkapi taman kota yang legendaris ini.
Pada sore hari, sejumlah warga atau pengunjung yang mengunjungi tugu ini untuk melepas lelah sambil menikmati angin laut yang berhembus.
“Saya sudah lama tak ke sini (Tugu Pensil), dulu waktu kecil saya sering main ke sini dan mandi laut di sini pas sore,” kata Alhafiz (54) seorang warga Tanjungpinang.
Tugu ini juga menjadi salah satu tempat bersantai bersama keluarga. Lokasi taman kota ini juga berada di tepi laut Tanjungpinang.
Tempatnya yang asri dan dikelilingi pepohonan, menjadi pilihan masyarakat untuk sekedar bersantai pada sore hari sambil menikmati sunset (matahari terbenam).
“Kalau sore, ini tempat yang cocok untuk lihat sunset sambil bernostalgia mengingat masa kecil,” tambah Alhafiz.
Seingatnya, dahulu Tugu Pensil merupakan salah satu tempat yang ramai dikunjungi masyarakat. Menjadi tempat santai bersama keluarga.
“Sekarang ada juga yang berkunjung, tapi ya tampak sepi saja,” sebut Alhafiz.
Pelestarian Tugu Pensil Tanjungpinang
Tugu ini bukan hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga menjadi pusat perhatian masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya ini.
Berbagai upaya untuk merawat dan mempertahankan tugu ini agar tetap berdiri kokoh sebagai simbol pendidikan dan semangat belajar di Kepri.
Pemerintah juga telah menjadi tugu ini sebagai Struktur Cagar Budaya melalui Surat Keputusan Wali Kota Tanjungpinang nomor 485 tahun 2019.
Selain itu penetapan tugu ini sebagai Struktur Cagar Budaya melalui Surat Keputusan Gubernur Kepri nomor 1462 tahun 2021.
Kesimpulannya, Tugu Pensil Tanjungpinang adalah salah satu contoh monumen yang tidak hanya indah secara visual tetapi juga sarat makna.
Dengan menggambarkan pensil, tugu ini menyuarakan pentingnya pendidikan, pengetahuan, dan semangat belajar bagi masyarakat Tanjungpinang dan Kepri.
Selain sebagai simbol perjuangan dan kemajuan, Tugu Pensil adalah bukti komitmen untuk terus berkembang dan mencapai potensi terbaik. (*)
Reporter: Yusnadi Nazar







batampos – Persiapan administratif terkait Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) oleh Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjadi fokus utama sebelum pelantikan yang direncanakan pada 9 September mendatang.


