Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 3509

Giliran Febri Diansyah Akan Dihadirkan jadi Saksi di Persidangan SYL

0
Menteri Pertanian periode 2019-2023 Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam sidang pemeriksaan saksi kasus pemerasan dan gratifikasi lingkungan Kementan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (13/5/2024). (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

batampos – Mantan kuasa hukum eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), Febri Diansyah bakal dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi, pada Senin (3/6) mendatang. Eks juru bicara KPK itu bakal memberikan keterangan dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi yang menjerat SYL.

“Direncana kami kan kalau mas Febri ada di dalam berkas ya, kita mengupayakan panggilan itu pada hari Senin,” kata jaksa KPK Meyer Simanjuntak di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (29/5).

Rencana dihadirkannya Febri Diansyah ke persidangan, setelah jaksa KPK menghadirkan pihak keluarga SYL untuk memberikan keterangan. Mereka yakni, Ayun Sri Harahap, istri SYL; Indira Chunda Thita dan Kemal Redindo, anak SYL; serta Andi Tenri Bilang, cucu SYL.

Selain Febri, lanjut Mayer, akan ada lima saksi yang tercatat dalam berkas perkara SYL dihadirkan pada Senin pekan depan. Ia memastikan, surat panggilan resmi bakal segera disampailan kepada para saksi yang akan dihadirkan ke ruang persidangan.

“Ini adalah panggilan yang resmi bisa segera diterima melalui jasa pengiriman dan dapat dikonfirmasi kehadirannya,” ucap Meyer.

Meyer enggan memastikan apakah nama-nama lain yang turut menjadi kuasa hukum SYL bakal turut diperiksa. Diketahui, Rasamala Aritonang dan Donal Fariz juga pernah diperiksa menjadi saksi perkara SYL dalam proses penyidikan.

Hanya saja, Jaksa KPK ini mengatakan, tim hukum SYL dalam proses penyidikan akan diperiksa pada sidang yang akan datang.

“Masalah tiga atau jumlahnya berapa, tetapi kita tidak bisa memastikan, yang jelas ada perwakilan dari saksi tim kuasa hukum tersebut,” pungkas Meyer.

Dalam kasus ini, Syahrul Yasin Limpo didakwa melakukan pemerasan dan menerima gratifikasi. Adapun pemerasan yang diduga diterima Syahrul Yasin Limpo sebesar Rp 44.546.079.044 atau Rp 44,54 miliar.

Serta menerima gratifikasi sebesar Rp 40.647.444.494 atau Rp 40,64 miliar, sepanjang Januari 2020 sampai dengan Oktober 2023.

Tindak pidana pemerasan ini dilakukan SYL bersama-sama dengan Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Kementan Muhammad Hatta, yang dilakukan sepanjang 2020-2023.

Dalam penerimaan pemungutan uang ini, Syahrul Yasin Limpo didakwa melanggar Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 huruf f jo Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Selain itu, Syahrul Yasin Limpo bersama-sama dengan Kasdi dan Muhammad Hatta didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp 40.647.444.494 atau Rp 40,64 miliar, sepanjang Januari 2020 sampai dengan Oktober 2023.

Dalam penerimaan gratifikasi ini, Syahrul Yasin Limpo didakwa melanggar Pasal 12 B jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (*)

Menko Perekonomian Setujui KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam

0

menko kekbatampos – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyetujui usulan pembentukkan tiga Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia, salah satunya ada di Batam yakni Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Kesehatan Internasional Batam.

Hal tersebut disampaikan Menteri Airlangga saat memimpin Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pada Rabu (29/5/2024) siang, bertempat di Gedung Ali Wardhana Lantai II Jakarta Pusat.

Penetapan KEK ini dinilai telah memenuhi persyaratan pembentukan KEK sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus.

Dalam rapat tersebut, Menteri Airlangga menyetujui pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, bersama dengan dua KEK lainnya yakni KEK Bumi Serpong Damai – Banten dan KEK Morowali – Sulawesi Tengah.

Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto hadir dalam kesempatan ini mengatakan bahwa proses pengusulan KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, sudah menjadi concern BP Batam dalam beberapa tahun terakhir.

Sehingga, dirinya mengaku senang rencana besar investasi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional bakal segera terwujud di Batam.

“Kami mendapat target dari Kemenko Perekonomian bahwa setahun investasi harus ada dan terealisasi, maka menjadi tugas kami agar investasi KEK terwujud.” Ungkap Purwiyanto.

“Proyeksi dari investasi amat sangat besar, baik dari sisi persepsi wilayah dan dampak kehadiran investasinya bagi ekonomi dan tenaga kerja, tidak hanya sekedar milestone ini akan jadi multiplier effect bagi semua lini ekonomi di Batam.” Kata Purwiyanto yang merupakan lulusan S2 University of Colorado at Boulder, Colorado – USA.

KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam seluas 47,17 Ha, akan berada di wilayah Sekupang 23,10 Ha (Wisata Kesehatan Terpadu) dan wilayah Nongsa seluas 24,08 Ha (Pariwisata).

KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam dengan target investasi Rp 6,91 triliun sampai dengan 2032 akan menyerap tenaga kerja 105.406 orang selama 80 tahun.

Pengusulan ini dinilai memenuhi persyaratan karena telah menguasai lahan 100% dengan investor utama yakni Apollo Hospitals India dan Mayapada Group untuk Rumah Sakit Internasional.

Pada Lokasi Sekupang akan dilaksanakan kegiatan utama kesehatan dengan rencana bisnis Rumah Sakit Internasional (Mayapada Apollo Batam International Hospital), Nursing Academy International, MedTech Park yang dilengkapi MICE (Meetings, Incentive, Convention & Exhibition), Perumahan Dokter, Dormitory, Hotel & Retail.

RSBP Batam beserta sarana pendukung juga akan menjadi bagian dalam KEK yang layanannya akan terintegrasi dengan Mayapada Apollo Batam International Hospital.

Sementara pada lokasi Nongsa akan dilaksanakan kegiatan utama pariwisata dengan rencana bisnis Retirement Village & Clinic dan akomodasi penunjang berupa Cottages, Bungalow, Motel yang diperuntukan bagi wisatawan, pasien dan keluarga pendamping.

Kota Batam merupakan Kota yang letaknya sangat strategis karena berdekatan langsung dengan Negara Singapura dan Malaysia. Hal itu juga yang akan menjadi salah satu alasan mengapa wisata medis perlu dibangun.

Tercatat 2 juta wisatawan medis asal Indonesia yang berobat ke luar negeri, sebanyak 1,5 jutanya memilih pelayanan medis di Malaysia dan Singapura.

Ditargetkan dari 2 juta wisatawan medis yang berobat ke luar negeri setiap tahunnya, KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam akan menyerap pasien sebanyak 2 persen atau sekitar 40.000 jiwa.

Sehingga tujuan untuk merebut market pasien yang berobat ke Singapura dan Malaysia untuk berobat ke Batam dapat tercapai.

Sementara itu, Johanes Tahir selaku President Commissioner Mayapada Healthcare yang akan menjadi pelaksana pengembangan KEK Kesehatan Internasional Batam menyatakan komitmennya untuk membangun dan mengembangkan wilayah sekupang ini.

“kami sangat gembira dengan hasil hari tersebut. Ini bukanlah akhir, melainkan permulaan kami untuk bisa merealisasikan janji dan komitmen kami. Akan segera hadir rumah sakit internasional di Batam yang bisa diminati oleh wisatawan dengan standar internasional.” Kata Johanes.

PT Karunia Praja Pesona ditugaskan merealisasikan komitmen dari target pengembangan KEK untuk 5 tahun pertama Rp 3,3 triliun dan penciptaan lapangan pekerjaan sebanyak 19.740 orang.

Dalam rapat tertutup ini, tampak hadir Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Agus Harimurti Yudhoyono nasional dan para perwakilan 16 Kementerian anggota Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, pimpinan daerah/badan usaha dan investor yang melaksanakan projek KEK.

Selanjutnya, Dewan Nasional KEK akan merekomendasikan kepada Presiden untuk menetapkan KEK tersebut melalui Peraturan Pemerintah. (*)

Menko Perekonomian Setujui KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam

0

menko kekbatampos – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyetujui usulan pembentukkan tiga Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia, salah satunya ada di Batam yakni Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Kesehatan Internasional Batam.

Hal tersebut disampaikan Menteri Airlangga saat memimpin Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pada Rabu (29/5/2024) siang, bertempat di Gedung Ali Wardhana Lantai II Jakarta Pusat.

Penetapan KEK ini dinilai telah memenuhi persyaratan pembentukan KEK sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus.

Dalam rapat tersebut, Menteri Airlangga menyetujui pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, bersama dengan dua KEK lainnya yakni KEK Bumi Serpong Damai – Banten dan KEK Morowali – Sulawesi Tengah.

Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto hadir dalam kesempatan ini mengatakan bahwa proses pengusulan KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, sudah menjadi concern BP Batam dalam beberapa tahun terakhir.

Sehingga, dirinya mengaku senang rencana besar investasi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional bakal segera terwujud di Batam.

“Kami mendapat target dari Kemenko Perekonomian bahwa setahun investasi harus ada dan terealisasi, maka menjadi tugas kami agar investasi KEK terwujud.” Ungkap Purwiyanto.

“Proyeksi dari investasi amat sangat besar, baik dari sisi persepsi wilayah dan dampak kehadiran investasinya bagi ekonomi dan tenaga kerja, tidak hanya sekedar milestone ini akan jadi multiplier effect bagi semua lini ekonomi di Batam.” Kata Purwiyanto yang merupakan lulusan S2 University of Colorado at Boulder, Colorado – USA.

KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam seluas 47,17 Ha, akan berada di wilayah Sekupang 23,10 Ha (Wisata Kesehatan Terpadu) dan wilayah Nongsa seluas 24,08 Ha (Pariwisata).

KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam dengan target investasi Rp 6,91 triliun sampai dengan 2032 akan menyerap tenaga kerja 105.406 orang selama 80 tahun.

Pengusulan ini dinilai memenuhi persyaratan karena telah menguasai lahan 100% dengan investor utama yakni Apollo Hospitals India dan Mayapada Group untuk Rumah Sakit Internasional.

Pada Lokasi Sekupang akan dilaksanakan kegiatan utama kesehatan dengan rencana bisnis Rumah Sakit Internasional (Mayapada Apollo Batam International Hospital), Nursing Academy International, MedTech Park yang dilengkapi MICE (Meetings, Incentive, Convention & Exhibition), Perumahan Dokter, Dormitory, Hotel & Retail.

RSBP Batam beserta sarana pendukung juga akan menjadi bagian dalam KEK yang layanannya akan terintegrasi dengan Mayapada Apollo Batam International Hospital.

Sementara pada lokasi Nongsa akan dilaksanakan kegiatan utama pariwisata dengan rencana bisnis Retirement Village & Clinic dan akomodasi penunjang berupa Cottages, Bungalow, Motel yang diperuntukan bagi wisatawan, pasien dan keluarga pendamping.

Kota Batam merupakan Kota yang letaknya sangat strategis karena berdekatan langsung dengan Negara Singapura dan Malaysia. Hal itu juga yang akan menjadi salah satu alasan mengapa wisata medis perlu dibangun.

Tercatat 2 juta wisatawan medis asal Indonesia yang berobat ke luar negeri, sebanyak 1,5 jutanya memilih pelayanan medis di Malaysia dan Singapura.

Ditargetkan dari 2 juta wisatawan medis yang berobat ke luar negeri setiap tahunnya, KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam akan menyerap pasien sebanyak 2 persen atau sekitar 40.000 jiwa.

Sehingga tujuan untuk merebut market pasien yang berobat ke Singapura dan Malaysia untuk berobat ke Batam dapat tercapai.

Sementara itu, Johanes Tahir selaku President Commissioner Mayapada Healthcare yang akan menjadi pelaksana pengembangan KEK Kesehatan Internasional Batam menyatakan komitmennya untuk membangun dan mengembangkan wilayah sekupang ini.

“kami sangat gembira dengan hasil hari tersebut. Ini bukanlah akhir, melainkan permulaan kami untuk bisa merealisasikan janji dan komitmen kami. Akan segera hadir rumah sakit internasional di Batam yang bisa diminati oleh wisatawan dengan standar internasional.” Kata Johanes.

PT Karunia Praja Pesona ditugaskan merealisasikan komitmen dari target pengembangan KEK untuk 5 tahun pertama Rp 3,3 triliun dan penciptaan lapangan pekerjaan sebanyak 19.740 orang.

Dalam rapat tertutup ini, tampak hadir Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Agus Harimurti Yudhoyono nasional dan para perwakilan 16 Kementerian anggota Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, pimpinan daerah/badan usaha dan investor yang melaksanakan projek KEK.

Selanjutnya, Dewan Nasional KEK akan merekomendasikan kepada Presiden untuk menetapkan KEK tersebut melalui Peraturan Pemerintah. (*)

Kisah Kakek Sahweri Menunggu 11 Tahun, Bersyukur Allah Wujudkan Mimpi ke Tanah Suci

0

Setelah menunggu 11 tahun lamanya, Ibadah haji tahun 2024 ini memberikan kabar yang sangat bahagia bagi Sahweri (74) Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kubu Raya, Kalimantan Barat. Karena tak disangka, ia mendapatkan giliran untuk menyambangi tanah suci pada tahun ini.

***

Sahweri

Sahweri (74), seorang petani karet di Desa Pasak, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Ia memberikan cerita dibalik terpanggilnya ia untuk menunaikan ibadah haji ditahun ini. Kebahagiaan begitu terpancar dari wajahnya, karena impiannya terwujud di tahun ini.

“Alhamdulillah, Allah mengambulkan doa saya untuk menunaikan ibadah haji yang telah ditunggu-tunggu selama 11 tahun,” ujar Sahweri di Embarkasi Batam, Jumat (29/5/2024)

Dalam keberangkatan haji tahun ini, Sahweri tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 18 Embarkasi Batam. Ia dijadwalkan terbang ke Tanah Suci bersama JCH lainnya, pada Kamis, 30 Mei 2024 pukul 10.40 WIB.

“Alhamdulillah setelah bertahun-tahun menabung 5 ribu sampai 10 ribu sehari dari hasil noreh (getah karet) untuk naik haji, Allah penuhi tahun ini,” ucapnya penuh syukur.

Perjalanan menabung Sahweri untuk mencapai mimpinya tidaklah mudah. Ia harus penuh kesabaran, rajin bekerja, dan selalu berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kelancaran.

“Uang hasil noreh itu 5 ribu 10 ribu juga sekalian untuk kebutuhan keluarga, tapi tetap bisa nabung. Itu lah, tak ada yang tak mungkin, Allah punya kuasa,” tuturnya.

Setelah tabungannya cukup, Sahweri pun segera mendaftar haji pada tahun 2013. Tak sampai di situ, dirinya juga harus kembali menabung untuk ongkos pelunasan biaya haji. Menurutnya, jika ikhlas maka Allah SWT akan memberi jalan.

BACA JUGA: Dokter Achsan Bagikan Tips Jaga Kesehatan Jemaah Haji Selama Penerbangan

“Setelah daftar ya nabung lagi, 11 tahun menunggu antrian haji sekalian nabung, alhamdulillah bisa lunas dari noreh,” ungkapnya.

Meski sedih sempat tertunda akibat Covid-19, dirinya yakin Allah SWT punya rencana yang lebih baik. “Senang, akhirnya dipanggil Allah, ini panggilan Allah, alhamdulillah semoga saya selalu sehat,” kata Sahweri.

Selain itu, dia juga mengungkapkan rasa harunya terhadap layanan yang diberikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam. Kata Sahweri, petugas semuanya membantu jemaah khususnya lansia, seperti orang tua sendiri.

“Saya dilayani dari masuk tadi sampai ke kamar asrama. Lebih-lebih kayak orang tuanya, dari ponti (Pontianak) sampai di sini, semuanya baik-baik,” tutup Sahweri.

Sebagai informasi, sebelumnya Kloter 17 BTH asal Kabupaten Kapuas Hulu, Kubu Raya dan Melawi, telah diberangkatkan dari Bandara Hang Nadim Batam menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah pada Rabu (29/5/2024) pukul 09.50 WIB. Sebanyak 449 jemaah tersebut dilaporkan dalam kondisi sehat.(*)

Reporter: Jailani

 

Pernah Dibahas Tahun 2020, Ini Alasan Buruh Batam Tolak Tapera

0
Demo Buruh 2 F Cecep Mulyana scaled e1675739342105
Ilustrasi. Ratusan buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar unjuk rasa di Kantor DPRD Batam, Senin, (6/2). Aksinya mereka untuk menyampaikan beberapa tuntutan salah satunya Tolak si Perppu Omnibus Law. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Ketua FSPMI Kota Batam, Yafet Ramon mengungkapkan, wacana program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) oleh pemerintah ini sebenarnya sudah pernah menjadi pembahasan di kalangan buruh pada tahun 2020 lalu.

Ia mengatakan kebutuhan rumah untuk pekerja itu tidak masalah, namun jangan sampai menambah beban kepada pekerja.

Perumahan untuk rakyat adalah kebutuhan, perumahan untuk buruh, kelas pekerja dan rakyat adalah kebutuhan primer seperti halnya kebutuhan makanan dan pakaian (sandang, pangan, papan).

Baca Juga: Tolak Rencana Tapera, Ini Kata Apindo Batam

Yafet menegaskan, bahkan di dalam UUD 1945 negara diperintahkan untuk menyiapkan perumahan sebagai hak rakyat.

“Tapera yang dibutuhkan buruh dan rakyat adalah kepastian untuk mendapatkan rumah yang layak melalui dana APBN dan APBD,” katanya.

Tetapi persoalannya, lanjut dia, kondisi saat ini tidaklah tepat program Tapera dijalankan oleh pemerintah dengan memotong upah buruh dan peserta Tapera. Karena membebani buruh dan rakyat.

Ia memaparkan Tapera ini jangan menambah beban. Pertama, belum ada kejelasan terkait dengan program Tapera, terutama tentang kepastian apakah buruh dan peserta Tapera akan otomatis mendapatkan rumah setelah bergabung dengan program Tapera. Jika dipaksakan, hal ini bisa merugikan buruh dan peserta Tapera.

“Secara akal sehat dan perhitungan matematis, iuran Tapera sebesar 3 persen dibayar pengusaha 0,5 persen dan dibayar buruh 2,5 persen tidak akan mencukupi buruh untuk membeli rumah pada usia pensiun atau saat di PHK,” paparnya.

Baca Juga: Pisah Ranjang dengan Istri, Ayah Gauli Anak Kandung

Sekarang ini, upah rata-rata buruh Indonesia adalah Rp 3,5 juta per bulan. Bila dipotong 3 persen per bulan maka iurannya adalah sekitar 105.000 per bulan atau Rp. 1.260.000 per tahun.

Karena Tapera adalah tabungan sosial, maka dalam jangka waktu 10 tahun sampai 20 tahun ke depan, uang yang terkumpul adalah Rp 12.600.000 hingga Rp 25.200.000.

Pertanyaan besarnya adalah, apakah dalam 10 tahun ke depan ada harga rumah yang seharga 12,6 juta atau 25,2 juta dalam 20 tahun ke depan.

Menurutnya, sekali pun ditambahkan keuntungan usaha dari tabungan sosial Tapera tersebut, uang yang terkumpul tidak akan mungkin bisa digunakan buruh untuk memiliki rumah.

Baca Juga: Masih Proses Tender, Pembangunan 38 RKB di Batam Selesai Setelah PPDB

Jadi dengan iuran 3 persen yang bertujuan agar buruh memiliki rumah adalah kemustahilan belaka bagi buruh dan peserta Tapera untuk memiliki rumah.

Sudahlah membebani potongan upah buruh setiap bulan, di masa pensiun atau saat PHK juga tidak bisa memiliki rumah.

Alasan kedua mengapa Tapera membebani buruh dan rakyat saat ini adalah, dalam lima tahun terakhir ini, upah riil buruh (daya beli buruh) turun 30 persen.

Hal ini akibat upah tidak naik hampir 3 tahun berturut-turu dan tahun ini naik upahnya murah sekali. Bila dipotong lagi 3 persen untuk Tapera, tentu beban hidup buruh semakin berat, apalagi potongan iuran untuk buruh lima kali lipat dari potongan iuran pengusaha.

“Kami menolak program Tapera dijalankan saat ini karena akan semakin memberatkan kondisi ekonomi buruh, rakyat dan peserta Tapera. Kami sedang mempersiapkan aksi besar-besaran utuk isu Tapera, Omnibus Law UU Cipta Kerja, dan program KRIS dalam Jaminan Kesehatan yang semuanya membebani rakyat,” tutupnya.(*)

 

Reporter: Yulitavia

14.426 UMKM di Kepri Mendapat Sertifikat Halal lewat Program Sehati, Paling Banyak di Batam

0
Festival Ekonomi Syariah BI Kepri 3 F Cecep Mulyana e1716999105370
Empat orang narasumber menjadi pembicara pada acara sharia forum Festival Ekonomi Syariah Regional Sumatera yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Kepri di Politenik Batam, Rabu (29/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Sekretaris Satgas Halal Kanwil Kemenag Kepri, Titik Hindon mengungkapkan, bahwa Kemenag RI telah menjalankan Program Sehati guna memberikan kemudahan bagi UMKM untuk mengurus sertifikasi halal. Di tahun 2023, Kemenag RI melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) telah memberikan kuota 1 juta sertifikat halal gratis bagi UMKM.

“Alhamdulillah, hanya dalam waktu kurang dari lima bulan, kuota 1 juta sertifikat halal itu sudah terpenuhi. Artinya minat pelaku UMKM untuk mengurus sertifikasi halal sudah cukup tinggi,” jelas Titik dalam seminar Sharia Forum Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2024 di Auditorium Poltek Batam, Rabu (29/5).

Di Kepulauan Riau fasilitas Program Sehati yang digerakkan Satgas Halal, mencapai 14.426 sertifikat. Dari seluruh fasilitas itu, sebagian besarnya dikeluarkan untuk UMKM di Kota Batam, yakni sekitar 8.900 sertifikat. Menurut Titik, hal ini menandakan jumlah dan keaktifan UMKM di Batam untuk mengurus sertifikasi halal sudah besar.

Baca Juga: Permudah Konsumen dan Pengusaha, Sertifikat Halal Didukung Teknologi Blockhain

Sementara itu, Ketua Pusat Kajian Halal dan LPH Politeknik Negeri Batam, Muhammad Zaenuddin, menegaskan, bahwa label halal tidak hanya disematkan untuk produk-produk makanan dan minuman saja, melainkan produk di lingkup barang dan jasa.

“Kehalalan suatu produk juga mempertimbangkan alasan kesehatan, di mana, makanan dan minuman yang halal bisa dipastikan higienis dan tidak berbahaya bagi kesehatan,” ujar Zaenuddin.

Baca Juga: Tolak Rencana Tapera, Ini Kata Apindo Batam

Ia juga menyoroti, produk halal memiliki prospek bisnis yang menjanjikan, mengingat label halal memberikan nilai tambah tersendiri bagi produk. Populasi umat muslim di dunia juga cukup besar, mencapai 28,68 persen dari populasi dunia, atau mencapai 2,18 miliar orang. Sementara, populasi muslim di Indonesia mencapai 237.641.326 penduduk, atau sekitar 87,18 persen. (*)

 

Reporter: Yulitavia

Apri/Fadia Melaju ke 16 Besar Singapore Open 2024

0
Pasangan ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti saat berlaga di babak 32 besar Singapore Open 2024 di Singapura, Rabu (29/5/2024). (ANTARA/HO/PP PBSI)

batampos – Pasangan ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti semakin memantapkan performa mereka dan maju ke babak 16 besar Singapore Open 2024.

Kepastian itu didapatkan Apri/Fadia setelah memenangkan laga 32 besar atas wakil India Simran Singhi/Ritika Thaker 21-12, 21-12 di Singapore Indoor Stadium, dikutip dari Antara.

“Kondisi kami sangat fit setelah tidak ada pertandingan pasca Piala Uber. Kami fokus meningkatkan power dan semuanya di persiapan menuju ke sini. Dari hari ini sampai selanjutnya kami siap untuk bertanding,” kata Fadia, dikutip dari keterangan singkat PP PBSI.

Lebih lanjut, Apri/Fadia yang turun sebagai unggulan kedelapan itu mengatakan bahwa mereka menjadikan pertandingan hari ini sebagai bahan adaptasi dengan lapangan, dengan pukulan dan dengan shuttlecock.

“Tapi bukan berarti kami meremehkan pasangan India. Kami juga fokus untuk tidak memberikan kesempatan kepada mereka karena mereka juga punya potensi membahayakan dengan pukulan-pukulan tidak terduganya,” kata Apri.

Tak hanya itu, kemenangan hari ini juga menjadi pemicu semangat tersendiri bagi Apri/Fadia untuk bertanding di babak kedua turnamen BWF Super 750 ini.

“Alhamdulillah dengan hari ini, saya merasa saya sudah lebih baik lagi. Kepercayaan antara kami juga semakin meningkat. Ini yang kami mau bawa ke pertandingan-pertandingan selanjutnya,” ujar Apri.

Sementara itu, terdapat enam wakil Indonesia lainnya yang berlaga kemarin. Selain Apri/Fadia, ada pula tiga tunggal putra Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Chico Aura Dwi Wardoyo.

Lebih lanjut, ada ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja, serta dua pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi.

Sejauh ini, Ginting, Chico, Fajar/Rian, Dejan/Gloria, dan Apri/Fadia sudah menyusul langkah tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung dan ganda putra Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri ke babak 16 besar turnamen BWF Super 750 ini. (*)

 

Masih Proses Tender, Pembangunan 38 RKB di Batam Selesai Setelah PPDB

0
IMG 20230817 WA0030 e1694141886556
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto. Foto Yulitavi/Batam Pos

batampos – Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Tri Wahyu Rubianto memastikan, penyelesaian pembangunan 38 Ruang Kelas Baru (RKB) SD dan SMP akan selesai setelah pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB), Juni nanti

“Karena saat ini masih proses tender dan Juni kita sudah masuk PPDB, maka pembangunan RKB tahun ini insya Allah baru selesai setelah pelaksanaan PPDB,” ujarnya, Rabu (29/5).

Dikatakan Tri, pembangunan puluhan RKB tersebut masuk dalam tahap persiapan tender. Direncanakan paling cepat RKB selesai di bulan September 2024 mendatang secara bertahap.

“Insya Allah kami usahakan usai PPDB, RKB sudah selesai prosesnya,” sebut Tri.

Baca Juga: Tolak Rencana Tapera, Ini Kata Apindo Batam

Tri menyebutkan, tahun ini Disdik Batam belum membangun sekolah baru. Pihaknya masih memprioritaskan pembangunan RKB dan rehab kelas disejumlah sekolah negeri dan swasta.

Total ada 14 RKB SD yang akan dibangun, terdiri dan 9 RKB di sekolah negeri dan 5 RKB sekolah swasta. Salah satu proyek strategisnya adalah RKB di SDN 009 Batuaji. Sebagaimana diketahui, sekolah yang baru memiliki dua tingkatan kelas itu yakni kelas 1 dan 2, baru memiliki sebanyak lima ruang kelas.

“Di SDN 009 Batuaji akan kita bangun 3 ruang kelas baru dan ini menjadi proyek strategis di tahun ini,” ujar Tri.

Baca Juga: Pansus Ranperda Pemakaman Tentukan Enam Lokasi di Batam dengan Luas 146 Hektare

Selain RKB SD, Disdik Batam juga akan membangun 24 RKB SMP. Rinciannya terdiri dari 23 RKB di sekolah negeri dan satu RKB di sekolah swasta. Selanjutnya, pihak Disdik Batam juga akan merehab 26 ruangan SD dan rehab satu ruang SMP.

“Total anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan RKB dan rehab ruang kelas, ruang guru, toilet, dan fasilitas lainnya ini sebesar Rp 56 miliar. Anggarannya bersumber dari PAD Kota Batam dan Dana Alokasi Khusus (DAK),” ucap Tri. (*)

 

Ini Daftar Pengurus BP Tapera, Ada Menkeu Sri Mulyani hingga Menteri Basuki

0
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono masuk dalam jajaran pengurus BP Tapera yang sedang ramai. (IG Sri Mulyani)

batampos – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2024 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang diteken pada 20 Mei 2024.

Dalam aturan ini, nantinya gaji karyawan swasta akan dipotong sebesar 3 persen setiap bulannya untuk membayar simpanan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Nantinya, iuran sebesar 3 persen akan dipotong dari Gaji Pekerja dan perusahaan pemberi kerja dengan rincian masing-masing sebesar 2,5 persen dan sebesar 0,5 persen.

Sebelumnya, aturan ini hanya ditujukan bagi aparatur sipil negara yang gajinya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Namun, kini simpanan Tapera juga diperuntukkan bagi pekerja mandiri, termasuk mereka yang bekerja di badan usaha milik swasta. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tapera yang diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Mei 2024.

“Besaran Simpanan Peserta ditetapkan sebesar 3 persen dari Gaji atau Upah untuk Peserta Pekerja dan Penghasilan untuk Peserta Pekerja Mandiri,” bunyi Pasal 15 dalam aturan tersebut, dikutip Rabu (29/5).

Mengutip laman resmi Tapera, ternyata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono masuk dalam jajaran pengurus BP Tapera yang sedang ramai dibicarakan.

Sementara itu, setiap dana yang diperoleh BP Tapera akan dikumpulkan dan diinvestasikan atau dilakukan pemupukan dana dalam rangka meningkatkan nilai dana Tapera milik Peserta oleh Bank Kustodian.

Dalam hal ini, iuran dana Tapera akan diinvestasikan pada deposito perbankan, surat utang/sukuk negara, surat utang/sukuk daerah, surat berbarga di bidang perumahan dan kawasan permukiman, serta bentuk investasi lain yang aman dan menguntungkan sesuai dengan amanat UU Tapera.

Lebih lengkap, berikut ini daftar pengurus BP Tapera terdiri dari Komite serta Komisioner dan Deputi Komisioner:

Komite Tapera

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi
dan seorang profesional.

Komisioner & Deputi Komisioner

Heru Pudyo Nugroho, S.E., M.B.A (Komisioner)
Sugiyarto, S.E., Ak., M.Sc., Ph.D (Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana)
Doddy Bursman, S.E., M.M (Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana)
Sid Herdy Kusuma, B.Sc., M.B.A (Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana)
Wilson Lie Simatupang, S.H., M.H (Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi

 

Permudah Konsumen dan Pengusaha, Sertifikat Halal Didukung Teknologi Blockhain

0
Festival Ekonomi Syariah BI Kepri 3 F Cecep Mulyana e1716999105370
Empat orang narasumber menjadi pembicara pada acara sharia forum Festival Ekonomi Syariah Regional Sumatera yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Kepri di Politenik Batam, Rabu (29/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah terus mendorong peningkatan fasilitas dan inovasi demi mendorong produk UMKM. Salah satunya melalui penerapan inovasi yang menyajikan berbagai informasi pada sertifikat halal.

Asisten Direktur/Kepala Tim Perumusan KEKDA Bank Indonesia Kepulauan Riau, Sudarta, mengungkapkan, ke depannya sertifikasi halal menerapkan teknologi blockchain. Teknologi ini memungkinkan konsumen untuk melihat alur rantai pasok produk-produk bersertifikasi halal.

Melalui penerapan teknologi blockhain ini, konsumen bisa mendapatkan berbagai informasi mengenai detail produk yang sudah mendapatkan sertifikat halal.

Baca Juga: Apindo Batam Tegas Tolak Iuran Tapera

Konsumen bisa langsung memindai logo halal produk yang terdapat pada produk. Seketika, akan tersaji informasi seputar proses produksi, vendor, hingga distribusi,” jelas Sudarta, saat membuka seminar Sharia Forum Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2024 di Auditorium Poltek Batam, Rabu (29/5).

Sudarta menjelaskan ke depan pengusaha yang sudah mengantongi label halal produk, akan mendapatkan hal yang lebih menjanjikan, karena sudah mengantongi halal produk.

Pasalnya, pangsa pasar produk halal ke depan sangat besar, didukung pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. Misalnya, pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau, mencapai 5,2 persen di tahun 2023, tertinggi di Sumatera.

Baca Juga: 5.000 Lulusan SMP Tidak Tertampung di SMA/SMK Negeri

“Market industri halal juga sangat besar, baik di dalam maupun luar negeri. Batam memiliki keuntungan, karena berbatasan langsung dengan negara tetangga, yang bisa menjadi market,” ujar Sudarta dalam Seminar bertema “Sertifikasi Halal Produk UMKM untuk Mendukung Halal Value Chain.

Narasumber yang dihadirkan, yaitu Dr H Muhammad Zaenuddin, SSi, MSc dari Lembaga Pemeriksa Halal Politeknik Negeri Batam, Hj Titik Hindon SH selaku Sekretaris Satgas Halal Kanwil Kemenag Kepri, KH Luqman Rifai, SAg, MPd selaku Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kota Batam, dan Risyanto sebagai Owner Toteles Bakehouse. (*)

 

Reporter: Yulitavia