Minggu, 31 Mei 2026
Beranda blog Halaman 353

Halalbihalal Makin Berkesan! Family Set untuk 4 Orang + Hadiah THR di Svarga Premier Bistro

0
Menu Halalbihalal Harper Premier Nagoya Batam. F. Istimewa untuk Batam Pos.

batampos – Setelah sebulan penuh menahan diri dan memperbaiki hati, momen Halalbihalal menjadi waktu yang paling dinanti saat di mana maaf saling dipertemukan, dan kebersamaan kembali dirayakan di meja yang penuh kehangatan.

Dalam semangat mempererat silaturahmi setelah Hari Raya Idul Fitri, Svarga Premier Bistro menghadirkan promo spesial Halalbihalal Family Set yang dirancang untuk menciptakan momen kebersamaan yang hangat bersama keluarga dan orang terdekat.

Dengan harga hanya Rp698.000 nett untuk 4 orang, para tamu dapat menikmati sajian istimewa dalam konsep family set, menghadirkan berbagai hidangan khas Lebaran yang kaya rasa dan penuh nostalgia.

Menu yang disajikan antara lain ayam opor, rendang sapi, udang balado, sambal goreng kentang, serta ketupat atau lontong, yang menjadi pelengkap sempurna dalam tradisi halalbihalal.

Tidak hanya itu, pengalaman bersantap semakin lengkap dengan kehadiran aneka kue Lebaran, seperti nastar, kue putri salju, dan berbagai pilihan lainnya yang siap memanjakan lidah para tamu.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para tamu, setiap pembelian paket ini juga akan mendapatkan hadiah spesial berupa THR, yang menambah keseruan dan kehangatan dalam suasana Halal Bihalal.

Executive Chef Singgih Kisworo mengungkapkan bahwa menu dalam paket ini dirancang untuk menghadirkan cita rasa autentik khas Lebaran dengan sentuhan kualitas premium.

“Kami ingin menghadirkan hidangan yang mampu membangkitkan rasa rindu akan masakan rumah, namun tetap disajikan dengan standar terbaik. Setiap menu dalam family set ini dipilih untuk dinikmati bersama, sehingga momen halalbihalal terasa lebih hangat, akrab, dan berkesan,” ujar Chef Singgih.

Promo ini tersedia setiap hari, memberikan fleksibilitas bagi para tamu untuk merencanakan momen halal bihalal kapan saja, baik bersama keluarga, kolega, maupun sahabat.

Didukung dengan suasana restoran yang nyaman dan elegan serta pelayanan yang hangat, Svarga Premier Bistro menjadi pilihan tepat untuk merayakan kebersamaan dalam suasana yang lebih istimewa. (*/adv)

Artikel Halalbihalal Makin Berkesan! Family Set untuk 4 Orang + Hadiah THR di Svarga Premier Bistro pertama kali tampil pada Metropolis.

Pelayanan Disdukcapil Batam Tetap Normal Meski WFA Berlaku, 150–180 Dokumen Dilayani per Hari

0
Warga Batam yang hendak mengurus administrasi kependudukan mengantre dipanggil petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam.. F.Rengga Yuliandra

batampos – Pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam tetap berjalan normal meski pemerintah menerapkan sistem kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) pascalibur Idulfitri 1447 Hijriah.

‎Pantauan di kantor Disdukcapil Batam, Kamis (26/3) siang, aktivitas pelayanan berlangsung seperti hari biasa. Warga tetap datang mengurus berbagai dokumen, mulai dari KTP, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga akta kelahiran dan kematian. Antrean terlihat tertib dengan alur pelayanan yang tetap berjalan lancar.

‎Kepala Disdukcapil Batam, Sri Adisthy Miranti, memastikan kebijakan WFA yang diterapkan selama tiga hari, sejak Rabu hingga Jumat, tidak berdampak terhadap kualitas pelayanan publik. ‎“Pelayanan tetap normal, tidak ada pengurangan. Aktivitas berjalan seperti biasa,” ujarnya saat ditemui.

‎Ia menyebutkan, jumlah dokumen yang dilayani setiap hari pascalibur Lebaran bahkan cukup tinggi. Dalam sehari, Disdukcapil Batam menerima sekitar 150 hingga 180 permohonan dokumen dari masyarakat.

‎“Rata-rata 150 sampai 180 dokumen per hari. Itu campuran, mulai dari KIA, KTP, akta kelahiran, akta kematian, hingga surat pindah,” jelasnya.

‎Dari berbagai layanan tersebut, permohonan yang paling dominan saat ini adalah pembuatan akta kelahiran serta pengurusan KTP dan surat pindah masuk.

‎Sistem antrean juga tetap diberlakukan dengan kuota harian sekitar 150 hingga 200 nomor antrean. Namun dalam praktiknya, jumlah pelayanan bisa melampaui angka tersebut. ‎“Tadi sampai pukul 12.27 WIB saja sudah lebih dari 100 pelayanan yang kami terima,” katanya.

‎Jam operasional pun tidak berubah. Pelayanan dimulai sejak pukul 07.30 WIB hingga 15.30 WIB tanpa jeda istirahat, guna memastikan seluruh kebutuhan administrasi masyarakat tetap terlayani. ‎“WFA tidak memengaruhi kinerja kami. Pelayanan tetap berjalan maksimal,” tegasnya.

‎Terkait potensi lonjakan pendatang usai Lebaran yang biasanya diikuti dengan pengurusan dokumen kependudukan, Sri menyebut hingga saat ini belum terlihat signifikan, khususnya untuk perpindahan penduduk antar daerah.

‎“Kalau perpindahan belum terlihat dalam dua hari ini. Yang banyak justru perubahan data, seperti penyesuaian alamat RT/RW dan akta kelahiran,” jelasnya.

‎Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lonjakan pengurusan dokumen akibat arus pendatang baru biasanya mulai terasa setelah H+7 Lebaran. “Biasanya mulai ramai setelah H+7,” tambahnya.

‎Diketahui, Pemko Batam menerapkan sistem kerja WFA selama masa transisi pascalibur Lebaran, sebelum seluruh aparatur sipil negara kembali bekerja penuh dengan sistem Work From Office (WFO) pada Senin (30/3) mendatang. Meski demikian, sektor pelayanan publik tetap menjadi prioritas agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu.(*)

Artikel Pelayanan Disdukcapil Batam Tetap Normal Meski WFA Berlaku, 150–180 Dokumen Dilayani per Hari pertama kali tampil pada Metropolis.

Bakar Sampah Picu Kebakaran Lahan 1.000 Meter di Anambas

0
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Anambas bersama warga memadamkan kobaran api yang melahap lahan di Desa Mampok, Jemaja. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Kebakaran lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi terjadi di Desa Mampok, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (26/3/2026) siang. Peristiwa tersebut diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah oleh seorang warga.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB itu sempat membuat panik warga sekitar. Kepulan asap tebal terlihat membumbung tinggi, sementara api dengan cepat menjalar akibat kondisi cuaca panas dan angin kencang.

Warga setempat bersama petugas Dinas Pemadam Kebakaran Anambas bahu-membahu melakukan pemadaman. Mereka menggunakan peralatan seadanya seperti ember dan selang air untuk mengendalikan kobaran api.

Petugas damkar yang tiba di lokasi langsung melakukan penyemprotan air ke titik api. Namun proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena api terus merambat di lahan kering mengikuti arah angin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah oleh warga berinisial IP. Api yang semula kecil kemudian membesar dan sulit dikendalikan.

Kapolsek Jemaja, Sutomo, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelaku sempat berupaya memadamkan api bersama keluarganya.

“Yang bersangkutan membakar sampah dan masih dipantau, tidak ditinggalkan. Namun api cepat membesar karena cuaca panas dan angin kencang,” ujarnya.

Menurutnya, upaya pemadaman menggunakan air dari rumah tidak berhasil menghentikan penyebaran api yang sudah terlanjur meluas.

Saat ini, IP telah dipanggil ke Polsek Jemaja untuk dimintai keterangan. Polisi mengedepankan langkah pembinaan dan edukasi terkait bahaya pembakaran lahan, khususnya saat musim kemarau.

“Yang bersangkutan diberikan pemahaman agar tidak mengulangi perbuatannya,” kata Sutomo.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas.

Selain itu, pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dikenakan sanksi pidana sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman hingga 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp10 miliar.

Masyarakat diminta tetap waspada, terutama saat cuaca panas dan angin kencang. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkan kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat. (*)

Artikel Bakar Sampah Picu Kebakaran Lahan 1.000 Meter di Anambas pertama kali tampil pada Kepri.

Kemarau, Waduk di Batam Masih Aman

0
Waduk Mukakuning

batampos – Ketahanan air di Kota Batam masih dalam kondisi terkendali meski musim kemarau masih berlangsung. Pasokan air baku dari waduk-waduk utama belum menunjukkan tanda krisis, namun masyarakat diminta tetap bijak dalam penggunaan air.

Hal ini disampaikan oleh Manajer Corcomm PT Air Batam Hilir (ABH) Ginda Alamsyah, yang menegaskan bahwa kondisi waduk saat ini masih berada pada level aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Secara umum, ketersediaan air baku masih mencukupi. Namun kondisi ini harus tetap kita jaga bersama, terutama di tengah musim kemarau,” ujarnya.

Batam memang tidak memiliki sumber air alami seperti sungai besar atau mata air. Seluruh kebutuhan air bergantung pada tampungan hujan di waduk atau dam. Ketika curah hujan menurun, volume air waduk pun ikut tergerus.

Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Meski begitu, ada harapan perbaikan. Curah hujan pada April 2026 diprediksi meningkat dibandingkan Maret, yang berpotensi menambah cadangan air secara bertahap.

Saat ini, tujuh waduk yang dikelola PT Air Batam Hulu menopang kebutuhan air masyarakat dengan total kapasitas produksi sekitar 4.500 liter per detik. Distribusi air dilakukan melalui sistem perpipaan SPAM yang terintegrasi.

Ginda menjelaskan, penurunan elevasi muka air waduk yang belakangan ramai dibicarakan masih dalam batas wajar. Pengelolaan waduk dilakukan secara terukur agar distribusi tetap optimal.

“Kami terus melakukan pemantauan intensif dan pengendalian outflow waduk, bekerja sama dengan BP Batam melalui BU SPAM,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk berpotensi meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan air. Karena itu, upaya jangka panjang seperti penambahan sumber air baku dan pengelolaan yang berkelanjutan menjadi penting.

Di sisi lain, konsumsi air masyarakat cenderung meningkat saat cuaca panas. Kondisi ini menuntut kesadaran bersama agar keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan tetap terjaga.

PT Air Batam Hulu bersama PT Air Batam Hilir pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketahanan air. Langkah sederhana seperti menggunakan air seperlunya, menghindari pemborosan, hingga memperbaiki kebocoran instalasi rumah dinilai sangat membantu.

Selain itu, warga juga diimbau menampung air secukupnya sebagai cadangan, tanpa berlebihan, serta menjaga lingkungan dan daerah resapan air.

“Ketahanan air bukan hanya tanggung jawab pengelola, tapi juga seluruh masyarakat. Dengan kolaborasi, kita bisa menjaga ketersediaan air tidak hanya hari ini, tetapi juga untuk masa depan,” tutup Ginda.

Artikel Kemarau, Waduk di Batam Masih Aman pertama kali tampil pada Metropolis.

Restoran di Batam Masih Ada Gunakan LPG Subsidi, Pertamina akan Perketat Pengawasan

0
Warga antri saat membeli gas 3 kg di operasai pasar yang digelar Disperidag Kota Batam di fasum Perumahan Pesona Asri beberapa waktu lalu. Ditemukan saat ini masih ada restoran di Batam gunakan elpiji subsidi.  F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Penggunaan elpiji 3 kilogram (kg) bersubsidi oleh pelaku usaha di Kepulauan Riau masih menjadi sorotan. Sejumlah usaha skala kecil, termasuk restoran dan kafe, diduga tetap memanfaatkan “gas melon” yang sejatinya diperuntukkan bagi kelompok masyarakat tertentu.

PT Pertamina mengingatkan pelaku usaha agar mematuhi ketentuan penggunaan LPG 3 kg sesuai regulasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah telah menetapkan secara tegas kelompok yang berhak menerima subsidi tersebut, yakni masyarakat kurang mampu, usaha mikro, nelayan, dan petani sasaran.

Sales Branch Manager (SBM) III Gas Kepri, Hanif Pradita Nursalih, mengatakan penggunaan LPG bersubsidi di luar kelompok tersebut merupakan pelanggaran terhadap aturan yang berlaku.

“Usaha yang diperbolehkan menggunakan LPG 3 kg adalah usaha mikro, nelayan, dan petani yang masuk kategori penerima subsidi,” kata Hanif, Rabu, (25/3).

Sebaliknya, sejumlah sektor usaha secara eksplisit dinyatakan tidak berhak menggunakan elpiji bersubsidi. Di antaranya usaha laundry, restoran, kafe, peternakan, petani tembakau, pengrajin batik, serta berbagai usaha komersial lainnya.

Menurut Hanif, untuk sektor yang tidak diatur secara rinci dalam regulasi, pendekatan penentuan kelayakan dapat dilihat dari pengguna akhir.

“Pendekatannya bisa dilihat dari siapa pengguna akhirnya. Apakah benar-benar untuk kebutuhan rumah tangga atau kegiatan usaha,” ujarnya.

Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Hanif menegaskan bahwa secara regulasi program tersebut tidak termasuk dalam kategori penerima LPG 3 kg bersubsidi.

Ia mencontohkan kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang telah melarang penggunaan gas subsidi untuk program tersebut.

Untuk memastikan distribusi tepat sasaran, Pertamina bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) rutin melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah lokasi usaha yang diduga menggunakan LPG subsidi tanpa hak.

“Pengawasan ini menjadi agenda rutin bersama Disperindag untuk memastikan LPG bersubsidi benar-benar digunakan oleh pihak yang berhak,” kata Hanif.

Meski demikian, Pertamina menegaskan fokus pengawasannya berada pada rantai distribusi, mulai dari agen hingga pangkalan.

Adapun pengawasan langsung terhadap pelaku usaha, seperti restoran dan kafe, memerlukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Hingga kini, Pertamina mengaku belum menerima laporan resmi terkait pelanggaran penggunaan LPG 3 kg oleh pelaku usaha di wilayah Kepulauan Riau. Kendati begitu, pengawasan terus diperketat guna mencegah potensi penyalahgunaan subsidi energi di lapangan.(*)

Artikel Restoran di Batam Masih Ada Gunakan LPG Subsidi, Pertamina akan Perketat Pengawasan pertama kali tampil pada Metropolis.

Kolaborasi Jaguar Land Rover–Chery Siapkan Debut Freelander, SUV Elektrifikasi 6 Penumpang

0
SUV Freelander hasil kolaborasi Jaguar Land Rover dan Chery. Sumber gambar: x.com/AutoNewsEurope.

batampos – Kolaborasi antara Jaguar Land Rover dan Chery memasuki fase baru dengan rencana peluncuran model perdana dari merek Freelander. SUV elektrifikasi tersebut dijadwalkan debut global pada 31 Maret 2026.

Peluncuran ini bukan sekadar menghadirkan model baru, melainkan menandai kebangkitan nama Freelander sebagai brand kendaraan energi baru (NEV) yang berdiri terpisah dari lini utama Jaguar Land Rover.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi kedua perusahaan untuk memperluas pasar kendaraan listrik dan hybrid, dengan fokus awal di China sebelum ekspansi ke pasar global.

Model pertama Freelander akan hadir sebagai SUV berukuran besar dengan kapasitas hingga enam penumpang. Kendaraan ini dikabarkan mengusung sistem plug-in hybrid serta opsi elektrifikasi lainnya.

Dari sisi desain, mobil ini mengadopsi gaya boxy khas SUV off-road yang mengingatkan pada DNA klasik Land Rover, dipadukan dengan sentuhan modern seperti lampu LED futuristik. Beberapa bocoran menyebut tampilannya menyerupai versi mini dari Land Rover Defender generasi terbaru.

SUV ini akan dibangun menggunakan platform elektrifikasi milik Chery, sementara desain serta karakter premium tetap dikembangkan oleh Jaguar Land Rover.

Freelander sendiri sebelumnya dikenal sebagai model SUV Land Rover yang diproduksi hingga 2015. Kini, nama tersebut berevolusi menjadi merek baru yang fokus pada kendaraan listrik dan hybrid.

Kerja sama ini berawal dari kesepakatan strategis pada 2024, ketika kedua perusahaan sepakat menghidupkan kembali Freelander sebagai lini kendaraan energi baru yang diproduksi di China melalui joint venture mereka.

Strategi ini mencerminkan ambisi Jaguar Land Rover dan Chery untuk bersaing di pasar SUV elektrifikasi global yang semakin kompetitif, seiring meningkatnya pemain baru terutama dari industri otomotif China.

Untuk tahap awal, peluncuran Freelander akan difokuskan di pasar domestik China. Namun, kedua perusahaan telah membuka peluang ekspansi ke berbagai pasar internasional, termasuk Eropa dan Inggris. (*)

Artikel Kolaborasi Jaguar Land Rover–Chery Siapkan Debut Freelander, SUV Elektrifikasi 6 Penumpang pertama kali tampil pada Lifestyle.

Penyelidikan Tugboat ASL Berlanjut, Polisi Periksa Saksi Ahli dan Koordinasi BMKG

0
Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan galangan kapal PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, Batam. Insiden terbaliknya tugboat Mega saat memandu kapal tanker Kyparissia berbendera Malta pada Jumat (6/3).

batampos — Penyelidikan kasus terbaliknya tugboat ASL Mega di perairan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batam, masih terus bergulir. Aparat kepolisian memastikan proses pengungkapan penyebab kecelakaan yang menewaskan tiga kru kapal itu belum rampung dan masih dalam tahap pendalaman.

Kapolsek Batuaji AKP Bayu Rizki Subagyo mengatakan hingga saat ini pihaknya telah memeriksa lima orang saksi yang berada di lokasi kejadian. Para saksi tersebut dinilai memiliki informasi penting terkait kronologi insiden yang terjadi di perairan kawasan galangan kapal tersebut.
“Masih dalam penyelidikan. Lima saksi dari lokasi kejadian sudah kami periksa,” ujar Bayu.

Selain saksi dari lokasi, polisi juga telah meminta keterangan dari pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) guna melengkapi data terkait aspek perizinan dan aktivitas pelayaran saat kejadian berlangsung.

Tidak berhenti di situ, penyidik juga berencana melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli untuk memperkuat analisis teknis penyebab kecelakaan. Keterangan ahli dinilai krusial untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian atau faktor lain dalam insiden tersebut.
“Sudah juga dari KSOP kami mintai keterangan, dan selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli,” tambahnya.

Dalam upaya mengungkap penyebab pasti kejadian, kepolisian turut berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi cuaca di lokasi perairan saat insiden terjadi.
“Kami juga berkoordinasi dengan BMKG terkait kondisi cuaca saat kejadian,” jelas Bayu.
Seperti diketahui, insiden tugboat terbalik yang terjadi pada Jumat (6/3) tersebut menewaskan dua kru kapal dan menyisakan tiga korban selamat. Peristiwa ini sekaligus menambah deretan kecelakaan yang terjadi di kawasan galangan kapal PT ASL Shipyard Batam dalam beberapa waktu terakhir.(*)

Artikel Penyelidikan Tugboat ASL Berlanjut, Polisi Periksa Saksi Ahli dan Koordinasi BMKG pertama kali tampil pada Metropolis.

Keributan di Gurindam 12 Tanjungpinang, Bos dan Karyawan Saling Pukul

0
Polisi mengamankan karyawan dan pemilik usaha usai terlibat perkelahian di kawasan Gurindam 12, Tanjungpinang. F. Warga untuk Batam Pos.

batampos – Perkelahian antara seorang karyawan dan pemilik usaha terjadi di kawasan Gurindam 12, Kota Tanjungpinang, Rabu (25/3/2026) malam. Insiden tersebut berujung pada aksi saling lapor ke pihak kepolisian.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB itu sempat mengundang perhatian pengunjung karena berlangsung di tengah keramaian pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Salah seorang saksi mata, Fikri, mengatakan dua orang yang terlibat perkelahian langsung diamankan aparat kepolisian tak lama setelah kejadian.

“Ada dua orang diamankan polisi. Kejadiannya cukup ramai, tapi penyebab pastinya saya kurang tahu,” ujarnya.

Kapolsek Tanjungpinang Kota, Monang P Silalahi, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebut kedua pihak yang terlibat merupakan hubungan kerja antara atasan dan karyawan.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan awal, perkelahian dipicu persoalan pribadi terkait pemutusan hubungan kerja yang menimbulkan kesalahpahaman hingga berujung cekcok.

“Diduga karena sakit hati setelah pemecatan, sehingga terjadi adu mulut yang berlanjut ke aksi saling pukul,” katanya.

Polisi telah mengamankan kedua pihak untuk dimintai keterangan lebih lanjut di Polsek Tanjungpinang Kota.

Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi lengkap serta motif pasti di balik perkelahian tersebut.

“Kedua belah pihak sudah saling melapor. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (*)

Artikel Keributan di Gurindam 12 Tanjungpinang, Bos dan Karyawan Saling Pukul pertama kali tampil pada Kepri.

Gejolak Timur Tengah Tekan Energi dan Logistik Batam

0
Fary Djemy Francis. f. istimewa

batampos – Eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat mulai menimbulkan dampak langsung terhadap perekonomian Batam, terutama melalui peningkatan biaya operasional industri dan tekanan pada sektor energi serta logistik.

Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menyebut, bahwa efek paling cepat terasa bukan pada penurunan aktivitas industri, melainkan lonjakan risiko biaya.

“Dampak langsung yang paling cepat terasa adalah kenaikan risiko biaya–energi, freight, premi asuransi pelayaran, tekanan kurs, dan sentimen pasar–bukan langsung penurunan total aktivitas industri,” katanya, Kamis (26/3).

Menurut dia, hingga saat ini belum terdapat indikasi investor asing menarik diri dari Batam. Akan tetapi, dinamika global membuat calon investor lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

“Belum ada sinyal resmi bahwa investor asing keluar dari Batam. Namun investor baru cenderung lebih selektif dan menunda keputusan ekspansi sampai volatilitas global lebih reda,” katanya.

Fary menambahkan, fondasi investasi Batam masih relatif kuat. Sepanjang 2025, realisasi investasi tercatat mencapai Rp69,30 triliun, sekaligus menempatkan Batam sebagai pusat Penanaman Modal Asing (PMA) di Kepri.

Dari sisi perdagangan, data terbaru belum menunjukkan penurunan tajam. Pada Januari 2026, nilai ekspor Batam tercatat sebesar US$1,592.81 juta dan impor US$1,579.12 juta.

“Karena eskalasi besar konflik terjadi akhir Februari 2026, belum bisa disimpulkan ada pukulan volume yang tajam. Tetapi tekanan pada ongkos kirim, jadwal kapal, dan biaya input sudah menjadi risiko nyata,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sektor yang paling rentan terhadap gejolak ini, yakni industri elektronik dan mesin yang menjadi tulang punggung ekspor Batam, serta sektor galangan kapal dan maritim yang sensitif terhadap kenaikan biaya pelayaran dan premi risiko.

“Kuncinya adalah menjaga Batam sebagai hub yang cepat dan pasti: layanan investasi dipercepat, pasokan energi dan bahan baku diamankan, pelabuhan dijaga efisien, dan industri diarahkan melakukan diversifikasi pasar serta pemasok,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kadin Batam, Roma Nasir Hutabarat, menyoroti persoalan energi yang dinilai kian membebani pelaku usaha di tengah ketidakpastian global.

Ia mengungkapkan adanya disparitas harga gas di kawasan industri. Sejumlah pengelola kawasan yang memiliki pembangkit listrik sendiri memperoleh harga gas sekitar 14 dolar AS, sedangkan tarif untuk PLN berada di kisaran 7 dolar AS.

“Akibatnya, para tenant di kawasan industri tersebut harus menanggung tarif listrik yang lebih tinggi dibandingkan dengan pelaku usaha di luar kawasan,” katanya.

Kenaikan harga minyak dunia turut memperburuk situasi. Bagi Nasir, lonjakan harga energi akan berdampak langsung pada biaya produksi dan logistik.

“Jika harga energi terus meningkat, maka biaya logistik juga akan ikut naik. Pada akhirnya, kenaikan itu akan dibebankan kepada pemilik barang, sehingga harga di pasar ikut terdorong,” kata dia.

Fluktuasi harga minyak yang sempat menyentuh 100 dolar AS per barel sebelum turun ke kisaran 80 dolar AS masih menyisakan ketidakpastian, terutama karena sangat dipengaruhi sentimen global dan perkembangan konflik geopolitik.

Nasir juga menyinggung tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang mendekati Rp17 ribu per dolar AS. Kondisi ini berpotensi memperberat beban ekonomi apabila terjadi bersamaan dengan kenaikan harga minyak.

“Jika harga minyak dan dolar sama-sama naik, maka tekanan terhadap perekonomian nasional akan semakin berat,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah saat ini menyiapkan sejumlah skenario, mulai dari kondisi moderat hingga terburuk, termasuk kemungkinan harga minyak mencapai 150 dolar AS per barel.(*)

Artikel Gejolak Timur Tengah Tekan Energi dan Logistik Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Kemarau Panjang, Warga dan ASN Bintan Gelar Salat Istisqa di Kantor Bupati

0
Warga dan ASN Bintan melaksanakan salat istisqa di halaman Kantor Bupati Bintan sebagai ikhtiar memohon hujan di tengah kemarau panjang. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Masyarakat bersama aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan menggelar salat istisqa di halaman Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Kamis (26/3) pagi.

Salat istisqa tersebut dilaksanakan sebagai ikhtiar memohon hujan di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Bintan dalam beberapa bulan terakhir.

Pelaksanaan salat dipimpin oleh KH Rustam Efendi sebagai imam sekaligus khatib. Sebelum salat dimulai, panitia memberikan penjelasan tata cara pelaksanaan agar jemaah dapat mengikuti ibadah dengan khusyuk dan sesuai tuntunan.

Saat pelaksanaan berlangsung, jemaah terlihat memadati area halaman kantor, meski masih terdapat beberapa saf yang belum terisi penuh.

Dalam tausiyahnya, KH Rustam Efendi mengingatkan pentingnya introspeksi diri di tengah musibah kekeringan. Ia menilai kondisi tersebut menjadi pengingat agar manusia lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Bisa jadi kita menikmati banyak kemudahan, tetapi lupa menunaikan kewajiban seperti zakat dan memperhatikan sesama,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemarau panjang yang berlangsung hampir tiga bulan menjadi momentum bagi umat untuk memohon ampunan dan berharap turunnya hujan.

“Semoga dengan kesadaran ini, Allah SWT berkenan menurunkan hujan,” katanya.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, mengatakan pelaksanaan salat istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual di tengah upaya pemerintah menangani dampak kekeringan.

Menurutnya, Pemkab Bintan telah melakukan berbagai langkah, termasuk distribusi air bersih kepada warga terdampak.

“Ini bentuk ikhtiar kita, selain upaya teknis yang terus dilakukan. Mudah-mudahan Allah SWT menurunkan hujan di Bintan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti, menyebut musim kemarau telah menyebabkan sejumlah wilayah mulai mengalami kekeringan.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang rawan terjadi saat cuaca kering.

“Jika terjadi kebakaran di sekitar lingkungan, segera laporkan agar cepat ditangani,” katanya.

Pemkab Bintan berharap melalui upaya lahir dan batin tersebut, kondisi kekeringan dapat segera teratasi dan aktivitas masyarakat kembali normal. (*)

Artikel Kemarau Panjang, Warga dan ASN Bintan Gelar Salat Istisqa di Kantor Bupati pertama kali tampil pada Kepri.