Senin, 29 Juni 2026
Beranda blog Halaman 3537

Tujuh Terpidana Pembunuhan Vina Cirebon Polisikan Aep dan Dede

0
Aep saksi kasus Vina Cirebon siap disumpah dengan Alquran melihat Pegi Setiawan saat kejadian (Tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi)

batampos – Tujuh terpidana kasus pembunuhan Revina Dewi Arsita alias Vina Cirebon dan kekasihnya di Cirebon pada 2016 lalu telah melaporkan Aep dan Dede atas dugaan pemberian kesaksian palsu. Keterangan Aep dan Dede disebut penyebab para terpidana dihukum, padahal ketujuh orang ini merasa bukan pelaku sesungguhnya.

Anggota Kompolnas Yusuf Warsyim mengatakan, pihaknya menghormati laporan tersebut. Kompolnas akan melakukan pengawasan dalam penanganan perkara ini oleh Bareskrim Polri.

“Kompolnas akan memantau mengawasi. Kita mendorong agar prosesnya dilakukan secara profesional, transparan dan akuntabel,” kata Yusuf kepada wartawan, Senin (15/7).

Meski begitu, Kompolnas belum mau terlalu jauh menarik kesimpulan. Sebab, mereka masih menunggu proses penyelidikan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri.

“Kita tidak bisa menyimpulkan dan menduga-duga apakah ini hasilnya akan meringankan 7 terpidana atau tidak serta membebaskan sebebas-bebasnya Pegi Setiawan. Kita belum bisa menyimpulkan,” jelas Yusuf.

Sebelumnya, Tim Kuasa Hukum 7 Terpidana kasus pembunuhan Revina Dewi Arsita alias Vina dan kekasihnya di Cirebon didampingi Politikus Gerindra Dedi Mulyadi mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Mereka melaporkan Aep dan Dede karena dianggap memberikan keterangan palsu selama persidangan digelar.

Dedi mengatakan, kesaksian Aep dan Dede dianggap pemicu 7 terpidana divonis seumur hidup. Dia menyakini 7 orang tersebut bukanlah pelaku sesungguhnya.

“Kita berangkat dari keyakinan bahwa tujuh terpidana yang hari ini masih mendekam di penjara dengan vonis penjara seumur hidup, bahwa mereka tidak melakukan perbuatan pidana dengan tuduhan pembunuhan dan pemerkosaan dan mereka masuk ke penjara itu karena salah satunya ada kesaksian yang disampaikan oleh Aep dan Dede,” kata Dedi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/7).

Laporan ini dibuat agar Polri menguji kesaksian Aep dan Dede. Sehingga bisa didapati fakta hukum kebeneran akan kesaksian tersebut.

“Ini adalah bagian dari cara kita membebaskan tujuh terpidana yang hari ini masih mendekam di penjara, setelah Pegi Setiawan terbebas melalui putusan praperadilan di Pengadilan Neger Bandung,” imbuhnya. (*)

Kendala Petugas Pantalih di Batam, Harus Naik Pompong hingga Takut Anjing

0
IMG 20240714 WA0036 e1721010323641
Petugas Pantalih memasang stiker coklit di rumah warga.

batampos – Sejumlah petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) KPU Kota Batam menemui cukup banyak tantangan di lapangan. Diketahui, mereka bertugas melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) dengan langsung mendatangi rumah warga.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum Kota Batam, Adri Wislawawan mengaku, berdasarkan monitoring dan evaluasi (monev), terdapat sejumlah kendala yang dialami Pantarlih.

“Kendalanya tidak terlalu menonjol. Seperti ada yang sempat takut karena di rumah warga ada anjingnya.Contoh lainnya ada juga yang beberapa kali didatangi tapi gak ketemu,” ujarnya.

Baca Juga: Kondisi Jalan Tengku Sulung Botania Kian Memprihatinkan, Ancam Keselamatan Pengendara

Kondisi seperti ini, kata Adri, banyak ditemui di tiap kecamatan di mainland Batam. Alhasil, petugas pantarlih harus mengkoordinasikan dengan perangkat RT dan RW setempat.

“Ya mungkin karena bekerja ya, tapi bagaimana pun proses coklit ini harus tetap dilakukan,” tambah Adri.

Adapun di kecamatan hinterland petugas pantarlih sampai harus naik pompong untuk mendata satu kepala keluarga (KK) di pulau yang terpisah dan beberapa kendala geografis lainnya

“Kendala di lapangan seperti itu. Tapi Alhamdulillah bisa ditangani oleh teman-teman Pantarlih,” ucap Adri Wislawawan.

Baca Juga: Kasus Pencurian Aset Pemerintah di Batam, Minim Laporan ke Polisi

KPU Batam, lanjutnya, juga terus memantau progres coklit yang sudah mencapai 98 persen. Diketahui, tahapan coklit dimulai dari tanggal 24 Juni 2024 dan sampai dengan 24 Juli 2024.

Adapun jumlah daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) pada Pilkada Kota Batam 2024 sebanyak 890.000 orang.

“Kita jadwalkan sebelum 24 Juli sudah selesai, sehingga ada renggang waktu untuk mendata ulang atau pencermatan kembali apabila ada data yang ingin diperbaiki,” terang Adri.

Diketahui, jumlah petugas pemutakhiran data pemilih atau pantarlih berjumlah 3.403 orang. Mereka melakukan Coklit di 1.811 TPS di 64 kelurahan di 12 kecamatan se-Kota Batam.

Baca Juga: Orderan Pembuatan Kapal di Batam Aman Hingga Akhir Tahun, Hanya Terkendala Tenaga Welder

Pantarlih bertugas untuk membantu KPU Kota Batam dalam melakukan penyusunan daftar pemilih, melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih, memberikan tanda bukti terdaftar kepada pemilih, serta menyampaikan hasil coklit kepada PPS sesuai wilayah tugas masing-masing.

Sementara itu Wira salah satu petugas Pantalih di Bengkong menceritakan pengalaman dramatis, ketika bertugas dalam melakukan coklit. Wira mengaku ketakutan hingga lari terbirit-birit lantaran dikejar anjing penjaga rumah milik warga.

“Baru saja mau mendata, lihat ada anjing di depan pintu rumah ngejar langsung kabur dan tak berani balek,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Pengguna Jembatan Selayang Pandang Tarempa Keluhkan Keberadaan Alat dan Sisa Material yang Belum Dipindahkan

0
Alat dan sisa material yang mengganggu aktifitas pengguna Jembatan Selayang Pandang I Tarempa. f.ihsan

batampos – Pengguna Jembatan Selayang Pandang I Tarempa, Kepulauan Anambas merasa terganggu dengan alat berat dan sisa material milik kontraktor CV Melayu Betuah Berkah.

Pantauan batampos, alat berat dan sisa material itu, diletakkan ditengah jalan oleh kontraktor. Kemudian, ada tertera tulisan “Hati-Hati Ada Pekerjaan Jalan”.

Padahal, pengerjaan revitalisasi Jembatan telah selesai dilakukan pada Februari lalu.

“Bahaya alat dan sisa material diletakkan ditengah jalan. Kemarin ada anak-anak jatuh pas malam hari, gara gara material itu tak dipindahkan,” ujar salah seorang warga, Prengky Tanjung, Minggu, (14/7).

Kontraktor, kata Prengky, sudah berulang kali diingatkan warga untuk segera memindahkan peralatannya dari jembatan tersebut.

BACA JUGA: Pemkab Karimun Bangun Jembatan Gantung di Kecamatan Belat

“Sudah kita minta ke pekerjanya untuk dipindahkan. Cuma katanya bos belum ada menyuruh,” sebut Prengky.

Senada dengannya, Effendi juga mengeluhkan kehadiran alat berat dan sisa material di lokasi. Alat yang ada di tengah jembatan itu, pernah mencelakai dirinya.

“Saya waktu itu jalan sama istri, tiba-tiba tak sadar ada besi, saya tertabrak dan jatuh. Syukur kami tak sampai terpelanting ke laut,” kata Effendi.

Perlu diketahui, revitalisasi Jembatan Selayang Pandang I telah selesai dilakukan pada Februari lalu. Revitalisasi dilaksanakan oleh CV Melayu Betuah Berkah dengan menelan biaya sebesar Rp 8,4 Miliar.

Dalam pengerjaannya, CV Melayu Betuah Berkah terlambat menyelesaikan perbaikan jembatan tersebut. Seharusnya, selesai pada akhir Desember 2023 lalu. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Bikin Kecewa Indonesia, BWF Tetapkan 17 Pasangan Ganda Putra Berlaga di Olimpiade Paris

0
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto salah satu wakil Indonesia di Olimpiade Paris 2024. (ANTARA/HO/PP PBSI)

batampos – Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memastikan terdapat sebanyak 17 pasangan ganda putra yang akan mengikuti undian pertandingan untuk Olimpiade Paris 2024.

Hal itu menyusul ditundanya undian grup untuk sektor ganda putra karena bergabungnya wakil tuan rumah Lucas Corvée/Ronan Labar.

“Pasangan ganda putra Prancis Lucas Corvée dan Ronan Labar telah diikutsertakan dalam revisi undian ganda putra,” kata BWF dalam keterangan yang dipublikasikan melalui media sosial resmi, Senin (15/7), dikutip dari Antara.

“Sebanyak 17 pasangan yang akan mengikuti Olimpiade Paris 2024 ini akan diundi pada Senin, 15 Juli 2024 pukul 16.00 waktu Malaysia,” ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, BWF mengatakan bahwa keikutsertaan pasangan tuan rumah yang sebenarnya tidak lolos kualifikasi pengumpulan poin Olimpiade tersebut didasari oleh keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

“Hal ini merupakan hasil keputusan CAS yang memerintahkan BWF untuk merekomendasikan kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) agar Corvée/Labar diikutsertakan dalam Olimpiade,” sebut BWF.

“IOC menyambut positif rekomendasi BWF yang dihasilkan dari perintah CAS dan melanjutkan dengan mengonfirmasi keikutsertaan Corvée/Labar sebagai pasangan ganda putra Prancis kedua,” ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, keputusan ini sempat menimbulkan gelombang protes dari para penggemar bulu tangkis, tak terkecuali dari Indonesia.

Penggemar menilai bahwa keputusan yang terbilang cukup mendadak itu “tidak adil” bagi pasangan-pasangan ganda putra lain yang memiliki peringkat dan poin jauh lebih tinggi dari Lucas Corvée/Ronan Labar. Salah satunya adalah wakil Indonesia Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri yang menyelesaikan perebutan poin kualifikasi Olimpiade Paris 2024 di peringkat sembilan.

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sebelumnya juga mengutarakan kekecewaan mereka atas hal ini. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBSI Fadil Imran menyebut kebijakan tersebut membunuh fair play dan semangat luhur Olimpiade.

“Selain merugikan pasangan ganda putra Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, kesalahan perhitungan BWF juta dinilai merugikan seluruh pasangan ganda putra yang bertarung di Road to Paris 2024,” kata Fadil dalam keterangan resmi, Jumat (12/7). (*)

Kondisi Jalan Tengku Sulung Botania Kian Memprihatinkan, Ancam Keselamatan Pengendara

0
Jalan Rusak 3 F Cecep Mulyana scaled e1674476096232
Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Tengku Sulung depan Botania yang terlihat rusak dan berlubang, Senin (23/1). Jalan rusak ini bisa mengganggu para pengendara saat melintas di jalan tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kondisi Jalan Tengku Sulung yang berada di depan kawasan Botania 1 Batamkota kian memprihatinkan. Lubang besar yang ada di badan jalan pun mengancam keselamatan pengendara yang melintas.

Kerusakan jalan yang padat dilalui kendaraan itu semakin parah. Dalam sepekan sejumlah warga juga sudah beberapa kali menimbun lubang yang menganga. Sebab kalau tak ditimbun kondisi jalan yang rusak semakin dalam. Diperkirakan kedalaman lubang sudah hampi 30 cm.

Seperti yang terlihat pada Minggu (14/7), sejumlah pengendara tampak berhati-hati saat melintas. Sebab jarak antar lubang yang satu dengan yang lainnya saling berdekatan.

Baca Juga: Balap Liar di Nongsa Makin Marak, Warga Resah

Amir, pengendara yang kerap melintas di jalan tersebut mengeluhkan kondisi jalan semakin parah. Padahal jalan yang hanya satu jalur itu sangat padat dilalui kendaraan.

“Jalan hanya satu jalur, dan dilalui dua lajur. Kondisi rusak parah gitu, apa nggak stres warga,” sebut Amir.

Menurut dia, kondisi jalan itu juga tak patut lagi untuk ditambal, namun diperbaiki menyeluruh. Apalagi saat hujan, jalan itu selalu tergenang air cukup tinggi.

“Kalau sudah hujan, jalanan pasti tergenang air. Bahkan hujan sudah berhenti, air di sana lama surutnya,” kata Amir.

Baca Juga: Kasus Pencurian Aset Pemerintah di Batam, Minim Laporan ke Polisi

Hal senada diungkapkan Tika pengendara lainnya. Menurutnya, hampir setiap hujan turun selalu ada korban yang jatuh di jalan tersebut.

“Kalau sudah hujan, lubang jalan itu tertutup air. Sering ada yang jatuh karena tak tahu ada lubang di sana,” ungkap Tika.

Ia berharap agar pemerintah bisa menyegarakan pembangunan jalan tersebut. Karena jalan kecil itu sudah sangat padat dilalui kendaraan. Sementara kondisi jalan itu rusak.

“Sudah dari tahun ke tahun rusak, dan dikeluhkan. Tapi tetap tak ada perhatian dari pemerintah. Padahal ini jalur padat,” ungkapnya.

Baca Juga: Orderan Pembuatan Kapal di Batam Aman Hingga Akhir Tahun, Hanya Terkendala Tenaga Welder

Beberapa waktu lalu, Sementara Camat Batam Kota, Firman Hidayat tak menampik banyaknya keluhan terkait jalan Tengku Sulung yang rusak. Karena itu pihaknya telah mengajukan untuk pembangunan jalan untuk tahun depan. (*)

 

Reporter: Yashinta

Pelaku Penembakan Donald Trump Asisten Panti Jompo, Simak Sejumlah Fakta dari Thomas Matthew Crooks

0
Pelaku Thomas Matthew Crooks. (WTVR CBS 6)

batampos – Insiden percobaan pembunuhan yang mengintai mantan presiden Donald Trump hingga kini masih menjadi sorotan utama di berbagai berita internasional.

Diketahui sebelumnya, pelaku dalam percobaan pembunuhan Donald Trump tersebut merupakan seorang asisten panti jompo yang masih berusia 20 tahun.

Diketahui, pelaku Thomas Matthew Crooks, diduga mencoba membunuh Donald Trump pada rapat umum pemilu.

Meskipun pengecekan informasi yang spesifik masih terbatas, namun Crooks akhirnya ditembak mati oleh penegak hukum.

Berdasarkan informasi dari Reuters, pelaku dikabarkan bekerja disebuah panti jompo di tingkat pemula di dekat kampung halamannya di Pennsylvania.

Ia dikenal sebagai orang yang cerdas namun tampak pendiam usai lulus sekolah menengah pada tahun 2022.

Masih dirangkum melalui jurnal Routers.com Senin, (15/7), FBI menyatakan bahwa profil media sosial Crooks tidak menunjukkan ancaman atau riwayat masalah kesehatan mental.

Mereka menyimpulkan bahwa dia bertindak sendiri dan motifnya belum diketahui.

Hal yang mengejutkan tentang Crooks adalah upayanya hampir membunuh seorang calon presiden, yang membedakannya dari penembak lain belakangan ini.

Crooks, pada Sabtu sore, menjauhi panggung tempat Trump berbicara di Butler, Pennsylvania, dan menembak senapan semi-otomatis AR-15 yang didapat dari ayahnya.Aksi ini menewaskan seorang pria berusia 50 tahun, melukai dua penonton lainnya, dan mengenai telinga Trump.

Crooks, seorang penduduk Bethel Park, adalah seorang anggota Partai Republik yang memiliki hak suara. Catatan publik menunjukkan bahwa ayahnya adalah seorang Republikan dan ibunya seorang Demokrat.

Administrator panti jompo tempat Crooks bekerja mengonfirmasi bahwa mereka mengetahui Crooks adalah tersangka dalam penembakan tersebut. (*)

Kasus Pencurian Aset Pemerintah di Batam, Minim Laporan ke Polisi

0
Fasilitas Bangku Taman Banyak Hilang dan Rusak 3 F Cecep Mulyana scaled e1721006823559
Sejumlah handle bangku di pedestrian Batam Center rusak dan hilang. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pencurian aset pemerintah di Batam hingga saat ini belum ditangani pihak kepolisian. Pasalnya, polisi belum menerima laporan polisi dan tidak mengetahui lokasi pencurian tersebut.

Diketahui, pencurian kabel penerangan jalan belakangan terjadi di kawasan Legenda, Batam Kota. Akibatnya, jalan kawasan ini gelap gulita.

“Tidak ada laporannya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Ardiansyah, Minggu (14/7).

Baca Juga: Sosialisasi Pajak ke Masyarakat di Batam, Kanwil DJP Kepri: Jangan Ada Suap

Selain itu, pencurian juga terjadi di proyek pekerjaan pendestrian di depan Hotel Harmoni One Batam Centre. Besi pegangan tempat duduk di sepanjang jalan ini juga digondol maling.

“Ini juga belum ada laporan,” kata Ardiansyah.

Sebelumnya, kabel lampu jalan juga digondol maling di depan Gereja Simalungun, Lubukbaja dan PJU di u-turn arah terowongan Pelita, Lubukbaja.

Kapolsek Lubukbaja, Kompol Yudi Arvian mengatakan pihaknya hingga kini belum menerima laporan resmi pencurian kabel tersebut.

“Belum ada laporan ke kita,” katanya.

Baca Juga: Balap Liar di Nongsa Makin Marak, Warga Resah

Ia menjelaskan Laporan Polisi (LP) tersebut dibutuhkan untuk mengetahui barang yang dicuri. Kemudian dilakukan penyelidikan ke lokasi.

“Tidak tau di mana ada yang dicuri,” ungkapnya. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Lima Tokoh Muda Nahdliyin Temui Presiden Israel, PBNU Kecewa

0
Lima tokoh muda nahdliyin menemui Presiden Israel Isaac Herzog. (Istimewa)

batampos – Lima tokoh muda nahdliyin menemui Presiden Israel Isaac Herzog. Secara bilateral, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Sehingga patut diduga pertemuan tersebut tanpa sepengetahuan pemerintah.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Savic Ali menyesalkan tindakan lima nahdliyin tersebut. Kunjungan itu dinilai sebagai tindakan orang yang tak memahami geopolitik, tak mengerti kebijakan NU secara organisasi, serta perasaan seluruh warga NU.

Savic menegaskan, kunjungan kelima warga NU tidak atas nama organisasi. Pasalnya NU secara organisasi, sejak berdiri 1926 konsisten memperjuangkan dan membela kemerdekaan Palestina.

”Kemungkinan kunjungan mereka atas nama pribadi. Kita tidak tahu tujuannya apa dan siapa yang mensponsori. Ini tindakan yang disesalkan,” kata Savic dalam keterangan tertulis, Senin (14/7).

Savic menambahkan, meskipun mengatasnamakan kunjungan pribadi, mereka dikenal sebagai warga dan bahkan aktivis NU. Hal itu akan memperburuk citra NU di mata publik.

Padahal, lanjut Savic Ali, sikap PBNU dan nahdliyin sangat jelas sampai saat ini. Yakni berdiri di sisi Palestina dan mengecam agresi militer Israel.

”Israel sampai saat ini tak mengakui Palestina dan terus melakukan agresi militer yang memakan ribuan korban jiwa. Israel masih menjatuhkan bom dan peluru kepada warga Palestina. Korbannya banyak sekali, warga sipil,” jelas Savic Ali.

Menurut Savic, PBNU saat ini sedang berkomunikasi intensif dengan Palestina untuk membahas situasi terkini. Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf juga telah bertemu secara khusus dengan Duta Besar Palestina Zuhair al-Shun di Gedung PBNU Lantai 3, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Kamis (11/7).

”Kemarin ada pertemuan antara Ketua Umum Gus Yahya dengan Dubes Palestina membicarakan perkembangan yang terjadi di Palestina, apa yang bisa dilakukan NU dalam konteks mendukung kemerdekaan Palestina dan menghentikan kekerasan yang terjadi terhadap rakyat Palestina,” ucap Savic Ali.

Ketika ditanya soal sanksi dari PBNU kepada warga yang berkunjung ke Israel itu, Savic menjelaskan, kemungkinan PBNU akan mengklarifikasi terlebih dahulu tujuan kunjungan mereka ke Israel.

”Tapi yang jelas, keberangkatan mereka sulit diterima karena melukai perasaan warga nahdliyin. Tidak semestinya warga NU berkunjung ke Israel. Ini tindakan tidak paham geopolitik dan perasaan warga NU,” kata Savic Ali. (*)

Istri Babak Belur Dihajar Suami

0

batampos– Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menimpa seorang perempuan berinisial AR, 27. Korban mendapatkan kekerasan dari suaminya inisial SR.

Kakak korban Beby menceritakan, kekerasan tersebut berawal saat AR dan SR berlibur dari Batam ke Tanjungpinang pada 1 Juli 2024 lalu.

Pasangan suami isteri itu menginap di salah satu hotel di Tanjungpinang. Pada dinihari di hotel, keduanya bertengkar adu mulut di lorong hotel.

“Gara-gara hal sepele. Adik saya diminta suaminya kirim uang Rp 50 ribu ke adik kandung suaminya, adik saya menolak,” kata Beby.

Saat adu mulut di lorong hotel, SR kemudian memukul bagian bawah mata korban hingga mengakibatkan lebam di wajah korban.

Sekuriti yang melihat pertengkaran itu lalu melerai. Pasangan suami istri itu kemudian masuk ke kamar. Saat berada di kamar, korban langsung membawa tas berisi baju dan ingin melarikan diri.

Saat itu, ponsel dan korban dibuang keluar dari jendela oleh suaminya. Korban kembali mendapatkan kekerasan hingga wajahnya babak belur.

“Saat itu, SR mengancam adik saya untuk tidak melaporkan kejadian pemukulan itu ke pihak keluarganya yang ada di Tanjungpinang, setelah itu suaminya langsung pergi,” jelas Beby.

BACA JUGA: Dimediasi Polisi, Kasus Penganiayaan Berakhir Damai

Karena mengalami luka lebam di wajahnya, korban langsung dibantu warga dan pengunjung hotel ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Keesokan harinya, setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit, korban bersama anaknya yang berusia 2 tahun, tiba rumah Beby.

“Saya kaget wajahnya lebam, saya sudah tahu pasti karena dipukul oleh suaminya, karena hal itu bukan kejadian yang pertama kalinya,” ungkap Beby.

Saat ini, lanjut Beby, pihak keluarga telah melaporkan kejadian kekerasan yang diterima korban ke Mapolresta Tanjungpinang.

Kami ingin pelaku (suami korban) segera ditangkap dan mendapatkan efek jera,” tegas Beby. (*)

Reporter: Yusnadi

Balap Liar di Nongsa Makin Marak, Warga Resah

0
BALAPAN
Ilustrasi balapan liar.

batampos – Aksi balap liar muda-mudi di kawasan Nongsa semakin semarak. Situasi itu tentunya membuat masyarakat semakin resah. Tak hanya karena suara bising dari knalpot kendaraan bermotor, tetapi juga blokade jalan yang dilakukan sekelompok remaja saat aksi balap liar berlangsung.

Aksi kebut-kebutan hingga balap liar pengendara remaja itu sudah mulai terlihat pukul 23.00 WIB. Bahkan aksi tersebut berlangsung hingga dini hari.

Rika, warga Nongsa mengatakan aksi balap liar muda mudi itu hampir terjadi setiap akhir pekan. Puluhan pemuda sudah berkumpul di kawasan MTC sejak pukul 22.00 WIB.

“Hampir setiap malam ada kelompok remaja yang berkumpul untuk balap liar,” sebut wanita yang tengah menikmati kuliner di kawasan MTC ini, kemarin.

Baca Juga: Orderan Pembuatan Kapal di Batam Aman Hingga Akhir Tahun, Hanya Terkendala Tenaga Welder

Menurut dia, aksi balap liar itu sempat hening beberapa saat, yang kemudian saat ini semakin marak. Apalagi saat libur anak sekolah, kendaraan bermotor yang ikut aksi balap liar itu semakin banyak.

“Dua minggu terakhir ramai lagi, kadang mereka hilang, kadang ramai lagi. Seperti Sabtu malam kemarin, ramai banget yang kebut-kebutan itu,” ungkap Rika.

Hal senada diungkapkan Heri, warga lainnya. Ia mengaku cukup resah dengan aksi balap liar para pemuda.

“Serba salah, kadang dilarang mereka lebih beringas dari kita. Jadi ya terpaksa didiamkan saja, meski sangat meresahkan,” ujar Heri.

Baca Juga: Pembunuh Nelwina Terancam Penjara Seumur Hidup

Dikatakan Heri, knalpot yang digunakaj para remaja saat balap liar adalah knapot racing. Bunyi knalpot itu terdengar hingga jarak belasan kilometer.

“Bunyi knalpotnya luar biasa. Bahkan dalam kamar pun kendengaran. Apalagi yang berada di pinggir jalan, pasti lebih bising,” sebut Heri.

Ia berharap aparat terkait bisa menertibkan aksi balap liar para remaja. Apalagi jelang akhir pekan, karena sudah sangat meresahkan.

“Ya semoga ada penertiban dari aparat keamanan, kalau bisa rutin berjaga dekat MTC, karena anak-anak itu berkumpul di sana,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta