Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 3548

Sistem Gravitasi Dinilai Tak Maksimal Lagi, Batam Butuh Sistem Pompa Air

0
Banjir Dalil Harahap
Ilustrasi. Banjir di perumahan Barelang Central Raya RW 08, Tanjunguncang, Batuaji, Selasa (7/5). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar menyebutkan, sejumlah wilayah di Kota Batam seperti Nagoya, Sekupang, Bengkong, Marina dan Batuaji sudah tidak bisa lagi mengandalkan sistem pengaliran secara gravitasi. Oleh sebab itu sudah seharusnya pemerintah daerah memiliki sistem pompa air khususnya bagi wilayah-wilayah yang terdampak dan terpengaruh dengan adanya pasang air laut.

“Ke depan kita lagi mengkaji untuk memakai sistem pompa bagi wilayah wilayah yang terdampak dan terpengaruh pasang air laut ini. Karena kalau hanya mengandalkan sistem gravitasi tentu tak akan menyelesaikan masalah,” ungkap Suhar.

Ia menyebutkan sistem pompa air ini masih dalam tahap kajian dan direncanakan baru diusulkan di tahun 2025 mendatang. Selain karena biayanya yang tidak sedikit, sistem pompa tersebut juga harus memperhitungkan kesiapan drainasenya, termasuk apakah drainase itu sudah permanen atau belum. “Kita rencanakan bertahap mulai tahun 2025,” kata Suhar.

Diakuinya, rata-rata satu lokasi yang memakai sistem pompa ini membutuhkan biaya sekitar Rp 25 miliar hingga Rp 30 miliar, tergantung kesiapan drainasenya. Sementara itu di Kota Batam sendiri hampir seluruh wilayahnya seperti Nagoya, Bengkong, Marina, Sagulung memerlukan sistem pompa ini. “Jadi penanganan banjir ini mesti komprehensif,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang SDA DBMSDA Batam WAN Taufik menyebutkan, berdasarkan data dan peninjauan di lapangan ada 21 titik banjir di Kota Batam. Bila dibanding dengan 2022 lalu, titik banjir ini berkurang signifikan. Dimana berdasarkan data DBMSDA ada 48 titik banjir, secara bertahap berkurang 21 titik banjir dengan adanya program peningkatan drainase.

“Sudah ada program peningkatan drainase dan itu berhasil mengurangi titik banjir tersebut,” ujarnya.

Adapun 21 titik banjir saat ini adalah, Simpang Kepri Mall-Dutamas-Legenda Bali-Legenda Malaka, Simpang Helm -Kawasan Tunas, Jalan depan kantor PDIP–kawasan Samsat, Jalan Depan Villa Panbill, Jalan Trans Barelang (Depan Perumahan Cipta Asri), Jalan Depan SP Plaza, Jalan Depan Villa Muka Kuning, Kawasan Kantor BPJN (Mangsang), dan Kawasan Bengkong Indah/Bengkong Swadebi, Bengkong.

Lalu Rosedale–Citra Indah, Kawasan Marina City Sekupang, Perumahan Green Nongsa City, Kawasan Sei Tering, Kawasan SMPN 28, Kawasan Industri Volex, Kawasan Greenland, Puri Sasmaya Nongsa, Tiban Center, Pondok Pelangi Tiban dan terakhir Jalan R Suprapto depan perumahan Pemda Batuaji.

Wan menyebutkan, berdasarkan fakta dilapangan ada beberapa penyebab banjir diantaranya, perubahan tata guna lahan dari awalnya daerah resapan air jadi daerah terbangun termasuk juga aktivitas cut and fill. Selain itu ada juga karena kurangnya kesadaran masyarakat dengan membuang sampah, membangun di atas drainase dan menutup drainase.

“Ada juga karena pengaruh pasang surut, jaringan utilitas yang di drainase seperti pipa ATB, PLN dan PGN, serta karena curah hujan tinggi dengan intensitas cukup lama, ” terangnya.

Sementara itu data DBMSDA berdasarkan hasil inventarisasi jumlah drainase eksisting yang ada di Batam saat ini adalah drainase primer sebanyak 121 ruas, dengan panjang 108.525 meter lalu ada juga drainase sekunder sebanyak 1065 ruas, dengan panjang 478.890 meter. Dari jumlah drainase eksisting yang ada, seluruhnya masih berfungsi. Namun demikian ada sebagian drainase yang tidak dapat berfungsi maksimal akibat sampah, sedimentasi, dan dimensi saluran yang tak memadai.

“Untuk penanganan tersebut maka dilakukan pembersihan atau pengerukan saluran dengan alat berat. Sedangkan untuk saluran yang tidak memadai dimensinya maka dilakukan pelebaran saluran baik secara permanen (pembangunan fisik) maupun non permanen (normalisasi),” ungkap Wan. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Penumpang Helikopter yang Jatuh bersama dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi, Ini Daftarnya

0
Puing helikopter yang ditumpangi Presiden Iran Ebrahim Raisi jatuh pada Minggu (19/5) waktu setempat (X)

batampos – Sebuah helikopter mengalami kecelakaan di wilayah Provinsi Azerbaijan Timur. Nahasnya, helikopter tersebut mengangkut penumpang penting yang mana di dalamnya ada Presiden Iran Ebrahim Raisi bersama dengan penumpang lainnya.

Akibat kecelakaan yang terjadi pada Minggu (19/5) itu, Presiden Ebrahim Raisi, menteri luar negerinya, dan pejabat senior lainnya dipastikan tewas dalam kecelakaan helikopter setelah pencarian semalaman yang panjang di tengah kabut tebal dan salju di daerah pegunungan di provinsi Azerbaijan Timur yang dikenal merupakan wilayah berbatu-batu di Iran.

BACA JUGA: Presiden Iran Ebrahim Raisi Tewas Akibat Kecelakaan Helikopter

Jenazah mereka ditemukan pada Senin (20/5) pagi, beberapa jam setelah helikopter mereka jatuh. Demikian dilaporkan langsung oleh media pemerintah Iran.

Kecelakaan ini memberikan tantangan bagi para pemimpin senior negara tersebut. Hal ini mengingat Iran tengah berada di tengah meningkatnya ketegangan regional dan global yang berpusat pada perang di Gaza, Palestina, sementara Iran adalah salah satu negara musuh bebuyutan Israel.

Dilansir via Al-Jazeera, berikut ini adalah pejabat yang tewas dalam kecelakaan helikopter di wilayah Provinsi Azerbaijan Timur.

Presiden Iran Ebrahim Raisi

Pemimpin Iran berusia 63 tahun itu telah lama dipandang sebagai penerus Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, otoritas tertinggi di negara itu. Raisi adalah seorang konservatif agama garis keras yang memiliki hubungan erat dengan peradilan dan elit agama Iran.

Saat berusia awal 20-an, ia diangkat menjadi jaksa di beberapa kota hingga ia mendapatkan jabatan di ibu kota Teheran untuk bekerja sebagai wakil jaksa pada tahun 1989. Upaya pertamanya untuk memenangkan kursi kepresidenan pada tahun 2017 gagal, namun ia akhirnya berhasil pada tahun 2021.

Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian

Korban tewas kedua adalah fiplomat terkemuka Iran, yang bersama Presiden Raisi di helikopter yang jatuh, memainkan peran penting dalam mengubah kebijakan luar negeri Iran dari keterlibatan dengan Barat menjadi meningkatkan hubungan dengan negara-negara tetangga regionalnya.

Amirabdollahian, 60 tahun, telah menjabat beberapa posisi di Kementerian Luar Negeri Iran sejak 1997, termasuk sebagai duta besar untuk Bahrain dan wakil menteri luar negeri untuk urusan Arab dan Afrika.
Raisi menominasikannya sebagai menteri luar negeri setelah ia menjadi presiden pada tahun 2021.

Salah satu prestasi terbesar Amirabdollahian adalah membantu memulihkan hubungan diplomatik Iran dengan Arab Saudi sebagai bagian dari perjanjian yang ditengahi Tiongkok dan mengunjungi kerajaan tersebut pada tahun 2023 dalam pencairan besar-besaran hubungan antara kedua negara.

Gubernur Provinsi Azerbaijan Timur Iran, Malik Rahmati

Malek Rahmati baru-baru ini ditunjuk sebagai gubernur baru provinsi Azerbaijan Timur oleh kabinet Iran. Sebelumnya, ia telah mengambil sejumlah peran dalam sistem politik Iran.

Dia sebelumnya ditunjuk sebagai kepala Organisasi Privatisasi Iran, serta wakil direktur AQR. Dirinya ikut tewas dalam kecelakaan helikopter yang ditumpangi oleh Presiden Iran, Ebrahim Raisi.

Rahmati juga pernah menjadi ketua Organisasi Ekonomi Razavi, yang didirikan pada akhir tahun 1990an untuk mendapatkan sumber daya keuangan AQR; dan anggota dewan direksi, serta wakil ketua Organisasi Ekonomi Kowsar, sebuah entitas yang aktif di banyak sektor ekonomi, termasuk pertambangan, pertanian, dan kesehatan dan Rahmati juga pernah menjabat beberapa posisi manajerial lainnya di Kementerian Dalam Negeri Iran.

Wakil Pemimpin Tertinggi Iran untuk Azerbaijan Timur, Ayatollah Mohammad Ali Al-Hashem

Wakil pemimpin tertinggi di provinsi Azerbaijan Timur dan seorang imam di kota Tabriz, Mohammad Ali Ale-Hashem juga termasuk di antara mereka yang tewas. Ale-Hashim juga merupakan anggota dewan provinsi Dewan Kemanfaatan dan wakil provinsi di Majelis Ahli.

Siapa lagi yang terbunuh? Dia adalah Sardar SEED Mehdi Mousavi, kepala tim pengawal Raisi, pilot helikopter Kolonel SEED Taher Mostafavi, co-pilot Kolonel Mohsen Daryanush, dan teknisi penerbangan Mayor Behrouz Ghadimi, semuanya tewas dalam kecelakaan tersebut yang mengundang banyak perhatian para pemimpin dunia, termasuk Indonesia. (*)

Sumber: JP Group

Kejati Masih Tunggu Pelimpahan Berkas Perkara Anggota Bawaslu Kepri

0
ilustrasi berkas perkara
Ilustrasi.

batampos – Kejaksaan Tinggi Kepri menunggu penyerahan berkas tahap 1 kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menjerat anggota Bawaslu Kepri Khairul Rijal. Dimana Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) telah lama dikirimkan penyidik Polda Kepri.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kepri, Denny Anteng Prakoso mengatakan sampai kemarin, (Senin,20/5), pihaknya belum menerima pelimpahan berkas penyidikan dugaan penyalahgunaan narkotika Khairul Rijal.

Baca Juga: Kasus Narkoba Oknum Anggota Bawaslu Kepri: Asal Usul Narkotika Masih Diselidiki

“Sampai saat ini, kami baru menerima SPDP. Jadi kami menunggu juga pelimpahan berkas penyidikan Khairul Rijal oleh penyidik polisi,” ujar Denny.

Menurut dia, jika sampai akhir bulan ini, pihaknya tak juga menerima berkas penyidikan dari penyidik Polda. Maka, akan bersurat untuk mempertanyakan seperti apa proses penyidikan, apakah mengalami kendala atau tidaknya.

“Dalam waktu dekat kami juga akan bersurat atau P17. Kami juga ingin tahu bagaimana perkembangan proses penyidikan,” ungkap Denny.

Disinggung status Khairul Rijal saat dikirimnya SPDP, menurut Denny sudah berstatus tersangka. Namun untuk lebih lengkap, Denny meminta agar mengkonfirmasi ke penyidik polisi.

“Untuk status yang bersangkutan juga sudah tersangka,” sebutnya.

Diketahui Khairul Rijal ditangkap oleh tim gabungan Polda Kepri di Ruang VIP Hotel Planet Holiday, Batam. Momen itu merupakan malam pada bulan suci Ramadan. Khairul Rijal merupakan anggota Bawaslu Kepri bidang Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, organisasi dan Diklat. (*)

Reporter: Yashinta

Nurul Ghufron Polisikan Albertina Ho Gegara Kasus Cawe-cawenya Mutasi ASN Kementan

0
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. ANTARA/Fianda SJofjan Rassat

batampos – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron melaporkan Anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK Albertina Ho ke Bareskrim Polri. Laporan teregister dengan nomor: LP/B/138/V/2024/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 6 Mei 2024.

Pelaporan itu terhadap Albertina atas dugaan tindak pidana penghinaan dan/atau penyalahgunaan wewenang terkait penyampaian kepada pers tentang pelanggaran etik sudah cukup bukti dan siap disidangkan, serta penanganan pemeriksaan pelanggaran kode etik terkait dugaan intervensi mutasi ASN Kementerian Pertanian (Kementan) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 421 KUHP yang terjadi di Jakarta pada kurun waktu Januari-Mei 2024.

Merespons pelaporan itu, Wakil Ketua KPK Johanis Tanak memastikan, pelaporan yang dilakukan Nurul Ghufron terhadap Albertina Ho tidak berkaitan dengan Pimpinan KPK lainnya. Meski memang pimpinan KPK menganut asas kolektif kolegial.

“Kalau kolektif kolegial di pimpinan KPK itu terkait dengan kebijakan dalam mengambil keputusan yang terkait dengan penanganan perkara Tipikor yang ditangani oleh KPK,” kata Johanis dikonfirmasi, Senin (20/5).

Johanis menjelaskan, pelaporan itu dilayangkan Ghufron karena pribadinya merasa dirugikan. Ia menekankan, pelaporan yang dilayangkan Ghufron hanya bersifat pribadi.

“Dalam konteks hukum perdata atau TUN, dapat menggugat melalui pengadilan negeri kalau terkait dengan masalah perdata atau pengadilan TUN kalau terkait dengan perkara TUN,” ucap Johanis.

Oleh karena itu, Johanis menyatakan bahwa pelaporan itu tidak ada kaitannya dengan Pimpinan KPK lainnya.

“Dengan demikian jelaslah bahwa bilamana laporan yang dimaksud, saya dapat pastikan tidak ada hubungannya dengan keputusan pimpinan KPK yang bersifat kolektif kolegial,” pungkas Johanis. (*)

Sumber: JP Group

Ratusan Perempuan di Batam Menjanda, Ekonomi hingga Orang Ketiga Jadi Faktor Perceraian

0
janda
Warga mengantri di ruang tunggu loket pendaftaran gugatan di Kantor Pengadilan Agama Batam. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Ratusan perempuan di Kota Batam resmi berstatus janda di tahun 2024. Masalah ekonomi, tidak diberi nafkah suami hingga orang ketiga menjadi alasan perceraian.

Data dari Pengadilan Agama Kelas 1 A Batam mencatat ada 707 kasus penceraian yang diajukan dari Januari-April 2024. Rinciannya, sebanyak 544 perkara cerai gugat atau dari pihak istri dan 163 cerai talak atau yang diajukan dari pihak suami.

Humas Pengadilan Agama Kota Batam, Azizon mengatakan, masalah klasik ekonomi masih menjadi penyebab utama perceraian. Permasalahan tertinggi kedua adalah perselisihan dan pertengkaran terus menerus. “Ada juga karena tidak harmonis, KDRT serta orang ketiga,” ucap Azizon, Senin (20/5)

Sementara itu untuk cerai talak yang paling mendominasi karena perselisihan rumah tangga, sehingga menyebabkan pertengkaran terus menerus. Ada juga istri meninggalkan tempat tinggal dalam waktu yang lama, perselingkuhan atau hadirnya orang ketiga atau pria idaman lain dan sebagainya.

“Kondisi ekonomi yang dirasakan tidak stabil berdampak pada hubungan rumah tangga, ” terangnya.

Dikatakan Azizon, dari 707 kasus perceraian ini sebanyak 465 perkara sudah diputus oleh Pengadilan Agama Batam. Selain itu ada juga 80 permohonan dicabut dengan alasan keduanya sepakat melanjutkan bahtera rumah tangganya, 20 permohonan tidak diterima dan 9 perkara lainnya digugurkan serta satu dicoret dan satu lain ditolak Pengadilan Agama.

“Jadi tak semua yang masuk ke pengadilan ini bercerai. Ada juga dicabut dengan alasan anak sehingga ketika kita mediasi, mereka sepakat mecabut dan melanjutkan rumah tangga, atau ditolak karena berkasnya dinilai tak lengkap,” ungkap Azizon.

Sementara kelompok usia yang paling banyak melakukan perceraian adalah usia muda yakni 25 tahun hingga 40 tahun. Usia tersebut sangat rentan mengingat ego kedua pasangan masih tinggi dan menjadi pemicu dan keretakan rumah tangga

“Perkara perceraian yang sudah diputus pengadilan telah dikeluarkan akta perceraiannya. Sedangkan sisanya, masih menunggu agenda persidangan (proses sidang, ” terangnya.

Yanti salah seorang pemohon yang ditemui di Pengadilan Agama Batam mengaku nekat menggugat suami lantaran sudah tak tinggal serumah lagi. Selain jarang pulang ke rumah, suami yang sudah ia nikahi dua tahun lalu juga sudah tidak memberi kabar dan nafkah lagi kepada ia dan anaknya.

“Mungkin ini jalan terbaik, sudah sering saya maafkan tapi tak pernah dia berubah. Bahkan setiap kali bertengkar ia selalu tidak pulang ke rumah, ” ujarnya di Pengadilan Agama Batam.

Awalya Yanti enggan membeberkan perkara pengadilan yang dihadapinya. Namun ia menyampaikan ini sebagai pembelajaran bagi wanita-wanita lainnya. “Hampir tiap kali berantem ia memilih berhari-hari di luar tanpa ada beban. Padahal anak kami kecil dan banyak kebutuhan, ” sesal Yanti. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Juknis PPDB SMA dan SMK Negeri Belum Keluar, Informasi PPDB Dinantikan Orangtua

0
PPDB Online 1 F Cecep Mulyana e1654166556415
Ilustrasi. PPDB tahun ini kembali memberikan kuota untuk siswa berprestasi Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Proses penerimaan peserta Didik baru tahun ajaran 2024/2025 sudah semakin dekat. Orangtua mulai mempersiapkan perlengkapan untuk kelanjutan pendidikan anaknya, terutama berkas pendaftaran. Informasi PPDB tentunya sangat dinantikan orangtua, khususnya orangtua yang akan melanjutkan pendidikan anaknya ke tingkat SMA ataupun SMK Negeri.

Namun demikian sekolah yang ada di kota Batam belum bisa mengambil tindakan sebab belum ada petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.

“Tadi pagi saya coba cek informasi ke sekolah tapi belum ada katanya untuk PPDB ini. Belum ada instruksi dari Dinas Pendidikan katanya,” ujar Agus, warga Batuaji yang berniat mendaftarkan anaknya ke SMKN I Batam.

Pihak SMKN I sendiri juga mengakui hal itu. Informasi PPDB belum bisa disampaikan karena masih menunggu petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.

“Besok baru ada sosialisasi Juknis dari Dinas di hotel Golden View. Setelah itu baru keluar Juknis nya, ” ujar Kepala SMKN I Deden Suryana, Senin (20/5).

Begitu juga dengan SMA dan SMK lainnya juga menyampaikan perihal yang sama. Sekolah belum bisa mengambil tindakan karena masih menanti petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.

Kepala kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri cabang Batam Kasdianto saat dikonfirmasi juga mengakui itu. Dinas Pendidikan masih merampungkan sistem PPDB dan kuota daya tampung dari setiap sekolah yang ada.

“Mungkin dalam waktu dekat ini sudah keluar,” ujarnya.

Dari informasi yang didapat di lapangan, jumlah siswa yang akan ditampung di SMA dan SMK tidak jauh bedah dengan kuota tahun sebelumnya yakni sekitar 10 ribuan siswa. Kuota ini tentunya tidak cukup untuk menampung semua siswa tamatan SMP yang ada, sehingga para orangtua berupaya keras untuk menjadi yang terdahulu mendaftarkan anak mereka ke sekolah negeri.

“Pasti banyak nanti yang tak lolos. Makannya harus cepat daftarnya, ” ujar Nirmala, warga Sagulung yang ingin mendaftarkan anaknya ke SMAN 5 Batam.

Seperti diketahui untuk Juknis PPDB online tiap tahun aturannya tidak beda jauh. Berdasarkan catatan Batam Pos, Juknis PPDB online tahun sebelumnya meliputi beberapa jalur. Untuk SMA terdapat empat jalur PPDB yakni ; jalur prestasi dengan kuota 15 persen, jalur afirmasi kuota 15 persen, jalur perpindahan orangtua atau pindah tugas dengan kuota 5 persen serta jalur zonasi dengan kuota 65 persen.

Sementara SMK ada tiga jalur yakni; penilaian raport, akademik dan non akademik serta minat dan bakat dengan kupat 75 persen, jalur bina lingkungan dengan kuota 10 persen serta jalur keluarga tidak mampu ekonomi 15 persen. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Jokowi Ajak Elon Musk Kembangkan Investasi Digital di Indonesia

0
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan CEO SpaceX dan Tesla, Elon Musk di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) ke-10 yang berlangsung di BICC, Bali. (Setpres)

batampos – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan CEO SpaceX dan Tesla, Elon Musk di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) ke-10 yang berlangsung di Bali International Convention Center (BICC), Kabupaten Badung, Provinsi Bali pada Senin (20/5). Pertemuan Jokowi dan Elon Musk antara lain membahas akselerasi transformasi digital, hingga potensi pengembangan investasi di Indonesia.

Jokowi mengundang Elon Musk untuk mengembangkan investasinya di Indonesia, yang mencakup perusahaan-perusahaan seperti SpaceX, Tesla, Neuralink, dan Boring.

“Pak Musk, Indonesia saat ini sedang menjalani percepatan transformasi digital nasional dan membuka banyak potensi investasi di sektor infrastruktur, teknologi pemerintahan, ekonomi digital, dan masyarakat digital,” kata Jokowi saat bertemu Elon Musk.

“Oleh karena itu, kami mengapresiasi dan terus mendorong pengembangan investasi perusahaan SpaceX, Tesla, Neuralink, dan Boring di Indonesia,” sambungnya.

Terkait dengan kerja sama Starlink yang telah berjalan, Jokowi berharap Starlink dapat bersinergi dengan penyedia internet di Indonesia untuk menyediakan akses internet yang terjangkau, mengutamakan perlindungan konsumen, memberikan harga yang lebih murah untuk penggunaan layanan publik termasuk di puskesmas hingga sekolah terpencil di Indonesia.

Sementara, Elon Musk, menyatakan kehormatannya bisa berpartisipasi dalam forum tersebut dan merasa senang bisa berada di Bali. “Kami berharap dapat menyediakan konektivitas Starlink untuk mendukung fasilitas pendidikan dan kesehatan di Indonesia,” ucap Musk.

Kunjungan Musk ini juga menandakan minat yang tinggi dari investor global dalam ekonomi digital Indonesia, serta potensi kerja sama di masa depan yang akan mendukung infrastruktur digital di seluruh Tanah Air.

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi turut didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia. (*)

Sumber: JP Group

Biduan Sewaan SYL Terima Gaji Rp 4,3 Juta Per Bulan Sebagai Honorer di Kementan

0
Nayunda Nabila dan Syahrul Yasin Limpo. (Istimewa)

batampos – Penyanyi dangdut atau biduan sewaan mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) Nayunda Nabila disebut menjadi salah satu pegawai honorer di Kementerian Pertanian (Kementan). Bahkan, Nayunda menerima gaji sejumlah Rp 4,3 juta setiap bulan.

Fakta hukum itu disampaikan mantan Sekretaris Badan Karantina Kementan, Wisnu Haryana saat bersaksi untuk terdakwa SYL di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/5).

Mulanya, jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami saksi Wisnu terkait adanya pegawai honorer titipan SYL di Kementan.

“Saksi tahu yang bernama, ada pegawai Kementan honorer yang juga dititipkan oleh Pak Yasin Limpo maupun keluarganya di Kementan?,” tanya jaksa KPK di ruang sidang.

“Oh, ada pak,” jawab Wisnu.

“Siapa?” cecar jaksa

“Kalau enggak salah atas nama Nayunda, pada waktu itu,” ungkap Wisnu.

Wisnu menjelaskan bahwa hal itu diketahui sesuai adanya arahan Badan Karantina Kementan untuk membayarkan gaji Nayunda. Menurutnya, Nayunda bertugas sebagai asisten Indra Chunda Thita yang merupakan anak SYL.

“Pada waktu itu, arahan dari Gedung A juga, pak Karo kalau tidak salah, bahwa si Nayunda ini akan menjadi asistennya ibu Thita begitu, sehingga honornya dititipkan di Karantina,” ucap Wisnu.

“Asisten Ibu Thita?” tanya jaksa memastikan yang kemudian diamini Wisnu.

Wisnu menjelaskan bahwa honor Nayunda tidak dibayarkan setelah berjalan satu tahun lamanya. Sebab, biduan itu tak pernah ngantor.

“Pada waktu di Karantina kita tidak tahu Pak, baru belakangan kita tahu itu setelah belakangan, karena Nayunda ini pada waktu itu di Karantina hanya sekitar satu tahun kita menghonor, karena memang tidak pernah ke kantor dia, terus setahun berikutnya sudah kita hentikan pak,” papar Wisnu.

Jaksa pun mencecar soal pembayaran gaji yang diterima Nayunda saat itu. Wisnu mengamini bahwa Nayunda menerima gaji sebanyak Rp 4,3 juta.

“Berapa kalau dia menerima perbulan ini?” tanya jaksa.

“Kalau honornya per bulan itu Rp 4,3 juta,” ujar Wisnu.

Nayunda merupakan salah satu biduan yang disewa SYL saat acara Kementan RI. Nama dia disebut oleh mantan Koordinator Subtansi Rumah Tangga (Rumga), Arief Sopian bahwa SYL memberikan uang untuk biaya entertain atau biaya hiburan Kementerian Pertanian (kementan) senilai Rp 50-100 juta.

Belakangan ini, Nayunda juga telah diperiksa penyidik KPK, pada Senin (13/5). Nayunda didalami penyidik KPK terkait penerimaan sejumlah uang dari SYL.

Syahrul Yasin Limpo didakwa melakukan pemerasan dan menerima gratifikasi. Adapun pemerasan yang diduga diterima Syahrul Yasin Limpo sebesar Rp 44.546.079.044 atau Rp 44,54 miliar.

Serta menerima gratifikasi sebesar Rp 40.647.444.494 atau Rp 40,64 miliar, sepanjang Januari 2020 sampai dengan Oktober 2023.

Tindak pidana pemerasan ini dilakukan SYL bersama-sama dengan Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Kementan Muhammad Hatta, yang dilakukan sepanjang 2020-2023.

Dalam penerimaan pemungutan uang ini, Syahrul Yasin Limpo didakwa melanggar Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 huruf f jo Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Selain itu, Syahrul Yasin Limpo bersama-sama dengan Kasdi dan Muhammad Hatta didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp 40.647.444.494 atau Rp 40,64 miliar, sepanjang Januari 2020 sampai dengan Oktober 2023.

Dalam penerimaan gratifikasi ini, Syahrul Yasin Limpo didakwa melanggar Pasal 12 B jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (*)

Sumber: JP Group

Muhammad Rudi Kukuhkan Pengurus KKML Kota Batam Masa Bakti 2024-2029

0

KKLMbatampos – Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengukuhkan Pengurus Kekerabatan Keluarga Masyarakat Lingga (KKML) Kota Batam Masa Bakti 2024-2029 di Golden Prawn, Minggu (19/5/2024).

Dalam pidato sambutannya, Muhammad Rudi mengajak seluruh masyarakat Lingga yang berdomisili di Batam untuk bersinergi dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat merupakan salah satu faktor penting guna mewujudkan pengembangan Batam sebagai kota baru yang madani dan modern.

“Besar harapan saya, KKML bisa bersinergi dan mendukung program strategis Pemerintah Kota Batam,” pesan Muhammad Rudi.

Suami dari Hj. Marlin Agustina tersebut tidak menampik, pemerintah membutuhkan dukungan dari seluruh komponen daerah di Batam dalam merealisasikan rencana strategis pembangunan.

Bukan tanpa alasan, BP Batam dan Pemerintah Kota Batam masih menggesa percepatan pembangunan di beberapa aspek. Mulai dari pembangunan dan pengembangan infrastruktur jalan utama, Bandara Internasional Hang Nadim, serta Pelabuhan Bongkar Muat Batu Ampar.

Dimana, seluruh sarana dan prasarana kota tersebut menjadi bagian tidak terpisahkan dalam menarik minat investasi dari berbagai negara di Asia hingga Eropa.

“Kalau semua kita kompak, maka pengembangan daerah Batam ini akan baik-baik saja,” tambah Rudi.

Ia juga menargetkan, pertumbuhan ekonomi Batam akan kembali meningkat sepanjang tahun 2024.

Optimisme tersebut beralasan, mengingat sejumlah investor masih menjadikan Batam sebagai destinasi investasi favorit.

Hal ini terlihat dengan peran strategis Batam sebagai lokomotif perekonomian Provinsi Kepri dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya optimis, ekonomi Batam akan kembali tumbuh positif dari tahun 2023 lalu yang mencapai 7,04 persen,” tutup Rudi. (*)

Muhammad Rudi Kukuhkan Pengurus KKML Kota Batam Masa Bakti 2024-2029

0

KKLMbatampos – Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengukuhkan Pengurus Kekerabatan Keluarga Masyarakat Lingga (KKML) Kota Batam Masa Bakti 2024-2029 di Golden Prawn, Minggu (19/5/2024).

Dalam pidato sambutannya, Muhammad Rudi mengajak seluruh masyarakat Lingga yang berdomisili di Batam untuk bersinergi dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat merupakan salah satu faktor penting guna mewujudkan pengembangan Batam sebagai kota baru yang madani dan modern.

“Besar harapan saya, KKML bisa bersinergi dan mendukung program strategis Pemerintah Kota Batam,” pesan Muhammad Rudi.

Suami dari Hj. Marlin Agustina tersebut tidak menampik, pemerintah membutuhkan dukungan dari seluruh komponen daerah di Batam dalam merealisasikan rencana strategis pembangunan.

Bukan tanpa alasan, BP Batam dan Pemerintah Kota Batam masih menggesa percepatan pembangunan di beberapa aspek. Mulai dari pembangunan dan pengembangan infrastruktur jalan utama, Bandara Internasional Hang Nadim, serta Pelabuhan Bongkar Muat Batu Ampar.

Dimana, seluruh sarana dan prasarana kota tersebut menjadi bagian tidak terpisahkan dalam menarik minat investasi dari berbagai negara di Asia hingga Eropa.

“Kalau semua kita kompak, maka pengembangan daerah Batam ini akan baik-baik saja,” tambah Rudi.

Ia juga menargetkan, pertumbuhan ekonomi Batam akan kembali meningkat sepanjang tahun 2024.

Optimisme tersebut beralasan, mengingat sejumlah investor masih menjadikan Batam sebagai destinasi investasi favorit.

Hal ini terlihat dengan peran strategis Batam sebagai lokomotif perekonomian Provinsi Kepri dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya optimis, ekonomi Batam akan kembali tumbuh positif dari tahun 2023 lalu yang mencapai 7,04 persen,” tutup Rudi. (*)