Musisi Virgoun dalam konferensi pers pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba di Mapolres Jakarta Barat. (Dery Ridwansah/JawaPos)
batampos – Musisi Virgoun buka suara usai ditetapkan menjadi tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu oleh Polres Metro Jakarta Barat. Saat dihadirkan di depan awak media, dia minta maaf atas kelakuannya.
”Saya pribadi menyampaikan atas tindakan saya dalam penyalahgunaan narkoba, saya memohon maaf pada semua pihak, masyarakat Indonesia, keluarga saya, ketiga anak saya, orang-orang di label, teman-teman saya di band,” ujar Virgoun kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (25/6).
”Mudah-mudahan insya Allah ini menjadi yang pertama dan terakhir. Mudah-mudahan insya Allah ke depannya saya lebih dewasa, lebih baik lagi,” sambung Virgoun.
Penyanyi yang ngetop dengan lagu Surat Cinta Untuk Starla itu juga berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah melakukan proses hukum terhadapnya.
”Terima kasih pada segenap tim penyidik yang sudah berbaik hati dalam memproses saya menjalani kasus hukum yang berjalan dan juga terima kasih atas perhatian teman-teman semua,” ucap dia.
”Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar besarnya,” kata Virgoun.
Sebelumnya, polisi menetapkan tiga tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat musisi Virgoun. Tiga tersangka itu adalah Virgoun, perempuan yang bersamanya berinisial PA, dan pemasok narkoba, B alias BGS.
”Ada tiga orang yang kami tetapkan sebagai tersangka. Yakni V dan juga PA teman perempuannya, dan juga B atau BGS yang menjadi penyedia narkotika yang diberikan kepada saudara V,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes M Syahduddi kepada wartawan, Senin (24/6).
Saat ini, dia mengatakan bahwa pihak kepolisian tengah berkoordinasi dengan tim asesmen dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta terkait tiga tersangka tersebut.
”Hari ini kegiatan asesmen akan dilaksankan terhadap tersangka tersebut,” terang Syahduddi. (*)
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kartini Batam. (Arjuna)
batampos – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri atau sederajat, di Kota Batam, Kepulauan Riau, masih berlangsung. Begitu juga untuk sekolah swasta.
Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kartini Batam, contohnya. Di sana proses PPDB telah masuk gelombang ketiga. Pendaftaran kemungkinan bakal ditutup pada 12 Juli mendatang. Sistemnya dilakukan secara online dan offline.
Ketua PPDB SMK Kartini 2024/2025, Widiono menyebut, pembukaan PPDB ditempatnya telah dimulai sejak awal tahun. Namun efektifnya mulai bukan Februari lalu. Dalam proses itu, pihak sekolah tidak ada kendala sama sekali.
“Kita tetap buka mulai Februari. Sampai hari ini udah gelombang tiga. Kita rencanakan selesai tanggal 12 Juli. Tanggal 13 Juli kita daftar ulang, dan tanggal 15 Juli sudah efektif sekolah. Tapi intinya bukan di-closing tanggal 12, tetap kita nerima, setelah tanggal 13 pun tetap kita terima,” katanya, Senin (24/6).
Sampai dengan saat ini, calon siswa yang sudah diterima di SMK Kartini sekitar 230 orang. Semua pendaftar dipastikan diterima dan tak ada yang ditolak. Siswa yang sudah dipastikan masuk pun belum ada yang mengundurkan diri.
Namun, jika ditarik mundur ke tahun-tahun sebelumnya, ada penurunan angka pendaftar di sekolah tersebut. Hal itu dikarenakan beberapa faktor, mulai dari sekolah negeri yang membuka PPDB tanpa batas kuota, serta adanya jurusan yang sama di sekolah negeri.
Untuk tahun lalu, pendaftar di SMK Kartini bisa mencapai 300 orang. Tahun 2024 ini angkanya menurun. Sementara siswa siswi yang dilepas di tahun ini ada 210 orang.
“Dari siswa yang tamat memang ada peningkatan, tapi dari yang sudah-sudah jumlahnya malah menurun. Kalau indikator belum kita lakukan pengukuran. Yang jelas selama ini, memang dari tahun lalu, di kita ada penurunan. Itu karena sekolah negeri membuka PPDB, bisa dibilang seolah-olah tanpa kuota, sehingga kita yang swasta terimbas,” ujar Widi.
Di SMK Kartini, dominasi pendaftar mengambil jurusan mesin, total ada 90 orang. Di tahun 2023, jurusan yang paling banyak diminati kalah komunikasi visual.
“Sekarang agak menurun karena di SMK negeri sebagian juga ada buka jurusan yang sama,” katanya.
Total siswa di sekolah tersebut ada sekitar 750 orang. Tiap rombel memuat 25 sampai 36 siswa. Semua tergantung pada setiap jurusan, karena jumlahnya yang berbeda-beda. (*)
Barang ilegal bernilai Rp 2,8 miliar dimusnahkan di TPA Ganet Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar
batampos– Bea Cukai Tanjungpinang musnahkan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan kepabeanan dan cukai tahun 2022 hingga 2024. Barang ilegal bernilai Rp 2,8 miliar dimusnahkan di Tempat Pembuangan Akhir Jalan Ganet Tanjungpinang, Selasa (25/6).
Pemusnahan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Bea Cukai Tanjungpinang dalam melindungi masyarakat dan mencegah peredaran barang ilegal di Tanjungpinang dan sekitarnya.
Pemusnahan barang ilegal ini dilakukan dengan cara dilindas dengan alat berat dan dibakar di TPA Ganet Tanjungpinang
Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpinang, Tri Hartana, mengatakan potensi kerugian negara dari barang-barang hasil penindakan ini mencapai Rp1,9 miliar. Barang ilegal ini terdiri dari, rokok ilegal, minuman beralkohol ilegal, tekstil bekas, mainan anak, dan barang elektronik.
Adapun barang-barang yang dimusnahkan yakni, 2.348.300 batang rokok ilegal, 78,92 liter minuman berkohol baik lokal dan impor, 230 unit kasur bekas, ratusan koli pakaian.
Kemudian, ratusan tas, dompet, sepatu, sex toy dan 10.483 unit barang campuran. Mulai dari, alat masak, peralatan makan, cairan kimia, perlengkapan P3K, obat-obatan, guci, vas bunga dan barang lainnya.
“Barang-barang ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan untuk dimusnahkan karena melanggar peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai,” kata Tri.
Pemusnahan ini, tegas Tri, dilakukan dengan profesional dan transparan serta disaksikan oleh berbagai pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum dan masyarakat.
“Pemusnahan ini merupakan wujud nyata untuk melindungi masyarakat dan mencegah peredaran barang ilegal,” tegasnya.
Bea Cukai Tanjungpinang juga mengimbau masyarakat untuk tidak membeli atau menggunakan barang ilegal. Karena, dapat merugikan negara dan membahayakan kesehatan.
“Mari bersama-sama menjaga negara dari peredaran barang ilegal dengan tidak membeli atau menggunakannya,” imbau Tri. (*)
batampos – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati blak-blakan mengaku sering ditawari pinjaman online (pinjol) lewat pesan singkat melalui gawai pribadinya. Bahkan, disebutkan dalam satu pesan, pinjaman bisa mudah diajukan hanya dengan jaminan BPKB.
Hal ini disampaikan Sri Mulyani saat memberi sambutan dalam acara Talkshow OJK mengenai Edukasi Keuangan Ibu, Anak, dan Keluarga Cakap Keuangan (BUNDAKU) di Jakarta, Selasa (25/6).
“Sekarang ini massif sekali offering berbagai hal. Anda lihat saja SMS Anda itu, BPKB Anda bisa dipakai untuk ini (pinjol). Anda tanya, Ibu dapat enggak? dapet saya juga. Saya ditawari pinjaman tiap hari, sama kayak ibu- ibu,” kata Sri Mulyani.
Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada peserta acara yang didominasi oleh emak-emak untuk selalu hati-hati. Apalagi, menurut Sri Mulyani gawai bisa menjadi teman sekaligus ancaman bagi masyarakat.
Apalagi, lanjutnya, saat ini masyarakat Indonesia sedang berada di era teknologi digital dengan kemudahan untuk mengakses segala informasi dan penawaran. Dalam kondisi itu, Menkeu menilai penting bagi masyarakat memiliki literasi yang cukup terkait keuangan.
Jika tidak, maka masyarakat itulah yang akan menjadi objek yang paling rentan. Diantaranya, rentan tertipu dan tergiur oleh banyaknya penawaran pinjol dan judi online (judol) yang sering dilakukan melalui gawai.
“Boro boro buat maju dan bisa sejahtera, justru mereka akan tergulung dalam masalah pinjol dan judol. Mereka masuk melalui whatever handphone yang Anda miliki, mudah sekali, yang kemudian menimbulkan kalau istilahnya dalam perang kalau yang disebut pertahanan kita di lini depan sudah jebol, berarti musuh sudah masuk di gadget Anda. Jadi pertahanannya ada di mana sekarang? pertahanannya ada di kepala dan hati Anda, karea gadget ini menjadi teman sekaligus ancaman,” jelasnya.
Lebih lanjut, di hadapan Ketua Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Sri Mulyani menekankan perempuan dipriotitaskan untuk mendapatkan literasi terkait keuangan. Adapun manfaatnya, tak hanya mampu menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang positif.
Tetapi juga, perempuan-peremuan yang telah terpapar literasi keuangan itulah yang akan menjadi bendahara dalam keluarga, sehingga tidak mudah tergiur dengan tawaran terkait keuangan. Apalagi, tawaran produk keuangan dengan keuntungan selangit dan berlipat-lipat.
“Saya bendahara negara, kalau bendahara negara dikit-dikit ada tawaran, meleleh, ya susah. Bendahara negara harus kritikal thingking-nya. Kalau datangnya dengan tawaran yang melimpah-melimpah, Anda langsung tahu itu pasti nipu, jadi kebalikan aja, kalau ibu-ibu melihat influencer melihat rumah hebat, segala macam, makin dia kelihatan ga realistis, maka Anda makin harus hati hati,” ujarnya.
“Jadi kalau ada penawaran yang bagus dan indah, maka dicek sampai 10 kali. Dicek baru Anda akan tahu ini benar atau enggak, kemudian Anda baru bisa berpikir rasional,” tutup Sri Mulyani. (*)
Deretan lampu penerangan jalan di jalan Raja Isa padam, Sabtu (22/6). Tiang lampu yang padam mulai dari simpang Bank Indonesia sampai gedung LAM. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Belakangan ini banyak lampu penerangan jalau umum (PJU) yang padam. Antara lain di sepanjang ruas jalan KDA menuju arah Kepri Mall. Lalu, PJU sejumlah ruas jalan di Batuampar serta PJU di Jalan Raja Isa di Batam Center. Juga PJU sepanjang ruas jalan SMN 3 ke RS Bhayangkara.
Penyebab padamnya beberapa ruas PJU sudah diketahui. Seperti PJU di sepanjang Jalan KDA menuju arah Kepri Mall dan PJU sejumlah ruas jalan di Batuampar, serta PJU di Jalan Raja Isa di Batam Center. Semua disebabkan karena aksi pencurian kabel dan panel PJU oleh orang tak bertanggungjawab.
Imbasnya jalan menjadi gelap gulita akibat minimnya penerangan di sepanjang jalan tersebut.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam melalui Kepala Bidang PJU Batam Kukuk membenarkan hilangnya kabel PJU di ruas jalan-jalan itu. Bahkan, kata Kukuk, di Batuampar, termasuk jalan depan King Hotel sampai ke arah Kodim sudah beberapa kali dilakukan, namun tetap saja hilang.
“Benar, yang dipotong itu pendek-pendek, jadi kan susah lagi kalo mau disambung. Kita sudah beberapa kali perbaiki namun masih juga dipotong-potong (kabel),” ungkap Kukuk, Senin (24/6/2024)
Menurutnya, berdasarkan informasi petugas di lapangan, PJU dari arah Batuampar ke Seraya saat ini sudah ada beberapa lampu yang menyala. Hanya saja PJU yang kabelnya dipotong belum bisa dihidupkan kembali sebelum adanya penggantian kabel yang putus.
“Yang bisa disambung sudah kita hidupkan lagi. Tapi kalau yang dipotong pendek itu harus diganti. Begitulah kondisinya saat ini. Belum lagi satu lokasi selesai diperbaiki sudah muncul lokasi lain yang dicuri, sementara anggota kita di lapangan terbatas,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyebutkan PJU di sepanjang Jalan Raya Isa samping Kalista sampai ke KBC juga dicuri oknum yang tidak bertanggungjawab. Termasuk dari KDA ke arah Kepri Mall. Akibatnya lampu PJU hidup selang seling akibat beberapa kabal raib diambil pencuri.
“Perbaikan sementara mana yang bisa dihidupkan kita hidupkan lagi, supaya gak ada titik-titik blank spot,” sebut Kukuk.
Sementara itu, Widia salah seorang warga Batam mengaku was-was ketika melewati jalan Seraya ini. Pasalnya jalan menjadi gelap karena tidak adanya lampu penerangan jalan.
“Apalagi kalau kita yang matanya minus ini, jika tak ada PJU benar-benar gak bisa lihat jalan,” ujarnya.
Padamnya penerangan jalan membuat pengguna jalan waswas melintas. Sebab, selain ramai dilalui kendaraan pribadi juga banyak mobilitas kendaraan besar milik perusahaan.
“Kalau lagi ramai truk besar yang lewat jadi takut, apalagi penerangan juga minimal akibat PJUnya mati,” tambah Sarah, warga Batam Center.
Ia berharap polisi menindak tegas pelaku pencurian kabel PJU ini. Pasalnya kejadian ini terus berulang dan tak kunjung tertangkap pelakunya.
“Kalau benar pencurian, tentunya harus ditindak tegas, patroli malam harus ditingkatkan lagi,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Wiwik, warga Batuampar yang juga bekerja di wilayah Batamcenter. Ia mengaku cemas setiap kali pulang malam melewati Jalan Raja Isa di Batam Center yang gelap karena beberapa PJU mati dan rawan terjadi kejahatan.
“Kalau kita lewat takut, soalnya gelap. Takut terjadi kejahatan juga karena tak ada penerangan sama sekali. Harapan segera diperbaiki. Khawatir ada yang jadi korban kejahatan,” ucapnya. (*)
Juru Bicara KPK Tessa Mahardika. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
batampos – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah tiga orang ke luar negeri terkait dengan penyidikan perkara dugaan korupsi pengadaan alat pelindung diri (APD) pada Kementerian Kesehatan menggunakan dana siap pakai pada Badan Penanggulangan Bencana pada tahun 2020.
“Hari ini Komisi Pemberantasan Korupsi menerbitkan surat larangan bepergian ke luar negeri untuk 6 bulan ke depan terhadap SLN (dokter), ET (swasta), dan AM (swasta),” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardika saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (25/6).
Tessa menjelaskan larangan bepergian ke luar negeri tersebut demi mendukung kelancaran penyidikan oleh KPK.
“KPK meyakini para pihak terkait akan kooperatif mengikuti proses ini,” ujarnya.
Sebelumnya, KPK pada tanggal 9 November 2023 mengumumkan telah memulai penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan APD di Kementerian Kesehatan.
Informasi soal penyidikan itu dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.
“Pengadaan APD apakah sudah ada tersangka? Ya, sudah ada. Sprindik (surat perintah penyidikan) juga sudah kami tandatangani,” kata Alex saat itu.
Perkara korupsi tersebut diduga terjadi pada proyek pengadaan APD di Pusat Krisis Kemenkes pada tahun 2020.
Saat mengumumkan dimulainya penyidikan itu, Alex belum mengumumkan siapa saja pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Nilai proyek pengadaan APD di Kemenkes tersebut mencapai Rp3,03 triliun untuk 5 juta set APD.
KPK menyayangkan gelontoran dana besar dari pemerintah untuk perlindungan keselamatan dan kesehatan masyarakat saat menghadapi pandemi COVID-19 justru disalahgunakan melalui praktik-praktik korupsi.
Sejumlah pejabat turut diperiksa penyidik KPK terkait dengan perkara tersebut, antara lain, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana.
KPK menerangkan bahwa pemeriksaan saksi Budi Sylvana dalam kapasitasnya sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) Pusat Krisis Kesehatan di Kementerian Kesehatan pada tahun 2020.
Pejabat lain yang turut diperiksa KPK adalah Kepala Seksi Evaluasi dan Harmonisasi Kebijakan Fasilitas Pertambangan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Pius Rahardjo
Dalam perkara tersebut, Pius diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai X KPPBC Tipe Madya Pabean B Bogor pada tahun 2020.
Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad Al-Haddar juga pernah diperiksa penyidik KPK terkait dengan perkara tersebut.
Terakhir, KPK juga turut memeriksa anggota DPR RI Ihsan Yunus terkait dengan perkara tersebut.
Tim penyidik KPK mengatakan bahwa Ihsan Yunus didalami pengetahuannya soal informasi dugaan adanya turut serta saksi dalam salah satu perusahaan pelaksana pengadaan APD di Kemenkes. (*)
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Suryono menyerahkan cenderamata ke Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kepri, Indra Soeparjanto, Selasa (25/6). F. Fiska Juanda/Batam Pos
batampos – Pertumbuhan ekonomi Kepri di triwulan pertama membukukan catatan positif sebesar 5,01 persen (years on years). Dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,45 persen (years on years).
Pertumbuhan ekonomi Kepri ini tertinggi kedua di wilayah Sumatera, serta lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan wilayah Sumatera yang sebesar 4,24% (yoy). Di triwulan pertama 2024 ini, perekonomian Kepri ditopang oleh pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), konsumsi rumah tangga, serta net ekspor seiring masih kuatnya ekspansi usaha sektor industri dan meningkatnya mobilitas masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi didukung oleh peningkatan LU (Lapangan Usaha) industri pengolahan, konstruksi dan perdagangan. Sementara, pertumbuhan lebih tinggi tertahan oleh pertambangan dan penggalian yang melambat.
Pertumbuhan LU industri pengolahan mengalami perbaikan sejalan dengan permintaan global terhadap produk elektronik. Pertumbuhan LU konstruksi yang tetap tinggi disebabkan oleh masih berlanjutnya pembangunan infrastruktur yang masif di akhir tahun.
“Pertumbuhan ekonomi tinggi, inflasi rendah dan terkendali. Bahkan TPID Kepri terbaik se-Indonesia serta Batam dan Karimun nomor 2 terbaik,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Suryono, Selasa (25/6).
Ia mengatakan, Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kepri pada triwulan I 2024 menunjukkan terjadinya inflasi sebesar 3,37% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,76% (yoy).
Tekanan inflasi terutama berasal dari Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, serta Kelompok Transportasi. Dengan demikian, inflasi pada triwulan I 2024 masih dalam sasaran target kisaran sasaran inflasi tahun 2024 yang ditetapkan pemerintah sebesar 2,5±1% (yoy).
Intermediasi perbankan pada triwulan I 2024 tetap terjaga dan tumbuh lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya. Peningkatan tersebut tercermin dari kenaikan pertumbuhan penyaluran kredit berdasarkan lokasi bank dan Dana Pihak Ketiga (DPK), serta tetap disertai dengan terjaganya kualitas kredit.
“Enak di Batam atau Kepri ini. Pertumbuhan tinggi, inflasi terjaga,” ucap Suryono.
Risiko kredit pada segmen segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) maupun segmen kredit sektor rumah tangga juga masih terjaga.
Sementara itu, aktivitas transaksi pembayaran tunai menggunakan Rupiah dan transaksi Uang Kertas Asing di Provinsi Kepri mengalami peningkatan pada triwulan I 2024. Transaksi pembayaran nontunai turut mengalami peningkatan sejalan dengan meningkatnya penerimaan dan kecenderungan masyarakat terhadap instrumen pembayaran digital khususnya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Aktivitas transaksi pembayaran tunai pada triwulan I 2024 mencatatkan net outflow sebesar Rp961 miliar, lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2023 yang tercatat net outflow sebesar Rp3,12 triliun. Di samping itu, aktivitas pembayaran nontunai secara tahunan meningkat. Hal ini tercermin dari peningkatan transaksi QRIS dan Uang Elektronik (UE) yang didukung oleh meningkatnya preferensi dan penerimaan masyarakat terhadap penggunaan transaksi nontunai.
Tingkat kesejahteraan masyarakat Provinsi Kepri menunjukkan perbaikan. Hal ini tercermin dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) seiring dengan tren pemulihan ekonomi yang terus berlanjut. Selain itu, kesejahteraan petani mengalami peningkatan sebagaimana tergambar dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang mengalami kenaikan seiring terjadinya kenaikan indeks yang diterima petani. (*)
Eks Direktur Utama PT Pertamina Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan menjalani sidang vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi PN Jakarta Pusat, Senin (24/6/2024). (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta yang memvonis mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan bersalah melakukan tindak pidana korupsi terkait dengan pembelian gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) yang telah mengakibatkan kerugian keuangan negara.
“KPK menyampaikan apresiasi atas putusan majelis hakim yang menyatakan terdakwa Karen Agustiawan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardika saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
KPK berharap putusan majelis hakim ini akan menjadi preseden dan memberikan efek jera agar tidak ada kasus serupa yang terulang pada masa depan, terlebih korupsi pada sektor ini juga berdampak langsung pada hajat hidup masyarakat.
Saat ini jaksa penuntut umum (JPU) KPK masih menunggu salinan putusan secara lengkap dari Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
Salinan putusan tersebut selanjutnya akan dipelajari untuk menentukan apakah KPK akan mengajukan upaya hukum banding atau menerima putusan tersebut dengan tenggang waktu selama 7 hari sejak pembacaan putusan.
Sebelumnya, mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan divonis pidana 9 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti korupsi dalam pengadaan gas alam cair (LNG) di Pertamina.
“Karen Agustiawan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana dakwaan alternatif pertama,” kata Hakim Ketua Maryono pada sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (24/6).
Dengan demikian, Maryono menuturkan Karen melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.
Majelis hakim juga menetapkan pidana yang dijatuhkan kepada Karen dikurangi dengan masa penangkapan dan penahanan serta membebankan biaya perkara Rp7.500,00 kepada terdakwa.
Maryono menyebutkan terdapat beberapa hal yang meringankan vonis Karen sehingga lebih rendah daripaada tuntutan, yakni terdakwa bersikap sopan di persidangan, tidak memperoleh hasil tindak pidana korupsi, memiliki tanggungan keluarga, serta mengabdikan diri untuk Pertamina walaupun telah mengundurkan diri.
Sementara itu, beberapa hal yang memberatkan vonis, yakni perbuatan Karen dinilai tidak mendukung program pemerintah yang sedang gencar melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi serta merugikan keuangan negara.
Sebelumnya, Dirut Pertamina periode 2009—2014 Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan dituntut pidana 11 tahun penjara serta denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan terkait dengan dugaan korupsi pengadaan LNG di Pertamina pada tahun 2011 hingga 2014.
Selain pidana utama, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut meminta majelis hakim menjatuhkan pidana tambahan kepada Karen untuk membayar uang pengganti sebesar Rp1,09 miliar dan 104.000 dolar Amerika Serikat subsider 2 tahun penjara.
Jaksa KPK juga meminta majelis hakim untuk membebankan pembayaran uang pengganti kepada perusahaan AS, Corpus Christi Liquefaction LLC (CCL), sebesar 113,83 juta dolar AS. (*)
Ilustrasi. Pesawat Citilink mendarat di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. F. Azis Maulana
batampos – Penerbangan internasional tujuan Incheon dari Bandara Hang Nadim Batam bakal terealisasi dalam waktu dekat.Lion Group, maskapai penerbangan ternama di Indonesia, dan Jeju Air, maskapai penerbangan asal Korea Selatan, resmi menjalin kerjasama strategis (code share). Kolaborasi ini membuka peluang bagi para pelancong untuk menjelajahi lebih banyak destinasi internasional dengan mudah dan nyaman.
“Rencana terealisasi pada tanggal 27 Oktober 2024 untuk rute penebangan tersebut,” ujar Communication and Stake Holder Relation PT BIB, M Badrudin, Selasa (25/6).
Ia menyebut sementara untuk kendala selama ini belum ada masih lancar berkat dukungan dari pemerintah juga terutama dari Direktur Angkutan Udara (MOT).
“Kolaborasi Lion Group dan Jeju Air ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para pelancong dan industri pariwisata di Indonesia dan Korea Selatan,” ujarnya.
Komitmen bersama tersebut merupakan tindak lanjut PT Bandara Internasional Batam (BIB) dalam menghadirkan dan memperluas konektivitas penerbangan internasional dan mengeksplor iklim investasi, destinasi pariwisata di Batam, Kepulauan Riau, serta wilayah Sumatera lainnya ke mancanegara.
Sebagai rencana induk pengembangan bandara, Bandara Internasional Hang Nadim telah melayani berbagai layanan penerbangan internasional, termasuk rencana penerbangan ke Icheon, Korea Selatan.
Sebelumnya, Presiden Direktur Lion Group (Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi) menyampaikan “Kerjasama ini merupakan langkah penting bagi Lion Group dalam memberikan kemudahan bagi para pelancong Indonesia untuk menjelajahi lebih banyak destinasi internasional.
“Kami memahami bahwa kenyamanan dan fleksibilitas adalah hal yang sangat penting bagi para travelers, dan dengan konsep multicity ini, kami dapat menyediakan pilihan rute yang lebih luas dan efisien,” terangnya.
Lion Group terus mendukung program pemerintah dalam mendatangkan wisatawan asing ke Indonesia. Dengan tersedianya lebih banyak pilihan penerbangan.
“Kami berharap semakin banyak pelancong dari berbagai negara akan tertarik untuk mengunjungi keindahan dan keragaman budaya yang ditawarkan oleh kota-kota di Indonesia,” pungkasnya. (*)
KM Kelud saat berlabuh di Pelabuhan Batuampar Batam. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos – Libur panjang sekolah yang berlangsung dari akhir Juni hingga pertengahan Juli banyak dimanfaatkan warga Batam untuk pulang kampung ke Medan menggunakan kapal Kelud. Berdasarkan catatan Pelni Batam kenaikan penumpang jelang libur sekolah ini cukup besar di atas angka 100 persen.
Kepala Cabang Pelni Batam, Teuku Muhammad Ikbal Rama mengatakan, saat low season biasanya penumpang kapal KM Kelud rata-rata 1.500 orang. Namun saat musim panjang libur sekolah yang berlanjut dari libur Idul Adha, penumpang yang naik dari Batam tujuan Belawan sebesar 3.200 orang. Sementara 500 penumpang lainnya transit dari Tanjung Priok.
“Adapun totalnya rute Batam ke Belawan itu sebanyak 3.740 penumpang, ” ujar Iqbal, Selasa (25/6).
Selain di tanggal tersebut jumlah penumpang KM Kelud juga mengalami lonjakan yang signifikan ditanggal 26 Juni 2024 ini. Tercatat dari pemesanan tiket sampai saat ini diangka 2.464 penumpang. Sementara untuk keberangkatan kapal di tanggal 30 Juni 2024 tujuan Belawan tiket dipesan 2.400 penumpang.
“Angka ini kami prediksikan terus bertambah seiring mulainya momen libur sekolah,” tambah Iqbal.
Ia menjelaskan sebenarnya kapasitas KM Kelud hanya mampu menampung sebanyak 2.600 penumpang saja. Namun karena tingginya animo masyarakat dalam menggunakan transportasi laut, KM Kelud mendapat dispensasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dispensasi tersebut diberikan bagi penumpang non seat yang mencapai 1.100 penumpang.
“Ada dispensasi dari Kemenhub, jadi bisa tambah kapasitas dari 2.600 orang bertambah lebih banyak, tapi dihitung tiket non-seat dan dapatnya matras. Kemenhub juga mewajibkan kami untuk menambah alat keselamatan di kapal,” tuturnya.
Untuk mengawal peak season tersebut, Pelni mengajukan permohonan dispensasi muatan kapal ini sampai akhir bulan. Disamping itu, untuk mengawal kelancaran Pelni berkordinasi dengan semua lintas instansi pelabuhan, termasuk pendukung alat keselamatan serta pengamanan personil dilapangan.
“Kita tambah juga personil di lapangan, khususnya di darat. Sejauh ini tidak ada kendala dan berjalan lancar, ” tuturnya.
Disinggung mengenai pelabuhan Bintang 99 yang akan menjadi dermaga Kelud, Iqbal menjawab, untuk saat ini, calon penumpang KM Kelud masih harus berangkat dari Pelabuhan Batuampar. Namun ia menjamin menjelang akhir tahun nanti, dermaga kapal Pelni akan pindah ke Pelabuhan Bintang 99 yang berlokasi di sebelah Batuampar.
“Insyallah Allah jelang Natal nanti kita sudah di Pelabuhan Bintang 99, saat ini masih proses pengecekan pelabuhan dan termasuk juga kedalaman dermaga, ” pungkasnya.
Anita warga Batam mengaku sengaja memesan tiket Kelud jauh-jauh hari untuk libur sekolah kedua anaknya. Warga Batuaji itu paham betul jika momen libur sekolah moda transportasi laut KM Kelud menjadi pilihan utama masyarakat Batam.
“Itu udah seminggu lalu pesan. Beruntung masih dapat seat. Kalau pesan sekarang mana dapat seat lagi, ” ujarnya.
Hal berbeda dikatakan Toni warga Sagulung. Ia menyesal baru memesan tiket Kelud lantaran hanya mendapatkan tiket non seat. “Harusnya dari kemarin dah pesan. Ini belum masuk libur sekolah dah pada pesan. Jadi dapatnya non seat, ” tuturnya. (*)