Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 363

Antisipasi Virus Nipah, Pengawasan Kesehatan di Pintu Masuk Batam Diperkuat

0
Virus Nipah, penyakit zoonosis mematikan yang ditularkan dari kelelawar ke manusia dan memiliki tingkat kematian hingga 91 persen. (PINTEREST)

batampos – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Batam meningkatkan kewaspadaan di seluruh pintu masuk wilayah. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi risiko kesehatan masyarakat, termasuk kemungkinan masuk dan penyebaran Virus Nipah.

Kepala BBKK Batam Ahmad Hidayat mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan kesiapsiagaan petugas serta memperkuat sistem pengawasan kesehatan, khususnya di pelabuhan internasional yang menjadi titik keluar-masuk penumpang.

“Dalam rangka mengantisipasi potensi risiko kesehatan selama perayaan Imlek, kami menyiapkan langkah pengawasan dan pelayanan kesehatan di pintu masuk wilayah,” ujar Ahmad Hidayat, Sabtu (31/1).

Baca Juga: Virus Nipah Jadi Sorotan Global, Dinkes Batam: Tunggu Arahan Pusat

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembentukan posko pelayanan dan pengawasan Imlek di sejumlah pelabuhan. Posko ini berfungsi sebagai pusat respons cepat terhadap potensi kejadian kesehatan sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor.

Selain itu, BBKK Batam meningkatkan pemeriksaan kesehatan penumpang melalui pengukuran suhu tubuh menggunakan thermal scanner sebagai bagian dari deteksi dini penyakit menular.

Pengawasan juga dilakukan melalui pemantauan gejala penyakit menggunakan sistem kewaspadaan dini nasional All Indonesia. Melalui sistem tersebut, petugas menelusuri riwayat perjalanan serta riwayat kesehatan penumpang guna meningkatkan kewaspadaan.

“Pengawasan kesehatan terus kami perkuat sebagai langkah antisipatif terhadap potensi masuk dan penyebaran Virus Nipah. Kami memastikan petugas siaga dan sistem deteksi dini berjalan optimal,” katanya.

Sebagai langkah kesiapsiagaan lanjutan, BBKK Batam juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait, termasuk dalam penyusunan alur penanganan dan evakuasi penumpang yang terindikasi terpapar serta penetapan rumah sakit rujukan.

Baca Juga: Akhir Pekan, Arus Penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Center Ramai

“Seluruh prosedur penanganan sudah dipahami bersama agar respons dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi sesuai ketentuan,” jelas Ahmad Hidayat.

Ia menambahkan, BBKK Batam terus meningkatkan pengawasan kesehatan di pintu masuk wilayah, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mempersiapkan logistik yang dibutuhkan dalam penanganan potensi kasus.

“Kewaspadaan akan kami tingkatkan secara berkelanjutan untuk mencegah risiko masuk dan penyebaran penyakit, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat pada momentum Imlek,” pungkasnya. (*)

Artikel Antisipasi Virus Nipah, Pengawasan Kesehatan di Pintu Masuk Batam Diperkuat pertama kali tampil pada Metropolis.

Akhir Pekan, Arus Penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Center Ramai

0
Kepadatan penumpang di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Batam Kota, ramai pada akhir pekan, Sabtu (31/1). F. Azis Maulana/Batam Pos

batampos – Arus penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Center, Batam Kota, terpantau ramai pada akhir pekan, Sabtu (31/1). Kepadatan terlihat sejak pagi hingga menjelang siang hari, baik pada kedatangan maupun keberangkatan kapal feri internasional dari Singapura dan Malaysia.

Kepala Wilayah Kerja (Kawilker) Syahbandar Pelabuhan Internasional Batam Center, Pasaroan Samosir, membenarkan adanya peningkatan jumlah penumpang pada jam-jam tertentu.

“Benar, penumpang yang datang pada pagi hari cukup ramai, khususnya dari Singapura dan Malaysia. Namun menjelang siang, situasi kembali normal,” ujar Pasaroan.

Baca Juga: BP Batam Jelaskan Skema Investasi PT Moya, Bantah Isu Tagihan Air Masuk Kemenko

Ia menjelaskan, Pelabuhan Internasional Batam Center melayani sekitar 50 hingga 55 trip perjalanan feri internasional setiap hari. Saat ini, operasional pelabuhan didukung oleh dua ponton aktif yang digunakan untuk aktivitas naik dan turun penumpang.

Untuk menjamin keselamatan pelayaran, pihak syahbandar secara rutin memantau kondisi cuaca serta berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Informasi cuaca dari BMKG kami perbarui setiap hari dan langsung disampaikan kepada masing-masing nakhoda agar pelayaran tetap mengutamakan aspek keselamatan,” jelasnya.

Baca Juga: Konflik IKSB Batam Disorot, Praktisi Hukum Ingatkan Hormati Putusan Pengadilan

Terkait pengawasan barang bawaan penumpang, Pasaroan menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan Bea Cukai yang memiliki kewenangan dalam pemeriksaan dan penindakan.

Koordinasi lintas instansi tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran arus penumpang sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan Pelabuhan Internasional Batam Center. (*)

Artikel Akhir Pekan, Arus Penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Center Ramai pertama kali tampil pada Metropolis.

Truk Kontainer Tabrak Calya di Mukakuning, Arus Lalu Lintas dari Batuaji Lumpuh

0
Truk kontainer menabrak mobil Toyota Calya di di Bukit Daeng, Mukakuning. Peristiwa ini menyebabkan arus lalu lintas dari Batuaji macet tolal. F. Tangkapan layar video grup WhatsApp

batampos – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan berat kembali terjadi di Kota Batam. Sebuah truk kontainer menabrak mobil pribadi di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di kawasan Dam Mukakuning, dari arah Batuaji, Sabtu (31/1) siang.

Insiden tersebut melibatkan satu unit truk kontainer dengan mobil Toyota Calya merah bernomor polisi BP 1909 HD. Benturan keras tidak terhindarkan hingga menyebabkan bagian belakang mobil Calya mengalami kerusakan cukup parah.

Sementara itu, bagian depan truk kontainer juga dilaporkan ringsek akibat tabrakan. Kondisi kedua kendaraan yang rusak menarik perhatian pengendara lain yang melintas di lokasi kejadian.

Baca Juga: BP Batam Jelaskan Skema Investasi PT Moya, Bantah Isu Tagihan Air Masuk Kemenko

Meski demikian, dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Pengemudi kedua kendaraan disebut selamat. Namun, kerugian materi akibat kerusakan kendaraan tidak dapat dihindari.

Kecelakaan ini berdampak signifikan terhadap arus lalu lintas. Kemacetan parah terjadi dari arah Batuaji menuju Mukakuning karena posisi kendaraan yang terlibat kecelakaan menghalangi sebagian badan jalan.

“Macet parah dari Batuaji,” ujar seorang warga yang berada di lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, Kasubnit I Satlantas Polresta Barelang Ipda Tarmizi Rambe belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi maupun penyebab kecelakaan. (*)

Artikel Truk Kontainer Tabrak Calya di Mukakuning, Arus Lalu Lintas dari Batuaji Lumpuh pertama kali tampil pada Metropolis.

Status 11 WNI Kasus Timah Ilegal Masih Saksi, Keluarga Pulang Tanpa Kepastian

0
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Silvester Simamora. F. Yashinta/Batam Pos

batampos – Kejelasan status hukum 11 warga negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari Malaysia terkait kasus penyelundupan pasir timah ilegal lintas negara hingga kini belum terjawab. Setelah menjalani pemeriksaan intensif selama 1×24 jam di Polda Kepulauan Riau (Kepri), belasan WNI tersebut masih berstatus saksi.

Pantauan di Mapolda Kepri, pemeriksaan terhadap ke-11 WNI dilakukan di lantai 2 Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) sejak Kamis (29/1) sekitar pukul 15.00 WIB. Hingga Jumat (30/1), proses pemeriksaan masih berlangsung.

Pada Jumat siang sekitar pukul 14.00 WIB, para WNI terlihat berada di ruang pemeriksaan mengenakan kaus biru muda. Mereka duduk berderet di lantai dengan tangan diborgol menggunakan borgol plastik berwarna putih.

Baca Juga: Konflik IKSB Batam Disorot, Praktisi Hukum Ingatkan Hormati Putusan Pengadilan

Seorang penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri yang enggan disebutkan namanya mengatakan, hingga saat ini status para WNI tersebut belum berubah. “Masih saksi. Pemeriksaan masih berjalan,” ujarnya singkat.

Sementara itu, keluarga para WNI mendatangi Mapolda Kepri dengan membawa sejumlah dokumen. Mereka berharap anggota keluarga yang diperiksa dapat segera dipulangkan setelah proses klarifikasi.

Namun hingga Jumat sore, ke-11 WNI tersebut belum dipulangkan dan masih berada di Mapolda Kepri untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Silvester Simamora, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kelanjutan proses hukum terhadap para WNI tersebut.

“Untuk proses selanjutnya kami belum dapat memastikan, karena penanganan perkara berada di bawah kewenangan Bareskrim Polri,” ujar Silvester.

Baca Juga: Virus Nipah Jadi Sorotan Global, Dinkes Batam: Tunggu Arahan Pusat

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Moch Irhamni, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi terkait perkembangan status hukum para WNI tersebut.

Sebelumnya diberitakan, upaya penyelundupan pasir timah ilegal lintas negara kembali terbongkar. Sebanyak 11 WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) dideportasi dari Malaysia setelah tertangkap membawa sekitar 7,5 ton pasir timah ilegal asal Indonesia ke Negeri Jiran.

Belasan ABK tersebut tiba di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center pada Kamis (29/1) sekitar pukul 14.30 WIB dan langsung diserahkan kepada Bareskrim Polri untuk proses hukum lanjutan.

Para ABK ditangkap Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) Negeri Pahang di perairan Pulau Tioman, Johor, setelah kedapatan mengangkut pasir timah ilegal menggunakan perahu fiberglass tanpa nomor registrasi. Nilai barang bukti, termasuk kapal, ditaksir mencapai RM1,1 juta atau sekitar Rp4,3 miliar. (*)

Artikel Status 11 WNI Kasus Timah Ilegal Masih Saksi, Keluarga Pulang Tanpa Kepastian pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Jelaskan Skema Investasi PT Moya, Bantah Isu Tagihan Air Masuk Kemenko

0
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait. F. Dok. Batam Pos

batampos – Persoalan layanan air bersih di Kota Batam kembali menjadi sorotan publik. Muncul spekulasi bahwa gangguan distribusi air dipicu minimnya investasi, bahkan beredar isu bahwa seluruh tagihan air pelanggan mengalir ke Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian sehingga dana yang kembali ke daerah terbatas.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan pengelolaan operasional air bersih di Batam saat ini dilaksanakan oleh PT Moya Indonesia sebagai mitra pemenang tender kegiatan operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance).

“Seluruh mekanisme pengelolaan sudah diatur dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS). Semua ketentuan ada di dalam perjanjian tersebut,” ujar Ariastuty, Jumat (30/1).

Baca Juga: MBG Tetap Dibagikan saat Ramadan, SPPG Batam Tunggu Petunjuk

Ia menjelaskan, apabila mitra melakukan investasi, mekanismenya telah diatur melalui skema belanja sesuai PKS. Namun, dalam pelaksanaannya, belanja investasi memerlukan perencanaan dan perhitungan matang agar tepat sasaran serta tidak menimbulkan persoalan administratif maupun temuan audit.

BP Batam, lanjutnya, membuka peluang melakukan amandemen terhadap PKS. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sinkronisasi antara kebutuhan investasi dan mekanisme pembiayaan, sehingga pengembangan sistem air bersih dapat berjalan tanpa hambatan regulasi.

Terkait isu bahwa tagihan air masuk ke Kemenko, Ariastuty membantah tegas kabar tersebut. “Tidak benar jika disebut tagihan air masuk ke Kemenko. Seluruh penerimaan tagihan air masuk ke Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) BP Batam,” tegasnya.

Dari penerimaan tersebut, dilakukan mekanisme bagi hasil antara BP Batam dan mitra, baik untuk sektor hulu (ABH) maupun hilir (ABHi), sesuai skema yang disepakati dalam PKS.

Baca Juga: Bantuan Iuran BPJS Kesehatan di Batam Sasar 90 Ribu Peserta Tahun Ini

Di tengah tantangan layanan, BP Batam bersama PT Moya juga membahas penanganan 18 titik stress area atau wilayah dengan tekanan air rendah di Batam. Dari jumlah tersebut, pimpinan BP Batam meminta agar sembilan proyek yang telah dianggarkan tetap dijalankan.

Sementara sembilan proyek lainnya direncanakan dikerjakan oleh mitra, dengan estimasi mulai tahun ini. “Namun hal ini masih dalam tahap diskusi dan harus dikoordinasikan dengan BPK serta BPKP,” ujar Ariastuty.

Untuk jangka pendek, terutama menghadapi bulan Ramadan, BP Batam dan mitra telah menyiapkan langkah-langkah penanganan agar distribusi air bersih dapat tersuplai lebih merata kepada masyarakat. (*)

Artikel BP Batam Jelaskan Skema Investasi PT Moya, Bantah Isu Tagihan Air Masuk Kemenko pertama kali tampil pada Metropolis.

KDM Bongkar Kebohongan Pedagang Es Gabus Viral, Ini Pandangan Sosiolog

0
Sudrajat mendapat motor dan modal usaha. Penjual es kue viral yang sempat dituduh jual es berbahan spons, Selasa (27/1). (Istimewa)

batampos – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) kerap menggali kisah hidup para korban yang viral di media sosial. Salah satu yang terbaru adalah cerita hidup pedagang es kue, Sudrajat, yang viral usai difitnah dan diintimidasi oknum aparat kepolisian dan TNI beberapa waktu lalu.

KDM menggebrak meja dan marah kepada pedagang es kue, Sudrajat, yang viral usai difitnah dan diintimidasi oknum aparat kepolisian dan TNI karena dituding menjual es berbahan gabus atau spons. Kemarahan KDM ditengarai karena Sudrajat berbohong dalam sejumlah penyataannya.

Terbaru adalah terkait dengan tempat tinggalnya yang sebelumnya ia akui masih mengontrak, padahal memiliki rumah sendiri. Ia juga bahkan pernah menerima bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu). Fakta ini memicu kemarahan KDM yang langsung menggebrak meja dan mempertanyakan kebohongan yang berulang dari Suderajat.

Peristiwa itu terjadi saat KDM menggali kebenaran status tempat tinggal Suderajat melalui pertemuan langsung dengan Ketua RW Sudrajat. Ia menyatakan bahwa rumah yang ditempati Sudrajat adalah rumah sendiri, bukan kontrakan seperti yang selama ini disampaikan.

“Rumah sendiri, Pak. Tanahnya juga tanah sendiri,” ujar Ketua RW Sudrajat di hadapan KDM, dikutip dari kanal YouTube-nya, Jumat (30/1).

KDM yang sejak awal menerima informasi bahwa Sudrajat hidup serba kekurangan dan hanya mengontrak rumah, langsung bereaksi keras. Ia menuding Sudrajat telah memberikan keterangan yang tidak sesuai fakta.

“Babeh bilangnya ngontrak, bohong sih! Kenapa bohong terus?” kata KDM dengan nada tinggi sambil memperbaiki posisi duduk.

Menggapi hal tesrebut, Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) AB. Widyanta menyebut itu sebagai ekonomi perhatian.

Widyanta menerangkan, ekonomi perhatian menunjukkan bagaimana penderitaan personal di media sosial kerap berubah menjadi komoditas, di mana emosi publik menjadi sumber utama nilai dan perputaran bantuan.

Dalam dinamika media sosial, penderitaan yang terus-menerus ditampilkan secara dramatis cenderung memicu respons emosional yang kuat dari publik. Kisah yang dikemas mengharu biru membuat orang merasa iba, tersentuh, bahkan perih, sehingga perhatian publik tersedot dalam skala besar.

“Jadi semakin penderitaan itu dinampakkan di dalam dunia sosial media, itu nampak begitu mengharu biru, membuat orang iba. Atensinya menyedot emosi publik yang besar sekali, dan persis di situlah orang mendonasikan,” ujar Widyanta saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (30/1).

Setelah itu, aliran bantuan dari warganet pun berdatangan secara masif. Banyak orang terdorong untuk membantu karena dorongan moral dan empati spontan. Namun, kasus serupa ternyata bukan hal baru dan telah berulang kali terjadi dalam berbagai konteks di ruang digital.

Masalahnya, penderitaan yang diperdalam dan ditampilkan terus-menerus tidak selalu berhenti pada solidaritas semata. Dalam perspektif pendidikan sosial dan kritik media, kondisi ini justru berpotensi menjadi bentuk eksploitasi emosi publik.

“Penderitaan yang diperdalam terus-menerus itu sebetulnya bagian dari mengeksploitasi simpati atau emosi publik. Setelah simpati muncul dan donasi mengalir, yang terjadi adalah penumpukan yang luar biasa,” tutur Widyanta.

Fenomena ini menunjukkan adanya aspek komodifikasi penderitaan, di mana kisah duka tidak lagi sekadar pengalaman personal, melainkan alat untuk meraih capaian berupa atensi ekonomi. Dalam konteks inilah ekonomi perhatian bekerja secara nyata di era digital.

Logika ekonomi perhatian (attention economy) memandang perhatian manusia yang terbatas sebagai komoditas langka di tengah banjir informasi. Platform digital kemudian memonetisasi perhatian tersebut melalui iklan dan algoritma yang dirancang untuk memaksimalkan keterlibatan, seperti jumlah tayangan, suka, dan bagikan.

Akibatnya, konten yang viral—terutama yang memicu emosi kuat—menjadi lebih bernilai dibandingkan konten yang substansial. Dalam dunia sosial media yang demikian, kisah penderitaan kerap terjebak dalam siklus tontonan, simpati, dan atensi, yang pada akhirnya membentuk wajah baru dinamika sosial di era digital. (*)

Artikel KDM Bongkar Kebohongan Pedagang Es Gabus Viral, Ini Pandangan Sosiolog pertama kali tampil pada News.

Jungle Culinary Festival Resmi Dibuka, 63 Tenant Nusantara hingga Internasional Ramaikan Nagoya Hill

0
Jungle Culinary Festival, event kuliner terbesar di Kota Batam yang dilaksanakan di Nagoya Hill Shopping Mall lantai dasar, Jumat (30/1). Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Event kuliner terbesar di Kota Batam, Jungle Culinary Festival, resmi dibuka oleh Kepala Dinas UMKM Kota Batam, Salim, di Nagoya Hill Shopping Mall lantai dasar, Jumat (30/1). Event yang digelar oleh Queen Production ini akan berlangsung hingga 15 Februari 2026, menghadirkan 63 tenant UMKM dari Batam dan berbagai daerah di Indonesia.

Jungle Culinary Festival hadir dengan konsep berbeda dari bazar kuliner pada umumnya. Mengusung tema “Jungle Culinary”, event ini menghadirkan suasana hijau bernuansa hutan dengan dekorasi pohon dan elemen alam, hasil kolaborasi Queen Production bersama Surga Pelaminan sebagai penata dekorasi.

CEO Queen Production, Ningsih, mengatakan konsep jungle dipilih untuk memberikan pengalaman baru bagi pengunjung saat menikmati kuliner.

“Biasanya bazar kuliner identik dengan tema tradisional. Kali ini kami hadir dengan konsep jungle, nuansa hijau, banyak elemen pohon, jadi seperti makan di tengah hutan,” ujar Ningsih saat diwawancarai, Jumat (30/1).

Sebanyak 63 tenant turut meramaikan festival ini. Tak hanya UMKM lokal Batam, Jungle Culinary Festival juga menghadirkan pelaku usaha kuliner dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Semarang, Yogyakarta, Jakarta, hingga Sumatera Barat. Bahkan, kuliner internasional pun turut meramaikan event ini.

Beragam menu andalan disuguhkan, mulai dari tengkleng kambing, ayam penyet cabai hijau super pedas, getuk, serabi Solo, kerak telor Betawi, hingga kuliner internasional seperti makanan Jepang, mochi, Som Tam, serta Bakso Mama Papa Muda, franchise asal Jakarta yang cukup dikenal.

“Ini benar-benar bazar kuliner yang lengkap. Ada makanan berat, ringan, sampai jajanan khas daerah yang jarang ditemui di Batam,” tambahnya.

Menariknya, Jungle Culinary Festival juga menerapkan sistem pembayaran non-tunai. Seluruh transaksi dilakukan menggunakan QRIS, hasil kerja sama dengan BNI, sehingga pengunjung dapat bertransaksi lebih praktis dan modern.

Dari sisi harga, Ningsih memastikan masih ramah di kantong. Menu seperti pecel dan asinan buah dibanderol di kisaran Rp20 ribu hingga Rp25 ribu, sementara menu berbahan daging menyesuaikan dengan kualitas bahan yang digunakan.
Antusiasme masyarakat pun terlihat sejak hari pertama penyelenggaraan.

“Hari pertama respons pengunjung sangat luar biasa. Kami puas karena pengunjung ramai dan makanan yang disajikan benar-benar diminati,” katanya.

Dengan konsep unik, ragam kuliner nusantara hingga internasional, serta dekorasi bertema hutan yang kuat, Jungle Culinary Festival diharapkan menjadi destinasi kuliner favorit baru di Batam.

“Makanya kami beri nama Jungle Culinary Festival, karena ingin menghadirkan sensasi makan yang berbeda, seperti di tengah hutan,” ujar Ningsih.

Sementara itu, Kepala Dinas UMKM Kota Batam, Salim, menyambut baik penyelenggaraan event tersebut. Menurutnya, kegiatan bazar seperti ini menjadi salah satu strategi efektif untuk mendorong UMKM naik kelas.

“Kami sangat mendukung karena ini salah satu upaya untuk menaikkan UMKM melalui bazar,” ujar Salim.

Ia berharap, produk-produk UMKM Batam dapat semakin dikenal, tidak hanya oleh masyarakat lokal, tetapi juga pengunjung dari luar daerah hingga mancanegara.
“Apalagi saat akhir pekan, banyak pengunjung dari Singapura dan Malaysia. Ini tentu berdampak positif bagi peningkatan UMKM kita,” katanya.

Salim menambahkan, Pemko Batam secara konsisten memberikan dukungan berkelanjutan kepada pelaku UMKM melalui berbagai program peningkatan kapasitas.

“Seperti tahun lalu, tahun ini juga ada pelatihan UMKM naik kelas, pendampingan melalui PLUT, hingga kunjungan lapangan,” jelasnya.

Ia juga menyinggung adanya apresiasi dari pemerintah pusat bagi pelaku usaha yang berhasil meningkatkan kinerja usahanya.“Kemarin di Nagoya, di salah satu hotel, Kementerian UMKM memberikan reward kepada pengusaha yang berhasil mencapai target dan meningkatkan omzet. Ada lima pelaku usaha yang menerima penghargaan,” ungkapnya.

Ke depan, Pemko Batam bersama BP Batam dan BRI juga berencana membangun kawasan khusus UMKM di wilayah Nagoya.

“Nantinya akan dibangun kawasan UMKM dari Harbour Bay hingga Nagoya, seperti Nagoya Boulevard dan Nagoya Thamrin. UMKM kita akan diperkenalkan di kawasan tersebut,” tutup Salim. (*)

Artikel Jungle Culinary Festival Resmi Dibuka, 63 Tenant Nusantara hingga Internasional Ramaikan Nagoya Hill pertama kali tampil pada Metropolis.

Keluhkan Air Bersih, Warga Tanjung Sengkuang Titip Harapan pada Aparat dan Pemerintah

0
Warga Tanjung Sengkuang berdiskusi dengan Kapolresta Barelang terkait krisis air yang mereka hadapi. F.Istimewa

batampos – Keluhan warga terkait krisis air bersih di wilayah Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, kembali mencuat. Kesulitan mendapatkan air bersih yang dialami hampir setiap hari mendorong masyarakat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Polresta Barelang, dalam pertemuan dialogis yang digelar di Ruang Kapolresta Barelang, Kamis (29/1).

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua RT, Ketua RW, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga dari sejumlah RW di Tanjung Sengkuang, Kota Batam. Warga memanfaatkan forum ini untuk mengungkapkan langsung dampak keterbatasan air bersih terhadap kehidupan sehari-hari mereka.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap persoalan yang dirasakan masyarakat.

“Pertemuan ini kami laksanakan untuk mendengar langsung keluhan warga sekaligus mencari solusi atas permasalahan air bersih yang terjadi di Tanjung Sengkuang,” ujar Anggoro.

Baca Juga: Bantuan Iuran BPJS Kesehatan di Batam Sasar 90 Ribu Peserta Tahun Ini

Ia menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Air Batam Hilir (ABH) dan PT Moya sebagai instansi terkait. “Kami akan terus memfasilitasi dan mengawal penyelesaian persoalan distribusi air bersih agar penanganannya berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran,” katanya.

Dalam forum tersebut, warga mengeluhkan pasokan air yang sering kali hanya mengalir dengan debit kecil dan waktu yang tidak menentu. Kondisi ini dinilai sangat menyulitkan, terutama untuk kebutuhan dasar rumah tangga. Warga berharap distribusi air dapat dilakukan secara rutin pada pagi hari.

Ketua RW 02 Tanjung Sengkuang, Ustaz Modiliwang, mengatakan persoalan air bersih sudah lama dirasakan oleh masyarakat.

“Air ini kebutuhan paling dasar. Kalau air tidak ada, semua aktivitas warga terganggu. Kami berharap distribusi air bisa mengalir antara pukul 05.00 WIB sampai 12.00 WIB agar warga bisa beraktivitas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tetap berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban. “Kami sepakat menjaga kamtibmas di Batam. Tapi kami juga berharap keluhan ini mendapat perhatian serius dan segera ada solusi nyata,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan tokoh masyarakat RW 12, Abdul Latif. Ia menyoroti kondisi pasokan air yang semakin krusial menjelang bulan Ramadan.

“Kami sangat berharap selama Ramadan nanti air bisa mengalir lancar. Air sangat dibutuhkan untuk ibadah dan aktivitas sehari-hari warga,” ujarnya.

Baca Juga: Rawan Kecelakaan di Bukit Kemuning, Warga Minta Pasang Pita Penggaduh

Abdul Latif juga menjelaskan bahwa sejak masa peralihan pengelolaan air dari PT Adhya Titra Batam (ATB) ke ABH, masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“Di RW 01, debit air kecil sudah hampir satu tahun terakhir. Salah satu penyebabnya karena ukuran pipa distribusi yang kecil, ungkapnya.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Kapolresta Barelang mengimbau masyarakat agar tetap menjaga situasi kondusif dan tidak mudah terprovokasi.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas dan tidak mudah terhasut pihak-pihak yang ingin memanfaatkan persoalan air bersih untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Polresta Barelang melalui jajaran Intelkam telah berkoordinasi dengan ABH dan PT Moya terkait permasalahan debit air di RW 01 dan dilaporkan telah dilakukan penanganan. Warga berharap langkah ini tidak bersifat sementara, melainkan mampu menghadirkan solusi jangka panjang.

Sementara itu, Polsek Batuampar juga mengawal pendistribusian bantuan air bersih melalui mobil tangki yang disalurkan pemerintah. Sebanyak 39 mobil tangki air didistribusikan ke wilayah terdampak sebagai solusi darurat.

“Pengamanan ini kami lakukan agar pendistribusian air berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran,” kata Kapolsek Batuampar Kompol Amru Abdullah.

Melalui pertemuan ini, masyarakat Tanjung Sengkuang berharap keluhan yang mereka sampaikan benar-benar ditindaklanjuti, sehingga air bersih dapat kembali mengalir normal ke rumah-rumah warga. (*)

 

Artikel Keluhkan Air Bersih, Warga Tanjung Sengkuang Titip Harapan pada Aparat dan Pemerintah pertama kali tampil pada Metropolis.

Konflik IKSB Batam Disorot, Praktisi Hukum Ingatkan Hormati Putusan Pengadilan

0
Kuasa hukum tergugat I, Arisal Fitra dan Tergugat I AKBP (Purn) Maryon saat sidang di PN Batam. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Sengketa lahan antara Yayasan Pagaruyung dan Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) Batam kembali menuai perhatian. Praktisi hukum yang juga perantau Minangkabau, Taufiq Idris, mengingatkan agar konflik tersebut tidak terus berlarut-larut dan diselesaikan secara bermartabat dengan menjunjung tinggi marwah urang Minang di tanah rantau.

Taufiq menegaskan, perbedaan pandangan maupun ketidakpuasan terhadap putusan pengadilan merupakan hal yang wajar dalam proses hukum. Namun demikian, seluruh pihak tetap wajib menghormati putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, baik yang diputuskan di Pengadilan Tata Usaha Negara (TUN) maupun Mahkamah Agung.

“Tidak puas dengan putusan pengadilan itu manusiawi. Tapi penyelesaiannya harus melalui jalur hukum yang sah dan beretika, bukan dengan cara-cara yang justru merusak kepastian hukum,” ujarnya, Jumat (30/1).

Baca Juga: Gugatan Yayasan Pagaruyung Ditolak Tergugat, PN Batam Lanjutkan Sidang ke Tahap Pembuktian

Ia juga mengingatkan agar upaya mencari bukti baru atau novum dilakukan secara jujur, objektif, dan sesuai ketentuan perundang-undangan, khususnya dalam mekanisme peninjauan kembali.

“Novum tidak boleh direkayasa atau dipaksakan demi kepentingan sepihak. Kalau dilakukan tanpa itikad baik, itu bisa memunculkan persoalan hukum baru,” tegasnya.

Terkait polemik lahan yang disengketakan, Taufiq menyebut berdasarkan pengetahuannya, lahan tersebut sejak awal diperuntukkan bagi masyarakat Minangkabau di Kepulauan Riau melalui IKSB. Lahan itu dialokasikan oleh Otorita atau BP Batam untuk pembangunan fasilitas bersama, seperti gedung serba guna atau Minang Centre.

“Pengajuan lahan menggunakan nama Yayasan Pagaruyung merupakan hasil musyawarah pengurus dan pendiri IKSB saat itu. Bahkan pengurus yayasan dan IKSB kala itu adalah orang-orang yang sama, para senior Minang yang sudah lama merantau di Batam,” jelasnya.

Ia juga menyoroti gugatan yang diajukan Yayasan Pagaruyung terhadap Ketua IKSB Batam saat ini, H. Marion. Menurutnya, gugatan tersebut perlu dikaji secara lebih mendalam.

“Jika objek sengketa merupakan aset organisasi, maka harus dibedakan antara tanggung jawab pribadi dan tanggung jawab organisasi. Dasar kerugiannya juga harus jelas,” ujarnya.

Sebagai sesama perantau Minangkabau, Taufiq mengaku prihatin konflik tersebut terus bergulir hingga ke ranah pengadilan. Ia menilai, perselisihan ini berpotensi mencoreng citra masyarakat Minang di Batam.

“Kita ini sama-sama anak nagari di rantau. Sudah semestinya saling menjaga dan mengedepankan musyawarah. Jangan sampai paguyuban justru menjadi sumber perpecahan,” katanya.

Taufiq yang juga mantan Ketua Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD), salah satu dari 18 ikatan kabupaten/kota asal Sumatera Barat di Batam, mengajak semua pihak kembali pada semangat kebersamaan dan gotong royong.

“Persatuan itu jauh lebih berharga daripada kemenangan pribadi. Tidak ada yang benar-benar menang jika paguyuban terpecah,” pungkasnya. (*)

Artikel Konflik IKSB Batam Disorot, Praktisi Hukum Ingatkan Hormati Putusan Pengadilan pertama kali tampil pada Metropolis.

MBG Tetap Dibagikan saat Ramadan, SPPG Batam Tunggu Petunjuk

0
Seorang guru membagikan makanan bergizi gratis untuk murid-murid SDN 010 Batam Kota beberapa waktu lalu. F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan di Kota Batam masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat. Ketua Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Batam, Defri Frenaldi, mengatakan hingga kini belum ada arahan resmi terkait perubahan mekanisme penyaluran MBG saat Ramadan.

“Untuk sementara kami masih menunggu petunjuk,” kata Defri saat dikonfirmasi, Jumat (30/1).

Namun demikian, Defri menyebut jika berkaca pada pelaksanaan MBG pada Ramadan tahun lalu, program tersebut tetap berjalan normal, dengan penyesuaian menu agar dapat dikonsumsi saat berbuka puasa.

“Kalau melihat pengalaman tahun lalu, MBG tetap berjalan. Hanya saja makanan yang diberikan disesuaikan untuk berbuka puasa,” ujarnya.

Baca Juga: Bantuan Iuran BPJS Kesehatan di Batam Sasar 90 Ribu Peserta Tahun Ini

Defri menegaskan, SPPG Batam siap mengikuti kebijakan pusat dan akan segera menyesuaikan pola distribusi maupun jenis makanan begitu petunjuk teknis diterbitkan. Menurutnya, prinsip utama program ini tetap memastikan kebutuhan gizi penerima manfaat terpenuhi, meskipun dalam suasana ibadah puasa.

“Intinya kami siap menjalankan kebijakan apa pun yang ditetapkan, demi memastikan program MBG tetap berjalan dan manfaat gizinya tetap diterima masyarakat,” ucap Defri.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa akan ada perubahan menu MBG selama Ramadan, khususnya bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa. Nantinya, makanan tidak lagi disajikan siap santap, melainkan dalam bentuk makanan kering yang bisa dibawa pulang.

“Contoh untuk puasa, kurma, telur rebus atau telur asin atau telur pindang, buah, susu, abon,” kata Dadan.

Ia menjelaskan, skema ini berlaku untuk sekolah-sekolah dengan mayoritas siswa beragama Islam. Makanan akan dibagikan pada siang hari saat jam sekolah dan dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Baca Juga: Rawan Kecelakaan di Bukit Kemuning, Warga Minta Pasang Pita Penggaduh

“Untuk anak sekolah di daerah yang mayoritas puasa, itu akan dibagikan di siang hari untuk dibawa pulang sebagai menu buka puasa,” jelasnya.

Sementara itu, untuk sekolah dengan mayoritas siswa non-muslim, pelaksanaan MBG akan tetap berjalan seperti hari biasa. Hal yang sama juga berlaku untuk penerima manfaat lain seperti ibu hamil dan balita.

Adapun untuk SPPG yang berada di lingkungan pesantren, Dadan menyebut pelayanan MBG akan digeser ke sore hari dengan menu makanan normal, mengingat penerima manfaatnya bersifat lokal. (*)

Artikel MBG Tetap Dibagikan saat Ramadan, SPPG Batam Tunggu Petunjuk pertama kali tampil pada Metropolis.