Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 367

Lahan Kebun di Lingga Terbakar, Warga Berjibaku Padamkan Api

0
Kobaran api saat membakar lahan kebun milik warga di Kelurahan Sungai Lumpur, Lingga, Minggu malam (15/2). F. Vatawari/Batam Pos

batampos – Kebakaran lahan kebun milik warga terjadi di Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Minggu malam (15/2) sekitar pukul 19.00 WIB. Warga setempat berupaya memadamkan api sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Kobaran api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 18.30 WIB, bertepatan dengan waktu Salat Magrib. Api terlihat membakar kawasan kebun yang berada tidak jauh dari permukiman warga.

Salah seorang warga, Are, mengaku terkejut saat melihat api sudah membesar di belakang rumahnya.

Baca Juga: Tradisi Unik Anambas: Berendam dan Bakar Ikan Jelang Ramadan di Air Terjun Temburun

“Saya kaget saat melihat ke belakang rumah, api sudah membakar kawasan kebun tidak jauh dari rumah,” ujarnya.

Ia mengatakan, setelah mengetahui kejadian tersebut, dirinya langsung memberitahu warga lain. Mereka kemudian berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Melihat api semakin membesar dan sulit dikendalikan, warga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.

“Kami sudah menghubungi petugas Damkar untuk membantu memadamkan api,” tambahnya.

Hingga berita ini ditulis, warga masih berjibaku memadamkan api sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Belum diketahui penyebab kebakaran maupun luas lahan yang terdampak. (*)

Artikel Lahan Kebun di Lingga Terbakar, Warga Berjibaku Padamkan Api pertama kali tampil pada Kepri.

Kuliner Prata di Lingga, Perpaduan Budaya Melayu dan India

0
Perpaduan Roti Prata isi Telur dan kuah kari menjadi santapan nikmat di pagi hari bagi asyarakat Dabo Singkep, Kabupaten Lingga. F. Mohammad untuk Batam Pos

batampos – Prata telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan pagi masyarakat di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga. Hidangan roti pipih dengan kuah kari ayam ini bahkan telah menjelma menjadi tradisi sarapan sebelum warga memulai aktivitas harian.

Sejak pagi buta, warung-warung kecil mulai ramai. Suara wajan dan aroma kari ayam yang khas menjadi penanda dimulainya hari di kota pesisir tersebut.

Prata disajikan dengan berbagai isian, seperti telur, ayam, daging, hingga sarden. Teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam, berpadu dengan kuah kari ayam berwarna kuning keemasan yang kaya rempah.

Baca Juga: Disdikpora Lingga Pangkas Jam Belajar SD-SMP selama Ramadan, Fokus Kegiatan Keagamaan

Salah seorang warga, Mohammad, mengaku hampir setiap hari menyempatkan diri menikmati prata sebelum beraktivitas.

“Rasanya seperti ada yang kurang kalau belum makan prata,” ujarnya, Minggu (15/2).

Menurut dia, cita rasa kari ayam menjadi daya tarik utama. Perpaduan rempah dan santan menciptakan rasa gurih yang khas dan sulit ditemukan di tempat lain.

“Kuahnya gurih dan hangat. Apalagi kalau pagi hujan, makin nikmat,” tambahnya.

Kuliner prata sendiri merupakan hasil akulturasi budaya maritim, perpaduan pengaruh Melayu pesisir dan India yang telah lama hadir di wilayah Kepulauan Riau. Seiring waktu, masyarakat setempat mengembangkan cita rasanya sesuai selera lokal, dengan bumbu yang lebih ringan namun tetap kaya rasa.

Setiap pagi, warung prata dipenuhi berbagai kalangan, mulai dari nelayan, pelajar, hingga pekerja kantoran. Selain menjadi sarapan, prata juga menghadirkan suasana kebersamaan melalui obrolan santai sebelum memulai aktivitas.

Bagi masyarakat Dabo Singkep, prata bukan sekadar makanan, tetapi telah menjadi identitas kuliner dan tradisi yang terus hidup dari generasi ke generasi. (*)

Artikel Kuliner Prata di Lingga, Perpaduan Budaya Melayu dan India pertama kali tampil pada Kepri.

Jam Kerja ASN Pemprov Kepri Dipangkas Selama Ramadan, Ini Jadwalnya

0
Sekda Kepri, Luki Zaiman Prawira. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengurangi jam kerja aparatur sipil negara (ASN) selama Ramadan 1447 Hijriah/2026. Kebijakan ini bertujuan memberikan kelonggaran bagi pegawai tanpa mengganggu pelayanan publik.

Pemangkasan jam kerja tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: B/400.14.1.1/158/BKDKORPRI-SET/2026 dan berlaku bagi seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Penjabat Sekretaris Daerah Kepri, Luki Zaiman Prawira, mengatakan total jam kerja ASN selama Ramadan menjadi 32,5 jam per minggu, dari sebelumnya 37,5 jam.

Baca Juga: Tradisi Unik Anambas: Berendam dan Bakar Ikan Jelang Ramadan di Air Terjun Temburun

“Kepala OPD diminta memantau disiplin pegawai sesuai ketentuan dalam surat edaran tersebut,” ujarnya, Minggu (15/2).

Untuk unit kerja dengan lima hari kerja, jadwal Senin hingga Kamis dimulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB dengan waktu istirahat 30 menit. Sedangkan Jumat berlangsung pukul 08.00 sampai 14.00 WIB.

Sementara unit kerja enam hari tanpa sistem shift, jam kerja Senin hingga Kamis dimulai pukul 08.00 sampai 14.30 WIB dengan istirahat 30 menit. Khusus Jumat, jam kerja berlangsung pukul 08.00 hingga 14.00 WIB dengan waktu istirahat 90 menit. Adapun Sabtu, pegawai bekerja mulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB.

Pengaturan khusus juga berlaku bagi petugas layanan 24 jam, seperti Satpol PP, pemadam kebakaran, rumah sakit, dan unit teknis lainnya yang menyesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing.

Baca Juga: Krisis Air Bersih, Dinas Perkim Bintan Kirim 33.000 Liter ke Kota Baru

Selain itu, apel rutin Senin pagi selama Ramadan ditiadakan. ASN beragama Islam juga diwajibkan mengenakan pakaian Muslim pada Senin hingga Kamis, sedangkan pegawai non-Muslim menyesuaikan.

Luki menegaskan, meskipun jam kerja dipangkas, pelayanan kepada masyarakat harus tetap optimal. “Kepala OPD dan pegawai tetap wajib memberikan pelayanan terbaik selama Ramadan,” tegasnya.

Ia menambahkan, cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah bagi ASN dijadwalkan pada 22 dan 23 Maret 2026. Setelah Ramadan berakhir, jam kerja ASN akan kembali normal, yakni dimulai pukul 07.30 WIB. (*)

Artikel Jam Kerja ASN Pemprov Kepri Dipangkas Selama Ramadan, Ini Jadwalnya pertama kali tampil pada Kepri.

Fortuner Tabrak Pemotor di WR Supratman Tanjungpinang, Polisi Selidiki Penyebabnya

0
Korban saat dievakuasi ke Rumah Sakit usai ditabrak mobil Fortuner di Jalan WR Supratman kilometer 15 Tanjungpinang, Kamis (12/2). F. Warga untuk Batam Pos

batampos – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil Toyota Fortuner dan sepeda motor terjadi di Jalan WR Supratman Kilometer 15, Tanjungpinang. Polisi masih menyelidiki penyebab mobil diduga hilang kendali hingga masuk jalur berlawanan.

Kanit Gakkum Polresta Tanjungpinang, Iptu Werry Wilson Marbun, mengatakan kecelakaan melibatkan mobil Fortuner putih bernomor polisi BP 1412 AD yang dikemudikan AR dan pemotor berinisial DY.

Berdasarkan penyelidikan sementara, mobil melaju dari arah Bundaran Batu 16 menuju traffic light Tugu Tangan dengan kecepatan tinggi.

Baca Juga: Jelang Imlek 2026, Penumpang Tiba Membeludak di Pelabuhan SBP Tanjungpinang

Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan diduga hilang kendali, menabrak pembatas jalan dan pohon, sebelum akhirnya masuk ke jalur berlawanan.

“Pemotor DY melaju dari arah Batu 15. Karena jarak sudah dekat, tabrakan tidak dapat dihindari,” ujarnya, Minggu (15/2).

Akibat kecelakaan tersebut, pengendara motor mengalami luka parah dan sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Kepri sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Batam untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, pengemudi mobil dilaporkan tidak mengalami luka.

Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor kecepatan maupun kondisi kendaraan. (*)

Artikel Fortuner Tabrak Pemotor di WR Supratman Tanjungpinang, Polisi Selidiki Penyebabnya pertama kali tampil pada Kepri.

Jelang Ramadan, Petugas Kesehatan Lingga Periksa Makanan

0
Kepala Puskesmas Dabo Lama, Hesty Ningrum. F. Vatawari/Batam Pos

batampos – Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, petugas kesehatan di Kabupaten Lingga melakukan pemeriksaan keamanan makanan di sejumlah lokasi penjualan dan produksi pangan. Hasilnya, tidak ditemukan kandungan zat berbahaya.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim gabungan dari Puskesmas Dabo, Puskesmas Dabo Lama, dan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Lingga.

Kepala Puskesmas Dabo Lama, Hesty Ningrum, mengatakan pemeriksaan menyasar pusat aktivitas jual beli masyarakat, tempat produksi makanan, hingga lokasi peternakan.

Baca Juga: Jelang Imlek 2026, Penumpang Tiba Membeludak di Pelabuhan SBP Tanjungpinang

“Kami juga melakukan pemeriksaan di peternakan ayam dan tempat pembuatan cincau untuk memastikan makanan aman dikonsumsi,” ujarnya, Minggu (15/2).

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan makanan yang mengandung zat berbahaya. Meski demikian, pengawasan akan terus dilakukan sebagai langkah pencegahan.

“Alhamdulillah tidak ditemukan kandungan berbahaya. Namun pemeriksaan tetap dilakukan sebagai antisipasi,” jelasnya.

Baca Juga: Krisis Air Bersih, Dinas Perkim Bintan Kirim 33.000 Liter ke Kota Baru

Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan pengawasan selama Ramadan, khususnya pada penjual takjil yang banyak bermunculan.

Pemeriksaan akan dilakukan secara berkala guna memastikan makanan yang dijual kepada masyarakat tetap memenuhi standar kesehatan.

“Kami berharap makanan yang dijual sebagai menu berbuka puasa benar-benar aman dan sehat untuk dikonsumsi,” pungkasnya. (*)

Artikel Jelang Ramadan, Petugas Kesehatan Lingga Periksa Makanan pertama kali tampil pada Kepri.

Arus Penyeberangan Tanjunguban Lancar, Penumpang Diminta Hindari Trip Terakhir

0
Para pengguna jasa saat mengantre di loket tiket Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan pada Minggu (15/2/2026). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan ASDP Tanjunguban masih berjalan normal dan lancar menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek 2026. Meski demikian, penumpang diimbau menghindari trip terakhir untuk mencegah penumpukan.

Supervisi pelabuhan, Ainul Yaqin, mengatakan arus keberangkatan dari Tanjunguban menuju Batam relatif stabil. Sebaliknya, lonjakan justru terjadi pada arus kedatangan dari Pelabuhan ASDP Telagapunggur.

“Sabtu kemarin terjadi lonjakan di Telagapunggur, sedangkan di Tanjunguban masih normal,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).

Baca Juga: KNTI Bintan Desak Pemerintah Tangani Limbah Minyak Hitam di Pantai Trikora

Ia menjelaskan, peningkatan jumlah pengguna jasa di Batam menyebabkan penambahan satu trip kapal. Dari biasanya 11 trip per hari, menjadi 12 trip untuk mengakomodasi penumpang dan kendaraan.

Menurut dia, ASDP siap menambah trip jika lonjakan penumpang kembali terjadi, terutama selama periode libur panjang.

Ainul menambahkan, kepadatan biasanya terjadi pada sore hari karena banyak penumpang memilih jadwal penyeberangan terakhir menuju Batam.

Saat ini, terdapat empat kapal yang beroperasi, yakni KM Barau dan KMP Tanjungburang milik ASDP, serta KMP Mulia Nusantara dan KMP Niaga Ferry milik operator swasta. Sementara satu kapal lainnya masih menjalani perawatan (docking).

Baca Juga: Krisis Air Bersih, Dinas Perkim Bintan Kirim 33.000 Liter ke Kota Baru

Karena itu, penumpang diminta mengatur waktu perjalanan dan tidak bergantung pada trip terakhir.

“Kami sarankan penumpang memilih jadwal lebih awal agar tidak terjadi penumpukan,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau membeli tiket melalui aplikasi Ferizy atau agen resmi guna mempermudah proses penyeberangan. (*)

Artikel Arus Penyeberangan Tanjunguban Lancar, Penumpang Diminta Hindari Trip Terakhir pertama kali tampil pada Kepri.

KM Putra Daerah Rusak Mesin, Tiga Nelayan Dievakuasi dari Offshore Kakap

0
Tampak KM Putra Daerah sedang alami mati mesin di perairan Offhore Kakap. F. Yuni Sahputra untuk Batam Pos

batampos – Tiga nelayan asal Kepulauan Anambas berhasil dievakuasi dengan selamat setelah kapal KM Putra Daerah mengalami kerusakan mesin di perairan Offshore Kakap, Kamis (12/2).

Kapal tersebut mengalami gangguan saat sedang mencari ikan di wilayah tangkapan nelayan yang berada cukup jauh dari daratan, sehingga tidak memungkinkan untuk segera kembali ke pelabuhan.

Pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Anambas, Yuni Sahputra, mengatakan pihaknya menerima laporan setelah perusahaan terkait mengetahui kondisi kapal.

Baca Juga: Jelang Imlek 2026, Penumpang Tiba Membeludak di Pelabuhan SBP Tanjungpinang

Menurut dia, perusahaan migas Star Energy memberikan bantuan darurat dengan mengizinkan kapal berlindung di area operasional mereka serta menyediakan logistik bagi awak kapal.

“Alhamdulillah kapal nelayan yang rusak diberi perlindungan dan bantuan makanan,” ujarnya, Minggu (15/2).

Saat kejadian, terdapat tiga awak kapal di atas KM Putra Daerah, yakni Zainudin, Danu, dan Nuar. Mereka sempat berupaya memperbaiki mesin, namun tidak berhasil.

Karena kerusakan tidak dapat diatasi di lokasi, evakuasi dilakukan menggunakan kapal suplai milik perusahaan. Kapal kemudian ditarik menuju Desa Payalaman, Kecamatan Kute Siantan.

Proses evakuasi berlangsung beberapa jam dengan kondisi cuaca yang cukup mendukung. Pada Minggu pagi, ketiga nelayan tiba dengan selamat dan disambut keluarga serta warga.

Baca Juga: KNTI Bintan Desak Pemerintah Tangani Limbah Minyak Hitam di Pantai Trikora

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh awak kapal dilaporkan dalam kondisi sehat.

HNSI mengapresiasi respons cepat perusahaan yang telah membantu proses evakuasi dan memberikan perlindungan kepada nelayan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan teknis kapal sebelum melaut, sekaligus pentingnya kerja sama antara nelayan dan pihak terkait untuk menjamin keselamatan di laut. (*)

Artikel KM Putra Daerah Rusak Mesin, Tiga Nelayan Dievakuasi dari Offshore Kakap pertama kali tampil pada Kepri.

Tradisi Unik Anambas: Berendam dan Bakar Ikan Jelang Ramadan di Air Terjun Temburun

0
Masyarakat setempat saat menjalani tradisi menyambut Ramadan di Air Terjun Temburun yakni membakar. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos

batampos – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat Kepulauan Anambas kembali menjalankan tradisi turun-temurun di Air Terjun Temburun. Tradisi ini ditandai dengan berendam di air mengalir dan makan bersama keluarga sebagai simbol penyucian diri.

Beberapa hari sebelum Ramadan, warga mulai berdatangan ke lokasi air terjun yang dikenal dengan undakan batu bertingkat dan airnya yang jernih. Mereka membawa bekal makanan, tikar, serta perlengkapan sederhana untuk berkumpul bersama keluarga maupun kerabat.

Berendam di air terjun menjadi inti tradisi tersebut. Air yang mengalir dimaknai sebagai simbol membersihkan diri, baik secara lahir maupun batin, sebelum memasuki bulan penuh ampunan.

Baca Juga: Sabu Marak di Anambas, Wabup Raja Bayu Minta Nelayan Jangan Tergiur

Suasana penuh keakraban terasa ketika warga berendam bersama. Di sela aktivitas itu, mereka memanjatkan doa agar diberi kekuatan dan kelancaran menjalani ibadah puasa.

Usai berendam, warga melanjutkan tradisi dengan membakar ikan di sekitar lokasi air terjun. Kegiatan ini tidak sekadar makan bersama, tetapi juga memiliki makna filosofis sebagai simbol membakar kesalahan masa lalu dan memulai lembaran baru.

Tokoh masyarakat setempat, Bagas Apriboy, mengatakan tradisi tersebut telah berlangsung sejak lama dan terus dijaga hingga kini.

“Tradisi ini sudah ada sejak dulu, diwariskan turun-temurun. Biasanya warga dari berbagai pulau datang untuk menjalankannya,” ujarnya, Minggu (15/2).

Baca Juga: Krisis Air Bersih, Dinas Perkim Bintan Kirim 33.000 Liter ke Kota Baru

Ia menjelaskan, puncak tradisi biasanya berlangsung sehari sebelum Ramadan. Namun, sebagian warga kini menyesuaikan waktu pelaksanaan karena faktor kesibukan dan jarak tempuh.

Meski demikian, makna tradisi tetap terjaga, yakni sebagai momentum membersihkan diri dan mempererat silaturahmi.

Di tengah perkembangan zaman, tradisi ini tetap menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Anambas, sekaligus pengingat akan nilai spiritual dalam menyambut Ramadan. (*)

Artikel Tradisi Unik Anambas: Berendam dan Bakar Ikan Jelang Ramadan di Air Terjun Temburun pertama kali tampil pada Kepri.

Sambut Ramadan, Bikersmu Riding ke Tugu 0 Kilometer

0
Pengurus dan anggota Bikersmu Chapter Batam, Korwil Kepri peserta Riding to 0 Kilometer foto bersama di tugu 0 Kilometer, Galang Baru, Minggu (15/2/2026). F. Bikersmu Batam untuk Batam Pos

batampos – Puluhan rider komunitas Bikersmu Chapter Batam touring menuju tugu 0 Kilometer yang terletak di ujung Pulau Galang Baru, Minggu (15/2/2026).

Tidak seperti komunitas motor pada umumnya yang berdasarkan jenis motor, anggota Bikersmu boleh mengendarai jenis motor apa saja. Maka dari itu, tak heran jika peserta riding 0 Kilometer tersebut mengendarai bermacam-macam jenis motor. Dari motor bebek hingga motor sport.

Perlu diketahui bahwa komunitas motor ini di bawah naungan PP Muhammadiyah, khususnya LDK PP Muhammadiyah dan LPO, yang menggabungkan hobi touring motor dengan dakwah kultural.

Baca Juga: Petugas Bea Cukai Batam Dipolisikan, Diduga Aniaya Sopir Truk di Pelabuhan Punggur

Ketua Bikersmu Batam, Johny Ziviliar, mengatakan bahwa event yang dilaksanakan di akhir pekan ini sebagai bentuk silaturahmi antaranggota Bikersmu dan pengurus. “Selain itu, riding kali ini juga untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan yang tak lama lagi,” ujarnya.

Keseruan melintasi jalan Trans Barelang yang melewati enam jembatan ikonik Kota Batam itu, juga diisi tausiah untuk persiapan menyambut bulan puasa yang penuh berkah dan ampunan oleh Ustaz Abu Gaza setelah salat Zuhur berjemaah di Masjid Sei Gong.

“Ketua PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) pak Zarmi dan Sekretaris PDM Kota Batam, pak Ciptadi, serta Wakil Ketua PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) Kepri, pak Arifuddin Jalil juga ikut riding membersamai kami,” pungkas Johny. (*)

Artikel Sambut Ramadan, Bikersmu Riding ke Tugu 0 Kilometer pertama kali tampil pada Metropolis.

Petugas Bea Cukai Batam Dipolisikan, Diduga Aniaya Sopir Truk di Pelabuhan Punggur

0
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Seorang supir truk dikabarkan menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa oknum petugas di Pelabuhan Telaga Punggur.

Pria yang diketahui bernama Sukarman itu telah membuat laporan polisi terkait tindak kekerasan yang dialaminya ke Mapolresta Barelang, Jumat (14/2).

Kasat Reskriml Polresta Barelang, Kompol M Debby Tri Andrestian yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut.

“Iya, buat laporannya kemarin,” ujarnya.

Debby menyampaikan pihaknya masih melakukan penyidikan lebih lanjut atas dugaan tindak penganiayaan terhadap korban.

“Masih dalam proses,” katanya.

Dari informasi yang diperoleh, korban diduga mendapatkan tindak kekerasan oleh beberapa oknum petugas Bea dan Cukai (BC) Batam pada Kamis (12/2) kemarin. Tindakan tersebut dilakukan terhadap korban di dalam Pos Pelabuhan Roro Telaga Punggur.

Sementara pihak BC Batam belum memberikan keterangan resmi terkait adanya kasus maupun laporan ini. (*)

Artikel Petugas Bea Cukai Batam Dipolisikan, Diduga Aniaya Sopir Truk di Pelabuhan Punggur pertama kali tampil pada Metropolis.