Jumat, 15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 3670

Pelaku Pembunuh Perempuan dalam Koper Transfer Duit Hasil Curian Rp 7 Juta ke Ibunya Usai Habisi Korban

0
Dua tersangka kasus pembunuhan perempuan dalam koper. (Credit: sabik)

batampos – Kasus pembunuhan perempuan yang jasadnya diletakkan dalam koper hitam, kembali membuka tabir baru. Dari hasil penyidikan, terungkap tersangka AARN
sempat transfer senilai Rp7 juta ke ibunya setelah mengambil uang dari korban berinisial RM.

“Tersangka AARN memberikan uang hasil curian tersebut kepada ibunya, yaitu EM sebesar Rp7 juta dengan alasan ini uang tabungan,” katanya saat konferensi pers di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (3/5).

Namun tersangka kembali meminta Rp 2 juta kepada ibunya untuk dikembalikan. Selain itu pelaku juga menggunakan Rp1,7 juta untuk membeli dua koper.

“Kemudian Rp250 ribu untuk adiknya yang telah membantunya dan Rp 350 ribu untuk menyewa mobil,” katanya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Bekasi AKBP Gogo Galesung menjelaskan saat penangkapan pelaku, polisi menyita uang senilai Rp 36 juta dari tangan pelaku.

“Sisanya kenapa Rp36 juta? Karena tersangka sudah memakai, yaitu menyewa mobil, membayar hotel, membeli koper dua kali karena koper pertama tidak muat, koper kedua yang baru muat yang besar,” katanya.

Setelah itu untuk membeli tiket pesawat dan mentransfer ke ibunya dan lain-lain. “Jadi, total uang yang bisa kita sita itu hanya Rp36 juta. Karena sudah dipergunakan oleh pelaku,” katanya.

Polda Metro Jaya mengungkap AARN (19) pelaku pembunuhan terhadap wanita berinisial RM (50) yang jenazahnya dimasukkan ke dalam koper juga mengambil uang dari korban sebanyak Rp43 juta.

“Korban membawa sejumlah uang perusahaan sebesar Rp43 juta yang akan disetorkan ke bank. Uang tersebut kemudian diambil oleh tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi saat ditemui di Jakarta, Kamis (2/5).

Baca Juga: Kasus Mayat dalam Koper, Pelaku Sempat Masuk Kamar Hotel Bersama Korban Sebelum Pembunuhan Terjadi

Selain itu, Ade Ary juga menjelaskan kalau hubungan AARN dan RM adalah rekan kerja di sebuah perusahaan swasta. “Korban sebagai kasir dan tersangka sebagai pemeriksa (auditor),” katanya. (*)

Sumber: JP Group

Hakim Nyatakan Terdakwa Tak Terbukti Korupsi, Langsung Divonis Bebas

0
Terdakwa M. Nazar Talibek didampingi Penasihat Hukum usai sidang vonis bebas di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. F. kiriman Zaky

batampos– Terdakwa kasus korupsi M. Nazar Talibek yang juga Mantan Kepala Desa (Kades) Berakit divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (2/5).

Dalam amar putusannya, Hakim Ketua Ricky Ferdinan menyatakan terdakwa tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana seperti yang didakwakan Jaksa.

“Membebaskan terdakwa M Nazar Talibek dari semua dakwaan penuntut umum,” kata Hakim.

Hakim juga memerintahkan agar terdakwa dibebaskan dari tahanan segera setelah putusan ini dibacakan.

“Memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya,” jelas Hakim Ketua.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejakasaan Negeri Bintan menuntut terdakwa dengan pidana hukuman penjara selama 1 tahun 8 bulan penjara.

Jaksa mendakwa terdakwa telah melanggar Pasal 3 Juncto Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP.

Penasihat Hukum Triwansaki dan Hasan Albana, mengatakan menerima putusan yang telah dibacakan. Mengucapkan terima kasih kepada Majelis Hakim yang teliti memeriksa perkara tersebut hingga menemukan fakta sebenarnya.

BACA JUGA: 3 Kali Mangkir, Jaksa Bakal Tetapkan Seorang Warga Singapura DPO Kasus Dugaan Korupsi Penjualan Aset Desa Berakit

“Alhamdulillah, karena dengan usaha maksimal akhirnya bisa membuka tabir keadilan dalam perkara tindak pidana korupsi klien kami,” kata Triwansaki usai sidang.

Dalam kasus ini pada tahun 2012 di hadapan Notaris Crisanty Pintaria, M Nazar Talibek selaku Kades Berakit, Bintan telah menjual aset tanah seluas ±12.469,477 m2 kepada Lim Yew Beng Peter (Warga Negara Asing) dengan nilai sebesar Rp 1,52 miliar berdasarkan akta pengoperan dan pelepasan hak nomor 5 tahun 2012.

Tindakan terdakwa sebagai Kades menjual tanah desa berakit pada tahun 2012 itu, tanpa dilengkapi surat keputusan Kades, persetujuan BPD, dan persetujuan tertulis dari Bupati dan Gubernur.

Hal tersebut bertentangan dengan Pasal 1 angka 8, Pasal 4, Pasal 8, dan Pasal 15 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Kekayaan Desa.

Berdasarkan LHP BPKP Perwakilan Kepri Nomor : PE.03.02/S-335/PW28/05/2023 tertanggal 7 November 2023, menyatakan nilai kerugian negara adalah senilai harga penjualan tanah milik desa Berakit yaitu Rp 1,52 miliar. (*)

Reporter: Yusnadi Nazar

Heboh, Suami Mutilasi Istrinya Sendiri di Ciamis

0
Ilustrasi jasad korban mutilasi (Dok.JawaPos.com)

batampos – Peristiwa pembunuhan disertai mutilasi terjadi di Dusun Sindangjaya, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat hari ini, Jumat (3/5). Pelaku pun langsung diamankan tak lama setelah pembunuhan.

“Diduga telah terjadi tindak pidana pembunuhan dengan mutilasi, sekitar pukul 07.30 di Dusun Sindangjaya, Rancah, Ciamis,” kata Kabid Humas Polda,” kata Kabi Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Jules Abraham Abast saat dihubungi, Jumat (3/5).

Jules menuturkan, korban mutilasi adalah Yanti, 44. Sedangkan pelakunya adalah suaminya sendiri TBD, 50.

“Pelaku menggunakan senjata tajam pisau dan memutilasi tubuh korban lalu ditangkap keluarga dan Polsek Rancah,” imbuhnya.

Baca Juga: Setelah Habisi Korban, Pelaku Pembunuh Perempuan dalam Koper Transfer Duit Hasil Curian Rp 7 Juta ke Ibunya

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa dua saksi. Penyidik Polres Ciamis juga telah melakukan olah TKP sidang tadi. (*)

Sumber: JP Group

Tiga Bakal Calon Kepala Daerah Nyatakan Minat Mendaftar Lewat DPD PDIP Kepri

0
Ketua DPD PDIP Provinsi Kepri, Soerya Respationo.

batampos – DPD PDIP Provinsi Kepri resmi membuka penjaringan bakal calon kepala daerah untuk Gubernur dan Wakil Provinsi Kepri. Ketua DPD PDIP Provinsi Kepri, Soerya Respationo menyampaikan pendaftaran dibuka hingga 16 Mei mendatang.

Ia menyebutkan sebagai salah satu partai yang cukup senior di Kepri ini, PDIP masih menjadi salah satu partai berpengaruh di Kepri. “Komunikasi sejauh ini sudah ada. Termasuk dari bakal calon gubernur yang saat ini sudah mulai muncul. Sama Pak Rudi sudah ada komunikasi, sama Pak Yan juga sudah ada, termasuk Pak Ansar juga sudah,” kata dia saat dijumpai di Kantor Sekretariat DPD PDIP di Batam, Jumat (3/5).

DPD PDIP terus menjalin komunikasi dan konsolidasi dengan partai lain, dalam rangka menyambut Pilkada November mendatang. “Bagi bakal calon kepala daerah yang berminat silakan ambil formulir di kantor,” kata dia.

Untuk syaratnya yang pasti harus sejalan dengan visi dan misi PDIP. Penjaringan ini bertujuan mendapatkan bakal calon yang bisa memberikan sesuatu untuk Batam maupun Kepri ini. “Tokoh yang muncul sekarang ini kan banyak. PDIP melihat antusias menyambut Pilkada ini cukup tinggi,” ujarnya.

Soerya menegaskan dalam proses penjaringan ini tidak ada biaya yang dikenakan. Ia berharap dari penjaringan ini akan lahir pemimpin yang sesuai dengan keinginan masyarakat.

Untuk calon internal sendiri, Soerya akan maju di Pilgub mendatang. Sementara untuk kota, ada tiga nama yaitu Putra Yustisi Respaty, Nuryanto, dan Udin P Sihaloho. “Untuk wakil gubernur eksternal juga ada Ainur Rafiq yang sudah komunikasi,” sebutnya.

Lanjutnya, PDIP masih menjadi partai yang diperhitungkan di Pilkada ini. Ia berharap konsolidasi yang terjalin bisa solid dalam mencari bakal calon yang akan diusung.

“Elektabilitas menjadi penting tapi bukan utama. Itu lah nanti yang akan kami jaring agar bisa didapatkan bakal calon yang sesuai dengan PDIP,” tambahnya. (*)

Reporter: Yulitavia

Kemendikbudristek Beberkan Kriteria Syarat KIP Kuliah Buntut Viral Mahasiswi Penerima KIP Kuliah Bergaya Hidup Mewah

0
Ilustrasi. Kartu KIP Kuliah.

batampos – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) akhirnya angkat bicara soal kasus penerima beasiswa kartu Indonesia pintar kuliah (KIP-K) yang dianggap tak layak. Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Abdul Kahar mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kampus terkait kasus itu.

Tersebutlah mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) atas nama Cantika Mutiara Johani, seorang penerima KIP-K, kerap memamerkan gaya hidup mewah di akun Instagram-nya. Masyarakat pun akhirnya mempertanyakan proses seleksi KIP-K lantaran beasiswa itu digadang-gadang untuk mahasiswa tak mampu.

Kahar mengungkapkan, pihak Undip memastikan Cantika memenuhi kriteria untuk mendapatkan KIP-K saat awal kuliah. Dia diketahui anak yatim sehingga hanya dibiayai ibunya. “Mahasiswi tersebut juga memiliki adik yang harus ditanggung biaya hidup dan sekolahnya,” katanya.

Ada beberapa kriteria penerima KIP-K yang harus dipenuhi salah satunya. Antara lain, yang bersangkutan merupakan penerima program Indonesia pintar (PIP) saat SMA/SMK/sederajat. Kemudian, keluarganya penerima bantuan sosial dari pemerintah, masuk data keluarga miskin ekstrem, memiliki surat keterangan miskin, hingga anak yatim piatu yang berada di panti asuhan. Salah satu dari kriteria tersebut harus terpenuhi sebelum mendaftar program beasiswa untuk mahasiswa tak mampu itu.

”Waktu masuk ke kuliah, dia memenuhi syarat. Tapi, karena mungkin anaknya gigih mengingat bahwa ada adiknya yang perlu dibiayai dan orang tuanya pun setengah mati untuk membiayai, dia proaktif mencari pekerjaan sampingan,” ungkapnya.

Kahar menjelaskan, saat ini program KIP-K memungkinkan kampus mengevaluasi nama-nama mahasiswa penerimanya. Kampus bisa mengajukan perubahan setelah melakukan evaluasi enam bulan sekali. (*)

Sumber: JP Group

Polsek Kawasan Bandara Gagalkan Pengiriman PMI Ilegal Ke Malaysia

0
image0
Is dalang dibalik rencana pengiriman PMI ilegal saat diperiksa di Polresta Barelang. Foto: Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Tiga orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal nyaris lolos ke Malaysia melalui Bandara Hang Nadim Batam. Berkat kesigapan Polsek Kawasan Bandara Hang Nadim, aksi mereka berhasil digagalkan.

Kapolsek Kawasan Bandara Iptu Davinsi Josie menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan informasi awal tentang rencana pengiriman PMI ilegal ini. “Kami langsung melakukan pemantauan dan penyelidikan,” ujarnya, Jumat (3/5).

Petugas mengikuti pergerakan para calon PMI dari Bandara Hang Nadim menuju Pelabuhan Harbour Bay. Upaya mereka untuk berangkat ke Malaysia pun berhasil dihentikan pada Kamis (25/4) lalu.

Pemeriksaan terhadap para calon PMI mengantarkan polisi kepada tersangka berinisial IS. Pria ini merupakan dalang di balik rencana pengiriman PMI ilegal tersebut dan diketahui berasal dari Karimun.

“Tersangka kerap berpindah-pindah tempat, namun akhirnya berhasil kami amankan di Pelabuhan Tradisional Tanjungbalai Karimun,” jelas Iptu Davinsi.

Saat ini, tersangka IS tengah menjalani pemeriksaan di Polresta Barelang. Kasus ini akan dilanjutkan dengan gelar perkara untuk menentukan langkah selanjutnya.

Davinsi mengimbau kasus ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk selalu waspada terhadap upaya pengiriman PMI ilegal.

“Penindakan tegas terhadap para pelaku dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus serupa di masa depan,” tutupnya. (*)

Reporter: Aziz Maulana

104.831 Kunjungan Wisman ke Batam, Didominasi WN Singapura

0
wisman pelabuhan batam center
Ilustrasi. Wisman asal Singapura memadati area kedatangan di Pelabuhan Internasional Batam Center. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Batam sebanyak 104.831 kunjungan pada Maret 2024. Tingkat kunjungan wisman tersebut menurun hingga 6,96 persen dibandingkan bulan Februari 2024 yakni 112.669 kunjungan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, Agus Kadaryanto mengatakan, dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, kunjungan wisman juga meningkat hingga 7,39 persen. Dimana kunjungan wisman sepanjang Maret 2023 sebanyak 97.617 kunjungan. “Ya, dibanding bulan yang sama tahun lalu angka kunjungan wisman ke Batam meningkat, ” ujar Agus.

Menurutnya, warga negara asing (WNA) asal Singapura mendominasi tingkat kunjungan wisman ke Kota Batam yakni dengan jumlah mencapai 58.693 kunjungan atau 55,99 persen dari total wisman keseluruhan. WNA yang banyak mengunjungi Batam berikutnya adalah dari Malaysia dengan 16.066 kunjungan, China dengan 3.815 kunjungan, India yakni 3.492 kunjungan serta WNA Philipina dengan 2.329 kunjungan

“Wisman berkebangsaan Singapura mendominasi lebih dari 55 persen dari total wisman keseluruhan. Lalu diikuti wisman berkebangsaan Malaysia yakni sebanyak 15,33 persen dan wisman berkebangsaan China 3,64 persen, ” terang Agus.

Adapun pintu masuk wisman ke Kota Batam pada Januari 2024 ini melalui Pelabuhan Ferry Batam Center, Nongsa Pura Nongsa, Ferry Harbourbay, Pelabuhan International Sekupang dan Bandar Udara Internasional Hang Nadim .

Sementara itu untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau, Agus menambahkan, pada bulan Maret 2024 mencapai rata-rata 54,85 persen atau mengalami penurunan 7,66 persen poin dibandingkan TPK Februari 2024 yang sebesar 62,51 persen.

Jika dibandingkan dengan bulan Maret tahun sebelumnya, TPK hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau naik sebesar 10,39 persen poin. “Selanjutnya, rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau selama Maret 2024 adalah 2,18 hari,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Disdik Kota Batam Akui Kurang 900 Tenaga Guru

0

batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam membutuhkan sedikitnya 900 orang tenaga pengajar, untuk mengisi kekurangan tenaga guru di Batam.

Kepala Disdik Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto menyampaikan kekurangan guru ini menjadi atensi dari pemerintah Kota Batam. Perekrutan guru yang biasa dilakukan melalui tenaga kontrak atau tenaga honorer sudah tidak bisa dilakukan lagi karena arahan dari pusat.

“Karena tak ada perekrutan lagi, makanya kita kekurangan guru, sementara kebutuhan terus ada karena jumlah peserta didik dan sekolah terus bertambah,” kata dia, Jumat (3/5).

Ia menjelaskan pertumbuhan peserta didik di Batam cukup tinggi, hal ini juga ditambah dengan mobilisasi penduduk yang lumayan tinggi di Kota Batam. Hal ini turut mempengaruhi sektor pendidikan.

“Kemarin kita sudah data, bahwa ada kekurangan guru hingga 900 orang lebih. Ini guru di SD dan SMP negeri,” ujarnya.

Menanggapi kekurangan guru ini, Tri sudah melaporkan hal tersebut kepada pimpinan. Untuk itu, pihaknya sudah mengusulkan penambahan tenaga guru melalui jalur seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

“Karena honorer sudah tidak ada lagi. Mereka yang sekarang ada ini, menunggu untuk ujian PPPK agar menjadi tenaga ASN. Jadi kita usulkan di CPNS,” bebernya

Tri menambahkan untuk mendukung optimalisasi dalam proses belajar mengajar, kebutuhan guru ini harus disegerakan. Karena setiap satu Minggu guru sudah diatur jam mengajar mereka.

“Agar efisien dan konsentrasi guru juga tidak pecah, karena mengajar melebih jam yang sudah ditetapkan, dan itu kan kasihan gurunya,” ungkapnya.

Sementara ini, kebutuhan guru masih diakomodir dari tenaga guru yang ada saat ini. Usai pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) jumlah penambahan siswa juga harus diikuti dengan bertambahnya jumlah tenaga guru.

“Maka dari itu penambahan guru itu penting. Mudah-mudahan tahun ini dapat tambahan untuk menutupi kekurangan guru,” ujarnya.

Tri mengungkapkan usai PPDB ini pihaknya masih akan mengoptimalkan guru yang ada untuk memberikan pengajaran kepada siswa.

Ia mengaku kehadiran tenaga honorer dalam dunia pendidikan sangat membantu. Ketik tidak ada penerimaan CPNS, maka pemerintah daerah sangat bergantung pada tenaga honorer.

“Target pemerintah tenaga honorer ini akan dihapuskan, dan ditingkatkan statusnya menjadi PPPK. Jadi pemerintah daerah tak boleh rekrut lagi, karena hanya hanya ada ASN nanti ke depannya,” tutupnya. (*)

Reporter : YULITAVIA

Beli Pertamax Malah Dikasih Pertalite, Konsumen Laporkan Pihak SPBU Codo ke Polsek Sagulung

0
72581be8 54b7 472c ad0b 80cadf1cb01c
Warga saat isi BBM di SPBU 13294709 Codo, Sagulung. Foto: Eusebius Sara/ Batam Poscodo

batampos – Tuah Barus, seorang konsumen di Sagulung laporkan pihak SPBU 13294709 Codo ke Polsek Sagulung. Laporan ini tentang dugaan penipuan sebab dia merasa tertipu saat membeli BBM. Pesanan pertamax diisi dengan pertalite oleh pihak SPBU.

“Uang sudah saya bayar untuk harga pertamax, tapi yang diisi malah pertalite, ” kata Tuah Barus di Sagulung, Jumat (3/5).

Diceritakan Barus dugaan penipuan terjadi pada 27 Februari lalu, yang mana dia membeli 1.600 liter pertamax ke SPBU tersebut dengan sistem bayar tunai saat itu juga.

BBM non subsidi ini rencananya akan dibawa untuk keperluan bisnis di pulau Bulan. “Karena jumlahnya banyak maka BBM ini diisi dalam beberapa jerigen. Setelah saya cek ternyata hanya 1.056 liter yang memang isinya pertamax, sisanya 544 liter itu pertalite, ” ujar Barus.

Imbas dari kejadian ini bukan hanya pada kerugian selisih yang antara harga pertamax dan pertalite yang sudah dibayarnya tapi juga dia harus menerima konsekuensi putusnya hubungan kerja dengan mitra bisnisnya.

“Kontrak kerja sama saya dengan partner di pulau jadi putus karena ulah mereka. Kerugian bukan saja pada selisih yang harga BBM tadi tapi saya kehilangan hubungan kerja sama karena kesalahan pihak SPBU itu, ” ujar Barus.

Atas kejadian ini dia membuat laporan resmi ke Polsek Sagulung dengan nomor laporan Polisi Nomor: STPL/B/79/IV/2024. Kapolsek Sagulung Iptu Donald Tambunan membenarkan adanya laporan tersebut dan sedang ditangani.

Sementara pihak SPBU melalui manager pengawas lapangan SPBU 13294709 Janri saat dikonfirmasi mengakui adanya kejadian tersebut.

“Saat kejadian yang ada di lokasi Afrizal, bukan saya, jadi saya kurang tahu persis. Tapi informasinya itu sudah kita tahu,” kata Janri. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Lama Mangkrak, Disperindag Akan Kelola Pasar Wan Sri Beni

0
Pasar di tengah hutan yang dibangun dengan APBN senilai Rp 2,5 miliar.
Pasar Rakyat Wan Sri Beni. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos.

batampos – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam akan kelola Pasar Wan Sri Beni yang berlokasi di Marina, Kelurahan Tanjungriau, Sekupang. Pasar ini dibangun oleh Kementerian Perdagangan RI dan sudah rampung sejak tahun 2019 lalu.

Pasar ini belum digunakan sama sekali karena belum dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti akses jalan yang bagus. Kadisperindag Batam Gustian Riau menuturkan, tahun ini Pemko akan membuka fasilitas penunjang tersebut agar pasar ini segera digunakan.

“Akan jadi pasar basah biasa. Tahun ini akan dilengkapi fasilitasnya. Nanti kita kelola, ” kata Gustian, Jumat (3/5).

Pasar ini belum difungsikan sama sekali karena lokasinya kurang tepat berada di tengah hutan. Perlu perhatian yang serius untuk menghidupkan pasar mangkrak tersebut.

Pantauan di lapangan, lapak pasar ini berada di dekat Perumahan Marina Kota Mas. Lokasinya sedikit lebih dalam sekitar 200 meter dari pemukiman warga.

Bangunan pasar ini memang berpagar tembok namun kondisinya kini memperihatinkan. Bagian dalam pasar sudah banyak yang rusak karena dicuri orang. Besi lapak pasar juga banyak yang dipotong. Pasar ini terlihat cukup seram karena tak ada aktifitas sama sekali meskipun di siang hari. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Play sound