Minggu, 28 Juni 2026
Beranda blog Halaman 3799

Charles Lecrerc Juarai GP Monako

0
Pemenang balapan Pembalap Ferrari asal Monegasque Charles Leclerc (tengah) berdiri di podium bersama Pangeran Albert II dari Monako (kanan) dan Putri Charlene (kiri) setelah Grand Prix Monaco.

batampos – Pembalap Ferrari Charles Lecrerc kehabisan kata-kata untuk menjelaskan perasaannya setelah memenangi balapan perdana di rumahnya sendiri, di Sirkuit Monako, Monte Carlo yang merupakan jalanan di sekitar tempat kelahirannya.

Pada seri kedelapan Formula 1 (F1) Grand Prix (GP) Monako 2024, Lecrerc meraih kemenangan yang dia dambakan dengan jarak 7,152 detik dari pembalap McLaren Oscar Piastri di posisi kedua.

Ini merupakan kemenangan F1 Monako pertama Lecrerc setelah sebelumnya finis P4 pada 2022, tahun di mana dia memulai balapan dari pole. Pada musim 2021 ketika dia juga meraih pole, Lecrerc juga gagal menjadi juara setelah mobilnya mendapatkan masalah teknis yang membuatnya gagal finis.

“Tidak ada kata-kata yang bisa menjelaskan itu. Ini balapan yang sulit, saya pikir fakta bahwa dua kali saya start dari posisi terdepan dan kami tidak bisa tidak cukup membuatnya menjadi lebih baik,” kata pembalap berusia 26 tahun itu ketika ditanya bagaimana perasaannya setelah melewati bendera kotak-kotak dan keluar dari mobil, dilansir dari laman resmi F1, Senin (27/5).

“Mobilnya terasa luar biasa, jadi saya hanya ingin berterima kasih kepada tim karena telah melakukan pekerjaan luar biasa selama beberapa bulan terakhir,” lanjutnya.

Lecrerc mengatakan bahwa kemenangan ini “sangat berarti” baginya setelah dia melewati masa-masa sulit penuh emosi pada 15 lap terakhir menjelang finis.

“Balapan itulah yang membuat saya bermimpi menjadi pembalap Formula 1 suatu hari nanti. Itu adalah balapan yang sulit secara emosional karena sudah 15 lap menjelang akhir Anda hanya berharap tidak terjadi apa-apa, emosi sudah datang,” ucapnya.

Pada titik ini, Lecrerc mengatakan kenangan akan mendiang ayahnya Herve Lecrerc yang juga seorang mantan pembalap datang kembali. Ayah Lecrerc meninggal dunia di tengah kampanye perebutan gelar Formula 2 (F2) dirinya pada 2017.

“Saya harus mengatakan bahwa saya memikirkan ayah saya lebih dari apa yang saya pikirkan saat mengemudi,” kata Lecrerc.

“Jelas dia telah memberikan segalanya agar saya bisa berada di sini, dan merupakan impian kami bagi saya untuk berlomba di sini dan menang, jadi sungguh sulit dipercaya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Lecrerc juga memberikan komentarnya pada para fansnya, termasuk banyak anggota keluarga dan teman yang tumbuh bersamanya, yang menonton di tribun penonton dan tepi jalan yang penuh sesak di sekitar sirkuit.

“Parade lap sudah terasa istimewa di dalam bus, melihat begitu banyak teman saya di balkon, begitu banyak orang yang saya kenal di balkon, dan itu sangat-sangat istimewa,” ujarnya smabil tersenyum.

Kemenangan ini membuat Lecrerc memangkas jarak dari Max Verstappen menjadi 31 poin, dengan dirinya di posisi kedua dengan 138 poin dan Verstappen yang finis pada P6 di posisi pertama dengan 169.

Pada klasemen konstruktor, kemenangan ini juga membawa Ferrari menempel ketat Red Bull dengan 252 poin atau dengan jarak 24 poin.

Setelah seri yang ketujuh dan kedelapan yang berdekatan, seri kesembilan F1 akan digelar dua pekan lagi pada 7-9 Juni mendatang di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, Kanada. (*)

9 Puskesmas di Kota Batam Menerima Perawatan HIV dan ODHA

0
Ilustrasi. HIV AIDS
Ilustrasi. HIV/AIDS (JawaPos.com)

batampos – Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menyatakan layanan pengobatan bagi yang terjangkit Human Immunodeficiency Virus (HIV) saat ini sudah bisa dilakukan di sembilan puskesmas dan 11 rumah sakit yang ada di Batam.

“Ya, 9 puskesmas dan 11 rumah sakit kita sudah bisa melayani perawatan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dengan memberikan obat antiretroviral (ARV), ” ujarnya, Senin (27/5).

Menurutnya, sembilan puskesmas yang melayani pemberian Antiretroviral yaitu

  • Puskesmas Baloi Permai
  • Puskesmas Batu Aji
  • Puskesmas Jabi
  • Puskesmas Sekupang
  • Puskesmas Lubukbaja
  • Puskesmas Botania
  • Puskesmas Tanjung Uncang
  • Puskesmas Belakang Padang
  • Puskesmas Botania.

Sedangkan untuk layanan Antiretroviral di rumah sakit bisa di

  • RS Awal Bros
  • RSBP
  • RSBI
  • RS Harapan Bunda
  • RS Keluarga Husada
  • RS Elisabeth Batam Kota
  • RS Elisabeth Batam
  • Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatinah
  • RS Elisabeth Sungai Lekop
  • RS Mutiara Aini
  • Rumah Sakit Bunda Halimah.

“Sembilan puskesmas ini bisa layani pemberian ARV. Tapi kalau hanya pemeriksaan HIV ODHA bisa dilakukan di seluruh puskesmas di Batam melalui pengecekan darah, ” terang Didi.

Dikatakan Didi, Antiretroviral atau ARV merupakan pengobatan untuk perawatan infeksi oleh retrovirus, terutama HIV. Pemberian perawatan HIV dan ODHA, belum bisa dilakukan di seluruh pelayanan kesehatan dikarenakan membutuhkan dokter khusus yang membutuhkan pelatihan lebih lanjut.

Ia mengatakan sebelum ARV diberikan, pasien harus melalui rangkaian perawatan, di antaranya konsultasi dan cek darah. Pemberian ARV diharapkan dapat menekan jumlah HIV. Dengan pengendalian kadar HIV, maka diharapkan daya tahan tubuh penderita HIV juga meningkat.

Saat ini lanjut Didi, Dinkes Batam terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penularan, penanganan dan berbagai informasi lain terkait HIV/Aids, demi menekan penularan virus mematikan itu. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan dini terkait HIV pada ibu hamil

“Dengan melakukan skrining dini terhadap ibu hamil maka diharapkan akan lebih memudahkan mendapatkan ibu hamil yang terinfeksi. Dan bila ditemukan kita mengambil tindakan terutama dalam upaya menyelematkan bayi yang ada dalam kandungan supaya tak ikut terinfeksi HIV dari ibunya,” ujarnya.

Selain itu pemeriksaan ibu hamil wajid dilakukan pemeriksaan HIV, syphilis dan HBsAg (program national triple eliminasi). Untuk anak-anak, metode obat yang dipakai juga sama yakni ARV tergantung dengan berat badan anak penderita tersebut.

Selain itu Dinkes Batam juga terus intens memberikan penyuluhan dengan melibatkan semua lapisan masyarakat. Melakukan tes HIV AIDS sebanyak-banyaknya termasuk juga Mobile VCT. Tak ketinggalan kita juga memberikan sosialisasi pengobatan segera, sebab orang dalam HIV AIDS (ODHA) yang teratur ARV menyebabkan viral load rendah dan kemungkinan tingkat penularannya bisa menjadi lebih rendah.

Berdasarkan data Dinkes Batam sebanyak 218 warganya positif terinfeksi penyakit HIV disepanjang 2024 atau Januari hingga April 2024. Dari jumlah tersebut diketahui sebanyak 55 orang diantaranya masuk tahap Acquired Immune Deficiency (AIDS) atau penyakit yang menurunkan kekebalan tubuh.

dari 218 penderita HIV ini, sebanyak 74,3 persennya adalah laki-laki. Sedangkan 25,7 persennya adalah perempuan. Ironisnya lagi, sebanyak 16 orang diantaranya menimpa usia anak diusia atau mereka di bawah usia 19 tahun

“Umumnya mereka tertular karena pergaulan bebas,” ujarnya.

Ada juga kalangan ibu rumah tangga yang tertular HIV AIDS dari suaminya yang yang suka “jajan” di luar. Sedangkan anak-anak ini terinfeksi HIV dari orangtuanya pada saat hamil.

“Seorang ibu hamil yang dinyatakan positif HIV dapat menularkan virus tersebut pada bayinya selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. HIV paling mudah ditularkan lewat darah. Sementara, janin dalam kandungan mendapatkan asupan makanan dari darah melalui tali plasenta, ” terang Didi. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Lapor Pak Wali, Ruas Jalan Diponegoro, Sei Temiang, Gelap Gulita

0
jalan sei temiang e1656837657748
Jalan Diponegoro, Seitemiang, Batam. (F.JPG)

batampos – Lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalan Diponegoro yang menghubungkan wilayah Sekupang dan Batuaji padam dalam beberapa malam terakhir ini. Ruas jalan gelap gulita di malam hari. Ini jadi keluhan pengendara sebab, suasana jalan jadi seram dan mencekam.

Pengendara yang melintas juga kuatir dengan aksi kriminal jalanan yang belakangan kembali marak di sepanjang ruas jalan tersebut.

“Tiga malam ini saya lewat padam terus lampu PJU. Tahu lah jalan Seitemiang ini, lampu nyala aja masih seram apalagi kalau padam. Tolong ini diperhatikan demi keamanan dan kenyamanan pengendara, ” ujar Yanti, warga Batuaji yang rutin melintasi jalan Diponegoro, Senin (27/5) .

Batam Pos yang melintasi lokasi jalan panjang ini, Minggu (26/5) malam juga menyaksikan langsung suasana jalan yang gelap gulita. Padamnya lampu PJU ini terjadi hingga Simpang Basecamp Batuaji.

Baca Juga: Codelamp Menangi SheConnect Champion Batam yang Ditaja oleh Indosat

Warga tidak tahu persis kenapa lampu jalan tersebut tak berfungsi, namun dampaknya sangat berpengaruh. Selain terbawa suasana seram, jalan juga rawan dengan aksi kejahatan. Pelaku kejahatan jalanan dengan mudah mendapatkan mangsa sebab suasana jalan gelap dan sepi.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam Suhar saat dikonfirmasi mengaku akan segera menindak lanjutin persoalan itu.

“Baik, akan segera kita perbaiki. Kita cek dulu apa permasalahan nya,” ujar Suhar.

Menanggapi keluhan tidak nyamanan pengguna jalan ini, jajaran Polsek Batuaji memberikan perhatian yang lebih terkait keamanan dan kenyamanan pengendara di sepanjang jalan sepi tersebut. Polsek Batuaji rutin melakukan patroli pengamanan untuk mencegah pelaku kriminal jalan berkeliaran di sepanjang ruas jalan utama tersebut.

“Kita pastikan patroli tetap berjalan maksimal dan lokasi yang rawan seperti itu tentu jadi atensi kita. Tim patroli, intel dan bhabinkamtibmas akan pantau di lokasi lokasi yang rawan tersebut, ” kata Kapolsek Batuaji AKP Benny Syahrizal. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

Nasib Perempuan Suku Laut, Buta Aksara, Sandarkan Masa Depan ke Anak Mereka

0

Kamis (16/5) siang itu, mentari muncul tidak begitu terik. Laut terlihat tenang, meskipun berombak pelan. Setelah menempuh perjalan lebih kurang dua jam, speed boat yang membawa penumpang merapat di perkampungan Suku Laut Air Mas, Pulau Tanjung Sauh, Nongsa Kota Batam.

***

Pengurus IMA saat di perkampungan Suku Laut Air Mas, Pulau Tanjung Sauh, Nongsa Kota Batam.

Rumah-rumah kayu terlihat berjejer di sepanjang pantai Pulau Tanjung Sauh. Perempuan dan anak-anak suku laut yang mendiami pulau tersebut sorotannya tertuju pada speed boat yang datang membawa komunitas riset dan advokasi yang tergabung dalam Inisiasi Masyarakat Adat (IMA) siang itu.

Dua perempuan di Perkampungan Suku Laut Air Mas terlihat duduk di serambi rumah, tatapan mereka kosong. Meskipun sekali-sekali terdengar mereka berkomunikasi dengan bahasanya. Dari sorot wajah mereka, seolah menggambarkan dengan jelas tantangan yang dihadapi masyarakat mereka.

“Masih terjadi banyak perkawinan usia anak di suku Laut ini. Anak-anak kami kurang tertarik dengan pendidikan, meski telah disediakan sarana transportasi seperti sampan atau kapal,” ucap Nurliana (41) menjawab pertanyaan.

Bunga (40) perempuan suku laut lainnya yang juga terlibat dalam diskusi tersebut mengungkapkan, bahawa masih ada perempuan di wilayah ini yang buta aksara.

“Saya sendiri sering menjumpai perempuan-perempuan di Pulau Air Mas yang belum mengenal aksara. Bagaimana mungkin mereka akan beradaptasi jika suatu saat ada kontrak atau dokumen yang harus mereka pahami?” ucap dengan penuh tanya.

Kemudian, Nurliana juga menimpalinya, dikatakannya kenyataan bahwa meskipun bantuan telah datang dari berbagai pihak, tapi hanya cukup untuk bertahan hidup.

BACA JUGA: Revitalisasi 200 Rumah Suku Laut di Lingga Segera Rampung

“Kami ingin kembali ke laut, memperbarui perahu kami, dan membuatnya lebih indah dengan kajang. Kami juga berharap agar kapal-kapal di sekitar pulau kami lebih memperhatikan kebersihan laut.” ucapnya.

Bunga menekankan harapan para ibu di suku Laut, tentang hadirnya pemerintah untuk memberikan dukungan bagi kebutuhan dasar yang diperlukan masyarakat disini.

“Kami berharap ada pasar yang bisa menampung hasil tangkapan kami. Kami berdoa agar anak-anak kami, yang masih muda, memiliki peluang yang lebih baik daripada kami. Semoga mereka mendapat pekerjaan yang lebih layak di masa depan.” harapnya.

IMA Mendesak Pemerintah Bertindak

Ketua Inisiasi Masyarakat Adat (IMA) Nukila Evanty menemukan kondisi suku laut di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau dalam keadaan memprihatinkan, terhadap lingkungan mereka (didarat dan di laut), ekonomi, soial dan budaya.

IMA meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib perempuan dan anak-anak suku laut, karena mereka lah yang paling dirugikan.

Dikatakannya, telah melakukan riset dan advokasi dari tanggal 16-20 Mei 2024 di Kota Batam, dan berlanjut di Bintan Pesisir, Tanjung Pinang Kepulauan Riau.

Disebutkannya, dalam riset ini, ada tiga kampung suku laut yang menjadi lokasi penelitian yaitu di Suku Laut Air Mas, Pulau Tanjung Sauh, Nongsa Kota Batam.

Selanjutnya adalah Suku Laut Pulau Dare, Belakang Padang Kota Batam dan Suku Laut Air Gelubi, Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

“Saya berkesempatan untuk melakukan riset dan sekaligus advokasi pada perempuan suku laut ( the Sea Peoples) yang berada di Kepulauan Riau,” ucapnya.

BACA JUGA: Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Hadiri Doa Selamat Renovasi Rumah Masyarakat Suku Laut di Lingga

“Tujuan penelitian atau riset ini tentunya ke publikasi dan agar pengambil kebijakan dalam hal ini pemerintah memahami tantangan yang dialami suku laut tersebut terutama perempuan dan anak-anak serta melakukan intervensi program untuk membantu suku Laut tersebut,” tutur Nukila

Nukila bilang, suku Laut tersebut berada di pulau-pulau dan perairan terluar sangat bisa mempengaruhi masalah keamanan dan kejahatan misalnya mereka bisa terjebak dalam perdagangan orang (human trafficking) atau people smuggling atau bahkan melintasi batas negara yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia”.

“Saya melihat kondisi mereka begitu miris dan menyedikan, terutama bagi perempuan dan anak-anak suku laut, apalagi kan dahulu mereka berada dilaut , dan kemudian mereka diajak ke darat,dengan maksud agar anak-anak mereka bisa sekolah di darat , ternyata tak seindah yang mereka bayangkan” begitu yang saya dengar dari keluhan dari para perempuan, suku Laut Pulau Dare.

Farah (45), seorang istri dari salah satu ketua suku laut di Pulau Dare .Farah masih sedih dengan setengah hatinya program pemerintah yang mendaratkan mereka dan menetap di pesisir .

Farah dengan lugas menyatakan, “Meskipun ada sisi positif tinggal di pesisir, kami sangat khawatir karena tanah kami tidak memiliki sertifikat. Kami takut sewaktu-waktu diusir seperti yang dialami masyarakat pesisir Rempang yang tidak memiliki surat tanah.”

Ia juga menambahkan dengan keprihatinan, “Kami juga sangat prihatin dengan banyaknya industri ekstraktif di pulau-pulau sekitar kami. Air telah menjadi keruh dan ikan mati teracuni. Yang ironisnya, jika kami protes, malah kami yang akan dipenjarakan.”

Mereka Khawatir Bahasa Asli Suku Laut Akan Hilang.

Farah, istri Ketua Suku Laut Pulau Dare mengaku ia dan suaminya merasa sangat bertanggungjawab untuk melestarikan tradisi-tradisi yang sudah ada.

“Saya dan suami saya, Pak Ahad, merasa bertanggung jawab untuk melestarikan tradisi-tradisi kami,” ungkap Farah sambil tersenyum.

“Kami menjalankan tradisi menombak ikan, menggunakan sembiyang untuk menangkap hiu, dan mengamati bintang di langit untuk memprediksi cuaca buruk,” ucapnya lagi.

Persoalan pendidikan dan pernikahan anak juga menjadi masalah di Suku Laut Pulau Dare , Belakang Padang Kota Batam. Lokasi pmukiman mrka hanya skitar 2 jam prjalanan dari kota Batam. Tapi sisi lain yang miris ditmukan.

“Banyak anak menikah muda karena putus sekolah dan jarak sekolah yang jauh. Meskipun ada bantuan dari pemerintah dan perusahaan, itu hanya sementara.”ungkapnya.

“Di pulau kami, saya melihat perempuan lanjut usia suku laut yang bersusah payah mencari kursi roda,” tambah Farah dengan nada sedih.

“Ini menunjukkan betapa sulitnya hidup bagi kami.”

Hal yang hampir serupa juga terjadi di Suku Laut Air Glubi , Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau yang masih merindukan khidupan di laut sebagai suku laut.

Anyut, prmpuan berusia 50 tahun ini masih terbayang bagaimana tradisi berkelam dan belakin ( pergi mencari ikan dengan sampan sampai 2 dan 3 hari) .

BACA JUGA: Gubkepri Ajak Menteri Besar Johor Wisata Singkat ke Pulau Penyengat

Dahulu ada tradisi buat kajang dari daun nipah untuk penutup sampan mereka, masih ada tradisi menukar seekor babi dengan beras untuk makanan sehari -hari. Tetapi semuanya sudah hilang.

Setelah Anyut dan suaminya dipindahkan ke darat, mereka menghadapi tantangan baru. Saat tiba di daratan, Anyut terkejut mendapati bahwa mereka diberikan rumah tanpa sertifikat tanah setelah puluhan tahun.

“Dulu kami tinggal di laut, sekarang harus belajar hidup di daratan tanpa punya sertifikat tanah,” ujarnya dengan nada penuh keheranan.

Kehidupan mereka berubah drastis. Tanpa kebiasaan melaut, mereka terhambat karena sampan mereka menjadi lapuk dan tak ada penggantian.

Mencari ikan di laut yang semakin sulit didapat membuat banyak suku laut harus menempuh perjalanan jauh. Bagi usia Bu Anyut, melaut menjadi semakin berat.

Mereka hanya bisa mengandalkan suaminya, yang juga sudah renta, tanpa jaminan masa tua yang layak bagi suku laut.

Sementara itu, Iyah 70 tahun, perempuan yang dituakan di suku laut Air Gelubi, selalu teringat masa kecilnya yang indah di laut. Ketika dia masih berumur 14 tahun, dia sudah dianggap “gadis” dan harus tidur terpisah dari orang tuanya di perahu lainnya.

“Setiap malam, saya merindukan aroma laut yang membesarkan saya,” ungkapnya sambil tersenyum getir.

Meskipun kehidupannya sulit, Bu Iyah tetap mencintai laut. Dia menggunakan cara-cara tradisional seperti tombak sederhana untuk menangkap ikan.

Ia dengan lancar menyebutkan berbagai jenis ikan yang selalu ditangkap di laut luas.

Namun, ketika pemerintah memberikan rumah kepadanya, kebahagiaannya tak berlangsung lama. Dia merasa terbebani saat rumah itu harus dijual, terutama karena dia tidak betah di daratan.

“Saya tidak merasa nyaman di darat. Rumah sampan dengan kajang adalah segalanya bagiku,” ungkapnya dengan sedih.

“Tetapi pemerintah hanya memberi kami bantuan sesaat, setelah itu mereka pergi dan tidak lagi memperhatikan keinginan kami untuk kembali memiliki sampan.”

Suku Laut merasa tercerabut dari akar budaya mereka. Seperti Nenek Mani, perempuan tertua di suku Laut Air Mas yang lahir pada tahun 1927, masih terus gigih membuat kajang untuk perahunya sendiri.

“Kami berharap setiap hari membawa perubahan bagi kehidupan kami, terutama di masa tua seperti sekarang,” katanya sambil tersenyum getir.

Nukila Evanty, Ketua Inisiasi Masyarakat Adat (IMA), menyoroti perlunya tindakan konkret untuk mendukung suku laut di Kepulauan Riau.

“Pengakuan identitas suku laut ini sangat penting. Jumlah mereka yang masih mempertahankan tradisi sebagai suku laut sekarang bisa dihitung dengan jari. Jika tidak ada langkah konkret untuk mendukung mereka, kita akan kehilangan satu lagi bahasa dan budaya lokal, serta pengetahuan yang berharga tentang laut.”

Dibutuhkan pendekatan komprehensif dan multisektor untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi perempuan di suku laut.

Mulai dari akses kesehatan, pendidikan, hingga peralatan bantu untuk perempuan lanjut usia dan dengan disabilitas. Akses sekolah yang jauh dari kediaman mereka menjadi salah satu tantangan utama yang perlu segera diatasi.

“Kebijakan yang sensitive gender dan didukung oleh data berbasis gender sangat diperlukan. Hal ini akan memungkinkan pemerintah untuk melakukan intervensi yang tepat bagi perempuan di suku laut. Tanpa perhatian khusus terhadap gender, upaya pembangunan akan gagal mencapai tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan.”

Evanty menegaskan bahwa terus menerusnya pembiaran akan merugikan pemerintah sendiri, dan menyulitkan pencapaian komitmen dalam Sustainable Development Goals di dunia internasional.(*)

Laporan: Jailani

Koni Kepri: Semua Atlet Kepri Kami Perhatikan

0
Ketua Umum KONI Kepri Usep RS

batampos-Seluruh atlet Kepri yang saat ini sedang dipersiapkan mengikuti Pekan Olahraga Nasional XXI Aceh – Sumatera Utara 2024 sangat diperhatikan oleh pengurus Koni Kepri. Hal ini untuk membantah curhatan salah seorang atlet berstatus provinsi lain yakni Papua, pada salah satu media online, kemarin. “Tidak benar itu. Salah besar apa yang disampaikan atlet tersebut,” tegas Amri, Wakil Sekretaris Umum KONI Provinsi Kepulauan Riau.

Atlet Menembak asal Kabupaten Bintan itu, kata Amri, saat ini berstatus atlet Provinsi Papua dan memperkuat Papua mengikuti PON XXI Aceh – Sumut 2024. Bahkan telah tercatat memperkuat Papua sejak PON XX Papua tahun 2021 lalu.

“Begitupun mengikuti SEA Games memperkuat Merah Putih dan berprestasi, itu juga membawa nama Papua,” jelas Amri.

Tidak hanya atlet menembak itu, masih ada beberapa atlet cabang olahraga lainnya asal daerah ini yang berkiprah di luar Kepri dan berhasil bahkan berprestasi.

“Itu adalah pilihan masing-masing mereka. Selagi untuk pengembangan diri, kemajuan dan karier serta prestasi mereka, kita tidak dapat menghalangi. Justru kita support, kalau memang yang dikejar jauh lebih baik untuk masa depan mereka. Terkadang mereka pindah dan membela provinsi lain karena faktor mendapatkan pekerjaan, menjalani pendidikan, berkeluarga hingga pindah domisili. Dan itu sah-sah saja. Kalau kami dari Pengurus Koni Kepri justru sangat memperhatikan seluruh atlet kita,” kata Amri.

Tak ada yang tak bisa, semua terpulang kepada atlet bersangkutan. Jika memang ingin kembali ke Kepri dan membela daerah kelahiran, silahkan dan akan lebih baik. Tapi semua melalui mekanisme dan prosedur. Atlet harus mengundurkan diri dari provinsi asal yang dibelanya, paling lambat dua tahun sebelum PON.

“Dan ini yang perlu dipertegas kepada atlet bersangkutan, apakah ada keinginannya untuk membela Kepri. Kalau ada, jalani prosedur demikian. Sekembali dari PON Aceh – Sumut, ajukan pengunduran diri dari Papua. Dan hubungi Pengprov Perbakin Kepri selaku pengurus yang menaungi dan melakukan pembinaan. Kami yakinkan bisa. Tapi kenapa tidak dilakukan sebelum ini, dan masih memperkuat Papua di dua kali PON, itu perlu ditanyakan lagi ke atlet tersebut,” papar Amri.

Dijelaskan Amri lagi, jika sekembali atlet memperkuat Kontingen Merah Putih ke SEA Games, berstatus bebas dan tidak ada membela provinsi manapun, justru rugi bagi Kepri bila tidak memanggilnya pulang. Tapi ini kan tidak, secara pribadi atlet bersangkutan masih dapat mengembangkan diri, meraih prestasi sekalipun membawa nama Provinsi Papua.

“Jadi, kami dari KONI minta jangan munculkan hal ini sebagai polemik. Tidak ada atlet yang tidak diperhatikan. Yang ada itu, maukah atlet bersangkutan kembali ke daerah dan memperkuat provinsi ini untuk ke PON. Tapi kan saat ini dia berstatus atlet Papua dan masih turun di PON. Kalau betul-betul ada niatan untuk membela provinsi ini kedepan, sekembali dari PON Aceh – Sumut, sudah harus mundur dari Papua. Kita tunggu saja,” kata Amri.

BACA JUGA: Sebelum TC, KONI Kepri Gelar Tes Kebugaran Atlet

Keberangkatan Jauh Lebih Maksimal
Amri juga menjelaskan, keberangkatan Kontingen Kepri mengikuti PON kali ini jauh lebih serius dan mendapatkan perhatian banyak pihak. Bukti keseriusan dari Pemerintah Provinsi Kepri, anggaran persiapan dan keberangkatan PON dibantukan maksimal melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kepri. Bahkan penganggarannya diketahui dan mendapat dukungan dari DPRD Kepri.

“Keberangkatan PON kali ini menjadi perhatian Pemerintah Pusat. Melalui Kemendagri, Pemprov diminta untuk menganggarkan. Dalam surat yang disampaikan Mendagri ke Gubernur, diminta Pemprov anggarkan. Dan beberapa kali Dispora, Inspektorat dan juga BKAD menanyakan kebutuhan kontingen jangan sampai ada yang terlewatkan, dengan besaran bantuan diberikan. Hal itu dilakukan guna memastikan Kepri dapat berangkat ke PON secara maksimal. Dan kondisi seperti ini, belum pernah terjadi di keberangkatan PON sebelum-sebelumnya,” kata Amri.

Begitupun dengan KONI Kepri, berterimakasih atas perhatian serius Pemprov melalui Dispora akan keberangkatan PON ini. Sehingga dalam menyiapkan atlet, tim dan kontingen, bantuan diberikan dapat maksimal disalurkan kepada atlet, pelatih dan cabang olahraga lolos PON. Kepri menyiapkan 107 atlet didampingi 40 pelatih dari 31 cabang olahraga.

Bantuan diberikan kepada atlet, pelatih dan cabang olahraga tersebut, dimulai dari Pemusatan Latihan Provinsi (mandiri), try out, pengadaan peralatan dan perlengkapan, Pemusatan Latihan Terpadu, hingga biaya kontribusi selama berada di Aceh dan Sumatera Utara serta biaya keberangkatan PON. Bahkan, untuk stimulus atlet dan pelatih memulai Pelatprov, juga diberikan bantuan dana apresiasi.

Keseriusan menyiapkan atlet dan pelatih, dalam persiapan keberangkatan PON ini juga, KONI Kepri melibatkan konsultan dari Universitas Negeri Padang, untuk mendampingi persiapan atlet dan pelatih menuju PON.

“Kita berharap target yang diberikan pelatih dan cabang olahraga, dapat mereka penuhi. Dan KONI juga punya target 7 sampai 10 cabang olahraga dapat menyumbangkan medali emas nantinya, guna memperbaiki peringkat secara nasional,” harapan Usep RS, Ketua Umum KONI Kepri.

Perhatian lain yang diberikan, KONI Kepri dengan tidak melakukan pencoretan atlet yang telah lolos babak kualifikasi PON baik melalui Kejuaraan Nasional, Pra PON maupun Porwil Sumatera 2023 di Riau. Bahkan atlet dan cabang olahraga yang kebagian wildcard dari Pengurus Besar maupun Pengurus Pusat cabang olahraga, masih diakomodir.

“Kalau di provinsi lain, ada yang melakukan pencoretan atlet bagi cabang olahraga yang tidak ditargetkan. Karena yang diberangkatkan hanya yang dapat bersaing dan menyumbangkan medali. Sehingga tiket lolos PON yang diperoleh atlet dikembalikan. Tapi kita tidak lakukan itu. Dan ini mesti disyukuri atlet, pelatih, cabang olahraga dan masyarakat luas. Karena kami sangat mengapresiasi jerih payah atlet berjuang meloloskan diri ke PON melalui babak kualifikasi,” kata Usep.

Untuk itu lanjut Usep, apa yang telah direalisasikan Pemprov, Dispora dan didukung DPRD serta upaya telah dilakukan KONI ini, dapat hendaknya dipersiapkan maksimal oleh masing-masing atlet, pelatih, tim dan cabang olahraga.

“Bagi yang menargetkan medali hendaknya konsisten dengan apa yang disampaikan mereka ke KONI sebelumnya. Persiapkan atlet sedemikian rupa, serius berlatih dan melatih agar capaian hasil maksimal nantinya di PON. Apa yang ditargetkan KONI untuk mendulang medali emas sekaligus memperbaiki peringkat, untuk sama-sama dapat diwujudkan,” kata Usep. (*)

Codelamp Menangi SheConnect Champion Batam yang Ditaja oleh Indosat

0

codelampbatampos – Setelah melalui proses pitching battle dan penjurian yang ketat, keluar sebagai pemenang SheConnect Champion Batam adalah Codelamp, sebuah start Up yang fokus pada pendidikan praktis dan aplikatif di bidang teknologi informasi dan keamanan siber, serta membantu melatih profesional yang siap menghadapi ancaman siber.

Para juri menilai Codelamp memberikan solusi yang tepat untuk masalah yang sangat relevan di Indonesia saat ini, yaitu seringnya terjadi serangan siber, terutama di sektor pemerintahan. TIdak hanya itu, Codelamp juga memiliki nilai bisnis dan program yang tinggi serta dampak yang nyata dalam hal peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi digital secara aman

Apa itu SheConnect Champion?

Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) membuka kesempatan pengembangan bisnis bagi para perempuan kreatif di Batam melalui ajang SheConnect Champion, sebuah ajang kompetisi pitching battle ide bisnis hasil karya perempuan Indonesia. SheConnect Champion bertujuan untuk membuka akses dalam mendorong pengembangan usaha rintisan atau startup mereka melalui inovasi teknologi.

SheConnect Champion juga merupakan bagian dari rangkaian program SheHacks 2024 sebagai perwujudan tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) Indosat melalui pilar Pengembangan Komunitas yang fokus pada pemberdayaan perempuan Indonesia. SheConnect Champion yang bertujuan untuk mengembangkan pola pikir tech-preneurial dalam komunitas perempuan Indonesia ini akan menghadirkan rancangan inovasi dari kandidat- kandidat perempuan yang memanfaatkan teknologi untuk menciptakan ide dan inovasi baru dalam mengembangkan bisnis wirausaha mereka, atau biasa dikenal dengan istilah technopreneurship.

SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Steve Saerang, mengatakan, “SheConnect Champion membuka kesempatan bagi para perempuan pelaku usaha rintisan yang telah memiliki produk minimum yang layak atau minimum viable product (MVP) untuk mempresentasikan rencana bisnis inovatif mereka. Tujuan utamanya adalah mendorong dan mendukung perempuan Indonesia dalam perjalanan tech-preneurial mereka dengan memberikan kesempatan untuk mempresentasikan MVP yang telah dimiliki, menghubungkan mereka dengan ekosistem startup lokal, untuk meningkatkan pertumbuhan womenpreneur Indonesia,” ucap Steve.

lampcode

Kegiatan SheConnect Champion ini terbuka untuk umum dan diadakan di tiga kota yaitu Batam, Bali dan Malang. Selama pitching battle, peserta SheConnect Champion akan mempresentasikan MVP mereka kepada para juri yang terdiri dari praktisi startup yang ahli dibidangnya masing-masing. Para pemenang akan dipilih berdasarkan kriteria inovasi berbasis teknologi yang dihadirkan, kelayakan pengembangan bisnis kedepannya, dan dampak potensial yang akan ditimbulkan.

Perempuan pemilik usaha rintisan lokal yang tertarik dapat hadir dalam ajang SheConnect Champion di kota terdekat dan mengikuti pitching battle, memperluas jejaring mereka, serta menggali pengalaman dari peserta lainnya serta para praktisi startup yang dihadirkan. Untuk dapat berpartisipasi, para calon peserta dapat mengirimkan proposal MVP mereka untuk diseleksi lalu diuji dalam pitching battle. Mereka juga dapat mendaftar secara online melalui website shehacks.id untuk mendapatkan fasilitas pelatihan sampai kesempatan mentoring 1-on-1 dari para ahli di bidang startup.

Selain mendapatkan apresiasi berupa uang tunai, hasil karya para pemenang SheConnect Champion juga bisa dipamerkan dalam showcase program SheHacks 2024 yang akan berjalan hingga akhir tahun ini. Lebih lanjut, sebanyak 5 (lima) startup terbaik dari program SheHacks 2024 akan mendapatkan kesempatan untuk meraih hadiah perjalanan ke luar negeri. Di sana, para pemenang SheHacks 2024 akan mendapatkan wawasan yang berharga untuk ekspansi global dan pengembangan inovasi bisnis kedepannya.

“Dengan menghadirkan 3 pemenang pitching battle dari masing-masing kota, kami berharap program ini dapat menginspirasi perempuan Indonesia lainnya untuk mengejar aspirasi tech-preneurial mereka. Hal ini sejalan dengan misi Indosat untuk menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia,” tutup Steve. (*)

 

Guardiola Isyaratkan Selesaikan Kontrak Bersama Manchester City

0
Manajer Manchester City Pep Guardiola. (Craig Brough/Reuters/Antara)

batampos – Pep Guardiola mengisyaratkan akan menghabiskan kontraknya yang tersisa satu tahun lagi bersama Manchester City.

Untuk musim depan, mantan pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen itu ingin menjuarai Piala FA sebagai pembalasan kekalahan mereka atas Manchester United dalam final Sabtu lalu.

”Kami akan kembali musim depan,” kata Guardiola sebagaimana diwartakan AFP seperti dilansir dari Antara pada Minggu (26/5).

”Piala FA, kami akan merebutnya,” imbuh dia.

Guardiola kemudian menepis anggapan akan tinggal lebih lama di Manchester City. Dia memastikan akan menyelesaikan kontrak hingga selesai.

”Bahkan saya sendiri, saya tidak menyangka bisa bertahan di sini selama delapan tahun, namun semuanya berjalan dengan baik,” ucap Guardiola.

”Selangkah demi selangkah kami berada di sini. Kelihatannya seperti rutinitas biasa, padahal tidak,” tambah dia.

Pemain terbaik Liga Inggris musim ini, Phil Foden mengatakan bahwa timnya tetap merasa lapar kendati sudah empat kali juara Liga Inggris secara berturut-turut.

”Jelas (empat kali juara berturut-turut) adalah sesuatu yang belum pernah dilakukan orang lain sebelumnya. Ini perasaan yang luar biasa,” kata Foden.

”Ada rasa lapar dalam diri kami untuk memenangkan trofi dan pemain lain juga ingin menang. Kami senang dengan musim ini, namun musim depan kami ingin memenangkan lebih banyak,” kata pemain lulusan akademi Manchester City itu.

City memastikan juara Liga Inggris setelah menang 3-1 atas West Ham pada pekan lalu. Pemain City merayakan juara dengan berpesta hingga dini hari.

Kapten Kyle Walker mengatakan, perayaan gelar juara itu tidak berkaitan dengan kegagalan tim meraih Piala FA.

”Kami merayakannya. Ada jarak enam hari (hingga final FA). Jika kami para atlet tidak bisa pulih dalam enam hari, tidak ada peluang bagi siapa pun,” tutur Walker.

”Klub, pemain, dan staf mengambil keputusan (untuk merayakan juara Liga Inggris). Jadi jangan salahkan itu,” papar dia. (*)

Antrean Haji Sampai 48 Tahun, BPKH Minta Fatwa Daftar Haji Sudah Seperti Berhaji

0
Ilustrasi. Jemaah bersiap bertolak ke Tanah Suci dari Bandara Soekarno-Hatta. (Imam Husein/Jawa Pos)

batampos – Kuota jamaah haji asal Indonesia terus meningkat tiap tahun. Pada tahun ini kuota haji Indonesia mencapai 241 ribu jamaah. Tingginya kuota itu bukan berarti orang yang mendaftar haji bisa berangkat lebih cepat.

Berangkat haji saat ini para calon jamaah harus rela antre bertahun-tahun hingga 48 tahun. Panjangnya antrean itu membuat Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengusul ada fatwa yang menyatakan bahwa orang yang mendaftar haji saja sudah sama seperti berhaji.

Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah berharap para ahli fiqih, khususnya terkait haji di UIN Jakarta bisa berkontribusi melakukan kajian-kajian mengenai fiqih atau fatwa tentang haji.

“Kalau yang saya tahu, mazhab Ciputat luar biasa. Termasuk (kajian) fiqih yang ditelurkan,” kata Fadlul di depan sejumlah alumni UIN Jakarta di Tangerang Selatan, Banten, Minggu (26/5).

Dia menceritakan bahwa rerata antrean haji di Indonesia saat ini sudah 30 tahun. Bahkan telah mencapai 48 tahun di Bantaeng, Sulawesi Selatan. “Jadi kita lagi berpikir, apakah boleh kalau (sudah) daftar haji itu sudah dianggap sebagai haji,” kata Fadlul.

Sementara yang terjadi sekarang, orang yang baru membayar uang setoran awal BPIH, disebut calon jemaah haji (CJH). Baru dikatakan jemaah haji ketika sudah berangkat ke Arab Saudi.

Dia lantas mencontohkan kondisi yang terjadi di Malaysia. Di sana antrean haji sudah mencapai 140 tahun. “Cerita sahabat saya di sana (Malaysia), mereka daftar (haji) saja sudah bagian dari haji,” katanya. Fadlul menanyakan apakah di Indonesia juga bisa dibuat kajian fiqih maupun fatwa seperti di Malaysia tersebut.

Sementara itu Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan bahwa pemberangkatan gelombang 1 jamaah haji sudah selesai. Rutenya dari Indonesia menuju Madinah. Total jamaah haji gelombang pertama mencapai 88.987 orang.

“Penyelenggaraan haji Indonesia bisa kita sebut sebagai proses mobilisasi masyarakat sipil terbesar di dunia,’’ kata juru bicara Kemenag Anna Hasbie di Jakarta kemarin.

Dia mengatakan pemberangkatan jemaah haji sangat kompleks. Apalagi sekitar 98 persen jemaah adalah orang yang baru pertama kali berhaji. Sehingga tugas dari para personel Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menjadi tidak ringan.

Anna mengatakan dari 88 ribu orang jemaah gelombang pertama, yang belum pernah berhaji mencapai 87.673 orang. Sisanya hanya 1.314 orang atau 1,48 persen yang sudah pernah berhaji.

Dari sisi pendidikan, sebanyak 26.025 berpendidikan SD. Kemudian ada 22.541 orang jenjang SMA. Lalu ada 21.593 jenjang sarjana, 10.126 jenjang SMP. Sisanya jenjang diploma, S2, S3, dan lainnya. (*)

 

Bekerja Ilegal di Malaysia, 41 PMI Kembali Dideportasi Lewat Batam

0
IMG 20240220 WA0077 e1708445889399
Ilustrasi: Puluhan PMI yang dideportasi dari Malaysia tiba di pelabuhan Internasional Batamcentre, Selasa (20/2).

batampos – Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali dipulangkan atau di deportasi dari Malaysia. Mereka dideportasi usai menjalani proses hukum pemerintah Malaysia.

Ada sekitar 41 PMI yang dipulangkan melalui Pelabuhan Situlang Laut Malaysia menuju Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter Batam pada Sabtu (25/5) sore.

Syahbandar Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter, Erik Mario Sihotang mengatakan puluhan PMI dipulangkan menggunakan Kapal MV Sabang Marindo. ” Ya Sabtu kemarin ada 41 PMI yang dipulangkan dari Malaysia,” ujar Erik, Minggu (26/5).

Baca Juga: Ribuan Pendukung Membeludak Hadiri Pengukuhan Tim Amsakar Achmad

Dikatakan Erik, para PMI yang dipulangkan dalam kondisi sehat. Mereka kemudian dibawa ke pos penampungan PMI , untuk nanti dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

“Untuk persoalan kenapa mereka sampai dideportasi, mungkin pihak terkait (BP3MI) yang bisa menjelaskan. Kami hanya bagian penumpang,” ujar Erik.

Dijelaskan Erik, pemulangan PMI dari Malaysia melalui Batam sudah beberapa kali dalam bulan Mei ini. Hanya saja jumlahnya tidak sebanyak kali ini.

Baca Juga: Tidak Lolos PPDB SMK, Calon Siswa Bisa Daftar Lagi ke Jalur Zonasi SMA

“Dalam bulan Mei ini mungkin ada sekitar 4 sampai 5 kali pemulangan PMI. Biasanya cumar 7,10 atau belasan. Namun kali ini cukup banyak 41 orang,” sebut Erik.

Diketahui, para PMI yang dipulangkan rata-rata berusia antwara 25-50 tahun, terdiri dari perempuan dan laki-laki. Untuk daerah asal PMI pun beragam dari berbagai daerah di Indonesia. Sedangkan untuk waktu berkerja para PMI juga bervariasi, dan rata-rata bekerja ilegal di Malaysia. (*)

Reporter: Yashinta

Jika Resmi Diberhentikan dari Pj Wali Kota, Penyidik Tidak Perlu Lagi Izin Kemendagri untuk Periksa Hasan

0
Kapolres Bintan, AKBP Riky Iswoyo. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Penyidik Satreskrim Polres Bintan masih menunggu proses pemberhentian dan pengangkatan Pj Wali Kota Tanjungpinang dari Hasan ke Andri Rizal untuk melanjutkan perkara dugaan pemalsuan surat tanah di Km 23 Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur yang melibatkan Hasan.

Kasus ini dilaporkan PT. Bintan Properti Indo (Eks PT. Expasindo) dan terjadi saat Hasan masih menjabat lurah dan camat di Kecamatan Bintan Timur.

Kapolres Bintan, AKBP Riky Iswoyo mengatakan, pihaknya masih menunggu serah terima jabatan Pj Wali Kota Tanjungpinang.

BACA JUGA: Jabatan Hasan Berakhir di Hari Pelantikan Andri Rizal

Setelah Hasan resmi diberhentikan dari jabatan Pj Wali Kota dan diganti pejabat baru Pj Wali Kota, dia mengatakan, penyidik akan segera melanjutkan proses penyidikan.

Dikatakannya, kalau memang yang bersangkutan (Hasan) sudah tidak lagi menjabat Pj Wali Kota Tanjungpinang, artinya penyidik tidak memerlukan izin lagi dari Kemendagri.

“Ya bisa saja (dipanggil),” jawabnya atas pertanyaan Hasan bisa langsung dipanggil?

Sementara itu, penyidik masih melengkapi berkas dua tersangka atas nama M Riduan dan Budiman yang lebih dahulu ditahan atas kasus yang sama.

“Hasil koordinasi dengan Kejaksaan masih ada beberapa yang perlu penyidik lengkapi, masih berproses dan secepatnya akan dilimpahkan,” tukasnya. (*)

 

Reporter: Slamet N