Rabu, 17 Juni 2026
Beranda blog Halaman 3807

446 JCH Kloter 1 Embarkasi Batam Diberangkatkan ke Tanah Suci

0
Jemaah Calon Haji 3 F Cecep Mulyana
445 Calon Jemaah Haji (CJH) Kelompok Terbang (Kloter) 1 Embarkasi Batam tiba di Asrama Haji Batam, Sabtu (11/5). F. Kemenag Kepri untuk Batam Pos

batampos – Sebanyak 446 Jemaah Calon Haji (JCH) Eembarkasi Batam diberangkatkan ke tanah suci melalui bandara Internasional Hang Nadim Batam, Minggu (12/5). Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 Jemaah Calon Haji menggunakan kursi roda.

Adapun JCH paling tua berusia 80 tahun, sedangkan usia termudah di usia 19 tahun. Sekretaris PPIH Embarkasi Batam, Muhammad Syafii mengatakan, pelepasan ini dilakukan sekitar pukul 3.30 WIB di Asrama Haji Batam untuk menuju ke Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

“Nantinya para calon Jemaah Haji Kloter pertama ini diterbangkan pada pukul 06.59 WIB dan diperkirakan tiba di Arab Saudi pada pukul 11.50 waktu Arab Saudi,” kata Syafii.

Kloter 1 Embarkasi Batam ini diberangkatkan dengan pesawat Saudi Arabian Airlines SV 5211 menuju Bandara AMAA Madinah Arab Saudi pada, Minggu, 12 Mei 2024 dan diperkirakan tiba pada pukul 11.50 Waktu Arab Saudi (SAW).

Dalam pelaksaan ibadah haji tahun 2024 ini Embarkasi Batam akan memberangkatkan 12.437 orang calon jemaah haji. Jemaah haji tersebut terdiri dari 1.343 jemaah haji asal Provinsi Kepri, 5.273 jemaah asal Provinsi Riau, 2.611 jemaah haji asal Kalimantan Barat dan sebanyak 3.071 jemaah haji asal Jambi.

Selain itu ada juga 28 orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPIH), 28 Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) dan 83 orang Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). (*) 

Reporter: Rengga Yuliandra

 

Israel Klaim Bangun Rumah Sakit Baru di Jalur Gaza Bagian Tengah

0
Kondisi infrastruktur Jalur Gaza yang hancur akibat serangan Israel sejak 7 Oktober 2023. ANTARA/Anadolu/am.

batampos – Israel menyebut telah mendirikan rumah sakit lapangan baru di dekat desa Deir al-Balah di bagian tengah Jalur Gaza untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada penduduk daerah kantong tersebut dan bagi warga yang terpaksa meninggalkan kota Rafah.

“Hari ini (Sabtu, 11/5), Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT) mengumumkan pendirian rumah sakit lapangan baru yang dijalankan oleh Korps Medis Internasional di Jalur Gaza berkoordinasi dengan IDF dan COGAT,” kata IDF melalui Telegram pada Sabtu.

Rumah sakit lapangan tersebut, lanjut IDF, didirikan pada daerah Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah dan mulai beroperasi dalam beberapa hari terakhir.

IDF menambahkan bahwa rumah sakit tersebut adalah rumah sakit lapangan kedelapan yang dibuka oleh Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober. Sekitar 150 pekerja medis dari seluruh dunia diperkirakan akan bekerja di rumah sakit baru tersebut, demikian bunyi pernyataan tersebut.

“Sebagai bagian dari tindakan kemanusiaan untuk memfasilitasi evakuasi sementara warga sipil dari wilayah Rafah timur, beberapa rumah sakit lapangan yang ada dipindahkan ke Wilayah Kemanusiaan yang diperluas di Al-Mawasi dengan berkoordinasi dengan komunitas internasional,” ucap pernyataan tersebut.
Pemindahan tersebut, menurut IDF, diiringi dengan peningkatan pasokan, tenda, makanan, air, dan obat-obatan.

Pada 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan roket skala besar terhadap Israel dan melanggar perbatasan, menyerang kawasan sipil dan pangkalan militer. Hampir 1.200 orang di Israel tewas dan sekitar 240 lainnya diculik dalam serangan itu.

Kemudian, Israel melancarkan serangan balasan, memerintahkan blokade total terhadap Gaza, dan memulai serangan darat ke daerah kantong Palestina dengan tujuan untuk melenyapkan pejuang Hamas dan menyelamatkan para sandera.

Lebih dari 34.900 orang telah terbunuh sejauh ini akibat serangan Israel di Jalur Gaza, menurut otoritas setempat. Lebih dari 100 sandera diyakini masih ditahan oleh Hamas di Gaza. (*)

Sumber: Antara

Cegah Demam Berdarah, Warga Batuaji Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

0
Goro Ansipasi banjir dan DBD Dalil Harahap55
Warga Perumahan Bagaman dan Glori di RW 023, Tanjunguncang, Batuaji melakukan goro bersama untuk antisipasi DBD dan Banjir, Minggu (12/5). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Musim pancaroba dengan pola cuaca yang tak menentu ini perlu diwaspadai oleh masyarakat Batam dari serangan penyakit demam berdarah dangue (DBD). Hujan dan panas yang berjalan seiringan ini memicu suburnya perkembangan biakan nyamuk termasuk nyamuk aedes aegepty yang menjadi sumber penyakit DBD.

Kepala Dinas Kesehatan kota Batam Didi Kusmajardi sebelumnya menginstruksi agar masyarakat lebih waspada. Pola hidup sehat harus diperhatikan selama musim hujan ini. Imbauan ini ditanggapi serius oleh masyarakat di Batuaji. Setiap hari libur mereka gencar dengan gotong-royong membersihkan lingkungan terutama parit yang menjadi lokasi genangan air.

Drainase perumahan dan serta wadah penampungan air dibersihkan agar tidak menjadi tempat kembang biak nyamuk. Warga RW 23 Kelurahan Tanjunguncang misalkan laksanakan goro besar membersihkan lokasi genangan air.

Goro ini difokuskan menutup lahan yang menjadi lokasi genangan air dan membersihkan drainase di depan rumah. Mereka bersama-sama memastikan tak ada lokasi atau wadah yang menjadi genangan air di pemukiman mereka.

“Selain untuk kelancaran air biar mengurangi risiko banjir juga untuk membasmi jentik nyamuk. DBD mengintai jadi kita harus waspada. Makanya kegiatan gotong-royong ini kita galakkan kembali, ” kata Ketua RW 23 Mulyono, Minggu (12/5).

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi minta masyarakat untuk waspada dengan ketat menjaga kebersihan lingkungan dari genangan air.

“Trend demam berdarah akan meningkat kalau musim seperti ini. Perlu diwaspadai dengan ketat menjalani pola hidup sehat dimanapun berada, ” kata Didi.

Data yang diterima dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), tiga bulan pertama di tahun 2024 ini sedikitnya sudah ada 15 pasien yang ditangani di sana. Satu orang pasien diantaranya meninggal dunia di bulan Januari lalu. Pasien yang meninggal ini dari kecamatan Seibeduk.

“Cukup banyak dan biasanya memang seperti itu di musim seperti ini. Perlu kewaspadaan kita semua, ” ujar Humas RSUD Embung Fatimah Batam di Batuaji, beberapa waktu lalu.

Pasien DBD yang berobat ke RSUD ini beragam mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia dan didominasi pasien anak-anak dan anak-anak. Pasien yang meninggal dunia bahkan masih berusia lima tahun.

“Jaga kebersihan rumah dan lingkungan dengan pola tiga M Plus (menguras bak penampungan air, mengubur barang bekas yang bisa menimbun air dan menutup wadah tampungan air serta penggunaan alat untuk menghindari sengatan nyamuk. Orangtua harus perhatikan betul kesehatan anaknya di rumah, ” ujar Elin. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Becek dan Berlumpur Saat Hujan, Bertahun-Tahun Jalan Pemukiman di Tanjunguncang Tidak Diaspal

0
Banjir Dalil Harahap8 scaled e1673435985422
Anak-anak bermain banjir di Perumahan Sumberindo RW 024, Tanjunguncang, Batuaji. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Masyarakat di RW 23, Keluhan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji kembali angkat suara dengan akses jalan masuk pemukiman mereka yang rusak parah selama musim hujan ini. Bertahun-tahun sudah akses jalan masuk perumahan Bagaman, perumahan Glory, perumahan Central Park dan Sumberindo ini belum disentuh perbaikan.

Kerusakan jalan semakin parah selama musim hujan ini sebab jalan yang baru berupa hamparan tanah yang diratakan sudah dihiasi dengan lubang yang cukup dalam. Air hujan menggenangi sepanjang ruas jalan sehingga jalan sulit dilalui karena genangan lumpur dan air tadi.

Masyarakat setempat sudah berulang kali mengajukan perbaikan untuk pengaspalan ataupun semenisasi namun belum terealisasi hingga saat ini. Kondisinya yang sangat memprihatinkan mengharuskan masyarakat di sana untuk berjuang sendiri.

Minggu (12/5) kemarin, mereka gotong royong menimbun dan meratakan Jalan yang berlubang agar bisa dilalui sepeda motor dan nyaman buat ibu-ibu yang berbelanja atau jemput anak-anak mereka dari sekolah.

“Sudah sejak awal perumahan ini ada, akses jalan yang sepotong ini memang beginilah kondisinya. Kalau hujan memang selalu begini. Padahal ini akses keluar masuk dari beberapa perumahan di dalam. Sengsara memang kalau musim hujan kami keluar masuk, ” kata Suyono, warga Perumahan Glory.

Ketua RW 023 Mulyono menuturkan, berbagai usulan untuk perbaikan sudah disampaikan ke Musrembang namun belum ada perbaikan permanen hingga saat ini. Selama musim hujan ini akses jalan tersebut memprihatinkan. Aksi gotong-royong warga Minggu siang kemarin dilakukan secara spontanitas sebab warga sudah merasa tak nyaman dengan kerusakan jalan ini.

“Padahal ini masih bagian dari kota Batam. Bertahun-tahun jalan kami ini hancur. Mohon ini diperhatikan, ” katanya.

Andre, warga lainnya menuturkan beberapa waktu lalu warga sempat menanam pohon pisang di lokasi jalan rusak tersebut sebagai aksi protes namun itu tak mengubah keadaan. Jalan tetap rusak bahkan semakin hancur selama musim hujan ini. (*)

Reporter: Eusebius Sara

11 korban Meninggal dalam Kecelakaan Bus Pariwisata di Ciater

0
Petugas kepolisian mengevakuasi korban kecelakaan bus pariwisata di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024). Dinas Kesehatan Kabupaten Subang mencatat, dalam kecelakaan bus yang membawa rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok tersebut untuk sementara terdapat 11 orang korban meninggal dunia yang terdiri dari 10 orang siswa SMK dan 1 orang pemotor asal Cibogo Kabupaten Subang. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/aww.

batampos – Sebanyak 11 korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus pariwisata yang membawa rombongan pelajar SMK asal Depok di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, telah dibawa ke rumah duka masing-masing.

Kabid Humas Polda Jawa Barat (Jabar) Kombes Pol. Jules Abraham Abast ketika dihubungi di Jakarta, Minggu, mengatakan, sebanyak 10 korban meninggal dunia telah dibawa ke Depok menuju rumah duka masing-masing, sedangkan satu korban meninggal dunia yang bernama Raka Komara, dibawa ke rumah duka di Subang.

Hingga Minggu pagi, ia mengatakan sebagian besar korban luka berat dan luka ringan sudah dibawa dengan ambulans menuju Depok, namun masih ada tiga korban luka berat yang dirawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang.

Terkait penyebab kecelakaan bus, ia menyebut pihaknya masih menunggu hasil tim olah TKP yang rencananya dilakukan pada pagi ini.

“Olah TKP dengan Traffic Accident Analysis (TAA) dilakukan oleh penyidik Lakalantas Polres Subang dengan asistensi Ditlantas Polda Jabar,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Subang dr Maxi menyampaikan bahwa dari 11 korban meninggal dunia, 10 korban anggota merupakan rombongan bus yang merupakan pelajar dan seorang guru SMK Lingga Kencana Depok, sedangkan satu korban lainnya adalah pengendara sepeda motor yang tercatat sebagai warga Cibogo, Subang.

Berikut daftar nama korban yang telah berhasil diidentifikasi:

– Korban meninggal dunia

  1. Intan Rahmawati
  2. Suprayogi
  3. Desy Yulianti
  4. Tyara
  5. Robiyatul Adawiyah
  6. Mahesya Putra
  7. Ade Nabila Anggraini
  8. Intan Fauziah
  9. Dimas Aditya
  10. Ahmad Fauzi
  11. Raka Komara

– Korban luka berat

  1. Dewa Pandudi Lata
  2. M. Fahmi
  3. Robi Kurniawan
  4. Geral Ramadhan
  5. Samsu Ramadhan
  6. Meta
  7. Devi Lestari
  8. Rindu
  9. Nadia Parina
  10. Titin
  11. Nindi
  12. Suci

– Korban luka ringan

  1. Julian
  2. Kurnia Adi Dharma
  3. Muhammad Saban
  4. M. Faturrahman
  5. Fauzi Andiansyah
  6. Aria Nova
  7. Yaheri
  8. Damar
  9. Fahrurozi
  10. Rizky Putra Nugraha
  11. Sadira
  12. M. Rizki
  13. Fauziah
  14. Triana Wihartanti
  15. Nadia Putri
  16. Anisa Fitri
  17. Monica Rahayu
  18. Rani Oktaviani
  19. Renana​​​​​​

Sumber: Antara

Gara-gara Cekcok dengan Kekasih, Seorang Pemuda Dilaporkan Loncat dan Menghilang di Jembatan Barelang

0
Donald Tambunan Kaposlek Sagulung Dalil Harahap11
Kapolsek Sagulung Iptu Donal Tambunan. Foto. Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Tim SAR Gabungan kembali menyisir wilayah perairan Jembatan I Barelang. Ini menyusul adanya informasi dan laporan tentang adanya seorang pria yang loncat dari atas Jembatan tersebut pada, Sabtu (11/5) malam. Pria yang masi dicari ini diketahui bernama Tarmizi, dengan umur diatas 20 an tahun.

Kapolsek Sagulung Iptu Donald Tambunan sebut pencaharian masih dilakukan hingga, Minggu (12/5) siang. Petugas gabungan sudah menyisir di sepanjang perairan Jembatan satu namun belum ada tanda-tanda keberadaan korban yang dilaporkan terjun dan hilang tadi.

“Belum ketemu. Ini kami bersama tim SAR gabungan lagi menyisir,” kata Donald, Minggu siang.

Dari laporan awal yang didapat kata Donald, pria tersebut diinformasikan loncat karena cek cok dengan pasangan wanitanya. Saat itu dia datang ke Jembatan bersama seorang wanita menggunakan sepeda motor. Diatas Jembatan keduanya bertengkar dan sang wanita meninggalkannya. Diduga depresi dengan kejadian itu korban loncat dari atas Jembatan dan menghilang.

“Saksi-saksi sudah kita mintai keterangan dan saat ini tim masih berusaha mencari keberadaan korban, ” kata Donald. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Sedikit Lagi, Palestina Jadi Anggota Tetap PBB

0
Pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina untuk menuntut gencatan senjata segera di Jalur Gaza. (Anadolu)

batampos – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membuat langkah bersejarah. Mereka menetapkan pemenuhan syarat khusus bagi Palestina untuk menjadi anggota baru PBB. Keputusan itu menegaskan dukungan global terhadap perjuangan Palestina untuk semakin diakui sebagai negara dalam forum internasional.

Dukungan atas Palestina menjadi anggota baru PBB tersebut tertuang dalam resolusi bertajuk Penerimaan Anggota Baru di PBB yang disponsori bersama oleh 77 negara, termasuk Indonesia. Resolusi itu mendapat dukungan dari 143 negara anggota PBB dan 25 suara lain memilih abstain.

Beberapa hak dan keistimewaan khusus yang diberikan kepada Palestina antara lain kemampuan untuk duduk di antara negara-negara anggota PBB, mengusulkan resolusi dan co-sponsor resolusi, dipilih sebagai ketua sidang Majelis Umum PBB dan berbagai komite, serta berpartisipasi penuh dalam konferensi PBB maupun internasional di bawah UNGA.

Dengan semakin meningkatnya peran Palestina menuju keanggotaan penuh PBB, diharapkan visibilitas politik terhadap isu dan perjuangan akan semakin meningkat.

Sidang Majelis Umum PBB dimulai menyusul veto yang dilakukan salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB terhadap permohonan keanggotaan penuh Palestina pada 18 April 2024 lalu. Veto itu menanggapi seruan kolektif negara-negara Arab, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan non-Palestina.

Hasil tersebut pun membuat Dubes Israel untuk PBB Gilad Eran geram. ”Hari ini saya akan mengangkat cermin untuk Anda (majelis, Red). Anda menghancurkan piagam PBB dengan tangan Anda sendiri. Ya, ya, itulah yang Anda lakukan. Merobek piagam PBB. Tidak tahu malu,” ujarnya sembari membawa mesin penghancur kertas kecil yang di dalamnya berisi salinan piagam PBB. (han/c9/tia)

Satu Nelayan Pasuruan Tewas Disebabkan Bom Ikan Meledak

0
Potongan tubuh korban dimasukkan ke kantong jenazah. (JAWA POS RADAR BROMO)

batampos – Tim Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur datang ke Kelurahan Ngemplakrejo, Kota Pasuruan, kemarin (11/5). Mereka dibantu tim Inafis dari Polresta Pasuruan. Mereka mengusut kasus ledakan yang terjadi Jumat (10/5) malam.

Ledakan itu mengakibatkan lima rumah rusak berat. Beberapa potongan bagian tubuh manusia juga terlempar hingga belasan meter dari lokasi ledakan. Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga bernama Ahmad alias Mat Cung, nelayan setempat.

’’Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, diduga yang meledak adalah bom ikan,’’ terang Kapolres Pasuruan Kota AKBP Makung Ismoyo Jati kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Sebelum ledakan terjadi, Ahmad meminta istrinya membeli solar. Sebab, malam itu Ahmad hendak melaut. Selanjutnya, Ahmad masuk ke ruang gudang. “Baru sepuluh menit di gudang, terjadi ledakan,” katanya.

Polisi mengidentifikasi ledakan tersebut masuk kategori low explosive. Hingga kemarin, petugas masih menyisir lokasi kejadian. Potongan tubuh yang tercecer telah dimasukkan ke kantong jenazah. (*)

Sumber: JP Group

Harga Sayuran Kembali Naik

0
Sayuran Dalil Harahap 2 scaled e1699341877492
Warga membeli sayuran di pasar SP Plaza, Sagulung. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Harga sayuran kembali naik di pasar. Kenaikan terjadi beberapa kali dalam sepekan terakhir. Sejumlah pedagang di pasar basah di Batuaji dan Sagulung sebut kenaikan ini ditenggarai adanya kenaikan ongkos pengiriman barang dari luar Batam. Sayur yang didatangkan dari luar Batam naik dua kali lipat dari harga normal. Sawi misalkan kini bertengger diangkat Rp 32 ribu perkilogram.

“Naik terus sayur. Sawi sudah di angka Rp 32 ribu sekarang. Sayur bayam Rp 22 ribu. Naik dua kali lipat. Memang ada kenaikan dari agen katanya karena biaya ongkos kirim barang naik, ” kata Dodi, pedagang sayur di pasar Victoria, Marina.

Penelusuran Batam Pos di lapangan, semua jenis sayuran naik harga. Sayur kangkung, daun singkong yang bisa didapatkan dari petani lokal juga naik ke angka Rp 12 ribu hingga Rp 14 ribu per kilogram. Begitu juga dengan cabe dalam berbagai jenis naik di angka Rp 4 ribu hingga Rp 5 ribu per kilogram.

Baca Juga: Hasil Panen Minim Sebabkan Harga Sayuran Melonjak Tinggi

“Sayuran naik lebih drastis karena faktor cuaca juga. Hujan terus jadi petani gagal panen, ” kata Usman, pedagang lain di pasar Fanindo, Batuaji.

Lonjakan harga barang kebutuhan pokok ini juga diprediksi terjadi pada harga sembako lainnya, jika memang alasannya karena ada kenaikan ongkos kirim. Masyarakat kembali diberatkan dan berharap agar ini segera dikontrol oleh pemerintah.

“Baru sebulan lega karena lonjakan harga kebutuhan pokok saat Lebaran berakhir, kini malah naik lagi. Semoga ini segera diatasi pemerintah, ” ujar Ayu, warga yang berbelanja di pasar Victoria.  (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

Banyak yang jadi Korban TPPO, Pemerintah Dinilai Tak Serius Lindungi Pekerja Migran Indonesia

0
Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). (Dok.JawaPos.com)

batampos – Pemerintah Indonesia dinilai belum serius memberi perlindungan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI). Padahal Pemberangkatan Non Prosedural yang cenderung pada TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) masih marak terjadi. Sementara perlindungan secara umum kepada PMI masih minim dilakukan.

“F-Buminu menilai, pemerintah akan bergerak ketika sudah ada yang menjadi korban sementara akar persoalan terjadinya TPPO dan pencegahan masih minim perhatian,” tegas Ketua Umum Federasi Buruh Migran Nusantara Sarikat Buruh Muslimin Indonesia Nadhlatul Ulama (F-BUMINU SARBUMUSI NU),” Ali Nurdin, dalam acara Halal Bihalal, di Jakarta, Jumat (10/5) kemarin.

Ali menjelaskan, berbagai permasalahan hidup seperti kemiskinan, pendidikan yang rendah, konflik rumah tangga dan perceraian, rentan dimanfaatkan para pelaku kejahatan menggunakan modus iming-iming menggiurkan, menawari sejumlah korban menjadi pekerja migran ilegal.

Karena ketidaktahuan dan minimnya sosialisasi menjadi PMI, hal ini menjadi celah bagi para pelaku kejahatan melakukan perekrutan terhadap para korban.

“Sementara tindakan hukum bagi para pelaku serta adanya keterlibatan oknum ‘pelat merah’ menjadi ruang terbuka bagi para pelaku untuk terus merekrut dengan berbagai modus hingga kasus TPPO selalu berulang dan berulang,” jelas Ali.

Disisi lain F-Buminu menyoroti adanya regulasi yang masih tumpang tindih antara pihak regulator, yakni kementerian Ketenagakerjaan dan BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) sebagai operator yang berakibat pada sulit dan berbelitnya proses di Pra Penempatan bagi CPMI (Calon Pekerja Migran Indonesia) terutama di daerah.

“Selain itu Pemerintahan desa belum menjadi pusat informasi sebagaimana mandat Pasal 42 UU Nomor 18 Tahun 2017 UU PPMI, 80 persen informasi kerja luar negeri datangnya justru dari calo/sponsor, (online/ofline) dan media sosial,” papar Ali.

Lebih lanjut, pemerintah juga masih mempercayakan Pelatihan Lembaga BLK (Balai Latihan Kerja) kepada pihak swasta, sehingga seringkali sertifikat hanya menjadi syarat dokumen bukan berdasarkan kompetensi.

Sementara di negara penempatan, F-Buminu menyoroti belum adanya layanan terpadu yang memverifikasi antara PMI, majikan, agen dari pihak Atnaker/KBRI untuk melakukan serah terima/berita acara di embarkasi kedatangan.

“PMI selalu dijemput langsung oleh pihak agen atau majikan, berdampak pada ketika PMI mengalami eksploitasi, kerja berlebih, kekerasan fisik, seksual , PHK, kabur, PMI tidak tau atau takut melaporkan permasalahanya karena sulit mendapatkan akses,” sesal Ali.

Tak hanya itu permasalahan juga berlanjut saat para pahlawan devisa itu pulang ke tanah air.

“Saat pulang atau Purna PMI ketika ada hak yang terlanggar seperti gaji belum dibayar atau hak lainnya masih sulit diurus. Selain itu sulit untuk mendapatkan Pemberdayaan Purna bahkan menganggurpun purna PMI tidak mendapatkan BLT, PKH dari pemerintah,” tukas Ali.

Untuk mengatasi hal ini, F-BUMINU merekomendasikan beberapa hal, pertama berharap adanya kementerian khusus yang fokus pada Tatakelola Perlindungan dan penempatan PMI; mendorong DPR RI segera mengesahkan RUU PPRT menjadi UU PPRT, karena walau bagaimanapun UU ini satu rangkaian penting terhadap perlindungan PMI yang mana 60 persen PMI di Luar Negeri adalah PRT (Pekerja Rumah Tangga); mengimplementasikan secara menyeluruh Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2019 tentang Desmigratif (Desa Migran Produktif) yang telah ditandatangani oleh 8 Kementerian Lembaga, untuk mengakomodir persoalan-persoalan yang selama ini terjadi; memberikan pelatihan dan edukasi yang benar kepada Calon PMI dengan penguatan mental barbasis keagamaan Ahlusunnah Waljamaah; memberikan ruang pendidikan lanjutan yang mudah dan murah kepada PMI di luar negeri, memberikan ruang-waktu untuk melakukan tes kesehatan dan olahraga yang terjadwal bagi PMI di Luar Negeri; menyediakan perumahan yang mudah dan murah bagi PMI; mendorong adanya tindakan yang tegas bagi para pelaku, baik individu maupun korporasi dan oknum ‘pelat merah’ yang terindikasi terlibat TPPO.

Ali melanjutkan, rekomendasi ini sangat bisa dilakukan, mengingat konstribusi PMI sangat besar dan mampu menjadi penyumbang devisa negara terbesar kedua setelah Migas, sehingga harus menjadi perhatian serius, karena selama ini PMI hanya menjadi objek kepentingan saja baik politik maupun ekonomi semata.

“Sementara dimata umum Derajat PMI masih dipandang sebelah mata, padahal negara sedang menghadapi bonus demografi dimana angkatan kerja sangat berlimpah, sementara lapangan kerja semakin sempit dengan adanya era digitalisasi dan penggunaan alat modern, “ pungkas pria yang pernah bertahun-tahun menjadi PMI ini. (*)

Sumber: JP Group