Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 3816

Imbas Jalan Rusak dan Berdebu di Sagulung, Penyakit Ispa dan Gangguan Pernapasan Mulai Menyerang Anak-anak

0
jalan rusak scaled
Jalan rusak dan berdebu di Sagulung. Foto. Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Masyarakat dan penggunaan jalan semakin keras menyuarakan keluhan kerusakan jalan menuju pelabuhan Sagulung. Jalan dengan panjang sekitar empat kilometer ini sudah sangat tidak layak lagi karena dalam kondisi rusak parah.

Nyaris tak ada aspal yang utuh lagi, sehingga berdebu sepanjang musim kemarau ini. Lingkungan jalan jadi tidak sehat. Jarak pandang pemotor pun terganggu karena hantaman debu kendaraan yang melintas.

Sujono, pemilik kedai di pinggir jalan simpang PT Palma menuturkan, hampir setiap saat mereka berjibaku dengan hantaman debu jalanan. Beberapa anak yang tinggal di sepanjang row jalan tersebut sudah terkena imbas dari kondisi jalan yang tidak bersahabat tersebut. Penyakit Infeksi saluran pernapasan atas (Ispa) dan gangguan pernapasan mulai menyerang warga terutama anak-anak.

“Banyak dampak nya. Kecelakaan lalu lintas lah, orang berantem karena rebutan menghindari jalan rusak, hingga penyakit gangguan pernapasan ini. Sudah sangat lama kondisinya seperti ini. Kalau musim hujan kayak kubangan jalan ini,” ujar Sujono.

Senada disampaikan ketua RW 19 Kampung Seibinti Ismail. Sudah banyak masyarakat setempat ataupun pengguna jalan rutin yang jadi korban akibat kerusakan jalan tersebut. Kecelakaan yang merenggut korban nyawapun sudah beberapa kali terjadi. Berharap ini segera diperhatikan instansi pemerintah terkait sebab akses jalan ini bukan saja untuk masyarakat setempat tapi juga masyarakat pulau di sekitar wilayah Sagulung.

“Masyarakat pulau juga menggunakan akses jalan ini. Ini jalur ramai karena ada banyak PT juga di dalam sini. Tolong ini diperhatikan,” ujar Ismail.

Beberapa waktu lalu Wali Kota Batam Muhammad Rudi, sudah merespon keluhan masyarakat ini dan berjanji akan segera memperbaiki namun hingga saat ini belum juga ada tindakan. Masyarakat kembali menagih janji wali kota Batam tersebut. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Pertamina Prediksi Konsumsi Avtur di Batam Naik 40 Persen Saat Puncak Arus Mudik

0
avtur
Pengisian Avtur pada pesawat terbang di Bandara Hang Nadim Batam. Foto. Pertamina untuk Batam Pos.

batampos – Pertamina Patra Niaga membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2024 untuk memastikan distribusi BBM selama masa puasa dan Lebaran berjalan lancar.

Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Susanto August Satria mengatakan konsumsi salah satu BBM, yakni Avtur di Bandara Hang Nadim Batam diprediksi akan meningkat sebesar 27 persen di atas konsumsi normal.

“Satgas RAFI ini telah berjalan mulai 25 Maret sampai 21 April 2024. Kami memastikan stok dan distribusi energi dalam kondisi aman di Kepulauan Riau (Kepri). Selain itu kami pastikan kondisi fasilitas yang ada di Fuel Terminal (FT), Integrated Terminal (IT), Aviation Fuel Terminal (AVT) dan lokasi lainnya dalam kondisi aman saat beroperasi,” kata Susanto saat konferensi pers daring, Rabu (27/3).

Susanto menjelaskan pihaknya melakukan sejumlah upaya untuk pengamanan penyaluran BBM dan LPG, antara lain dengan peningkatan stok BBM dan LPG di Terminal BBM dan lembaga penyalur, menambah mobil tangki, membentuk posko Satgas, serta menyediakan layanan khusus.

“Dalam mendukung mobilitas masyarakat ketika mudik, kami menyediakan berbagai layanan khusus berupa 18 motoris, 31 mobil tangki stand by (SPBU Kantong), 381 SPBU Siaga, 813 Agen LPG Siaga dan 81 SPPBE Siaga di wilayah Sumbagut,” ucapnya.

Ia kemudian menjelaskan mengenai kondisi penyaluran BBM Avtur di Bandara Hang Nadim. Pertamina memprediksi kenaikan 27% dari Februari 2024. “Puncak kenaikan konsumsi avtur pada arus mudik diprediksi terjadi pada 6 April 2024 dengan kenaikan konsumsi sebesar 40% di atas rata-rata harian konsumsi Avtur Bandara Hang Nadim. Selain itu pada puncak arus balik diprediksi terjadi pada 13 April 202 dengan kenaikan sebesar 40% di atas rata-rata konsumsi harian Bulan Februari 2024,” jelasnya.

Sales Area Manager (SAM) Kepri Pertamina Patra Niaga Bagus Handoko menambahkan untuk konsumsi produk Gasoline, seperti Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo di Kepri diperkirakan menurun 1% bila dibandingkan rata-rata harian normal Desember 2023-Februari 2024 atau 1.251 kiloliter (kl) menjadi 1.245 kl. Sementara konsumsi produk Gasoil, seperti Biosolar, Dexlite, Pertamina Dex juga diprediksi mengalami penurunan 5% dibandingkan rata-rata harian normal Desember 2023-Februari 2024 atau 395 KL menjadi 377 KL.

“Penyebab kami memproyeksikan penurunan konsumsi BBM ini diantaranya disebabkan karena kegiatan transportasi logistik dan industri mengalami penurunan kegiatan jelang hari raya Idulfitri,” kata Bagus.

Menurutnya, untuk proyeksi penyaluran LPG di Kepri saat Satgas RAFI tahun ini mengalami penurunan sebesar 16% bila dibandingkan rata-rata harian normal Desember 2023-Februari 2024 atau 247 Metrik Ton (MT) menjadi 207 MT. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk mendukung kelancaran distribusi energi kepada masyarakat. Dengan dukungan dan kerja sama seluruh stakeholder, Pertamina siap melayani masyarakat Kepri yang mudik tahun ini. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Perda Mandul, Pinggir Jalan Jadi Tempat Pembuangan Sampah Liar

0
sampah
Sampah menumpuk di jalan menuju Pelabuhan Sagulung, Selasa (26/3). Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Sampah masih jadi pembahasan serius masyarakat di Sagulung. Pasalnya banyak sekali sampah yang menumpuk di pinggir jalan. Ini terjadi karena minimnya kesadaran masyarakat untuk tertib membuang sampah. Perlu adanya pengawasan dan penegakan bagi mereka yang buang sampah sembarangan.

Tempat penampungan sampah (TPS) liar bermunculan di hampir di setiap sudut jalan. Jalan menuju Kaveling Baru dan Pelabuhan Sagulung misalkan banyak ditemui serahkan dan tumpukan sampah di pinggir jalan. Sampah rumah tangga ini ada yang berserakan, ada juga yang dalam bungkusan plastik. Pelaku pembuangan sampah sembarang ini juga masyarakat.

Mereka yang berdiam dekat lokasi TPS liar mulai resah dan berharap ini ditindak lanjuti. Pengawasan dan penindakan terhadap pelaku pembuangan sampah sembarang perlu diterapkan secara tegas. “Yang buang ini entah datang dari mana-mana. Lewat pakai motor dilempar begitu saja. Malam ada juga yang pakai pick up. Susah memang padahal ini bukan TPS resmi, ” kata Andre, warga kampung Seibinti yang resah dengan tumpukan sampah di pinggir jalan menuju pelabuhan Sagulung.

Salman, warga Kaveling baru juga menyampaikan harapan yang sama. Pengawasan dan penindakan terhadap pelaku yang membuang sampah sembarangan ini perlu diterapkan dengan tegas lagi agar tak bermunculan TPS-TPS liar ke depannya lagi.

“Kan sudah ada Perda itu. Tapi selama ini penegakan dan pengawasan kurang jadi masyarakat sesuka hati buang ke pinggir jalan. Coba ditindak pasti takut orang buang sampah sembarangan,” kata nya.

Camat Sagulung M Hafiz Rozie sebelumnya juga telah mengeluarkan imbauan yang sama. Pihaknya menjamin proses pengangkutan sampah dari pemukiman ke TPS dan masyarakat diharapkan tertib membuang sampah. Pihak kecamatan juga akan secara rutin memantau di lapangan dan akan ada sanksi bagi mereka yang kedapatan membuang sampah sembarangan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Dua Bulan Belum Terima Gaji, Pekerja PT. Swakarya Indah Busana Kembali Mogok Kerja

0
Pekerja PT. Swakarya Indah Busana kembali mogok kerja, Rabu (27/3). f,peri

batampos– Ratusan pekerja di PT. Swakarya Indah Busana kembali mogok kerja karena belum menerima gaji selama dua bulan dan menuntut pembayaran tunjangan hari raya (THR).

Pantauan Batam Pos, ratusan pekerja yang didominasi oleh kaum perempuan itu menggelar aksi mogok kerja di halaman depan perusahaan menyampaikan tuntutanya untuk segera dipenuhi.

Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) PT. Swakarya Indah Busana, Sumarti, mengatakan pihaknya melakukan mogok kerja karena pihak perusahaan belum membayar gaji Januari dan Februari 2024.

“Gaji kami tidak dibayarkan dari bulan Januari hingga Februari kemarin,” kata Sumarti, Rabu (27/3).

Sumarti menyampaikan, pihaknya menggelar mogok kerja menuntut agar pihak perusahaan segera membayar gaji untuk satu bulan saja yaitu gaji bulan Januari serta membayar THR para pekerja.

BACA JUGA: 3 Bulan Belum Digaji, Karyawan Pabrik Garmen Mogok Kerja

“Kami minta dibayar bulan pertama dan THR saja secepatnya,” ungkap Sumarti.

Sumarti menyebut total gaji yang belum diterima dari tempat kerjanya itu itu sebanyak Rp 7 juta per orang sementara jumlah pekerja di perusahaan itu mencapai 250 orang.

“Kita tahu kondisi perusahaan saat ini makanya kami kita dibayarkan setengahnya saja terlebuh daluhu,” ungkapnya.

Pekerja lain, Rina, mengaku sangat menunggu gaji itu dibayar oleh pihak perusahaan karena banyak kebutuhan rumah tangga yang harus segera dibelinya.

“Yang jelas butuh untuk keperluan rumah tangga, makanya kami minta segera dibayar,” ucapnya. (*)

 

Reporter: Peri Irawan

Perbaikan Jalan menuju Pelabuhan Sagulung Masuk Prioritas

0
Jalan Makin Parah Rusak Sagulung Batuaji Dalil Harahap45223 scaled e1705919624843
Jalan menuju Pelabuhan Sagulung rusak parah. Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Perbaikan jalan rusak menuju Pelabuhan Sagulung, Kelurahan Seibinti, Kecamatan Sagulung mendapat prioritas perbaikan tahun depan. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam, Sugar mengatakan, perbaikan jalan tersebut diprioritaskan karena masuk dalam usulan prioritas Musrenbang dan akan dikerjakan tahun 2025.

“Perbaikan jalan rusak Pelabuhan Sagulung ini kita masukkan usulan prioritas tahun depan,” ujar Suhar, Rabu (27/3).

Menurutnya, rencana kegiatan anggaran (RKA) juga telah diajukan Dinas ke DPRD Kota Batam. Direncanakan jalan yang awalnya milik Provinsi Kepri ini bakal menggunakan anggaran dari APBD Batam. Untuk angkanya mencapai miliaran Rupiah.

“Anggarannya saya gak hapal, yang jelas sudah kita masukkan prioritas 2025,” tegas Suhar.

Kerusakan jalan di Pelabuhan Sagulung ini sudah cukup lama. Kerusakan akses Jalan ini kian bertambah parah. Beberapa titik yang memang sudah lama berlubang dan rusak kini nyaris tak beraspal lagi. Aspal jalan semuanya sudah pecah dan menyisakan lubang yang merata hampir di seluruh bahu jalan.

Baca Juga: Jalan Menuju Pelabuhan Sagulung Rusak Parah

Akses jalan tersebut sangat tidak nyaman untuk dilalui. Saat hujan jalan jadi becek dan berlumpur. Saat panas tarik jalan berdebu. Kondisi jalan yang semakin tak bersahabat ini membuat masyarakat penggunaan jalan kembali angkat suara.

Mereka kembali mempertanyakan janji wali kota Batam M Rudi beberapa waktu lalu yang menemui masyarakat di sana dengan janji perbaikan jalan tersebut.

“Kemarin pak wali kota sendiri yang janji mau perbaiki di tahun 2024 ini. Ini sudah 2024 pak tolong segera direalisasikan,” harap Agam, warga Seibinti, Senin (24/3).

Dampak dari kerusakan jalan ini sebut warga sangat banyak. Selain kecelakaan lalu-lintas sampai merenggut korban nyawa, sesama pengendara kerap terlibat cek Cok. Pagi dan sore hari atau jam sibuk semua pengendara ingin cepat dan itu sering bergesekan di lokasi jalan rusak, karena sama-sama berebut menghindari lokasi jalan berlubang atau lumpur. Nah kadang pengendara berpapasan sehingga terlibat adu mulut bahkan perkelahian.

“Yang nonjok-nonjok juga sering pak. Sore hari pulang kerja karena lapar terus gesekan di lokasi jalan rusak ini jadilah (berantem), ” ujar Muis, warga lainnya. (*)

Hang Nadim Batam Kantongi Izin Angkut Penumpang Tujuan Korea

0
Bandara Hang Nadim Batam 2 F Cecep Mulyana e1696853545678
Bandara Hang Nadim Batam. F.Cecep Maulana

batampos – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi menyebutkan Batam sudah mengantongi izin angkut penumpang yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan.

Rudi menyebutkan Batam mendapatkan Batam dapat izin angkut penumpang tiga kali dalam satu bulan, untuk mengangkut penumpang dari Batam tujuan Korea Selatan.

“Alhamdulillah Juni nanti mulai angkut penumpang. Kita dapat tiga kali, kalau Bali dapat enam kali. Di Indonesia hanya dua, salah satunya Batam untuk direct flight tujuan Korea ini,” kata Rudi saat dijumpai di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (27/3).

Rudi menyampaikan dibukanya penerbangan langsung ini, menunjukkan Batam sudah layak untuk menjadi pusat dan tujuan destinasi internasional. Hal ini akan didukung dengan pembangunan bandara internasional Hang Nadim yang tengah berjalan.

“Ini akan menambah nuansa menariknya Batam di mata dunia. Dalam waktu dekat ini akan ada juga Vietnam, Thailand. Sebelumnya sudah ada Malaysia. Penerbangan sudah pakai airbus ini, bukan baling-baling lagi,” beber Rudi.

Ia menyebutkan penambahan penerbangan langsung ini adalah peluang bagi Batam untuk berkembang. Perputaran ekonomi akan terjadi dari sektor pariwisata ini.

“Untuk itu, harus kita siapkan sarana dan prasarana pendukung. Salah satunya bandara. Begitu juga dengan sektor ekonomi, hospitality yang membuat wisman nyaman di Batam ini,” ungkapnya.

Rudi menyebutkan izin ini akan dikeluarkan Juni mendatang. Untuk mendapatkan perizinan ini diperlukan waktu tiga tahun.

“Setengah mati ini mengurusnya. Belum lagi flight dari Thailand. Jadi Batam harus siap ini menghadapi angka kunjungan internasional ini,” tambah Wali Kota Batam ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata menyampaikan adanya penerbangan langsung ke Batam tentu akan meningkatkan angka kunjungan.

“Peluang untuk membuat Batam menjadi destinasi wisata akan lebih terbuka di kelas internasional,” tambahnya

Tahun ini Batam menargetkan angka kunjungan wisman sebanyak 2 juta orang. Untuk mewujudkan hal itu, penting sekali adanya penerbangan langsung ke Batam dan beberapa negara yang memang menjadi sasaran untuk mengunjungi Batam.

“Harus kita manfaatkan peluang ini,” tutupnya. (*)

 

Reporter : YULITAVIA

Pemerintah Sepakat Bayar Rafaksi Migor

0
WARGA berbelanja minyak goreng di salah satu gerai ritel modern di Depok Jawa Barat, Minggu (25/3) F. SALMAN TOYIBI/JAWA POS

batampos – Pelaku usaha ritel mendapat angin segar. Hal itu menyusul kabar kepastian pemerintah akan membayar utang selisih harga atau rafaksi minyak goreng (migor) sebesar Rp 474 miliar yang belum terbayar. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berharap rencana tersebut tak sebatas wacana dan dapat segera direalisasikan.

Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika menegaskan bahwa keputusan pemerintah untuk membayar utang selisih harga tersebut sudah disepakati belum lama ini.

”Pak Menko (Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan, red) memutuskan membayar rafaksi. Namun, realisasi pasti pembayaran belum diputuskan. Masih menunggu koordinasi dengan stakeholder terkait. Makin cepat, makin bagus,” ujarnya Selasa (26/7).

Luhut dalam keterangan resminya menekankan komitmen pemerintah untuk memenuhi pembayaran besaran klaim terkait dengan rafaksi minyak goreng. ” Ini sudah diaudit sama BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) dan tidak ada isu sepertinya. Kita harus segera menyelesaikannya, sehingga pedagang tidak mengalami kerugian,” tuturnya.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim menyebutkan, semua stakeholder telah sepakat mendukung untuk segera menyelesaikan pembayaran klaim sesuai hasil verifikasi Sucofindo. ”Dari total 54 pelaku usaha yang mengajukan klaim, diverifikasi sekitar Rp 474 miliar. Pelaku usaha tersebut terdiri dari retail modern maupun usaha tradisional,” katanya.

Baca Juga: Penipuan Berkedok Haji Furoda, Korban Ditelantarkan di Arab Saudi

Pemerintah memiliki utang rafaksi minyak goreng ke pengu-saha ritel dari kebijakan satu harga minyak goreng (rafaksi). Program itu diluncurkan sebagai penugasan kepada produsen dan Aprindo untuk menjual migor murah saat harga komoditas mahal.

Pada awal 2022, semua pengu-saha diminta menjual migor dengan banderol Rp14 ribu per liter, sedangkan harga pasaran kala itu berkisar Rp17 ribu- Rp20 ribu per liter. Selisih harga atau rafaksi dalam Permendag 3 disebut akan dibayarkan pemerintah.

Masalah muncul ketika Permendag Nomor 3 digantikan dengan Permendag Nomor 6 Tahun 2022. Beleid baru itu membatalkan aturan lama soal rafaksi yang ditanggung pemerintah. Padahal, seharusnya utang pemerintah kepada pengusaha tetap harus dibayarkan.

Di lain pihak, Aprindo meminta pemerintah segera membayar utang rafaksi atau selisih harga minyak goreng Rp 474,8 miliar. Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey mengharapkan, komitmen tersebut dapat direalisasikan dengan cepat dan segera. Mengingat, masalah tersebut sudah berjalan selama dua tahun lebih. “Kita berharap dapat direalisasikan dengan cepat, segera, tanpa adanya alasan-alasan baru lagi,” tegasnya.

Selain itu, peritel juga meminta transparansi dan klarifikasi dari pemerintah atas nilai yang akan dibayarkan. Pasalnya, hingga saat ini, peritel maupun produsen minyak goreng yang terlibat tidak pernah mendapatkan informasi resmi terkait hal tersebut.

”Perhitungan tersebut, semua-nya hanya berdasarkan kata-kata lisan dan opini-opini yang dibangun, sehingga kami berharap tentunya dapat klarifikasi dan transparansi dari pemerintah,” urainya. (agf/dio/*)

PLN Indonesia Power dan China Energy Kaji Pengembangan Energi Hijau

0
Ilustrasi; Pembangkit Panas Bumi Kamojang. f. dokumen PGE

batampos – PT PLN (Persero) melalui Sub Holding PLN Indonesia Power menandatangani Perjanjian Studi Pengembangan Bersama atau Joint Development Studi Agreement (JDSA) dengan China Energy Engineering Group Co., Ltd (CEEC) di Jakarta, (21/3). Kerja sama ini terkait pengembangan proyek energi hijau secara komprehensif di Sulawesi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan, sebagai pemain kunci dalam agenda transisi energi di Tanah Air, PLN terus menjalin sinergi dengan mitra nasional dan global untuk mengakselerasi pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) secara masif. Hal ini juga sejalan dengan agenda Pemerintah untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

”Penandatanganan kerja sama ini menjadi momen penting mengingat dalam waktu dekat Pemerintah bersama PLN akan merilis Rencana Usaha Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) yang baru. Di sana akan diatur terkait pembangunan pem­bangkit EBT skala besar dan green transmission line yang menghubungkan antar pulau di tanah air,” ujar Darmawan dalam High-Level Business Meeting PLN-CEEC di Jakarta, (21/3).

Baca Juga: Penipuan Berkedok Haji Furoda, Korban Ditelantarkan di Arab Saudi

Lebih lanjut Darmawan mengungkapkan, dalam desain RUKN terbaru ditetapkan bahwa ekosistem EBT Indonesia akan ditopang oleh pembangkit berbasis hidro dan geothermal sebesar 32 Gigawatt (GW) serta pembangkit berbasis surya dan angin sebesar 28 GW. Pengembangan green transmission line akan berperan krusial untuk menyalurkan listrik hijau antarpulau.

”Ada mismatch antara lokasi sumber hidro dan geothermal dengan pusat beban. Untuk itu, kita perlu menghubungkan Sumatera ke Jawa, Kalimantan ke Jawa, Nusa Tenggara Timur ke Jawa, Kalimantan ke Sulawesi, yang didalamnya akan ada proyek besar perancangan dan pengembangan green transmission line,” lanjut Darmawan.

Board Chairman of CEEC Group, Song Hailiang mengatakan, pihaknya siap mendukung pemerintah Indonesia dalam mencapai NZE di tahun 2060 atau lebih cepat. Dalam hal ini CEEC optimistis karena telah memiliki sejarah panjang kerja sama pengembangan EBT dengan PLN.

”Indonesia merupakan mitra penting Tiongkok dalam bersama-sama membangun dan berkontribusi terhadap target NZE 2060 di Indonesia,” tutup Song. (*)

 

Sumber: JP group

Pelatih Vietnam Resmi Dipecat Setelah Ditundukkan Timnas Indonesia Berkali-kali

0
Philippe Troussier resmi dipecat oleh Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF). (AFP/NHAC NGUYEN)

batampos – Vietnam Football Federation (VFF) memutuskan untuk mengakhiri kontrak dengan pelatih Philippe Troussier secara seketika setelah kekalahan timnas Vietnam dalam kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 pada malam tanggal 26 Maret.

Setelah memimpin tim nasional dan tim U23 Vietnam selama satu tahun, pencapaian terbaik yang diraih oleh pelatih Philippe Troussier adalah medali perunggu di SEA Games 2023.

Keputusan ini tidak terlepas dari hasil buruk yang diraih timnas Vietnam dalam beberapa pertandingan terakhir, terutama kekalahan telak dari Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Meskipun Philippe Troussier hanya memimpin timnas Vietnam selama setahun, VFF memutuskan untuk mengakhiri kerjasama dengan pelatih asal Prancis tersebut.

Pertandingan melawan Indonesia pada tanggal 26 Maret menjadi momen krusial dalam perjalanan Philippe Troussier bersama timnas Vietnam. Kekalahan tersebut dianggap sebagai puncak dari rentetan hasil buruk yang telah dialami oleh Vietnam di bawah kepemimpinan Philippe Troussier.

Meskipun Philippe Troussier berhasil meraih medali perunggu di SEA Games 2023, prestasi tersebut tidak cukup untuk mempertahankan posisinya sebagai pelatih timnas Vietnam. Para pengurus VFF merasa bahwa hasil yang dicapai oleh timnas Vietnam tidak sesuai dengan harapan dan standar yang telah ditetapkan.

Dalam pengumuman resmi yang dikeluarkan oleh VFF, mereka menyatakan bahwa keputusan untuk mengakhiri kontrak dengan Philippe Troussier diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap performa timnas Vietnam dan pertimbangan matang dari semua pihak terkait.

Meskipun VFF telah mengakhiri kerjasama dengan Philippe Troussier, mereka juga menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan oleh pelatih tersebut selama satu tahun terakhir. VFF juga menyatakan bahwa mereka akan segera memulai proses pencarian pelatih baru untuk menggantikan posisi Philippe Troussier.

Keputusan ini mengguncang dunia sepak bola Vietnam dan menjadi topik hangat di kalangan para penggemar sepak bola. Banyak yang mengekspresikan pendapat dan reaksi mereka terhadap pemecatan Philippe Troussier melalui berbagai platform media sosial dan forum diskusi.

Dengan berakhirnya masa kerja Philippe Troussier sebagai pelatih timnas Vietnam, tim ini segera memasuki babak baru dalam perjalanan mereka menuju pencapaian prestasi yang lebih baik di panggung internasional.

Meskipun ada ketidakpastian mengenai siapa yang akan menjadi pelatih baru timnas Vietnam, harapan dan dukungan dari seluruh masyarakat Vietnam tetap tinggi untuk melihat timnas mereka meraih kesuksesan di masa depan.

Pemecatan Philippe Troussier sebagai pelatih timnas Vietnam telah mengguncang dunia sepak bola dan menjadi pembicaraan utama di kalangan penggemar sepak bola. Dengan berakhirnya masa kerja Philippe Troussier, timnas Vietnam memasuki babak baru dalam perjalanan mereka menuju kesuksesan di panggung internasional.

Semoga dengan kedatangan pelatih baru, timnas Vietnam dapat mencapai prestasi yang lebih gemilang di masa mendatang. (*)

LAM Bintan Utara dan PWI Bintan Gelar Buka Puasa Bersama Sekaligus Berbagi Santunan ke Anak Yatim di Tanjunguban

0
Ketua LAM Bintan Utara, M Idha dan Ketua PWI Bintan, Harjo Waluyo berbagi santunan ke anak yatim di acara berbuka puasa bersama di Kampung Mentigi, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Senin (25/3/2024) sore. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Bintan Utara mengandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bintan menggelar buka puasa bersama sekaligus penyerahan santunan ke anak-anak yatim di Kampung Mentigi, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Senin (25/3/2024) sore.

Kegiatan dihadiri tokoh masyarakat dan agama serta pemuda di Tanjunguban.

Ketua LAM Kecamatan Bintan Utara, M Idha menyampaikan, kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kepada anak yatim di Tanjunguban.

Dia berharap, santunan yang diberikan ke anak yatim dapat bermanfaat.

BACA JUGA: Oma Terharu Usai PWI Bintan Selesai Rehab Rumahnya

Dia juga menyinggung soal kenakalan remaja yang terjadi akhir-akhir ini.

Dia berharap, kejadian yang dialami anak baik sebagai korban maupun pelaku tidak terulang lagi. Karenanya, diperlukan pengawasan dari semua pihak.

Ketua PWI Kabupaten Bintan, Harjo Waluyo menyampaikan, tidak hanya mempererat silaturahmi, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim di Tanjunguban.

Dia juga menanggapi soal maraknya aksi kekerasan yang dialami anak di Bintan seperti viralnya video aksi perundungan dan kekerasan anak di Kijang, Kecamatan Bintan Timur.

Tidak hanya itu, dia juga menyampaikan dugaan pencabulan balita yang terjadi di Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan, yang korban dan keluarganya menghilang.

Dia berharap, semua pihak khususnya orangtua harus mengawasi anak-anaknya. (*)

 

Reporter: Slamet N