
batampos– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bintan, akhir-akhir marak.
Dalam sehari, 1 hingga 3 kali kejadian.
Diduga, kebakaran terjadi akibat ulah oknum tidak bertanggungjawab yang sengaja membakar lahan.
Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi mengakui peristiwa karhutla di wilayah kerjanya marak.
“Bukan meningkat lagi, tapi marak. Setiap hari ada saja kebakaran lahan, bisa dua sampai tiga kejadian,” katanya.
Menurutnya, karhutla yang terjadi bukan karena semata faktor cuaca panas yang melanda akhir-akhir ini.
“Indikasinya sengaja dibakar untuk membuka lahan. Setelah dibakar ditinggal pergi,” katanya.
Seperti kebakaran lahan di daerah Jibut, Lobam yang terjadi belum lama ini.
“Itu lahannya luas, kalau dilihat kondisinya di lapangan, indikasinya ada kesengajaan dibakar lalu dibiarikan. Diduga orang membuka lahan,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah mengakui, karhutla di Bintan akhir-akhir meningkat.
Disinggung apakah karhutla yang terjadi di Bintan sudah masuk dalam kategori darurat karhutla?
“Belum,” jawabnya.
Menurutnya, kondisi darurat karhutla terjadi apabila asap yang disebabkan karhutla sudah menganggu aktivitas masyarakat.
“Walau di Bintan terdeteksi beberapa titik panas seperti di Tanjunguban dan Gunung Kijang tapi karhutla yang terjadi belum berdampak ke aktivitas masyarakat,” katanya.
BACA JUGA: Kebakaran Meningkat, Petugas Damkar Tanjunguban Waswas Stok BBM Menipis
Selain itu, tambahnya, karhutla yang terjadi masih bisa ditangani pemadam dalam beberapa jam.
Dia mengatakan, karhutla yang terjadi disebabkan faktor manusia.
“Faktor manusia lebih banyak. Kita sudah imbau ke masyarakat jangan buka lahan dengan dibakar tapi masih saja dibakar,” katanya.
Dengan maraknya karhutla di Bintan, dia meminta pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan mengaktifkan kembali relawan karhutla.
Dia juga mengimbau ke masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan dengan dibakar.
“Bakar sampah jangan sembarangan, karena bisa berpotensi kebakaran ditambah kondisi angin akhir-akhir ini kencang,” tambahnya. (*)
Reporter: Slamet N









