Jumat, 19 Juni 2026
Beranda blog Halaman 3855

Solusi Mengatasi Kekurangan 900 Tenaga Guru, Disdik Batam Buka Jalur PPPK

0
guru
ilustrasi (freepik)

batampos – Dinas Pendidikan (Disdik ) Kota Batam akan segera menyampaikan kebutuhan guru kepada Kementerian Pendidikan dan Ristek. Kebutuhan guru yang mencapai 900 lebih ini akan menjadi masalah, jika tidak segera terpenuhi. Apalagi tahun ajaran baru sebentar lagi bergulir.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto mengatakan, opsi paling cepat dalam perekrutan tenaga guru adalah melalui jalur pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Sebab, tahun 2024 ini Kemendikbud belum memberikan sinyal penerimaan CPNS untuk tenaga guru.

“Sudah beberapa tahun ini tak ada lagi CPNS untuk guru. Jadi semua guru honorer didorong menjadi tenaga PPPK,” tegas Tri kepada Batam Pos, Sabtu (4/5).

Mengenai kesempatan guru swasta bisa ikut seleksi PPPK untuk menutupi kekurangan tenaga guru di sekolah negeri, Tri menjelaskan perekrutan tenaga PPPK tahun ini difokuskan pada pegawai honor daerah. Belum ada rencana dari tenaga guru swasta.

“Namun tidak menutup kemungkinan jika ada kebijakan lain maka akan dibuka juga untuk umum,” ujar Tri.

Disdik Batam juga masih terus berdiskusi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi terbaik. Hal ini karena kebutuhan guru termasuk yang prioritas. Tri mengaku sudah bertemu beberapa perguruan tinggi untuk membahas mekanisme yang bisa digunakan.

“Misalnya melalui outsourcing. Pola ini mungkin saja diterapkan. Namun kami juga harus melaporkan hal ini kepada Kemendikbud. Karena bisa jadi temuan jika tidak diketahui dan disetujui pusat,” bebernya.

Baca Juga: Jaksa Minta Bantuan BPK Hitung Kerugiaan Negara terkait Dugaan Korupsi RSUD Batam

Tri mengungkapkan, persoalan kekurangan tenaga guru di Batam terjadi karena pemerintah daerah tidak diperbolehkan lagi merekrut tenaga guru honorer baru karena bisa membebani keuangan daerah. Larangan ini sesuai arahan dari Kementerian Pendayagunaan aparatur negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB).

“Jadi memang sudah beberapa tahun ini, kami tidak ada penambahan tenaga guru lagi, yang ada hanya meningkatkan status mereka dari honorer menjadi ASN (PPPK, red),” sebutnya.

Kekurangan tenaga guru ini juga terjadi karena selama ini banyak guru yang mengajar tidak linear dengan bidang mereka. Misalnya guru sarjana pendidikan tertentu mengajar di sekolah SD, padahal untuk sekolah dasar ini harus dari PGSD.

Sehingga, ketika mereka lolos PPPK, mereka mengajar sesuai dengan hasil ujian dan sekolah yang mereka pilih. Ketika mereka meninggalkan sekolah lama, maka terjadi kekosongan. Ini yang menyebabkan kekurangan guru itu terjadi. Sehingga dibutuhkan segera solusi untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Outsourcing adalah salah satu opsi yang bisa dilakukan. Namun kami harus matangkan dulu, termasuk dari segi hukum dan lainnya. Kami juga terus berkoordinasi dengan BKPSDM yang membawahi urusan pegawai, agar bisa sama-sama menemukan solusi terbaik untuk memenuhi kekurangan guru ini,” papar Tri.

Tri berharap solusi dari kekurangan guru ini segera dituntaskan. Sehingga sistem pembelajaran bisa berjalan lancar. Polemik ini akan terus terjadi, terutama usai dilaksanakannya penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang sudah di depan mata.

“Pada intinya kami tidak ingin siswa kekurangan guru dan kami juga tidak mau ada guru yang mengajar di luar jam mengajar yang sudah ditentukan. Perlahan kami akan benahi terus sistem pendidikan, agar bisa jadi lebih baik,” ujarnya. (*)

 

Reporter : YULITAVIA

KKP Amankan 3 Kapal Asing di Laut Natuna dan Selat Malaka

0

batampos – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil tiga unit kapal pencuri ikan ilegal yang kedapatan melakukan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan Indonesia yaitu dua kapal di Laut Natuna dan satu kapal di Selat Malaka.

Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Dr. Pung Nugroho Saksono, A.Pi, MM (Ipunk) saat Konferensi pers Operasi Penangkapan Kapal Ikan Asing di Pangkalan PSDKP Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (4/5/2024) menjelaskan PSDKP berhasil menangkap tiga kapal asing pencuri ikan ilegal di waktu bersamaan.

“Hari ini kami berhasil menangkap tiga kapal sekaligus, dua di Laut Natuna berbendera Vietnam dan satu di Selat Malaka berbendera Malaysia. Kami tidak kendor dan tanpa kompromi untuk tetap mengamankan setiap jengkal wilayah laut Indonesia,” tegas Ipunk.

Ipunk sendiri yang mengawal langsung operasi penangkapan KIA di Laut Natuna menggunakan Kapal Pengawas (KP) Orca 02. Ia bertolak dari Pangkalan PSDKP Batam pada, (3/5/2024) malam pukul 23:00 WIB.

Pada hari Sabtu, 4 Mei 2024, pukul 09.03 WIB operasi penangkapan kapal ikan Vietnam membuahkan hasil. Aparat PSDKP berhasil menghentikan, memeriksa dan menahan (Henrikhan) 2 (dua) unit Kapal Ikan Asing (KIA) ilegal berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara.

“Kami merespon cepat atas aduan dari nelayan dan masyarakat. Laut Natuna ini seksi dan belum dimaksimalkan pengelolaan dengan potensi yang melimpah. Tapi saat ini, di zaman Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, kita memiliki kebijakan, Laut Natuna ini harus diisi dengan kapal-kapal Indonesia. Untuk itu negara hadir, KKP hadir di Laut Natuna Utara untuk memberantas illegal fishing yang semakin hari semakin marak dan tidak ada habisnya,” ujarnya.

Laut Natuna sendiri, lanjut Ipunk, menjadi salah satu Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) yang paling banyak ditemui praktik illegal fishing, lantaran pemerintah negara tetangga mengklaim batas wilayah perairannya menggunakan Landas Kontinen dimana batas wilayahnya ditentukan sampai palung atau area di bawah permukaan laut.

Sedangkan Indonesia sendiri menggunakan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah zona yang luasnya 200 mil laut dari garis dasar pantai. Untuk itu, secara tegas pihaknya secara tegas memberantas illegal fishing di Indonesia.

“Kondisi ini yang harus kita jaga. Untuk menjaga Laut Natuna ini tidak bisa sendiri, butuh kolaborasi baik dengan aparat penegak hukum lain seperti TNI/Polri, Bakamla hingga Bea Cukai. Kita saling bahu membahu, saya yakin kekompakan aparat kita luar biasa, ini bagian dari strategi kami para aparat penegak hukum agar laut tidak kosong dengan aparat kita,” ujarnya.

Sebagai informasi dua kapal asing Vietnam tersebut memiliki nomor lambung BV 4417 TS (100 GT) dengan jumlah 15 ABK dan kapal BV 1182 TS (66 GT) dengan jumlah ABK sebanyak 5 orang yang merupakan WNA berkebangasaan Vietnam dengan muatan sebanyak 10 Ton (ikan campur).

Satu unit kapal berbendera Malaysia KM. SLFA 5178 (64.77 GT) dengan 3 ton muatan ikan campur. Saat ini kapal dibawa Stasiun PSDKP Belawan. Ketiga kapal asing tersebut tidak memiliki Dokumen Perizinan berusaha Penangkapan Ikan yang sah dan menggunakan alat tangkap terlarang trawl.

“Perlu diketahui, bukan seberapa besar jumlah ikan yang sudah diangkut KIA tersebut, namun jumlah kerugian negara. Dan KIA tersebut menggunakan trawl yang mampu merusak ekologi di perairan Indonesia, seperti arah kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ekologi adalah panglima untuk menjaga keberlanjutan ekosistem serta membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat dan negara,” ujarnya.

Untuk diketahui, trawl merupakan salah satu alat penangkapan ikan yang dilarang untuk dioperasikan di wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 71/PERMEN-KP/2015 tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

Pendaftaran ASN 8 Sekolah Kedinasan Dibuka

0
ILUSTRASI: (Dimas Pradipta/JawaPos.com)

batampos – Ingin menjadi aparatur sipil negara (ASN) melalui jalur sekolah kedinasan? Segeralah bersiap. Sebab, pendaftaran dimulai pada pekan kedua bulan ini. Total kuota yang disediakan mencapai 3.445 orang.

Itulah yang disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas.

Dia menerangkan, saat ini sekolah-sekolah kedinasan tersebut masih berkoordinasi terkait teknis pendaftaran dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dia menjelaskan, kuota 3.445 orang itu tersebar untuk delapan kementerian dan lembaga. Dia menambahkan, penentuan jumlah kuota ASN mengacu pada kebutuhan dan tantangan-tantangan ke depan. Anas lantas mencontohkan Politeknik Siber dan Sandi Negara.

”Era digital tidak terelakkan. Kita membutuhkan talenta terkait dengan cyber security,” terangnya.

Begitu pula STMKG. Menurut Anas, perubahan iklim merupakan tantangan masa depan. Karena itu, dibutuhkan talenta yang mumpuni dalam persoalan perubahan iklim.

”Semua kuota itu disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan negara,” ujarnya.

Selain membeberkan kuota sekolah kedinasan, Anas memaparkan perkembangan instansi yang mengusulkan kebutuhan ASN. Hingga saat ini, ada empat instansi yang belum membuat perincian formasi ASN.

”Empat kementerian ini karena jumlah formasinya banyak. Salah satu kementerian yang belum membuat perincian membutuhkan formasi 110 ribu ASN,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, ada kementerian dan lembaga yang belum memutakhirkan data ASN. Padahal, masa pengusulan formasi ASN sudah beberapa kali diperpanjang.

”Awalnya 5 April, lalu 20 April, akhirnya diperpanjang lagi 30 April,” katanya.

Anas menyatakan, kementerian lainnya dipastikan sudah membuat perincian formasi ASN. Perinciannya, 36 instansi proses perincian formasi melalui layanan elektronik BKN, 38 instansi proses digital signature oleh PPK instansi pemerintah, 371 instansi proses verifikasi dan validasi BKN, serta 152 instansi proses digitalisasi signature kepala BKN.

”Yang lainnya sedang berproses dan diharapkan selesai sesuai dengan jadwal,” tutur mantan bupati Banyuwangi itu. (*)

SUmber: JP group

Ada 20 Titik di Batam, Drainase Induk Banyak Kolaps

0
Hujan Banjir Dalil Harahap4 scaled e1713836080472
Pengendara melintasi jalan yang tergenang air di Batuaji. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Rabu siang 1 Mei 2024, awan di langit Batam tiba-tiba menggumpal di berbagai wilayah, khususnya wilayah Batuaji, Sagulung, dan Marina (Sekupang). Tak lama kemudian, kumpulan awan itu semakin pekat. Lalu, menumpahkan air ke bumi Batam.

Kurang lebih satu jam hujan deras turun membuat sejumlah titik di tiga wilayah itu berubah jadi genangan air yang oleh masyarakat disebut banjir. Khususnya di sejumlah ruas jalan yang sistem drainasenya tak berfungsi maksimal.

Di ruas Jalan Brigjen Katamso, Seibinti, Sagulung, contohnya. Dari kejauhan seorang pengendara ojek online (ojol) memacu kuda besinya melintasi ruas jalan yang penuh genangan air hujan. Ia bergegas karena ada pesanan lewat aplikasi Gofood yang harus segera sampai ke rumah pelanggannya.

Namun ia tak menyangka, di tengah upayanya menerjang banjir di ruas jalan itu, malah membuat kendaraanya terjebak. Mesin motornya seketika berhenti menyalah.

Dengan cepat ia menurunkan kakinya lalu menurunkan standar motornya. Ternyata tinggi banjir selutut orang dewasa, menutupi knalpot dan mesin motor matiknya.

Sang driver ojol yang ternyata seorang ibu-ibu ini kian kaget saat melihat belanjaan pesanan pelanggannya mengapung dan kantongnya yang terbuat dari bahan karton jadi koyak.

Jemarinya bergegas menyambar belanjaan itu, lalu satu persatu ia masukkan ke bagasi di balik jok motornya. Beberapa belanjaan itu ada teh dan bahan makanan lainnya.

“Saya tak mengira banjir di ruas jalan ini dalam, jadi saya terobos,” ujarnya saat ditemui Batam Pos di tengah-tegah banjir di ruas jalan itu.

Ia mau mengaku mau mengantar pesanan gofood ke Tanjunguncang dari Alfamart Tunas Regency.

Baca Juga: BPOM Batam Tindak 6 Kasus Produk Ilegal, Konsumen Harus Waspada

Pantauan Batam Pos, hujan sekitar satu jaman di kawasan ini sudah membuat banjir di beberapa ruas jalan. Penyebabnya, drainase tidak bisa lagi menampung debit air hujan dikarenakan drainase berukuran kecil.

Sekadar diketahui, ruas jalan Brigjen Katamso, persis di depan kantor kelurahan Tanjunguncang, memang langganan banjir. Hujan deras sebentar saja, tinggi air bisa mencapai sebetis orang dewasa. Arus lalu lintas jadi terhambat karena banjir sulit diterobos.

Pantauan di lapangan, lokasi langganan banjir ini merupakan lokasi jalan yang berada di posisi rendah. Drainase di samping jalan ada, namun tersumbat sampah dan sedimen tanah bercampur pasir, hingga air permukaan dari hujan meluap dan mengalir ke badan jalan.

Akibatnya, banyak sepeda motor yang mogok karena terjebak dalam genangan banjir. Bukan hanya sang ojol wanita, tapi pengendara lain juga terjebak di sana.

Banjir dan Sampah Dalil Harahap 56 scaled
Sampah dan material tanah yang menyumbat gorong-gorong. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

Situasi sama juga terjadi di Jalan Marina City dan Jalan R Suprapto depan SPBU Simpang Basecamp. Penyebabnya, kondisi jalan yang lebih rendah dari median jalan dan drainase sehingga air tak mengalir lancar ke dalam drainase.

“Pernah kami cangkul sendiri biar ada jalur air ke parit tapi tak bertahan lama. Parit buatan itu kembali tertutup tanah dan air kembali tergenang,” ujar Melky, warga yang berjualan di pinggir jalan Simpang Basecamp.

Secara menyeluruh di wilayah Batuaji, Sagulung, dan Marina memang persoalan banjir ini belum bisa diatasi secara maksimal. Meskipun ada beberapa drainase utama yang dilebarkan ataupun normalisasi namun belum sepenuhnya mengurai masalah banjir ini.

Sistem drainase yang tak saling berhubungan satu sama lain tentu tidak mudah untuk diuraikan. Penanganan harus merata dari hulu ke hilir. Jika hanya satu titik saja, maka titik lain akan tetap kebanjiran.

Baca Juga: Laka Lantas di Tiban 3, Pengendara Motor Tewas

Jalur drainase induk di depan TMP Bulan Gebang contohnya. Meski sudah dilebarkan belum lama ini, namun tetap tidak berkerja maksimal lantaran jalur penyebrangan air atau gorong-gorong ke arah Sagulung bermasalah. Saat hujan, air akan memenuhi drainase tersebut karena air tidak keluar maksimal ke wilayah Sagulung.

Di wilayah Sagulung juga banyak yang bermasalah sehingga sulit menguraikan persoalan drainase ini.

***

Persoalan banjir di Kota Batam memang bukan hal baru. Berganti wali kota beberapa kali, persoalan banjir belum juga tuntas. Bahkan setiap kali diguyur hujan, membuat sejumlah genang air di berbagai titik.

Kondisi ini diperparah dengan kondisi drainase yang kolaps, tak mampu menampung air permukaan yang debitnya tinggi saat hujan deras, sehingga menyebabkan air meluap dan banjir.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Wan Taufik mengakui ada beberapa titik banjir, termasuk yang kerap terjadi di Jalan Brigjen Katamso Tanjunguncang.

Ia mengatakan, jalan di lokasi tersebut tergenang karena air dari jalan tidak maksimal masuk ke drainase di median jalan. Hal ini disebabkan karena sampah, tanah, dan rumput yang sudah mulai tinggi di sekitar jalan dan drainase.

“Satgas drainase sudah bekerja dan saluran sudah dibersihkan. Sehingga aliran air menuju drainase tidak terganggu, dan banjir atau genangan bisa dihindarkan,” ujarnya.

Ia menekankan, pengentasan banjir sudah menjadi atensi. Tahun ini di beberapa titik juga sudah dilakukan peningkatan infrastruktur saluran airnya. Sehingga bisa meminimalisir terjadinya banjir.

Baca Juga: BMKG: Hujan Lebat di Batam Bakal Berlangsung Beberapa Hari Kedepan

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam Suhar juga mengungkapkan, berdasarkan fakta di lapangan, ada beberapa penyebab banjir. Diantaranya, perubahan tata guna lahan dari awalnya daerah resapan air menjadi daerah terbangun, termasuk juga aktivitas cut and fill yang makin banyak.

Selain itu, ada juga karena kurangnya kesadaran masyarakat dengan membuang sampah sembarangan, mendirikan bangunan di atas drainase dan menutup drainase.

“Ada juga karena pengaruh pasang surut (rob), adanya jaringan utilitas yang berada di drainase seperti pipa ATB, PLN, dan PGN, curah hujan tinggi, dan penyebab lainnya,” urai Suhar beberapa waktu lalu.

Banjir di Batam lanjutnya, juga disebabkan sinkronisasi pemanfaatan lahan dengan sistem drainase atau lahan yang sudah dialokasikan kepada pengembang yang belum pas, space saluran tidak ada, serta kapasitas saluran yang sudah tidak mampu menampung debit air hujan.

“Jadi ada banyak penyebab yang menyebabkan banjir di Batam ini,” tuturnya.

Suhar juga menyebutkan, berdasarkan data dan peninjauan di lapangan saat ini ada 20 titik banjir di Batam, anara lain; Simpang Kepri Mall-Dutamas-Legenda Bali-Legenda Malaka; Simpang Helm-Kawasan Tunas; Jalan Depan Kantor PDIP–Kawasan Samsat; Jalan Depan Villa Panbill; Jalan Trans Barelang (Depan Perumahan Cipta Asri); Jalan Depan Brimob; Jalan Depan Buana Central Park; Jalan Depan SP Plaza; Jalan Depan Villa Muka Kuning; Jalan Depan Kantor Camat Nongsa; Kawasan Kantor BPJN (Mangsang); Jalan Duyung/Kawasan Jodoh; Kawasan Bengkong Indah/Bengkong Swadebi; Rosedale–Citra Indah; Kawasan Marina City; Perumahan Green Nongsa City; Kawasan Sei Tering; Kawasan SMPN 28; Kawasan Industri Volex dan Kawasan Greenland.

WhatsApp Image 2024 01 01 at 14.34.17 e1704094818847
Banjir menggenangi Jalan Brigjen Katamso Sagulung.

Sementara itu, data DBMSDA berdasarkan hasil inventarisasi jumlah drainase eksisting yang ada di Batam, saat ini drainase primer sebanyak 121 ruas dengan panjang 108.525 meter. Lalu ada juga drainase sekunder sebanyak 1.065 ruas dengan panjang 478.890 meter.

Baca Juga: Warga Pulau Terong Keluhkan Remaja Mabuk Obat Batuk

Dari jumlah drainase eksisting itu, seluruhnya masih berfungsi. Namun, sebagian drainase yang tidak dapat berfungsi maksimal akibat sampah, sedimentasi, dan dimensi saluran yang tak memadai.

“Untuk penanganan tersebut maka dilakukan pembersihan atau pengerukan saluran dengan menggunakan tenaga manusia maupun alat berat. Sedangkan untuk saluran yang tidak memadai dimensinya maka harus dilakukan pelebaran saluran, baik secara permanen (pembangunan fisik) maupun non permanen (normalisasi),” ungkap Suhar.

Dari beberapa titik banjir tersebut, ada penanganannya dengan memperluas dimensi saluran untuk daerah atau kawasan yang secara kontur/elevasi salurannya dapat mengalir mengandalkan gravitasi. Untuk elevasi dasar saluran yang sama dengan elevasi pasang air laut diperlukan teknologi seperti pompa air.

Sedangkan untuk kawasan baru, perlu dilakukan penambahan atau pembangunan drainase dari kawasan tersebut menuju drainase primer ataupun sekunder.

Suhar menyebutkan, sebenarnya di Batam sudah terdapat drainase induk atau drainase primer. Berdasarkan hasil pendataan, terdapat drainase primer sebanyak 121 ruas. Namun akibat perubahan tata guna lahan dan pembangunan yang sangat pesat di Batam, ada sebagian drainase primer tersebut yang tidak mampu lagi menampung debit air alias kolaps.

“Kota Batam telah memiliki masterplan drainase pada tahun 2020 yang dibuat BP Batam, tentu perlu waktu, biaya, dan perencanaan yang mendetail untuk mengimplementasikan masterplan tersebut,” terang Suhar.

Bila mengacu pada master plan drainase Kota Batam yang disusun BP Batam, lanjut Suhar, selain diperlukan penambahan drainase baru untuk kawasan baru, untuk menangani banjir di Kota Batam diperlukan perluasan dimensi saluran yang ada.

Selain itu, perlu membangun sistem drainase polder di empat lokasi yakni Batam Kota, Batuampar, Lubukbaja, Sekupang. Kemudian sistem drainase coastal reservoir sebagai salah satu cadangan air baku di empat lokasi antara lain, hilir dam duriangkang, daerah selatan di Sagulung, dan Utara di Sekupang.

Disinggung titik banjir saat ini banyak menggenangi jalan utama, seperti Simpang Kabil atau Simpang Kepri Mall, Suhar menjawab, terjadinya genangan air di jalan utama secara umum disebabkan adanya sampah dan sedimen di inlet saluran jalan. Sedangkan terjadinya banjir di Simpang Kabil atau Simpang Kepri mall disebabkan adanya sampah di Sand Trap & Trash Rack (STTR) dan meluapnya air di dam Duriangkang.

Baca Juga: Mantan Anggota Brimob Polda Kepri Otaki Pemerasan Pengguna Narkoba di Dam Duriangkang

Dilanjutnya, pada saat ini Pemerintah Kota Batam memiliki program prioritas pembangunan atau peningkataninfrastruktur terutama jalan dan untuk anggaran pembangunan drainase diharapkan meningkat setiap tahunnya agar penanggulangan banjir dapat dilaksanakan secara maksimal.

Pada dasarnya, pembangunan jalan dan drainase saat ini sedang giat-giatnya dilakukan oleh Dinas BMSDA. Namun demikian, muncul kesan bahwa penanganan drainase tidak seimbang dengan pembangunan jalan.

Banjir Cuaca Dalil Harahap scaled e1702460577259
Banjir di Perumahan Barelang Tanjunguncang, Batuaji). F Dalil Harahap/Batam Pos

Hal ini disebabkan manfaat pembangunan drainase tidak bisa secara langsung dirasakan masyarakat karena penanganan banjir belum dilakukan secara komperehensif dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Selain itu, Suhar juga menyampaikan beberapa rencana pengerjaan jalan maupun infrastruktur lainnya itunda pengerjaannya. Hal ini melihat kekuatan anggaran yang ada di tahun ini terbatas.

“Rencana sistem pompa belum bisa, mungkin akan kami usulkan kembali tahun ini untuk dilaksanakan di tahun 2025 mendatang,” ujarnya.

Kendati anggaran terbatas, beberapa pengerjaan proyek akan kembali direncanakan di tahun depan. Sementara ini, untuk mengatasi persoalan banjir yang masih ada, pihaknya masih akan mengoptimalkan normalisasi drainase. Normalisasi dari hulu ke hilir terus dilaksanakan, guna mengangkat sedimen sehingga air bisa mengalir ke sungai dengan lancar.

“Anggaran normalisasi masih utama. Jadi meskipun inovasi sistem pomps belum bisa direalisasikan, kami upayakan normalisasi. Alat berat sudah turun di lapangan beberapa waktu lalu. Jadi kalau ada peningkatan debit air bisa meminimalisir,” ungkapnya.

Suhar mengakui mungkin belum semua pengentasan persoalan banjir terlaksana secara bersamaan. Persoalan mugkin akan terus mucul, terutama ada peningkatan debit air di saluran.

Baca Juga: 104.831 Kunjungan Wisman ke Batam, Didominasi WN Singapura

“Tapi kami upayakan maksimal. Kalau memang masih belum optimal, ya kami akan gesa terus selagi masih bisa. Semua akan dikerahkan mulai dari alat hingga satgas drainase. Banjir masih jadi kendala, tapi kami coba minimalisir dampaknya,” terang Suhar.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Djoko Mulyono menyampaikan, persoalan anggaran terbatas sebenarnya berasal dari Pemko Batam. Program kerja yang sudah disusun dan dianggarkan akan disetujui oleh DPRD, terutama menyangkut urusan publik.

“Banjir misalnya, sebelum disahkan anggaran itu tergantung yang diusulkan dinas terkait. Karena kami tidak ada melakukan pembatalan usulan. Sehingga berapa yang mereka usulkan, kami tinggal setujui saja. Perencanaan dan penyusunan itu dari intansi terkait atau Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, red),” kata dia, Sabtu (4/5).

DPRD lanjutnya, tidak memilik kewenangan untuk menolak anggaran yang diusulkan. Untuk itu, anggaran harus disusun dengan baik berdasarkan prioritas oleh instansi terkait.

Infrastruktur memang sudah berjalan sejak beberapa tahun ini, namun persoalan banjir belum kunjung usai. Beberapa titik banjir masih ada, dan itu disebabkan karena penataan drainase yang tidak mampu atau layak. Sehingga saat debit air mengalami peningkatan, terjadi genangan atau banjir yang menggenangi ruas jalan.

“Ini memang masih jadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah Kota Batam yang belum tuntas,” imbuh Djoko.

Masyarakat masih dibayangi kekhawatiran dan ketakutan ketika terjadi hujan, dan adanya peningkatan debit air di saluran. Hal ini akan menyulitkan mereka ketika melewati beberapa ruas jalan yang jadi titik banjir tersebut.

Anggota Komisi III lainnya, Siti Nurlailah menambahkan, terkait penangan banjir sebenarnya 10 tahun lalu pada saat terjadi banjir besar di Batam, DPRD Batam sepakat membuat master plan drainase.

Baca Juga: Bapenda Kepri Luncurkan Fuel Card Plus, Ini Kegunaannya saat Beli BBM

Namun hingga kini master plan drainase itu urung terwujud. Walaupun ada, itu pun yang lama, yang sekarang ada di BP Batam.

Terkait itu, Komisi III sudah mengajukan ranperda inisiatif untuk membuat master plan drainase.

Menurut Situ, kalau untuk banjir saat ini, yang rencananya akan dianggarkan untuk sistem pompa air.

“Kita berharap sistem penangan banjir ini bisa komperhensif, dan kita bersama kerja sama yang baik dengan stakeholder yang baik untuk merealisasikan master plan drainase yang baik. Sehingga makin jelas dari mana dan akan ke mana air ini dialirkan,” ujarnya. (*)

 

REPORTER : YULITAVIA / RENGGA YULIANDRA

Aksi Pro-Palestina Mahasiswa Meluas ke Inggris

0

batampos – Protes mahasiswa pro-Palestina tak hanya terjadi di AS. Aksi protes juga terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di London, Inggris. Dilansir dari Anadolu Agency, mahasiswa University College London (UCL) juga mendirikan perkemahan sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza.

Sekitar selusin tenda telah didirikan di luar gedung utama di Bloomsbury, di mana pintu masuk dibatasi karena hanya mahasiswa yang diperbolehkan memasuki kampus.

Anwar, juru bicara UCL Stand for Justice, menyatakan bahwa mereka telah meminta universitas untuk memenuhi tiga tuntutan utama.

’’Kami menuntut divestasi dari perusahaan mana pun yang terlibat dalam genosida yang sedang berlangsung di Gaza, mengutuk kejahatan perang tersebut, dan berjanji untuk membangun kembali universitas-universitas di Gaza, yang semuanya telah hancur,’’ kata pejabat kelompok yang mengorganisasi protes tersebut.

Gelombang demonstrasi mahasiswa pro-Palestina secara global dimulai pada 17 April di Universitas Columbia, New York, AS. Aksi itu menyebar ke berbagai negara Barat lainnya, termasuk Inggris. Aksi pro-Palestina juga dilakukan mahasiswa Institut Ilmu Politik Paris atau lebih dikenal sebagai Sciences Po (Institut d’Études Politiques de Paris).

 

UNESCO Beri Penghargaan kepada Jurnalis di Gaza

Sementara itu, UNESCO Guillermo Cano Prize menganugerahkan Penghargaan Kebebasan Pers Dunia Guillermo Cano tahun 2024 kepada para wartawan Palestina yang meliput konflik di Gaza. Penghargaan bergengsi itu disampaikan di sela-sela Konferensi Kebebasan Pers Dunia di Santiago, Cile, Kamis (2/5) lalu.

’’Di masa kegelapan dan keputusasaan ini, kami ingin menyampaikan pesan solidaritas dan pengakuan yang kuat kepada para jurnalis Palestina yang meliput krisis ini dalam keadaan yang begitu dramatis. Sebagai umat manusia, kita berutang besar atas keberanian dan komitmen mereka terhadap kebebasan berekspresi,’’ ujar Ketua Juri Internasional Mauricio Weibel. (*)

 

Sumber: JP group

Kekerasan Anak dan Perempuan Masih Tinggi

0
9 penyebab bullying dan cara mencegahnya
Bullying

batampos – Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kota Batam masih terbilang tinggi. Begitupun dengan kasus penelataran dan perdagangan orang.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (DP3A-P2KB) Kota Batam melalui UPTD PPA mencatat sejumlah kasus kekerasan pada anak, KDRT, penelantaran, hingga perdagangan orang sepanjang 2023 sebanyak 132 korban.

Rinciannya, kekerasan fisik 12 orang, psikis 2 orang, seksual 99 orang, eksploitasi anak 4 orang, penelantaran anak 9 orang, dan perdagangan orang 6 orang.

“Ini merupakan bagian dari permasalahan sosial yang harus kita hadapi bersama dengan mencari solusi terbaik,” ujar Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid, kepada Batam Pos, Sabtu (4/5).

Menurutnya, letak Batam yang cukup strategis sering dijadikan tujuan persinggahan untuk perdagangan orang. Untuk itu, penting sekali tindakan pencegahan di lingkungan masyarakat, sekolah, dan pemerintah sekaligus.

Ia mengajak semua belajar bersama tentang teknik identifikasi dan asesmen, agar dapat menangani masalah ini dengan lebih efektif. Perilaku perundungan (bullying) ini sangat merusak mental. Bahkan sampai ada korban.

“Batam harus mencegah ini. Karena beberapa kali kasus terjadi, meskipun bukan di lingkungan sekolah, itu tetap menjadi atensi Pemko Batam, dan instansi terkait lainnya untuk diatasi bersama,” tambahnya.

Baca Juga: BMKG: Hujan Lebat di Batam Bakal Berlangsung Beberapa Hari Kedepan

Salah satu upaya yang dilakukan Pemko Batam melalui DP3A-P2KB Kota Batam yaitu dengan menyelenggarakan pelatihan manajemen dan penanganan kasus.

Ia menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada lembaga pendidikan, lembaga pemerhati perempuan dan anak, aktivis, akademisi, dan tokoh pemuda dalam manajemen dan penanganan kasus.

“Semoga melalui kegiatan ini, penanganan kasus yang terencana, seperti permasalahan bullying, korban sesama perempuan, dan masalah serupa, dapat diselesaikan dengan efektif,” kata Jefridin.

Adapun sejumlah penanganan yang dilakukan di antara melalui penanganan psikososial, hukum, hingga mediasi.

Jefridin menekankan pentingnya perhatian bersama untuk memastikan pelayanan terhadap masyarakat berjalan baik dan kasus-kasus terselesaikan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Mari kita bersama-sama menjaga Batam dari kasus-kasus kekerasan, KDRT, penelantaran, trafficking, dan lainnya. Mari kita menjadi pemerhati dan pejuang sesama dengan memanfaatkan ilmu manajemen ini,” ujar dia.

Selain itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB juga memberikan layanan terpadu terdiri dari medis, psikososial/psikis, hukum, pelayanan rujukan terhadap korban, hingga monitoring dan evaluasi.

“Kami berharap melalui pelatihan ini, dapat dibangun manajemen dan sistem penanganan yang lebih terpadu dan komprehensif, sehingga masalah kekerasan dapat terselesaikan dengan baik di Kota Batam. Batam bisa menjadi rah anak, perempuan, dan lainnya,” tutup Jefridin. (*)

 

Reporter : YULITAVIA

Wanita Bersuami Loncat di Jembatan Barelang Usai Dianiaya Pacar

0

batampos – Awal Februari 2024 lalu, masyarakat Batam dihebohkan dengan berita seorang wanita muda yang nekat loncat dari Jembatan 2 Barelang. Meski tak berhasil bunuh diri, perempuan tersebut sempat mengalami beberapa luka.

Menurut informasi yang beredar, CY, perempuan beranak 1 itu nekat bunuh diri karena patah hati. Hal itu terjadi karena tak ingin hubungan percintaannya dengan Jh, sang kekasih berakhir.

Maka, pada Jumat (3/5) sore, CY, dihadirkan di Pengadilan Negeri Batam. Ia hadir sebagai saksi korban persidangan tindak pidana ringan (tipiring) perkara penganiayaan yang dilakukan sang kekasih Jh.

Sidang tipiring dipimpin hakim tunggal Benny Dharma Yoga Nasution didampingi penyidik polisi sebagai penuntut. Proses persidangan menarik perhatian. Sebab saat itu, hadir Ds, suami CY yang menjadi saksi dalam kasus penganiayaan tersebut. Sedangkan CY hadir bersama Jos Simbolon, kuasa hukumnya.

Dalam dakwaan sidang tipiring itu, penyidik polisi menjelaskan Jh dijerat pasal 352 KUHP tentang penganiayaan ringan. Dimana perbuataan Jh menyebabkan luka memar di bagian kepala Jh.

Baca Juga: Laka Lantas di Tiban 3, Pengendara Motor Tewas

Peristiwa itu berawal pada 2 Februari 2024 lalu, saat CY mendatangi rumah Jh di kawasan Bengkong sekitar pukul 05.00 WIB. Jh yang baru bangun dari tidurnya pun kaget mendengar kedatangan CY yang berteriak untuk dibukakan pintu. Dalam kondisi setengah sadar, Jh membuka pintu untuk CY. Keduanya sempat bersitegang hingga Jh melakukan penganiayaan dengan menampar pipi kanan dan kiri CY. Tak hanya itu, Jh juga memukul kepala dan mencekik kepala CY.

Usai kejadian itu, CY akhirnya mengambil visum dan melapor Jh ke Polrestabes Barelang. Dari hasil visum, dibenarkan adanya luka memar ringan yang tidak menganggu aktifitas.

Sebagian dakwaan penyidik dibantah tegas oleh Jh. Namun ia tak menapik sempat memukul kepala CY dengan ponsel korban.

“Benar dia (CY) datang ke rumah saya jam 5 pagi. Dia berteriak di depan rumah, kemudian mau naik ke atas tempat tinggal orang tua saya. Tentu saya larang karena kondisinya orang tua saya masih istirahat. Saya memang sempat memukul korban untuk pembelaan diri,” jelas Jh kepada hakim.

Menurut Jh, penganiayaan terhadap korban terjadi saat CY tiba-tiba menindih tubuhnya dan langsung mencekik serta memukulnya. Ia yang setengah sadar berusaha berontak hingga akhirnya mendapati ponsel CY di sampingnya.

“Saya dapat ponsel dia (CY) kemudian saya pukulkan ke kepalanya. Tapi saya tak ada mencekik dan menampar. Itu bohong semua, saya pastikan laporan dia di dakwaan itu salah,” ungkap Jh.

Sementara, CY yang hadir mengenakan kemeja cream juga tegas mengatakan bahwa ia telah dianiaya. Apalagi setelah kejadian itu ia sempat loncat di jembatan 2 Barelang. Kejadian penganiayaan berawal saat ia tersinggung dengan kata-kata Jh yang menyebutkan pakaian yang dipakai terlalu seksi layaknya PSK.

“Saya ditampar bolak balik, itu tak terhitung, kepala saya juga dipukul pakai hape, kemudian bagian telinga belakang saya juga dipukul,” ungkap CY.

Kepada majelis hakim CY juga sempat menunjukan bukti foto memar yang dialaminya. Ia juga menunjukan kalung yang diduga melukai lehernya karena ditarik Jh.

“Dia memang ada minta maaf, tapi tak mau buat surat perjanjian di atas kertas. Atas perbuataanya saya tak mau memaafkan,” tegas wanita berusia 25 tahun ini.

Dalam persidangan, Jh juga sempat mengingatkan kalau CY sudah disumpah untuk memberi keterangan yang benar. Atas pernyataan CY, Jh juga sempat melihatkan bukti chatnya dengan CY kepada majelis hakim. Terutama saat CY meminta balik dan juga minta uang perdamaian.

“Saya tegaskan, saya tak ada melakukan seperti yang dikatakan. Memang saya akui memukul kepala dengan hape. Untuk pertanggungjawaban bahkan saya yang menemaninya untuk visum dan melapor ke polisi. Itu bentuk tanggungjawab saya karena sudah berbuat (memukul kepala). Bahkan di luar kantor polisi, sudah ada melakukan 7-8 mediasi, tapi tetap tak ada titik terang. Makanya saya biarkan saja kasus ini berlanjut agar semuanya jelas,” ungkap Jh.

Ia juga menegaskan, sama sekali tak pernah melontarkan kata-kata CY seperti PSK. Hanya saja, ia sempat menegur CY karena berpakaian seksi, dengan memakai tang top dan celana pendek di depan teman-temannya.

“Sebagai lelaki, saya tak mau melihat dia memakai pakaian seksi. Karena itu saya bilang, ‘pakaian kamu yang sopan, masa kalah dari SPG’. Dan hal itu membuat dia berang, hingga akhirnya terjadi kejadian tersebut,” ungkap Jh.

Sedangkan kedua saksi lainnya, Eko rekan Jh, dan Ds (suami CY) tak mengetahui kejadian itu. Namun Ds mengaku dapat kiriman foto dari sang istri setelah kejadian itu saat ia terbangun dari tidur jam 7 pagi

“Saya dikirimi gambar, cuma saya tak tahu permasalahan itu,” jelas Ds.

Dalam proses persidangan, hakim Benny pun sempat geleng-geleng. Bahkan ia tegas mengatakan bingung untuk memutuskan siapa yang benar-benar salah.

“Saya tak tahu yang korbannya di sini. Keduanya merasa menjadi korban. Meski begitu saya sudah menyimpulkan perbuatan ini,” tegas hakim Benny sembari menskor sidang.

Usai menskor sidang, hakim Benny langsung membacakan putusan di depan terdakwa Jh. Dimana dalam putusan hakim Benny menyatakan Jh terbukti melakukan penganiayaan ringan sesuai pasal 352 KUHP. Dimana perbuataan terdakwa telah menyebabkan luka memar pada korban. Sedangkan hal meringankan terdakwa belum pernah dihukum.

“Memperhatikan unsur pasal telah terpenuhi, menjatuhkan pidana denda terhadap Jh sebesar Rp 1 juta,” tegas hakim Benny.

Atas putusan itu, Jh pun menerima dan membayar denda. Menurutnya, ia menerima putusan hakim yang menyatakannya bersalah.

“Saya terima karena memang saya pukul. Dan vonis hakim memberi denda, sudah sangat adil, karena disini sebenarnya saya juga korban,” tegasnya.

Sementara, CY yang didampingi kuasa hukum kecewa atas putusan itu. Apalagi hanya berupa denda.

“Saya maunya dia dihukum penjara, tapi ternyata hanya hukuman denda. Saya kecewa, tapi tunggu saja, saya akan buat laporan baru,” sebutnya.

Masih di PN Batam, Ds membenarkan saat kejadian CY masih berstatus istrinya. Namun saat ini, mereka sudah selesai melakukan sidang perceraian di PN Batam.

“Sekarang sudah dalam proses cerai, tinggal menunggu tanda tangan saja. Saat kejadian saya tak tahu, tapi memang waktu itu dia masih istri saya,” pungkas Ds. (***)

 

Reporter : Yashinta

 

Batam Jadi Tuan Rumah World Congress for Medical Law

0

sehatbatampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengaku siap menyukseskan kongres yang membahas isu hukum kesehatan (World Congress for Medical Law) ke-28 yang akan digelar di Kota Batam Juli mendatang.

Kongres ini merupakan ajang pertemuan para ahli yang bergerak pada bidang hukum kesehatan yang berasal dari berbagai negara.

“Akan ada lebih dari 60 perwakilan negara yang akan hadir di kongres ini. Ini menarik karena masalah hukum di bidang kesehatan cukup beragam,” ujar Rudi, Jumat (3/5).

Pemerintah Indonesia, khususnya Batam yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, menurut Rudi, harus tanggap juga terhadap berbagai informasi di bidang hukum kesehatan ini. Apalagi Batam merancang Sekupang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan.

Selain itu, Batam juga sedang giat-giatnya mendorong kemajuan sektor pariwisata lewat program MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition/Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran), baik skala nasional maupun internasional.

“Jadi, dipilihnya Batam sebagai tuan rumah merupakan suatu kehormatan. Momen ini bisa mendorong hunian hotel meningkat dan Batam siap karena memiliki fasilitas yang layak untuk mendukung penyelenggaraan event internasional ini,” ujar Rudi.

Posisi Batam yang masuk tiga besar kota tujuan bagi wisman, membuat penyelenggaraan event international atau kaliber dunia di Batam akan sama kualitasnya dengan pelaksanaan di Jakarta atau di Bali. Bahkan bisa jadi lebih baik karena fasilitas di Batam tak kalah dari Jakarta dan Bali.

“Banyak event nasional dan internasional yang digelar di Batam, ini menggeliatkan MICE Batam dan tentu akan berdampak pada ekonomi Batam,” ujarnya.

Untuk itu, Rudi meminta agar lokasi wisata dan berbagai fasilitas kota yang lain menerima para tamu-tamu ini dengan keramahtamahan tinggi khas Melayu. Ia juga berharap bersama Universitas International Batam (UIB), panitia lokal dapat menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu-tamu lebih dari 60 negara di event ini.

Ketua Panitia, Dr Bahtiar Husain didampingi Dr Ibrahim mengungkapkan, dalam World Congress ini, akan didiskusikan 120 paper dalam 30 sesi symposia.

“Kita harus menjadi tuan rumah yang baik untuk tamu-tamu terhormat ini”, ujarnya.

Selain itu, Bahtiar juga melihat isu kesehatan harus menjadi fokus bagi Batam. Karena Batam sudah mempersiapkan kawasan ekonomi khusus (KEK) Kesehatan. Rumah sakit RSBP sebagai KEK Kesehatan diharapkan menjadi destinasi berobat bagi warga lokal, bahkan luar nantinya.

“Setiap tahun banyak WNI yang berobat ke luar negeri. Jadi KEK Kesehatan ini diharapkan bisa mengambil peluang. Tentu harus didukung peralatan, dan tenaga kesehatan juga. Satu hal yang paling penting mereka tanggap soal isu kesehatan, dan bidang hukum kesehatan,” bebernya. (*)

 

 

Reporter : YULITAVIA

PAN Kota Batam Usung Biyanto dan Safari Ramadan pada Pilkada Batam

0
biyanto
KETUA penjaringan Pilkada Batam DPD PAN Kota Batam Biyanto (dua dari kiri) berfoto bersama panitia tim penjaringan DPD PAN Kota Batam, Sabtu (4/5).   (F. PANITIA PENJARINGAN DPD PAN KOTA BATAM)

batampos – DPD PAN Kota Batam pada hari Senin (6/5) nanti resmi akan membuka pendaftaran penjaringan bakal calon Walikota Batam maupun Wakil Walikota Batam periode 2024-2029. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Tim penjaringan Pilkada DPD PAN Kota Batam Biyanto, yang juga anggota Komisi 3 DPRD Kota Batam.

Pada penjaringan pendaftaran bakal calon Walikota Batam maupun Wakil Walikota Batam nantinya, DPD PAN Kota Batam akan langsung tancap gas pool.

“Artinya kami harus segera membuka penjaringan pada Pilkada Batam ini selama dua minggu ke depan mulai Senin (6/5) hingga Sabtu (18/5) mendatang. Bagi para calon yang ingin ikut andil mendaftar, baik itu sebagai bacalon Batam 1 maupun Batam 2 ke DPD PAN Kota Batam, silakan langsung datang mendaftar ke sekretariat kami di rumah pemenangan PAN Batam di kawasan Imperium Batam Centre,” ujar Biyanto, Sabtu (4/5) siang.

Biyanto berharap, nantinya pada penjaringan para bacalon, PAN Batam mendapatkan bibit-bibit yang potensial untuk memimpin Kota Batam, yang bisa memajukan Kota Batam dalam segi pembangunan, baik ekonomi maupun SDM masyarakat Batam, yang bisa mempersatukan masyarakat Batam yang sangat majemuk masyarakatnya, dengan beragam suku, agama dan budayanya, sehingga pembangunan ke depan di Batam akan semakin maju.

“Sebenarnya kami sudah tahu siapa yang paling berpotensi maju pada Pilkada Batam, dan berpotensi meraih kemenangan, sementara ini baru ada dua yakni Marlin dan Amsakar Achmad sampai saat ini sementara,” tegasnya.

Sementara sekretaris tim penjaringan pendaftaran Pilkada Batam DPD PAN, Leo Anggra Saputra, yang juga anggota Komisi II DPRD Batam menegaskan, pada Pilkada Batam 2024 nanti, dari kader internal DPD PAN Kota Batam, resmi memajukan dua kader potensialnya untuk diproyeksikan maju pada Pilkada Batam. Dua kader potensial DPD PAN Kota Batam yang dimajukan pada Pilkada Batam adalah Biyanto, dan juga Kedua DPD PAN Kota Batam Safari Ramadan.

“DPD PAN Kota Batam resmi mengusung juga dua kader internal kami sudah berdasarkan rapat internal kami. Kami dari DPD PAN Kota Batam juga ingin dari kader internal potensial PAN juga berkiprah di Batam, khususnya di eksekutifnya. Apakah nanti diproyeksikan sebagai calon Batam 1 atau Batam 2, hal tersebut nanti keputusannya mutlak dari DPP PAN,” tegas Leo.

Namun Leo juga menegaskan bahwa, DPD PAN Kota Batam juga terbuka kepada para calon eksternal di luar PAN untuk mendaftar melalui DPD PAN Kota Batam soal Pilkada Batam.

Tak hanya sekadar menjaring para bakal calon yang potensial saja. Leo menegaskan, DPD PAN Kota Batam nantinya juga akan menggelar survei soal bakal para calon di Pilkada Batam, tentang siapa yang paling berpotensi tingkat keterpilihannya tinggi, siapa yang dinilai masyarakat mampu memimpin Batam pada kemajuan.

“Dari hasil survei nanti dari PAN, siapa yang lebih berpeluang atau berpotensi memimpin Batam ke depan dan berpotensi terpilih nantinya, itu yang akan kami rapatkan lagi. Kami dari pengurus hanya menjalankan instruksi dari DPP PAN saja. Keputusan mutlak, DPP PAN yang akan memutuskannya,” terangnya.

Lantas siapa saja para bakal calon maupun para petinggi partai politik di Batam yang sudah melakukan pendekatan atau komunikasi dengan PAN Kota Batam? Leo menegaskan sudah ada banyak para bakal calon yang menjalin komunikasi intens dengan DPD PAN Kota Batam. (*)

 

Reporter: GALIH ADI SAPUTRO

 

Ribuan Warga Batam Hadiri Tausyiah Ustad Abdul Somad

0
uas 1
UAS saat tabligh akbar di Kota Batam, Sabtu (4/5/2024) malam. (F. Cecep Mulyana / Batam Pos)

batampos – Ribuan warga Batam memadati dataran Engku Putri, Batamcenter, Sabtu (4/5) malam. Ribuan umat muslim ini bahkan sudah datang sejak sore hari, demi menyaksikan ceramah ustad Abdul Somad yang hadir dalam kegiatan kenduri syawal 1445 hijriah.

Ustad Abdul Somad tiba dan menyapa jemaah yang sudah menunggu sejak sore hari.

Kenduri Syawal dibuka dengan lantunan ayat suci Al-quran. Ribuan jemaah ini larut dalam lantunan ayat suci yang dibacakan dalam membuka acara.

Ketua Panitia, Teddy Nuh mengucapkan terima kasih atas kesedian ustad Abdul Somad yang sudah menyempatkan hadir di Kota Batam.

“Alhamdulillah Batam dapat kunjungan dua kalo setahun. Beliau nyaman berdakwah di Batam, termasuk mengisi kegiatan kenduri syawal ini,” kata dia.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Batam memberikan dukungan berupa menyediakan tempat, ketika ulama berkunjung.

“Terima kasih kepada warga Batam yang sudah datang dan semoga tausyah yang akan disampaikan ini bisa bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya.

Baca Juga: BPOM Batam Tindak 6 Kasus Produk Ilegal, Konsumen Harus Waspada

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid menyampaikan Tabligh Akbar Kenduri Syawal yang menghadirkan penceramah Ustad Abdul Somad (UAS).

“Ustadz Abdul Somad akan menyampaikan tausyiah agama, di hadapan para peserta acara kenduri syawal ini. Mari seluruh masyarakat Batam hadir meramaikan acara ini,” kata Jefridin.

Acara kenduri syawal ini diselenggarakan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi KEPRI bersama KNPI Kota Batam dalam rangkaian safari dakwah. Acara puncak akan berlangsung pada tanggal 4 Mei 2024, di Dataran Engku Putri, mulai pukul 19.00 WIB.

Diperkirakan sebanyak 10.000 orang akan hadir dalam acara tersebut. Pemerintah Kota Batam telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk KNPI, untuk memastikan kelancaran acara.

“Kami berharap acaranya bisa berjalan lancar. Acara akan dimulai dengan urutan yang sederhana, termasuk sambutan dari Wali Kota, Wakil Gubernur, dan tausyiah dari Ustad Abdul Somad,” tambah Jefridin. (*)

 

Reporter : YULITAVIA