Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 386

KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil di Luar Negeri

0
KPK membuka peluang untuk memanggil Aura Kasih terkait aktivitas Ridwan Kamil di luar negeri. (Instagram: aurakasih)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memanggil pesohor Aura Kasih untuk dimintai keterangan terkait aktivitas Ridwan Kamil (RK) di luar negeri saat menjabat Gubernur Jawa Barat periode 2018–2023.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penyidik akan memanggil pihak-pihak yang dinilai dapat memberikan penjelasan terkait aktivitas Ridwan Kamil, baik di dalam maupun luar negeri.

“Ya, terkait dengan aktivitas RK, baik di dalam maupun di luar negeri, tentu nanti penyidik akan memanggil pihak-pihak yang diduga bisa menjelaskan dan menerangkan berkaitan dengan aktivitas-aktivitas tersebut,” ujar Budi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/2).

Menurut Budi, pemeriksaan tersebut tidak hanya berfokus pada aktivitas yang dilakukan, tetapi juga menyangkut pembiayaan kegiatan tersebut. Hal ini dilakukan untuk menelusuri sumber dana yang digunakan.

“Karena ini nanti akan kami kaitkan dengan sumber biaya tersebut,” katanya.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai kemungkinan pemanggilan Aura Kasih, Budi belum memberikan kepastian. Ia menegaskan, KPK akan menyampaikan informasi lebih lanjut apabila penyidik telah menentukan pihak-pihak yang akan dipanggil.

“Terkait dengan siapa-siapanya yang nanti akan dimintai keterangan, nanti kami akan update,” ujarnya.

Saat ini, KPK tengah mengusut dugaan korupsi pengadaan iklan pada Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) periode 2021–2023. Dalam perkara tersebut, KPK telah menetapkan lima orang tersangka pada 13 Maret 2025.

Kelima tersangka itu adalah Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi (YR), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank BJB Widi Hartoto (WH), Pengendali Agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan (IAD), Pengendali Agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress Suhendrik (SUH), serta Pengendali Agensi Cipta Karya Sukses Bersama Sophan Jaya Kusuma (SJK).

Penyidik KPK memperkirakan kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai sekitar Rp 222 miliar.

Sebelumnya, pada 10 Maret 2025, KPK menggeledah rumah Ridwan Kamil dalam rangka penyidikan perkara Bank BJB dan menyita sejumlah barang, termasuk sepeda motor dan mobil. Selanjutnya, pada 2 Desember 2025, Ridwan Kamil memenuhi panggilan KPK sebagai saksi dalam kasus tersebut. (*)

Artikel KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil di Luar Negeri pertama kali tampil pada News.

Euromaritime Jadi Panggung Batam Menarik Investasi Maritim

0

batampos – Batam kian mempertegas perannya sebagai simpul strategis dalam jalur perdagangan global melalui keikutsertaan BP Batam pada pameran Euromaritime 2026 di Marseille, Prancis.

Batam tidak lagi diposisikan sekadar sebagai kawasan industri penunjang, melainkan diperkenalkan sebagai platform operasional industri maritim yang berada di jantung pelayaran Selat Malaka dan Singapura.

Dalam sesi forum diskusi, Anggota/Bidang Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, tampil sebagai pembicara. Ia menekankan bahwa daya saing Batam ditopang oleh kombinasi lokasi strategis, status kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ), serta ekosistem industri maritim yang telah terbangun solid.

“Batam tidak hanya unggul secara geografis, tetapi juga siap dari sisi industri. Kami berada di jalur perdagangan dunia dan siap menjadi mitra strategis dalam rantai pasok global,” kata Fary, di hadapan pelaku industri maritim Eropa.

Agenda BP Batam di Marseille diawali dengan pertemuan bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Marseille yang menyatakan dukungan terhadap langkah Batam memperluas jejaring kerja sama ekonomi Indonesia di kawasan Eropa.

Partisipasi dalam Euromaritime dinilai sejalan dengan upaya diplomasi ekonomi Indonesia untuk mendorong kawasan strategis nasional masuk dalam jaringan industri global.

“Kehadiran BP Batam di Euromaritime mencerminkan meningkatnya perhatian dan kepercayaan internasional terhadap Batam sebagai mitra strategis di sektor maritim dan investasi,” ujar Konsul Jenderal RI di Marseille, Dian Kusumaningsih.

Minat pelaku industri Eropa terlihat dari respons positif terhadap skala industri galangan kapal di Batam, yang menjadi salah satu yang terbesar dan paling terkonsentrasi di Asia Tenggara.

Sejumlah perusahaan maritim di Prancis menyatakan ketertarikan menjajaki peluang kolaborasi, mulai dari desain kapal, industri pendukung perkapalan, hingga layanan maritim lainnya.

Peluang tersebut akan ditindaklanjuti melalui agenda business matching yang direncanakan berlangsung di Batam pada Maret 2026.

Keikutsertaan BP Batam dalam Euromaritime 2026 turut didukung delegasi daerah dan teknis, antara lain Ketua Kadin Kepulauan Riau Mustava, Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni, serta Direktur Investasi BP Batam Dendi Gustinandar.

Kehadiran delegasi tersebut mencerminkan sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat promosi investasi Batam di tingkat internasional.

Didorong realisasi investasi sebesar Rp69,3 triliun sepanjang 2025, Batam tidak hanya mampu bertahan di tengah ketidakpastian global, tetapi juga naik kelas dari kawasan industri regional menjadi pemain yang mulai diperhitungkan dalam arsitektur maritim dunia. (*)

Artikel Euromaritime Jadi Panggung Batam Menarik Investasi Maritim pertama kali tampil pada Metropolis.

Euromaritime Jadi Panggung Batam Menarik Investasi Maritim

0

batampos – Batam kian mempertegas perannya sebagai simpul strategis dalam jalur perdagangan global melalui keikutsertaan BP Batam pada pameran Euromaritime 2026 di Marseille, Prancis.

Batam tidak lagi diposisikan sekadar sebagai kawasan industri penunjang, melainkan diperkenalkan sebagai platform operasional industri maritim yang berada di jantung pelayaran Selat Malaka dan Singapura.

Dalam sesi forum diskusi, Anggota/Bidang Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, tampil sebagai pembicara. Ia menekankan bahwa daya saing Batam ditopang oleh kombinasi lokasi strategis, status kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ), serta ekosistem industri maritim yang telah terbangun solid.

“Batam tidak hanya unggul secara geografis, tetapi juga siap dari sisi industri. Kami berada di jalur perdagangan dunia dan siap menjadi mitra strategis dalam rantai pasok global,” kata Fary, di hadapan pelaku industri maritim Eropa.

Agenda BP Batam di Marseille diawali dengan pertemuan bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Marseille yang menyatakan dukungan terhadap langkah Batam memperluas jejaring kerja sama ekonomi Indonesia di kawasan Eropa.

Partisipasi dalam Euromaritime dinilai sejalan dengan upaya diplomasi ekonomi Indonesia untuk mendorong kawasan strategis nasional masuk dalam jaringan industri global.

“Kehadiran BP Batam di Euromaritime mencerminkan meningkatnya perhatian dan kepercayaan internasional terhadap Batam sebagai mitra strategis di sektor maritim dan investasi,” ujar Konsul Jenderal RI di Marseille, Dian Kusumaningsih.

Minat pelaku industri Eropa terlihat dari respons positif terhadap skala industri galangan kapal di Batam, yang menjadi salah satu yang terbesar dan paling terkonsentrasi di Asia Tenggara.

Sejumlah perusahaan maritim di Prancis menyatakan ketertarikan menjajaki peluang kolaborasi, mulai dari desain kapal, industri pendukung perkapalan, hingga layanan maritim lainnya.

Peluang tersebut akan ditindaklanjuti melalui agenda business matching yang direncanakan berlangsung di Batam pada Maret 2026.

Keikutsertaan BP Batam dalam Euromaritime 2026 turut didukung delegasi daerah dan teknis, antara lain Ketua Kadin Kepulauan Riau Mustava, Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni, serta Direktur Investasi BP Batam Dendi Gustinandar.

Kehadiran delegasi tersebut mencerminkan sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat promosi investasi Batam di tingkat internasional.

Didorong realisasi investasi sebesar Rp69,3 triliun sepanjang 2025, Batam tidak hanya mampu bertahan di tengah ketidakpastian global, tetapi juga naik kelas dari kawasan industri regional menjadi pemain yang mulai diperhitungkan dalam arsitektur maritim dunia. (*)

Artikel Euromaritime Jadi Panggung Batam Menarik Investasi Maritim pertama kali tampil pada Metropolis.

SNBP 2026 Dimulai, Terapkan 7 Strategi Ini agar Tak Salah Pilih Jurusan

0
ILUSTRASI: Seleksi Nasional berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). (Dimas Pradipta/JawaPos)

batampos – Memilih program studi di Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 tidak bisa dilakukan secara asal atau sekadar ikut-ikutan teman. Keputusan memilih prodi akan menentukan arah masa depan akademik dan karier, sehingga perlu dipertimbangkan secara matang.

Persaingan SNBP 2026 kian ketat. Kuota yang terbatas serta sistem penilaian yang bersifat komparatif antar-sekolah membuat strategi pemilihan program studi menjadi faktor krusial untuk meningkatkan peluang lolos. SNBP 2026 kini telah dibuka, inilah tujuh strategi yang dapat diterapkan siswa agar lebih kompetitif sejak awal.

1. Realistis Menilai Posisi Akademik

Langkah pertama adalah memetakan posisi akademik di sekolah. Apakah berada di 10 persen teratas, 20 persen, atau di bawahnya? Meski sekolah dapat mengajukan hingga 50 persen siswa kelas XII sebagai peserta SNBP, kenyataannya siswa yang lolos umumnya berasal dari kelompok dengan performa akademik paling kuat secara relatif antar-sekolah.

Semakin realistis menilai kemampuan diri, semakin tepat pula strategi dalam menentukan pilihan program studi.

2. Kombinasikan Prodi Impian dan Prodi Aman

SNBP memberikan kesempatan memilih dua program studi, baik dalam satu PTN maupun di dua PTN berbeda. Strategi yang umum digunakan adalah kombinasi antara prodi impian yang sesuai minat meski tingkat persaingannya tinggi, dengan prodi kedua sebagai pilihan pengaman yang keketatannya lebih rendah atau daya tampungnya lebih besar.

Mengisi dua pilihan dengan prodi superketat berisiko tinggi, sementara memilih dua prodi sepi peminat justru bisa menyia-nyiakan potensi terbaik.

3. Pelajari Keketatan Prodi Tahun Sebelumnya

Data SNBP tahun-tahun sebelumnya dapat menjadi acuan penting. Jika suatu prodi hanya menerima puluhan mahasiswa dari ribuan pendaftar, berarti tingkat persaingannya sangat ketat.

Bagi siswa yang tidak berada di posisi akademik dominan, sebaiknya mempertimbangkan alternatif prodi yang masih sejalan dengan minat, tetapi peluang lolosnya lebih realistis.

4. Kenali Minat dan Bakat Sejak Awal

Pemilihan prodi sebaiknya tidak semata mengikuti tren atau dorongan lingkungan sekitar. Kenali minat dan kemampuan yang benar-benar dikuasai.

Siswa yang unggul dalam logika dan angka, misalnya, lebih cocok memilih jurusan teknik, sains, atau manajemen. Ketika minat dan kemampuan sejalan, proses belajar akan lebih optimal dan peluang meraih prestasi semakin besar.

5. Perhatikan Daya Tampung dan Rasio Penerimaan

Selain minat, daya tampung prodi juga perlu diperhitungkan. Program studi dengan kuota lebih besar umumnya memberikan peluang yang lebih luas, terutama bagi siswa dengan rekam jejak akademik yang stabil.

Strategi ini kerap digunakan peserta SNBP yang ingin bermain aman tanpa mengorbankan kualitas pilihan jurusan.

6. Maksimalkan Prestasi Non-Akademik

Prestasi non-akademik dapat menjadi nilai tambah dalam seleksi SNBP. Sertifikat lomba, kejuaraan olahraga, seni, hingga karya ilmiah mampu memperkuat portofolio peserta.

Pastikan seluruh dokumen pendukung disusun dengan rapi dan relevan, karena detail kecil kerap menjadi pembeda dalam seleksi yang sangat kompetitif.

7. Konsultasi dengan Guru, Mentor, dan Alumni

Keputusan memilih prodi sebaiknya tidak diambil sendirian. Diskusikan pilihan dengan guru BK, wali kelas, alumni, atau mahasiswa aktif dari jurusan incaran.

Masukan dari mereka dapat memberikan gambaran realistis tentang tingkat persaingan, beban studi, hingga peluang karier setelah lulus.

Perubahan dan dinamika sistem SNBP 2026 menuntut persiapan yang lebih cermat dan terukur. Dengan strategi yang tepat, pemilihan program studi bukan lagi soal keberuntungan, melainkan hasil dari perhitungan matang. Semakin terencana langkah yang diambil, semakin besar peluang untuk melangkah ke perguruan tinggi impian. (*)

Artikel SNBP 2026 Dimulai, Terapkan 7 Strategi Ini agar Tak Salah Pilih Jurusan pertama kali tampil pada News.

Kesaksian Sasha Riley soal Jaringan Epstein Picu Polemik Global

0
Jeffrey Epstein, sosok di balik jaringan perdagangan anak yang disebut dalam kesaksian viral Sasha Riley, yang mengaku sebagai terduga korban. (Foto: Times Now News)

batampos — Kesaksian yang diklaim berasal dari seorang pria bernama Sasha atau Sascha Riley mendadak viral dan memicu perbincangan global. Rekaman audio yang beredar luas di berbagai platform digital itu memuat tuduhan ekstrem terkait perdagangan dan eksploitasi anak yang disebut berhubungan dengan jaringan Jeffrey Epstein, sekaligus menyeret sejumlah nama tokoh publik Amerika Serikat.

Meski menyita perhatian internasional, seluruh klaim dalam rekaman tersebut belum terverifikasi secara hukum. Hingga kini, tidak ada dakwaan resmi, dokumen pengadilan, maupun hasil investigasi independen yang menguatkan tuduhan-tuduhan yang disampaikan dalam audio yang viral di Substack, Threads, hingga X.

Dilansir dari Times Now News, Rabu (4/2/2026), Riley digambarkan sebagai veteran Perang Irak yang mengaku menjadi korban perdagangan anak dan kekerasan ekstrem sejak usia sangat muda. Dalam pengakuannya, Riley menyebut dirinya diadopsi pada 1977 dan antara usia 9 hingga 13 tahun mengalami eksploitasi dalam jaringan kriminal yang dikaitkan dengan Jeffrey Epstein.

Rekaman audio tersebut diunggah oleh penulis Substack Lisa Noelle Voldeng, yang menyatakan bahwa kesaksian direkam melalui beberapa percakapan telepon pada pertengahan Juli 2025. Ia mengklaim versi asli rekaman disimpan dengan aman dan salinannya telah dibagikan kepada aparat penegak hukum serta “sekutu terpercaya” di sejumlah negara.

Isi Kesaksian: Tuduhan Ekstrem dan Sensitif

Dalam rekaman yang beredar, Riley mengemukakan tuduhan serius, mulai dari perdagangan anak di bawah umur, pemerkosaan, penyiksaan, hingga pembunuhan. Ia juga mengklaim dipaksa terlibat dalam produksi pornografi anak, serta menyebut adanya peristiwa pembuatan snuff film—istilah yang merujuk pada rekaman pembunuhan nyata.

Seluruh narasi tersebut dikaitkan Riley dengan jaringan perdagangan anak yang disebut terhubung dengan Jeffrey Epstein dan, menurut pengakuannya, melibatkan sejumlah tokoh berprofil tinggi.

Dalam pengantar publikasi audio, Voldeng menyatakan bahwa kesaksian ini dirilis “demi kepentingan publik” dan mengeklaim Riley bersedia memberikan kesaksian resmi serta menjalani tes pendeteksi kebohongan. Namun, hingga saat ini, klaim-klaim tersebut belum disertai bukti hukum yang dapat diverifikasi secara independen.

Nama Tokoh Publik Disebut, Status Tetap Klaim

Bagian paling kontroversial dari rekaman ini adalah penyebutan sejumlah nama tokoh publik Amerika Serikat, antara lain Presiden AS Donald Trump, anggota Kongres Jim Jordan dan Andy Biggs, Senator Lindsey Graham, hingga Hakim Mahkamah Agung Clarence Thomas.

Namun demikian, seluruh nama tersebut tidak tercantum dalam dakwaan resmi, berkas pengadilan, maupun proses penyelidikan yang dikonfirmasi media arus utama. Dengan demikian, keterkaitan mereka dalam narasi tersebut masih berada pada level klaim sepihak yang belum terbukti.

Respons Media dan Status Verifikasi

Sejumlah media besar dan lembaga pemeriksa fakta menegaskan bahwa rekaman audio tersebut belum terverifikasi secara hukum. Viralitasnya dinilai lebih dipicu oleh distribusi masif di media sosial dan kekuatan narasi, bukan oleh bukti investigatif yang sah.

Dalam unggahan Substack-nya, Voldeng menulis bahwa setelah pertama kali berbicara dengan Riley, ia secara selektif menghubungi “sekutu, gereja, polisi, dan pejabat pemerintah di berbagai negara.” Namun, pernyataan tersebut tidak menggantikan kebutuhan akan verifikasi independen dan proses hukum resmi.

Debat Publik dan Risiko Disinformasi

Viralnya kesaksian ini memicu perdebatan global. Di satu sisi, sejumlah pihak menilai pentingnya memberi ruang bagi suara yang mengaku sebagai korban perdagangan dan kekerasan seksual anak. Di sisi lain, banyak pengamat mengingatkan bahaya penyebaran tuduhan berat tanpa bukti kuat, yang berpotensi memicu disinformasi dan merusak kepercayaan publik.

Kasus ini menunjukkan bagaimana konten sensitif dengan narasi kuat dapat menyebar sangat cepat di era digital. Hingga kini, kesaksian Sasha Riley tetap berada dalam ranah klaim yang belum terbukti secara hukum, sekaligus menjadi sumber kontroversi dan perdebatan internasional. (*)

Artikel Kesaksian Sasha Riley soal Jaringan Epstein Picu Polemik Global pertama kali tampil pada News.

Diburu 8 Hari, Dua Tersangka Pengirim CPMI Ilegal Dibekuk di Lombok

0
Dua tersangka pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) nonprosedural ke Malaysia.

batampos – Pelarian dua tersangka pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) nonprosedural ke Malaysia akhirnya berakhir di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Keduanya dibekuk tim Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepulauan Riau pada Jumat (29/1) malam, setelah sempat diburu selama delapan hari.

Kedua tersangka masing-masing berinisial I. dan Y.K. diamankan sekitar pukul 21.30 WITA. Dari hasil pemeriksaan awal, keduanya mengaku baru sekali melakukan pengiriman CPMI ilegal tersebut.

Kasus ini merupakan pengembangan dari pengungkapan pengiriman CPMI nonprosedural di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, Kota Batam, Rabu (22/1) lalu. Dalam pengungkapan awal itu, polisi mengamankan dua orang perempuan yang diduga sebagai korban perdagangan orang, masing-masing berinisial N.A. (kelahiran 1999) dan J. (kelahiran 1991).

Kedua korban dijanjikan pekerjaan sebagai pelayan di Malaysia dengan iming-iming gaji sebesar Rp7 juta per bulan. Seluruh proses keberangkatan diurus tersangka tanpa melalui prosedur resmi penempatan pekerja migran.

Baca Juga: KMP Sembilang Docking, ASDP Ajukan Kapal Senangin Layani Rute Punggur–Kuala Tungkal

“Keuntungan yang diperoleh para tersangka dari pengiriman CPMI ilegal ini berkisar antara Rp800 ribu hingga Rp1,2 juta per orang,” ungkap Dir Reskrimum Polda Kepri, Kombes Ronni Bonic, Selasa (3/2).

Pengungkapan kasus berawal dari informasi adanya CPMI nonprosedural yang akan diberangkatkan ke Malaysia melalui Pelabuhan Batam Centre. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Opsnal Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan dan mengamankan para korban beserta barang bukti.

Dalam pengembangan perkara, penyidik memperoleh informasi bahwa kedua tersangka melarikan diri ke wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Tim kemudian melakukan pengejaran hingga akhirnya menangkap keduanya di Pelabuhan Lembar. Para pelaku diamankan di Polres Lombok Barat sebelum dibawa ke Polda Kepri untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” jelas Ronni.

Berdasarkan hasil penyidikan, modus operandi para tersangka adalah memberangkatkan CPMI ilegal dengan biaya keberangkatan ditanggung sponsor. Biaya tersebut kemudian diganti melalui pemotongan gaji korban setelah bekerja di luar negeri.

Barang bukti yang diamankan antara lain dua paspor, dua unit telepon genggam, tiket kapal internasional Batam–Malaysia, boarding pass kapal dan pesawat, serta kartu ATM yang digunakan dalam transaksi pengurusan keberangkatan CPMI ilegal.

Baca Juga: JPO di Batuaji-Sagulung Kerap Jadi Sasaran Pencurian, Atap dan Railing Hilang

Ia menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bentuk keseriusan Polri dalam memberantas tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang memanfaatkan masyarakat dengan iming-iming bekerja ke luar negeri secara nonprosedural. Saat ini kasus masih terus kami kembangkan, baik dari daerah asal maupun daerah tujuan,” tegas Ronni.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 4 dan Pasal 10 Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan/atau Pasal 81 juncto Pasal 69 atau Pasal 83 juncto Pasal 68 Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran bekerja ke luar negeri secara nonprosedural dan selalu menempuh jalur resmi. Masyarakat juga diminta aktif melapor apabila mengetahui atau mencurigai adanya praktik perdagangan orang maupun pengiriman PMI ilegal,” pungkasnya.(*)

Artikel Diburu 8 Hari, Dua Tersangka Pengirim CPMI Ilegal Dibekuk di Lombok pertama kali tampil pada Metropolis.

KMP Sembilang Docking, ASDP Ajukan Kapal Senangin Layani Rute Punggur–Kuala Tungkal

0
Pelabuhan ASDP Telagapunggur. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – KMP Sembilang yang selama ini melayani rute utama Pelabuhan Punggur, Batam–Kuala Tungkal, Jambi, dipastikan akan menjalani docking atau perawatan rutin tahunan mulai 6 Februari 2026. Selama masa docking tersebut, layanan penyeberangan ke Kuala Tungkal sementara tidak beroperasi.

General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Andri Setiawan, membenarkan rencana docking tersebut. Ia menyebutkan, perawatan dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi lonjakan penumpang pada musim mudik mendatang.

“Benar, KMP Sembilang akan docking mulai 6 Februari. Perawatan ini rutin tahunan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan penumpang, terutama menjelang periode mudik,” ujar Andri, Selasa (3/2).

Andri menjelaskan, untuk sementara belum ada kapal pengganti yang langsung melayani rute Punggur–Kuala Tungkal. Namun, pihak ASDP tengah mengajukan izin perbantuan Kapal Senangin, yang selama ini melayani rute Batam–Dabo Singkep, agar dapat diperbantukan melayani penyeberangan ke Kuala Tungkal.

Baca Juga: JPO di Batuaji-Sagulung Kerap Jadi Sasaran Pencurian, Atap dan Railing Hilang

“Kami sedang berkomunikasi dengan kantor pusat di Jakarta untuk pengajuan izin perbantuan Kapal Senangin. Saat ini izinnya masih berproses dan belum keluar,” katanya.

Menurut Andri, Kapal Senangin menjadi opsi paling memungkinkan karena spesifikasi kapal tersebut dinilai mampu melayani rute ke Kuala Tungkal. Meski demikian, selama izin belum terbit, layanan penyeberangan ke Tungkal belum dapat dioperasikan.

“Untuk rute Kuala Tungkal memang hanya dilayani satu kapal, dengan jadwal sekali dua hari. Karena KMP Sembilang docking, sementara memang tidak ada layanan ke Tungkal,” jelasnya.

ASDP memperkirakan masa docking KMP Sembilang berlangsung sekitar 15 hari. Jika sesuai jadwal, kapal tersebut diperkirakan kembali beroperasi pada 23 atau 24 Februari 2026. Seiring dengan dimulainya docking, ASDP juga telah menutup penjualan tiket rute Punggur–Kuala Tungkal sejak awal Februari.

“Untuk penjualan tiket sudah kami tutup, jadi memang tak ada pemesanan tiket,” tegasnya.

Baca Juga: Dana IMTA Melonjak, Pengangguran Tetap Membengkak

Selain KMP Sembilang, ASDP Cabang Batam juga akan melakukan docking terhadap KMP Lome yang melayani rute Batam–Mengkapan–Buton. Kapal tersebut dijadwalkan mulai docking pada 6 Februari dengan estimasi waktu perawatan yang sama, yakni sekitar 15 hari.

“Jadi ada dua kapal yang docking bersamaan. KMP Sembilang dan KMP Lome. Keduanya kami siapkan agar saat mudik nanti kondisi kapal benar-benar prima,” ungkap Andri. (*)

Artikel KMP Sembilang Docking, ASDP Ajukan Kapal Senangin Layani Rute Punggur–Kuala Tungkal pertama kali tampil pada Metropolis.

Whistleblower CIA Bongkar Dugaan Peran Epstein sebagai Perantara Intelijen Asing

0
Jeffrey Epstein, figur kontroversial yang menurut mantan agen CIA diduga berfungsi sebagai aset intelijen asing dengan akses luas ke elite politik dan bisnis global (The News Pakistan)

batampos – Kontroversi seputar Jeffrey Epstein kembali memantik sorotan global. Kali ini, pernyataan datang dari John Kiriakou, mantan agen Central Intelligence Agency (CIA) sekaligus pelapor pelanggaran (whistleblower), yang menyebut jaringan luas Epstein berpotensi terkait dengan operasi intelijen asing, bukan semata hasil kekayaan pribadi.

Dalam wawancara di kanal YouTube Diary of a CEO, Kiriakou mengemukakan pandangannya bahwa Epstein kemungkinan berperan sebagai access agent—perantara yang menyediakan akses strategis bagi badan intelijen untuk mendekati tokoh-tokoh elite dunia.

Menurut Kiriakou, yang bertahun-tahun bertugas di CIA, praktik intelijen modern kerap memanfaatkan figur perantara untuk menjalin hubungan dengan individu yang mustahil direkrut secara langsung.

“Anda tidak merekrut mantan presiden atau miliarder teknologi. Anda merekrut seseorang yang secara rutin memiliki akses kepada mereka, membuat mereka merasa nyaman, dihargai, dan aman,” ujar Kiriakou.

Dilansir dari The News Pakistan, Rabu (4/2/2026), Kiriakou menilai gaya hidup Epstein yang supermewah—mulai dari properti eksklusif hingga kekayaan tak lazim—selaras dengan pola operasi intelijen yang bertujuan membangun pengaruh dan ketergantungan.

Ia juga menyinggung laporan media yang menyebut rumah pribadi Epstein di Kepulauan Virgin Amerika Serikat dipasangi kamera tersembunyi di berbagai sudut, termasuk kamar mandi. Perangkat tersebut, menurut dugaan, dapat digunakan untuk mengumpulkan materi sensitif yang berpotensi menjadi alat pemerasan terhadap tamu-tamu berpengaruh.

Kiriakou menegaskan bahwa pernyataannya bukanlah bukti langsung, melainkan analisis berbasis pengalaman lapangan. Namun, ia mempertanyakan kejanggalan kesepakatan hukum pada 2006 dalam kasus kejahatan seksual terhadap anak di Florida, yang membuat Epstein hanya menjalani tahanan rumah singkat—jauh lebih ringan dari pedoman hukuman minimal yang berlaku.

“Kesepakatan itu sangat tidak biasa untuk tuduhan seberat itu,” ujarnya.

Ia juga merujuk pada Alexander Acosta, jaksa penuntut dalam kasus Epstein yang kemudian menjabat Menteri Tenaga Kerja AS. Berdasarkan laporan media, Acosta pernah mengakui bahwa dirinya diarahkan oleh pihak yang lebih tinggi untuk menawarkan kesepakatan hukum ringan tersebut.

“Hal itu menimbulkan pertanyaan tentang adanya tekanan politik di tingkat senior, meskipun sumbernya tidak pernah dijelaskan secara terbuka,” kata Kiriakou.

Lebih jauh, Kiriakou menyebut bahwa dalam pola operasi intelijen tertentu, Epstein bahkan berpotensi bertindak sebagai agen ganda—tidak sepenuhnya loyal kepada satu pihak dan bisa saja bertentangan dengan kepentingan aktor tertentu, termasuk Israel atau pihak lain.

Meski tidak menyebut negara mana yang diduga terlibat, Kiriakou menilai dugaan keterkaitan Epstein dengan jaringan intelijen asing perlu ditempatkan dalam kerangka analisis strategis, bukan sekadar gosip atau teori konspirasi media sosial.

Sejumlah analis menilai Epstein mungkin dimanfaatkan untuk mengumpulkan informasi sensitif tentang elite global—materi yang dapat digunakan sebagai alat pengaruh, tekanan politik, atau leverage diplomatik di masa depan.(*)

Artikel Whistleblower CIA Bongkar Dugaan Peran Epstein sebagai Perantara Intelijen Asing pertama kali tampil pada News.

JPO di Batuaji-Sagulung Kerap Jadi Sasaran Pencurian, Atap dan Railing Hilang

0
Railing JPO di kawasan Batuaji yang dicuri beberapa waktu lalu. F.istimewa

batampos – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Batuaji dan Sagulung kerap menjadi sasaran pengrusakan serta pencurian. Kerusakan yang ditemukan beragam, mulai dari atap berlubang hingga pagar pembatas (railing) yang hilang.

Salah satu kejadian terbaru terjadi pada JPO di depan kawasan Putri Tujuh, Batuaji. Railing di sisi kiri dan kanan jembatan dilaporkan dicuri menggunakan gergaji besi oleh oknum tak bertanggung jawab beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Prasarana Dinas Perhubungan Kota Batam, Wendi, mengatakan pihaknya rutin melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap kondisi JPO di wilayah tersebut.

“Kami rutin melakukan pengecekan dan pengawasan. Setiap tahun JPO juga direhabilitasi, mulai dari pengecatan hingga perbaikan fasilitas yang rusak,” ujarnya.

Baca Juga: 10 Halte Baru Dibangun, Warga Batam Soroti Halte Lama yang Memprihatinkan

Menurut Wendi, aksi pengrusakan terhadap JPO bukan hal baru dan kerap ditemukan berulang kali. “Sudah beberapa kali kami temukan kerusakan yang sama. Ini kembali pada kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum,” katanya.

Selain rehabilitasi, Dishub Batam juga berencana menambah jumlah JPO di kawasan keramaian atau pusat perbelanjaan guna mempermudah mobilitas masyarakat. Namun, rencana tersebut masih memerlukan kajian teknis.

“Penambahan JPO perlu analisis dan kerja sama dengan pihak ketiga, terutama yang menyiapkan tenaga ahli,” ungkap Wendi.

Diketahui, aksi pengrusakan fasilitas umum masih sering terjadi di kawasan Batuaji dan Sagulung. Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan serta keselamatan masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut.

Baca Juga: Soal Lahan Belum Tuntas, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Batuaji Sudah Berjalan

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, mengimbau masyarakat untuk lebih peduli dan turut menjaga fasilitas umum. Ia juga meminta warga segera melapor ke pihak kepolisian jika melihat atau mengetahui adanya aksi pencurian fasilitas umum.

“Kesadaran masyarakat harus ditingkatkan. Mari kita saling menjaga fasilitas yang sudah ada,” tutupnya. (*)

Artikel JPO di Batuaji-Sagulung Kerap Jadi Sasaran Pencurian, Atap dan Railing Hilang pertama kali tampil pada Metropolis.

DPRD Kepri Desak DLH Bertindak Cepat Tangani Dugaan Pencemaran Laut di Bintan

0
Anggota DPRD Kepri, Hanafi Ekra. F. Istimewa.

batampos – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) daerah pemilihan Bintan–Lingga, Hanafi Ekra, mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera mengambil langkah konkret terkait dugaan pencemaran laut di wilayah pesisir Kabupaten Bintan.

Hanafi menegaskan persoalan limbah minyak hitam tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap ekosistem laut serta kehidupan sosial ekonomi masyarakat pesisir.

“Kalau terkait pencemaran laut di Kabupaten Bintan, kami dari DPRD Provinsi Kepri meminta DLH Kabupaten Bintan dan DLH Provinsi Kepri agar segera bertindak menyelesaikan permasalahan tersebut,” kata Hanafi, Rabu (4/2).

Menurutnya, pencemaran laut bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat mengancam sektor pariwisata dan mata pencaharian masyarakat, khususnya nelayan yang menggantungkan hidup dari kondisi laut yang bersih dan sehat.

“Jangan sampai kondisi laut semakin tercemar dan berdampak pada destinasi wisata maupun mata pencaharian masyarakat Kabupaten Bintan yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan,” ujarnya.

Hanafi menilai wilayah pesisir Bintan memiliki potensi wisata bahari yang besar dan menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. Oleh karena itu, setiap indikasi pencemaran laut harus ditangani secara cepat dan serius.

Ia juga mendorong adanya koordinasi lintas instansi, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, agar penanganan pencemaran laut dapat dilakukan secara terukur dan transparan.

“DLH harus turun langsung ke lapangan, melakukan pengambilan sampel, serta menyampaikan hasilnya ke publik. Jika ditemukan unsur pelanggaran hukum, maka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Hanafi menambahkan, DPRD Kepri akan terus mengawasi penanganan kasus dugaan pencemaran laut tersebut dan siap memberikan dukungan kebijakan demi perlindungan lingkungan pesisir di Kabupaten Bintan. (*)

Artikel DPRD Kepri Desak DLH Bertindak Cepat Tangani Dugaan Pencemaran Laut di Bintan pertama kali tampil pada Kepri.