Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 388

Muncul di Epstein Files, Bill Gates Tegas Bantah Tuduhan Penyakit Menular Seksual

0
Bill Gates. F. x.com/daktilock.

batampos – Pendiri Microsoft, Bill Gates, membantah keras tuduhan yang tercantum dalam dokumen terbaru Epstein Files terkait dugaan dirinya terinfeksi penyakit menular seksual (STD) setelah berhubungan dengan seorang perempuan asal Rusia.

Dokumen yang dirilis U.S. Department of Justice (DOJ) tersebut memuat jutaan halaman hasil penyelidikan terhadap mendiang Jeffrey Epstein. Salah satu dokumen yang menjadi sorotan adalah sebuah email tertanggal Juli 2013 yang ditulis Epstein kepada dirinya sendiri.

Dalam email tersebut, Epstein mengklaim bahwa Bill Gates terinfeksi STD dan meminta bantuan Epstein untuk mendapatkan obat, termasuk disebutkan untuk diberikan kepada istri Gates saat itu, Melinda French Gates.

Menanggapi isu yang kembali mencuat itu, Bill Gates secara terbuka membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa klaim yang beredar sama sekali tidak benar.

“Email terkait tidak pernah dikirim. Dokumen itu kemungkinan bukan sumber yang kredibel,” ujar Bill Gates, dikutip dari ABC News, Kamis (5/2).

Gates menjelaskan, email tersebut tampaknya hanyalah draf pribadi Epstein yang tidak pernah dikirim atau diterima olehnya. Hingga kini, tidak ada bukti bahwa komunikasi tersebut pernah sampai kepada Bill Gates.

Meski membantah tuduhan tersebut, Gates mengakui bahwa hubungannya dengan Epstein di masa lalu merupakan sebuah kesalahan. Ia menyatakan penyesalan karena pernah bertemu dan menghabiskan waktu bersama Epstein beberapa kali.

Menurut Gates, pertemuan tersebut terjadi dalam konteks pembahasan filantropi dan penggalangan dukungan untuk kegiatan amal, bukan seperti yang digambarkan dalam dokumen tersebut. Ia menegaskan tidak pernah terlibat dalam tindakan yang dituduhkan.

Rilis Epstein Files juga berdampak secara personal bagi mantan istrinya, Melinda French Gates. Melinda sebelumnya menyampaikan bahwa kemunculan kembali dokumen-dokumen tersebut memunculkan kenangan menyakitkan dan emosi lama terkait pernikahan mereka.

Perlu dicatat, keberadaan nama Bill Gates dalam Epstein Files tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan dalam tindak kriminal atau pelanggaran hukum. Dokumen tersebut memuat beragam materi, mulai dari bukti, rumor, hingga draf email yang belum diverifikasi kebenarannya.

Pihak DOJ sendiri menegaskan bahwa isi Epstein Files harus dibaca dengan konteks dan tidak seluruh dokumen dapat dianggap sebagai fakta yang telah terbukti.(*)

Artikel Muncul di Epstein Files, Bill Gates Tegas Bantah Tuduhan Penyakit Menular Seksual pertama kali tampil pada News.

Perkuat Pengawasan Pajak, DJP Kepri Gandeng Ditlantas Polda Kepri dan Bapenda

0
DJP Kepri, Ditlantas, dan Bapenda Kepri bersinergi awasi pajak kendaraan di Batam. F. Istimewa untuk Batam Pos.

batampos – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kepulauan Riau (Kanwil DJP Kepri) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) Pengawasan Bersama Mengenai Pembayaran Pajak Pertambahan Nilai Dalam Negeri Dan Peningkatan Penerimaan Pajak BBN1 kendaraan Bermotor Di Wilayah Kawasan Perdagangan Bebas Dan Perlabuhan Bebas Provinsi Kepulauan Riau bersama dengan Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Ditlantas Polda Kepri) dan Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Bapenda Kepri).

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Kanwil DJP Kepri, Direktur Lantas Polda Kepri, dan Kepala Bapenda Kepri di Aula Barelang, Kanwil DJP Kepri, Kota Batam.

Penandatanganan PKS bertujuan untuk meningkatkan sinergi antar-instansi pemerintah dalam optimalisasi penerimaan negara khususnya dari sektor Pajak Pertambahan Nilai (PPN) kendaraan motor di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas/Free Trade Zone (FTZ) Batam.

“PKS ini merupakan perpanjangan PKS sebelumnya yang sudah berjalan selama dua tahun sampai tahun 2025 dan kami berhasil melakukan pengamanan penerimaan negara dari pembayaran PPN kendaraan bermotor sebesar Rp64,67 miliar,” ujar Kepala Kanwil DJP Kepri, Imanul Hakim.

Melalui penandatanganan PKS ini diharapkan sinergi antar instansi pemerintah di Kepri terus berlanjut dan mendukung program pemerintah serta Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi melalui penguatan tata kelola dan pengawasan perpajakan yang transparan dan akuntabel. (*/adv)

Artikel Perkuat Pengawasan Pajak, DJP Kepri Gandeng Ditlantas Polda Kepri dan Bapenda pertama kali tampil pada Kepri.

Harris Hotels Bandung dan Jakarta Kunjungi Batam Pos, Perkuat Kerja Sama Media

0
Manajemen Batam Pos menerima kunjungan silaturahmi dari perwakilan Harris Hotels Bandung dan Jakarta pada Kamis (5/2).

batampos – Batam Pos menerima kunjungan silaturahmi dari perwakilan Harris Hotels Bandung dan Jakarta pada Kamis (5/2).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dan membangun sinergi kolaborasi.

Kunjungan hangat tersebut menjajaki peluang kerja sama antara sektor perhotelan dan media.

Dalam kunjungan itu, perwakilan Harris Hotels Bandung, Juwita Agatari dan Harris Hotels Jakarta, Ivan Rinaldi, disambut oleh jajaran manajemen Batam Pos.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban dengan membahas potensi kolaborasi promosi pariwisata.

Harris Hotels Bandung dan Jakarta menyampaikan apresiasi atas peran Batam Pos sebagai media lokal yang memiliki jangkauan luas dan dipercaya publik.

Media dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung promosi destinasi wisata dan industri perhotelan, khususnya di tengah persaingan sektor pariwisata yang semakin dinamis.

Pihak Batam Pos menyambut baik kunjungan dengan membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan.

Kolaborasi diharapkan dapat menghadirkan konten informatif dan inspiratif bagi pembaca, sekaligus mendukung promosi hotel dan pariwisata di berbagai daerah.

Adanya kunjungan ini, Harris Hotels Bandung dan Jakarta serta Batam Pos berharap dapat menjalin kerja sama berkelanjutan yang memberi manfaat bagi kedua belah pihak.

Sinergi antara media dan industri perhotelan dinilai penting dalam mendorong pertumbuhan pariwisata nasional.(*)

 

Artikel Harris Hotels Bandung dan Jakarta Kunjungi Batam Pos, Perkuat Kerja Sama Media pertama kali tampil pada Metropolis.

MoU Sudah, Kontrak Belum: Nasib F-15EX Masih Menggantung

0
Sejumlah pesawat tempur TNI AU bersiap untuk lepas landas saat latihan. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Meski Memorandum of Understanding (MoU) pengadaan pesawat tempur F-15EX buatan Boeing telah ditandatangani, hingga kini belum ada kesepakatan lanjutan berupa kontrak. Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan belum menganggarkan belanja untuk jet tempur buatan Amerika Serikat (AS) tersebut.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas dan Infohan) Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, pemerintah Indonesia memang telah meminta penawaran harga F-15EX sebagai bagian dari perencanaan pengadaan alutsista.

“Namun harga yang diajukan dinilai masih terlalu tinggi, sehingga belum dapat ditindaklanjuti,” ujar Rico saat dikonfirmasi, Kamis (5/2).

Karena itu, pemerintah mulai melirik opsi pesawat tempur lain. Meski demikian, Rico menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan pengalihan pengadaan. Seluruh rencana pembelian alutsista, kata dia, tetap melalui kajian menyeluruh dan keputusan strategis pemerintah agar sesuai dengan kebutuhan pertahanan nasional.

“Terkait opsi pesawat lain, sampai saat ini belum ada keputusan pengalihan. Seluruh rencana pengadaan alutsista tetap melalui kajian komprehensif,” tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia menandatangani MoU dengan Boeing untuk pengadaan 24 unit F-15EX pada Agustus 2023. Saat itu, Presiden Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Namun, hingga kini proses tersebut belum berlanjut ke tahap penandatanganan kontrak.

Regional Director for India, Asia, and Pacific Boeing Defense, Space, and Security Randy Rotte menyatakan, Boeing menempatkan program offset sebagai instrumen strategis dalam pengembangan kapabilitas industri pertahanan lokal Indonesia, khususnya di bidang pendidikan dan teknologi.

“Kami menyiapkan program offset untuk Indonesia sebagaimana digariskan oleh undang-undang yang berlaku,” ujar Rotte dalam seminar publik yang diselenggarakan Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) dan Indonesia Defense Magazine (IDM) di ajang Indo Defence 2024, Kamis, 12 Juni 2025.

Menurut Rotte, skema offset pengadaan F-15EX diyakini dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang. Salah satu fokus utama Boeing adalah pengembangan kapabilitas STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) melalui kerja sama dengan sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan di Indonesia.

“Boeing membantu menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu mencetak talenta baru di bidang teknologi tinggi,” imbuhnya. (*)

Artikel MoU Sudah, Kontrak Belum: Nasib F-15EX Masih Menggantung pertama kali tampil pada News.

Tragedi Anak di NTT, Kemen PPPA Soroti Lemahnya Implementasi KLA

0
Surat siswa SD di NTT dan artinya. (Instagram)

batampos – Aksi nekat seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi alarm serius bagi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Anak berusia 10 tahun berinisial YRB itu memilih mengakhiri hidupnya sebagai jalan keluar dari persoalan yang dihadapinya.

Menanggapi peristiwa tersebut, Menteri PPPA Arifah Fauzi memerintahkan peninjauan ulang implementasi sistem perlindungan anak di seluruh kabupaten dan kota. Ia menegaskan, kasus ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah pusat dan daerah.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penguatan sistem perlindungan anak melalui implementasi kebijakan Kabupaten dan Kota Layak Anak (KLA) sangat diperlukan,” kata Arifah dalam keterangan resmi, Kamis (5/2).

Menurut Arifah, penguatan KLA penting untuk memastikan setiap anak Indonesia dapat mengenyam pendidikan dengan aman dan nyaman. Ia mendorong seluruh pemerintah daerah agar menerapkan kebijakan KLA secara konsisten dan berkelanjutan.

Arifah juga mengungkapkan bahwa Tim Layanan SAPA 129 Kemen PPPA telah berkoordinasi dengan UPTD PPPA Kabupaten Ngada. Namun, pendampingan psikologis bagi keluarga korban belum dapat dilakukan secara optimal karena keterbatasan tenaga psikolog klinis di wilayah tersebut.

Untuk itu, Kemen PPPA mendorong Pemerintah Kabupaten Ngada merekrut psikolog klinis yang ditempatkan di RSUD, UPTD PPPA, dan puskesmas. Kehadiran tenaga profesional tersebut dinilai krusial untuk menyediakan ruang aman bagi anak dan perempuan, baik dalam layanan konseling kesehatan jiwa maupun pendampingan korban kekerasan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Lebih jauh, Arifah menilai peristiwa di Ngada harus dilihat dalam konteks kerentanan anak yang lebih luas, termasuk anak laki-laki yang kerap luput dari perhatian. Menurutnya, konstruksi sosial sering kali membatasi anak laki-laki untuk mengekspresikan emosi dan meminta bantuan.

“Anak dan remaja laki-laki, sama seperti anak dan remaja perempuan, memiliki hak yang sama untuk menyampaikan keluhan di sekolah atau persoalan pertemanan. Mereka perlu didengarkan dan merasa aman untuk berbicara serta meminta bantuan,” ujarnya.

Selain itu, Arifah mengajak sekolah dasar memperkuat sistem deteksi dini agar perlindungan terhadap anak dapat dilakukan sejak awal. Ia juga mengimbau masyarakat tidak ragu melaporkan dugaan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui Layanan SAPA 129 atau WhatsApp 08111-129-129. (*)

Artikel Tragedi Anak di NTT, Kemen PPPA Soroti Lemahnya Implementasi KLA pertama kali tampil pada News.

Istana Gelap Epstein: Koleksi Aneh, Elite Dunia, dan Jejak Kejahatan

0
Tampak beberapa bagian interior townhouse mewah Jeffrey Epstein di Upper East Side, Manhattan, New York (Foto: The New York Times)

batampos – Fotografi dan surat-surat pribadi yang tercantum dalam dokumen investigasi Jeffrey Epstein akhirnya mengungkap interior rumah mewah miliknya di Manhattan, New York. Hunian tersebut selama bertahun-tahun menjadi lokasi jamuan dan pertemuan tokoh-tokoh politik, bisnis, serta budaya dunia, sekaligus memajang koleksi artefak yang kini memicu kontroversi terkait kehidupan pribadi Epstein.

Dikutip dari The New York Times, Kamis (5/2/2026), dokumen terbaru ini memberikan gambaran detail tentang kehidupan Epstein pada tahun-tahun terakhir sebelum ia ditemukan meninggal di sel tahanan federal pada 2019.

Rumah Epstein yang terletak di Upper East Side, Manhattan, merupakan townhouse tujuh lantai dengan luas sekitar 2.000 meter persegi. Properti tersebut dibeli dari miliarder Leslie H. Wexner pada 1998 dan direnovasi dengan gaya dekorasi eklektik, memadukan berbagai elemen yang mencerminkan kepribadian penghuninya.

Meski tampil sebagai simbol prestise, interior dan fungsi rumah itu mencerminkan kontradiksi tajam antara kehidupan sosial kalangan elite dan jejak gelap yang kemudian menjadi sorotan publik dan penyelidikan hukum.

Kontradiksi tersebut tercermin dalam sejumlah surat ulang tahun yang diterima Epstein saat berusia 63 tahun pada 2016. Surat-surat itu menunjukkan luasnya jaringan sosial Epstein. Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak bersama istrinya menulis, “Tidak ada batasan untuk rasa ingin tahumu… Kamu seperti buku tertutup bagi banyak orang, tetapi kamu tahu segalanya tentang semua orang.”

Sementara itu, media mogul Mortimer Zuckerman dalam suratnya menyarankan menu yang diklaim dapat “meningkatkan performa seksual Jeffrey.” Sutradara Hollywood Woody Allen bahkan menggambarkan jamuan makan di rumah tersebut layaknya berada di “istana Dracula, tempat Lugosi memiliki tiga vampir perempuan muda yang melayani.”

Begitu memasuki rumah, pengunjung disambut oleh puluhan bola mata prostetik yang dipajang rapi. Di atrium utama tergantung patung perempuan berpakaian pengantin yang memegang tali. Elemen-elemen dekorasi ini kini dipandang bukan sekadar estetika, melainkan simbol yang memicu tafsir kontroversial terkait kehidupan pribadi Epstein.

Di ruang makan lantai dasar, terpajang foto-foto Epstein bersama tokoh dunia, termasuk Paus Yohanes Paulus II, Mick Jagger, Elon Musk, Fidel Castro, Larry Summers, dan mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton. Salah satu koleksi yang paling menyita perhatian adalah selembar uang dolar AS bertanda tangan Bill Gates dengan tulisan “I was wrong!”, yang memunculkan spekulasi mengenai relasi personal Epstein dengan para elite tersebut.

Di lantai atas, kantor berpanel kayu Epstein berisi rak buku besar dan meja kerja. Di atas permadani, tampak seekor harimau yang diawetkan tergeletak santai. Di ruangan ini juga dipajang edisi pertama novel Lolita karya Vladimir Nabokov—kisah kontroversial tentang obsesi seksual pria dewasa terhadap anak perempuan berusia 12 tahun—yang kembali memunculkan pertanyaan serius terkait kasus kriminal Epstein sebagai pelaku kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur.

Foto-foto terbaru juga mengungkap keberadaan kamera tersembunyi di sudut kamar tidur utama dan ruang kantor yang berdekatan. Temuan ini sejalan dengan kesaksian sejumlah korban yang menyebut rumah tersebut dilengkapi sistem kamera untuk merekam aktivitas di dalamnya. Namun, pada foto ruang pijat tidak tampak kamera yang terlihat jelas.

Ruang pijat tersebut menampilkan lukisan perempuan telanjang, bola perak besar yang tergantung, serta rak berisi pelumas dan peralatan pijat. Dokumen dan kesaksian korban menunjukkan bahwa remaja direkrut Epstein untuk memijatnya dalam kondisi telanjang, dengan sebagian korban mengaku mengalami pelecehan seksual hingga pemerkosaan.

Selain sebagai tempat tinggal, rumah itu juga berfungsi sebagai ruang pertemuan intelektual. Epstein kerap menjamu ilmuwan, akademisi, pebisnis, dan tokoh budaya dunia. Sejumlah tamu menggambarkannya sebagai sosok cerdas dan penuh rasa ingin tahu, sementara undangan ke rumah tersebut dianggap sangat eksklusif, menegaskan posisinya sebagai pusat jejaring elite global.

Setelah kematiannya, properti itu dijual pada 2021 dengan harga sekitar USD 51 juta atau setara Rp 857 miliar (kurs Rp 16.810). Sebagian hasil penjualan dialokasikan untuk kompensasi para korban.

Kini, rumah Epstein menjadi simbol kontroversi yang memperlihatkan bagaimana hubungan dengan kalangan elite dunia dapat bertahan meskipun pemiliknya terseret skandal kriminal serius. Pengungkapan foto dan surat-surat pribadi ini pun memperdalam pemahaman publik tentang rumah tersebut sebagai ruang sosial sekaligus panggung rahasia, serta memicu diskusi global mengenai moralitas dan tanggung jawab sosial para elite yang pernah berada dalam lingkaran Epstein. (*)

Artikel Istana Gelap Epstein: Koleksi Aneh, Elite Dunia, dan Jejak Kejahatan pertama kali tampil pada News.

Rekam Video Call, Terdakwa Kasus Pornografi Dijatuhi Hukuman 8 Bulan, headline

0
Ilham Dwi Saputra alias Zidan terdakwa kasus pornografi usai menjalani sidang di PN Batam. (F.Azis Maulana)

batampos – Sebuah perkenalan singkat di media sosial berujung pada hukuman penjara. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan pidana delapan bulan penjara kepada Ilham Dwi Saputra alias Zidan terdakwa kasus pornografi berbasis digital, setelah dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan menjadikan orang lain sebagai objek bermuatan pornografi.

Putusan dibacakan dalam sidang terbuka yang digelar Rabu (4/2). Ketua Majelis Hakim Wattimena menyatakan perbuatan terdakwa memenuhi unsur pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama delapan bulan,” ujar Wattimena di ruang sidang PN Batam.

Baca Juga: Bekuk Komplotan Pencuri Motor, Polsek Seibeduk Sita 20 Unit Motor Curian

Majelis juga menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana. Terdakwa dinyatakan tetap ditahan.

“Dua unit telepon seluler IPhone 11 Pro Max warna emas dan iPhone XR warna putih yang digunakan dalam tindak pidana tersebut dirampas untuk negara,” jelasnya.

Kasus ini bermula pada 30 Juni 2025. Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ilham Dwi Saputra berkenalan dengan korban, Souna Egian Paradisa melalui aplikasi Line. Percakapan kemudian berlanjut ke WhatsApp.

Awalnya, komunikasi berlangsung seperti perkenalan biasa. Namun, arah percakapan berubah menjadi bernuansa seksual. Melalui panggilan video, terdakwa diduga membujuk dan menekan korban untuk memperlihatkan bagian tubuhnya, sembari terdakwa sendiri menampilkan konten serupa.

Jaksa menyebut tindakan tersebut dilakukan dari jarak jauh, saat korban berada di rumah kos di kawasan Graha Legenda Malaka, Batam Kota.

“Tanpa sepengetahuan korban, panggilan video itu direkam,” jelas JPU dalam dakwaan.

Masalah memuncak ketika korban memutus komunikasi. Terdakwa kemudian menghubungi kembali menggunakan nomor lain dan mengancam akan menyebarkan rekaman video tersebut.

Baca Juga: KPK Tangkap Eks Kepala BC Batam, Amankan Uang Miliaran Rupiah hingga Emas 3 Kg

Ancaman itu tidak hanya disampaikan kepada korban, tetapi juga direalisasikan dengan mengirimkan rekaman kepada pihak lain yang dikenal korban.

Merasa terancam, korban akhirnya melapor ke polisi. Upaya pertemuan yang dijanjikan untuk menyelesaikan masalah justru berujung pada penangkapan terdakwa di kawasan Batam Centre.

Dalam persidangan, JPU menuntut pidana lebih berat. Jaksa menilai terdakwa melanggar Pasal 35 jo Pasal 9 UU Pornografi dengan tuntutan satu tahun penjara denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan.

Namun majelis hakim memilih menjatuhkan pidana lebih ringan. Dalam pertimbangannya, hakim menilai perbuatan terdakwa telah menyebabkan korban mengalami tekanan psikologis dan rasa malu. Di sisi lain, terdakwa bersikap kooperatif selama persidangan dan belum pernah dihukum.

Putusan ini menegaskan kembali posisi pengadilan dalam menangani kejahatan seksual berbasis digital yang kian marak seiring meluasnya penggunaan media sosial dan aplikasi percakapan pribadi.(*)

Artikel Rekam Video Call, Terdakwa Kasus Pornografi Dijatuhi Hukuman 8 Bulan pertama kali tampil pada Metropolis.

Arief Hidayat: Putusan Perkara 90 Jadi Titik Awal Indonesia Tidak Baik-Baik Saja

0
Eks Hakim MK Arief Hidayat.(DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM).

batampos – Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat mengaku tidak dapat menjalankan tugasnya secara optimal saat menangani perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023. Pengakuan itu ia sampaikan setelah resmi purna bakti sebagai hakim konstitusi.

Perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023 merupakan uji materiil Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dalam putusannya, Mahkamah Konstitusi mengubah norma Pasal 169 huruf q yang mengatur syarat usia calon presiden dan calon wakil presiden.

“Saya paling merasa tidak bisa melakukan tugas mengawal Mahkamah Konstitusi dengan baik pada waktu rapat-rapat pengambilan keputusan perkara 90,” ujar Arief Hidayat di Gedung MK, Jakarta, Rabu (4/2).

Arief mengakui putusan tersebut berujung pada pelanggaran etik dan konstitusi, serta memicu dinamika internal yang tajam di tubuh Mahkamah Konstitusi. Selain itu, putusan itu juga menimbulkan perdebatan luas di ruang publik.

“Itu semua menjadikan dinamika di Mahkamah Konstitusi sungguh luar biasa,” tegasnya.

Ia menambahkan, putusan perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023 membuat dirinya tidak mampu menahan terjadinya konflik di internal MK. Arief pun mengamini bahwa putusan tersebut menjadi titik awal kondisi demokrasi Indonesia yang menurutnya tidak berjalan baik-baik saja.

“Itu yang menjadikan saya merasa sangat tidak mampu menahan terjadinya konflik-konflik karena perkara 90. Saya merasa perkara 90 inilah yang menjadi titik awal Indonesia tidak baik-baik saja,” pungkasnya. (*)

Artikel Arief Hidayat: Putusan Perkara 90 Jadi Titik Awal Indonesia Tidak Baik-Baik Saja pertama kali tampil pada News.

Rapat Renja 2027, BP Batam Fokus Transparansi dan Pertumbuhan Ekonomi

0
Kantor BP Batam.

batampos – BP Batam mulai mematangkan arah kebijakan dan program kerja tahun 2027 melalui Rapat Rencana Kerja (Renja) yang digelar pada Rabu (4/2). Rapat dibuka langsung oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, pembukaan rapat diisi dengan pengarahan pimpinan yang mengacu pada hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Jakarta, khususnya terkait arahan Presiden mengenai prioritas pembangunan.

“Tadi baru selesai pembukaan Rapat Renja yang langsung dibuka oleh Pak Kepala dan Ibu Wakil Kepala. Ada pengarahan yang mengacu pada Rakornas di Jakarta mengenai arahan-arahan Presiden,” katanya.

Baca Juga: Dinkes Jamin Warga Batam Bisa Berobat dengan KTP

Ia menjelaskan, saat ini pembahasan Renja berlangsung di tingkat kedeputian. Pada tahap awal, pembahasan dilakukan di lingkup Kedeputian I Bidang Administrasi dan Keuangan dan dijadwalkan berlangsung hingga sore bahkan malam hari untuk memastikan seluruh program dibedah secara menyeluruh.

“Sekarang Rapat Renja berlangsung di tingkat kedeputian, dimulai dari Deputi I. Nanti akan berlangsung sampai sore bahkan malam,” kata Tuty.

Dalam pengarahan tersebut, pimpinan BP Batam menekankan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui percepatan dan penyederhanaan pengurusan perizinan. Selain itu, aspek tata kota juga menjadi perhatian, termasuk tata kelola persampahan, pengelolaan air, penataan billboard, serta sektor pelayanan publik lainnya.

“Yang disampaikan oleh pimpinan dari arahan Presiden mengenai pertumbuhan ekonomi, pengurusan perizinan, tata kota, termasuk tentang tata kelola sampah, air, billboard, dan lain-lain,” ujarnya.

Baca Juga: Kadin Kepri Jajaki Kemitraan di Sektor Maritim dengan Eropa

Pembahasan Renja 2027 dilakukan lebih awal agar perencanaan dapat disusun secara matang, transparan, dan akuntabel. Dengan perencanaan yang lebih terukur, ini bakal mampu menyelaraskan kebijakan dengan kebutuhan investasi, pelayanan publik, serta pembangunan kota secara berkelanjutan.

“Memang kita sedang membahas Renja 2027 karena ini akan membahas rencana agar lebih transparan, akuntabel, dan bisa mendukung semua agar lebih terukur,” kata Tuty.

Rapat Renja ini menjadi bagian dari upaya BP Batam untuk memastikan setiap program kerja tidak hanya selaras dengan kebijakan nasional, tapi juga responsif terhadap dinamika pertumbuhan Batam sebagai kawasan strategis investasi dan industri. (*)

Artikel Rapat Renja 2027, BP Batam Fokus Transparansi dan Pertumbuhan Ekonomi pertama kali tampil pada Metropolis.

Momen Hangat Guardiola dan Tonali Picu Spekulasi Transfer

0
Pelatih Manchester City Pep Guardiola tertangkap kamera mengobrol dengan Sandro Tonali usai laga semifinal Piala Carabao 2025/26 (X.com/@CraigHope_DM)

batampos– Pelatih Manchester City Pep Guardiola menjadi sorotan setelah tertangkap kamera tengah mengobrol akrab dengan gelandang Newcastle United, Sandro Tonali, seusai laga semifinal Piala Carabao 2025/26. Momen tersebut terjadi setelah City memastikan tiket ke final dengan kemenangan agregat telak 5-1 atas Newcastle.

Pada leg kedua di Stadion Etihad, Manchester City menang 3-1 dan selanjutnya akan menghadapi Arsenal di partai final Piala Carabao 2025/26 yang dijadwalkan berlangsung Maret mendatang.

Dikutip dari Daily Mail, Tonali terlihat merangkul Guardiola saat meninggalkan lapangan menuju tribune suporter Newcastle United untuk mengucapkan terima kasih atas dukungan mereka. Keakraban itu langsung memicu spekulasi di media Inggris, mengingat nama Tonali belakangan santer dikaitkan dengan Arsenal, yang saat ini memimpin klasemen Liga Primer Inggris 2025/26.

Namun, rumor kepindahan tersebut dengan tegas dibantah oleh agen Tonali, Giuseppe Riso.

“Newcastle United tidak akan pernah membiarkan Tonali pergi pada bulan Januari. Sama sekali tidak ada hubungannya,” tegas Riso.

Ia menambahkan bahwa pembicaraan soal masa depan kliennya baru mungkin terjadi pada Maret mendatang, itu pun jika Newcastle United membuka peluang.

“Kita akan lihat sekitar bulan Maret mengenai nilai Sandro, tetapi hanya jika Newcastle memutuskan untuk membuka pintu,” lanjutnya.

Sementara itu, Guardiola menjelaskan bahwa percakapannya dengan Tonali sama sekali tidak berkaitan dengan transfer maupun laga semifinal Piala Carabao.

“Bahasa Italia saya sempurna, jadi itulah mengapa saya bisa berkomunikasi dengannya. Kami juga memiliki teman dekat dari Brescia, Edoardo Piovani,” ujar Guardiola.

Pelatih asal Spanyol itu mengungkapkan bahwa obrolan mereka lebih banyak membahas hal-hal personal, termasuk pengalaman Tonali selama membela AC Milan dan kehidupannya di Inggris.

“Setiap kali kami bertemu, kami berbicara tentang pengalamannya di Milan, para pendukung, dan betapa bahagianya dia di Newcastle,” jelas Guardiola.

Guardiola memang dikenal kerap menyempatkan diri berbincang dengan pemain lawan setelah pertandingan, baik di lapangan maupun di pinggir lapangan. Dalam laga semifinal tersebut, Tonali bukan satu-satunya pemain Newcastle yang diajak berbincang.

Pelatih Manchester City itu juga terlihat mengobrol dengan bek Newcastle United, Dan Burn, usai pertandingan. (*)

Artikel Momen Hangat Guardiola dan Tonali Picu Spekulasi Transfer pertama kali tampil pada Olahraga.