batampos – Vicky Prasetyo dilaporkan ke Polres Karawang Jawa Barat oleh seorang kontraktor bernama Omrive Manurung terkait kasus dugaan penipuan proyek. Laporan tersebut dibuat pada Sabtu, 2 Maret 2024 pada pukul 13.00 WIB.
Laporan polisi terhadap Vicky Prasetyo ini terdaftar dengan nomor: STTLP/B/252/III/2024/SPKT/POLRES KARAWANG/POLDA JAWA BARAT. Gara-gara Vicky Prasetyo, pelapor mengaku mengalami kerugian hampir Rp 2 miliar.
“Kerugian yang dialami klien kami Rp 1,8 miliar untuk tiga pekerjaan. Dua unit mini soccer dan satu unit konstruksi jalan beton di lokasi proyek tersebut,” kata kuasa hukum pelapor, Alex Safri Winando, kepada awak media usai membuat laporan polisi.
Alex menambahkan, sejak awal yang tertera dalam dokumen kerja sama sudah mulai ada hal yang tidak beres dalam hal penulisan angka. Misalnya, angka di dalam dokumen tertulis nominal Rp 2,2 triliun padahal nilai kontrak sekitar Rp 2,2 miliar untuk 2 mini soccer.
Demikian juga terjadi kesalahan dalam dokumen perjanjian untuk pengerjaan kontruksi beton dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,6 miliar namun malah tertulis dengan angka 1,6 triliun.
Pihak pelapor sempat komplen terkait adanya kesalahan tersebut. Akan tetapi Vicky Prasetyo mengatakan yang penting dalam tulisan tetap terbacanya Rp 2,2 miliar dan Rp 1,6 miliar. Vicky menganggap hal itu tidak perlu diubah lagi.
“Dijawab sama Vicky tidak apa-apa yang penting kalimatnya. Ini bukan mark up, tapi mungkin salah penulisan, etikanya memang harus diperbaiki,” tuturnya. (*)
Ilustrasi penghitungan suara (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
batampos – Politikus PDI Perjuangan Berry Nahdian Furqan mengungkapkan,
terjadi dugaan penggelembungan suara di daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Selatan II. Menurut Berry, hal itu diketahui berdasarkan rekapitulasi yang dilakukan Kamar Hitung Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) tingkat provinsi Kalsel DPD PDIP.
Sebab, ditemukan kejanggalan perhitungan suara DPR RI dapil Kalsel II jika dibandingkan dengan data C1 Hasil TPS dibandingkan dengan data D.
“Data internal kamar hitung kami per 3 Maret 2024 pukul 15.22 Wita menunjukkan suara 2 parpol terdapat selisih yang cukup tinggi pada perhitungan D.Hasil Kecamatan (PPK) dibanding dengan hasil data C.Hasil-Salinan (C1) pada setiap TPS,” kata Berry kepada wartawan, Senin (4/3).
Sekretaris DPD PDIP Kalsel itu menjelaskan, dugaan penggelembungan itu mencapai 44.908 suara yang diduga mengarah kepada parpol tertentu.
“Menurut data kami, terdapat dugaan penambahan suara PAN (Partai Amanat Nasional) sebesar 35.903 dan dugaan penambahan sebesar 9.005 untuk Partai NasDem. Artinya terjadi perbedaan sangat mencolok antara jumlah perhitungan data C1 dengan jumlah perhitungan dari D. Hasil Kecamatan (PPK),” ucap Berry.
Berry mengutarakan, penambahan suara tersebut patut diduga sebagai praktik penggelembungan suara yang menguntungkan partai tersebut.
“Jadi bagi kami, ini sangat tidak mungkin kalau hanya disebut sebagai masalah teknis salah hitung. Tetapi patut diduga sebagai kecurangan yang dilakukan secara sistematis, terstruktur dan masif,” urai Berry.
Berry menyebut, pihaknya juga menemukan adanya kejanggalan lain terkait pengalihan data suara rusak dan pengalihan suara tidak sah menjadi suara partai tertentu, sebesar 11.334 suara rusak menjadi suara untuk partai tertentu dan sebesar 26.227 suara tidak sah beralih menjadi suara partai tertentu.
“Perlu kami sampaikan bahwa DPD PDI Perjuangan memiliki saksi disetiap TPS maupun PPK sebanyak dua orang sehingga memiliki C1 maupun D hasil secara valid. Melalui dokumen C1 maupun D hasil yang dikumpulkan dari para saksi tersebut dibawa ke Kamar Hitung partai di tiap kabupaten/kota dan dilakukan menginputan data yang sudah disiapkan untuk dianalisa dalam melihat perolehan suara caleg semua partai,” papar Berry.
Ia menguraikan, dari rekapitulasi mandiri berdasarkan C1 hasil TPS dapil Kalsel II DPRbRI yang sudah diinput mencapai 97,87 persen, hasilnya menempatkan PDI Perjuangan mendapatkan satu kursi pada posisi kursi kelima dan terpaut cukup jauh dengan urutan bawah perolehan suara partai lainnya. Namun, dengan analisis terhadap D hasil PPK diduga terjadi penggelembungan suara partai lain, maka mengakibatkan hilangnya kursi PDIP.
Oleh karena, ia menekankan akan meningkatkan pengawalan dan pengawasan perhitungan pada tingkatan selanjutnya, agar perhitungan suara sesuai dengan data resmi C1 yang dihasilkan di TPS. Sebagai antisipasi, PDIP sudah menyiapkan tim hukum yang akan mengawal dan juga sebagai saksi di tingkat kabupaten/kota.
“Kami mendesak KPU dan Bawaslu agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik, profesional, transparan serta patuh kepada hukum dan etika moralitas penyelenggaraan pemilu sehingga segala macam pelanggaran tidak boleh ditolerir,” ucapnya. (*)
Ilustrasi: Sidang kasus dugaan korupsi BTS 4G. (Istimewa)
batampos – Mantan Direktur PT Multimedia Berdikari Sejahtera Windi Purnama dituntut pidana 4 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Agung (Kejagung). Jaksa meyakini, Windi melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus korupsi pengadaan BTS 4G.
“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Windi Purnama dengan pidana penjara selama 4 tahun dikurangkan sepenuhnya dengan lamanya terdakwa ditahan,” kata JPU Kejagung membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (4/3).
“Menghukum Terdakwa membayar denda sebesar Rp 1 miliar dengan ketentuan apanila tidak dibayar maka diganti dengan pidana selama 6 bulan kurungan,” sambungnya.
Jaksa menduga, Windi Purnama turut menikmati hasil tindak pidana korupsi proyek pengadaan BTS 4G senilai USD 3.000 dan Rp 700 juta. Perbuatan itu diduga dilakukan bersama-sama Komisaris PT Solitech Media Sinergy, Irwan Hermawan,
Sementara hal yang meringankan, Windi dinilai belum pernah menjalani hukuman pidana, bersikap sopan dalam persidangan, bersikap koperatif, dan tidak berbelit belit.
“Terdakwa mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya,” ucap Jaksa.
Windi dituntut melanggar Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP subsider Pasal 4 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP lebih subsider Pasal 5 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 2010 juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP. (*)
Suassasna pemasangan tiang pancang pertama pembangunan jalan layang (flyover) Sei Ladi pada Senin pagi (4/2/2024).
batampos – Kepala BP Batam Muhammad Rudi lakukan pemasangan tiang pancang pertama Pembangunan jalan layang (flyover) Sei Ladi. Proyek yang digadang akan memecah kemacetan di persempitan depan Pura Agung – UIB, akhirnya menemui babak baru, pada Senin pagi (4/2/2024).
Acara dimulai dengan acara adat tepung tawar dan siram air kendi. Usai do’a bersama, pemecahan kendi menjadi penanda dimulainya pemasangan tiang pancang pertama jalan layang Sei Ladi, dengan bore pile.
“Insyaallah atas izin Allah, 10 bulan ke depan kita harap sudah ada jembatan baru, sekupang – Batam Centre, Batam Centre Sekupang, Sekupang – Nagoya, Nagoya – Sekupang. Pekerjaan jalan layang Sei Ladi akan selesai pada Desember 2024.” kata Muhammad Rudi.
Muhammad Rudi juga mengatakan bahwa realisasi Pembangunan jalan layang Sei Ladi akan mengurai salah satu titik kemacetan yang paling signifikan, yakni arah Sekupang – Batam Centre.
Ia juga optimis akan dibangun jalan layang – jalan layang berikutnya di Batam, yang akan menjadi infratsruktur vital yang selain mengurai kemacetan, juga akan mendukung konektivitas dan distribusi logistik industri dari dan ke pelabuhan ataupun ke Bandara nantinya.
“Hal ini tentu saja, kami selesaikan semua pembangunannya, tidak lain adalah menarik investasi masuk ke Batam. Perekonomian kita akan semakin baik, konektivitas lancar, mobilitas kita juga semakin nyaman,” kata Muhammad Rudi.
Lebih lanjut, PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) pekerjaan jalan layang Sei ladi, Boy Zasmita menerangkan proyek senilai Rp132 Milliar itu, akan memiliki panjang 1.000 meter dengan 3 lajur dan lebar 60 meter.
Pekerjaan jalan jalan layang Sei Ladi akan dimulai dari Puri Agung – San Dona dan berakhir di Rumah Duka Jl. Gajah Mada, akan dilakukan dalam 4 section (4 sesi) dan ditargetkan akan selesai pada Desember 2024.
Boy menambahkan bahwa pelaksanaan proyek ini tidak akan berdampak pada pembangunan gedung yang sudah ada.
Jalan yang akan digunakan sebagai Peralihan jalan selama masa Pembangunan, juga telah disiapkan oleh BP Batam baik dari arah Sekupang ke Batam Centre, atau Nagoya ke Batam Centre.
BP Batam akan senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Pihak Kepolisian khususnya dalam hal ini Satuan Lalu Lintas (Satlantas) agar mobilitas pengendara tetap aman dan terjaga
“Tidak akan ada bangunan yang terdampak, badan jalan juga sama sekali tidak kena. Peralihan jalan sudah kita buat jalan baru di semua sisi. Kami mohon do’a dan dukungan dari semua pihak. Semoga ini berjalan lancar sesuai target, sehingga akan mengurai kemacetan sangat signifikan,” pungkas Boy Zasmita. (*/rilis)
Suassasna pemasangan tiang pancang pertama pembangunan jalan layang (flyover) Sei Ladi pada Senin pagi (4/2/2024).
batampos – Kepala BP Batam Muhammad Rudi lakukan pemasangan tiang pancang pertama Pembangunan jalan layang (flyover) Sei Ladi. Proyek yang digadang akan memecah kemacetan di persempitan depan Pura Agung – UIB, akhirnya menemui babak baru, pada Senin pagi (4/2/2024).
Acara dimulai dengan acara adat tepung tawar dan siram air kendi. Usai do’a bersama, pemecahan kendi menjadi penanda dimulainya pemasangan tiang pancang pertama jalan layang Sei Ladi, dengan bore pile.
“Insyaallah atas izin Allah, 10 bulan ke depan kita harap sudah ada jembatan baru, sekupang – Batam Centre, Batam Centre Sekupang, Sekupang – Nagoya, Nagoya – Sekupang. Pekerjaan jalan layang Sei Ladi akan selesai pada Desember 2024.” kata Muhammad Rudi.
Muhammad Rudi juga mengatakan bahwa realisasi Pembangunan jalan layang Sei Ladi akan mengurai salah satu titik kemacetan yang paling signifikan, yakni arah Sekupang – Batam Centre.
Ia juga optimis akan dibangun jalan layang – jalan layang berikutnya di Batam, yang akan menjadi infratsruktur vital yang selain mengurai kemacetan, juga akan mendukung konektivitas dan distribusi logistik industri dari dan ke pelabuhan ataupun ke Bandara nantinya.
“Hal ini tentu saja, kami selesaikan semua pembangunannya, tidak lain adalah menarik investasi masuk ke Batam. Perekonomian kita akan semakin baik, konektivitas lancar, mobilitas kita juga semakin nyaman,” kata Muhammad Rudi.
Lebih lanjut, PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) pekerjaan jalan layang Sei ladi, Boy Zasmita menerangkan proyek senilai Rp132 Milliar itu, akan memiliki panjang 1.000 meter dengan 3 lajur dan lebar 60 meter.
Pekerjaan jalan jalan layang Sei Ladi akan dimulai dari Puri Agung – San Dona dan berakhir di Rumah Duka Jl. Gajah Mada, akan dilakukan dalam 4 section (4 sesi) dan ditargetkan akan selesai pada Desember 2024.
Boy menambahkan bahwa pelaksanaan proyek ini tidak akan berdampak pada pembangunan gedung yang sudah ada.
Jalan yang akan digunakan sebagai Peralihan jalan selama masa Pembangunan, juga telah disiapkan oleh BP Batam baik dari arah Sekupang ke Batam Centre, atau Nagoya ke Batam Centre.
BP Batam akan senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Pihak Kepolisian khususnya dalam hal ini Satuan Lalu Lintas (Satlantas) agar mobilitas pengendara tetap aman dan terjaga
“Tidak akan ada bangunan yang terdampak, badan jalan juga sama sekali tidak kena. Peralihan jalan sudah kita buat jalan baru di semua sisi. Kami mohon do’a dan dukungan dari semua pihak. Semoga ini berjalan lancar sesuai target, sehingga akan mengurai kemacetan sangat signifikan,” pungkas Boy Zasmita. (*/rilis)
Jajaran Polsek Batuaji saat sosialisasi ke sekolah-sekolah agar kasus bullying yang berujung pada perundungan tidak terulang lagi. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Kasus bullying yang berujung pada perundungan oleh remaja perempuan yang viral belakangan ini jadi fokus perhatian pihak kepolisian. Jajaran Polresta Barelang melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar kasus serupa tidak terulang lagi.
Jajaran Polsek Batuaji misalkan, mendatangi Pondok Pesantren Hidayatullah di kelurahan Kibing, Kecamatan Batuaji, Senin (4/3) pagi. Mereka memberikan pengertian kepada siswa tentang bahaya bullying ataupun perundungan hingga ancaman hukuman yang akan diterima.
“Tidak usah saling bully ataupun rundung. Fokus saja dengan kegiatan belajar di sekolah. Tak bagus saling mengejek, bully apalagi merundung kawan lain. Itu ada hukumannya walaupun kalian di bawah umur. Itu yang viral belakangan ini sudah ditangkap dan diproses lebih lanjut jadi kepada adik-adik semua fokus saja dengan kegiatan di sekolah ya. Itu lebih baik untuk masa depan yang cerah, ” ujar Kapolsek Batuaji, AKP Benny Syahrizal.
Selain topik stop bullying dan perundungan, sapa siswa terobosan Bhabinkamtibmas Polsek Batuaji ini juga menyelipkan pesan Kamtibmas pada umumnya seperti kenakalan remaja, balap liat dan dan aksi kejahatan lainnya. Polisi dengan tegas minta siswa untuk fokus dengan aktifitas belajar di sekolah masing-masing. Hindari pergaulan yang tidak sehat agar tidak terlibat dengan hukum.
“Kami pada dasarnya kalau ada yang melanggar akan kami tindak tanpa pandang bulu. Makanya adik-adik jangan sampai terlibat dengan kegiatan atau aktifitas yang melanggar hukum kalau tak mau berurusan dengan hukum, ” kata Benny. (*)
batampos – Pemerintah kota Batam belum tuntas dengan proyek pelebaran Jalan di Batuaji dan Sagulung. Ruas jalan utama R Suprapto belum semua dilebarkan jadi lima lajur. Bahkan bundaran Basecamp dan simpang Barelang belum tertata hingga kini.
Sebelumnya Pemko Batam bertekad akan menyelesaikan penataan dua bundaran tersebut hingga dengan tugu air mancur di tengah bundaran. Namun penataan hanya berhenti pada pelebaran jalan saja. Tengah bundaran masih berupa hamparan tanah kosong.
Begitu juga dengan pelebaran jalan lima lajur, baru separuh yang sudah dilebarkan. Ruas jalan yang biasa rawan dengan kemacetan justru belum dilebarkan seperti di depan kawasan SP Plaza, Perumahan Puteri Tujuh hingga simpang Barelang dan sekitaran bukit Daeng.
Masyarakat kembali mempertanyakan keseriusan dengan janji wali kota Batam Muhammad Rudi beberapa waktu lalu yang bertekad akan menyelesaikan pelebaran jalan di Batuaji dan juga penataan bundaran Basecamp dan simpang Barelang.
“Tahun 2023 kemarin katanya mau rampungkan. Sekarang sudah 2024. Semoga ini bisa diselesaikan tahun ini. Sudah cukup lama Batuaji ini tidak di tata untuk akses jalan utama ini. Di Batam Center dan Nagoya sudah lima lajur semua. Batuaji baru separuh-separuh saja, ” ujar Mukhtar, tokoh masyarakat di Batuaji.
Lokasi jalan yang belum tersentuh pelebaran di Batuaji umumnya lokasi langganan macet saat jam sibuk. Jalan rusak turunan Bukit Daeng dari arah Mukakuning misalkan macet hingga ke daerah Dam pada sore dan malam hari. Ini yang menjadi dorongan masyarakat di Batuaji agar Pemko kembali melanjutkan proyek pelebaran jalan di sana.
Kepala Dinas Bina Marga Kota Batam Sudah saat dikonfirmasi belum bisa memastikan proyek pelebaran jalan tersebut dilanjutkan tahun ini. Itu karena belum ada pembahasan atau anggaran untuk pelebaran jalan di Batuaji di tahun 2024 ini.
“Yang ada hanya sistem perbaikannya sementara dari BP Batam saja,” katanya. (*)
batampos– Keributan terjadi di lokasi wisata pantai Vio-Vio, Kecamatan Galang, Minggu (3/3) pagi. Sekelompok pemuda dan remaja yang menggelar pesta di lokasi wisata tersebut keroyok dua pengunjung lain yang juga kebetulan sedang berkemah di lokasi wisata yang sama. Hendrio Yudistira salah satu korban pengeroyokan alami luka serius di kepala dan dahi.
Informasi yang didapat, aksi pengeroyokan terjadi karena pemutaran musik yang berlebihan. Hendrio, salah satu korban yang dihubungi menjelaskan, malam sebelum kejadian, di lokasi wisata ini memang ada pertunjukan live musik yang berakhir pada pukul 02.00 WIB. Kelompok yang melakukan pengeroyokan tadi sepertinya belum puas dengan suguhan live musik tadi sehingga melanjutkan dengan pemutaran musik sendiri di lokasi wisata tersebut.
“Mereka sepertinya sewa gasebo (tenda) juga dan bawa alat musik sendiri. Habis orang DJ, mereka lanjut musik sampai jam 5 pagi. Kami pengunjung lain tentunya merasa terganggu juga. Kami ke sena memang untuk nginap semalam bersama keluarga besar kami. Saya dan abang saya, niatnya cuman mau kasih tahu baik-baik agar mereka mematikan musik karena sudah mau pagi, ” ujar Hendrio.
Teguran Hendrio dan abangnya rupanya membuat kelompok pemuda tadi tersulut emosi sehingga melakukan pengeroyokan yang cukup brutal. “Kepala dan dahi saya terluka. Abang saya juga banyak luka memar. Mau 20 an orang mereka, ” kata Hendrio.
Tidak Terima dengan kejadian itu, Hendrio dan keluarga membuat laporan resmi ke Polsek Galang. Laporan tersebut langsung ditindak lanjutin dan belasan pelaku sudah diamankan di Polsek Galang. (*)
Industri galangan kapal di Batam. (F. Dalil Harahap / Batam Pos)
batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ada 3 sektor industri atau lapangan usaha yang mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi Batam pada tahun 2023. Ketiga sektor tersebut adalah
lapangan usaha industri pengolahan
lapangan usaha kontruksi
lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor.
3 sektor itu mampu memberikan kontribusi sekitar 83,83 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batam tahun 2023. Dimana, lapangan usaha industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai kontribusi sebesar 56,38 persen.
Hal ini sejalan dengan perkembangan Kota Batam sebagai wilayah dengan kegiatan utama sektor industri pengolahan seperti pengolahan makanan, industri manufaktur, pengolahan limbah, dan sejenisnya.
Pertumbuhan ekonomi Batam sepanjang tahun 2023 sendiri melaju pesat dengan capaian 7,04 persen.
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengapresiasi kinerja seluruh pihak. Baik pemerintah, swasta dan elemen masyarakat yang ikut berkontribusi penuh dalam mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Batam.
Muhammad Rudi menargetkan, ekonomi Batam dapat kembali tumbuh baik sepanjang tahun 2024. Mengingat, pemerintah dan BP Batam telah menyiapkan sejumlah rencana strategis dalam meningkatkan nilai investasi Batam ke depan.
“Pelebaran jalan-jalan utama masih akan terus dilakukan. Termasuk jalan dari Simpang Kepri Mall menuju Bundaran Tembesi. Pembangunan Fly Over Sei Ladi juga akan dikerjakan tahun ini, dengan harapan tidak ada lagi kendala yang mengganggu aktivitas produksi di Batam. Sehingga, investasi dapat tumbuh maksimal,” ujar Muhammad Rudi, Jumat (1/3/2024).
Selain itu, lanjut Rudi, pembangunan infrastruktur pendukung lain seperti pengembangan bandara serta pelabuhan juga masih akan diteruskan.
Tujuannya adalah menjaga iklim investasi Kota batam agar terus kondusif dan memberikan kenyamanan bagi investor.
“Saya ingin, kemajuan Batam dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Investasi meningkat, maka ekonomi daerah pun akan terus bangkit,” pungkasnya (*)
Industri galangan kapal di Batam. (F. Dalil Harahap / Batam Pos)
batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ada 3 sektor industri atau lapangan usaha yang mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi Batam pada tahun 2023. Ketiga sektor tersebut adalah
lapangan usaha industri pengolahan
lapangan usaha kontruksi
lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor.
3 sektor itu mampu memberikan kontribusi sekitar 83,83 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batam tahun 2023. Dimana, lapangan usaha industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai kontribusi sebesar 56,38 persen.
Hal ini sejalan dengan perkembangan Kota Batam sebagai wilayah dengan kegiatan utama sektor industri pengolahan seperti pengolahan makanan, industri manufaktur, pengolahan limbah, dan sejenisnya.
Pertumbuhan ekonomi Batam sepanjang tahun 2023 sendiri melaju pesat dengan capaian 7,04 persen.
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengapresiasi kinerja seluruh pihak. Baik pemerintah, swasta dan elemen masyarakat yang ikut berkontribusi penuh dalam mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Batam.
Muhammad Rudi menargetkan, ekonomi Batam dapat kembali tumbuh baik sepanjang tahun 2024. Mengingat, pemerintah dan BP Batam telah menyiapkan sejumlah rencana strategis dalam meningkatkan nilai investasi Batam ke depan.
“Pelebaran jalan-jalan utama masih akan terus dilakukan. Termasuk jalan dari Simpang Kepri Mall menuju Bundaran Tembesi. Pembangunan Fly Over Sei Ladi juga akan dikerjakan tahun ini, dengan harapan tidak ada lagi kendala yang mengganggu aktivitas produksi di Batam. Sehingga, investasi dapat tumbuh maksimal,” ujar Muhammad Rudi, Jumat (1/3/2024).
Selain itu, lanjut Rudi, pembangunan infrastruktur pendukung lain seperti pengembangan bandara serta pelabuhan juga masih akan diteruskan.
Tujuannya adalah menjaga iklim investasi Kota batam agar terus kondusif dan memberikan kenyamanan bagi investor.
“Saya ingin, kemajuan Batam dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Investasi meningkat, maka ekonomi daerah pun akan terus bangkit,” pungkasnya (*)